Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kriminal
Homepage
Polsek Kawasan Bandara Mimika Gelar Razia Sajam, Amankan 1 Busur Dan 28 Anak Panah
Papuanewsonline.com, Timika – Polsek Kawasan Bandara
melaksanakan razia khusus terhadap senjata tajam (sajam) berupa busur dan panah
dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pasca
konflik sosial di Distrik Kwamki Narama. Kegiatan yang dipimpin oleh Ipda
Yusran Jaya Milu (Kapolsek Kawasan Bandara Mimika) bekerja sama dengan tim
pengamanan Bandara Mozes Kilangin Timika digelar pada Selasa (31/3/2026) di
area Bandara Mozes Kilangin dan Terminal Perintis Avco.Kasihumas Polres Mimika Iptu Hempy Ona, S.E., menjelaskan
bahwa razia dilakukan secara menyeluruh di Terminal Perintis Bandara Avco
maupun area kedatangan dan keberangkatan Bandara UPBU Mozes Kilangin Timika. Personel melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap barang
bawaan calon penumpang serta penumpang yang baru tiba, guna mendeteksi adanya
benda berbahaya yang dapat mengganggu ketertiban."Kegiatan ini bertujuan mencegah masuknya atau
penyebaran senjata alami yang berpotensi memicu konflik kembali," ujarnya.Dalam pelaksanaan razia, personel berhasil mengamankan 1
buah busur dan 28 anak panah yang dibawa oleh salah seorang penumpang pesawat
Reven Global Transport yang berasal dari Lapter Noema Distrik Jila. Pemilik
barang berinisial T.D (37 tahun) beralamat di Jalan Baru, Distrik Mimika Baru,
Kabupaten Mimika. Setelah ditemukan, barang bukti tersebut langsung diamankan
di Polsek Kawasan Bandara untuk proses lebih lanjut.Hempy menambahkan bahwa setelah menyelesaikan proses
pemeriksaan awal, barang bukti akan disimpan sementara di Polsek Kawasan
Bandara sebelum dilakukan pemusnahan sesuai prosedur hukum. "Kegiatan razia sajam pasca konflik sosial di Kwamki
Narama merupakan tindakan preventif untuk menjaga situasi tetap aman dan
kondusif di wilayah Kabupaten Mimika," jelasnya. Razia ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan
lingkungan bandara yang aman bagi seluruh penumpang dan masyarakat sekitar. Penulis: Jid
Editor: GF
31 Mar 2026, 22:39 WIT
Polres Mimika Kawal Keberangkatan Tiga Bus Warga, Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
Papuanewsonline.com, Timika – Polsek Tembagapura bersama
petugas pengamanan melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap keberangkatan
tiga unit bus yang mengangkut warga masyarakat menuju Kota Timika pada Selasa
pagi (31/3/2026). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menghadiri acara kedukaan
almarhum Balau Newegalen serta mendukung proses hukum yang sedang berjalan.Kasihumas Polres Mimika Iptu Hempy Ona menjelaskan bahwa
pihak kepolisian melakukan pengamanan sejak pukul 06.30 WIT hingga seluruh
penumpang selesai melakukan boarding. Personel gabungan Polsek Tembagapura dan Brimob melakukan
pengaturan lalu lintas serta pengawasan terhadap barang bawaan penumpang guna
mencegah masuknya senjata atau barang berbahaya ke dalam bus."Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan
tidak terpengaruh isu yang belum jelas, agar situasi kamtibmas tetap
terkendali," ujarnya.Diketahui, keberangkatan bus tersebut merupakan bagian dari
dukungan masyarakat terhadap proses penyidikan kasus pembunuhan yang menimpa
Balau Newegalen di Kwamki Narama. Setiap penumpang yang terdiri dari berbagai kalangan
masyarakat dari Kampung Damai, Kwamki Narama, hingga Mimika Baru, menunjukkan
sikap kooperatif selama proses pemeriksaan barang bawaan. Tidak ditemukan
barang berbahaya maupun indikasi yang mengganggu keamanan selama proses
keberangkatan.Polres Mimika mengimbau seluruh masyarakat untuk terus
memberikan dukungan kepada aparat keamanan dalam menangani setiap kasus yang
terjadi."Kami akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan
guna menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Mimika. Semoga proses hukum
dapat berjalan dengan lancar dan memberikan keadilan yang layak bagi semua
pihak," pungkas Hempy Ona. Seluruh proses keberangkatan berjalan lancar dengan kondisi
kamtibmas yang tetap aman dan kondusif. Penulis: Jid
Editor: GF
31 Mar 2026, 22:34 WIT
Anggota Polisi di Dogiyai Tewas Dibunuh OTK, Aparat Tingkatkan Kewaspadaan
Papuanewsonline.com, Dogiyai – Suasana duka menyelimuti
jajaran kepolisian di Kabupaten Dogiyai, Papua, setelah seorang anggota polisi
dilaporkan tewas dibunuh oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Selasa
(31/3/2026). Peristiwa ini langsung memicu peningkatan kewaspadaan di kalangan personel
kepolisian setempat.Informasi yang diterima menyebutkan, korban merupakan
anggota Polres Dogiyai bernama Yupentus Edowai. Insiden tersebut sontak
mengejutkan rekan-rekan sesama aparat, mengingat situasi keamanan di wilayah
tersebut memang kerap menjadi perhatian.Dalam pesan yang beredar melalui grup komunikasi internal
dan diterima media ini melalui WhatsApp, salah satu rekan korban menyampaikan
imbauan agar seluruh personel meningkatkan kewaspadaan."Selamat siang komandan, Senior dan Rekans... Hari ini
rekan kita Polres Dogiyai di Bunuh oleh OTK untuk itu Rekan-Rekan jangan ada
yang bepergian sendiri-sendiri," demikian pernyataan dari salah satu rekan
polisi yang diterima media papuanewsonline,com. via WhatsApp.Korban diketahui bernama Yupentus Edowai yang disebut
tinggal di wilayah Barang Barat. Hingga kini, motif di balik pembunuhan
tersebut masih dalam penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.Menyusul kejadian ini, seluruh personel di wilayah Dogiyai
diminta untuk tidak bepergian seorang diri, terutama saat bertugas di lapangan
maupun di luar jam dinas. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar
insiden serupa tidak kembali terulang.Selain itu, pengamanan di sejumlah titik rawan juga
dikabarkan telah diperketat. Aparat melakukan patroli dan meningkatkan
kesiapsiagaan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan yang menimpa
aparat keamanan di wilayah pegunungan Papua, yang dalam beberapa waktu terakhir
menjadi perhatian berbagai pihak.Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi
dari pihak kepolisian setempat terkait kronologi lengkap, identitas pelaku,
maupun langkah lanjutan yang sedang dilakukan.Media ini akan terus memperbarui informasi seiring
perkembangan penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang. Penulis: HendEditor: GF
31 Mar 2026, 18:39 WIT
Tokoh Pemuda Suku Kamoro Kecam Kekerasan KKB, Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Papua
Papuanewsonline.com, Mimika – Tokoh pemuda Suku Kamoro Papua Tengah, Edison Manikiuta, menyatakan dukungan penuh terhadap penindakan dan penegakan hukum yang dilakukan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata yang mengganggu keamanan masyarakat di Papua. Pernyataan tersebut disampaikan di Nawaripi, Kabupaten Mimika, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIT, sebagai respons atas situasi keamanan yang dipicu oleh aksi kelompok kejahatan bersenjata.Dalam keterangannya, Edison mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kejahatan bersenjata yang dinilai telah menimbulkan korban serta mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan harapan masyarakat Papua yang menginginkan kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera.Edison juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya penegakan hukum yang dilakukan secara tegas, profesional, dan berkeadilan oleh Satgas Operasi Damai Cartenz. Menurutnya, langkah tersebut sangat penting dalam melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.Selain itu, ia mengapresiasi kehadiran Satgas Operasi Damai Cartenz yang dinilai terus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan humanis. Pendekatan tersebut dianggap mampu membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan rasa aman di tengah situasi yang berkembang.Lebih lanjut, Edison mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya di Mimika, untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum tentu benar. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan sebagai fondasi utama dalam menciptakan kedamaian di tanah Papua.“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menjaga persatuan serta kesatuan demi terciptanya Papua yang aman dan damai,” ujarnya.Dengan adanya dukungan dari tokoh pemuda dan masyarakat, diharapkan sinergi antara aparat keamanan dan warga dapat terus terjalin dengan baik, sehingga situasi kamtibmas di Papua tetap kondusif serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat. PNO-12
30 Mar 2026, 14:07 WIT
Seorang Pria Tewas di Kwamki Narama Dengan 19 Anak Panah di Badan, Polisi Tetap Siaga
Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang pria muda berinisial
BN (23) ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Freeport Lama, sekitar
pangkalan ojek tembus Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,
pada Minggu (29/3/26) dini hari.Laporan diterima oleh Polsek Kwamki Narama sekitar pukul
00.52 WIT. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Kwamki Narama dan
Brimob Yon B Mimika segera merespons, tiba di lokasi pada pukul 01.33 WIT untuk
melakukan pengamanan dan olah TKP bersama tim Inafis Polres Mimika. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD
Mimika untuk penanganan lebih lanjut.Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban
ditemukan memiliki luka serius akibat 19 anak panah yang tertancap di seluruh
tubuhnya, serta luka tambahan akibat senjata tajam di bagian leher dan
punggung. Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, membenarkan bahwa
korban diduga menjadi korban penyerangan sekelompok orang."Informasi sementara menunjukkan pelaku masih dalam
tahap penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas dan motif yang menjadi
dasar peristiwa ini," ujarnya.Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, juga menambahkan
bahwa sementara diduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang, namun identitas
dan motif masih didalami.Dalam penyelidikan lanjutan, ditemukan indikasi kuat bahwa
peristiwa ini berkaitan dengan riwayat konflik antar kelompok. Pelaku diduga
berjumlah tiga orang dan berasal dari kelompok Dang, sementara korban adalah
bagian dari kelompok Newegalen. Kedua kelompok ini pernah terlibat konflik berkepanjangan
selama tiga bulan pada tahun 2025, yang kemudian disepakati damai melalui
proses adat pada 12 Januari 2026 lalu. Namun, kejadian tragis ini membuat
situasi kembali memanas. "Personel kepolisian saat ini telah bersiaga penuh
untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi balasan dari kedua pihak,"
jelas Yusak.Pihak kepolisian telah meningkatkan patroli dan pengamanan
di seluruh wilayah Kwamki Narama guna menjaga ketertiban dan mencegah eskalasi
konflik. Polres Mimika juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang,
tidak mudah terprovokasi, serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. "Aparat keamanan akan terus meningkatkan patroli dan
pengamanan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas maupun aksi dari
pihak-pihak tertentu," tegas Hempy Ona.Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap kasus ini
secara tuntas dan mendorong kedua pihak untuk kembali menjaga perdamaian. Penulis: Jid
Editor: GF
29 Mar 2026, 21:41 WIT
Terjadi Kasus Pembunuhan di Jalan Wr Supratman Timika, Korban Di Temukan Bersimbah Darah
Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria ditemukan dalam
keadaan bersimbah darah di salah satu ruko kawasan Jalan WR Supratman Petrosea,
Timika, pada Minggu (29/3/26). Penemuan korban yang dalam kondisi tergeletak
tidak bernyawa ini membuat masyarakat khawatir, terutama setelah video kejadian
tersebut viral di berbagai platform media sosial.Dalam rekaman yang beredar, terlihat korban terkurap di
lantai dengan luka tajam pada bagian belakang leher hingga punggung, disertai
dengan banyaknya darah yang membasahi area sekitar.Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat
dikonfirmasi secara resmi membenarkan kejadian tragis tersebut. "Informasi yang beredar benar adanya. Saat ini tim
Inafis sedang melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk mengumpulkan
bukti dan memastikan detail kasus," Katanya. Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Teguh Krisandi
Fardha, juga menambahkan bahwa pihak keamanan telah segera merespons kejadian
dan melakukan penanganan di lokasi."Kami telah mengerahkan personel untuk mendatangi
lokasi dan menangani kasus ini dengan serius," katanya secara singkat.Di lokasi kejadian, Tokoh Pemuda sekaligus Ketua KNPI
Mimika, Awen Magai, menyampaikan bahwa korban yang menjadi korban pembunuhan
ini adalah kakak kandungnya."Betul, korban yang ditemukan adalah kakak kandung saya
yang telah menjadi korban pembunuhan. Saat ini pelaku telah melarikan diri dari
lokasi kejadian," ungkapnya dengan penuh emosi. Dengan tegas, Awen mengajukan permintaan kepada pihak
kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan dan menemukan pelaku yang telah
melakukan tindakan keji tersebut."Saya meminta kepada pihak keamanan untuk melakukan
pencarian pelaku dengan penuh semangat dalam waktu 24 jam. Sebelum keluarga
kami terpaksa mengambil langkah yang lebih tegas, harap segera proses kasus
ini," pintanya.Diketahui, kejadian ini bukan satu-satunya kasus pembunuhan
yang terjadi pada hari yang sama di Kabupaten Mimika. Sebelumnya, juga
ditemukan kasus serupa di Distrik Kwamki Narama. Pihak kepolisian saat ini tengah fokus menangani kedua kasus
tersebut secara paralel, dengan melakukan koordinasi antar unit untuk
memastikan proses penyelidikan berjalan dengan cepat dan akurat. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan
informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan dukungan
penuh dalam proses penyidikan agar pelaku dapat segera ditemukan dan diadili
sesuai hukum. Penulis: Jid
Editor: GF
29 Mar 2026, 20:59 WIT
Geger! Pria 20 Tahun Ditemukan Tewas Tertancap Puluhan Anak Panah di Timika
Papuanewsonline.com, Timika - Seorang pria ditemukan tewas tertancap puluhan anak panah di jalan poros bandara lama arah mile 32, Kampung Kwamki, Distrik Kwamki Narama, pada Minggu (29/3/2026).Data yang diterima Media Papuanewsonline.com, menyebutkan Korban tewas teridentifikasi atas nama Balau Newegalen (laki-laki, 20 tahun, Suku Damal, Alamat Jln. Sp 12, Distrik Kuala Kencana, Kab. Mimika).Balau Newegalen diduga sebagai korban aksi penyerangan, konflik perang yang berkepanjangan di Kwamki Narama mulai dari tahun 2025 kemarin.Korban ditemukan Pada Minggu 29 Maret 2026 Pukul 02.30 WIT di Pangkalan Ojek 3 Jalan Poros Bandara Lama Arah Mile 32, Kampung Kwamki, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah Dengan (Koordinat 53M 709978 9504260).Saat ini Polisi membawa jenazah korban ke RSUD Mimika untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut, untuk mempercepat proses penegakan hukum.Status di Kwamki Narama masih terkendali, namun kejadian ini, memicu konsentrasi massa di Kwamki Narama dengan membawa sejumlah alat perang.Penulis : HendrikEditor: GF
29 Mar 2026, 15:40 WIT
TPNPB Kodap IV Sorong Raya Klaim Serang Pos Militer di Maybrat, 8 Aparat Tewas dan Senjata Disita
Papuanewsonline.com, Maybrat - TPNPB Kodap IV Sorong Raya
mengklaim telah melakukan serangan terhadap pos militer Indonesia di Kampung
Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua pada 22 Maret 2026. Dalam
siaran persnya, TPNPB menyatakan bahwa serangan tersebut dipimpin oleh Komandan
Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya, Mayor Manfred Fatem, dan berhasil
menewaskan 8 orang aparat militer Indonesia.TPNPB juga mengklaim telah menyita beberapa senjata dan
amunisi milik militer Indonesia, termasuk satu pucuk senjata FN Minimi MK3
buatan Belgia, satu pucuk senjata M4, 2 unit magazen, dan 49 butir amunisi
kaliber 5.56. Seluruh logistik militer Indonesia yang telah disita telah
menjadi aset TPNPB Kodap IV Sorong Raya dan akan digunakan dalam medan perang
di Papua demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua.Dalam pernyataan resminya, TPNPB Kodap IV Sorong Raya
menuntut agar pemerintah Indonesia mengakui TPNPB sebagai kelompok yang
berjuang untuk kemerdekaan Papua dan berhenti menyebut mereka sebagai kelompok
kriminal. TPNPB juga meminta kepada Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI,
Agus Subianto, untuk mengakui seluruh anggotanya yang telah tewas dalam
pertempuran di Maybrat.TPNPB Kodap IV Sorong Raya juga meminta bantuan kemanusiaan
untuk warga sipil yang terkena dampak konflik, karena akibat dari konflik
tersebut telah mengakibatkan 105.878 warga sipil mengungsi secara internal di
Tanah Papua. TPNPB juga menuntut agar aparat militer Indonesia segera ditarik
keluar dari pemukiman warga sipil dan berhenti melakukan penangkapan dan
penembakan terhadap warga sipil.TPNPB Kodap IV Sorong Raya juga menyatakan bahwa mereka
tidak membutuhkan pembangunan jalan, jembatan, maupun uang, karena perang yang
dilakukan hanya untuk kemerdekaan bangsa Papua. Mereka juga meminta kepada
seluruh warga sipil untuk tidak percaya dengan ucapan pemerintah Indonesia yang
menyatakan bahwa wilayah Maybrat sudah aman, karena TPNPB masih melakukan
operasi.Dalam siaran persnya, TPNPB Kodap IV Sorong Raya juga
mengultimatum kepada seluruh agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang
bekerja sebagai pedagang kaki lima, tukang ojek, tukang bangunan, ASN, dan
imigran Indonesia yang sedang mencuri emas dan hasil kekayaan alam Papua agar
segera keluar dari wilayah perang. Penulis: Hendrik
Editor: GF
27 Mar 2026, 21:15 WIT
Redam Aksi Bentrok di Danar, Polisi Imbau Masyarakat Menahan Diri dan tidak mudah terprovokasi
Papuanewsonline.com, Malra - Kepolisian Daerah Maluku melalui Bidang Humas membenarkan terjadinya bentrok antar kelompok pemuda di Desa Danar Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, yang terjadi sejak Jumat (26/3) malam hingga Sabtu (27/3) dini hari.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa aparat kepolisian dihawah pimpinan Kapolres Malra AKBP RIAN SUHENDI, S.PT., S.I.K telah mengambil langkah cepat dan terukur untuk mengendalikan situasi.“Benar telah terjadi bentrokan antar kelompok pemuda, Personel Polres Maluku Tenggara dibantu satuan Brimob telah melakukan penanganan secara cepat sehingga situasi saat ini berangsur kondusif,” ujarnya.Menurut Kombes Rositah, Peristiwa bermula dari kesalahpahaman antar pemuda yang memicu adanya konsentrasi massa dan aksi saling lempar antar kelompok. Situasi sempat mereda setelah kehadiran aparat, namun kembali terjadi eskalasi pada dini hari hingga menyebabkan bentrokan lanjutan Dari kejadian tersebut terdapat korban luka baik dari pihak aparat Kepolisian yang melerai maupun dari pihak masyarakat kedua belah pihak yang terlibat bentrokan tersebut, diantaranya :3 orang Anggota Polri:* Wakapolres Malra, KOMPOL Djufri Jawa* Kasat Reskrim Polres Malra, AKP Barry Talabessy, S.Pd., S.H., M.H * Personil Satsamapta Polres Malra, Bripda Siswanto Sofyan 3 orang anggota Masyarakat :* sdr. FFH (22 thn)* sdr. MSS (17 thn)* sdr. AA R (37 thn)Serta satu orang masyarakat meninggal dunia Sdr FAR (25 thn)Sedangkan untuk kerugian materiil yang baru berhasil didatakan saat ini :* 3 unit rumah terbakar* 4 unit rumah rusak berat* 1 unit sepeda motor terbakarData-data diatas akan diupdate kembali sesuai perkembangan situasi dan kondisi dilapangan.Situasi saat ini telah berhasil dikendalikan oleh aparat Kepolisian Polres Malra beserta personil Brimob Yon C Pelopor di lokasi kejadian dan telah dilakukan penyekatan antara kedua kelompok yang bertikai, kata Kombes Rositah.Dia juga menegaskan bahwa Polri mengedepankan langkah persuasif, penegakan hukum secara profesional, serta koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas keamanan.“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada aparat keamanan. Upaya rekonsiliasi dan pemulihan situasi sosial terus dilakukan,” tegasnya.Saat ini aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di lokasi serta pendalaman lebih lanjut guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. PNO-12
27 Mar 2026, 15:12 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru