Polda Maluku Tindak Tegas Pelaku Tawuran Pemuda yang Bawa Sajam di UIN Ambon
Masyarakat diminta untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Papuanewsonline.com - 27 Des 2025, 21:35 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku akan mengambil langkah tegas terhadap setiap pelaku tawuran pemuda di kawasan UIN Ambon, termasuk upaya paksa mengamankan orang yang membawa senjata tajam (sajam).
Penegasan ini disampaikan Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H kepada wartawan usai kegiatan tatap muka bersama Pemerintah Daerah, Kodam XV/Pattimura dan unsur terkait lainnya dalam membahas penanganan bentrok yang terjadi Jumat (26/12/2025).
Dalam pertemuan tersebut hadir Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku, Kasdam XV/Pattimura bersama Danrem 151/Binaiya, Kabinda Maluku, sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku, Walikota Ambon, Kapolresta Ambon, dan Dandim 1504/Ambon. Turut hadir hadir Ketua MUI Provinsi Maluku, Bupati Seram Bagian Timur (SBT), dan perwakilan sesepuh warga Kabupaten SBT di Kota Ambon.
Kepada awak media, Gubernur Maluku menyampaikan pemerintah daerah tidak menutup mata terkait peristiwa bentrok warga di kawasan Kampus UIN Ambon tersebut. Pemerintah bersama pihak Kepolisian dan Kodam Pattimura tengah melakukan langkah-langkah untuk meredam dan menyelesaikan permasalahan ini.
"Saat ini kami bersama Pak Wakapolda dan Pak Kasdam serta seluruh unsur Forkopimda telah melakukan langkah-langkah agar bagaimana permasalahan ini dapat segera tuntas dengan aman," katanya.
Menurutnya bentrok yang terjadi di sekitar lingkungan kampus tersebut merupakan peristiwa berulang. "Kami yang hadir malam ini telah sepakat untuk menuntaskan permasalahan ini," katanya.
Gubernur Hendrik pada kesempatan itu juga memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang telah bekerja keras untuk terus melakukan pengamanan di area bentrok. "Aparat kepolisian sudah bekerja keras melakukan pengamanan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," ungkapnya.
Kepada masyarakat, gubernur mengimbau agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. "Jangan mudah terprovokasi dan terhasut oleh informasi yang belum pasti kebenarannya yang disampaikan oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ajaknya.
Ia mengajak masyarakat tidak membuka ruang kepada para provokator yang ingin membuat situasi kamtibmas di kota Ambon tidak stabil. "Mari kita jaga tali persaudaraan kita, kita jaga toleransi kita antar sesama anak Maluku, kita ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah yang kita cintai," pintanya.
Masyarakat juga diminta untuk lebih peka menjaga situasi keamanan di tempat tinggal masing-masing. Situasi aman dan damai merupakan tanggungjawab bersama. Olehnya itu masyarakat dapat memasang CCTV secara mandiri di lingkungan masing-masing.
"Memasang kamera CCTV secara mandiri juga memiliki manfaat yang besar jika terjadi suatu peristiwa maka lewat rekaman CCTV inilah aparat kepolisian akan bisa bergerak cepat melakukan langkah-langkah penegakan hukum," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakapolda Maluku Brigjen Imam Thobroni menyampaikan dalam pengamanan bentrok aparat kepolisian di bantu TNI. Pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah bentrok lanjutan.
"Saat ini personel Polri yang telah kami geser ke TKP sejumlah 300 lebih. Kami dibantu rekan-rekan TNI yang selalu siap kapan saja memberikan dukungan kepada kami," katanya kepada wartawan.
Bentrok yang terjadi telah menyebabkan 10 orang luka-luka. Polda Maluku kini tengah melakukan penyelidikan terkait bentrok yang terjadi tersebut.
"Kami juga akan melakukan langkah tegas kepada siapa saja yang tertangkap tangan membawa sajam yang menurut penilaian kami akan digunakan untuk aksi tauran maka akan dilakukan upaya paksa terhadap yang bersangkutan. Ini untuk ketertiban masyarakat," tegasnya. PNO-12