logo-website
Jumat, 27 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Disposisi Sudah Terbit, Warga Mimika Masih Menanti Kepastian Ganti Rugi Tanah dari Pemkab Papuanewsonline.com, Mimika — Sejumlah warga di Kabupaten Mimika hingga akhir tahun 2025 masih menunggu kepastian pembayaran ganti rugi tanah yang telah digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika untuk kepentingan pembangunan fasilitas publik. Penantian panjang tersebut memunculkan keresahan, terutama karena proses administrasi disebut telah berjalan dan bahkan telah memperoleh disposisi dari pimpinan daerah.Tanah-tanah milik warga tersebut diketahui telah dimanfaatkan pemerintah untuk berbagai kepentingan, mulai dari perkantoran distrik hingga fasilitas pendidikan dan perpustakaan. Namun hingga kini, hak pemilik tanah berupa pembayaran ganti rugi belum sepenuhnya direalisasikan oleh pemerintah daerah.Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tiga nama warga yang tanahnya telah mendapatkan disposisi dari Bupati Mimika. Mereka adalah Paulus Pinimet atas penggunaan tanah untuk Kantor Distrik Kuala Kencana, Theodurus Boyau atas tanah yang digunakan untuk Persekolahan SMP Negeri 8 Wania, serta Ice Naiwapa atas lahan yang dipakai untuk pembangunan Perpustakaan Timika Indah.Salah satu pemilik tanah, Paulus Pinimet, mengungkapkan bahwa sesuai informasi yang diterimanya, pembayaran ganti rugi seharusnya dilakukan pada 25 November 2025. Namun hingga memasuki penghujung Desember, belum ada kejelasan kapan pembayaran tersebut akan direalisasikan.Menurut Paulus, seluruh persyaratan administratif yang diminta pemerintah telah dipenuhi sejak lama. Mulai dari dokumen kepemilikan tanah, proses verifikasi, hingga disposisi internal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika telah dilalui tanpa kendala berarti.“Kami sudah mengikuti semua prosedur yang diminta. Berkas lengkap, proses sudah jalan, bahkan sudah ada disposisi. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian pembayaran,” ujar Paulus saat ditemui wartawan.Ia menuturkan bahwa penantian tersebut bukan hanya soal materi, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap hak masyarakat adat dan pemilik tanah. Tanah, menurutnya, memiliki nilai sosial dan historis yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Mimika.Upaya komunikasi dengan pihak pemerintah daerah pun, kata Paulus, telah dilakukan berulang kali. Namun jawaban yang diterima masih sebatas janji dan penjelasan normatif tanpa kejelasan waktu pembayaran.“Kami tidak menuntut lebih, kami hanya ingin hak kami dipenuhi sesuai kesepakatan dan nilai tanah yang sudah ditentukan. Ini soal keadilan,” tegasnya.Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Mimika belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan pembayaran ganti rugi tersebut. Belum diketahui apakah keterlambatan ini disebabkan oleh kendala anggaran, administrasi, atau faktor lainnya.Kondisi ini menimbulkan perhatian di tengah masyarakat, terutama karena pembangunan fasilitas publik seharusnya berjalan seiring dengan pemenuhan hak-hak warga yang lahannya digunakan negara. Transparansi dan kepastian hukum menjadi tuntutan yang terus disuarakan.Sejumlah warga menilai, keterlambatan pembayaran ganti rugi berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah jika tidak segera diselesaikan secara terbuka dan bertanggung jawab.Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya tata kelola pengadaan tanah yang adil dan berkeadilan, khususnya di wilayah Papua yang memiliki karakteristik sosial dan adat yang kuat dalam penguasaan tanah.Para pemilik tanah berharap, memasuki tahun anggaran berikutnya, Pemerintah Kabupaten Mimika dapat segera merealisasikan pembayaran ganti rugi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab negara kepada warganya dan demi menjaga kepercayaan publik. Penulis: HendrikEditor: GF 30 Des 2025, 13:58 WIT
Warga Suku Amungme Desak Kepastian Pembayaran Tanah di Mimika yang Tak Kunjung Tuntas Papuabewsonline.com, Timika – Persoalan pembayaran tanah milik warga Suku Amungme di Kabupaten Mimika kembali mencuat. Paulus Pinimet menyatakan sikap dan menyuarakan keprihatinan atas belum adanya kepastian dari pemerintah terkait rencana pembayaran tanah di tiga lokasi strategis yang saat ini telah digunakan untuk fasilitas publik.Paulus menjelaskan bahwa pemerintah sebenarnya telah menyampaikan rencana pembayaran tanah, namun hingga kini belum ada tindak lanjut resmi yang dirasakan oleh pemilik hak ulayat. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan keresahan di kalangan warga yang telah lama menunggu kejelasan.Dalam keterangannya kepada jurnalis Papua News Online, Paulus menyebutkan tiga lokasi yang menjadi pokok persoalan, yakni lahan perpustakaan di kawasan Timika Indah, SMP Negeri 8 Timika, serta Kantor Distrik Kuala Kencana. “Kami telah menunggu pembayaran ini sejak lama, tapi belum ada kepastian dari pemerintah,” kata Paulus.Ia menegaskan bahwa pembayaran tanah bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut penghormatan terhadap hak masyarakat adat. Menurutnya, komitmen pemerintah daerah harus diwujudkan secara nyata agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik.Paulus juga mengingatkan adanya janji yang pernah disampaikan oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, terkait penyelesaian pembayaran tanah tersebut. “Bupati JOHANES RETOB telah berjanji untuk membayar tanah kami, tapi kami belum melihat hasilnya,” tambahnya.Lebih lanjut, Paulus menyampaikan bahwa penantian panjang ini seharusnya segera diakhiri dengan langkah konkret dari pemerintah. Ia berharap tidak ada lagi penundaan yang dapat memperpanjang persoalan dan memperburuk hubungan antara pemerintah dan masyarakat adat. “Kami tidak ingin ada lagi penundaan, kami ingin pembayaran ini segera dilakukan,” ujarnya.Hingga berita ini diturunkan, jurnalis Papua News Online telah berupaya menghubungi pihak pemerintah daerah untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan resmi terkait perkembangan pembayaran tanah tersebut. Namun, belum ada tanggapan yang diberikan oleh pihak berwenang.Masyarakat Suku Amungme berharap pemerintah segera memberikan kejelasan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran tanah secara adil dan transparan. Papua News Online akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi terbaru kepada publik.  Penulis: Hendrik Editor: GF 30 Des 2025, 04:16 WIT
Brimob Polda Sumut Bantu Bersihkan SMP Negeri 1 Tanjung Pura dari Genangan Lumpur Pasca Banjir Papuanewsonline.com, Langkat - Pada hari Senin, 29 Desember 2025, Satuan Brigade Mobil (Brimob) Batalyon A Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan pembersihan pasca bencana banjir di wilayah Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Salah satu lokasi terdampak yang menjadi fokus utama kegiatan tersebut adalah SMP Negeri 1 Tanjung Pura, yang mengalami dampak cukup signifikan akibat genangan lumpur dan material sisa banjir.SMP Negeri 1 Tanjung Pura merupakan sekolah yang memiliki nilai sejarah tinggi, karena salah satu sekolah tertua dikabupaten langkat. Pada masa kolonial Belanda, sekolah ini merupakan lembaga pendidikan bagi kalangan bangsawan atau petinggi pemerintahan Belanda. Setelah Indonesia merdeka, sekolah tersebut secara resmi ditarik dan dikelola oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 1955 hingga saat ini, serta terus berperan penting dalam dunia pendidikan di Tanjung Pura.Kegiatan pembersihan yang dilakukan oleh personel Brimob Polda Sumut telah memasuki hari kelima, dengan fokus membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, saluran air, serta fasilitas pendukung lainnya. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan maksimal agar lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan layak digunakan. Direncanakan, dalam dua hari ke depan, SMP Negeri 1 Tanjung Pura sudah dapat dipergunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar, menyambut tahun ajaran baru.Bantuan dan keterlibatan Brimob Polda Sumut dalam kegiatan ini memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan pasca bencana. Kehadiran aparat kepolisian tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi pihak sekolah, para siswa, serta orang tua murid di wilayah Tanjung Pura.Melalui kegiatan tersebut, personel Brimob Polda Sumut menegaskan komitmen dan semangat pengabdian Polri, dengan menjunjung tinggi prinsip Polri siap membantu dan melayani masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri dalam penanggulangan bencana serta dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan pengabdian kepada bangsa dan negara. PNO-12 29 Des 2025, 22:32 WIT
Operasikan 29 Dapur Lapangan, Polri Jamin Kebutuhan Konsumsi Warga Terpenuhi Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri mengoperasikan puluhan dapur lapangan untuk memastikan kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, saat ini Polri telah menyiapkan 29 dapur lapangan yang tersebar di tiga provinsi terdampak.“Untuk dapur lapangan yang juga kita persiapkan ada 29 dapur lapangan. Di Aceh 17 titik, di Sumatera Utara 7 titik, dan di Sumatera Barat 5 titik,” kata Kapolri.Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri dalam konferensi pers pemulihan dan rencana strategis pascabencana yang digelar di Posko Terpadu Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (29/11/2025).Dapur lapangan tersebut berfungsi sebagai pusat penyediaan makanan siap saji bagi warga terdampak, relawan, serta petugas gabungan yang bertugas di lokasi bencana.Keberadaan dapur lapangan dinilai sangat penting untuk menjaga ketahanan fisik dan kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.Selain mengoperasikan dapur lapangan, Polri juga mendukung pelayanan kesehatan melalui pendirian posko kesehatan serta pengerahan personel guna mempercepat proses pemulihan sosial masyarakat di wilayah terdampak.Kapolri menegaskan, Polri akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian jumlah dapur lapangan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan. PNO-12 29 Des 2025, 22:22 WIT
Sinergi TNI–Polri Mimika Perkuat Pengamanan dan Pelayanan Publik Jelang Tahun Baru 2026 Papuanewsonline.com, Mimika – Personel TNI dari Kodim 1710/Mimika bersinergi bersama Polri melaksanakan kegiatan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat menjelang pergantian Tahun Baru 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (29/12/2025) sebagai upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, tertib, dan kondusif.Komitmen pengamanan tersebut disampaikan Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan, S.I.P., yang menegaskan kesiapan aparat dalam memastikan masyarakat dapat merayakan momen akhir tahun dengan tenang dan aman.Pengamanan dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI kepada Polri, mengingat tingginya intensitas aktivitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru. Personel gabungan ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk pos pengamanan dan pelayanan, guna memantau perkembangan situasi di lapangan.Selain penjagaan statis, aparat TNI–Polri juga melaksanakan patroli dialogis dan pemantauan rutin untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, serta kejadian menonjol lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.Dalam pelaksanaan tugasnya, personel di lapangan tidak hanya fokus pada aspek pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Imbauan kamtibmas, pesan keselamatan diri dan keluarga, serta ajakan untuk bersama-sama menjaga ketertiban disampaikan secara persuasif kepada warga.Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mendekatkan TNI–Polri dengan warga. Pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam menjaga suasana perayaan tetap damai dan terkendali.Sinergitas dan soliditas TNI–Polri yang terlihat di pos pengamanan menjadi cerminan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Kerja sama lintas institusi ini juga menunjukkan kesiapan aparat dalam menghadapi dinamika situasi akhir tahun.Melalui pengamanan dan pelayanan terpadu tersebut, aparat berharap perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 di Kabupaten Mimika dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh ketertiban, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja aparat keamanan.  Penulis: JidEditor: GF 29 Des 2025, 18:16 WIT
Upacara Bendera Akhir Tahun di Lanud YKU Timika Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna Papuanewsonline.com, Mimika – TNI Angkatan Udara melalui Lanud Yohanis Kapiyau (YKU) Timika melaksanakan upacara bendera mingguan yang sarat makna di penghujung tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Lapangan Mako Lanud YKU, Papua Tengah, pada Senin (29/12/2025).Upacara dipimpin oleh Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud YKU Timika, Mayor Kal I Gusti Bagus Wira Eka Putra, S.T., dan diikuti oleh seluruh personel militer serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Lanud YKU. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan penuh disiplin.Pelaksanaan upacara bendera di akhir tahun ini menjadi momentum refleksi atas pelaksanaan tugas dan pengabdian sepanjang 2025. Nilai-nilai nasionalisme, loyalitas, serta kedisiplinan prajurit kembali diteguhkan sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas pertahanan negara.Suasana upacara berlangsung khidmat dan penuh penghormatan, mencerminkan kesiapan mental dan profesionalisme personel Lanud YKU Timika. Kekompakan barisan peserta upacara menunjukkan soliditas internal yang tetap terjaga hingga akhir tahun.Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Kadislog Lanud YKU menekankan pentingnya menjaga semangat kebangsaan serta soliditas satuan, meskipun berada di fase penutup tahun anggaran dan kalender kegiatan. Evaluasi kinerja selama setahun juga menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas pengabdian.Upacara bendera tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas mingguan, tetapi juga sebagai wujud penghormatan kepada jasa para pahlawan bangsa serta komitmen kesetiaan prajurit TNI AU kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian aktivitas kedinasan Lanud YKU Timika sepanjang 2025. Semangat optimisme dan tekad untuk terus berkontribusi secara maksimal ditanamkan sebagai bekal menghadapi tantangan tugas di tahun mendatang.Dengan terselenggaranya upacara ini, Lanud YKU Timika menegaskan kesiapan seluruh personelnya untuk menyongsong tahun 2026 dengan semangat baru, profesionalisme yang semakin kuat, dan pengabdian yang berkelanjutan bagi bangsa dan negara.  Penulis: JidEditor: GF 29 Des 2025, 18:13 WIT
Indonesia Tegaskan Penolakan terhadap Wacana Fasilitas Logistik Militer China Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana China yang disebut-sebut ingin membangun fasilitas logistik militer di wilayah Indonesia. Sikap tersebut disampaikan sebagai respons atas laporan tahunan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) yang menyinggung kemungkinan Indonesia menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan Beijing.Dalam laporan tersebut, Pentagon menyoroti ambisi China untuk memperluas jangkauan operasional militer global melalui pembangunan jaringan fasilitas logistik di luar negeri. Langkah itu disebut bertujuan mendukung kebutuhan operasional Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), baik angkatan laut, udara, maupun darat.Pentagon menilai posisi strategis Indonesia berada di jalur lintas laut internasional yang krusial bagi keamanan jalur perdagangan dan energi kawasan Indo-Pasifik. Faktor geografis tersebut dianggap memiliki nilai strategis dalam proyeksi kekuatan dan kepentingan global China di kawasan.Menanggapi laporan tersebut, pemerintah Indonesia menegaskan tidak pernah memberikan ruang ataupun izin bagi pembangunan fasilitas logistik maupun pangkalan militer asing di wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa Indonesia berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta memiliki ketentuan hukum nasional yang melarang keberadaan pangkalan militer asing di dalam wilayah Indonesia.Pemerintah juga menegaskan bahwa kedaulatan dan keamanan nasional merupakan prinsip yang tidak dapat dikompromikan dalam bentuk apa pun, termasuk kerja sama pertahanan yang berpotensi melanggar batas-batas kedaulatan negara.Dalam laporan Pentagon tersebut, selain Indonesia, beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan seperti Thailand, Myanmar, Singapura, dan Pakistan juga disebut masuk dalam daftar negara yang dipertimbangkan China sebagai lokasi pengembangan fasilitas logistik militer.Pemerintah Indonesia memastikan akan terus menjaga konsistensi kebijakan luar negeri dan memperkuat posisi strategis nasional tanpa terlibat dalam rivalitas militer negara-negara besar, sekaligus tetap berkomitmen pada stabilitas dan perdamaian kawasan.  Penulis: Hendrik Editor: GF 29 Des 2025, 18:05 WIT
Satgas Ops Lilin Salawaku Lakukan Pengawasan di Lokasi Wisata Kota Ambon Papuanewsonline.com, Ambon - Mengingat pentingnya keamanan masyarakat saat mengisi waktu libur Natal dan Tahun Baru, personel Subsatgas Preventif Pengamanan Tempat Keramaian Operasi Lilin Salawaku 2025 melaksanakan patroli pengamanan di lokasi wisata Santai Beach dan Pantai Namalatu, Minggu (28/12/2025).Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, mengatakan, patroli pengawasan dan pengamanan tempat-tempat keramaian rutin dilaksanakan mengingat tingginya intensitas kunjungan masyarakat, khususnya saat mengisi waktu libur.Selain melakukan pengamanan, personel juga mengingatkan setiap pengunjung agar terus meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan keselamatan diri saat bertamasya dengan teman, kerabat atau keluarga.Masyarakat, kata Kombes Rositah, juga diminta untuk dapat menghubungi aparat kepolisian melalui layanan call center 110 apabila terjadi peristiwa yang berpotensi menggangu kamtibmas."Selain menerima laporan dan masukan dari warga, petugas juga mensosialisasikan call center 110 sebagai layanan pengaduan masyarakat kepada pihak Kepolisian. Masyarakat juga diajak untuk dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ungkapnya.Kombes Rositah mengungkapkan, pengamanan tempat-tempat keramaian merupakan bentuk kehadiran Polisi yang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap warga negara."Selama pengamanan dilakukan, tampak masyarakat menjalankan aktivitasnya dalam keadaan aman kondusif," ungkapnya. PNO-12 29 Des 2025, 14:02 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT