logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Respons Cepat, Pj Gubernur Sumut Kirimkan Tim Tangani Korban Kekerasan Anak di Nias Selatan Papuanewsonline.com, Sumut - Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni bentuk tim khusus tangani kekerasan anak di Nias Selatan. Tim ini dibentuk sebagai respons cepat Fatoni dalam menangani dugaan kasus kekerasan pada anak di Desa Hilikara, Nias Selatan.Tim khusus tersebut terdiri dari dinas dan instansi terkait. Mulai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumut, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan lintas instansi seperti kepolisian. Tim ini bertugas mengidentifikasi, menginvestigasi, dan menangani kasus kekerasan anak yang tengah disoroti masyarakat Indonesia di Desa Hilikara, Nias Selatan.Sebagai informasi, seorang anak perempuan berusia 10 tahun di Desa Hilikara, Lolowau, Nias Selatan, diduga mengalami kekerasan yang dilakukan oleh orang terdekatnya. Kondisi anak perempuan tersebut membuat miris banyak orang, oleh sebab itu, Pj Gubernur Fatoni pun membuat tim khusus dan segera mengirimnya ke Nias Selatan.“Kekerasan anak adalah masalah yang sangat serius dan memerlukan perhatian kita semua. Dengan pembentukan tim ini, kita berharap dapat meningkatkan perlindungan anak dan mengurangi kasus kekerasan anak di Nias Selatan," kata Fatoni, di Medan, Rabu (29/1/2025).Tim juga akan memberikan dukungan psikologis kepada korban kekerasan, serta bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan anak. Selain penanganan, tim juga akan melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya perlindungan anak dan pencegahan kekerasan pada anak. “Tim tentunya akan berfokus pada pencegahan dengan mengadakan program-program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak kekerasan terhadap anak,” ucap Fatoni.Fatoni juga mengimbau masyarakat agar berani melaporkan apabila melihat atau mengetahui kasus kekerasan dalam rumah tangga ataupun pada anak. Dengan berani melaporkan, hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah.“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam melindungi anak-anak kita. Jangan takut untuk melapor jika ada kasus kekerasan, laporkan saja apabila mengetahui atau melihat,” kata Fatoni.Ia berharap, tim tersebut dapat bekerja secara efektif dan efisien. Serta mengedepankan hak-hak anak dalam penanganan kasus tersebut. “Dengan demikian Sumut dapat menjadi provinsi yang lebih aman bagi anak-anak, serta mengurangi angka kekerasan dan memberikan rasa aman bagi semua warga,” ujar Fatoni. PNO-12 29 Jan 2025, 17:58 WIT
Responsif dan Bergerak Cepat Satgas Yonif 641/Bru Evakuasi Warga Bolakme Yang Terluka Parah Papuanewsonline.com, Jayawijaya - Pos Bolakme Satgas Yonif 641/Bru mengevakuasi Ben tabuni (30 th) seorang warga yang terluka parah pada bagian jari kaki kiri akibat kecelakaan saat bekerja bertempat di Kampung Tagime, Distrik Bolakme, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, (28/01/2025).Tim medis Pos Bolakme mengatakan bahwa evakuasi tersebut awalnya warga tersebut menuju Pos Bolakme untuk berobat, namun luka yang diderita korban cukup parah dan Mengingat peralatan medis di pos yang terbatas, pihak Pos Bolakme langsung menyarankan agar korban segera dirujuk ke rumah sakit Wamena untuk mendapat tindakan medis yang lebih intensif. Setelah itu langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk melakukan tindakan cepat agar korban segera ditangani, dan diputuskan untuk dirujuk ke RSUD Wamena.Dikarenakan jarak menuju RSUD wamena cukup jauh menggunakan jalur darat, personel Pos Bolakme Satgas Yonif 641/Bru segera berkoordinasi dengan pemilik Mobil yaitu salah satu warga kampung dalam rangka pelaksanaan evakuasi tersebut. Sementara itu, debis tabuni (25) selaku keluarga korban mengucapkan rasa terima kasih kepada personel Pos Bolakme Satgas Yonif 641/Bru yang sudah merespon cepat dan membantu proses evakuasi kelurganya. "Puji Tuhan, berkat pertolongan TNI dari Pos Bolakme, keluarga saya dapat segera di evakuasi. Semoga Tuhan membalas kebaikan Bapak TNI semuanya," tuturnya. PNO-12 29 Jan 2025, 08:03 WIT
Komitmen Tuntaskan Misi Kemanusiaan, Polri Pastikan Identifikasi Jenazah Kebakaran Glodok Papuanewsonline.com, Jakarta - Polisi memastikan identifikasi korban kebakaran Glodok Plaza akan terus berjalan. Sebab, identifikasi jenazah ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan Polri. "Misi kemanusiaan ini kami lakukan agar dapat segera mengidentifikasi orang hilang berdasarkan barang bukti, berdasarkan jejak jenazah yang ditemukan dari 12 kantong jenazah," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Ade Ary Syam Indradi, Sabtu (25/1/25).Sejauh ini, tim disaster victim identification (DVI) Polri masih mengidentifikasi 9 dari total 12 jenazah yang ditemukan. Terakhir, tiga jenazah korban kebakaran di Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, telah teridentifikasi.Menurut Kabid Humas, tujuan utama proses identifikasi ini adalah untuk memastikan identitas para korban. Sehingga, jenazah dapat segera dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak."Sehingga, hasil proses identifikasi yang dilakukan Tim DVI ini tujuan utamanya agar jenazah dapat didentifikasi dan dapat segera dikembalikan kepada keluarganya untuk dapat dimakamkan secara layak," jelasnya.Ditambahkan Kombes. Pol. Ade Ary, misi kemanusiaan Polri ini dilaksanakan mulai dari proses pencarian jenazah, penyisiran di TKP dan evakuasi korban ke RS Polri untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim DVI."Identifikasi dilakukan berdasarkan data dari antemortem yang diserahkan oleh keluarga yang melaporkan kehilangan keluarganya, kemudian dilakukan proses identifikasi dan akhirnya didapatkan data postmortem," ujarnya.Kemudian, dilakukan rekonsiliasi hingga akhirnya disimpulkan bahwa jenazah atau body part sudah teridentifikasi atau tidak. Sehingga, selanjutnya dapat segera dikembalikan atau diserahkan ke keluarga untuk dilakukan pemakaman secara wajar.Kombes. Pol. Ade Ary pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban kebakaran tersebut. Ia menyatakan, Polri berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus kebakaran maut ini."Tentunya kami menghaturkan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan komitmen kami untuk mengusut tuntas kasus ini secara prosedural, proporsional dan profesional," ujarnya. PNO-12 26 Jan 2025, 18:43 WIT
Polri Lakukan Penyelidikan Gugurnya Anggota Polri Yang Tertembak Saat Patroli di Yalimo Papuanewsonline.com, Yalimo – Seorang anggota Polri yang bertugas dalam Operasi Damai Cartenz menjadi korban penembakan saat melaksanakan patroli rutin di wilayah Kabupaten Yalimo, Papua. Korban, Briptu Iqbal Anwar Arif, mengalami luka tembak di bagian leher dan telah dinyatakan gugur dalam tugas. Jenazahnya saat ini sudah diterbangkan ke Jakarta untuk dimakamkan setelah menerima kenaikan pangkat menjadi Brigpol Anumerta.Peristiwa terjadi Jum'at sekitar pukul 16.30 WIT di sekitar PT. AMO. Tim patroli, yang menggunakan dua kendaraan, sedang melintas di sebuah tanjakan ketika menemukan papan kayu melintang di jalan. Saat kendaraan pertama berhenti untuk memeriksa, tembakan tiba-tiba datang dari sisi kanan tebing. Salah satu peluru mengenai Briptu Iqbal, yang langsung dilarikan untuk mendapatkan pertolongan.Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Rahmadani menjelaskan bahwa pasca insiden, seluruh personel di lapangan telah diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan. Polri juga memastikan bahwa keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama."Kejadian ini merupakan tantangan yang harus kami hadapi sebagai bagian dari tugas menjaga keamanan di Papua. Kami terus memantau perkembangan situasi di lokasi," ujar Brigjen Faizal Rahmadani.Brigjen Faizal menambahkan, Operasi Damai Cartenz berkomitmen menciptakan stabilitas di Papua, meskipun menghadapi berbagai ancaman."Polri tidak akan gentar dalam menjalankan tugas. Kami akan terus hadir di tengah masyarakat Papua untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Tindakan seperti ini hanya memperkuat komitmen kami untuk menegakkan hukum dan melindungi masyarakat," tegasnya.Saat ini, Polri tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membantu memberikan informasi yang dapat mempercepat proses penyelidikan."Kami meminta dukungan masyarakat agar peristiwa ini dapat diselidiki dengan tuntas dan pelaku dapat segera diketahui, demi terciptanya keamanan dan kedamaian di Papua," tutup Brigjen Faizal Rahmadani. PNO-12 19 Jan 2025, 15:35 WIT
Bertemu Anggota Polri Disabilitas, Komjen Dedi: Saya Bangga Dengan Kalian Papuanewsonline.com, Jakarta - Inspektorat Pengawas Umum (Irwasum) Polri Komjen Dedi Prasetyo mengundang 16 anggota Polri yang masuk melalui jalur disabilitas. 16 anggota yang tersebar di berbagai Polda seluruh Indonesia ini dihadirkan untuk bersilaturahmi dan berdiskusi.Dedi mengatakan, rekrutmen anggota Polri jalur disabilitas menunjukan kepedulian Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, Kapolri sangat peduli dan ramah terhadap kaum disabilitas."Pak Kapolri buat satu kebijakan inklusif, membuka kesempatan yang sama. Kemudian membuka kebijakan-kebijakan yang memberikan peluang yang egaliter kepada masyarakat, termasuk setelah nanti dia dididik, dan menjadikan anggota Polri pun diberikan kesempatan untuk meniti karir yang sama," kata Dedi di gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2025).Dedi pun menyampaikan kebanggaannya terhadap anggota Polri disabilitas. Hal ini lantaran sudah melewati pendidikan di SPN maupun Sepolwan yang cukup berat dengan baik.Dalam pertemuan ini, terdapat 14 anggota Polri disabilitas melalui jalur bintara maupun perwira. Dua diantaranya merupakan polisi wanita (polwan)."Belum tentu juga yang kita rekrut itu, pemuda-pemudi yang dalam kondisi fisik yang normal itu dia kuat untuk mengikuti pendidikan dasar. Tapi rekan-rekan sudah menunjukkan dan membuktikan itu semuanya. Saya bisa," katanya.Dedi menuturkan, dalam pertemuan ini menghadirkan beberapa pejabat Mabes Polri untuk bisa berdialog dan berdiskusi terkait ruang jabatan yang kelak nanti dijalani para anggota Polri disabilitas.Lebih lanjut, mantan Kadiv Humas Polri ini mengatakan, rekrutmen Polri jalur disabilitas diawali dengan studi komprehensif ke negara-negara yang sudah lebih dahulu merekrut anggota kepolisian dari disabilitas.Ia pun mencontohkan negara Inggris yang jauh lebih maju dalam misi perekrutan, pembinaan karir, dan Inggris punya universitas tertua di dunia yaitu Oxford University yang usianya sudah hampir seribu tahun lebih."Makanya salah satu kiblat kita di bidang manajemen manusia, yaitu salah satu di Inggris. Karena Inggris jauh lebih maju, jauh lebih progresif, dan juga sangat ramah terhadap teman-teman atau saudara-saudara disabilitas," katanya.Nantinya, kata Dedi, para anggota Polri disabilitas ini akan diarahkan ke bidang yang sesuai keinginannya. Entah di bidang IT, siber, lantas, reskrim maupun fungsi lainnya di Polri.Bahkan, jika nanti anggota ingin mengembangkan kemampuan diri dengan menempuh pendidikan lebih tinggi maka akan difasilitas."Yang penting rekan-rekan tidak boleh nyerah menghadapi keadaan, juga tidak boleh takut, dan rekan-rekan tetap bagian daripada komunitas kepolisian yang kita banggakan," katanya.Selain itu, Dedi menjelaskan Polri juga mempersiapkan SMA Kemala Taruna Bhayangkara untuk merekrut sumber daya manusia dari kelompok, dari golongan sekolah menengah pertama untuk bisa masuk ke SMA unggulan. Nantinya setelah lulus diproyeksikan masuk ke universitas-universitas terbaik yang ada di dalam negeri maupun di dunia."Jadi pertemuan hari ini saya panggil seluruh hari ini dari seluruh Indonesia, saya ingin lihat bagaimana perkembangan rekan-rekan," katanya. PNO-12 17 Jan 2025, 20:01 WIT
Forum Belajar Bersama SSDM Polri Diikuti Polda Maluku dan Jajaran Papuanewsonline.com, Ambon - Polda Maluku dan Polres jajaran mengikuti forum belajar bersama yang dilaksanakan SSDM Polri secara daring, Rabu (8/1/2025).Kegiatan yang diikuti dari ruang vicon lantai 2 Mapolda Maluku ini dihadiri Karo SDM, Dirlantas, Kabid Humas, Kabid TIK, dan Kabid Dokkes Polda Maluku. Para Kapolres dan PJU Polres jajaran Polda Maluku beserta para pejabat lainnya di Polda se Indonesia juga mengikuti kegiatan tersebut dari daerah masing-masing.Forum belajar bersama yang digelar SSDM Polri kali ini mengangkat tema "Pengelolaan Stres Anggota Polri". Kegiatan ini dipimpin Wakaposko Presisi Brigjen Pol Dr. Indarto, S.H., S.Sos., S.IK., M.Si. Hadir dalam kegiatan itu Ketua Tim Penjamin Mutu (Quality Control) Brigjen. Pol. Sambodo Purnomo Yogo, S.I.K., M.T.C.P. Forum belajar bersama kali ini bertujuan untuk membahas isu kesehatan mental dan strategi pengelolaan stres di lingkungan Polri. Dalam forum ini, disampaikan berbagai jenis jenis stres serta cara dan teknik dalam memelihara kesehatan mental, khususnya bagi anggota Polri yang menghadapi tekanan tinggi dalam menjalankan tugasnya.  Kegiatan ini menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan mental di tengah beratnya tugas sebagai anggota Polri. Wakaposko Presisi menjelaskan bahwa pengelolaan stres yang baik akan berdampak positif pada kinerja anggota. Adapun materi yang dibahas meliputi langkah-langkah praktis untuk mencegah burnout, pentingnya dukungan institusi, serta strategi meningkatkan kesehatan mental. Forum ini juga menjadi salah satu langkah kongkrit Polri dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. "Kesehatan mental adalah kunci bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas dengan optimal, dan ini menjadi tanggung jawab bersama," kata salah satu pemateri dalam forum tersebut.  Dengan adanya forum ini, diharapkan seluruh anggota Polri dapat lebih memahami pentingnya manajemen stres serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. PNO-12 09 Jan 2025, 08:29 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT