logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga, Distrik Mimika Baru Gelar Pemeriksaan Gratis Keliling Papuanewsonline.com, Timika – Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dengan meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis untuk seluruh warga. Program ini menyasar mereka yang belum memiliki akses layanan kesehatan memadai dan bertujuan untuk mendeteksi penyakit sejak dini, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. “Kami ingin layanan kesehatan tidak hanya dinikmati mereka yang tinggal dekat fasilitas medis. Lewat program ini, kami turun langsung ke lapangan,” ujar Sekretaris Distrik Mimika Baru, Alan Jaya, saat membuka kegiatan, Kamis (1/8/2025). Program ini akan dilakukan secara berkala dan berpindah-pindah lokasi, menjangkau kampung-kampung di Distrik Mimika Baru. Pemeriksaan yang disediakan meliputi: Tensi darah Gula darah Kolesterol Pemeriksaan umum oleh tenaga medis Warga cukup membawa kartu identitas diri dan disarankan berpuasa ringan sebelumnya agar hasil pemeriksaan lebih akurat, khususnya untuk gula darah. “Kami ingin memutus mata rantai penyakit sejak dini. Harapannya, ini jadi langkah preventif sebelum warga jatuh sakit,” jelas Alan. Tenaga medis dari Puskesmas dan petugas kesehatan wilayah akan dikerahkan dalam pelaksanaan program ini. Informasi lokasi dan jadwal pemeriksaan akan disampaikan melalui pengumuman kampung dan media sosial resmi distrik. Alan juga mengajak warga untuk tidak ragu memeriksakan diri, serta mengajak para tokoh masyarakat untuk ikut menyebarkan informasi agar jangkauannya lebih luas. “Semakin awal penyakit diketahui, semakin besar peluang sembuh. Kesehatan adalah aset penting untuk kemajuan Mimika Baru,” tambahnya. Dengan semangat kolaboratif, ia berharap program ini menjadi contoh baik yang dapat diadopsi oleh distrik lain di Mimika. (Jidan)   01 Agu 2025, 22:51 WIT
Mewabah di Pasar dan Media Sosial, Kosmetik Ilegal Ancam Warga Papua Tengah Papuanewsonline.com, Timika – Di balik kemasan menarik dan harga terjangkau, bahaya besar mengintai para pengguna kosmetik di Papua Tengah. Loka Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Mimika mencatat lonjakan signifikan peredaran kosmetik ilegal selama Januari hingga Juni 2025. Yang mengkhawatirkan, produk-produk ini bukan hanya tak berizin, tetapi juga mengandung bahan berbahaya seperti merkuri yang bisa memicu kerusakan permanen pada kulit hingga gangguan organ dalam. “Kosmetik menjadi temuan pelanggaran tertinggi dibandingkan produk pangan, obat, maupun suplemen. Ini sangat mengkhawatirkan,” tegas Kepala Loka POM Mimika, Rudolf Surya Pandu Winata Bonay, saat ditemui di kantornya, Rabu (30/7/2025). Sebagian besar produk ini dijual secara paketan baik di pasar tradisional maupun melalui media sosial, dengan iming-iming hasil instan memutihkan atau menghilangkan jerawat. Ironisnya, sebagian besar pembeli tidak sadar akan kandungan zat berbahaya di dalamnya. “Kalau pangan kedaluwarsa biasanya karena kelalaian. Tapi kosmetik yang sengaja mengandung zat berbahaya adalah pelanggaran berat dan disengaja,” jelas Rudolf. Dari pantauan Loka POM Mimika, pengawasan intensif terus dilakukan di lapangan. Di Nabire, beberapa kasus bahkan sudah diproses hukum. Di Timika sendiri, tahun 2025 ini sudah ada tiga kasus, dengan satu kasus sudah masuk tahap dua dan diserahkan ke kejaksaan. Meski demikian, Rudolf menegaskan bahwa upaya penegakan hukum bukanlah tujuan utama. “Kami tetap mengedepankan pendekatan edukatif dan pembinaan. Harapannya, pelanggaran bisa dicegah sebelum masuk ke ranah hukum,” tambahnya. Sebagai bentuk antisipasi, masyarakat diimbau untuk lebih teliti sebelum membeli produk kosmetik, dan selalu memeriksa izin edar resmi melalui aplikasi BPOM Mobile atau situs resmi BPOM. Produk yang aman akan memiliki nomor registrasi yang bisa diverifikasi dengan mudah. “Kami ajak masyarakat lebih kritis. Jangan tergoda murah dan janji instan. Kesehatan kulit dan tubuh jauh lebih berharga,” tutup Rudolf. Dengan sinergi antara masyarakat dan pengawasan ketat dari Loka POM, diharapkan peredaran kosmetik ilegal di Papua Tengah bisa ditekan, dan masyarakat makin terlindungi dari ancaman produk berbahaya. (Jidan)   31 Jul 2025, 23:26 WIT
BMKG Deteksi Tsunami di Sarmi, Warga Pesisir Papua Diimbau Waspada Papuanewsonline.com, Timika – Warga pesisir Papua diminta meningkatkan kewaspadaan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gelombang tsunami setinggi 19 sentimeter di Pelabuhan Sarmi, Rabu sore (30/7/2025) pukul 16.30 WIT. Gelombang tersebut terdeteksi oleh alat pemantau tsunami gauge (TS.SARMI) yang menandakan adanya gangguan gelombang laut akibat aktivitas seismik. Meskipun ketinggiannya relatif rendah, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan bahwa gelombang ini merupakan indikasi awal potensi tsunami yang harus diantisipasi dengan serius. “Masyarakat pesisir, terutama di wilayah Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo, diimbau menjauhi pantai hingga ada pernyataan resmi pencabutan peringatan dini tsunami,” ujarnya. BMKG juga menekankan bahwa gelombang pertama bukanlah yang terbesar, sehingga warga diminta tetap berada di zona aman minimal 1 kilometer dari garis pantai hingga situasi benar-benar dinyatakan aman. Berdasarkan analisis, BMKG telah menetapkan status waspada untuk sepuluh wilayah Indonesia bagian timur, dengan estimasi ketinggian gelombang di bawah 50 sentimeter. Pemantauan gelombang laut di kawasan Pasifik, termasuk Jepang dan Rusia, juga menunjukkan aktivitas yang signifikan, mengindikasikan dampak tsunami yang lebih luas di wilayah Samudera Pasifik. Untuk mencegah jatuhnya korban dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi akurat, BMKG terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, TNI/Polri, hingga pemerintah desa. Upaya ini difokuskan agar warga pesisir segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan tidak termakan hoaks atau informasi simpang siur. (jidan)   30 Jul 2025, 23:51 WIT
Personel Dit Polairud Polda Maluku Gelar Aksi Sosial Papuanewsonline.com, Ambon - Personel Direktorat Polairud Polda Maluku melaksanakan aksi sosial di sejumlah wilayah di kabupaten Maluku Tengah. Diantaranya klinik apung dan sapu bersih.Klinik apung dilaksanakan oleh crew Kapal Polisi (KP) XVI-2017. Kegiatan yang dilaksanakan di atas KM. Into Jaya ini meliputi pemeriksaan kesehatan oleh dokter umum, tensi, pemberian obat, dan edukasi tentang kesehatan.Pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan secara gratis di atas kapal yang bersandar di Pelabuhan cold storage Pt. Pelaku Negri Tulehu Kecamatan Salahutu ini dihelat pada Rabu (30/7/2025)."Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan bentuk kepedulian Polairud Polda Maluku terhadap kesehatan masyarakat," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.IK.Sehari sebelumnya, aksi sosial juga dilaksanakan crew KP.XVI-2007. Bersama masyarakat pesisir dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gugus Pulau (V) Seram Selatan Kelas A, melakukan kegiatan sapu bersih pesisir pantai di sekitar pelabuhan Amahai.Selain sapu bersih pantai, Polairud juga memberikan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan pesisir dari limbah sampah plastik."Kemarin Selasa (29/7/2025) crew KP XVI-2007 Ditpolairud Polda Maluku melakukan kegiatan sapu bersih pantai di pelabuhan perikanan Seram Selatan Kelas A," ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.IK, Rabu (30/7/2025).Sapu bersih pantai bertujuan untuk menjaga terumbu karang dari bahaya limbah sampah plastik."Sampah plastik yang dikumpulkan seberat 12,5 kg. Sampah ini langsung dibakar bersama dengan sampah yang berasal dari alam," jelasnya.Selain membersihkan pantai, personel Polairud juga menghimbau masyarakat agar dapat peduli dan menjaga lingkungan laut dari bahaya limbah sampah plastik. Sebab, sampah plastik merupakan ancaman bagi terumbu karang."Warga juga dimbau untuk jangan perbiasakan membuang sampah di laut demi menjaga keindahan serta ekosistem laut. Selain membersihkan sampah di pesisir pantai, personel KP 2007 juga melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap Kapal Cepat Cantika Anugrah yang tiba di pelabuhan Amahai," pungkasnya. PNO-12 30 Jul 2025, 16:52 WIT
Tindak Tegas Beras Oplosan, Kapolri: 4 Produsen Naik Penyidikan Papuanewsonline.com, Jakarta – Kasus beras oplosan menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar dilakukan penanganan menyeluruh dan penindakan tegas. Menindaklanjuti hal itu, Polri bergerak cepat dengan melakukan uji merek beras yang diduga dioplos dan pemeriksaan terhadap para produsen.Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, hasil investigasi Kementerian Pertanian pada 26 Juni 2025 terhadap 212 merek beras di 10 provinsi menunjukkan adanya pelanggaran serius. Dari 232 sampel yang diuji, sebanyak 189 merek dinyatakan tidak sesuai mutu beras."Artinya posisinya berada di bawah standar terkait dengan regulasi yang ditentukan, baik itu beras dalam kemasan premium maupun medium," ungkap Kapolri, Selasa (29/7).Dari hasil pendalaman, ditemukan 71 sampel beras tidak sesuai SNI, 139 sampel tidak sesuai SNI sekaligus dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), serta 3 sampel beras premium tidak sesuai SNI dan berat kemasan tidak sesuai label. Bahkan, terdapat 19 merek beras yang melakukan tiga pelanggaran sekaligus: tidak sesuai SNI, dijual melebihi HET, dan beratnya di bawah standar.Saat ini Polri telah melakukan uji laboratorium terhadap 9 merek beras, di mana 8 merek dinyatakan tidak sesuai standar mutu atau SNI."Sudah ada 16 produsen yang saat ini kita lakukan pemeriksaan, klarifikasi. Dan saat ini kita sudah menaikkan sidik terhadap 4 produsen besar, yakni PT FS, PT WPI, SY, dan SR," jelas Kapolri.Lebih lanjut, Polri sudah memeriksa 39 saksi dan 4 ahli, serta melakukan penggeledahan, penyitaan barang bukti, hingga pemasangan garis polisi di tempat produksi maupun gudang milik produsen.Kapolri menambahkan, sejumlah pengungkapan serupa juga terjadi di beberapa daerah. Polda Riau, misalnya, berhasil mengungkap modus beras reject yang dioplos menjadi beras medium lalu direpacking dan dijual sebagai beras SPHP Bulog. Kasus serupa juga ditangani di Kalimantan Timur, dengan barang bukti sekitar 4 ton beras yang sudah diamankan."Kami berkomitmen menindak tegas praktik beras oplosan ini, karena sangat merugikan masyarakat dan bertentangan dengan instruksi Bapak Presiden agar pangan betul-betul dijaga kualitas dan distribusinya," tegas Kapolri. PNO-12 30 Jul 2025, 15:37 WIT
Pj Gubernur Papua Bersama Bank Papua Dukung Anak Papua dengan Nutrisi dan Layanan Kesehatan Papuanewsonline.com, Jayapura – Dalam semangat memperingati Hari Anak Nasional 2025, Penjabat (Pj) Gubernur Papua Agus Fatoni menunjukkan komitmennya untuk pendidikan anak-anak Papua dengan menyerahkan bantuan langsung ke sejumlah sekolah di Jayapura. Bersama Bank Papua, Pemkot Jayapura, dan stakeholder lainnya, Fatoni menyambangi SD Inpres Bhayangkara dan SD Inpres Angkasapura, Selasa (23/7/2025). Bantuan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Papua yang difokuskan untuk mendukung dunia pendidikan dan kesehatan anak. Berbagai bantuan seperti vitamin, susu, makanan sehat, obat-obatan, hingga layanan kesehatan gratis diberikan kepada para siswa. “Kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen kita bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya anak didik Papua,” ujar Fatoni. Fatoni juga menyampaikan pentingnya kesehatan dan gizi yang baik sebagai fondasi utama dalam proses belajar. Ia menegaskan bahwa menciptakan anak-anak Papua yang cerdas, sehat, berkualitas, dan berakhlak mulia adalah tujuan utama pemerintah. Di hadapan para siswa, Fatoni memberikan semangat dan motivasi agar tidak takut bermimpi besar. Ia berbagi kisah masa kecilnya yang tumbuh di kampung perbatasan hingga akhirnya dipercaya memimpin Papua. “Hari ini adalah hari anak, dan kalian adalah segalanya. Jangan takut bermimpi. Kalian bisa jadi pemimpin, bahkan presiden,” ucapnya disambut sorak sorai siswa. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai simbol komitmen bersama antara Pemprov Papua, Bank Papua, dan mitra lainnya untuk terus mendukung pendidikan anak-anak Papua secara berkelanjutan. Fatoni berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan besar memuliakan anak-anak Papua, generasi masa depan yang akan membawa perubahan bagi Tanah Papua dan Indonesia. (Jidan)   26 Jul 2025, 15:06 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Respon Cepat Tangani Kasus Pembunuhan di Yahukimo Papuanewsonline.com, Yahukimo - Satgas Operasi Damai Cartenz merespon cepat peristiwa pembunuhan terhadap seorang pria bernama Andi Hasan (30) yang terjadi di wilayah Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Korban ditemukan meninggal dengan sejumlah luka tusuk di dalam rumahnya, Kamis (24/7/2025) malam sekitar pukul 20.10 WIT.Setelah menerima informasi dari radio komunikasi Handy Talky (HT), tim bergerak menuju TKP di Kompleks Perumahan DPR Lama dan selanjutnya ke RSUD Dekai untuk mengecek kondisi korban yang sudah di evakuasi.Naas, setelah tiba di RSUD korban dinyatakan meninggal dunia. Personel kembali ke lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengumpulkan saksi-saksi maupun barang bukti. Menurut keterangan salah satu saksi, korban saat itu sedang duduk di dalam rumah dan datang satu orang dengan membawa sajam bersama dua orang temannya kemudian dan menikam korban pada bagian dada dan punggung kanan korban Setelah itu korban berlari keluar rumah.Saksi kemudian membawa korban menuju RSUD dekai guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami empat luka tusuk di dada kiri dan satu luka tusuk di punggung. Personel juga mengamankan beberapa barang bukti berupa sepasang sandal, celana pendek, dan kaos milik korban.Pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa motif dan pelaku masih dalam proses penyelidikan. Namun, Satgas Ops Damai Cartenz telah mendalami adanya keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam peristiwa tersebut berdasarkan pengakuan dari TPNPB dalam postingan di medsos.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengungkapkan bahwa dari hasil pendalaman awal, pelaku diduga merupakan bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak. Dugaan ini diperkuat oleh pernyataan dari Influencer TPNPB-OPM Sebby Sambom di media sosial, dan menyebut telah berhasil membunuh seorang agen militer Indonesia.“Pernyataan tersebut jelas merupakan kebohongan publik, karena faktanya korban adalah warga sipil, bukan agen atau anggota militer,” tegas Brigjen Faizal.Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu tidak bertanggung jawab yang tersebar di media sosial maupun dari kelompok tertentu.“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat di Yahukimo untuk tetap tenang namun waspada. Percayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada aparat keamanan. Jangan mudah terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kombes Yusuf.Ia juga mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga situasi kamtibmas dengan segera melaporkan apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan pelaku atau peristiwa tersebut.Hingga saat ini, situasi di sekitar lokasi kejadian terpantau aman dan terkendali. Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo terus melakukan patroli dan penyelidikan intensif guna mengungkap secara tuntas motif dan pelaku dari kejadian tragis ini. PNO-12 25 Jul 2025, 21:23 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT