Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pemerintahan
Homepage
Presiden Prabowo Langsung Kerja Setelah Pulang dari Mesir, Pimpin Rapat Bahas Isu Strategis Nasional
Papuanewsonline.com, Jakarta — Tanpa
menunggu lama setelah tiba dari kunjungan kenegaraan ke Republik Arab Mesir,
Presiden Prabowo Subianto langsung menunjukkan komitmennya terhadap kerja cepat
dan efektif. Begitu pesawat kepresidenan mendarat di Pangkalan Udara Halim
Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (14/10/2025), Presiden langsung memimpin rapat
terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri untuk membahas sejumlah isu strategis
nasional. Rapat yang digelar di ruang
tunggu VIP Halim itu berlangsung dalam suasana padat namun produktif. Para
menteri secara bergantian menyampaikan laporan terkini dari sektor
masing-masing, mulai dari olahraga, investasi, pengelolaan sampah nasional,
hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg)
Prasetyo Hadi, yang turut mendampingi Presiden, menyampaikan bahwa dalam rapat
tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir melaporkan hasil
pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026. Erick menyampaikan permohonan
maaf atas belum berhasilnya tim nasional Indonesia lolos ke babak berikutnya.
Presiden Prabowo, menurut Mensesneg, memberikan apresiasi atas semangat juang
para pemain serta meminta agar pembinaan atlet muda terus ditingkatkan dengan
sistem yang lebih terarah dan berkelanjutan. “Bapak Presiden menegaskan bahwa
olahraga adalah cerminan karakter bangsa. Beliau meminta agar prestasi tidak
hanya dikejar dari hasil akhir, tetapi juga dari pembentukan disiplin dan
mental pantang menyerah,” ujar Mensesneg Prasetyo Hadi dalam keterangan kepada
awak media usai rapat. Selain laporan sektor olahraga,
Presiden juga menerima paparan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan
Roeslani, yang menyampaikan perkembangan realisasi investasi nasional, termasuk
progres penerapan patriot bond dan proyek besar pengelolaan sampah (waste to
energy) di berbagai daerah. Dalam pemaparannya, Rosan
menjelaskan bahwa proyek pengolahan sampah modern ini dirancang untuk dibangun
di 34 kabupaten/kota dengan volume sampah di atas 1.000 ton per hari. Proyek
tersebut saat ini telah memasuki tahap persiapan pembangunan di 10 titik awal,
salah satunya di Bantar Gebang, Bekasi. “Pemerintah telah menemukan skema
pembiayaan yang inovatif, melibatkan lembaga seperti Danantara, untuk
mempercepat penanganan sampah secara berkelanjutan,” ujar Mensesneg
menambahkan. Ia juga menegaskan bahwa proyek tersebut tidak hanya bertujuan
mengurangi beban lingkungan, tetapi juga mendorong efisiensi energi melalui
pemanfaatan limbah menjadi sumber listrik. Dari sisi pembangunan manusia,
Presiden Prabowo turut mendengarkan laporan dari Menteri Pendidikan Tinggi,
Riset, dan Inovasi Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
Dalam paparannya, Brian menyampaikan strategi pemerintah dalam meningkatkan
kapasitas SDM berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)
untuk menghadapi tantangan global di era digital. Presiden, kata Mensesneg,
menekankan pentingnya sinkronisasi antara dunia pendidikan dan kebutuhan
industri, agar lulusan Indonesia tidak hanya unggul secara akademis, tetapi
juga siap menghadapi persaingan global. Mensesneg menuturkan, meski baru
kembali dari lawatan luar negeri, Presiden tetap mengutamakan koordinasi dan
pengambilan keputusan cepat.
“Rapat ini menjadi bukti bahwa Presiden Prabowo selalu menempatkan kepentingan
nasional sebagai prioritas utama, bahkan sebelum beliau meninggalkan area
bandara,” ujar Prasetyo. Ia menambahkan, arahan Presiden
menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat program
strategis nasional dan memastikan hasil nyata bagi masyarakat.(GF)
16 Okt 2025, 14:21 WIT
Didampingi Kapolda Maluku, Wapres Gibran Tinjau Pembangunan Bendungan Way Apu Buru
Papuanewsonline.com, Buru - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja di kabupaten Buru, Maluku, Selasa (14/10/2025). Ia meninjau progres pembangunan bendungan Way Apu salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Desa Wapsalit, Kecamatan Lolongguba, Buru.Kedatangan Wapres bersama rombongan di kabupaten Buru, didampingi langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Irjen Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku maupun Kabupaten Buru. Kehadiran lengkap seluruh unsur pemerintahan, TNI, Polri, dan pelaksana proyek menunjukkan sinergi kuat lintas lembaga dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional di wilayah Maluku.Sebagai salah satu proyek strategis nasional, pembangunan bendungan Way Apu diharapkan dapat menjadi tulang punggung ketahanan air, pangan, dan energi di kawasan timur Indonesia.Dalam arahannya, Wapres Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian proyek bendungan Way Apu sehingga segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.“Bendungan Way Apu agar selesai tepat waktu dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, serta mendukung ketahanan pangan dan energi nasional,” kata Wapres sebagaimana disampaikan dalam siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden RI.Wapres Gibran juga memberikan arahan langsung kepada para pekerja dan penanggung jawab proyek agar tetap menjaga kualitas pekerjaan serta memperhatikan keselamatan kerja. Ia menekankan bahwa pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat Maluku.Bendungan Way Apu memiliki multifungsi vital. Bendungan ini diproyeksikan mampu mengairi sekitar 10.000 hektare lahan pertanian, menyediakan air bersih untuk kebutuhan masyarakat, serta mengurangi risiko banjir di wilayah sekitar. Selain itu, bendungan ini juga dilengkapi dengan fasilitas pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 8 megawatt (MW), menjadikannya sumber energi baru dan terbarukan di Kabupaten Buru.Di sela-sela kegiatan, Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto menyampaikan komitmen Polri dalam mengawal dan mengamankan setiap proyek strategis nasional yang berdampak langsung terhadap kepentingan masyarakat.“Polri bersama TNI dan pemerintah daerah siap mengawal setiap tahapan pembangunan Bendungan Way Apu agar berjalan lancar, tepat waktu, dan bebas dari hambatan. Pembangunan ini sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Buru dan Maluku pada umumnya,” ungkap Kapolda.Pada kesempatan itu, Kapolda juga memberikan apresiasi atas sinergi antara pihak pelaksana proyek, pemerintah daerah, dan masyarakat yang turut menjaga situasi keamanan tetap kondusif selama kegiatan pembangunan berlangsung.“Kami bersyukur situasi tetap aman dan tertib. Kunjungan Bapak Wakil Presiden menjadi dorongan moral bagi seluruh pihak untuk terus bekerja keras dan berkontribusi bagi kemajuan Maluku,” tambahnya.Pembangunan bendungan Way Apu diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Buru dan Maluku secara keseluruhan. Dengan fungsi irigasi, penyediaan air baku, pengendalian banjir, hingga pembangkit listrik ramah lingkungan, proyek ini menjadi simbol kemajuan dan transformasi energi bersih di wilayah timur Indonesia.Kunjungan Wapres sendiri menjadi penegasan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di daerah, terutama yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. PNO-12
16 Okt 2025, 13:54 WIT
Kapolda Maluku Apresiasi Antusiasme Warga Ambon Sambut Kunjungan Wakil Presiden RI
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang menyambut hangat kunjungan kerja (Kunker) Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Gibran Rakabuming Raka di kota Ambon, Selasa (14/10/2025).Apresiasi disampaikan Kapolda saat bersama Forkopimda Maluku mendampingi Wapres mengunjungi kawasan Pasar Mardika Ambon. Hadirnya Forkopimda menunjukkan soliditas dan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam mendukung program nasional pengendalian harga bahan kebutuhan pokok.Kehadiran orang nomor dua di Indonesia bersama rombongan menjadi momentum penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah, khususnya dalam upaya memperkuat pengendalian inflasi dan menstabilkan harga bahan pokok di wilayah Maluku.Kunjungan Wapres di kawasan Pasar Mardika Ambon dilakukan untuk memantau stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Wapres tampak meninjau langsung kondisi pasar dan berdialog dengan para pedagang mengenai fluktuasi harga bahan pokok, terutama komoditas yang mengalami kenaikan seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih.Mantan Wali Kota Solo ini juga meninjau kondisi kebersihan, fasilitas umum, dan aktivitas transaksi jual beli di kawasan Pasar Mardika yang menjadi pusat ekonomi rakyat di Ambon, ibukota provinsi Maluku.Selain di Pasar Mardika, Wapres dan rombongan juga meninjau lokasi Pasar Ikan Arumbae. Ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga hasil laut serta kondisi distribusi bahan pangan.Menjelang akhir kunjungan, suasana haru dan penuh kehangatan tercipta ketika para pedagang bersama masyarakat spontan menyanyikan lagu daerah “Gandong e”. Lagu ini mengungkapkan sambutan dan penghormatan kepada Wakil Presiden Gibran. Lagu yang menggema di seluruh area pasar tersebut menutup kunjungan dengan nuansa persaudaraan yang kental dan penuh makna.Dalam lawatannya, Wapres tampak menyapa masyarakat dengan ramah, menerima sapaan para pedagang, dan berinteraksi langsung dengan warga yang menyampaikan aspirasi dan ucapan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi ekonomi daerah.“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan peninjauan Bapak Wakil Presiden di Pasar Mardika dan Pasar Ikan Arumbae berjalan aman, lancar, dan penuh keakraban. Ini menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menyambut kunjungan pejabat negara,” ujar Kapolda.Kapolda menekankan, jajarannya bersama TNI dan pemerintah daerah telah mempersiapkan seluruh aspek pengamanan secara matang, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga pengamanan terbuka dan tertutup di area kunjungan.“Kami bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait untuk memastikan kegiatan berjalan kondusif. Kunjungan ini bukan hanya bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap Maluku, tetapi juga dorongan bagi kita semua untuk memperkuat stabilitas keamanan dan ekonomi daerah,” tambahnya.Seluruh rangkaian kunjungan kerja Wapres di Ambon berakhir pada pukul 18.30 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali. Masyarakat Ambon menunjukkan keramahan dan antusiasme yang luar biasa, sementara aparat keamanan berhasil menjaga situasi tetap kondusif tanpa gangguan berarti.Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengendalian harga bahan pokok serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Maluku. PNO-12
16 Okt 2025, 13:43 WIT
Jangkau Ribuan Anak di Kupang: Kapolda NTT Jamin Kualitas dan Keamanan Pangan SPPG Polri
Papuanewsonline.com, Kupang - Dalam upaya menjaga dan mendukung tumbuh kembang anak-anak serta siswa sekolah di Nusa Tenggara Timur, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) terus berinovasi melalui penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan lewat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) POLRI. Program yang telah berjalan sejak bulan Juli ini telah memberikan manfaat kepada 2.692 penerima, terdiri dari siswa sekolah, guru, dan petugas posyandu di berbagai wilayah di Kota Kupang dan sekitarnya.Kegiatan MBG di bawah pengelolaan SPPG POLRI SPN Kupang Polda NTT menjadi salah satu bukti nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda. Di balik setiap porsi makanan bergizi yang diterima anak-anak sekolah, tersimpan kerja keras, disiplin, dan semangat pengabdian dari para petugas yang setiap hari menyiapkan hidangan sehat dengan penuh tanggung jawab.Sejak pagi hari, suasana dapur SPPG sudah dipenuhi aktivitas para petugas yang menyiapkan bahan-bahan segar seperti sayuran, daging, telur, dan bahan pelengkap lainnya. Semua bahan dicuci bersih dan ditakar sesuai kebutuhan agar hasil masakan benar-benar higienis serta memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan oleh tenaga ahli.Setelah bahan siap, juru masak mulai bekerja dengan penuh semangat. Wajan berdesis, aroma masakan menggugah selera, dan koordinasi yang teratur menunjukkan profesionalisme tim di dapur. Di sinilah tercipta makanan bergizi yang bukan hanya lezat, tetapi juga seimbang dan berguna untuk mendukung pertumbuhan anak-anak dan siswa sekolah menengah penerima manfaat.Sebelum MBG dikirimkan, tim pengawas melakukan pemeriksaan kualitas secara menyeluruh. Makanan yang akan disalurkan harus dipastikan matang sempurna, tidak terkontaminasi, dan memenuhi standar gizi. Tahap ini menjadi wujud tanggung jawab moral dari SPPG POLRI untuk menjamin mutu setiap sajian yang dikonsumsi masyarakat.Setelah lulus pemeriksaan, makanan bergizi dikemas dengan sistem tertutup dan higienis. Setiap wadah diberi label sesuai jenis menu dan waktu makan pagi, siang, atau malam. Petugas bekerja dengan cepat dan penuh kehati-hatian agar makanan tetap dalam kondisi hangat dan layak konsumsi hingga sampai di lokasi penerima.Usai pengemasan, seluruh peralatan dapur dan wadah makanan dibersihkan melalui proses “cuci ompreng”. Proses ini menjadi tahapan penting untuk menjaga sanitasi dan mencegah kontaminasi silang pada siklus pengolahan berikutnya. Prinsip “bersih, aman, dan siap pakai” selalu dijunjung tinggi dalam setiap kegiatan SPPG POLRI.Setelah seluruh proses selesai, tim distribusi bergerak cepat menyalurkan MBG menggunakan kendaraan operasional menuju titik-titik distribusi yang telah ditentukan. Hingga saat ini, MBG dari SPPG POLRI SPN Kupang Polda NTT telah disalurkan ke berbagai lembaga pendidikan dan layanan masyarakat seperti SMK Negeri 1 Kupang, SMP Negeri 1 Kupang, TK Kemala Bhayangkari, PAUD Belajar Mandiri, Posyandu Mawar, dan Posyandu Kemala Bhayangkari.Di setiap lokasi, sambutan antusias selalu terlihat. Para siswa, guru, dan petugas posyandu dengan senang hati menerima paket makanan bergizi yang telah disiapkan dengan penuh ketulusan. Wajah-wajah ceria dan semangat para penerima menjadi bukti bahwa program ini benar-benar memberikan dampak positif terhadap semangat belajar dan kesehatan masyarakat.Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K, M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa program ini tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga menjamin kualitas dan keamanan makanan. Polda NTT menempatkan peran Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) dan ahli gizi sebagai pilar utama dalam proses penyediaan makanan.“Kami tidak hanya menyalurkan, tetapi juga menjamin bahwa setiap porsi makanan yang diterima anak-anak kita adalah makanan yang betul-betul aman dan bergizi. Tim dari Biddokkes Polda NTT melakukan pengawasan ketat, mulai dari bahan baku hingga proses masak,” ujar Kabidhumas Polda NTT.Hasil pemeriksaan oleh tim food safety menunjukkan standar kebersihan yang tinggi telah diterapkan. “Pengecekan meliputi kebersihan dapur dan kualitas bahan baku. Kami pastikan kondisi dapur dalam keadaan baik, bahan baku yang digunakan segar, serta ompreng dan peralatan masak bersih,” tegas Kombes Henry.Kabidhumas menyampaikan bahwa program MBG adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap masa depan bangsa, khususnya di NTT.“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah investasi kita untuk masa depan generasi penerus bangsa. Anak-anak yang sehat dan memiliki gizi yang baik akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan kuat, yang pada akhirnya akan membangun Nusa Tenggara Timur ini menjadi lebih maju. Kami di Polda NTT berkomitmen untuk terus mendukung program prioritas ini dengan standar pelayanan terbaik, memastikan penyaluran berjalan lancar dan kualitas gizi tetap terjaga. Kesehatan dan kecerdasan anak-anak NTT adalah prioritas kami,” pungkas Kombes Henry Novika Chandra.Diharapkan, dengan adanya program MBG yang didukung penuh oleh Polda NTT ini, pemenuhan gizi di kalangan pelajar dan anak-anak usia dini di Kota Kupang dapat ditingkatkan, sekaligus membangun citra Polri yang semakin dekat dan melayani masyarakat. PNO-12
16 Okt 2025, 13:34 WIT
Wapres Gibran Kunjungi Pasar Langgur, Kapolda: Siap Jaga Stabilitas Keamanan Dukung Ekonomi Rakyat
Papuanewsonline.com, Malra – Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau Pasar Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (15/10/2025).Kunjungan kerja Wakil Presiden ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi perekonomian masyarakat, stabilitas harga bahan pokok, serta kesiapan pemerintah daerah dalam menjaga pasokan dan ketersediaan bahan pangan di wilayah Maluku Tenggara.Kapolda Maluku Irjen Prof. Dadang Hartanto menegaskan kehadiran Polri dalam setiap agenda kenegaraan maupun kegiatan masyarakat merupakan bentuk nyata komitmen dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sektor ekonomi rakyat.“Pasar adalah jantung ekonomi masyarakat. Keamanan dan ketertiban di tempat seperti ini menjadi prioritas kami agar kegiatan ekonomi berjalan lancar, masyarakat merasa aman, dan pedagang dapat berjualan dengan nyaman,” ujar Kapolda Maluku.Lebih lanjut, Kapolda mengaku Polda Maluku, bersama TNI dan pemerintah daerah, terus melakukan langkah-langkah preventif untuk memastikan tidak ada gangguan yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk dalam hal distribusi bahan pokok dan harga kebutuhan masyarakat.“Polri berkomitmen menjaga agar rantai pasokan tetap aman, tidak ada penimbunan barang, serta harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi di wilayah kepulauan seperti Maluku Tenggara,” tambahnya.Kedatangan Wapres, tambah Kapolda, bukan hanya sekadar agenda kunjungan kerja, tetapi juga menjadi simbol nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan masyarakat di Maluku.“Kehadiran Bapak Wakil Presiden hari ini memberi semangat baru bagi kami untuk terus bersinergi menjaga keamanan dan mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Dengan situasi yang aman dan tertib, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Maluku dapat terus meningkat,” harapnya.Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan apresiasi atas peran aktif aparat keamanan dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Ia menilai koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat TNI-Polri di Maluku berjalan sangat baik.“Kita ingin memastikan bahwa harga-harga kebutuhan pokok tetap stabil dan pasokannya cukup. Pemerintah pusat bersama aparat di daerah harus terus bekerja sama menjaga situasi yang kondusif agar aktivitas ekonomi masyarakat berjalan baik,” ujar Wakil Presiden.Wapres juga menekankan pentingnya peran pasar rakyat dalam menopang ekonomi lokal, serta mendorong agar infrastruktur pasar terus ditingkatkan agar lebih bersih, aman, dan modern.Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah pusat yang inklusif, memastikan wilayah terluar seperti Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara tidak tertinggal dalam arus pembangunan nasional.Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Langgur terpantau aman dan tertib. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pedagang dan warga yang menyambut langsung kehadiran Wakil Presiden beserta rombongan.Pengamanan terpadu dilaksanakan oleh personel Polda Maluku, Polres Maluku Tenggara, TNI, serta Paspampres, yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sesuai prosedur pengamanan VVIP.Selanjutnya Wapres dan rombongan meninggalkan Kepulauan Kei, melanjutkan agenda kunker di Provinsi Maluku Utara. PNO-12
16 Okt 2025, 13:12 WIT
Kapolda Maluku Dampingi Wakil Presiden RI Tinjau RSUD Maren H. Noho Renuat di Tual
Papuanewsonline.com, Tual – Selain Kota Ambon, kabupaten Buru, dan Maluku Tenggara, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, juga melakukan kunjungan kerja di kota Tual, Rabu (15/10/2025).Kunjungan Wapres bersama rombongan di provinsi Maluku sejak Selasa kemarin didampingi langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku.Di Tual, Wapres Gibran bersama rombongan meninjau fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maren H. Noho Renuat. Peninjaun dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas hingga tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat di wilayah kepulauan.Di RSUD Maren H. Noho Renuat, Wapres Gibran bersama rombongan tampak meninjau berbagai fasilitas rumah sakit, mulai dari ruang perawatan, instalasi gawat darurat (IGD), hingga laboratorium medis. Wapres tampak berdialog langsung dengan Direktur RSUD, dokter, dan tenaga kesehatan untuk mengetahui kebutuhan serta tantangan pelayanan kesehatan di daerah kepulauan seperti Kota Tual.“Pemerintah pusat terus mendorong peningkatan fasilitas dan kualitas layanan kesehatan di seluruh daerah, termasuk di wilayah-wilayah kepulauan. Kita ingin memastikan bahwa masyarakat di Maluku memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai,” ungkap Wapres Gibran dalam arahannya.Kapolda Maluku Irjen Prof. Dadang Hartanto yang turut mendampingi Wapres selama kegiatan menegaskan, Polri berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sektor kesehatan melalui jaminan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.“Kami siap memastikan setiap kegiatan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, berjalan aman, tertib, dan lancar. Stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam pelayanan kesehatan,” tegas Kapolda Maluku.Kapolda menambahkan, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan sangat penting dalam memperkuat sistem layanan publik di wilayah kepulauan. Polri, kata Kapolda, tidak hanya berperan dalam aspek pengamanan, tetapi juga dalam memberikan dukungan sosial serta memastikan keamanan bagi tenaga kesehatan yang bekerja di daerah terpencil.“Dengan situasi yang kondusif, rumah sakit dapat beroperasi optimal, tenaga medis bisa bekerja dengan tenang, dan masyarakat mendapat pelayanan yang layak. Ini menjadi komitmen kami bersama pemerintah daerah untuk terus hadir melayani,” ujarnya.Pada kesempatan itu, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan kegiatan dan menegaskan pentingnya menjaga kesiapsiagaan dalam setiap agenda kenegaraan di wilayah Maluku.“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Polri akan terus berkomitmen mendukung seluruh program pemerintah, terutama yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat seperti kesehatan dan pendidikan,” pungkasnya. PNO-12
16 Okt 2025, 12:58 WIT
Pemkab Mimika Fokus Wujudkan Pelayanan Dasar yang Merata: FGD Evaluasi SPM dan Dana Otsus
Papuanewsonline.com, Timika — Dalam
upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan memastikan pelayanan dasar
menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Forum
Group Discussion (FGD) bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu
(15/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Mimika untuk mendorong
penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di berbagai sektor, sekaligus
mengevaluasi penyerapan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan
Infrastruktur (DTI) tahap kedua tahun anggaran 2025. FGD tersebut diinisiasi oleh Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika, dengan tujuan memperkuat
komitmen setiap OPD dalam menjalankan program prioritas yang berorientasi pada
pelayanan publik, terutama bagi Orang Asli Papua (OAP). Kepala Bappeda Mimika, Yohana
Paliling, menjelaskan bahwa sebanyak 21 OPD saat ini tengah menyiapkan laporan
capaian kinerja Dana Otsus tahap kedua.
Laporan tersebut wajib diselesaikan dan diunggah ke dalam sistem paling lambat bulan
November, sebagai syarat utama untuk pencairan tahap ketiga. “Target penyerapan minimal yang
harus dicapai adalah 70 persen. Kalau satu OPD saja belum mencapai target, maka
dana tahap berikutnya tidak bisa ditransfer ke kas daerah,” tegas Yohana. Ia juga mengungkapkan, hingga dua
minggu sebelumnya, total penyerapan Dana Otsus dan DTI Mimika baru mencapai 49
persen. Karena itu, pihaknya mendorong seluruh OPD untuk mempercepat proses
pelaporan dan realisasi program di lapangan. Total Dana Otsus dan DTI
Kabupaten Mimika tahun 2025 mencapai Rp196,1 miliar lebih, yang dialokasikan
untuk mendukung berbagai sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan,
ekonomi masyarakat, dan infrastruktur dasar. Sementara itu, Wakil Bupati
Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan bahwa penerapan Standar Pelayanan Minimal
(SPM) merupakan tolok ukur utama dalam mengukur keberhasilan kinerja pemerintah
daerah.
Ia meminta setiap OPD untuk menempatkan SPM sebagai panduan utama dalam
penyusunan dan pelaksanaan program. “FGD ini penting bukan hanya
untuk urusan administrasi, tetapi untuk menilai sejauh mana pelayanan dasar
pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Wabup Kemong. Menurutnya, program yang
dijalankan harus benar-benar prioritas, mendesak, dan berdampak langsung bagi
masyarakat, khususnya bagi OAP yang tinggal di wilayah perkotaan, pegunungan,
maupun pesisir. “Kita ingin melihat hasil nyata
di lapangan — bukan hanya angka serapan, tetapi perubahan positif di bidang
pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur,” tambahnya. Melalui forum ini, Pemkab Mimika
juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan akuntabilitas dalam
pengelolaan Dana Otsus.
Setiap OPD diminta untuk lebih terbuka dalam pelaporan kegiatan dan
mengutamakan transparansi agar dana yang dikelola benar-benar tepat sasaran. Kepala Bappeda Mimika berharap
FGD ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program, terutama yang menyangkut
pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, dan infrastruktur publik. “Dana Otsus bukan hanya soal
anggaran, tapi juga amanah besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat
Papua. Karena itu, semua program harus memberikan manfaat langsung dan
berkelanjutan,” tegas Yohana. Dengan dorongan kuat dari Bupati
dan Wakil Bupati Mimika, serta koordinasi yang intensif antara Bappeda dan OPD
teknis, Pemkab Mimika optimistis dapat mencapai target penyerapan Dana Otsus
minimal 70 persen pada akhir November mendatang.
Langkah ini diharapkan mempercepat pencairan tahap ketiga serta memperkuat
komitmen pemerintah dalam mewujudkan pelayanan dasar yang merata dan
berkualitas di seluruh wilayah Mimika. Penulis: Jidan
Editor: GF
16 Okt 2025, 01:59 WIT
Pemkab Mimika Gelar FGD Evaluasi Dana Otsus 2025: Kejar Target Penyerapan 70 Persen
Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Mimika terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan Dana
Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun anggaran
2025. Melalui Forum Group Discussion (FGD) yang digelar pada Rabu (15/10/2025),
Pemkab Mimika melakukan evaluasi menyeluruh terhadap laporan penyerapan dana
tahap kedua sebagai langkah strategis menuju pencairan tahap ketiga. Kegiatan ini menjadi ajang
penting bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menilai capaian
kinerja program yang didanai oleh Otsus, sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan
anggaran benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya Orang
Asli Papua (OAP). Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika, Yohana Paliling, menjelaskan bahwa
sebanyak 21 OPD saat ini sedang menyiapkan laporan capaian kinerja Dana Otsus
tahap kedua.
Laporan tersebut wajib diserahkan ke dalam sistem pelaporan paling lambat bulan
November, dengan target penyerapan minimal 70 persen. “Total Dana Otsus dan DTI Mimika
tahun 2025 mencapai Rp196,1 miliar lebih. Kami dorong setiap OPD bergerak cepat
agar tidak ada yang tertinggal dari target, karena keterlambatan satu OPD dapat
menghambat pencairan dana secara keseluruhan,” jelas Yohana. Ia menegaskan, mekanisme
penilaian penyerapan Dana Otsus dilakukan secara kolektif per kabupaten, bukan
per OPD. Artinya, jika masih ada satu OPD yang belum mencapai target, maka transfer
dana tahap berikutnya tidak akan dilakukan ke kas daerah. “Dua minggu lalu, posisi
penyerapan kita baru sekitar 49 persen. Masih ada waktu untuk memperbaikinya
agar bisa mencapai angka ideal di atas 70 persen,” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, Wakil
Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan bahwa forum evaluasi ini bukan hanya
formalitas administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk mengukur
kinerja pelayanan publik. Ia meminta seluruh pimpinan OPD agar mempercepat
realisasi penggunaan Dana Otsus dan DTI sesuai dengan perencanaan yang telah
ditetapkan. “Program yang dijalankan harus
benar-benar prioritas dan berdampak langsung bagi masyarakat. Jangan hanya
fokus pada serapan anggaran, tetapi pastikan juga manfaatnya dirasakan oleh
masyarakat di kota, pegunungan, maupun wilayah pesisir,” tegas Wabup Kemong. Ia menambahkan, Pemerintah
Kabupaten Mimika berkomitmen menjaga akuntabilitas dan efektivitas penggunaan
Dana Otsus dengan memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan dapat mendorong
pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan
ekonomi, dan infrastruktur dasar. FGD evaluasi Dana Otsus ini juga
menjadi momentum bagi Pemkab Mimika untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.
Setiap OPD diharapkan mampu mengidentifikasi hambatan teknis dan administratif
yang menyebabkan rendahnya serapan anggaran, sekaligus mencari solusi konkret
agar dana tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sebelum batas waktu yang
ditetapkan. Yohana Paliling juga menekankan
pentingnya integrasi laporan kinerja dengan output dan outcome program, agar
evaluasi tidak hanya berbasis angka serapan, tetapi juga hasil nyata di
lapangan. “Dana Otsus adalah amanah besar
bagi Papua. Karena itu, akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan harus
menjadi perhatian utama. Kita ingin agar setiap program benar-benar menyentuh
kebutuhan dasar masyarakat,” pungkasnya. Dengan komitmen dan sinergi yang
kuat antara Pemkab Mimika, Bappeda, serta seluruh OPD, diharapkan target
penyerapan 70 persen Dana Otsus tahap kedua dapat tercapai tepat waktu,
sehingga pencairan tahap ketiga bisa segera dilakukan demi kelancaran program
pembangunan daerah. Penulis: Jidan
Editor: GF
16 Okt 2025, 01:56 WIT
Pemkab Mimika dan Ditjen Pajak Teken PKS OP4D, Sinergi Strategis Tingkatkan Penerimaan Daerah
Papuanewsonline.com, Mimika — Dalam
upaya memperkuat basis penerimaan daerah dan meningkatkan transparansi
pengelolaan keuangan publik, Pemerintah Kabupaten Mimika resmi menandatangani
Perjanjian Kerja Sama Optimalisasi Pajak Pusat dan Pajak Daerah (PKS OP4D)
bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI, Selasa
(15/10/2025). Penandatanganan perjanjian yang
berlangsung di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika ini menjadi
momentum penting bagi Pemkab Mimika dalam mendorong efisiensi pemungutan pajak,
baik di tingkat pusat maupun daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat dari Pemkab Mimika dan perwakilan
Ditjen Pajak yang menyatakan komitmen kuat untuk mewujudkan tata kelola pajak
yang lebih efektif, transparan, dan berkeadilan. Dalam sambutannya, Bupati Mimika,
Johannes Rettob, menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas
administratif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat sistem fiskal
daerah. “Melalui sinergi dengan Ditjen
Pajak, kami berharap pengelolaan pajak di Mimika menjadi lebih transparan,
terintegrasi, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan begitu, setiap
rupiah pajak yang terkumpul benar-benar menjadi modal untuk pembangunan daerah,”
tegas Bupati Johannes. Ia menambahkan bahwa PKS OP4D
akan membantu Pemkab Mimika dalam memperluas basis data pajak, meningkatkan
kepatuhan wajib pajak, serta mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah
(PAD) melalui integrasi sistem dan pertukaran informasi dengan pemerintah
pusat. Dalam kerja sama ini, beberapa
poin penting menjadi fokus bersama antara Pemkab Mimika dan Ditjen Pajak.
Pertama, pertukaran data dan informasi pajak akan dilakukan secara berkala
untuk memastikan keakuratan basis data wajib pajak. Kedua, akan dilakukan peningkatan
kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemkab Mimika, khususnya di
sektor pajak dan retribusi daerah. Selain itu, kerja sama ini juga
menekankan penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran
perpajakan. Hal ini diharapkan dapat menutup celah kebocoran pajak yang selama
ini kerap menjadi tantangan di berbagai daerah. “Kami percaya, dengan sistem yang
lebih terbuka dan sinergi lintas instansi, potensi kebocoran pajak dapat
ditekan dan pendapatan daerah bisa meningkat signifikan,” ujar salah satu
perwakilan dari Ditjen Pajak. Melalui penandatanganan PKS OP4D,
Pemkab Mimika menunjukkan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola keuangan
daerah yang transparan dan akuntabel.
Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain di
Tanah Papua dalam mengembangkan inovasi kebijakan fiskal yang efektif dan
berintegritas. Sinergi dengan Ditjen Pajak juga
menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi digital di bidang perpajakan,
yang memungkinkan proses administrasi dan pelaporan dilakukan lebih cepat,
efisien, dan terukur. “Ini adalah momentum penting
untuk membawa Mimika ke arah yang lebih maju, di mana pengelolaan pajak bukan
sekadar kewajiban, tetapi instrumen pembangunan yang berkeadilan,” tutup Bupati
Johannes Rettob. Penulis: Jidan Editor: GF
16 Okt 2025, 01:52 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru