logo-website
Selasa, 14 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Pasca Operasi, Keluarga Korban Panah di Langgur Ucap Terima kasih Kepada Kapolda Maluku Papuanewsonline.com, Ambon - Keluarga Rahabav, di Ohoi Marfun, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs Lotharia Latif, bersama jajaran atas respon cepat dalam memberikan pelayanan medis  kepada korban Sesilius Gino Rahabav ( 16 thn ), selama mendapat perawatan medis  di RS. Bhayangkara Polda  Maluku  di Kota Ambon. Ucapan terimakasih ini disampaikan Emanuel Rahabav, mewakili seluruh keluarga besar Rahabav, di Kota Ambon, Sabtu ( 25/5/2024). "Saya atas nama keluarga, menyampaikan  banyak terimakasih kepada Bapak Kapolda Maluku beserta jajarannya, atas respon cepat dalam menyelamatkan anak kami Sesilius Gino Rahabav di RS. Bhayangkara Ambon, " Ungkapnya. Kata Emanuel, pihak keluarga besar Rahabav, tidak dapat membalas budi baik Kapolda Maluku beserta jajarannya yang sudah memberikan pelayanan terbaik. "Sebagai manusia biasa, kami keluarga besar mendoakan, semoga kebaikan Bapak Kapolda Maluku, akan dibalas Tuhan Yang Maha Esa, " Salutnya. Menyoal pelayanan RS. Bhayangkara Polda Maluku di Kota Ambon, sejak pasien dijemput dengan mobil ambulance di Bandara Pattimura dan tindakan medis para dokter setempat yang bergerak cepat melakukan operasi pencabutan panah wayer yang tertancap pada perut korban, Emanuel Rahabav mengakui dirinya sangat bersyukur atas  pelayanan yang diberikan para dokter dan perawat di RS. Bhayangkara Polda  Maluku, karena telah memberikan pelayanan terbaik dalam menyelamatkan anak kami. Rahabav menilai RS. Bhayangkara Polda Maluku adalah salah satu  rumah sakit terbaik di Kota Ambon, Maluku, buktinya pelayanan para dokter dan perawat dalam melayani pasien bersama keluarga sangat cepat serta memuaskan. "Kami sangat puas dengan pelayanan terbaik yang diberikan RS. Bhayangkara Polda Maluku. Untuk itu sekali lagi, kami ucapkan penghargaan tinggi dan terimakasih kepada para dokter serta perawat RS. Bhayangkara Polda Maluku, " Jelasnya. Emanuel juga menyampaikan terimakasih kepada  Kabid Dokkes Polda Maluku, Kombes Pol Bambang yang hadir secara langsung  di RS. Bhayangkara Polda Maluku, untuk melihat langsung kondisi pasien sebelum menjalani operasi saat tiba dari Langgur. "Terimakasih atas Kunjungan Bapak Kabid Dokkes Polda Maluku yang terjun langsung melihat anak kami   di RS. Bhayangkara Ambon, ini merupakan satu kehormatan besar bagi kami keluarga,  semoga Kabid Dokkes Polda Maluku beserta jajaranya di RS. Bhayangkara akan selalu diberkati Tuhan Yang Maha Kuasa," Ucapnya. Selain itu dirinya juga berharap Polda Maluku dan Polres Maluku Tenggara mempercepat  proses penegakan hukum atas musibah yang menimpa korban Sesilius Giino Rahabav di Langgur minggu kemarin. "Kami keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada polisi. Kami harap para pelaku tindak pidana kriminal ini harus segera diusut dan ditangkap pihak kepolisian, " Harap Rahabav. Untuk diketahui, berdasarkan kronologis kasus yang diterima, korban Sesilius Rahabav (16 ), pada Sabtu ( 18 /5/2024),malam pulang berbelanja di tokoh 1 X 24 jam di Langgur bersama rekannya, diikuti dua orang yang mengendarai sepeda motor. Ketika pulang, dua orang tadi, membuntuti dari belakang, lalu salah satunya mengeluarkan alat tajam panah wayer, memanah korban dari jarak dekat dan mengenai tepat di bagian perut korban. Korban terjatuh dari atas motor miliknya, sedangkan dua orang yang diduga sebagai pelaku melarikan diri. Korban kemudian diantar untuk memperoleh perawatan medis di UGD RSUD Karel Sadsuitubun Langgur. Namun Dokter Ahli di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur tidak berani melakukan operasi dengan alasan keterbatasan peralatan medis, sehingga awalnya  korban dirujuk dokter ke Makasar, namun  atas  saran dari Kapolda Maluku, korban dirujuk ke RS. Bhayangkara di Ambon. Pasca tiba di RS. Bhayangkara Polda Maluku di Kota Ambon, Senin ( 20/5/2024), pasien rujukan ini mendapat pelayanan cepat, sekitar pukul 20.00 WIT, langsung naik meja operasi. Sekitar tujuh dokter ahli RS. Bhayangkara Polda Maluku melaksanakan operasi pencabutan panah wayer yang tertancap di perut korban dan berjalan lancar. Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit, para dokter RS Bhayangkara Polda Maluku berhasil mengeluarkan panah wayer dari tubuh korban. Mendapat perawatan dan pelayanan medis intensif selama lima hari di RS. Bhayangkara, akhirnya dokter menyatakan pasien sembuh, sehingga pada Jumat ( 24 /5/2024) pukul 14.30 WIT, pasien Sesilius Rahabav keluar dari RS.Bhayangkara Polda Maluku.(By Tim) 25 Mei 2024, 15:40 WIT
Polisi Temukan Senpi di TKP Pembakaran Kios di Paniai Timur Papuanewsonline.com, Paniai – Polisi menemukan senjata api genggam jenis FN di lokasi pembakaran beberapa kios di Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, pada Kamis (23/05). Kapolres Paniai, AKBP Abdus Syukur Felani, S.I.K, mengungkapkan bahwa barang bukti tersebut ditemukan oleh salah seorang masyarakat yang juga merupakan pemilik kios yang dibakar oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB)."Barang bukti berupa senpi jenis FN ditemukan oleh saksi saat sedang mengecek sisa-sisa bangunan kios miliknya. Saksi segera melaporkan penemuan tersebut kepada aparat kepolisian yang berada di lokasi," jelas Kapolres Abdus Syukur Felani.Penemuan senpi ini menambah kuat dugaan bahwa senjata tersebut milik barisan KKB Undius Kogoya, yang sebelumnya terlibat dalam kontak tembak dengan personel Polres Paniai dan dinyatakan meninggal dunia. "Kami menduga kuat bahwa senjata api tersebut adalah milik kelompok KKB yang dipimpin oleh Undius Kogoya," tambahnya.Penemuan senpi ini diharapkan dapat membantu penyelidikan lebih lanjut terkait aktivitas KKB di wilayah tersebut. Pihaknya akan terus menyelidiki temuan ini dan berupaya untuk mengungkap jaringan KKB yang masih aktif di wilayah Paniai dan sekitarnya.Polres Paniai berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut, serta mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. "Kerjasama antara polisi dan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan hal-hal mencurigakan," ujar Kapolres.Penemuan senjata api di TKP pembakaran kios ini menandakan bahwa ancaman KKB masih nyata dan memerlukan tindakan tegas dari aparat keamanan. Dengan adanya barang bukti ini, diharapkan langkah-langkah lebih lanjut dapat diambil untuk menumpas aktivitas kelompok bersenjata tersebut dan mengembalikan rasa aman bagi masyarakat Paniai. (PNO-12) 24 Mei 2024, 18:02 WIT
Polres Paniai Serahkan Jenazah Desman Kogoya ke Pihak Keluarga Papuanewsonline.com, Paniai – Jenazah alm. Desman Kogoya, seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap VIII Intan Jaya, telah diserahkan kepada pihak keluarga pada Kamis (23/05). Penyerahan jenazah dilakukan di Ruang IGD RSUD Madi, dengan dihadiri oleh perwakilan keluarga, Pemerintah Daerah, dan unsur masyarakat.Kapolres Paniai, AKBP Abdus Syukur Felani, S.I.K, melalui Kasat Reskrim Polres Paniai, Ipda Florentinus J.P. Tegu, S.Tr.K, memimpin langsung proses penyerahan jenazah. “Kami berharap dengan penyerahan ini, keluarga dapat menerima dengan tabah dan proses pemakaman dapat berlangsung dengan lancar,” ujar Ipda Florentinus.Desman Kogoya juga diketahui sebagai terduga pelaku pembakaran kios dan SMP YPPGI Kepas Kopo beberapa waktu lalu. Ia dinyatakan meninggal dunia pada hari Rabu (22/05). Rencananya, jenazah almarhum akan dibawa ke Distrik Bibida untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.Seorang anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak kepolisian dan pemerintah daerah atas fasilitasi penyerahan jenazah. “Kami berterima kasih atas bantuan dan dukungan dari semua pihak yang telah membantu dalam proses ini. Kami berharap Desman bisa beristirahat dengan tenang,” ujarnya.Proses penyerahan jenazah ini diharapkan dapat membawa ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan dan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk kembali merasa aman dan tenteram. Pihak kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan di wilayah tersebut dan mencegah terjadinya tindak kriminal serupa di masa depan.“Pemerintah dan kepolisian akan terus berupaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Paniai dan sekitarnya. Kami mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga ketertiban dan keamanan,” tambah Ipda Florentinus.Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya upaya bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua, serta menghindari tindakan-tindakan yang merugikan masyarakat dan menciptakan keresahan. (PNO-12) 24 Mei 2024, 17:55 WIT
Polres Keerom Berhasil Meringkus 7 Pelaku Komplotan Curanmor Papuanewsonline.com, Keerom – Tujuh Orang pelaku komplotan Curanmor yang melakukan aksi pencurian motor (Curanmor) di Wilayah Kabupaten Keerom, diamankan Kepolisian Resor Keerom, Selasa (21/05/24).Kapolres Keerom melalui Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Jetny L. Sohilait, S.H., M.H menjelaskan Kasus Curanmor tersebut terjadi pada Senin (20/05) dini hari di Kampung Asyaman, Distrik Arso Kabupaten Keerom.Polisi mengamankan ketujuh orang pelaku dengan berinisial TS, AA, SW, SK,HS, IW,TS, yang masing-masing merupakan warga domisili dari Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura."Kasus ini bermula dari adanya laporan warga yang berhasil mengamankan pelaku saat mereka sedang melancarkan aksinya, kemudian Piket Polres Keerom yang mendapatkan informasi bergerak cepat mendatangi TKP dan mengamankan para pelaku," ungkapnya.Dari hasil pemeriksaan, ketujuh pelaku mengakui perbuatannya, para pelaku beraksi menggunakan mobil rental yang mereka sewa dari Sentani dan telah berhasil melakukan aksinya dibeberapa lokasi yang berbeda."Dari tangan pelaku kami mengamankan barang bukti berupa tiga unit sepeda motor berbagai type yang mereka simpan di hutan pada area antara Asyaman-Yuwanain dan rencananya akan dibawa ke kota Jayapura,”' terang Kasat Reskrim.Kini ketujuh orang pelaku telah diamankan di Rutan Polres Keerom guna pengembangan kasus dan penyelidikan lebih lanjut.Polisi juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Keerom untuk selalu berhati-hati dalam memarkirkan kendaraan bermotornya, terutama pada malam hari, agar disimpan didalam rumah atau menggunakan kunci ganda pada kendaraan. (PNO-12) 23 Mei 2024, 20:58 WIT
Polda Maluku Amankan Tiga Pelaku Judi Togel dan 1,4 Ton Miras Papuanewsonline.com, Ambon - Satgas Operasi Pekat Salawaku Polda Maluku kembali melaksanakan operasi pemberantasan penyakit masyarakat di sekitar kawasan PGRI, Kota Ambon, Selasa (21/5/2024).Dalam operasi kali ini, tim mengamankan tiga terduga pelaku judi togel. Ketiganya merupakan wanita berinisial KK (40), ET (53), dan AS (49). Ketiganya telah dibawa ke kantor polisi bersama barang bukti yang ditemukan.Tak hanya itu, di tempat terpisah, tim satgas pekat juga mengamankan 1400 liter atau 1,4 ton minuman keras jenis sopi di desa Alang, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.Miras tradisional tersebut ditemukan tersimpan di dalam 40 jerigen berukuran 25 liter. Ribuan liter minuman memabukan ini ditemukan di rumah SS (59), warga Alang.Selain mengamankan miras, identitas pemiliknya juga telah didata dan dipanggil untuk dimintai keterangannya di kantor polisi.Plt Kabid Humas Polda Maluku AKBP Aries Aminnullah S.Ik, mengungkapkan, operasi pekat merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolda Maluku yang menekankan pentingnya pemberantasan judi togel dan peredaran miras di Ambon.Berbagai penyakit masyarakat yang meresahkan warga seperti judi, miras, narkoba, premanisme, hingga praktik parkir liar dan lainnya, termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) menjadi sasaran operasi."Dengan operasi ini diharapkan keresahan masyarakat dapat berkurang dan lingkungan Kota Ambon dan sekitarnya menjadi lebih aman dan tertib," harapnya.Polda Maluku, lanjut AKBP Aries, berkomitmen untuk terus memberantas segala bentuk penyakit masyarakat guna menjaga ketertiban dan keamanan warga di wilayah hukumnya."Kami juga menghimbau masyarakat apabila melihat kegiatan yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas agar segera melaporkan kepada aparat kepolisian terdekat," pintanya. (PNO-12) 23 Mei 2024, 16:23 WIT
Ketua RT Arbes Meminta Warga Untuk Percaya Kepada Aparat Keamanan Papuanewsonline.com, Ambon - Ketua-ketua RT di kawasan Air Besar, Desa Batu Merah, Kota Ambon, mengajak masyarakatnya agar dapat menahan diri dan mempercayakan semua proses hukum kepada aparat keamanan TNI dan Polri.Ajakan tersebut disampaikan menyusul terjadinya pertikaian antar warga di kawasan itu sejak Selasa malam (21/5/2025). Saat ini, puluhan aparat gabungan dari Kepolisian baik dari Polresta Ambon maupun Polda Maluku dan TNI telah dikerahkan untuk mencegah terjadinya pertikaian susulan.Bahkan, polisi telah mendirikan pos pengamanan dan pemantauan di beberapa lokasi yang dianggap rawan baik di kawasan Arbes maupun di sekitar wilayah kampus IAIN. Dua wilayah ini dianggap rawan terjadinya gesekan antar kedua komunitas warga yang berkonflik."Kami menghimbau masyarakat yang terlibat pertikaian agar dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu pertikaian susulan yang lebih parah," ajak Saiful Ishak, Ketua RT 06 RW 17 Desa Batu Merah saat ditemui dikediamannya.Hal yang sama juga disampaikan Mays Difinubun, Ketua RT 05 RW 17. Difinubun meminta warganya agar dapat menyerahkan kasus hukum yang terjadi kepada aparat keamanan khususnya Polri dibantu TNI."Percayalah kepada aparat keamanan (TNI dan Polri) untuk melakukan langkah penyelesaian dan penindakan hukum terhadap para pelaku penganiayaan yang memicu terjadinya bentrok warga," pintanya.Di tempat terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Prof. Dr. Abdullah Latuapo menghimbau masyarakat yang bertikai agar tidak mudah terprovokasi dengan isu yang sengaja diedarkan orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka hanya ingin melihat situasi kamtibmas tidak kondusif."Jangan mudah percaya dengan isu-isu yang beredar yang sengaja memanas-manasi situasi. Serahkan sepenuhnya semua masalah hukum dan prosesnya kepada aparat penegak hukum/ kepolisian. Percayakan polisi untuk menuntaskan persoalan yang terjadi," ajaknya.Sementara itu, Plt Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Aries Aminnullah S.IK menyampaikan, Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Lotharia Latif SH., M.Hum telah memerintahkan Kapolresta Ambon untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dengan membuat poskotis pengamanan dan proses penegakan hukum."Polda akan memback up sepenuhnya Polresta dalam penanganan di lokasi yang rawan pertikaian tersebut," ungkapnya.Kabid Humas juga menghimbau masyarakat dan teman-teman media dapat memberikan info dan membantu membuat berita akurat dan konfirmasi ke Polri sehingga tidak malah menimbulkan situasi yang tidak kondusif di masyarakat. (PNO-12) 23 Mei 2024, 10:10 WIT
Soal Kasus Vina, Anggota DPR Yakin Polisi Dapat Membongkar Kasus Ini Hingga Akar-akarnya Papuanewsonline.com, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB Mohammad Rano Al Fath yakin bahwa pihak kepolisian dapat mengungkap kasus pembunuhan terhadap Vina dan kekasihnya Eki pada 2016 silam yang kini kembali mencuat usai film kematian korban ditayangkan.Al Fath menuturkan, dalam pengungkapan kasus ini, Polda Jawa Barat dibantu dengan Bareskrim Polri. Dengan begitu, ia pun yakin proses penyelidikan akan berjalan komprehensif dan transparan."Saat ini Bareskrim sudah turun tangan untuk memberikan petunjuk dalam penyelidikan kasus ini. Saya yakin bahwa dengan kehadiran Bareskrim, proses penyelidikan akan berjalan lebih komprehensif dan transparan," kata Al Fath kepada wartawan, Selasa (21/5/2024).Ia pun berharap dengan turunnya Bareskrim, semua bukti yang relevan dapat terungkap. Sehingga nantinya dalam kasus ini memberikan kepastian hukum yang adil bagi semua pihak yang terlibat."Polri sekarang sudah dilengkapi dengan personel maupun teknologi yang jauh lebih mumpuni dibanding 8 tahun lalu, jadi saya minta kita bisa optimalkan penggunaan sumber daya Polri untuk menahan DPO tersangka kasus dan membongkar kasus ini hingga akarnya," katanya.Dalam kesempatan ini, ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada pihak berwenang dalam menjalankan tugasnya, serta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi."Kami di Komisi III akan terus memantau jalannya proses hukum ini dan memastikan bahwa keadilan akan ditegakkan tanpa pandang bulu," katanya. PNO-11 22 Mei 2024, 21:57 WIT
IPW Sebut Langkah Polri Sudah Tepat di Kasus Vina, Masyarakat Jangan Termakan Hoaks Papuanewsonline.com, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menilai langkah Mabes Polri di kasus pembunuhan Vina sudah tepat dan meminta masyarakat menunggu hasil penyidikan.Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyambut baik langkah pengerahan tim Bareskrim Polri sebagai asistensi penyidikan yang dilakukan oleh Polda Jawa Barat.Sugeng meyakini dengan adanya bantuan dari Mabes Polri tersebut, dapat semakin mempercepat pengungkapan ketiga pelaku kasus pembunuhan Vina yang masih tersisa."Polri melalui Bareskrim merespon dengan sangat baik. Menurunkan tim untuk mengasistensi Polda Jawa Barat menyidik kembali kasus Vina dan Eki," ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/5/2024).Di sisi lain, ia menyebut Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat sebelumnya juga mempunyai rekam jejak yang baik karena berhasil mengungkap kasus pembunuhan Subang yang sempat tidak terpecahkan."Artinya Polda Jawa Barat punya kemampuan, oleh karena itu kita dorong agar Bareskrim bisa ikut membantu Polda Jawa Barat membantu mengejar ketiga DPO," jelasnya.Lebih lanjut, Sugeng juga mewanti-wanti agar masyarakat tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi hoaks yang beredar di media sosial terkait kasus yang terjadi pada 2016 silam.Menurutnya penyebaran hoaks seperti itu hanya akan semakin memperkeruh keadaan dan menyulitkan proses penyidikan yang dilakukan Polda dan Bareskrim Polri.Ia lantas meminta agar masyarakat dapat bersabar dan menunggu serta mendukung proses penyidikan yang tengah dilakukan pihak kepolisian bisa terang-benderang."IPW mendukung proses penyidikan yang sedang dilakukan dan mendorong masyarakat agar dalam proses ini kita menunggu hasil dari Bareskrim dan Polda Jawa Barat," pungkasnya. (PNO-12) 22 Mei 2024, 19:19 WIT
Mantan Kabareskrim Minta Publik Sabar dan Tak Berasumsi Terkait Kasus Vina Papuanewsonline.com, Jakarta - Mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Ito Sumardi turut menyoroti perkembangan kasus pembunuhan pasangan kekasih Vina dan Eki yang terjadi di Cirebon, Jawa Barat, pada 2016 silam.Dia meminta masyarakat untuk bersabar menunggu dan menyerahkan sepenuhnya proses penyidikan kasus tersebut kepada Polda Jawa Barat. "Saya kira kita perlu menunggu proses penyidikan, sambil menunggu kita harus menghindari sangkaaan kepada orang yang tidak didukung dengan bukti yang cukup. Karena ini memiliki konsekuensi hukum," ujarnya kepada wartawan, Senin (20/5/2024).Di sisi lain, Ito mengatakan Mabes Polri atau dalam kasus ini Bareskrim juga telah ikut memberikan bantuan berupa asistensi kepada penyidik Polda Jawa Barat. Kendati demikian, Ito mengakui pengungkapan kasus Vina menjadi tantangan tersendiri bagi penyidik.Pasalnya, kata dia, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Agustus 2016 atau sekitar 8 tahun yang lalu. Sehingga, menurutnya diperlukan ketelitian untuk menelusuri kembali kasus tersebut."Tentunya Polda harus meruntut dari kejadian 8 tahun yang lalu yang memang tidak mudah. Karena penyidiknya sudah pindah, pimpinan yang sudah pindah, dan juga banyak faktor yang bisa terjadi distorsi," jelasnya. Oleh sebab itu, Ito mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan menimbulkan berbagai spekulasi di media sosial dan menunggu informasi resmi dari aparat yang berwenang. "Kalau kita mengatakan seolah-olah orang itu terlibat tapi belum didukung oleh bukti-bukti tentunya ada konsekuensi hukum," tuturnya. (PNO-12) 21 Mei 2024, 19:10 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT