Papuanewsonline.com
120 Jemaah Haji Mimika Bertolak ke Tanah Suci, Dilepas dengan Doa dan Haru Mendalam
182 Ribu Kasus Malaria Di Mimika, BADKO HMI PAPUA Desak Pemerintah Melakukan Intervensi Khusus
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Maritim Perairan Timika, Waspada Gelombang Hingga 1,5 Meter
Polres Mimika Bongkar Pabrik Sopi Ilegal di Kawasan Hutan SP 5, Pelaku Berhasil Kabur
LMA Mimika Ajak Semua Pihak Tahan Diri Jaga Perdamaian dan Lindungi Warga Sipil Papua
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun
Lapas Timika Gelar Ikrar Bersih Dari Hp Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan
Lima Warga Diklaim Tewas di Kali Kabur, TPNPB Soroti Operasi Militer di Tembagapura
BADKO HMI dan Polda Papua Sepakati Sinergi, Fokus Tangani Tambang Ilegal hingga Hoaks Digital
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Tim SAR Gabungan Sisir Kali Mile-30, Cari Pendulang yang Hanyut
Papuanewsonline.com, Mimika –
Suasana haru menyelimuti kawasan Mile-30, Kabupaten Mimika, setelah seorang
pendulang emas tradisional bernama Yusti (20) dilaporkan hilang terseret
derasnya arus Kali Jernih pada Selasa (19/08/2025) siang. Peristiwa tragis ini
terjadi sekitar pukul 14.30 WIT, ketika Yusti bersama rekannya mencoba
menyeberangi kali untuk pulang setelah seharian mendulang emas. Menurut kesaksian keluarga, arus
kali yang biasanya bisa dilewati dengan aman mendadak deras akibat hujan deras
di hulu. Yusti yang mencoba menyeberang tak mampu melawan derasnya air hingga
akhirnya hanyut terbawa arus. Kejadian ini segera dilaporkan
oleh Gabriel, anggota keluarga korban, kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan
(SAR) Timika. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Timika, I
Wayan Suyatna, melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y.
Batlajery, langsung mengerahkan tim SAR gabungan menuju lokasi. Tim yang berangkat tidak hanya
terdiri dari personel SAR, tetapi juga didukung oleh aparat keamanan,
masyarakat setempat, serta keluarga korban. Mereka bahu-membahu menyisir tepian
kali dengan perahu karet, sekaligus melakukan pencarian manual di titik-titik
yang dicurigai sebagai lokasi korban tersangkut. Humas Kantor SAR Timika dalam
keterangan resminya menjelaskan bahwa operasi pencarian kali ini menghadapi
tantangan besar. Selain cuaca yang masih sering turun hujan, aliran air Kali
Jernih dikenal deras dan berbatu, sehingga menyulitkan proses penyelaman. “Sejak sore hingga malam, tim
sudah melakukan penyisiran di radius beberapa kilometer dari lokasi terakhir
korban terlihat. Hingga kini korban belum ditemukan, namun upaya pencarian akan
terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan tim,” terang Humas SAR
Timika. Di tengah pencarian, keluarga
korban terus setia menunggu di tepian kali dengan penuh harap. Beberapa warga
tampak menyalakan obor dan lampu sebagai penerang untuk membantu tim yang masih
bekerja hingga malam hari. “Kami hanya berharap Yusti cepat
ditemukan, apapun keadaannya. Yang penting bisa kembali ke keluarga,” ujar
Gabriel dengan suara bergetar. SAR Timika memastikan operasi
akan dilanjutkan hingga korban ditemukan. Rencananya, pencarian akan diperluas
ke hilir kali dengan tambahan perahu dan penyelam pada esok hari. “Tim SAR bersama potensi yang ada
akan terus melakukan pencarian hingga korban ditemukan. Dukungan masyarakat
sangat membantu kami dalam operasi kali ini,” tutup Charles Y. Batlajery. Tragedi ini menjadi pengingat
betapa kerasnya tantangan yang dihadapi para pendulang emas tradisional di
Mimika, yang setiap hari harus bertaruh nyawa demi mencari penghidupan. Penulis : Corri Editor : GF
20 Agu 2025, 15:13 WIT
Sehatkan Anak Negeri: Yayasan Rabu Biru Gelar Aksi Sosial di Mimika, LMP Jadi Garda Depan
Papuanewsonline.com, Timika –
Dalam suasana semarak peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,
Yayasan Rabu Biru Indonesia menegaskan komitmennya untuk ikut membangun negeri
melalui aksi nyata di bidang kesehatan. Jumat (15/8/2025), yayasan ini
menggelar serangkaian kegiatan sosial dan kesehatan di RS TNI AD Tingkat IV Oro
Doro Enakoa Timika, yang disambut antusias oleh masyarakat. Kegiatan bertajuk “Sehatkan Anak
Negeri” tersebut mencakup hospitality tour, pemeriksaan kesehatan gratis,
hingga pembagian makanan bergizi bagi murid-murid dari empat sekolah di Distrik
Kwamki Narama serta sejumlah ibu hamil. Tidak hanya itu, Lingkar Mahasiswa
Peduli (LMP) hadir sebagai relawan yang berperan aktif mendampingi jalannya
kegiatan, memperlihatkan bahwa generasi muda Mimika siap menjadi motor
penggerak perubahan sosial. Ketua Umum Yayasan Rabu Biru
Indonesia, Henny Daeng Parani, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebuah
perayaan, tetapi langkah konkret untuk mendukung program prioritas pemerintah. “Ini bukan sekadar acara
seremonial, tetapi wujud nyata komitmen Yayasan Rabu Biru untuk mendukung
program Asta Cita Presiden Prabowo. Kami ingin memastikan kesehatan anak-anak
dan ibu hamil diperhatikan secara langsung, karena mereka adalah generasi
penerus bangsa,” tegas Henny. Asisten Bidang Perekonomian dan
Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, S.Sos, yang turut hadir, menilai
kegiatan ini sebagai investasi masa depan bangsa. Menurutnya, penyuluhan
kesehatan, pemberian makanan bergizi, serta pemeriksaan medis gratis adalah
fondasi penting untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing. “Anak-anak yang sehat adalah masa
depan bangsa. Ibu hamil yang kuat akan melahirkan generasi emas. Program
seperti ini harus terus dilakukan, karena manfaatnya langsung dirasakan oleh
masyarakat,” ujarnya. Kehadiran Lingkar Mahasiswa
Peduli (LMP) menambah semarak kegiatan ini. Dipimpin oleh Fadil Kabib selaku
Humas LMP, para mahasiswa terjun langsung membantu masyarakat, mulai dari
mendampingi anak-anak saat pemeriksaan, mengatur alur kegiatan, hingga
membagikan makanan bergizi. “Keterlibatan mahasiswa bukan
hanya meringankan beban panitia, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong
royong. Kami bangga bisa ikut serta, karena kesehatan masyarakat adalah
tanggung jawab kita bersama,” kata Fadil. Kehadiran LMP menjadi simbol
nyata bahwa generasi muda Mimika tidak hanya kritis, tetapi juga aktif turun
tangan menjadi bagian dari solusi. Inisiatif Yayasan Rabu Biru
Indonesia mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, mulai dari Sekretaris
Dinas Kesehatan Mimika, Kepala RS TNI AD Tingkat IV Oro Doro Enakoa, hingga
anggota DPRK Mimika. Mereka mengapresiasi kerja sama antara yayasan, mahasiswa,
dan pemerintah daerah dalam mewujudkan Indonesia Emas yang sehat dan kuat. Kegiatan ini tidak hanya berhenti
pada momentum HUT RI, tetapi direncanakan menjadi agenda berkelanjutan di
Mimika maupun daerah lain. Yayasan Rabu Biru menargetkan kegiatan sosial serupa
terus digalakkan, dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. “Kami ingin menjadikan kegiatan
ini agenda rutin. Dengan kolaborasi lintas sektor, setiap langkah kecil dapat
memberi dampak besar. Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud jika
masyarakatnya sehat dan kuat,” pungkas Henny. Penulis : Jidan Editor : GF
16 Agu 2025, 13:43 WIT
Pemprov Papua Apresiasi Daerah dengan Kinerja Terbaik dalam Penurunan Stunting
Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah
Provinsi Papua memberikan apresiasi khusus kepada tiga daerah yang berhasil
menunjukkan kinerja terbaik dalam upaya percepatan penurunan stunting tingkat
provinsi tahun 2025. Kota Jayapura berhasil meraih peringkat pertama, diikuti Kabupaten
Jayapura di posisi kedua, dan Kabupaten Mamberamo Raya di urutan ketiga. Penghargaan yang diberikan pada
Jumat (15/8/2025) ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam
menjawab tantangan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menurunkan prevalensi
stunting yang selama ini menjadi persoalan nasional. Asisten II Setda Papua, Setiyo
Wahyudi, menyampaikan bahwa keberhasilan ini bukan hanya milik tiga daerah
pemenang, melainkan juga hasil kerja bersama seluruh kabupaten/kota yang
berupaya keras mengatasi stunting. Enam kabupaten lain yang juga dinilai
memiliki capaian baik turut mendapatkan apresiasi sebagai bentuk motivasi untuk
terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja. “Prestasi ini harus menjadi
pemacu semangat. Penurunan stunting adalah agenda prioritas pembangunan daerah
yang memerlukan komitmen lintas sektor. Kita tidak boleh berpuas diri, justru
harus bekerja lebih keras agar target nasional dapat tercapai,” ujar Setiyo. Setiyo menekankan bahwa program
penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Keberhasilan
memerlukan peran aktif berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pertanian,
hingga pemberdayaan masyarakat. Berbagai strategi telah
dijalankan, antara lain intervensi gizi spesifik untuk ibu hamil dan balita,
peningkatan akses layanan kesehatan berkualitas, pemberdayaan kader posyandu,
serta edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang dan perilaku
hidup bersih. “Kerja ini harus
berkesinambungan. Kita perlu mengubah kebiasaan yang kurang mendukung pola
hidup sehat. Edukasi harus dimulai dari rumah tangga hingga komunitas, agar
semua merasa menjadi bagian dari solusi,” tambahnya. Pemprov Papua mengakui tantangan
terbesar ada pada perubahan perilaku masyarakat. Faktor budaya, pola asuh, dan
kebiasaan makan menjadi pekerjaan rumah yang memerlukan pendekatan persuasif
dan berkelanjutan. Kampanye gizi seimbang, pemberian
ASI eksklusif, serta promosi sanitasi dan air bersih akan terus digencarkan.
Program ini tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau
daerah-daerah terpencil yang memiliki tingkat prevalensi stunting tinggi. Dengan penghargaan ini,
diharapkan daerah yang telah berprestasi dapat menjadi role model bagi wilayah
lain di Papua. Pemprov berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan, baik dalam
bentuk pendampingan teknis, pelatihan tenaga kesehatan, maupun penyediaan
anggaran yang memadai. Langkah-langkah ini diharapkan
mampu mewujudkan generasi Papua yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,
sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.
Penulis : Jidan Editor : GF
16 Agu 2025, 00:55 WIT
Polres Buru Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan Negeri
Papuanewsonline.com, Buru - Penyidik Satreskrim Polres Buru melimpahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) kasus pencabulan anak di bawah umur ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Buru, Kamis (14/8/2025).Tahap 2 kasus asusila dengan tersangka berinisial WB alias Bapa AP ini berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Buru. Ini dilakukan setelah berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap (P21) oleh JPU.Kasat Reskrim Polres Buru, mengaku perkara ini dinyatakan P-21 oleh Kejaksaan Negeri Buru sebagaimana tertuang dalam surat Nomor B-628/Q.1.14/Eku.1/08/2025 tertanggal 11 Agustus 2025.Proses hukum yang dilaksanakan mengacu pada Pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 jo. Pasal 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.Sebelumnya, penyidik Polres Buru menerima laporan polisi Nomor LP-B/41/V/2025/SPKT/POLRES BURU/POLDA MALUKU pada 3 Mei 2025. Setelah melalui tahapan penyelidikan dan penyidikan, tersangka kemudian ditahan pada 20 Juni 2025. Pada 14 Agustus 2025 tersangka resmi diserahkan kepada JPU untuk proses hukum lebih lanjut.“Pelimpahan ini menandakan penyidikan telah selesai dan sepenuhnya menjadi kewenangan pihak kejaksaan untuk tahap penuntutan,” bebernya.Tersangka diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur pada Jumat, 2 Mei 2025, sekitar pukul 10.00 WIT. Lokasi kejadian berada di kios milik tersangka yang berada Namlea, Kabupaten Buru. PNO-12
14 Agu 2025, 19:27 WIT
Satgas Ops Antik Salawaku Sosialisasi Bahaya Narkoba ke SMK Negeri 2 Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Satgas Operasi Anti Narkotika Salawaku Polda Maluku kembali menyambangi sekolah untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya peredaran gelap narkoba di kalangan generasi muda.Hari ini, Senin, 11 Agustus 2025, Satgas Preemtif dan Preventif Ops Antik Salawaku Polda Maluku mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Ambon, Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.Kepala SMK Negeri 2 Ambon Salem Nurdin, S.Pd., M.Pd dalam sambutannya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Satgas Ops Antik Salawaku Polda Maluku yang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi maupun pembinaan dan penyuluhan tegas berantas narkoba selamatkan generasi bangsa."Saya sangat mendukung dengan adanya kegiatan pembinaan dan penyuluhan Narkoba oleh Polda Maluku," katanya.Menurutnya, kegiatan ini penting dilakukan karena bertujuan untuk menjaga lingkungan sekolah dari bahaya narkoba, dan juga memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba bagi generasi milenial.“Alhamdulillah para siswa dalam mengikuti sosialisasi bahaya Narkoba sangat antusias, sehingga upaya yang kita lakukan ini diharapkan bisa membangun kemampuan dan ketahanan diri mereka dari pengaruh narkoba," harapnya.Ia mengungkapkan, generasi muda khususnya para pelajar SMK Negeri 2 Ambon, sebagai generasi penerus cita-cita bangsa, harus sejak dini dibekali pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, karena masa depan bangsa Indonesia ada di tangan generasi muda.Narkoba, lanjut dia, memiliki dampak yang negatif, salah satunya dapat menurunkan kesadaran, yang berujung pada hilang ingatan dan dapat menimbulkan ketergantungan. "Oleh karena itu mari kita sama-sama selamatkan generasi muda agar tidak terjerat oleh barang-barang haram seperti narkoba," ujarnya.Ia juga mengimbau kepada para siswa-siswi dan pihak sekolah untuk turut mendukung program Polri dalam rangka memberantas peredaran narkoba di kalangan pelajar."Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama siswa-siswi SMK Negeri 2 Ambon. Oleh karena itu kami berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan agar generasi muda bisa mengetahui bahaya narkoba bagi kehidupan dan masa depannya," harapnya.Sementara itu, Ipda Julius Lesiputty, Kasatgas Preemtif, juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah mendukung kegiatan sosialisasi tentang bahaya narkoba."Kami berharap para siswa dapat mengetahui apa itu narkoba dan bahayanya jika dikonsumsi," katanya.Narkoba atau narkotika, psikotropika dan bahan adiktif berbahaya lainnya, kata Ipda Julius adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba juga dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Para siswa-siswi SMK Negeri 2 Ambon diingatkan untuk menjauhi narkoba. Sasaran peredaran narkoba tidak hanya kepada orang dewasa namun juga kepada anak-anak. "Peredaran narkoba saat ini masih merebak sehingga juga diperlukan perhatian khusus dari BNN setempat. Ingat apapun jenis narkoba tidak bagus bagi kesehatan dan ada sanksi pidana," tegasnya.Para pelajar juga diminta untuk tidak terpancing atau terpengaruh dengan bujuk rayu orang tidak dikenal yang menawarkan sesuatu baik itu mencoba atau mengantarkannya dengan iming-iming mendapatkan uang. “Waspada dan tidak terbujuk rayu penyalahgunaan dan peredaran narkoba," ingatnya.Dalam kunjungan tersebut hadir AKP. Usman Beli, Ka Anev Opsda sebagai pemateri. Ia menjelaskan tentang dampak penyalagunaan narkoba dan minuman keras (Miras) yang menjadi persoalan nasional. AKP Usman juga menjelaskan terkait narkotika yang merupakan zat sintetis atau semi sintentis yang dihasilkan dari tanaman atau lainnya. Ia juga menyampaikan terkait dampak buruk penggunaan narkoba, gejala umum penggunaan narkoba baik fisik, emosi dan perilaku. Termasuk ketentuan hukum bagi para pelaku sebagaimana diatur dalam UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Rehabilitasi dan ketentuan pidana lainnya. PNO-12
12 Agu 2025, 20:49 WIT
Sinergi TNI AU dan Warga kampung Nawaripi Bersihkan Tumpukan Sampah
Papuanewsonline.com, Timika –
Babinsa Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) Lanud Yohanis Kapiyau, Serka
Kasimirus Anitu, bersama warga Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten
Mimika, melaksanakan gotong royong membersihkan tumpukan sampah yang menutupi badan
jalan Maleo. Kegiatan ini merupakan
wujud nyata sinergi TNI AU dengan masyarakat dalam menjaga kebersihan
lingkungan. Sampah yang berserakan
tersebut sebelumnya dibuang sembarangan oleh warga, sehingga mengganggu akses
jalan dan mencemari lingkungan, yang dilaksanakan, pada Kamis (7/8/25) Kepala Kampung Nawaripi, Norman
Ditubun, menyampaikan permohonan maaf atas kondisi lingkungan yang kurang
bersih. "Kami sudah tiga kali
melakukan pembersihan bersama Distrik Wania dan memasang plang larangan
membuang sampah, tetapi tetap diabaikan," ujar Norman. Ia berharap kegiatan gotong
royong ini menjadi yang terakhir dan kesadaran warga akan kebersihan lingkungan
meningkat. "Kami berharap ini menjadi
yang terakhir kalinya, dan warga lebih disiplin membuang sampah pada
tempatnya," tambahnya. Sementara itu, Serka Kasimirus
Anitu menghimbau warga untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah
telah menyediakan tempat pembuangan sampah resmi yang dapat digunakan
warga. "Kerjasama dan kesadaran
diri seluruh lapisan masyarakat sangat penting untuk menjaga kebersihan
lingkungan," tegas Serka Kasimirus.
Kebersihan lingkungan merupakan
tanggung jawab bersama, dan perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Gotong royong ini melibatkan
aparatur kampung, Babinpotdirga Lanud Yohanis Kapiyau, dan warga setempat. Kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI AU
dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan
sehat. ( Jidan )
09 Agu 2025, 00:44 WIT
Bulog Timika Punya Stok Beras 2.460 Ton, Aman hingga Lima Bulan
Papuanewsonline.com, Timika –
Perum Bulog Cabang Timika memastikan ketersediaan beras di gudang mereka aman
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima (5) bulan ke depan. Kepala Kantor Cabang Bulog Timika, Dedy Wahyudi,
menyatakan stok beras medium mencapai 2.460 ton dan beras premium 25 ton. "Untuk stok beras medium
penyaluran golongan anggaran, ASN, TNI/Polri, ketahanan stoknya kurang lebih
empat sampai lima bulan," ungkap Dedy di Timika, Jumat, (8/8/2025). Bulog Timika setiap bulannya
menyalurkan 200-300 ton beras untuk memenuhi kebutuhan TNI/Polri, ASN golongan
anggaran, dan penugasan pemerintah. "Untuk teknis penyalurannya,
kami hanya melayani sampai di pintu gudang.
Selanjutnya, Perusahaan Daerah Irian Bakti yang ditunjuk DJPb yang akan
mendistribusikannya," jelas Dedy. Beras yang disalurkan berasal
dari dalam negeri, didatangkan dari Merauke, Papua Selatan, Makassar, Sulawesi
Selatan, dan Jawa Timur. Selain melayani Kabupaten Mimika,
Bulog Timika juga mendistribusikan beras ke Kabupaten Puncak dan Yahukimo di
Provinsi Papua Pegunungan, serta Wamena untuk memenuhi kebutuhan Provinsi Papua
Pegunungan. Meskipun demikian, Dedy mengakui
keterbatasan kapasitas gudang Bulog Timika yang hanya berkapasitas 2.000
ton. Untuk mengatasi hal ini, Bulog
Timika menyewa gudang tambahan di Bandara Mozes Kilangin Timika dengan kapasitas
yang sama.
"Kami memang sangat
membutuhkan penambahan gudang. Kami sudah mengusulkan ke kantor pusat, namun
sampai sekarang belum ada persetujuan," pungkasnya. ( Jidan )
09 Agu 2025, 00:38 WIT
Cegah Kanker Serviks, Dinkes Mimika Vaksinasi Ratusan Siswa SD
Papuanewsonline.com, Timika –
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika melaksanakan Bulan Imunisasi Anak
Sekolah (BIAS) dengan memberikan vaksin Tetanus Difteri (TD) dan Human
Papillomavirus (HPV) kepada sekitar 600 siswa sekolah dasar (SD). Sasaran imunisasi meliputi siswa kelas 2, 5,
dan 6 di 22 SD di wilayah Kabupaten Mimika.
Vaksin HPV diberikan untuk mencegah kanker serviks, sementara vaksin TD
untuk mencegah penyakit tetanus dan difteri.Salah satu perawat pada puskesmas Wania Elis Mety, yang
memimpin kegiatan imunisasi di SD Nabawi, menjelaskan bahwa pelaksanaan program BIAS ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan bagi anak-anak di Kabupaten Mimika. "Hari ini kami melaksanakan
BIAS di SD Nabawi. Siswa kelas 2 menerima imunisasi TD, sedangkan kelas 5
mendapat vaksin TD dan HPV. Untuk kelas
6, kami prioritaskan yang belum menerima vaksin HPV," jelas Elis. Ia menambahkan bahwa pemberian
vaksin HPV saat ini hanya satu dosis, berbeda dengan tahun lalu yang dua dosis. Elis Mety juga menyampaikan bahwa
seluruh imunisasi dilakukan dengan aman dan telah mendapat persetujuan dari
orang tua murid. "Program ini rutin
dilaksanakan setiap tahun, dan masyarakat sudah mengetahui serta mempercayai
keamanannya," ujarnya. Dia menambahkan bahwa program BIAS
akan berlanjut hingga November 2025, dengan target pemberian 600 dosis vaksin
HPV dan 100 dosis vaksin campak serta TD.
"Untuk vaksin campak masih
dalam tahap persiapan," kata Elis. Diketahui Melalui program BIAS ini, Dinkes
Mimika menunjukkan komitmennya dalam melindungi generasi muda dari penyakit
menular.
Pemberian vaksin HPV secara
khusus bertujuan untuk mencegah kanker serviks pada perempuan di masa
mendatang. ( Jidan )
08 Agu 2025, 18:16 WIT
Dinkes Mimika Latih Tenaga Kesehatan: Cegah Penularan Hepatitis, HIV, dan Sifilis
Papuanewsonline.com, Timika –
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar pelatihan triple eliminasi
bagi tenaga kesehatan selama dua hari. Pelatihan yang difokuskan pada
pencegahan penularan hepatitis, HIV, dan sifilis dari ibu ke anak ini diikuti
oleh 26 puskesmas, lima rumah sakit, dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya.(
7/8/25) Para peserta mendapatkan materi
dari narasumber kompeten, termasuk perwakilan Kementerian Kesehatan dan pakar
penyakit menular. Kepala Seksi Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mimika, Linus Dumatubun S.KM, berharap
pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam
melaksanakan program triple eliminasi. "Kami berharap pelatihan ini
meningkatkan pemahaman dan kemampuan tenaga kesehatan dalam menerapkan program
triple eliminasi," ujar Linus. Ia menambahkan bahwa peningkatan
kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak merupakan tujuan utama kegiatan ini. Linus Dumatubun juga menekankan
pentingnya membangun jejaring kerja yang kuat antar tenaga kesehatan. "Dengan jejaring yang solid,
cakupan program triple eliminasi dapat meningkat dan angka penularan penyakit
menular dari ibu ke anak dapat ditekan," jelasnya. Ia optimistis pelatihan ini akan
berdampak positif terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten
Mimika. Pelatihan ini merupakan langkah
strategis Dinkes Mimika dalam upaya menurunkan angka penularan penyakit menular
dari ibu ke anak. Dengan peningkatan kapasitas
tenaga kesehatan, diharapkan program triple eliminasi dapat berjalan efektif
dan mencapai target yang telah ditetapkan. ( Abim )
08 Agu 2025, 12:30 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru