logo-website
Rabu, 15 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Hukum Homepage
Kedatangan KPK Menemui Tersangka Lukas Enembe di Papua Sesuai KUHAP Papuanewsonline.com, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui kedatangan Ketua KPK Firli Bahuri beserta  Tim Penyidiknya  ke kediaman tersangka Lukas Enembe di Papua adalah dalam rangka melakukan pemeriksaan perkara sekaligus kesehatan bagi Tersangka."  Benar ada tim penyidik KPK ke Papua di kediaman LE, namun  hal ini sebelumnya tentu telah dilakukan kajian dan diskusi mendalam di internal KPK, khususnya Penyidik dan JPU, seluruh Struktural Penindakan, Pimpinan, serta pihak-pihak terkait lainnya," ujar kepala pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui keterangan tertulis yang diterima Papuanewsonline.com, Jumat(5/11/2022).Ali menegaskan, Kegiatan pemeriksaan tersebut memiliki dasar hukum yaitu Pasal 113 KUHAP." Kedatangan tim penyidik KPK ke kediaman LE memiliki dasar hukum yaitu, KUHP Pasal 113 yang menyebutkan Jika seseorang tersangka atau saksi yang dipanggil memberi alasan yang patut dan wajar bahwa ia tidak dapat datang kepada penyidik yang melakukan pemeriksaan, penyidik itu datang ke tempat kediamannya," tegas Ali.Ia menyebutkan, Kedatangan KPK ke Papua sebagai bentuk upaya serius KPK dalam menuntaskan perkara tersebut." Untuk kepastian hukum kami harus memastikan kondisi kesehatan tersangka, sehingga  dalam kegiatan pemeriksaannya diikutsertakan pula tim dokter KPK dan IDI," Terangnya.Lanjut Ali, Adapun keikutsertaan pimpinan KPK dalam kegiatan tersebut tentu dalam rangka pelaksanaan tugas pokok fungsi KPK sebagaimana Undang-Undang yang berlaku." Kegiatan tersebut dilakukan di tempat terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh berbagai pihak bahkan kemudian dipublikasikan kepada masyarakat," ucap Ali.Tokoh yang dekat dengan awak Media Itu menerangkan,  dalam rangka pelaksanaan asas keterbukaan, KPK  memastikan tetap memperhatikan berbagai ketentuan perundang-undangan yang berlaku termasuk soal kode etik bagi insan KPK." KPK mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pihak Kepolisian Daerah, Kodam, BINDA, dan pihak-pihak lainnya yang mendukung kelancaran pemeriksaan ini," tandas Ali.Lanjut Ali, KPK juga mengapresiasi Masyarakat Papua yang menyambut baik dan mendukung upaya pemberantasan korupsi sebagi bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Papua.(Ridwan) 04 Nov 2022, 18:30 WIT
Ketua KPK Firli Bahuri Keluar Sarang Pimpin Pemeriksaan Lukas Enembe di Jayapura Papuanewsonline.com, JAYAPURA-  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya tiba di Jayapura memeriksa Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka dalam skandal dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji  terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.Data yang diperoleh Papuanewsonline.com menyebutkan, kedatanggan Lembaga Antirasuah tersebut dipimpin langsung oleh ketua KPK Firli Bahuri.Hal ini menjadi sejarah, karena baru pertama kali, pemeriksaan tersangka diluar dari gedung Merah Putih dipimpin langsung ole Ketua KPK.Ketua KPK, Firli Bahuri akhirnya keluar dari sarang Gedung Merah Putih menemui langsung tersangka Lukas Enembe dan menemani yang bersangkutan dalam menjalani  Pemeriksaan yang dilaksanakan di kediaman pribadi Lukas di Koya Tengah, Kota Jayapura.Tersangka Lukas Enembe saat diperiksa penyidik KPK,  didampingi kuasa hukum, dan didampingi tim medis.Diberitakan sebelumnya, Anggota Tim Hukum dan Advokasi Gubernur Papua,  Aloysius Renwarin dihubungi melalui telepon selulernya dari Timika membenarkan pemeriksaan tersebut." Benar, Pa Gub beserta keluarga koperatif dan  menghormati proses hukum, sehingga hari ini Pa Gub memberikan keterangan kepada penyidik KPK," ucap  Renwarin, Kamis (3/11/2022).Renwarin menyebutkan, sebelum pemeriksaan oleh penyidik KPK, diawali dengan sepata dua kata dari ketua KPK Firli Bahuri, kemudian dilanjutkan pemeriksaan oleh penyidik KPK yang dipimpin secara langsung oleh Direktur penyidikan, Asep Guntur." Saya sebagai ketua tim hukum dalam melakukan pendampingan Pa Gub hari ini, menyampaikan terimakasih kepada KPK, karena suda bersedia datang ke Jayapura," Ujarnya.Renwarin menjelaskan, proses pemeriksaan kurang lebih satu stenga jam, karena klienya belum pulih." Saat pemeriksaan penyidik baru bertanya  identitas Pa Lukas dan masuk kesediaanya untuk diperiksa, Pa Lukas menjawab tidak sehat karena dalam keadaan sakit, sehingga pemeriksaan langsung dihentikan penyidik dan dilanjutkan pemeriksaan oleh Tim Dokter IDI yang dibawa KPK," tandas Renwarin.Lanjut Renwarin, Lukas Enembe  setelah diperiksa tim dokter KPK, akhirnya ada kesimpulan bahwa benar Lukas Enembe sementara dalam keadaan sakit. " Pa Lukas  juga  diperiksa kesehatanya oleh Tim dokter dari KPK, setelah itu KPK langsung pamit," tandas Renwarin.Renwarin mengapresiasi  langkah  KPK dalam  mengedepankan HAM (hak asasi manusia) dan kemanusiaan dalam pemeriksaan itu." Kami apresiasi langkah KPK hari ini, karena Pa Lukas Enembe masih dalam keadaan sakit dan masih menjalani perawatan lanjutan dari tiga dokter spesialis (syaraf, ginjal dan jantung) dari RS Mount Elisabeth Singapura," Tutupnya. Terpisah Kepala pemberitaan KPK, Ali Fikri dikonfirmasi terkait kelanjutan penanganan perkara skandal dugaan korupsi Lukas Enembe, belum memberikan tanggapan, namun public berharap penanganan perkara ini secepatnya ditindaklanjuti sehingga memperoleh kepastian hukum.(Febri) 04 Nov 2022, 10:58 WIT
KPK Periksa Gubernur Lukas Enembe di Kediaman Koya Tengah Jayapura Papuanewsonline.com, JAYAPURA - Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Pemeriksaan dilaksanakan di kediaman pribadi Lukas Enembe di Koya Tengah, Kota Jayapura.Gubernur Papua Lukas Enembe diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji  terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua. Informasi yang diperoleh Papuanewsonline.com menyebutkan, Enembe saat diperiksa penyidik KPK selain didampingi kuasa hukum, juga didampingi tim medis.Anggota Tim Hukum dan Advokasi Gubernur Papua,  Aloysius Renwarin dihubungi melalui telepon selulernya dari Timika membenarkan pemeriksaan tersebut." Benar, Pak Gub beserta keluarga kooperatif dan  menghormati hukum, sehingga hari ini Pak Gub memberikan keterangan kepada penyidik KPK," ucap  Renwarin, Kamis (3/11/2022).Renwarin menyebutkan, sebelum pemeriksaan oleh penyidik KPK, diawali dengan sepatah dua kata dari ketua KPK Firli Bahuri, kemudian dilanjutkan pemeriksaan oleh penyidik KPK yang dipimpin secara langsung oleh Direktur Penyidikan, Asep Guntur." Saya sebagai ketua tim hukum dalam melakukan pendampingan Pak Gubernur hari ini menyampaikan terima kasih kepada KPK, karena sudah bersedia datang ke Jayapura," Ujarnya.Renwarin menjelaskan, proses pemeriksaan kurang lebih satu setengah jam, karena klienya belum pulih." Saat pemeriksaan penyidik baru bertanya  identitas Pak Lukas dan masuk kesediaanya untuk diperiksa, Pak Lukas menjawab tidak sehat karena dalam keadaan sakit, sehingga pemeriksaan langsung dihentikan penyidik dan dilanjutkan pemeriksaan oleh Tim Dokter IDI yang dibawa KPK," tandas Renwarin.Lanjut Renwarin, Lukas Enembe  setelah diperiksa tim dokter KPK, akhirnya ada kesimpulan bahwa benar Lukas Enembe sementara dalam keadaan sakit. " Pak Lukas  juga  diperiksa kesehatanya oleh Tim dokter dari KPK, setelah itu KPK langsung pamit," tandas Renwarin.Renwarin mengapresiasi  langkah  KPK dalam  mengedepankan HAM (hak asasi manusia) dan kemanusiaan dalam pemeriksaan itu." Kami apresiasi langkah KPK hari ini, karena Pak Lukas Enembe masih dalam keadaan sakit dan masih menjalani perawatan lanjutan dari tiga dokter spesialis (syaraf, ginjal dan jantung) dari RS Mount Elisabeth Singapura," Tutupnya. (Ijah) 03 Nov 2022, 18:46 WIT
Menjelang G20 di Bali, Polri Gelar Latihan Pengamanan Papuanewsonline.Com, Jakarta- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar latihan pra Operasi Puri Agung 2022. Latihan ini dilakukan jelang pelaksanaan presidensi KTT G20 di Bali yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 November mendatang.Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, latihan ini akan digelar selama 3 hari mulai hari ini hingga Sabtu, 5 November. Adapun tujuan latihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan anggota Polri secara teknis sesuai fungsi dan bidangnya masing-masing disamping tentunya mereka harus tahu potensi-potensi kerawanan yang terjadi di tempat mereka ditugaskan nanti."Kemudian cara bertindak apa yang harus dia lakukan di objek itu, menjelang, pada saat dan pasca kegiatan presidensi G20," kata Gatot.Dalam pengamanan, Gatot mengatakan, pihaknya akan berkolaborasi berkoordinasi bersinergi dengan TNI, Kementerian/Lembaga, Pemda, termasuk masyarakat dan pecalang-pecalang."Sehingga kita betul-betul menyiapkan langkah-langkah dan upaya untuk mengantisipasi potensi kerawanan yang ada," katanya.Ia pun berharap dengan persiapan yang matang dan baik, maka segala potensi kerawanan yang sudah dipetakan dapat diminimalkan sehingga pelaksanaan presidensi G20 berjalan aman dan lancar baik pada side event maupun main event pada 15-16 November mendatang."Kegiatan Operasi Puri Agung adalah Operasi terpusat yang melibatkan beberapa Polda yaitu Polda Bali, Polda NTB, dan Polda Jatim. Anggota ada 9.700 orang," ujarnya.Adapun persiapan pengamanan, lanjut Gatot saat ini sudah cukup baik dimana seluruh personel sudah masuk Polda Bali mulai tanggal 1 November, termasuk sarana dan prasarana seperti kendaraan listrik baik mobil maupun sepeda motor."Penggunaan kendaraan listrik sudah kita siapkan dari Korlantas Polri, baik mobil dan motor untuk pengawalan kepala negara dan anggotanya sudah diberi pelatihan dan diuji," katanya.(febri) 03 Nov 2022, 13:16 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT