logo-website
Senin, 11 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah Berikan Arahan Kepada Polwan Polda Sumut Papuanewsonline.com, Medan - Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Orang (PPA dan PPO) Bareskrim Polri terus memperkuat peran polisi wanita (Polwan) dalam penanganan kasus kekerasan berbasis gender. Pada Rabu (18/6/2025), Dir PPA dan PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah memberikan arahan langsung kepada jajaran Polwan Polda Sumatera Utara dan jajaran melalui ruang vicon Polda Sumut.Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Dir PPA dan PPO Bareskrim Polri, Pakor Polwan Polda Sumut, serta puluhan personel Polwan dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda Sumut.Dalam sambutannya, Pakor Polwan Polda Sumut menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung dari Bareskrim Polri, khususnya Dir PPA dan PPO. Ia menyebut kehadiran Brigjen Pol. Nurul Azizah menjadi inspirasi dan semangat baru bagi para Polwan di wilayah.“Kehadiran Ibu bukan hanya membawa semangat baru, tetapi juga menjadi inspirasi dan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta peran aktif Polwan dalam pelayanan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ujar Pakor Polwan Polda Sumut.Brigjen Pol. Nurul Azizah dalam arahannya menegaskan bahwa Direktorat PPA dan PPO merupakan struktur baru di Bareskrim yang dibentuk pada 17 Oktober 2024, seiring pengesahan Perpol No. 13 Tahun 2024. Direktorat ini hadir untuk membina teknis dan strategi penanganan kasus perlindungan perempuan dan anak di seluruh Indonesia.“Kami hadir bukan hanya untuk menangani kasus yang lintas wilayah atau negara, tapi juga untuk memastikan pendekatan penanganan di setiap wilayah berbasis korban, sensitif gender, dan berorientasi pada keadilan yang manusiawi,” tegas Brigjen Pol. Nurul Azizah.Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan dua inisiatif nasional yang tengah digalakkan: kampanye "Rise and Speak: Berani Bicara Selamatkan Sesama" dan program "Polwan Wajib PPA". Kedua program ini diharapkan mendorong partisipasi aktif Polwan dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di berbagai sektor kehidupan.“Rise and Speak adalah seruan aksi bagi siapa saja untuk bangkit dan bersuara demi perubahan. Banyak Polwan kita yang punya semangat dan kepedulian, tapi belum dapat ruang untuk bersinar. Di sinilah pentingnya kita hadirkan platform dan penguatan kapasitas,” jelasnya.Program "Polwan Wajib PPA", lanjutnya, ditujukan untuk menjadikan setiap Polwan sebagai ujung tombak perlindungan terhadap korban kekerasan berbasis gender, baik di lingkungan keluarga, sosial, pendidikan, hingga tempat kerja.Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi, meningkatkan kapasitas Polwan, dan memperkuat keberpihakan institusi Polri terhadap korban kekerasan, terutama perempuan dan anak. PNO-12 18 Jun 2025, 18:47 WIT
Resmikan SPPG Polres Jembrana, Kapolri: Sukseskan Program MBG Papuanewsonline.com, Bali – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Jembrana, Bali, Selasa (17/6/2025).Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Program ini menjadi bagian dari langkah nyata Polri menunjukan komitmen dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.Dalam konteks ini, keberadaan SPPG dinilai sangat penting sebagai unit pelayanan gizi di lingkungan kepolisian yang fokus memberikan manfaat langsung kepada pelajar sekolah dasar dan menengah.Sementara itu Diketahui, SPPG Polres Jembrana akan melayani 3.492 penerima manfaat dari 11 sekolah di wilayah setempat. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari ribuan harapan untuk kehidupan yang lebih sehat dan masa depan yang lebih cerah.Secara nasional, Polri telah membangun 90 unit SPPG. Dari jumlah tersebut, 12 unit telah beroperasi, 21 sedang dalam tahap verifikasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dan 57 lainnya dalam proses pembangunan.Selain itu, Polri melalui Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) menargetkan tambahan 28 SPPG lagi, sehingga total pembangunan mencapai 118 unit pada tahun 2025.Polri pun membuka ruang kolaborasi luas dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga tenaga ahli kesehatan. Sinergi ini diharapkan mampu memastikan keberlanjutan dan ketepatan sasaran program MBG, serta mewujudkan target nasional, termasuk zero accident dalam implementasinya."Tentunya kita selalu melaksanakan _food security_ sehingga minimalkan potensi terjadinya keracunan atau permasalahan yang muncul karena masalah-masalah yg mungkin bisa terjadi, sehingga masyarakat betul-betul bisa mendapatkan kualitas terbaik," ujar pejabat Polri saat menyampaikan doorstop kepada awak media.Dengan hadirnya SPPG Polres Jembrana, Polri menunjukkan bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat juga sejalan dengan tanggung jawab moral dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Gizi yang baik, kesehatan yang terjaga, dan pendidikan yang berkualitas adalah tiga pilar utama menuju bangsa yang tangguh dan berdaya saing.Tak hanya itu, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pelaksanaan Bakti Kesehatan (Baktikes) Polri yang memberikan layanan kesehatan gratis kepada ratusan warga setempat. Polri memberikan bantuan berupa lima kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai bentuk konkret dari semangat pelayanan dan empati.Sejak 1 Juni hingga 16 Juni 2025, Polri telah melaksanakan Baktikes dengan total 179.863 peserta. Di wilayah Polda Bali saja, kegiatan serupa telah menyentuh 6.359 warga, disertai penyaluran bantuan berupa 1.443 paket sembako, 25 kaca mata, 7 kursi roda, 2 tongkat kruk, dan 2 tongkat tuna netra.(Hendrik) 18 Jun 2025, 08:51 WIT
Pengobatan Gratis di Ambon Sambut HUT Bhayangkara, 2.140 Warga Jalani Pemeriksaan Kesehatan Papuanewsonline.com, Ambon - Menjelang peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara, Polda Maluku kembali melaksanakan bakti kesehatan berupa pengobatan gratis di kota Ambon.Kegiatan yang dilaksanakan untuk membantu masyarakat kurang mampu ini dihelat di Gedung Plaza Presisi Manise Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Senin (16/6/2025).Sebanyak 2.140 orang warga mengikuti pelaksanaan pengobatan gratis meliputi pengobatan umum, pemeriksaan spesialis THT, pemeriksaan spesialis penyakit dalam, pemeriksaan gigi, dan pemeriksaan laboratorium sederhana."Target kami itu 500 orang, namun yang ikut pengobatan gratis melebihi yaitu 2.140 orang," kata Kapolda Maluku Irjen Pol. Drs. Eddy Sumitro Tambunan, di sela-sela pemantauan pelaksanaan pengobatan gratis tersebut. Saat memantau kegiatan, Kapolda didampingi Wakapolda Maluku Irjen Pol. Samudi S.I.K., M.H, Para Pejabat Utama Polda Maluku beserta Ketua dan Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku.Dari 2.140 warga yang ikut pengobatan gratis, sebanyak 1.089 orang diantaranya menjalani pengobatan umum, 266 orang jalani pemeriksaan spesialis penyakit dalam, 115 orang jalani pemeriksaan spesialis THT, 270 orang menjalani pemeriksaan gigi, 400 orang jalani pemeriksaan laboratorium sederhana, dan 50 orang menjalani pelayanan KB. Pelaksanaan kegiatan bakti kesehatan ini melibatkan 91 tenaga kesehatan dari Biddokkes Polda Maluku, Brimobda, Rumkit Bhayangkara TK III Ambon, Dokter Mitra (Dokter Umum, dr Sp.THT, dr. Sp.PD) dan BKKBN.Kapolda mengungkapkan, bakti kesehatan yang dilaksanakan untuk menyambut hari lahirnya Polri ini merupakan bentuk kepedulian dari Polda Maluku membantu sesama."Kegiatan pengobatan gratis yang dilaksanakan ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu. Kami berharap masyarakat bisa lebih dekat dengan institusi Polri khususnya Polda Maluku," harapnya. PNO-12 17 Jun 2025, 14:05 WIT
Jelang HUT ke-79 Bhayangkara, Polda Maluku Gelar Aksi Sosial Donor Darah Papuanewsonline.com, Ambon - Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara, Kepolisian Daerah Maluku melaksanakan aksi sosial untuk membantu masyarakat.Aksi sosial yang dilaksanakan yaitu donor darah. Kegiatan yang diikuti oleh 230 orang pendonor ini digelar di Gedung Plaza Presisi Manise Polda Maluku di Tantui, Kota Ambon, Senin (16/6/2026).Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Drs. Eddy Sumitro Tambunan, Wakapolda Maluku, Irjen Pol. Samudi S.I.K., M.H, Para Pejabat Utama Polda Maluku beserta Ketua dan Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku.Kapolda Maluku mengatakan, donor darah yang dilaksanakan merupakan kegiatan rutin setiap tahun untuk menyambut hari Bhayangkara. Kegiatan yang bertujuan untuk menyediakan stok cadangan darah bagi masyarakat yang membutuhkan, kali initerlaksana atas kerjasama Bidang Dokkes Polda Maluku dan PMI Ambon."Kita kembali melaksanakan donor darah untuk menyambut hari Bhayangkara ke 79. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk peduli kemanusiaan, dan kita bekerja sama Bidokkes dan PMI khususnya Kota Ambon," kata Kapolda Maluku.Irjen Eddy berharap kegiatan sosial kemanusiaan yang diikuti anggota Polri dan pengurus Bhayangkari ini dapat bermanfaat dan membantu masyarakat."Target kita hari ini yang donor darah sebanyak 100 orang namun yang ikut sebanyak 230 orang. Kita harapkan bisa bermanfaat, dan masyarakat yang membutuhkan darah bisa berkoordinasi dengan PMI," pintanya.Kapolda juga berharap semoga dengan setitik sumbangsih dari kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan keluarga besar Polda Maluku ini dapat membawa manfaat kepada sesama yaitu masyarakat di Maluku. PNO-12 17 Jun 2025, 12:41 WIT
Waspada! Hanya Tiga Bulan 5.000 Kasus Malaria Teridentifikasi di Timika Papuanewsonline.com, Timika,– Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat adanya lonjakan signifikan kasus malaria dalam tiga bulan terakhir di Tahun 2025.Berdasarkan data hingga Maret 2025, setidaknya 5.000 kasus malaria teridentifikasi dan tersebar di berbagai wilayah dengan tingkat intensitas yang berbeda.Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2) dinas kesehatan kabupaten Mimika, Obet Tekege membenarkan peningkatan kasus malaria tersebut.“Peningkatan kasus naik sangat signifikan sesuai data 3 bulan tahun 2025, yang kami temukan itu sekitar 5.000 kasus,” ujar Obet di Timika, Jumat (13/6/2025).Obet menjelaskan bahwa wilayah dengan jumlah kasus tertinggi  adalah, Pasar Sentral, Wania, dan Timika Jaya (Karang Senang). Ketiga kawasan ini dinilai aktif dalam melakukan deteksi dini melalui kunjungan rumah ke rumah oleh tenaga kesehatan dan kader masyarakat.“Pertama itu di Pasar Sentral. Kedua di Wania. Ketiga itu di Puskesmas Timika Jaya, Karang Senang. Karena petugas kesehatan aktif dari rumah ke rumah,” jelasnya.Menurut  Obet, peningkatan jumlah kasus dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang tidak sehat, serta kebiasaan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah pada malam hari, tepat pada waktu nyamuk malaria aktif menggigit.“Tempat-tempat nyamuk itu semakin banyak, Masyarakat Mimika itu banyak berada di luar rumah jam 6 sore sampai pagi,” ungkapnya.Ditambahkan Selain itu, rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam mengonsumsi obat malaria hingga tuntas." banyak juga pasien yang menghentikan pengobatan sebelum waktunya, sehingga potensi penularan dan kekambuhan penyakit kembali terjadi," sorot Obet.“ Mereka yang positif malaria itu, mereka tidak minum obat sampai tuntas. Obat biru dan coklat harus diminum sampai habis,, karena bila tidak selesai dikonsumsi obat, maka potensi kembali positif malaria tinggi,”ungkap Obet.Sebagai langkah penanganan, ditambahkan Obet bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menjalin kerja sama lintas sektor dengan kelurahan-kelurahan serta mitra lembaga seperti YPM-LK, CID, dan PT Petrus, untuk berkolaborasi dalam upaya pencegahan." Ada beberapa kegiatan yang rutin kita lakukan, yaitu Penyemprotan dinding (Indoor Residual Spraying/IRS),Pembagian kelambu (batel), memberikan eukasi kesehatan kepada masyarakat, pembersihan saluran dan selokan sebagai habitat nyamuk," tandas Obet.Obet menjelaskan, Dinas Kesehatan menjalin kerja sama dengan kelurahan-kelurahan, dan masyarakat untuk membersihkan lingkungan." Untuk pencegahan selain kami dari dinas, ada  Mitra-mitra juga berperan aktif seperti IRS, batel, edukasi di lapangan,” ucap Obet.Sebagai bentuk pencegahan, masyarakat diminta untuk turut berperan aktif dengan cara:Menjaga kebersihan lingkungan,Membersihkan saluran air dan genangan,Menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari tanpa pelindung diri,Segera mengakses layanan kesehatan dan mengikuti pengobatan hingga selesai.“Kesehatan itu adalah urusan pribadi dan usaha bersama, jadi  kalau kita bersihkan lingkungan kita, maka sudah pasti kita jaga diri dan tubuh kita pasti sehat,” kata Obet.(Fadli) 14 Jun 2025, 08:05 WIT
Talk Show ECO Energi Education : PT Freeport Indonesia Menggagas Solusi Polusi Plastik Papuanewsonline. com, Timika - Hari kedua enviromental exhibition dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, PT Freeport Indonesia mengadakan talk show bertema "Beat Plastic Pollution" pada tanggal 13 Juni 2025, bertempat di Gedung Eme Neme Yauware, Mimika. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya limbah plastik dan mencari solusi untuk mengatasinya. Talk show yang dimoderatori oleh Willy dan menghadirkan tiga narasumber ahli, salah satunya Aris Raharjo (ketua Komite Manajamen Energi PT Freeport Indonesia), yang membahas isu-isu penting seperti efek gas rumah kaca, pemanasan global, dan pentingnya konservasi energi. "Pengelolaan makanan dan sampah plastik yang baik adalah kunci untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Kita harus berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan." Ujarnya Aris juga mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan cara mendidik masyarakat mengenai praktik pengelolaan sampah yang efektif. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang pentingnya tindakan bersama dalam mengatasi polusi plastik dan dampak perubahan iklim. "Semoga pemahaman yang sama-sama kita dapat memberikan dampak positif untuk mengatasi polusi lingkungan " tutup nya ( jidan ) 13 Jun 2025, 11:00 WIT
Tahun 2025, Kabupaten Mimika Sumbang Kasus HIV/AIDS Terbanyak Kedua di Papua Tengah Papuanewsonline.com, Timika – Kasus HIV/AIDS di di Provinsi Papua Tengah melonjak di tahun 2025, Kabupaten Mimika teridentifikasi sebagai penyumbang kedua  dalam kurun waktu triwulan pertama tahun 2025. Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kabupaten berjuluk Kota Dolar ini, tercatat menyumbang sebanyak 122 kasus baru HIV/AIDS sejak Januari hingga Maret 2025.Jumlah ini, menempatkan Kabupaten Mimika di peringkat kedua tertinggi di wilayah Provinsi Papua Tengah.“ Tahun 2025 triwulan pertama di Provinsi  Papua Tengah, Kabupaten Mimika berada pada urutan kedua,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Obet Tekege dalam wawancara eksklusif dengan wartawan Papuanewsonline.com, Jumat (13/6/2025), Pagi.Obet menerangkan sebagian besar kasus HIV/AIDS berasal dari kelompok usia produktif, termasuk pelajar SMP, SMA, mahasiswa, serta masyarakat usia subur.“Kalau dilihat dari umur, itu usia-usia produktif. Ada di SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Bahkan juga usia-usia subur,” jelasnya.Obet meyatakan bahwa Penyebaran HIV/AIDS juga banyak terjadi di lokasi berisiko tinggi, seperti bar, lokalisasi, dan kawasan padat aktivitas sosial." Tempat prostitusi juga menjadi penyumbang yang signifikan, karena  aktivitas seksual tanpa pengaman dan berganti-ganti pasangan menjadi salah satu faktor utama penyebaran HIV/AIDS di daerah ini," Ungkapnya.Menanggapi peningkatan kasus HIV/AIDS ini, kata Obet, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika telah menyiapkan sejumlah strategi penanganan, termasuk peningkatan edukasi kepada kelompok rentan, dan penguatan layanan kesehatan, serta perluasan kerja sama lintas sektor.“Strateginya pertama yang kita lakukan adalah, meningkatkan kesadaran dan edukasi kepada populasi dalam hal ini masyarakat, dan  Kita sudah mulai dari sekolah, kemudian masuk ke bar-bar dan lokalisasi,” tegas Obet.Sementara untuk para penderita HIV/AIDS di Kabupaten Mimika, Obet menyampaikan bahwa pemerintah daerah  telah membuka 13 layanan kesehatan khusus di puskesmas yang menyediakan pemeriksaan HIV, terapi antiretroviral (ARV), serta konseling berkala bagi pasien." Hal ini dilakukan Untuk mendukung penanganan dan pengobatan bagi para pasien secara berkala," Terangnya.Ditambahkan Obet bahwa pada 13 layanan yang disiapkan Pemerintah Daerah, ada Dokter tenaga kesehatan, dan tenaga konseling yang siap memberikan pelayanan maksimal bagi para penderita." Jadi para pasien akan diberikan obat, diberikan edukasi, dan akan dipantau,” ujarnya.Lebih lanjut Obet menjelaskan bahwa  Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika juga bekerja sama dengan Yayasan Sorong Sehati guna memperkuat pemantauan pasien dan memastikan kepatuhan dalam menjalani pengobatan.“Kami sudah kerja sama dengan Yayasan Sorong Sehati, jadi mereka yang pantau pasien, sedangkan kami beri dukungan transport, hal ini dilakukan agar pasien bisa berobat.Kata Dia, Berdasarkan pemetaan wilayah, Distrik Mimika Baru disebut sebagai salah satu zona merah HIV/AIDS.Obet menjelaskan Untuk mencegah meluasnya penyebaran HIV/AIDS, pemerintah melakukan berbagai intervensi, di antaranya:• Distribusi kondom secara luas kepada kelompok risiko tinggi,• Program pertukaran jarum suntik untuk pengguna narkotika suntik,• Edukasi lintas sektor melalui keterlibatan tokoh agama dan tokoh adat.“Tokoh-tokoh agama ini kami libatkan supaya informasi HIV bisa disampaikan di tempat-tempat ibadah,” tandas Obet.Diakhir wawancara ekslusife ini,  Kabid P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Obet Tekege berharap agar   masyarakat, terutama generasi muda agar tetap menjaga perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab.“Jangan ganti-ganti pasangan, khususnya kepada anak-anak muda, Karena hidup mereka dan masa depan masih panjang. Papua ini siapa yang mau bangun kalau bukan anak mudah sebagai generasi penerus," Harapnya.Ia juga menegaskan bahwa layanan kesehatan di Mimika saat ini telah tersedia secara terbuka dan gratis bagi semua lapisan masyarakat.“ Kami dibayar pemerintah untuk melayani masyarakat, Jadi kalau sakit, datang saja, jangan dengar informasi yang tidak benar dari media sosial, Jika ragu, tanyakan langsung kepada dokter atau petugas Dinas Kesehatan,” Pungkasnya.(Fadli) 13 Jun 2025, 11:00 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT