Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Karantina Papua Tengah Pastikan Keamanan 5 Ton Es Krim Asal Bekasi
Papuanewsonline.com, Nabire
– Melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Nabire, Karantina Papua Tengah melakukan pemeriksaan terhadap 5 (lima) ton es
krim yang baru saja tiba dari Bekasi, Kamis (10/07/2025). Pemeriksaan ini
merupakan bagian dari pengawasan lalu lintas pangan, khususnya produk-produk
yang memerlukan penanganan suhu dingin seperti es krim. Petugas karantina melakukan
pengecekan dokumen, kondisi fisik produk, dan memastikan bahwa es krim tersebut
telah memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan. Proses pemeriksaan meliputi
verifikasi dokumen pengiriman, pengecekan kondisi fisik es krim untuk
memastikan kualitas dan keamanan produk, serta memastikan kepatuhan terhadap
standar keamanan pangan yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk menjamin
produk yang beredar di masyarakat aman dan layak dikonsumsi. Petugas karantina juga memastikan kualitas
produk tetap terjaga selama proses distribusi. "Pemeriksaan ini penting
untuk memastikan bahwa produk yang beredar di masyarakat benar-benar aman dan
layak konsumsi. Selain itu, kami juga
pastikan kualitas produk tetap terjaga selama proses distribusi," ujar
Robinson selaku petugas karantina. Pengawasan ketat ini dilakukan
untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh
produk pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Dengan adanya pengawasan yang ketat ini,
diharapkan masyarakat Nabire dan sekitarnya dapat memperoleh produk pangan yang
tidak hanya lezat, tetapi juga aman bagi kesehatan. ( Jidan )
10 Jul 2025, 23:26 WIT
ABK Tanusang Jaya Terjatuh Dilaut, Kapolsek Ingatkan Warga Waspadai Cuaca Buruk
Papuanewsonline.com, Manipa - Cuaca ekstrim kini melanda sebagian besar wilayah Provinsi Maluku, terlebih lagi perairan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Hujan disertai angin kencang dan ombak menimbulkan insiden nyaris memakan korban jiwa terjadi di perairan Tanjung Wane, tepatnya di depan Desa Luhutuban, Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Rabu (9/7).Seorang juru mudi speedboat Tanusang Jaya bernama La Husen (40 tahun), warga Desa Tomalehu Barat, dilaporkan terjatuh ke laut saat speedboat sedang melaju di tengah gelombang tinggi.Kapolsek Manipa, IPDA Edwin Richardo Mangare mengatakan, saat kejadian korban sedang memegang kemudi mesin speedboat. Namun, lautan yang bergelombang menyebabkan speedboat menghantam ombak cukup keras hingga membuat tangan korban terlepas dari kemudi. Akibatnya, korban hilang keseimbangan dan jatuh ke laut pada jarak sekitar dua mil dari pesisir pantai."Beruntung, rekan-rekannya yang berjarak tak lebih dari tiga meter segera memutar balik speedboat dan berhasil mengangkat korban kembali ke atas speadboat. Kondisi korban dilaporkan selamat tanpa luka, hanya mengalami rasa kaget akibat insiden tersebut,"jelas Kapolsek.Mangare mengapresiasi, kewaspadaan para ABK lain yang sigap menolong korban. "Korban langsung diselamatkan, oleh rekan-rekan mereka,"ujar Kapolsek.Kapolsek menghimbau, kepada warga Masyarakat Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Terutama bagi Nelayan, dan pengguna transportasi laut, serta para pemilik speadboat."Selalu mewaspadai potensi cuaca ekstrim dan gelombang tinggi yang terjadi di perairan Kepulauan Menipa. Selalu memantau perubahan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG demi keselamatan saat berlayar menyiapkan alat keselamatan saat berlayar. Kurangi aktivitas di luar rumah maupun aktivitas melaut saat cuaca buruk. Patuhilah setiap himbauan yang ada demi keselamatan kita bersama. Lebih baik kita mencegah daripada kita yang jadi korban,"pesan Kapolsek. PNO-12
10 Jul 2025, 14:03 WIT
Hadapi Perubahan Iklim, DLH kabupaten Mimika Sosialisasikan Program Kampung Iklim
Papuanewsonline.com, Timika
– Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Sosialisasi
Program Kampung Iklim (ProKlim) pada Rabu, 9 Juli 2025, di Aula Hotel
Kanguru. Sosialisasi yang dibuka Wakil
Bupati Mimika, Emanuel Kemong ini menekankan pentingnya peran aktif masyarakat
dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
ProKlim, program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bertujuan
meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dan
mengurangi emisi gas rumah kaca. Dalam sambutannya Wakil Bupati
menyampaikan keprihatinan atas dampak perubahan iklim yang nyata di Mimika,
seperti peningkatan suhu, perubahan pola hujan, dan munculnya penyakit
tropis. Beliau menjelaskan ProKlim
mendorong kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, sektor
swasta, dan lembaga sosial. "Program ini mendorong
keterlibatan aktif semua pihak. Inilah bentuk nyata gotong royong menjaga
lingkungan,” tegasnya. Sosialisasi ProKlim difokuskan
pada adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Adaptasi meliputi pengelolaan air, ketahanan pangan, dan pencegahan
penyakit iklim, sementara mitigasi mencakup pengelolaan sampah, penggunaan
energi terbarukan, dan penghijauan. DLH Mimika berharap sosialisasi ini
meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya mitigasi dan
adaptasi perubahan iklim. Kemong mengapresiasi keberhasilan desa-desa di
Indonesia yang telah menjalankan ProKlim dan mendorong perluasan program ini ke
wilayah rentan dampak perubahan iklim. "Komitmen kami jelas,
pemerintah daerah akan terus membina dan memperkuat kapasitas masyarakat
sebagai garda terdepan pelindung lingkungan,” ujar Emanuel Kemong lebih lanjut.
Kemong berharap ProKlim bukan
sekadar program seremonial, melainkan gerakan berkelanjutan untuk keberlangsungan
hidup generasi mendatang. ( Jidan )
10 Jul 2025, 12:29 WIT
Dinas Kesehatan Mimika Pertahankan Sistem Surveilans untuk Deteksi Covid-19 Secara Dini
Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, tetap berkomitmen memantau perkembangan Covid-19 melalui sistem surveilans terintegrasi. Hal ini disampaikan Kepala Dinkes Mimika, Reynold Rizal Ubra, di Timika, Selasa (8/7/2025).Hal untuk merespon imbauan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait potensi peningkatan kasus Covid-19 secara internasional maupun nasional." Petugas kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Mimika secara rutin melakukan pemantauan harian. Sistem surveilans ini dinilai penting untuk mendeteksi dini dan mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19," ucap Reynold. Reynold mengaku, Meskipun masyarakat telah beradaptasi dengan pandemi dan hidup berdampingan dengan virus, namun Dinkes Mimika menekankan pentingnya kewaspadaan. " Capaian vaksinasi yang tinggi di Mimika, dengan 80% untuk dosis pertama dan 70% untuk dosis kedua, menjadi indikator positif dalam membangun kekebalan bagi masyarakat," Ujarnya.Lanjut Reynold bahwa Kewaspadaan tetap menjadi perioritas dilakukan melalui sistem surveilans, dengan pemantauan harian oleh petugas kesehatan pada setiap fasilitas kesehatan. Kata Dia, Berdasarkan laporan surveilans terkini, situasi Covid-19 di Mimika masih terkendali."Masyarakat hanya perlu memastikan hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan agar upaya pencegahan yang telah dilakukan bersama dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan." Tambahnya.Ditambahkan Reynold, Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah, pemangku kepentingan terkait, dan partisipasi aktif masyarakat. "Dengan langkah-langkah pencegahan berkelanjutan dan pemantauan ketat melalui sistem surveilans, Dinkes Mimika optimis dapat menjaga kesehatan masyarakat dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mimika," tutupnya .(Jidan)
09 Jul 2025, 11:41 WIT
Temukan 1 Mayat, Personel Polsek Leksula Lakukan Olah TKP
Papuanewsonline.com, Ambon - Personel Polsek Leksula, Polres Buru Selatan, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi mayat yang ditemukan warga Desa Leksula, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan, Minggu (6/7/2025).Mayat yang diketahui bernama Markus Saleky ini ditemukan meninggal dunia di samping rumahnya pada Minggu sekitar pukul 08.00 WIT. Pria 47 Tahun itu ditemukan meninggal dunia dengan posisi tengkurap di atas genangan air. Saat ditemukan korban dalam keadaan berpakaian lengkap.Kapolres Buru Selatan AKBP Andi P. Lorena, S.I.K., M.H, mengungkapkan, penemuan mayat berawal saat Cornely Wamese, salah satu keluarga korban hendak keluar rumah mencuci piring.Saat berada di samping rumah, saksi melihat korban dalam keadaan tengkurap di atas genangan air dengan kedalaman kurang lebih 20 cm. Melihat korban tidak bergerak, saksi berlari memberitahukan Calvin Seleky, keluarga korban untuk melihatnya. Mereka mendatangi TKP untuk memastikan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Leksula.Menerima laporan penemuan mayat, Polsek Leksula yang dipimpin Kapolsek Leksula Iptu Bastian Tuhuteru, S.Pd kemudian bersama personil mendatangi TKP."Saat tiba di TKP personil Polsek Leksula langsung mengamankan lokasi penemuan mayat dan melakukan olah TKP serta mengumpulkan barang bukti. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Leksula untuk dilakukan Visum," kata Kapolres.Korban sebelum dievakuasi terlihat dalam posisi tengkurap dalam genangan air sekitar 20 cm. Korban menggunakan celana pendek warna coklat motif bergaris, dan baju kaus warna kuning.Hasil visum luar oleh pihak Puskesmas Leksula Dr. Helmi Lesnussa, kondisi mayat tidak terdapat tanda-tanda kekerasan. Penyebab korban meninggal dunia karena penyakit bawaan yaitu epilepsi.Berdasarkan keterangan Cornely Wamese, sebelumnya pada Sabtu (5/7/2025) sekitar pukul 17.00 WIT, korban sempat memintanya mengoreng pisang. Korban kemudian keluar rumah sekitar pukul 22.00 WIT. Saksi sempat mencari korban di dalam rumah namun tidak ditemukan. Ia kemudian menyuruh anaknya Valdio Seleky untuk mencari korban di luar rumah namun tidak ditemukan.Terkait kejadian ini pihak keluarga tidak mempermasalahkan penyebab kematian mengingat selama hidup korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. PNO-12
08 Jul 2025, 09:31 WIT
Obat Malaria di Kabupaten Mimika Terpenuhi, Tapi Pencegahan Harus Tetap Dilakukan
Papuanewsonline.com, Timika –, Ketersediaan obat malaria di Kabupaten Mimika kembali terjamin setelah pasokan obat DHP Frimal ("obat biru") tiba.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengaku Sebanyak 35.000 tablet obat telah diterima dari Kementerian Kesehatan melalui Pemerintah Provinsi Papua Tengah pada akhir Juni 2025." Kehadiran obat ini diharapkan dapat mengatasi masalah kekurangan obat malaria yang terjadi sebelumnya," ucap Reynold Ubra di Kantor Puspem SP3, Senin (7/7/2025).Reynold mengatakan selama masa kekurangan obat biru, fasilitas kesehatan di Mimika menggunakan obat alternatif, D-Artepp (obat putih). Meskipun kedua obat memiliki khasiat yang sama dalam pengobatan malaria namun dosisnya berbeda. " Perlu dicatat bahwa kebutuhan obat malaria di Mimika sangat tinggi, sekitar 2 juta tablet obat biru per tahun. Pasokan dari Kementerian Kesehatan selama ini hanya berkisar antara 1,2 juta, hingga 1,5 juta tablet per tahun. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan kekurangan obat di masa mendatang," ungkap Reynold. Reynold menjelaskan Tingginya angka kasus malaria di Mimika disebabkan oleh dua faktor utama, yakni ketidakpatuhan pasien dalam menyelesaikan pengobatan dan kurangnya upaya menjaga kebersihan lingkungan, yang menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk. " Pendekatan dua arah sangat penting dilakukan untuk memastikan pasien mengonsumsi obat sesuai dosis dan menyelesaikan pengobatan secara tuntas, serta meningkatkan upaya pengendalian tempat perkembangbiakan nyamuk melalui kebersihan lingkungan," Tegasnya. Reynold menegaskan bahwa Meskipun pasokan obat biru telah kembali normal, namun kewaspadaan tetap diperlukan. " Masyarakat harus proaktif menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit malaria. Pencegahan tetap menjadi prioritas utama dalam menekan angka kasus malaria di Mimika," Pungkasnya. ( Jidan )
08 Jul 2025, 08:05 WIT
Operasi Damai Cartenz Sambangi Kampung Walesi: Patroli Terpadu dan Bangun Kepercayaan Warga
Papuanewsonline.com, Jayawijaya - Personel Operasi Damai Cartenz melaksanakan patroli terpadu dan kegiatan humanis di Kampung Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan ini dilaksanakan dan dipimpin oleh Iptu Muhammad Krisna Dirgantara.Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas Ops Damai Cartenz melakukan observasi keamanan menyeluruh, sekaligus membangun komunikasi yang hangat dengan warga dan anak-anak sekitar. Pendekatan humanis ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan rasa aman, mempererat kedekatan, dan membangun kepercayaan di tengah masyarakat.Tak hanya itu, Satgas Ops Damai Cartenz turut memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga. Pelayanan medis ini disambut antusias dan menjadi bentuk nyata kehadiran negara melalui Operasi Damai Cartenz yang tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah pegunungan.Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. didampingi Wakaops Damai Cartenz Kombes. Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyebut bahwa kegiatan di Kampung Muslim Walesi merupakan bukti kehadiran aparat yang menyatu dengan masyarakat.“Kami tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat. Melalui pendekatan persuasif dan kegiatan kemanusiaan, kami ingin masyarakat merasa aman, diperhatikan, dan didukung dalam berbagai aspek kehidupan,” ujar Brigjen Pol. Faizal.Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas jangka panjang.“Kami membangun kedekatan bukan hanya lewat patroli, tetapi juga dengan pelayanan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ketulusan dalam melayani akan menciptakan rasa saling percaya yang menjadi fondasi utama keamanan,” jelas Kombes Pol. Yusuf Sutejo.Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan yang humanis, Operasi Damai Cartenz terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat Papua Pegunungan menjadi pelindung sekaligus sahabat dalam menciptakan kedamaian dan kesejahteraan bersama. PNO-12
05 Jul 2025, 14:39 WIT
Grand Final Duta Anti Narkoba Mimika Sebagai Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional
Papuanewsonline. com, Timika
– Kabupaten Mimika merayakan puncak peringatan Hari Anti Narkotika
Internasional (HANI) sekaligus menggelar Grand Final Pemilihan Duta Anti
Narkoba Mimika Season 2, pada kamis 26 Juni 2025 di Gedung Eme Neme Yauware. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa SMA
kabupaten mimika, guru, serta organisasi kepemudaan, sebagaimana sudah menjadi salah satu
tugas pemerintah daerah kabupaten mimika, untuk mengantisipasi peredaraan narkoba dan memberikan edukasi tentang bahayanya narkoba bagi kesehatan. Kegiatan ini, diikuti oleh siswa SMA, organisasi
kepemudaan, guru, serta komunitas pemuda.
Kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi multisektoral dalam upaya
pencegahan dan pemberantasan narkoba. Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten
Mimika, Evert Lukas Hindom, mewakili Bupati Mimika, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Lukas menekankan pentingnya pemilihan Duta Anti Narkoba sebagai program
pemerintah daerah dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi
muda. “Pemilihan Duta Anti Narkoba ini
diharapkan dapat menjadi contoh bagi generasi muda untuk hidup sehat dan jauh
dari narkoba. Mereka akan menjadi agen
perubahan yang menginspirasi dan memotivasi teman-teman sebaya untuk menolak
narkoba dilingkungan sekitar," Ujarnya. Kata Dia bahwa Para finalis yang berkompetisi untuk menjadi duta anti Narkoba, diharapkan mampu
menjadi teladan dan motivator bagi generasi muda dalam kampanye anti
narkoba. " Komitmen Pemerintah Kabupaten
Mimika dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba diwujudkan
melalui program ini. Diharapkan, Duta
Anti Narkoba terpilih dapat menciptakan gerakan anti narkoba yang lebih luas
dan efektif di Kabupaten Mimika," Terangnya. Lanjut kata Lukasa bahwa Dengan adanya Duta Anti Narkoba, " diharapkan akan tercipta gerakan anti narkoba yang lebih masif dan efektif di
kalangan generasi muda," Ungkapnya. Sebut Lukas, Program ini merupakan bukti nyata
komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menciptakan lingkungan yang sehat
dan bebas dari penyalahgunaan narkoba bagi generasi penerus bangsa.
" Semoga para Duta Anti Narkoba
dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Mimika untuk hidup sehat dan
bebas narkoba," Pungkasnya. Terpisah diketahui, yang menjadi juara dalam ajang ini adalah Vera Kogoya. Vera Kogoya terpilih menjadi juara 1 duta anti narkoba dalam ajang pemilihan Duta Anti Narkoba season II tahun 2025, setelah berhasil mengumpulkan poent tertinggi. kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Mimika dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Mimika.( Jidan )
27 Jun 2025, 13:36 WIT
Dinas Kesehatan Melalui Puskesmas wania lakukan vaksinasi DBD Bagi Seluruh Pegawai Karantina
Papuanewsonline. com, Timika
– Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menekan angka kasus
Demam Berdarah Dengue (DBD), pegawai
Karantina Papua Tengah mengikuti kegiatan vaksinasi/imunisasi DBD yang
diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melalui Puskesmas Wania. Vaksinasi ini menyasar kelompok
usia 6 hingga 44 tahun, mengingat virus dengue kerap meningkatkan penyebarannya
di musim pancaroba dan musim hujan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pencegahan DBD melalui
pemberian vaksin kepada masyarakat. Ferdi selaku Kepala Balai Karantina Papua Tengah mengatakan bahwa Vaksinasi DBD ini bertujuan untuk
meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus dengue. " Partisipasi aktif pegawai Karantina Papua
Tengah dalam kegiatan ini menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan pribadi dan
lingkungan kerja, sekaligus mendukung terciptanya herd immunity di wilayah
Kabupaten Mimika," ucap Ferdi di Timika, Jumat (27/6/2025). Kata Ferdi, Hal ini sejalan dengan komitmen
pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat dari penyakit yang dapat
mengancam jiwa. " Program vaksinasi ini merupakan
salah satu upaya strategis dalam menekan angka kasus DBD, khususnya di daerah
yang rawan terhadap penyebaran DBD," Ujarnya. Ferdi menyampaikan apresiasi atas program vaksinasi ini dan mengajak seluruh
pihak untuk turut serta dalam upaya pencegahan DBD secara kolektif. “Kesehatan adalah hal utama. Kami
mendukung penuh program vaksinasi ini dan berharap langkah ini bisa memberikan
perlindungan jangka panjang bagi para pegawai dan masyarakat luas,” Tegasnya. Diketahui vaksinasi ini menunjukkan
dukungan penuh dari instansi terkait terhadap upaya pemerintah dalam menekan
angka kasus DBD. Kegiatan vaksinasi ini diharapkan dapat
memberikan dampak positif yang signifikan dalam menurunkan angka kasus DBD di
Kabupaten Mimika. Partisipasi aktif dari
berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah dan masyarakat, sangat penting
untuk keberhasilan program ini.
Dengan meningkatkan kesadaran dan
partisipasi masyarakat, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih sehat
dan terhindar dari penyakit DBD. (Jidan)
27 Jun 2025, 12:12 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru