logo-website
Minggu, 11 Jan 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Seorang Polisi Dilarikan Ke Rumah Sakit Usai Di Bacok Pada Bagian Kepala Papuanewsonline.com, Keerom – Seorang personel Polres Keerom harus dilarikan ke Rumah Sakit, akibat mengalami luka Serius pada bagian kepala, usai di bacok saat mendatangi TKP kasus dugaan penganiayaan, yang dilakukan oleh terduga terlapor berinisial AT, Selasa (2/4/24).Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, S.H., S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Keerom Iptu M. Indra Prakoso, S.Tr.K., M.H saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.Kasat Reskrim mengungkapkan bahwa Personil Polres Keerom tersebut bertugas di Polsek Skanto an. Aiptu Imam Basori, yang mana mengalami luka cukup serius usai dibacok menggunakan parang oleh terduga terlapor AT.Kasat Reskrim menjelaskan bahwa awal mulanya pada Selasa (2/4) sore pukul 17.30 Wit, datang seorang ibu an. Yuli Pagawak membuat laporan ke Polsek Skanto bahwa dirinya telah dianiaya oleh terlapor AT, kemudian Polsek Skanto merespon laporan tersebut.“Aiptu Imam bersama personelnya mendatangi rumah terlapor yang berada di Jl. Kembakar Pabrik Oksigen, Arso III, Distrik Skanto, namun saat hendak ingin dilakukan mediasi, terlapor tidak terima dan mengancam Polisi yang datang dengan 2 Bilah parang,” ucapnya."Saat didatangi oleh Polisi dan Pelapor Ibu Yuli Pagawak, si terlapor tenyata tidak terima dan mengancam polisi menggunakan 2 bilah parang yang digunakannya dengan cara di ayun-ayunkan secara membabi buta," ungkapnya.Sontak Aiptu Imam terjatuh ketanah dan AT membacok Aiptu Imam menggunakan parang di bagian kepala, sehingga personel yang lain membuang tembakan peringatan namun tidak diindahkan, justru membuat terlapor AT tambah membabi buta mengayunkan parang miliknya, sehingga personel di TKP mengambil tindakan tegas terukur guna melumpuhkan terlapor yang ingin kembali menyerang Aiptu Imam."Aiptu Imam mengalami luka bacok di bagian kepala dan kini telah mendapatkan perawatan di evakuasi ke Puskesmas Arso III,” terangnya.Lebih lanjut, ia mengatakan karena lukanya cukup parah akhirnya Aiptu Imam dirujuk ke RS Bhayangkara, sedangkan AT yang sudah tak sadarkan diri setelah dilumpuhkan Polisi juga langsung dilarikan ke RSUD Kwaingga Swakarsa.Kini AIPTU Imam Basori masih dalam penanganan medis, sedangkan AT sekitar pukul 18.55 wit telah dinyatakan meninggal dunia setelah di bawah ke Rumah Sakit. (PNO-12) 03 Apr 2024, 15:01 WIT
Tiga Remaja Dibekuk Polisi Terkait Kasus Pencurian di Sekolah Yapis Pembangunan V Waena Papuanewsonline.com, Jayapura – 3 remaja laki-laki yang masih berstatus Pelajar masing-masing berinisial MA (16), KM (14) dan PB (14) kini harus berurusan dengan pihak Kepolisian lantaran melakukan tindak pidana Pencurian di Sekolah Yapis Pembangunan V Waena Distrik Heram.Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si melalui Kapolsek Heram AKP Frengky Rumbiak saat dikonfirmasi melalui teleponnya, Senin (1/4) siang.Kapolsek menerangkan, berawal saat pihaknya menerima pengaduan dari masyarakat atau pelapor bernama Bambang, yang melaporkan bahwa pihaknya perwakilan dari SMP Pembangunan V Yapis Waena telah hilang dicuri barang inventaris milik sekolah pada 28 Maret 2024 yang baru diketahui pagi harinya.Adapun barang sekolah yang hilang dicuri berupa 25 unit Laptop merk Acer dan satu unit speaker merk Fahrenheit warna hitam. "Atas peristiwa tersebut pelapor dang membuat laporan polisi selaku pihak sekolah," kata Kapolsek.Merespon laporan yang ada tim opsnal unit reskrim Polsek Heram langsung bertindak cepat lakukan penyelidikan hingga pada Sabtu (30/3) identitas pelaku berhasil diketahui."Saat mengetahui identitas salah satu pelaku yakni MA Alias Angga, tim langsung mendatangi rumahnya dan membawanya ke Mapolsek Heram," ungkap Kapolsek.Setelah dilakukan pemeriksaan awal, MA mengakui perbuatannya dan menerangkan bahwa ia tidak sendiri namun bersama tiga rekannya."Dari hasil pemeriksaan awal terhadap MA, diketahui ada 3 pelaku lainnya yakni KM, PB dan Y. Tim kemudian mendatangi rumah para pelaku dan berhasil membekuk mereka, namun satu diantaranya yakni Y kini masih dalam pencarian," ucap Kapolsek.Untuk kronologis kejadian, awalnya keempat remaja tersebut mengkonsumsi miras di dalam lingkungan sekolah sekitar jam 1 dini hari (28/3), kemudian mereka masuk secara paksa ke dalam ruang Laboratorium dengan merusak pintunya, lalu setelah di dalam ruang Lab para pelaku mengambil barang inventaris sekolah berupa 25 unit Laptop merk Acer dan satu unit speaker merk Fahrenheit."Kini ketiga pelaku bersama barang bukti tengah diamankan di Mapolsek Heram untuk diambil langkah-langkah Kepolisian berupa penyelidikan dan penyidikan, sementara untuk Y rekan mereka kini dalam pencarian oleh tim opsnal Polsek Heram," pungkas Kapolsek Heram AKP Frengky Rumbiak. (PNO-12) 02 Apr 2024, 19:18 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT