Guncangan Dahsyat M6,6 Guncang Sarmi: BPBD Lakukan Assessment Cepat di Lokasi Terdampak
BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami, sementara BPBD dan aparat setempat bergerak cepat membantu warga Kampung Sawar yang rumahnya rusak akibat guncangan hebat siang tadi.
Papuanewsonline.com - 17 Okt 2025, 00:12 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Sarmi — Suasana siang di Kabupaten Sarmi, Papua, mendadak mencekam pada Kamis (16/10/2025) pukul 12.48 WIB, saat gempa bumi tektonik berkekuatan M6,6 mengguncang wilayah tersebut. Getaran kuat yang berlangsung beberapa detik membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah, sebagian bahkan berlari ke area lapang untuk menyelamatkan diri.
Menurut laporan Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak di darat,
sekitar 42 kilometer tenggara Sarmi, dengan kedalaman 16 kilometer. Guncangan
dirasakan cukup kuat di Sarmi dan sekitarnya, terutama di wilayah Kampung Sawar,
yang dilaporkan mengalami kerusakan paling parah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarmi, Yohanes Wenda, mengonfirmasi bahwa hasil penilaian sementara menunjukkan sekitar 10 rumah warga mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat.

“Tim BPBD Sarmi saat ini sedang
melakukan assessment di lapangan untuk mengetahui secara pasti jumlah rumah
yang terdampak dan kondisi masyarakat,” ujar Yohanes saat dikonfirmasi, Kamis
sore.
Tim gabungan dari BPBD, aparat
kampung, dan relawan setempat kini masih berada di lokasi terdampak untuk
melakukan pendataan dan memberikan bantuan darurat, seperti tenda, logistik,
serta memastikan tidak ada korban jiwa.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan warga dan memastikan kebutuhan
mendesak mereka segera terpenuhi,” tambah Yohanes.
Meskipun gempa terasa cukup kuat,
BMKG memastikan bahwa gempa M6,6 di Sarmi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hal ini dikarenakan pusat gempa berada di daratan dan tidak menyebabkan
perubahan signifikan pada dasar laut.
Namun, masyarakat tetap diminta
untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta tidak mempercayai
informasi palsu yang beredar di media sosial.
“Setelah guncangan utama, ada kemungkinan terjadi gempa susulan dengan
intensitas lebih kecil. Tetap tenang, tapi jangan lengah,” imbau BMKG dalam
pernyataannya.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa gempa di Sarmi dipicu oleh aktivitas Sesar Anjak Mamberamo, salah satu sesar aktif di kawasan utara Papua yang kerap memicu guncangan kuat.

“Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar anjak dengan
mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ungkapnya.
Sesar ini diketahui memiliki
potensi aktivitas tinggi karena posisinya berada di zona tumbukan antara
lempeng Benua Pasifik dan Lempeng Indo-Australia. Oleh karena itu, wilayah
Papua bagian utara termasuk Sarmi memang tergolong rawan gempa bumi.
Pemerintah Kabupaten Sarmi juga
menyatakan akan segera menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak. Selain
itu, Bupati Sarmi dijadwalkan meninjau langsung lokasi terdampak untuk
memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Pemkab juga berencana melakukan evaluasi
sistem mitigasi bencana di tingkat kampung agar warga lebih siap menghadapi
potensi bencana di masa mendatang.
“Kami ingin pastikan bahwa masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat gempa,
terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan,” ujar salah satu pejabat daerah.
Penulis: Jidan
Editor: GF