Papuanewsonline.com
120 Jemaah Haji Mimika Bertolak ke Tanah Suci, Dilepas dengan Doa dan Haru Mendalam
182 Ribu Kasus Malaria Di Mimika, BADKO HMI PAPUA Desak Pemerintah Melakukan Intervensi Khusus
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Maritim Perairan Timika, Waspada Gelombang Hingga 1,5 Meter
Polres Mimika Bongkar Pabrik Sopi Ilegal di Kawasan Hutan SP 5, Pelaku Berhasil Kabur
LMA Mimika Ajak Semua Pihak Tahan Diri Jaga Perdamaian dan Lindungi Warga Sipil Papua
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun
Lapas Timika Gelar Ikrar Bersih Dari Hp Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan
Lima Warga Diklaim Tewas di Kali Kabur, TPNPB Soroti Operasi Militer di Tembagapura
BADKO HMI dan Polda Papua Sepakati Sinergi, Fokus Tangani Tambang Ilegal hingga Hoaks Digital
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Karantina Papua Tengah Fokuskan Pemantauan Penyakit Sapi di Mimika
Papuanewsonline.com, Timika –
Dalam upaya memperkuat ketahanan peternakan dan menjaga kesehatan hewan di
wilayah Papua Tengah, Karantina Papua Tengah menggelar rapat persiapan
pemantauan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) untuk Tahun Anggaran 2025.
Rapat ini berlangsung di ruang rapat Karantina Papua Tengah, Jumat (1/8/2025),
dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pemantauan, drh. Ardhiana Nur Suryani, dan
diikuti secara hybrid oleh para pejabat karantina dari berbagai wilayah. Fokus utama pemantauan tahun ini
adalah Kabupaten Mimika, dengan sasaran pengujian penyakit Bovine Viral
Diarrhea (BVD) pada populasi sapi—penyakit menular yang berpotensi
mengganggu produktivitas dan ekonomi peternakan. “Persiapan yang matang sangat
diperlukan agar kegiatan pemantauan berjalan optimal dan menghasilkan data
akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan,” ujar drh. Ardhiana. Rapat ini membahas teknis
pelaksanaan di lapangan, mulai dari metode pengambilan sampel, distribusi
logistik, hingga strategi komunikasi risiko kepada masyarakat peternak. Pemantauan HPHK ini penting tidak
hanya untuk deteksi dini dan pencegahan, tapi juga sebagai landasan ilmiah bagi
kebijakan lalu lintas hewan dan media pembawa penyakit, termasuk penyusunan
kebijakan tindakan karantina berdasarkan risiko penyakit. “Kabupaten Mimika dipilih karena
memiliki populasi sapi yang cukup besar. Data yang dihasilkan akan menjadi
kunci pengambilan keputusan strategis di sektor peternakan,” lanjut Ardhiana. Kegiatan ini merupakan bagian
dari komitmen Karantina Papua Tengah untuk memperkuat sistem biosekuriti dan
memastikan wilayah tetap aman dari ancaman penyakit hewan berbahaya. Dengan
langkah antisipatif ini, sektor peternakan di Papua Tengah diharapkan tumbuh
lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan. (Jidan)
02 Agu 2025, 02:36 WIT
Pj Gubernur Tinjau Dapur MBG di Yapen: Ciptakan Generasi Sehat Lewat Makanan Bergizi Gratis
Papuanewsonline.com, Serui –
Penjabat Gubernur Papua, Agus Fatoni, meninjau langsung pelaksanaan program
Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Yapen, Kamis (31/7/2025).
Program ini dijalankan melalui tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
(SPPG) yang telah beroperasi sejak Februari 2025, dan hingga kini telah
menyuplai makanan sehat kepada lebih dari 3.955 pelajar di delapan sekolah di
Serui. Kunjungan ini memperlihatkan
komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung kualitas pendidikan dan kesehatan
anak-anak Papua melalui penyediaan makanan sehat setiap pagi. Didampingi Bupati
Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, Agus Fatoni meninjau langsung fasilitas
dapur, proses produksi makanan, hingga sistem distribusinya. “Ini sangat membantu pemenuhan
gizi anak-anak kita, sekaligus membangun generasi masa depan Papua yang sehat
dan cerdas,” ujar Fatoni usai meninjau dapur MBG. Fasilitas dapur MBG dilengkapi
dengan sarana lengkap, termasuk ruang produksi, ruang konsultasi gizi, ruang
pemeriksaan makanan, dan ruang pengemasan yang dirancang dengan prinsip
kebersihan dan higienitas tinggi. Fatoni juga memuji tata kelola
dapur MBG yang telah mampu mendistribusikan makanan kepada ribuan anak sekolah
antara pukul 06.00 hingga 09.00 WIT setiap harinya. Menurutnya, inisiatif ini
dapat dijadikan model bagi kabupaten lain di Papua untuk mereplikasi program
serupa, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan oleh pelajar dan keluarga
mereka. “Sudah bagus. Mulai dari proses
kedatangan bahan, pengolahan hingga pendistribusian sangat tertata dan bersih.
Ini harus dijaga dan dikembangkan,” tambah Fatoni. Diharapkan dengan keberlanjutan
program MBG, anak-anak Papua dapat tumbuh dengan status gizi yang lebih baik,
prestasi akademik meningkat, dan angka ketidakhadiran sekolah menurun drastis. (Jidan)
02 Agu 2025, 01:48 WIT
PJ Gubernur Papua Kunjungi Puskesmas Kosiwo, Salurkan Susu dan Vitamin untuk Anak-anak
Papuanewsonline.com, Serui –
Penjabat Gubernur Papua, Agus Fatoni, bersama Penjabat Ketua TP PKK, Tyas A.
Fatoni, melakukan kunjungan kerja penuh makna ke Puskesmas Kosiwo, Distrik
Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, pada Kamis (31/7/2025). Dalam lawatannya ke
daerah terpencil tersebut, Fatoni membawa harapan dan bantuan langsung berupa 44.000
kelambu, 1.000 susu dan nutrisi anak, serta vitamin A dan B untuk balita, ibu
hamil, dan remaja putri. “Semoga ini bermanfaat dan
membuat kita semua makin sehat. Dengan tubuh yang sehat, kita bisa jadi SDM
Papua yang unggul, cerdas, dan berkarakter,” ujar Fatoni dalam sambutannya. Kunjungan ini menjadi simbol
komitmen nyata Pemerintah Provinsi Papua dalam memperluas akses kesehatan
hingga ke pelosok dan membangun fondasi kesehatan yang kokoh demi generasi masa
depan Papua. Fatoni juga menekankan pentingnya
menjaga stabilitas dan keamanan wilayah sebagai syarat utama pembangunan. “Kondisi kondusif harus terus
kita jaga. Kalau aman, pembangunan lancar, ekonomi bergerak, dan Papua semakin
sejahtera,” imbuhnya. Turut hadir dalam kunjungan
tersebut, Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, yang mengapresiasi perhatian
Pemprov Papua terhadap kesehatan masyarakat di wilayahnya. “Kami punya 17 distrik dan setiap
distrik memiliki Puskesmas. Kehadiran bapak gubernur sangat memotivasi dan
menunjukkan bahwa Kosiwo juga penting bagi pembangunan Papua,” ucap Benyamin. Kunjungan ke Puskesmas Kosiwo ini
bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari langkah nyata dan terukur dalam
memperkuat pelayanan kesehatan primer di Papua—khususnya daerah kepulauan dan
terluar—guna memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dari layanan
dasar, terutama anak-anak dan ibu hamil. (Jidan)
02 Agu 2025, 01:40 WIT
Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga, Distrik Mimika Baru Gelar Pemeriksaan Gratis Keliling
Papuanewsonline.com, Timika – Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menunjukkan
kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dengan meluncurkan program
pemeriksaan kesehatan gratis untuk seluruh warga. Program ini menyasar mereka
yang belum memiliki akses layanan kesehatan memadai dan bertujuan untuk mendeteksi
penyakit sejak dini, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. “Kami ingin layanan kesehatan
tidak hanya dinikmati mereka yang tinggal dekat fasilitas medis. Lewat program
ini, kami turun langsung ke lapangan,” ujar Sekretaris Distrik Mimika Baru,
Alan Jaya, saat membuka kegiatan, Kamis (1/8/2025). Program ini akan dilakukan secara
berkala dan berpindah-pindah lokasi, menjangkau kampung-kampung di Distrik
Mimika Baru. Pemeriksaan yang disediakan meliputi:
Tensi darah
Gula darah
Kolesterol
Pemeriksaan umum oleh tenaga medis
Warga cukup membawa kartu
identitas diri dan disarankan berpuasa ringan sebelumnya agar hasil pemeriksaan
lebih akurat, khususnya untuk gula darah. “Kami ingin memutus mata rantai
penyakit sejak dini. Harapannya, ini jadi langkah preventif sebelum warga jatuh
sakit,” jelas Alan. Tenaga medis dari Puskesmas dan
petugas kesehatan wilayah akan dikerahkan dalam pelaksanaan program ini.
Informasi lokasi dan jadwal pemeriksaan akan disampaikan melalui pengumuman
kampung dan media sosial resmi distrik. Alan juga mengajak warga untuk tidak
ragu memeriksakan diri, serta mengajak para tokoh masyarakat untuk ikut
menyebarkan informasi agar jangkauannya lebih luas. “Semakin awal penyakit diketahui,
semakin besar peluang sembuh. Kesehatan adalah aset penting untuk kemajuan
Mimika Baru,” tambahnya. Dengan semangat kolaboratif, ia
berharap program ini menjadi contoh baik yang dapat diadopsi oleh distrik lain
di Mimika. (Jidan)
01 Agu 2025, 22:51 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Bakti Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat Kampung Ansudu
Papuanewsonline.com, Sarmi – Satgas Ops Damai Cartenz menggelar kegiatan Bakti Kesehatan Gratis untuk warga lanjut usia (lansia) di Kampung Ansudu, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi, pada Rabu (30/7/2025).Pelayanan kesehatan gratis ini menjadi bentuk kepedulian Satgas Ops Damai Cartenz terhadap kesehatan warga di wilayah Papua, khususnya kalangan lansia yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas medis.Tokoh masyarakat Kampung Ansudu, Adam Beny Mersua, yang juga menjabat sebagai Kaur Pemerintahan kampung, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran kepolisian atas kegiatan tersebut.“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kepolisian melalui Satgas Ops Damai Cartenz yang telah datang di kampung kami untuk melaksanakan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat di Kampung Ansudu ini,” ujar Adam Mersua.Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, mengingat pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Papua.“Pengobatan seperti ini sangat membantu warga. Kami berharap ke depannya tetap berlanjut,” tambahnya.Bakti kesehatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Satgas Ops Damai Cartenz dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua melalui kegiatan pelayanan masyarakat. PNO-12
01 Agu 2025, 20:07 WIT
Mewabah di Pasar dan Media Sosial, Kosmetik Ilegal Ancam Warga Papua Tengah
Papuanewsonline.com, Timika – Di
balik kemasan menarik dan harga terjangkau, bahaya besar mengintai para
pengguna kosmetik di Papua Tengah. Loka Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Kabupaten Mimika mencatat lonjakan signifikan peredaran kosmetik ilegal selama
Januari hingga Juni 2025. Yang mengkhawatirkan,
produk-produk ini bukan hanya tak berizin, tetapi juga mengandung bahan
berbahaya seperti merkuri yang bisa memicu kerusakan permanen pada kulit hingga
gangguan organ dalam. “Kosmetik menjadi temuan
pelanggaran tertinggi dibandingkan produk pangan, obat, maupun suplemen. Ini
sangat mengkhawatirkan,” tegas Kepala Loka POM Mimika, Rudolf Surya Pandu
Winata Bonay, saat ditemui di kantornya, Rabu (30/7/2025). Sebagian besar produk ini dijual
secara paketan baik di pasar tradisional maupun melalui media sosial, dengan
iming-iming hasil instan memutihkan atau menghilangkan jerawat. Ironisnya,
sebagian besar pembeli tidak sadar akan kandungan zat berbahaya di dalamnya. “Kalau pangan kedaluwarsa
biasanya karena kelalaian. Tapi kosmetik yang sengaja mengandung zat berbahaya
adalah pelanggaran berat dan disengaja,” jelas Rudolf. Dari pantauan Loka POM Mimika,
pengawasan intensif terus dilakukan di lapangan. Di Nabire, beberapa kasus
bahkan sudah diproses hukum. Di Timika sendiri, tahun 2025 ini sudah ada tiga
kasus, dengan satu kasus sudah masuk tahap dua dan diserahkan ke kejaksaan. Meski demikian, Rudolf menegaskan
bahwa upaya penegakan hukum bukanlah tujuan utama. “Kami tetap mengedepankan
pendekatan edukatif dan pembinaan. Harapannya, pelanggaran bisa dicegah sebelum
masuk ke ranah hukum,” tambahnya. Sebagai bentuk antisipasi,
masyarakat diimbau untuk lebih teliti sebelum membeli produk kosmetik, dan selalu
memeriksa izin edar resmi melalui aplikasi BPOM Mobile atau situs resmi BPOM.
Produk yang aman akan memiliki nomor registrasi yang bisa diverifikasi dengan
mudah. “Kami ajak masyarakat lebih
kritis. Jangan tergoda murah dan janji instan. Kesehatan kulit dan tubuh jauh
lebih berharga,” tutup Rudolf. Dengan sinergi antara masyarakat
dan pengawasan ketat dari Loka POM, diharapkan peredaran kosmetik ilegal di
Papua Tengah bisa ditekan, dan masyarakat makin terlindungi dari ancaman produk
berbahaya. (Jidan)
31 Jul 2025, 23:26 WIT
BMKG Deteksi Tsunami di Sarmi, Warga Pesisir Papua Diimbau Waspada
Papuanewsonline.com, Timika –
Warga pesisir Papua diminta meningkatkan kewaspadaan setelah Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gelombang tsunami setinggi 19
sentimeter di Pelabuhan Sarmi, Rabu sore (30/7/2025) pukul 16.30 WIT. Gelombang
tersebut terdeteksi oleh alat pemantau tsunami gauge (TS.SARMI) yang
menandakan adanya gangguan gelombang laut akibat aktivitas seismik. Meskipun ketinggiannya relatif
rendah, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan bahwa
gelombang ini merupakan indikasi awal potensi tsunami yang harus diantisipasi
dengan serius. “Masyarakat pesisir, terutama di
wilayah Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo,
diimbau menjauhi pantai hingga ada pernyataan resmi pencabutan peringatan dini
tsunami,” ujarnya. BMKG juga menekankan bahwa gelombang
pertama bukanlah yang terbesar, sehingga warga diminta tetap berada di zona
aman minimal 1 kilometer dari garis pantai hingga situasi benar-benar
dinyatakan aman. Berdasarkan analisis, BMKG telah
menetapkan status waspada untuk sepuluh wilayah Indonesia bagian timur, dengan
estimasi ketinggian gelombang di bawah 50 sentimeter. Pemantauan gelombang laut
di kawasan Pasifik, termasuk Jepang dan Rusia, juga menunjukkan aktivitas yang
signifikan, mengindikasikan dampak tsunami yang lebih luas di wilayah Samudera
Pasifik. Untuk mencegah jatuhnya korban
dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi akurat, BMKG terus
berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, TNI/Polri, hingga pemerintah desa. Upaya ini
difokuskan agar warga pesisir segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan tidak
termakan hoaks atau informasi simpang siur. (jidan)
30 Jul 2025, 23:51 WIT
Personel Dit Polairud Polda Maluku Gelar Aksi Sosial
Papuanewsonline.com, Ambon - Personel Direktorat Polairud Polda Maluku melaksanakan aksi sosial di sejumlah wilayah di kabupaten Maluku Tengah. Diantaranya klinik apung dan sapu bersih.Klinik apung dilaksanakan oleh crew Kapal Polisi (KP) XVI-2017. Kegiatan yang dilaksanakan di atas KM. Into Jaya ini meliputi pemeriksaan kesehatan oleh dokter umum, tensi, pemberian obat, dan edukasi tentang kesehatan.Pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan secara gratis di atas kapal yang bersandar di Pelabuhan cold storage Pt. Pelaku Negri Tulehu Kecamatan Salahutu ini dihelat pada Rabu (30/7/2025)."Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan bentuk kepedulian Polairud Polda Maluku terhadap kesehatan masyarakat," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.IK.Sehari sebelumnya, aksi sosial juga dilaksanakan crew KP.XVI-2007. Bersama masyarakat pesisir dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gugus Pulau (V) Seram Selatan Kelas A, melakukan kegiatan sapu bersih pesisir pantai di sekitar pelabuhan Amahai.Selain sapu bersih pantai, Polairud juga memberikan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan pesisir dari limbah sampah plastik."Kemarin Selasa (29/7/2025) crew KP XVI-2007 Ditpolairud Polda Maluku melakukan kegiatan sapu bersih pantai di pelabuhan perikanan Seram Selatan Kelas A," ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.IK, Rabu (30/7/2025).Sapu bersih pantai bertujuan untuk menjaga terumbu karang dari bahaya limbah sampah plastik."Sampah plastik yang dikumpulkan seberat 12,5 kg. Sampah ini langsung dibakar bersama dengan sampah yang berasal dari alam," jelasnya.Selain membersihkan pantai, personel Polairud juga menghimbau masyarakat agar dapat peduli dan menjaga lingkungan laut dari bahaya limbah sampah plastik. Sebab, sampah plastik merupakan ancaman bagi terumbu karang."Warga juga dimbau untuk jangan perbiasakan membuang sampah di laut demi menjaga keindahan serta ekosistem laut. Selain membersihkan sampah di pesisir pantai, personel KP 2007 juga melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap Kapal Cepat Cantika Anugrah yang tiba di pelabuhan Amahai," pungkasnya. PNO-12
30 Jul 2025, 16:52 WIT
Tindak Tegas Beras Oplosan, Kapolri: 4 Produsen Naik Penyidikan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kasus beras oplosan menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar dilakukan penanganan menyeluruh dan penindakan tegas. Menindaklanjuti hal itu, Polri bergerak cepat dengan melakukan uji merek beras yang diduga dioplos dan pemeriksaan terhadap para produsen.Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, hasil investigasi Kementerian Pertanian pada 26 Juni 2025 terhadap 212 merek beras di 10 provinsi menunjukkan adanya pelanggaran serius. Dari 232 sampel yang diuji, sebanyak 189 merek dinyatakan tidak sesuai mutu beras."Artinya posisinya berada di bawah standar terkait dengan regulasi yang ditentukan, baik itu beras dalam kemasan premium maupun medium," ungkap Kapolri, Selasa (29/7).Dari hasil pendalaman, ditemukan 71 sampel beras tidak sesuai SNI, 139 sampel tidak sesuai SNI sekaligus dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), serta 3 sampel beras premium tidak sesuai SNI dan berat kemasan tidak sesuai label. Bahkan, terdapat 19 merek beras yang melakukan tiga pelanggaran sekaligus: tidak sesuai SNI, dijual melebihi HET, dan beratnya di bawah standar.Saat ini Polri telah melakukan uji laboratorium terhadap 9 merek beras, di mana 8 merek dinyatakan tidak sesuai standar mutu atau SNI."Sudah ada 16 produsen yang saat ini kita lakukan pemeriksaan, klarifikasi. Dan saat ini kita sudah menaikkan sidik terhadap 4 produsen besar, yakni PT FS, PT WPI, SY, dan SR," jelas Kapolri.Lebih lanjut, Polri sudah memeriksa 39 saksi dan 4 ahli, serta melakukan penggeledahan, penyitaan barang bukti, hingga pemasangan garis polisi di tempat produksi maupun gudang milik produsen.Kapolri menambahkan, sejumlah pengungkapan serupa juga terjadi di beberapa daerah. Polda Riau, misalnya, berhasil mengungkap modus beras reject yang dioplos menjadi beras medium lalu direpacking dan dijual sebagai beras SPHP Bulog. Kasus serupa juga ditangani di Kalimantan Timur, dengan barang bukti sekitar 4 ton beras yang sudah diamankan."Kami berkomitmen menindak tegas praktik beras oplosan ini, karena sangat merugikan masyarakat dan bertentangan dengan instruksi Bapak Presiden agar pangan betul-betul dijaga kualitas dan distribusinya," tegas Kapolri. PNO-12
30 Jul 2025, 15:37 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru