logo-website
Rabu, 11 Feb 2026,  WIT

Ibu Temukan Jenazah Anaknya Sendiri di Kamar Mayat RSUD Setelah Korban Ditemukan Tewas

Mahasiswa Keperawatan Berusia 20 Tahun Ditemukan Meninggal di Kawasan Kuburan SP 1; Sang Ibu yang Bekerja sebagai Cleaning Service RSUD Mimika Tak Menyangka Jenazah yang Baru Masuk Rumah Sakit Adalah Anaknya Sendiri

Papuanewsonline.com - 30 Nov 2025, 01:11 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Tampak jenazah seorang pemuda yang kemudian diketahui bernama Yudha Tegar Pratama, 20 tahun, berada di Kamar Mayat RSUD Mimika pada Sabtu, 29 November 2025.

Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana duka mendalam menyelimuti RSUD Mimika pada Sabtu, 29 November 2025, setelah seorang ibu menemukan bahwa jenazah yang baru tiba di Kamar Mayat ternyata adalah anak kandungnya sendiri, Yudha Tegar Pratama, 20 tahun. Yudha merupakan mahasiswa Akademi Keperawatan RSUD Mimika yang ditemukan tewas pada pagi hari di kawasan kuburan SP 1, Kelurahan Kamoro Jaya.


Penemuan jenazah Yudha dengan luka bacok di wajah menggemparkan warga sekitar. Informasi mengenai identitas korban baru mengerucut setelah jenazah dibawa ke RSUD Mimika untuk keperluan pemeriksaan. Tidak ada yang menyangka bahwa sang ibu, yang bekerja sebagai cleaning service di rumah sakit tersebut, adalah orang pertama yang mengenali tubuh anaknya saat jenazah masuk ke ruang pemulasaran.

Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena, menjelaskan bahwa momen tersebut sangat menguras emosi. Ia menyampaikan bahwa ibu korban awalnya datang untuk melihat jenazah yang baru dibawa masuk, namun tidak pernah menduga bahwa yang terbaring di hadapannya adalah putra yang ia besarkan.

Setelah identitas korban dipastikan, kepolisian segera mempercepat proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi ditemukannya jenazah. Polisi masih menelusuri kronologi kematian dan memastikan apakah ada dugaan tindak kekerasan yang mengarah pada kasus pidana, mengingat adanya luka bacok di bagian wajah korban.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian, jenazah Yudha saat ini masih berada di Kamar Jenazah RSUD Mimika dan menunggu proses autopsi. Pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai luka yang diderita korban dan bagaimana peristiwa tragis tersebut terjadi.

Sementara itu, keluarga Yudha masih diselimuti kesedihan dan belum mampu menerima kenyataan kepergian anak mereka. Pihak keluarga menyatakan bahwa mereka merasa terpukul dengan kenyataan yang begitu tiba-tiba dan berharap kabar ini hanyalah mimpi buruk yang akan segera berlalu.

Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi keluarga dan rekan-rekan korban di lingkungan akademik maupun rumah sakit. Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap penyebab kematian Yudha Tegar Pratama secepat mungkin.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE