logo-website
Senin, 11 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Respons Cepat Satgas Ops Damai Cartenz Bersama TNI Evakuasi Jenazah Korban Pembacokan OTK Papuanewsonline.com, Puncak Jaya - Telah terjadi aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam yang diduga kuat dilakukan oleh kelompok KKB pimpinan Lekagak Telenggen terhadap seorang warga sipil an. Syafaruddin yang berprofesi sebagai tukang ojek. Aksi penganiayaan tersebut terjadi di kawasan pegunungan Distrik Wanwi, Kabupaten Puncak Jaya.Informasi ini bermula dari laporan masyarakat pada Hari Sabtu (12/7/2025) di SPKT Polres Puncak Jaya. Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Puncak Jaya dan TNI langsung merespons cepat dan melakukan pencarian serta evakuasi terhadap korban pada pukul 14.25 WIT.Dengan medan yang sulit di jangkau, personel Satgas Ops Damai Cartenz bersama anggota Polres Puncak Jaya dan TNI, telah berhasil menjangkau korban dengan menempuh jalur yang cukup ekstrem menuruni jurang sedalam 500 meter demi mengangkat korban.Menurut informasi dari masyarakat bahwa sebelumnya korban diketahui terakhir terlihat pada Jumat (11/7/2025). Kemudian pada Sabtu (12/7/2025) Pukul 11.45 WIT Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Distrik Wanwi, diduga kuat menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam di bagian kepala dan kaki sebelum jasadnya dibuang ke dalam jurang.Kondisi medan yang curam dan berbukit membuat proses evakuasi berjalan dengan penuh tantangan. Tim harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer dan menuruni jurang sebelum berhasil mengevakuasi jenazah korban yang kemudian dibawa menggunakan motor ke jembatan Distrik Wanwi dan selanjutnya diangkut dengan ambulans ke RSUD Mulia pada pukul 16.30 WIT.Jenazah korban tiba di RSUD Mulia pada pukul 17.20 WIT untuk dilakukan pemeriksaan medis, dan selanjutnya akan dipulangkan ke kampung halaman di Makassar.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi oleh Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen pihaknya dalam memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat khususnya Papua.“Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya keberadaan aparat di daerah rawan seperti Puncak Jaya. Kami akan terus bekerja keras untuk menindak tegas pelaku dan mencegah kejadian serupa, saat ini pelaku masih kami dalami” tegas Brigjen Faizal.Dalam kesempatan yang sama, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada."Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, jangan ragu melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat," ujarnya.Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi masyarakat sipil di daerah Puncak Jaya. Namun respons cepat aparat gabungan Satgas Ops Damai Cartenz bersama TNI di Puncak Jaya menunjukkan komitmen penuh negara dalam menjamin keamanan dan kemanusiaan di Tanah Papua. PNO-12 13 Jul 2025, 14:58 WIT
Warga Sipil Tewas Ditembak OTK di Puncak Jaya Papuanewsonline.com, Mulia - Suasana di Pasar Sentral, Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, mendadak mencekam pada Sabtu malam (12/7/2025) sekitar pukul 19.29 WIT, setelah terdengar suara tembakan yang menewaskan seorang warga sipil.Korban diketahui bernama Edi Hermanto (39), warga asal Probolinggo, Jawa Timur, yang berdomisili di Kampung Pagaleme, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya. Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di pelipis mata kiri yang menembus ke bagian belakang kepala.Berdasarkan informasi awal, sekitar pukul 19.05 WIT, korban tengah menikmati kopi di dalam rumahnya ketika dua orang tak dikenal (OTK) datang dan mengetuk jendela. Saat korban membuka jendela, salah satu pelaku langsung menembaknya dari jarak dekat. Setelah kejadian, kedua pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor.Personel gabungan dari Polres Puncak Jaya dan Satgas Ops Damai Cartenz langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengamanan area.Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa peristiwa ini kuat diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang selama ini aktif di wilayah Kota Mulia.“Kami mengecam keras aksi kekerasan terhadap warga sipil. Penyelidikan sedang kami lakukan secara intensif, dan terdapat indikasi kuat bahwa kelompok KKB pimpinan Paku Wanimbo berada di balik kejadian ini. Kami akan terus memburu pelaku sampai mereka tertangkap dan diproses secara hukum,” tegas Brigjen Pol Faizal.Berdasarkan informasi yang didapat, KKB Paku Wanimbo diketahui bergerak bersama Oni Mamberamo dan Ombak Enumbi, yang telah menunjukkan aktivitas mencurigakan di wilayah Pasar Baru dan sekitarnya. Kelompok ini juga diketahui membawa senjata api dan pernah melakukan aksi serupa sebelumnya.Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh aksi kejahatan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata.“Kami imbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan, segera laporkan kepada pihak keamanan. Kami akan terus hadir dan bekerja keras untuk menjaga keamanan di Puncak Jaya,” ujar Kombes Pol Yusuf.Satgas Ops Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Papua Tengah, khususnya di wilayah rawan seperti Puncak Jaya, dengan meningkatkan patroli dan operasi penegakan hukum secara berkelanjutan. PNO-12 13 Jul 2025, 14:40 WIT
Karantina Papua Tengah Pastikan Keamanan Daging Ayam Lewat Pengujian Laboratorium Papuanewsonline.com, Timika – Karantina Papua Tengah meningkatkan pengawasan keamanan pangan dengan melakukan pengujian laboratorium terhadap daging ayam yang masuk dan keluar dari wilayah Papua Tengah.  Langkah ini merupakan bagian dari prosedur karantina untuk memastikan produk asal hewan tersebut bebas dari penyakit menular dan layak konsumsi. Pengujian mencakup berbagai parameter penting, meliputi uji organoleptik, uji pH, uji awal kebusukan, dan uji cemaran mikroba untuk memastikan daging ayam memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 3924:2009. (11/7/25). Kepala Karantina Papua Tengah, Ferdi  menjelaskan bahwa kegiatan pengujian ini bukan hanya prosedur rutin, melainkan komitmen dalam mengawal lalu lintas komoditas pangan yang sehat dan aman.  "Kami ingin memastikan bahwa setiap daging ayam yang beredar di masyarakat telah melalui proses pengawasan yang ketat," ujarnya.  Hal ini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular seperti Salmonella dan E. coli yang dapat menginfeksi manusia. Pengujian laboratorium dilakukan secara rutin sebagai bagian dari kegiatan monitoring terhadap produk hewan yang beredar di masyarakat.   Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan menciptakan rasa aman bagi konsumen.  Dengan pengawasan yang ketat, masyarakat dapat lebih percaya akan keamanan dan kualitas produk pangan yang mereka konsumsi. Lebih lanjut, Ferdi menekankan pentingnya peran laboratorium resmi dalam menjamin keamanan pangan.  "Melalui pengujian laboratorium yang komprehensif, kami dapat mendeteksi dini potensi bahaya dan mencegah penyebaran penyakit hewan menular.  Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk melindungi kesehatan masyarakat dan mendukung ketahanan pangan nasional," tambahnya.  Karantina Papua Tengah berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan memastikan keamanan pangan bagi masyarakat Papua Tengah. ( Jidan ) 11 Jul 2025, 23:38 WIT
Karantina Papua Tengah Pastikan Keamanan 5 Ton Es Krim Asal Bekasi Papuanewsonline.com, Nabire – Melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Nabire, Karantina Papua Tengah melakukan pemeriksaan terhadap 5 (lima) ton es krim yang baru saja tiba dari Bekasi, Kamis (10/07/2025). Pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengawasan lalu lintas pangan, khususnya produk-produk yang memerlukan penanganan suhu dingin seperti es krim. Petugas karantina melakukan pengecekan dokumen, kondisi fisik produk, dan memastikan bahwa es krim tersebut telah memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan. Proses pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen pengiriman, pengecekan kondisi fisik es krim untuk memastikan kualitas dan keamanan produk, serta memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan yang berlaku.  Hal ini dilakukan untuk menjamin produk yang beredar di masyarakat aman dan layak dikonsumsi.  Petugas karantina juga memastikan kualitas produk tetap terjaga selama proses distribusi. "Pemeriksaan ini penting untuk memastikan bahwa produk yang beredar di masyarakat benar-benar aman dan layak konsumsi.  Selain itu, kami juga pastikan kualitas produk tetap terjaga selama proses distribusi," ujar Robinson selaku petugas karantina.  Pengawasan ketat ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh produk pangan yang tidak memenuhi standar keamanan. Dengan adanya pengawasan yang ketat ini, diharapkan masyarakat Nabire dan sekitarnya dapat memperoleh produk pangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga aman bagi kesehatan.  ( Jidan ) 10 Jul 2025, 23:26 WIT
ABK Tanusang Jaya Terjatuh Dilaut, Kapolsek Ingatkan Warga Waspadai Cuaca Buruk Papuanewsonline.com, Manipa - Cuaca ekstrim kini melanda sebagian besar wilayah Provinsi Maluku, terlebih lagi perairan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Hujan disertai angin kencang dan ombak menimbulkan insiden nyaris memakan korban jiwa terjadi di perairan Tanjung Wane, tepatnya di depan Desa Luhutuban, Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Rabu (9/7).Seorang juru mudi speedboat Tanusang Jaya bernama La Husen (40 tahun), warga Desa Tomalehu Barat, dilaporkan terjatuh ke laut saat speedboat sedang melaju di tengah gelombang tinggi.Kapolsek Manipa, IPDA Edwin Richardo Mangare mengatakan, saat kejadian korban sedang memegang kemudi mesin speedboat. Namun, lautan yang bergelombang menyebabkan speedboat menghantam ombak cukup keras hingga membuat tangan korban terlepas dari kemudi. Akibatnya, korban hilang keseimbangan dan jatuh ke laut pada jarak sekitar dua mil dari pesisir pantai."Beruntung, rekan-rekannya yang berjarak tak lebih dari tiga meter segera memutar balik speedboat dan berhasil mengangkat korban kembali ke atas speadboat. Kondisi korban dilaporkan selamat tanpa luka, hanya mengalami rasa kaget akibat insiden tersebut,"jelas Kapolsek.Mangare mengapresiasi, kewaspadaan para ABK lain yang sigap menolong korban.  "Korban langsung diselamatkan, oleh rekan-rekan mereka,"ujar Kapolsek.Kapolsek menghimbau, kepada warga Masyarakat Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Terutama bagi Nelayan, dan pengguna transportasi laut, serta para pemilik speadboat."Selalu mewaspadai potensi cuaca ekstrim dan gelombang tinggi yang terjadi di perairan Kepulauan Menipa. Selalu memantau perubahan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG demi keselamatan saat berlayar menyiapkan alat keselamatan saat berlayar. Kurangi aktivitas di luar rumah maupun aktivitas melaut saat cuaca buruk. Patuhilah setiap himbauan yang ada demi keselamatan kita bersama. Lebih baik kita mencegah daripada kita yang jadi korban,"pesan Kapolsek. PNO-12 10 Jul 2025, 14:03 WIT
Hadapi Perubahan Iklim, DLH kabupaten Mimika Sosialisasikan Program Kampung Iklim Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim) pada Rabu, 9 Juli 2025, di Aula Hotel Kanguru.  Sosialisasi yang dibuka Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong ini menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.  ProKlim, program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Dalam sambutannya Wakil Bupati menyampaikan keprihatinan atas dampak perubahan iklim yang nyata di Mimika, seperti peningkatan suhu, perubahan pola hujan, dan munculnya penyakit tropis.  Beliau menjelaskan ProKlim mendorong kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, sektor swasta, dan lembaga sosial.  "Program ini mendorong keterlibatan aktif semua pihak. Inilah bentuk nyata gotong royong menjaga lingkungan,” tegasnya. Sosialisasi ProKlim difokuskan pada adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.  Adaptasi meliputi pengelolaan air, ketahanan pangan, dan pencegahan penyakit iklim, sementara mitigasi mencakup pengelolaan sampah, penggunaan energi terbarukan, dan penghijauan. DLH Mimika berharap sosialisasi ini meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Kemong mengapresiasi keberhasilan desa-desa di Indonesia yang telah menjalankan ProKlim dan mendorong perluasan program ini ke wilayah rentan dampak perubahan iklim.  "Komitmen kami jelas, pemerintah daerah akan terus membina dan memperkuat kapasitas masyarakat sebagai garda terdepan pelindung lingkungan,” ujar Emanuel Kemong lebih lanjut. Kemong berharap ProKlim bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan berkelanjutan untuk keberlangsungan hidup generasi mendatang.  ( Jidan ) 10 Jul 2025, 12:29 WIT
Dinas Kesehatan Mimika Pertahankan Sistem Surveilans untuk Deteksi Covid-19 Secara Dini Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, tetap berkomitmen memantau perkembangan Covid-19 melalui sistem surveilans terintegrasi.  Hal ini disampaikan Kepala Dinkes Mimika, Reynold Rizal Ubra, di Timika, Selasa (8/7/2025).Hal untuk merespon imbauan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait potensi peningkatan kasus Covid-19 secara internasional maupun nasional." Petugas kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Mimika secara rutin melakukan pemantauan harian.  Sistem surveilans ini dinilai penting untuk mendeteksi dini dan mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19," ucap Reynold. Reynold mengaku, Meskipun masyarakat telah beradaptasi dengan pandemi dan hidup berdampingan dengan virus, namun  Dinkes Mimika menekankan pentingnya kewaspadaan. " Capaian vaksinasi yang tinggi di Mimika, dengan 80% untuk dosis pertama dan 70% untuk dosis kedua, menjadi indikator positif dalam membangun kekebalan bagi masyarakat," Ujarnya.Lanjut Reynold bahwa Kewaspadaan tetap menjadi perioritas dilakukan melalui sistem surveilans, dengan pemantauan harian oleh petugas kesehatan pada  setiap fasilitas kesehatan. Kata Dia, Berdasarkan laporan surveilans terkini, situasi Covid-19 di Mimika masih terkendali."Masyarakat hanya perlu memastikan hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan agar upaya pencegahan yang telah dilakukan bersama dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan." Tambahnya.Ditambahkan Reynold, Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah, pemangku kepentingan terkait, dan partisipasi aktif masyarakat.  "Dengan langkah-langkah pencegahan berkelanjutan dan pemantauan ketat melalui sistem surveilans, Dinkes Mimika optimis dapat menjaga kesehatan masyarakat dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mimika," tutupnya .(Jidan) 09 Jul 2025, 11:41 WIT
Temukan 1 Mayat, Personel Polsek Leksula Lakukan Olah TKP Papuanewsonline.com, Ambon - Personel Polsek Leksula, Polres Buru Selatan, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi mayat yang ditemukan warga Desa Leksula, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan, Minggu (6/7/2025).Mayat yang diketahui bernama Markus Saleky ini ditemukan meninggal dunia di samping rumahnya pada Minggu sekitar pukul 08.00 WIT. Pria 47 Tahun itu ditemukan meninggal dunia dengan posisi tengkurap di atas genangan air. Saat ditemukan korban dalam keadaan berpakaian lengkap.Kapolres Buru Selatan AKBP Andi P. Lorena, S.I.K., M.H, mengungkapkan, penemuan mayat berawal saat Cornely Wamese, salah satu keluarga korban hendak keluar rumah mencuci piring.Saat berada di samping rumah, saksi melihat korban dalam keadaan tengkurap di atas genangan air dengan kedalaman kurang lebih 20 cm. Melihat korban tidak bergerak, saksi berlari memberitahukan Calvin Seleky, keluarga korban untuk melihatnya. Mereka mendatangi TKP untuk memastikan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Leksula.Menerima laporan penemuan mayat, Polsek Leksula yang dipimpin Kapolsek Leksula Iptu Bastian Tuhuteru, S.Pd kemudian bersama personil mendatangi TKP."Saat tiba di TKP personil Polsek Leksula langsung mengamankan lokasi penemuan mayat dan melakukan olah TKP serta mengumpulkan barang bukti. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Leksula untuk dilakukan Visum," kata Kapolres.Korban sebelum dievakuasi terlihat dalam posisi tengkurap dalam genangan air sekitar 20 cm. Korban menggunakan celana pendek warna coklat motif bergaris, dan baju kaus warna kuning.Hasil visum luar oleh pihak Puskesmas Leksula Dr. Helmi Lesnussa, kondisi mayat tidak terdapat tanda-tanda kekerasan. Penyebab korban meninggal dunia karena penyakit bawaan yaitu epilepsi.Berdasarkan keterangan Cornely Wamese, sebelumnya pada Sabtu (5/7/2025) sekitar pukul 17.00 WIT, korban sempat memintanya mengoreng pisang. Korban kemudian keluar rumah sekitar pukul 22.00 WIT. Saksi sempat mencari korban di dalam rumah namun tidak ditemukan. Ia kemudian menyuruh anaknya Valdio Seleky untuk mencari korban di luar rumah namun tidak ditemukan.Terkait kejadian ini pihak keluarga tidak mempermasalahkan penyebab kematian mengingat selama hidup korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. PNO-12 08 Jul 2025, 09:31 WIT
Obat Malaria di Kabupaten Mimika Terpenuhi, Tapi Pencegahan Harus Tetap Dilakukan Papuanewsonline.com, Timika –, Ketersediaan obat malaria di Kabupaten Mimika kembali terjamin setelah pasokan obat DHP Frimal ("obat biru") tiba.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengaku Sebanyak 35.000 tablet obat telah diterima dari Kementerian Kesehatan melalui Pemerintah Provinsi Papua Tengah pada akhir Juni 2025." Kehadiran obat ini diharapkan dapat mengatasi masalah kekurangan obat malaria yang terjadi sebelumnya," ucap Reynold Ubra di Kantor Puspem SP3, Senin (7/7/2025).Reynold mengatakan selama masa kekurangan obat biru, fasilitas kesehatan di Mimika menggunakan obat alternatif, D-Artepp (obat putih).  Meskipun kedua obat memiliki khasiat yang sama dalam pengobatan malaria namun dosisnya berbeda.  " Perlu dicatat bahwa kebutuhan obat malaria di Mimika sangat tinggi, sekitar 2 juta tablet obat biru per tahun.  Pasokan dari Kementerian Kesehatan selama ini hanya berkisar antara 1,2 juta, hingga 1,5 juta tablet per tahun. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan kekurangan obat di masa mendatang," ungkap Reynold. Reynold menjelaskan Tingginya angka kasus malaria di Mimika disebabkan oleh dua faktor utama, yakni ketidakpatuhan pasien dalam menyelesaikan pengobatan dan kurangnya upaya menjaga kebersihan lingkungan, yang menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.  " Pendekatan dua arah sangat penting dilakukan untuk memastikan pasien mengonsumsi obat sesuai dosis dan menyelesaikan pengobatan secara tuntas, serta meningkatkan upaya pengendalian tempat perkembangbiakan nyamuk melalui kebersihan lingkungan," Tegasnya. Reynold menegaskan bahwa Meskipun pasokan obat biru telah kembali normal, namun  kewaspadaan tetap diperlukan. " Masyarakat harus proaktif menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit malaria.  Pencegahan tetap menjadi prioritas utama dalam menekan angka kasus malaria di Mimika,"  Pungkasnya.  ( Jidan ) 08 Jul 2025, 08:05 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT