logo-website
Minggu, 11 Jan 2026,  WIT

Guncangan Dahsyat M6,6 Guncang Sarmi: BPBD Lakukan Assessment Cepat di Lokasi Terdampak

BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami, sementara BPBD dan aparat setempat bergerak cepat membantu warga Kampung Sawar yang rumahnya rusak akibat guncangan hebat siang tadi.

Papuanewsonline.com - 17 Okt 2025, 00:12 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Kondisi rumah warga yang terdampak gempa

Papuanewsonline.com, Sarmi — Suasana siang di Kabupaten Sarmi, Papua, mendadak mencekam pada Kamis (16/10/2025) pukul 12.48 WIB, saat gempa bumi tektonik berkekuatan M6,6 mengguncang wilayah tersebut. Getaran kuat yang berlangsung beberapa detik membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah, sebagian bahkan berlari ke area lapang untuk menyelamatkan diri.


Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak di darat, sekitar 42 kilometer tenggara Sarmi, dengan kedalaman 16 kilometer. Guncangan dirasakan cukup kuat di Sarmi dan sekitarnya, terutama di wilayah Kampung Sawar, yang dilaporkan mengalami kerusakan paling parah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarmi, Yohanes Wenda, mengonfirmasi bahwa hasil penilaian sementara menunjukkan sekitar 10 rumah warga mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat.


“Tim BPBD Sarmi saat ini sedang melakukan assessment di lapangan untuk mengetahui secara pasti jumlah rumah yang terdampak dan kondisi masyarakat,” ujar Yohanes saat dikonfirmasi, Kamis sore.

Tim gabungan dari BPBD, aparat kampung, dan relawan setempat kini masih berada di lokasi terdampak untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan darurat, seperti tenda, logistik, serta memastikan tidak ada korban jiwa.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan warga dan memastikan kebutuhan mendesak mereka segera terpenuhi,” tambah Yohanes.

Meskipun gempa terasa cukup kuat, BMKG memastikan bahwa gempa M6,6 di Sarmi tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini dikarenakan pusat gempa berada di daratan dan tidak menyebabkan perubahan signifikan pada dasar laut.

Namun, masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta tidak mempercayai informasi palsu yang beredar di media sosial.
“Setelah guncangan utama, ada kemungkinan terjadi gempa susulan dengan intensitas lebih kecil. Tetap tenang, tapi jangan lengah,” imbau BMKG dalam pernyataannya.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa gempa di Sarmi dipicu oleh aktivitas Sesar Anjak Mamberamo, salah satu sesar aktif di kawasan utara Papua yang kerap memicu guncangan kuat.


“Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar anjak dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ungkapnya.

Sesar ini diketahui memiliki potensi aktivitas tinggi karena posisinya berada di zona tumbukan antara lempeng Benua Pasifik dan Lempeng Indo-Australia. Oleh karena itu, wilayah Papua bagian utara termasuk Sarmi memang tergolong rawan gempa bumi.

Pemerintah Kabupaten Sarmi juga menyatakan akan segera menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak. Selain itu, Bupati Sarmi dijadwalkan meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Pemkab juga berencana melakukan evaluasi sistem mitigasi bencana di tingkat kampung agar warga lebih siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
“Kami ingin pastikan bahwa masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat gempa, terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan,” ujar salah satu pejabat daerah.



Penulis: Jidan

Editor: GF

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE