logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Jelang HUT ke-79 Bhayangkara, Polda Maluku Gelar Aksi Sosial Donor Darah Papuanewsonline.com, Ambon - Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara, Kepolisian Daerah Maluku melaksanakan aksi sosial untuk membantu masyarakat.Aksi sosial yang dilaksanakan yaitu donor darah. Kegiatan yang diikuti oleh 230 orang pendonor ini digelar di Gedung Plaza Presisi Manise Polda Maluku di Tantui, Kota Ambon, Senin (16/6/2026).Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Drs. Eddy Sumitro Tambunan, Wakapolda Maluku, Irjen Pol. Samudi S.I.K., M.H, Para Pejabat Utama Polda Maluku beserta Ketua dan Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku.Kapolda Maluku mengatakan, donor darah yang dilaksanakan merupakan kegiatan rutin setiap tahun untuk menyambut hari Bhayangkara. Kegiatan yang bertujuan untuk menyediakan stok cadangan darah bagi masyarakat yang membutuhkan, kali initerlaksana atas kerjasama Bidang Dokkes Polda Maluku dan PMI Ambon."Kita kembali melaksanakan donor darah untuk menyambut hari Bhayangkara ke 79. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk peduli kemanusiaan, dan kita bekerja sama Bidokkes dan PMI khususnya Kota Ambon," kata Kapolda Maluku.Irjen Eddy berharap kegiatan sosial kemanusiaan yang diikuti anggota Polri dan pengurus Bhayangkari ini dapat bermanfaat dan membantu masyarakat."Target kita hari ini yang donor darah sebanyak 100 orang namun yang ikut sebanyak 230 orang. Kita harapkan bisa bermanfaat, dan masyarakat yang membutuhkan darah bisa berkoordinasi dengan PMI," pintanya.Kapolda juga berharap semoga dengan setitik sumbangsih dari kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan keluarga besar Polda Maluku ini dapat membawa manfaat kepada sesama yaitu masyarakat di Maluku. PNO-12 17 Jun 2025, 12:41 WIT
Waspada! Hanya Tiga Bulan 5.000 Kasus Malaria Teridentifikasi di Timika Papuanewsonline.com, Timika,– Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat adanya lonjakan signifikan kasus malaria dalam tiga bulan terakhir di Tahun 2025.Berdasarkan data hingga Maret 2025, setidaknya 5.000 kasus malaria teridentifikasi dan tersebar di berbagai wilayah dengan tingkat intensitas yang berbeda.Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2) dinas kesehatan kabupaten Mimika, Obet Tekege membenarkan peningkatan kasus malaria tersebut.“Peningkatan kasus naik sangat signifikan sesuai data 3 bulan tahun 2025, yang kami temukan itu sekitar 5.000 kasus,” ujar Obet di Timika, Jumat (13/6/2025).Obet menjelaskan bahwa wilayah dengan jumlah kasus tertinggi  adalah, Pasar Sentral, Wania, dan Timika Jaya (Karang Senang). Ketiga kawasan ini dinilai aktif dalam melakukan deteksi dini melalui kunjungan rumah ke rumah oleh tenaga kesehatan dan kader masyarakat.“Pertama itu di Pasar Sentral. Kedua di Wania. Ketiga itu di Puskesmas Timika Jaya, Karang Senang. Karena petugas kesehatan aktif dari rumah ke rumah,” jelasnya.Menurut  Obet, peningkatan jumlah kasus dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang tidak sehat, serta kebiasaan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah pada malam hari, tepat pada waktu nyamuk malaria aktif menggigit.“Tempat-tempat nyamuk itu semakin banyak, Masyarakat Mimika itu banyak berada di luar rumah jam 6 sore sampai pagi,” ungkapnya.Ditambahkan Selain itu, rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam mengonsumsi obat malaria hingga tuntas." banyak juga pasien yang menghentikan pengobatan sebelum waktunya, sehingga potensi penularan dan kekambuhan penyakit kembali terjadi," sorot Obet.“ Mereka yang positif malaria itu, mereka tidak minum obat sampai tuntas. Obat biru dan coklat harus diminum sampai habis,, karena bila tidak selesai dikonsumsi obat, maka potensi kembali positif malaria tinggi,”ungkap Obet.Sebagai langkah penanganan, ditambahkan Obet bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menjalin kerja sama lintas sektor dengan kelurahan-kelurahan serta mitra lembaga seperti YPM-LK, CID, dan PT Petrus, untuk berkolaborasi dalam upaya pencegahan." Ada beberapa kegiatan yang rutin kita lakukan, yaitu Penyemprotan dinding (Indoor Residual Spraying/IRS),Pembagian kelambu (batel), memberikan eukasi kesehatan kepada masyarakat, pembersihan saluran dan selokan sebagai habitat nyamuk," tandas Obet.Obet menjelaskan, Dinas Kesehatan menjalin kerja sama dengan kelurahan-kelurahan, dan masyarakat untuk membersihkan lingkungan." Untuk pencegahan selain kami dari dinas, ada  Mitra-mitra juga berperan aktif seperti IRS, batel, edukasi di lapangan,” ucap Obet.Sebagai bentuk pencegahan, masyarakat diminta untuk turut berperan aktif dengan cara:Menjaga kebersihan lingkungan,Membersihkan saluran air dan genangan,Menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari tanpa pelindung diri,Segera mengakses layanan kesehatan dan mengikuti pengobatan hingga selesai.“Kesehatan itu adalah urusan pribadi dan usaha bersama, jadi  kalau kita bersihkan lingkungan kita, maka sudah pasti kita jaga diri dan tubuh kita pasti sehat,” kata Obet.(Fadli) 14 Jun 2025, 08:05 WIT
Talk Show ECO Energi Education : PT Freeport Indonesia Menggagas Solusi Polusi Plastik Papuanewsonline. com, Timika - Hari kedua enviromental exhibition dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, PT Freeport Indonesia mengadakan talk show bertema "Beat Plastic Pollution" pada tanggal 13 Juni 2025, bertempat di Gedung Eme Neme Yauware, Mimika. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya limbah plastik dan mencari solusi untuk mengatasinya. Talk show yang dimoderatori oleh Willy dan menghadirkan tiga narasumber ahli, salah satunya Aris Raharjo (ketua Komite Manajamen Energi PT Freeport Indonesia), yang membahas isu-isu penting seperti efek gas rumah kaca, pemanasan global, dan pentingnya konservasi energi. "Pengelolaan makanan dan sampah plastik yang baik adalah kunci untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Kita harus berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan." Ujarnya Aris juga mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan cara mendidik masyarakat mengenai praktik pengelolaan sampah yang efektif. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang pentingnya tindakan bersama dalam mengatasi polusi plastik dan dampak perubahan iklim. "Semoga pemahaman yang sama-sama kita dapat memberikan dampak positif untuk mengatasi polusi lingkungan " tutup nya ( jidan ) 13 Jun 2025, 11:00 WIT
Tahun 2025, Kabupaten Mimika Sumbang Kasus HIV/AIDS Terbanyak Kedua di Papua Tengah Papuanewsonline.com, Timika – Kasus HIV/AIDS di di Provinsi Papua Tengah melonjak di tahun 2025, Kabupaten Mimika teridentifikasi sebagai penyumbang kedua  dalam kurun waktu triwulan pertama tahun 2025. Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kabupaten berjuluk Kota Dolar ini, tercatat menyumbang sebanyak 122 kasus baru HIV/AIDS sejak Januari hingga Maret 2025.Jumlah ini, menempatkan Kabupaten Mimika di peringkat kedua tertinggi di wilayah Provinsi Papua Tengah.“ Tahun 2025 triwulan pertama di Provinsi  Papua Tengah, Kabupaten Mimika berada pada urutan kedua,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Obet Tekege dalam wawancara eksklusif dengan wartawan Papuanewsonline.com, Jumat (13/6/2025), Pagi.Obet menerangkan sebagian besar kasus HIV/AIDS berasal dari kelompok usia produktif, termasuk pelajar SMP, SMA, mahasiswa, serta masyarakat usia subur.“Kalau dilihat dari umur, itu usia-usia produktif. Ada di SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Bahkan juga usia-usia subur,” jelasnya.Obet meyatakan bahwa Penyebaran HIV/AIDS juga banyak terjadi di lokasi berisiko tinggi, seperti bar, lokalisasi, dan kawasan padat aktivitas sosial." Tempat prostitusi juga menjadi penyumbang yang signifikan, karena  aktivitas seksual tanpa pengaman dan berganti-ganti pasangan menjadi salah satu faktor utama penyebaran HIV/AIDS di daerah ini," Ungkapnya.Menanggapi peningkatan kasus HIV/AIDS ini, kata Obet, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika telah menyiapkan sejumlah strategi penanganan, termasuk peningkatan edukasi kepada kelompok rentan, dan penguatan layanan kesehatan, serta perluasan kerja sama lintas sektor.“Strateginya pertama yang kita lakukan adalah, meningkatkan kesadaran dan edukasi kepada populasi dalam hal ini masyarakat, dan  Kita sudah mulai dari sekolah, kemudian masuk ke bar-bar dan lokalisasi,” tegas Obet.Sementara untuk para penderita HIV/AIDS di Kabupaten Mimika, Obet menyampaikan bahwa pemerintah daerah  telah membuka 13 layanan kesehatan khusus di puskesmas yang menyediakan pemeriksaan HIV, terapi antiretroviral (ARV), serta konseling berkala bagi pasien." Hal ini dilakukan Untuk mendukung penanganan dan pengobatan bagi para pasien secara berkala," Terangnya.Ditambahkan Obet bahwa pada 13 layanan yang disiapkan Pemerintah Daerah, ada Dokter tenaga kesehatan, dan tenaga konseling yang siap memberikan pelayanan maksimal bagi para penderita." Jadi para pasien akan diberikan obat, diberikan edukasi, dan akan dipantau,” ujarnya.Lebih lanjut Obet menjelaskan bahwa  Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika juga bekerja sama dengan Yayasan Sorong Sehati guna memperkuat pemantauan pasien dan memastikan kepatuhan dalam menjalani pengobatan.“Kami sudah kerja sama dengan Yayasan Sorong Sehati, jadi mereka yang pantau pasien, sedangkan kami beri dukungan transport, hal ini dilakukan agar pasien bisa berobat.Kata Dia, Berdasarkan pemetaan wilayah, Distrik Mimika Baru disebut sebagai salah satu zona merah HIV/AIDS.Obet menjelaskan Untuk mencegah meluasnya penyebaran HIV/AIDS, pemerintah melakukan berbagai intervensi, di antaranya:• Distribusi kondom secara luas kepada kelompok risiko tinggi,• Program pertukaran jarum suntik untuk pengguna narkotika suntik,• Edukasi lintas sektor melalui keterlibatan tokoh agama dan tokoh adat.“Tokoh-tokoh agama ini kami libatkan supaya informasi HIV bisa disampaikan di tempat-tempat ibadah,” tandas Obet.Diakhir wawancara ekslusife ini,  Kabid P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Obet Tekege berharap agar   masyarakat, terutama generasi muda agar tetap menjaga perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab.“Jangan ganti-ganti pasangan, khususnya kepada anak-anak muda, Karena hidup mereka dan masa depan masih panjang. Papua ini siapa yang mau bangun kalau bukan anak mudah sebagai generasi penerus," Harapnya.Ia juga menegaskan bahwa layanan kesehatan di Mimika saat ini telah tersedia secara terbuka dan gratis bagi semua lapisan masyarakat.“ Kami dibayar pemerintah untuk melayani masyarakat, Jadi kalau sakit, datang saja, jangan dengar informasi yang tidak benar dari media sosial, Jika ragu, tanyakan langsung kepada dokter atau petugas Dinas Kesehatan,” Pungkasnya.(Fadli) 13 Jun 2025, 11:00 WIT
593 Bakomsus Polri Selesaikan Pendidikan Ketahanan Pangan dan Kesehatan Gizi Papuanewsonline.com, Jateng - Sebanyak 593 bintara kompetensi khusus Polri yang direkrut untuk menyukseskan Ketahanan Pangan dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dilantik. Mereka terdiri dari 434 polisi laki-laki dan 159 polisi wanita (polwan).Para bakomsus berlatar pendidikan ilmu pertanian, peternakan, perikanan, gizi dan kesehatan masyarakat. Mereka akan mengemban tugas sebagai bhabinkamtibmas, dengan fokus pada tugas-tugas terkait ketahanan pangan dan program MBG.Upacara penutupan pendidikan bakomsus untuk mengawal visi Ketahanan Pangan dan program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto berlangsung di dua lokasi, sesuai tempat mereka menimba ilmu dasar kepolisian. Untuk polwan, digelar di Sepolwan Lemdiklat Polri, Ciputat, Jakarta Selatan pada Rabu (4/6/2025), dan untuk polisi laki-laki di Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, Banyubiru, Ungaran, Jawa Tengah (Jateng).Para bakomsus dilantik usai menjalani pendidikan selama lima bulan. Untuk diketahui perekrutan mereka merupakan satu dari empat langkah strategis Gugus Tugas Polri untuk Mendukung Ketahanan Pangan. "Dari sisi materi pelajaran tentu saja berbeda, di mana komposisi mata pelajaran siswa Bakomsus ini 70 persen di antaranya adalah fungsi teknis Binmas. Di mana nanti mereka akan mengimplemetasikan program ketahanan pangan dari Presiden terkait dengan Asta Cita sehingga fungsi teknis Binmasnya lebih banyak," jelas Kasepolwan Kombes Melda Yanny kepada wartawan pada Minggu (7/6/2025).Kombes Melda menuturkan polisi tugas umum (PTU) atau non-bakomsus Ketahanan Pangan dan MBG selama pendidikan lebih banyak mempelajari fungsi teknis Sabhara, yakni sebanyak 50 persen mata pelajaran. "Sedangkan, program polisi tugas umum 50 persen di antaranya lebih kepada fungsi teknis Sabhara. Sehingga, ada perbedaan komposisi materi pelajaran antara keduanya," lanjut Melda.Diketahui, rekrutmen bakomsus Ketahanan Pangan dan MBG dilakukan oleh Bagian Penyediaan Personel Staf Sumber Daya Manusia (Bagdiapers SSDM) Polri sejak November 2024. Proses rekrutmen berlangsung sepanjang Desember 2025.Polri menetapkan persyaratan pendaftar Bakomsus Pertanian, Peternakan, dan Perikanan mulai lulusan SMK, D3, D4, hingga sarjana. Lalu untuk Bakomsus Ahli Gizi dan Kesehatan Masyarakat syarat pendidikan D4 dan sarjana."Kami dari Bag Diapers cukup kaget juga untuk pendaftar bisa sampai ribuan, padahal kita sosialisasi hanya 10 hari dari tanggal 1 sampai 10 November kemarin. Dan pendaftaran juga hanya 7 hari," ungkap Kasubbag Penerimaan Bagdiapers Rodalpers SSDM Polri Kompol Adi Dharma di program detikSore, Kamis (5/12/2024).Sebelumnya diberitakan, penerimaan anggota Polri jalur Bakomsus Pertanian, Perikanan, Peternakan, Ahli Gizi, dan Kesehatan Masyarakat merupakan salah satu strategi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mempercepat tercapainya misi Swasembada Pangan dan terlaksananya program Makan Bergizi Gratis dengan optimal.Swasembada Pangan merupakan salah satu Asta Cita dalam Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Pun program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo dalam rangka memperbaiki kualitas kesehatan anak-anak Indonesia agar tumbuh SDM-SDM unggul yang siap mewujudkan Indonesia Emas 2045. PNO-12 09 Jun 2025, 11:44 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT