Papuanewsonline.com
BERITA TAG Hukum
Homepage
Pasca Libur Lebaran Aktivitas Polda Maluku Kembali Normal
Papuanewsonline.com, MALUKU-
Hari libur lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah berakhir, Rabu (26/4/2023).
Kepolisian Daerah Maluku dan jajaran langsung melaksanakan aktivitas kerja
secara normal. Kapolda Maluku, Irjen Pol
Lotharia Latif, mengaku, tidak ada alasan bagi setiap personel maupun ASN Polri
menunda pekerjaan yang dimandatkan negara untuk melayani, melindungi dan
mengayomi masyarakat. "Hari ini semua anggota
Polda Maluku telah kembali melaksanakan tugas," kata Kapolda. Aktivitas kerja di jajaran Polda
Maluku kembali berlangsung normal. Ini ditandai dengan pelaksanaan apel yang
dilaksanakan setiap Satker. "Tadi pagi setiap Kepala
Satker dan Komandan satuan telah mengambil apel pagi di masing-masing
satuan," katanya. Selain itu, Orang nomor 1 di
Polda Maluku ini, juga secara langsung memimpin rapat staf untuk mengevaluasi
tugas-tugas rutin, termasuk pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2023. "Saya juga telah
memerintahkan kepada setiap PJU (Pejabat Utama) Polda agar segera semua anggota
kembali melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat," katanya. Menyoal terkait pengamanan
situasi arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri di wilayah Maluku, Irjen Latif
mengaku berjalan aman dan lancar. "Sejauh ini pelaksanaan
pengamanan arus mudik dan balik di Maluku aman, lancar dan kondusif,"
katanya. Kapolda juga telah mengingatkan
kepada Kapolres maupun Kapolresta jajaran agar dapat melakukan pengecekan dan
pemantauan di tempat-tempat keramaian. "Saya juga telah
mengingatkan para Kapolres untuk cek dan mengamankan secara maksimal
tempat-tempat keramaian, seperti lokasi wisata maupun tempat-tempat yang biasa
dijadikan masyarakat untuk mengisi waktu libur," pintanya. Irjen Latif juga menyampaikan
terima kasih kepada Forkopimda Maluku maupun kabupaten/kota serta seluruh
elemen masyarakat yang telah berperan bersama menjaga situasi kamtibmas yang
kondusif.
"Saya juga ingin
menyampaikan Selamat Idul Fitri, minal aidin walfaijin, mohon maaf lahir dan
batin," pungkasnya.
26 Apr 2023, 18:42 WIT
Ulah Hakim Marco Erari, BEM Uncen Geruduk PN Jayapura
Papuanewsonline.com, Jayapura- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih mengeruduk Pengadilan Negeri Jayapura, Rabu (26/4/2023).Massa mahasiswa ini melakukan orasi di halaman kantor Pengadilan Negeri Jayapura, mendesak Majelis Hakim yang diketuai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jayapura Willem Marco Erari segerah melakukan penahanan terhadap terduga korupsi Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob dan Silvi Herawaty.Aksi Para demonstran mahasiswa tersebut dipicuh lantaran majelis Hakim pada pengadilan Tipikor Jayapura yang mengadili kasus dugaan korupsi Plt Bupati Mimika Johanes Rettob tidak melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan, padahal sudah berstatus sebagai terdakwa.Masah aksi juga menilai majelis hakim telah melakukan diskriminasi terhadap orang asli Papua, karena penegakan hukum hanya bagi OAP sedangkan bagi Non OAP tidak ada penerapan hukum sehingga Negara tidak adil dalam kasus dugaan korupsi Plt Bulati Mimika, padahal asas hukum di Indonesia memiliki Persamaan di hadapan hukum terhadap siapapun (Equality before the law).Dalam orasinya, mahasiswa BEM Uncen, Muru Wenda mengatakan, alasan pihaknya menggelar aksi untuk menuntut majelis Hakim segera melakukan penahanan terhadap terdakwa Plt Bupati Mimika Johannes Rettob."Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jayapura, segera keluarkan penetapan penahanan," ujar Wenda.Tak hanya itu, kata Wenda, jika tidak mengeluarkan surat penahanan, maka Negara telah melakukan diskriminasi karena tebang pilih, dalam penegakan hukum di Papua."Tindakan tersebut terlihat melecehkan sistem hukum dan peradilan di Indonesia, sehingga kami meminta Hakim Segera tangkap dan tahan kedua terdakwa ," Jelasnya.Sementara itu, Koordinator Lapangan (Koorlap) Demonstrasi Bem Uncen, Alfred Pawika menegaskan, kasus Plt Bupati Mimika Johannes Rettob ibarat berjalan diatas karpet merah."Kami heran, masa Pejabat Papua yang lainya jika tersangkut kasus korupsi saat jadi tersangka langsung ditahan, sementara Plt Bupati Mimika ibarat diberikan karpet merah, dan bebas begitu saja padahal sudah berstatus terdakwa," Tegasnya.Lanjut Alfred, pihaknya minta dengan tegas kepada Pengadilan Negeri Jayapura agar segerah mengeluarkan surat penahanan terhadap Plt Bupati Mimika Johannes Rettob.Diketahui Sidang dugaan korupsi yang menyeret Plt Bupati Mimika, akan kembali digelar Kamis (27/4/2023) besok. Di Pengadilan negeri Jayapura, dengan agenda pembacaan putusan selah dari Majelis Hakim, Ketua Willem Marco Erari didampingi hakim anggota Donald E. Malubaya, dan Nova Claudia De Lima, setelah sebelumnya pada minggu pekan lalu sidang ditunda gegara terjadi kericuhan, dimana Pendukung Terduga Korupsi Plt Bupati Mimika Hampir Adu Jotos Dengan Mahasiswa Anti Korupsi Di PN Jayapura.Saat itu, Sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan serta pengelolaan Pesawat dan Helicopter Pemkab Mimika, dengan terdakwa Plt Bupati Mimika Johanes Rettob dan Direktur Asian One Air Silvi Herawaty sebelum dimulai terjadi kericuhan hingga hampir adu jotos, antara pendukung terdakwa korupsi Johanes Rettob dan Mahasiswa anti korupsi dari BEM Uncen, di Pengadilan Tipikor Jayapura, Senin (17/4/2023), pekan kemarin.Sesuai Video amatir yang diterimah Media Papuanewsonline.com menyebutkan aksi premanisme di dalam ruang yang terhormat peradilan ini, dipicuh lantaran pengunjung sidang kubuh terdakwa Johanes Rettob tidak terimah bila sidang tersebut dihadiri Mahasiswa anti korupsi asal BEM Uncen, padahal sidang itu terbuka untuk umum.Sontak akhirnya terjadi adu mulut hingga hampir adu jotos di dalam ruangan sidang.(Redaksi)
26 Apr 2023, 14:02 WIT
Tiga Tukang Ojek Yang Disandera di Kabupaten Puncak Jaya, Berhasil Ditemukan
Papuanewsonline.com, Jayapura – Polisi berhasil menemukan tiga tiga tukang ojek yang disandera OTK di Kabupaten Puncak Jaya,dalam keadaan selamat.Penyanderaan terhadap tiga tukang ojek ini, terjadi di Distrik Mewoluk Kabupaten Puncak Jaya pada hari Senin (24/4) sekitar pukul 12.30 WIT.Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom saat dikonfirmasi, Selasa (25/4) mengatakan, ketiga tukang ojek yang disandera yakni SY (18), H (35) dan B (25).“Diketahui sebelumya, sekitar Pukul 12.30 WIT Seusai Sholat Dzuhur, ketiga tukang ojek itu sedang mengantarkan penumpang dan bahan makanan dari Kota Mulia menuju Distrik Mewoluk, setelah menurunkan penumpang, mereka kemudian dihadang orang tak dikenal,” bebernya.Penyanderaan yang dilakukan OTK tersebut diduga terkait dana Bantuan Sosial periode bulan Maret 2023 dari Kementerian Sosial RI kepada masyarakat setempat yang tidak didistribusikanoleh para Kepala Distrik.“Saat ini Polres Puncak Jaya telah memanggil ketiga Kepala Distrik tersebut, yakni Kepala Distrik Mewoluk, Molanikime dan Lumo guna dimintai keterangan dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.Kombes Benny mengatakan, berdasar informasi yang diterima, pada hari ini selasa (25/4) sekitar pukul 15.30 wit, ketiga tukang ojek berhasil diamankan di Mapolres Puncak Jaya berkat upaya negosisasi dan kerja sama antara pemerintah daerah, aparat TNI-Polri dan para tokoh masyarakat.Disamping itu, Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara, S.H., S.IK., M.H menambahkan, ketiga tukang ojek yang berhasil selamat itu tengah menjalani pemeriksaan kesehatan untuk selanjutnya akan dimintai keterangan perihal penyanderaan yang dialami.“Dimana Polres Jaya Puncak Jaya sendiri sebelumnya sudah memberikan imbauan atau peringatan kepada para tukang ojek untuk tidak mengantar dan menjemput penumpang di wilayah yang jauh dari kota,” tandas Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara.(Redaksi)
26 Apr 2023, 06:52 WIT
Hari Ketujuh Operasi Ketupat Cartenz Polda Papua Situasi Kamtibmas Aman, Lancar dan Kondusif
Papuanewsonlin.com, Jayapura – Hasil Pelaksanaan hari Ketujuh Operasi Ketupat Cartenz Polda Papua dan jajaran, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom mengungkapkan secara umum situasi Kamtibmas dan arus lalulintas aman, lancar serta kondusif, Selasa (25/4).Dirinya mengatakan, personel yang tergabung dalam Operasi tersebut gencar melakukan patroli pagi, siang dan malam hari.“Selama pelaksanaan libur hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah, personel Ops Ketupat Cartenz secara rutin memberikan pengamanan dan pelayanan berupa pengaturan arus lalulintas hingga patrol di seputaran wilayah hukum Polda Papua guna menjaga situasi yang terus kondusif,” ungkapnyaDari data yang dihimpun, Kombes Benny membeberkan pelaksanaan hari ketujuh Operasi Ketupat Cartenz 2023, Polda Papua dan Jajaran memberikan sebanyak 236 teguran di tahun 2022, dan ditahun 2023 terjadi peningkatan sebanyak 423 atau naik 187%.“Para pelanggar didominasi oleh pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, berkendaraa dibawah umur dan berboncengan lebih dari 1 orang,” terangnya.Sementara itu, terkait kecelakaan lalulintas, kata Benny di tahun 2022 terjadi sebanyak 4 kasus, dan ditahun 2023 6 kasus atau naik 2%.Selaku Kabid Humas, dirinya mengajak seluruh masyarakat di Papua untuk bersama-sama Polri dalam memelihara situasi yang terus kondusif serta menjaga keselamatan diri saat berkendara. Mengingat, saat ini merupakan momentum perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah bagi saudara/i muslim.“Keamanan dan kenyamaan ditengah masyarakat bukan menjadi tugas Polri semata, dalam hal ini peran serta masyarakat serta seluruh stakeholder sangat diperlukan. Melalui Operasi Ketupat Cartenz, Polri siap menjaga kelancaraan dan keamaan di bulan yang penuh berkah ini,” imbaunya. (Redaksi)
25 Apr 2023, 20:12 WIT
BREAKING NEWS: KPK Tetapkan Eks Kadis PU Provinsi Papua Gerius One Yoman Jadi Tersangka
Papuanewsonline.com, Jakarta- Babak baru skandal korupsi Suap dan Gratifikasi serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe, di KPK, akhirnya menyeret mantan Kadis PU Provinsi Papua, Gerius One Yoman sebagai tersangka. Status tersangka yang disandang Gerius belum diumumkan secara resmi oleh KPK, namun hasil penelusuran media Papuanewsonline.com, Selasa (25/4), menyebutkan bahwa, dari dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, oleh Lembaga Antirasuah salah satunya yaitu, mantan kadis PU Gerius One Yoman.Diketahui Juru bicara penindakan KPK, Ali Fikri membenarkan bahwa penyidik tekah menetapkan dua tersangka baru dalam kasus Lukas Enembe.Sebut Ali, penetapan tersangka dilakukan Setelah penyidik menemukan kecukupan alat bukti pada proses penyidikan dengan tersangka LE." Saat ini KPK Kembali menetapkan 2 orang tersangka pemberi suap kepada LE selaku Gubernur Papua Periode 2018-2023," Ucapnya.Ali mengatakan, Penyidik masih terus mengumpulkan bukti untuk melengkapi bukti permulaan yang telah dimiliki KPK." Pasti akan kami umumkan nanti pada waktunya, apabila penyidikan tersebut sudah cukup, Namun demikian setiap perkembangannya akan disampaikan sebagai bentuk keterbukaan KPK pada masyarakat," Pungkasnya.Menanggapi hal ini, Badan mahasiswa anti korupsi mendesak KPK agar melakukan penahanan terhadap mantan Kadis PU Gerius One Yoman, karena sudah berstatus tersangka.Yandri selaku kordinator Badan Mahasiswa anti korupsi mengatakan, Mantan Kadis PUPR Provinsi Papua Gerius telah di tetapkan sebagai Tersangka oleh KPK, sehingga seharusnya yang bersangkutan dilakukan penahanan." Kalau yang bersangkutan sudah jadi tersangka di KPK terkait Kasus Gratifikasi Gubernur Papua Non Aktif Lukas Enembe, maka seharusnya ditahan bukan dibiarkan berkeliaran di luar," ungkap Yandri di Jakarta, Selasa (25/4).Yandri selaku kordinator badan mahasiswa anti korupsi meminta Ketua KPK Firli Bahuri, agar segera Melakukan Penahanan terhadap mantan Kadis PU Gerius One Yoman." Dalam waktu dekat ini, bila belum ada upaya paksa penahanan dari KPK terhadap yang bersangkutan, maka kami akan geruduk gedung KPK untuk mempertanyakan persoalan ini," Ujarnya.Kata dia, Mantan Kadis PU Gerius Yoman Juga di sinyalir telah menerima Gratifikasi dari Sejumlah Pengusaha di Papua dalam berbagai Proyek di Papua selama b menjabat sebagai Kadis PUPR Provinsi Papua." Kami minta KPK segerah melakukan upaya paksa penahanan terhadap dua tersangka dimana salaj satunya, Saudara Geriua One Yoman, karena yang bersangkutan juga diduga sering menggunakan Nama Gubernur Non Aktif Lukas Enembe untuk mematok Presentasi 5-10% atas sejumlah pekerjaan Fisik di Papua, kurun waktu tahun 2018 sampai dengan tahun 2022," Pungkasnya.(Redaksi)
25 Apr 2023, 15:29 WIT
Hasil Pelaksanaan Hari Ketiga Dan Keempat Operasi Ketupat Cartenz 2023 Polda Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura – Hari ketiga dan hari keempat pelaksanaan Operasi Cartenz 2023 Polda Papua berjalan aman dan lancar situasi di wilayah hukum Polda Papua dan jajaran relatif aman kondusif.Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom mengungkapkan secara umum situasi Kamtibmas dan arus lalulintas aman, lancar serta kondusif. personel yang tergabung dalam Ops Ketupat Cartenz 2023 gencar melakukan patroli pagi, siang dan malam hari.“Berbagai langkah dalam Operasi Ketupat Cartenz 2023 diharapkan mampu berjalan dengan baik sehingga kita dapat memastikan kelancaran hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah serta mewujudkan mudik aman dan berkesan, begitu pula pada saat arus balik,” ungkap Benny saat diwawancarai di Media Center Bid Humas Polda Papua pada Minggu (23/04).Terkait dengan situasi Kamseltibcarlantas, Benny membeberkan pelaksanaan hari keempat Ops Ketupat Cartenz 2023 Polda Papua memberikan teguran dan tindakan tilang bagi pengguna jalan pada hari ketiga 192 pelanggar di tahun 2022 sedangkan di hari ketiga tahun 2023 sebanyak 400 pelanggar sehingga di tahun 2023 hari ketiga terjadi peningkatan sebanyak 208 pelanggar.Sedangkan pada hari keempat, sebanyak 184 pelanggar tercatat di tahun 2022 sedangkan di hari keempat tahun 2023 sebanyak 340 pelanggar sehingga di tahun 2023 hari keempat terjadi peningkatan sebanyak 156 pelanggar.“Dari pelanggaran tersebut, personel memberikan tindakan berupa tilang di tahun 2023 hari ketiga sebanyak 4 dan hari keempat sebanyak 2 pelanggar sedangkan di tahun 2022 untuk hari ketiga sebanyak 5 dan hari keempat sebanyak 2 pelanggar sehingga terjadi penurunan pada tahun ini,” tuturnya.Lebih lanjut Kombes Benny menjelaskan jenis pelanggaran yang paling banyak terjadi adalah pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, kemudian berkendara dibawah umur dan melawan arus saat berkendara.“Kesadaran pengendara sepeda motor untuk menggunakan helm masih rendah, kemudian masih terlihat juga yang pengendara yang dibawah umur dan juga melawan arus saat berkendara,” jelasnya.Sementara itu terkait kecelakaan lalulintas, kata Kombes Benny di tahun 2023 hari ketiga terjadi penurunan sebanyak 5 kasus dan hari keempat tidak terjadi penurunan ataupun peningkatan sedangkan di tahun 2022 pada hari ketiga tercatat kecelakaan terjadi sebanyak 9 kasus dan hari keempat sebanyak 3 kasus.“Dalam kecelakaan tersebut terdapat satu korban jiwa, dan juga ada korban yang mengalami luka-luka yakni berat maupun luka ringan,” kata Benny.Kombes Pol Ignatius Benny pun menghimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan balik untuk memastikan kondisi fisik maupun kendaraan sebelum bepergian.“Pastikan kondisi fisik atapun kendaraan saat melakukan perjalanan balik dari kampung halaman untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas," pungkas Benny. (Redaksi)
24 Apr 2023, 12:43 WIT
Kapolda dan Pangdam Pattimura Buka Puasa Bersama Personil Brimob Maluku
Papuanewsonline.com, MALUKU- Setelah melakukan penyerangan Pos Pengamanan, Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, dan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Ruruh A. Setyawibawa, bersama rombongan melakukan buka puasa bersama personel Brimob di Markas Brimob Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Kamis (20/4/2023).Kapolda dalam sambutannya mengatakan, seluruh masyarakat saat ini sedang menunggu perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah dari Pemerintah melalui Kementerian Agama RI."Apakah Idul Fitri ini jatuhnya besok (Jumat, 21/4/2023) atau lusa (Sabtu, 22/4/2023), kita tunggu. Tetapi beberapa saudara-saudara kita di Maluku sudah ada yang melaksanakan Idul Fitri," kata Kapolda Lotharia Latif.Meski perayaan Idul Fitri tidak serentak dilakukan secara bersamaan, Kapolda berharap hal itu jangan dijadikan sebagai perbedaan, namun menunjukkan keberagaman.atau keragaman, kata Kapolda merupakan sesuatu yang indah dan perbedaan tidak perlu diperdebatkan. "Yang paling utama adalah kita sama-sama menerima perbedaan itu sebagai sesuatu yang menegaskan kita," katanya.Kapolda pada kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pangdam Pattimura bersama beberapa pejabat utama Kodam yang dapat meluangkan waktunya dalam kegiatan hari ini."Saya sebagai Kapolda selama ini merasakan kekeluargaan yang cukup tinggi, suasana keakraban dinamika dalam kegiatan operasional kita, di mana seluruh kegiatan-kegiatan yang diarahkan baik oleh pemerintah melalui Presiden dengan sebuah programnya, kemudian perintah-perintah baik dari pimpinan kita masing-masing Panglima TNI , Kapolri, semuanya bisa kita laksanakan dengan kebersamaan dan harapan saya itu semua bisa kita jaga," harapnya.Terkadang, kata Kapolda, terdapat sedikit dinamika-dinamika yang terjadi di lapangan. Tapi dinamika tersebut jangan dijadikan penghalang atau perbedaan. “Kadang ada persoalan besar tapi kita punya komitmen kita selesaikan persoalan itu, kalau ada persoalan besar kita kecilkan dan kalau ada persoalan kecil kalau bisa kita tiadakan dan kita minimalisir semaksimal mungkin,” pintanya.Kapolda mengaku tidak ada pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan kalau dilakukan bersama-sama. Oleh karena itu, sinergitas antara TNI Polri, baik itu dengan Kodam XVI/Pattimura, Lantamal IX Ambon, dan Lanud Pattimura diharapkan tetap berjalan baik.TNI Polri, kata Kapolda, selalu diharapkan masyarakat untuk bisa memberikan contoh teladan, kerukunan, ataupun toleransi. "Inilah yang merupakan tugas saya selaku Kapolda. Dan Pangdam selama ini saya lihat juga mempunyai konsen yang luar biasa," ungkapnya.Lebih lanjut dikatakan, hubungan sinergitas dan soliditas yang selama ini terjaga, karena satu hal yaitu menjaga komunikasi."Harapan kita dengan seringnya kita bertemu berkomunikasi karena kata kunci dalam suatu perjalanan dinas kita adalah bagaimana kita komunikasi dengan baik. Saya menyampaikan terima kasih kepada Pangdam yang bisa hadir bersama-sama dengan kami," katanya.Untuk diketahui, usai buka puasa, Pangdam dan Kapolda bersama para pejabat utama Kodam maupun Polda, serta personel Brimob yang beragama Muslim melaksanakan ibadah Shalat Magrib berjamaah. Selanjutnya dilanjutkan dengan makan malam bersama. ( Redaksi )
20 Apr 2023, 19:58 WIT
Kapolda dan Pandam Patimura Memastika Masyarakat Terlayani dengan Baik
Papuanewsonline.com, Maluku - Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, dan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Ruruh A. Setyawibawa melakukan pengecekan kesiapan personel gabungan di sejumlah Pos Pelayanan dan Pengamanan lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah di kota Ambon, Sabtu (20/4/2023).Selain mengecek kesiapsiagaan dan menyapa personel gabungan TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan Instansi terkait, Kapolda dan Pangdam juga memberikan bantuan berupa paketan sembako.Sejumlah pejabat utama baik dari Polda Maluku, maupun Kodam XVI/Pattimura turut mendampingi Kapolda dan Pangdam Pattimura.Sejumlah Pos Pelayanan dan Pengamanan yang dikunjungi dua petinggi TNI dan Polri dimulai dari kawasan Batu Gantung, Masjid Raya Alfatah Ambon, Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Ambon Plaza. Khusus di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, rombongan Kapolda dan Pangdam juga berkesempatan naik di atas KM. Ngapulu. Mereka sempat menyapa dan berbincang dengan warga yang melakukan mudik. Selain penumpang, kedua jenderal bintang 2 di pundaknya ini, juga memantau dan berbincang dengan nahkoda kapal di ruang kendali KM Ngapulu, yang sementara sandar di dermaga."Pada prinsipnya semua petugas sudah siap dan kita berharap bahwa arus mudik dan nanti balik di wilayah Maluku ini dapat berjalan aman lancar," kata Kapolda Lotharia Latif kepada wartawan.Kapolda mengaku bersama Pangdam juga telah melakukan pengecekan kesiapan transportasi laut. Dan rata-rata masyarakat memilih menggunakan transportasi laut karena harganya yang mudah terjangkau."Kita sudah naik (di atas KM Ngapulu) dan kita cek semua ruang baik kelas ekonomi dan sebagainya, saya lihat sudah cukup baik dan saya berharap ini bisa dipertahankan," kata Kapolda.Kapolda mengaku berdasarkan keterangan pihak Kapal, penumpang KM Ngapulu yang mudik dari Ambon kurang lebih 2000 orang. "Ini sesuatu yang baik dan saya berharap kepada pihak Pelni betul-betul dapat menjaga aspek keselamatan, kesehatan, kemudian bagaimana nanti naik dan turunnya penumpang harus betul-betul dijaga dengan baik. Kemudian aspek keamanan di dalam kapal juga harus ditingkatkan," pintanya.Irjen Latif mengaku terkait layanan masyarakat dalam kapal, pihaknya juga sudah lakukan pengecekan dan semua sudah siap. "Mudah-mudahan pengalaman-pengalaman tahun lalu dapat menjadi pelajaran agar tahun ini dapat berjalan aman dan lancar," harapnya.Menurutnya, saat berbincang dengan penumpang, rata-rata mereka lebih memilih kapal Pelni. Selain harga tiketnya murah, pelayanannya juga bagus. "Sekarang sudah terjadi perubahan yang cukup baik, calon-calo tiket tidak lagi bisa beroperasi karena sistemnya sudah online. Ini yang diharapkan masyarakat dan kita berharap semua masyarakat bisa mudik dengan kapal ini dan terakomodir karena memang angkutan darat itu sangat terbatas," tambahnya.Terkait adanya aksi pencopetan, Kapolda mengaku pihaknya sudah mendirikan Pos Pengamanan di Pelabuhan. Selain adanya aparat, para penumpang juga diminta dapat menjaga barang bawaannya."Kami berharap masyarakat juga dapat menjaga sendiri barang bawaannya dan kita akan lakukan penegakan hukum apabila ada copet yang terjadi, tapi kami berharap tidak akan ada copet," katanya. Menyinggung terkait malam takbiran yang akan dilakukan masyarakat, Kapolda secara resminya kewenangan ada pada Pemerintah Kota Ambon. Kendati begitu, Ketua MUI sudah menghimbau masyarakat agar tidak melakukan takbiran keliling. "Tetapi kita tetap mengantisipasi pengamanan. Kalau nanti ada masyarakat yang melakukan takbiran kita sudah bisa antisipasi dan langkah-langkah yang kita siapkan baik itu pengalihan arus, dan penyekatan. Namun kita terus menghimbau agar takbiran keliling tidak dilakukan dan diharapkan bisa dilakukan di masjid-masjid masing-masing," harapnya.Senada dengan Kapolda Maluku, Pangdam Pattimura Ruruh A. Setyawibawa, mengaku, kehadiran kapal Pelni dengan harga yang terjangkau, menunjukkan adanya kehadiran negara bagi masyarakat. "Jadi ini menunjukkan negara begitu atensi, perhatian terhadap masyarakat walaupun seperti ini, tapi inilah kontribusi negara yang cukup besar," ungkapnya.Untuk diketahui, selain Kapolda, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Stpehen M. Napiun dan Irwasda Maluku bersama sejumlah pejabat utama lainnya melakukan hal serupa di sejumlah Pos pelayanan dan pengamanan. Wakapolda Maluku mengecek kesiapan personel di Pos Pengamanan Air Salobar, Ongkoliong Desa Batu Merah, Jembatan Merah Putih (JMP) Poka, dan Pos Terpadu Bandara Pattimura Ambon.Sementara Irwasda Maluku, Kombes Pol Jannus Parlindungan Siregar, melakukan pengecekan di Pos Pelayanan JMP Galala, Ambon City Center Passo, Pelabuhan Hurnala Tulehu, dan Hunimua Liang. (Redaksi)
20 Apr 2023, 19:38 WIT
Kapolda Harap Gedung RTMC untuk Peningkatan Operasional Polantas Dalam Melayani Masyarakat
Papuanewsonline.com, MALUKU - Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Drs. Lotharia Latif S.H., M.Hum, berharap kehadiran gedung Regional Traffic Management Centre (RTMC), dapat meningkatkan operasional Polantas dalam melayani maayarakat.Hal itu disampaikan Kapolda saat menghadiri syukuran pembangunan gedung RTMC Ditlantas Polda Maluku, di kawasan Markas Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Rabu (19/4/2023).Kapolda mengatakan, di era globalisasi yang didukung kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah banyak membawa perubahan serta mempengaruhi pola pikir masyarakat.Tuntutan masyarakat, Kapolda mengaku sebagai aparat negara yang berkewajiban melindungi, melayani dan menegakkan hukum untuk menjaga ketertiban dan keamanan, Polri dituntut mampu memiliki kemampuan SDM dengan dukungan saranan dan prasarana.RTMC Polda Maluku, kata Irjen Latif, merupakan salah satu wujud reformasi birokrasi Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Personil lalulintas dituntut dapat bekerja secara profesional dan transparan, cepat serta akurat dalam merespon permasalahan yang terjadi di lapangan.Selain itu, RTMC Polda Maluku juga dibangun dengan tujuan untuk memperluas lingkup pelayanan informasi kepada masyarakat dalam mewujudkan kamseltibcar lantas."Dengan adanya gedung ini diharapkan kerja kita lebih efektif lagi, nyaman serta profesional sehingga postur polantas semakin hari semakin dipercaya dan dicintai oleh masyarakat," harapnya.Mengakhiri sambutannya, Kapolda menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung RTMC Polri Polda Maluku."Semoga gedung ini dapat dan dimanfaatkan dengan baik sebagai pusat pengendali informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan," pungkasnya.Sebelumnya, Direktur Lalulintas Polda Maluku Kombes Pol Rusdy Pramana Suryanagara, menyampaikan tujuan pembangunan gedung RTMC sebagai wadah pusat informasi dan komunikasi lalu lantas dan angkutan jalan yang terintegrasi. Ini juga termasuk penegakkan hukum terhadap pelanggaran, dan bekerja sama dengan instansi terkait."Semoga dengan kehadiran RTMC pada direktorat lalu lintas Polda Maluku kami dapat memenuhi harapan masyarakat dalam pelayanan yang lebih cepat, murah, mudah, transparansi, dan profesional," katanya.Pramana juga mengaku besok gedung RTMC Polda Maluku sudah dapat dipergunakan. Gedung ini akan ditempati sebanyak kurang lebih 70 personil lalulintas.Untuk diketahui, pada acara syukuran tersebut, Kapolda Maluku juga turut membagikan santunan kepada 35 anak pesantren Ishaka Ahuru.Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol Stephen M.Napiun S.I.k S.H M.Hum, Irwasda Maluku Kombes Pol Jannus Parlindungan Siregar S.I.k M.H dan seluruh pejabat utama Polda Maluku. (Redaksi)
20 Apr 2023, 19:02 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru