Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Lemasa Minta Pemkab Mimika Tepati Kesepakatan Jadwal Diskusi
Papuanewsonline.com, Mimika — Lembaga Masyarakat Adat
(Lemasa) Timika meminta Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menepati jadwal
diskusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Seruan ini disampaikan menyusul
perubahan agenda yang dinilai dapat memengaruhi koordinasi antara Lemasa,
Lemasko, dan pemerintah daerah.Lemasa mengungkapkan adanya dugaan bahwa Pemkab Mimika lebih
memprioritaskan Lemasko dalam hal pendanaan maupun pelaksanaan kegiatan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait keseimbangan perlakuan terhadap
dua lembaga adat yang memiliki peran penting dalam dinamika sosial masyarakat
Mimika.Sem Bukaleng, tokoh Lemasa Timika, menyampaikan bahwa
pemerintah daerah telah mengundur jadwal diskusi dari tanggal 4 Desember
menjadi 8 atau 9 Desember. Menurutnya, perubahan tersebut tidak sesuai dengan
komitmen awal yang sudah disepakati bersama. Ia menegaskan bahwa pemerintah
seharusnya menunjukkan sikap konsisten dalam menjalin komunikasi dengan lembaga
adat.Dalam pernyataannya, Sem Bukaleng menyampaikan harapan agar
pemerintah mendukung Lemasa dan Lemasko secara setara. Ia menilai bahwa dialog
yang terjadwal dengan baik dapat memperkuat kerja sama dan mendorong
penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. “Pemerintah harus mematuhi
jadwal yang disepakati dan mendukung Lemasa dan Lemasko secara setara,”
ujarnya.Lemasa juga menekankan pentingnya mengembalikan jadwal
diskusi sesuai dengan rencana awal, yaitu pada 4 Desember. Mereka menilai
penundaan diskusi dan lemahnya koordinasi dapat berdampak pada kelancaran
program serta menghambat sejumlah inisiatif masyarakat adat yang tengah
berjalan.Menurut Lemasa, komitmen terhadap penjadwalan bukan hanya
soal waktu, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap proses komunikasi yang
melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ketepatan waktu dinilai sebagai
faktor penting dalam menjaga efektivitas dialog dan membangun kepercayaan
antara lembaga adat dan pemerintah.Hingga kini, Lemasa masih menunggu klarifikasi dari Pemkab
Mimika terkait perubahan jadwal tersebut. Mereka berharap pemerintah dapat
memberikan penjelasan secara terbuka dan memastikan koordinasi dengan Lemasa
dan Lemasko dapat berjalan lebih baik ke depan.Di tengah dinamika ini, Lemasa tetap menegaskan bahwa dialog
adalah jembatan penting untuk menjaga hubungan yang harmonis antara pemerintah
daerah dan lembaga adat. Oleh karena itu, keseriusan Pemkab Mimika dalam
memenuhi komitmen yang telah disepakati menjadi harapan utama masyarakat adat
Timika. Penulis: Hendrik
Editor: GF
02 Des 2025, 21:24 WIT
Geger! Pembunuhan Sadis Gemparkan Mimika, Kepala Korban Dipenggal di Jalan Poros Iwaka
Papuanewsonline.com, Mimika - Kejadian pembunuhan sadis
menggemparkan masyarakat Mimika pada Selasa (2/12/25). Seorang pria ditemukan
tewas dengan kondisi mengenaskan di Jalan Poros SP 9-SP7, antara Kampung
Wangirja-Mulia Kencana, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.Kepala korban ditemukan terpenggal dan terpisah dari badan
yang masih berada di atas sepeda motor matic yang diduga miliknya.Kejadian ini sontak membuat heboh masyarakat Mimika setelah
foto dan video kejadian tersebut tersebar luas di media sosial. Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tragis ini
terjadi sekitar pukul 14.00 WIT. Warga yang melintas di Jalan Poros SP 9-SP7
menemukan korban dalam kondisi yang sangat mengenaskan.Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, saat
dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. "Tim Inafis sedang melakukan
olah TKP," katanya. Kapolres juga menambahkan bahwa saat ini identitas korban
masih belum diketahui dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan
intensif. Kasus pembunuhan sadis ini tentu menimbulkan ketakutan dan
keresahan di kalangan masyarakat Mimika. Pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap
identitas korban, menangkap pelaku, serta mengungkap motif di balik pembunuhan
brutal ini. Penulis: Jid
Editor: GF
02 Des 2025, 21:20 WIT
Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Poros SP II–SP V, Warga Timika Resah & Minta Polisi Usut
Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Timika kembali
digemparkan oleh penemuan mayat seorang pria di salah satu lorong Jalan Poros
SP II–SP V, tepatnya di area jembatan Waker menuju Pohon Jomblo, pada Selasa
(2/12/2025). Kejadian ini menambah kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya
kasus kematian misterius di wilayah tersebut.Korban ditemukan tergeletak di jalan, hanya beberapa meter
dari sepeda motor yang diduga merupakan miliknya. Saat ditemukan, pria itu
masih mengenakan pakaian lengkap dan helm, seolah baru saja melintas sebelum
peristiwa tragis itu terjadi.Kondisi tubuh korban membuat warga sekitar terkejut. Pada
bagian wajahnya tampak luka-luka berdarah, sementara tangan korban terlihat
mengalami luka sayatan. Luka yang ditemukan pada tubuh korban mengarah pada
dugaan kuat bahwa korban mengalami tindak kekerasan sebelum akhirnya meninggal.Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih belum
dapat dipastikan. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah
Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti awal dan memastikan area
tetap steril dari keramaian warga.Penyelidikan intensif sedang dilakukan guna mengungkap
identitas korban yang belum diketahui. Polisi juga menelusuri kemungkinan
adanya pelaku atau motif tertentu yang menyebabkan peristiwa ini, mengingat
kondisi tubuh korban menunjukkan unsur kekerasan.Penemuan jasad tersebut sontak memunculkan keresahan di
kalangan warga yang melintas maupun penduduk sekitar. Mereka berharap pihak
berwajib dapat segera memberikan kejelasan agar situasi kamtibmas tetap
terjaga.Sejumlah warga mengakui bahwa kasus-kasus seperti ini
membuat mereka semakin berhati-hati saat bepergian, terutama pada malam hari.
Mereka berharap peningkatan patroli dapat dilakukan untuk mencegah kejadian
serupa.Polisi masih mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi
terkait kejadian ini untuk segera melapor agar proses investigasi dapat
berjalan lebih cepat dan akurat.Kematian misterius ini menambah daftar kasus serupa yang
belakangan muncul di Timika, membuat masyarakat mendesak agar aparat segera
mengungkap apa yang sebenarnya terjadi demi rasa aman bersama. Penulis: Jid
Editor: GF
02 Des 2025, 21:09 WIT
Tragis! Istri Korban Ungkap Detik-Detik Sebelum Suaminya Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di SP 9 Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika - Kasus pembunuhan sadis yang
menggemparkan Mimika pada Selasa (2/12/2025) akhirnya mengungkap identitas
korban. Bonesius, pria berusia 46 tahun asal Kepulauan Aru, Maluku, ditemukan
tewas dengan kepala terpenggal di Jalan Poros SP 9-SP7, Distrik Iwaka. Di
tengah kesedihan mendalam, Surip Dorci Residay, istri korban, mengungkapkan
kronologi terakhir sebelum suaminya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.Surip menuturkan, suaminya baru dua hari terakhir bekerja
sebagai ojek karena pekerjaan utamanya sebagai tukang batako sedang terhenti
akibat kekurangan bahan pasir. "Dia keluar tadi pagi untuk ojek. Lalu siang dia ojek
masyarakat… masyarakat itu bawa parang," ujar Surip dengan suara bergetar
saat ditemui di RSUD Mimika. Sang suami sempat pulang sebelum kembali mengantar penumpang
yang sama menuju SP7. "Lalu saya tanya dia, masyarakat itu sudah bayar kah?
Dia bilang belum… Lalu dia bilang saya isi bensin dulu. Habis itu baru pergi
ambil masyarakat itu lagi," jelasnya. Tak lama kemudian, Surip menerima kabar tragis melalui
telepon. "Sekitar 15 menit, ada telepon. Katanya bapa Bonesius
ada kecelakaan… ternyata suami saya yang di video itu," ujarnya sambil
menahan tangis. Keluarga kini terpukul, terutama kedua anaknya yang masih
duduk di bangku SMP dan SD.Wakil Kepala Suku Aru Kabupaten Mimika, Hariyanto Laelaen,
menyatakan duka mendalam atas kejadian ini. "Kami sangat terpukul dengan keadaan ini karena
kehilangan masyarakat Aru yang ada di Kabupaten Mimika. Saya berharap pihak
keamanan secepatnya untuk mendapatkan pelaku dan diproses secara hukum yang
berlaku," tegasnya. Masyarakat Aru menanti langkah cepat aparat kepolisian untuk
mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan brutal ini.Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman,
sebelumnya membenarkan penemuan mayat tersebut dan menyatakan bahwa
penyelidikan telah dilakukan oleh Satreskrim dan tim identifikasi. Pihaknya
juga mengimbau warga Mimika untuk tidak terprovokasi dan tetap mempercayakan
polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. "Kepada seluruh warga Timika agar tetap tenang dan
jangan terprovokasi oleh isu atau berita yang tidak benar, dan segera laporkan
kepada kami aparat keamanan apabila ada berita atau isu yang tidak benar,"
imbaunya. Pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan
meminta masyarakat untuk memberikan informasi sekecil apapun yang dapat
membantu penyelidikan. Penulis: Jid
Editor: GF
02 Des 2025, 21:07 WIT
Dua Pembunuhan Brutal Menggemparkan Mimika: Polisi Telusuri Motif dan Identitas Korban
Papuanewsonline.com, Mimika — Dua kasus pembunuhan hampir
bersamaan menggetarkan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, setelah dua pria
ditemukan tewas di lokasi berbeda pada Selasa, 2 Desember 2025. Insiden pertama
terjadi di kawasan SP 9, Distrik Iwaka, dan langsung mencuri perhatian publik
karena kondisi korban yang sangat mengenaskan.Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman,
membenarkan bahwa peristiwa di SP 9 diduga kuat merupakan tindak pembunuhan. Ia
menyampaikan bahwa tim kepolisian, termasuk Kasat Reskrim dan Unit
Identifikasi, telah berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Hingga kini, identitas korban dan penyebab pasti kematiannya masih dalam proses
pendalaman.Dalam video amatir yang beredar di masyarakat, korban
terlihat tergeletak di tengah jalan dengan kondisi yang menunjukkan adanya
kekerasan ekstrem. Polisi telah mengamankan area kejadian untuk mencegah
gangguan dan menjaga keutuhan bukti selama proses penyelidikan berlangsung.Tidak berselang lama, kasus kedua dilaporkan terjadi di ruas
Jalan Poros SP 2–SP 5, yang merupakan jalur mobilitas padat di Mimika. Seorang
pria yang diduga berprofesi sebagai tukang ojek ditemukan tewas dengan
luka-luka pada bagian wajah dan tangan. Penemuan ini membuat masyarakat
setempat semakin waspada karena dua kejadian terjadi dalam hari yang sama.AKBP Billyandha menyebut bahwa kedua insiden ini masih dalam
tahap penyelidikan awal, sehingga polisi belum dapat memastikan apakah ada
keterkaitan di antara keduanya. Ia menjelaskan bahwa berbagai bukti sedang
dikumpulkan untuk mengetahui motif dan pelakunya. “Penyebab dan identitasnya
masih belum diketahui,” ujarnya singkat dalam pernyataan resmi.Polisi kini memperluas penyisiran di sekitar dua lokasi
kejadian, termasuk memeriksa saksi-saksi yang berada di area tersebut pada
waktu mendekati kejadian. Upaya penelusuran ini dilakukan untuk memastikan
setiap detail dapat terungkap dan memberikan kejelasan bagi masyarakat yang
tengah merasa khawatir.Di tengah meningkatnya kecemasan warga, Kapolres Mimika
mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang
belum terverifikasi. Ia meminta warga segera melapor jika menemukan hal
mencurigakan, karena kerja sama masyarakat sangat penting dalam membantu
penyelesaian dua kasus ini.Hingga berita ini diturunkan, jenazah dari kedua korban
telah dibawa ke fasilitas medis untuk keperluan identifikasi dan pemeriksaan
lanjutan. Aparat terus bekerja memastikan kasus ini dapat segera terungkap demi
menjaga rasa aman masyarakat Mimika. Penulis: HendrikEditor: GF
02 Des 2025, 20:59 WIT
Bangun Jembatan Darurat di Tapteng, Polda Sumut Pulihkan Akses Warga dan Jalinsum
Papuanewsonline.com, Tapanuli Tengah -Polda Sumatera Utara bergerak cepat memulihkan akses transportasi vital yang terputus akibat bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sejak pagi, sejumlah satuan dari Polda Sumut yakni Karo Log, Direktorat Polairud, Direktorat Siber, serta personel Brimob dan Polairud bersama jajaran Polres Tapteng bergotong royong membangun jembatan darurat penyambung dengan peralatan seadanya.Jembatan yang dikerjakan secara kolaboratif ini merupakan akses penting yang menghubungkan Pandan dengan Kalangan, sekaligus menjadi ruas vital pada Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Tapteng–Sidempuan. Kerusakan akses tersebut sempat menghambat mobilitas warga, distribusi bantuan, hingga arus logistik.Meski bekerja dengan kondisi terbatas dan medan yang cukup berat, tim gabungan terus melakukan upaya percepatan agar jalur darurat dapat segera digunakan masyarakat dan kendaraan darurat yang membawa bantuan.Kabid Humas Polda Sumut menegaskan bahwa langkah cepat semua unsur yang diterjunkan merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam membantu percepatan penanganan bencana.“Polda Sumut tidak membiarkan masyarakat terisolasi. Hari ini, berbagai satuan kami turun langsung membangun jembatan darurat agar Pandan dan Kalangan kembali terhubung. Ini juga demi memulihkan mobilitas di Jalinsum yang merupakan jalur strategis pergerakan logistik,” ujar Kabid Humas Polda Sumut.Beliau menambahkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan percepatan pemulihan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada masyarakat.“Dengan peralatan seadanya, personel bekerja keras demi kepentingan warga. Ini adalah bentuk nyata aksi kemanusiaan Polri. Polda Sumut akan terus berada di lapangan sampai akses benar-benar pulih dan masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan aman,” lanjutnya.Polda Sumut memastikan bahwa setelah jembatan darurat ini selesai, distribusi bantuan dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal secara bertahap. PNO-12
02 Des 2025, 19:31 WIT
Polda Sumut Kerahkan Unit K9 Percepat Pencarian Korban Banjir dan Longsor di Tapteng–Sibolga
Papuanewsonline.com, Medan – Upaya pencarian korban banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera Utara terus diperkuat. Polda Sumatera Utara mengerahkan unit K9 atau anjing pelacak terlatih untuk membantu proses penyisiran di sejumlah titik terdampak, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga yang merupakan lokasi dengan dampak terparah.Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengerahan K9 ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan pencarian di area-area yang sulit ditembus oleh tim SAR konvensional. Unit K9 tersebut didatangkan sebagai perbantuan dari Mabes Polri, lengkap dengan handler profesional dan peralatan pendukung.“Tim K9 ini diperbantukan untuk mendukung proses pencarian korban yang masih dilaporkan hilang akibat banjir bandang dan longsor,” ujar Kapolda Whisnu, Senin (1/12/25).Menurutnya, anjing pelacak memiliki kemampuan deteksi yang sangat tinggi, terutama dalam mengidentifikasi keberadaan manusia di bawah tumpukan lumpur, reruntuhan material, atau area yang tidak dapat diakses kendaraan maupun alat berat. Karena itu, kehadiran unsur K9 menjadi salah satu kekuatan penting dalam mempercepat proses pencarian.Kapolda Sumut menegaskan bahwa seluruh personel handler dan anjing pelacak yang diterjunkan berada dalam kondisi optimal dan telah dilengkapi perlengkapan khusus untuk operasi di medan bencana. Polda Sumut juga memastikan dukungan logistik, komunikasi, serta koordinasi lintas instansi berjalan maksimal.“Kecepatan menemukan korban adalah bagian dari menyelamatkan martabat kemanusiaan. Setiap nyawa sangat berharga, dan kita bekerja maksimal dengan semua sumber daya yang ada, termasuk K9,” tegasnya.Selain unit K9, Polda Sumut bersama Basarnas, TNI, BPBD, dan pemerintah daerah terus mengintensifkan pencarian melalui penyisiran darat, pengerahan alat berat, serta pemetaan ulang titik-titik yang berpotensi masih terdapat korban tertimbun. Kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri, namun sinergi antarinstansi disebut tetap solid.Kapolda Whisnu menambahkan bahwa operasi pencarian akan dilaksanakan tanpa henti hingga seluruh warga yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun tidak.Dengan dukungan tambahan kekuatan K9 ini, Polda Sumut berharap proses pencarian dapat berjalan lebih efektif dan memberikan jawaban bagi keluarga yang masih menunggu kabar anggota keluarganya. PNO-12
02 Des 2025, 19:04 WIT
Kapolri Bagikan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Papuanewsonline.com, Lhokseumawe – Kapolri kembali menunjukkan komitmennya dalam percepatan penanganan bencana dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Bantuan tersebut diterbangkan menggunakan Pesawat Poludara CN 295/P-4501 dan langsung diarahkan untuk mendukung kebutuhan warga serta petugas yang bekerja di lapangan.Dalam penyalurannya, Astamaops Kapolri, Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, hadir mewakili Kapolri untuk menyerahkan langsung bantuan tersebut di lokasi terdampak. Selain menyerahkan bantuan, Astamaops Kapolri juga melaksanakan giat memberikan support moril kepada seluruh anggota Polri dan petugas gabungan yang terus berjibaku menanggulangi bencana alam di wilayah tersebut.Adapun bantuan dari Kapolri yang disampaikan melalui Astamaops Kapolri meliputi:1. Perahu karet 1 unit2. Mesin Yamaha 1 unit3. Alas perahu 1 unit4. Power station 2 unit5. Solar panel 4 unit6. MPT-FT 20 dus7. Pemanas MTP 10 dus8. Makanan siap saji 27 dus9. Tenda 1 unitDalam kesempatan tersebut, Astamaops Kapolri Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk perhatian langsung dari Kapolri terhadap kondisi masyarakat di Aceh.“Bapak Kapolri memerintahkan kami untuk memastikan bantuan ini tiba tepat waktu dan langsung diterima masyarakat yang membutuhkan. Polri hadir untuk memberikan dukungan nyata bagi warga yang terdampak bencana, sekaligus memastikan seluruh personel yang bertugas tetap bersemangat menjalankan misi kemanusiaan,” ujarnya, Selasa (2/12).Ia juga menegaskan bahwa Kapolri memberikan instruksi agar proses penanganan bencana dilakukan dengan cepat, humanis, dan terkoordinasi.“Pesan Bapak Kapolri sangat jelas: pastikan masyarakat mendapatkan bantuan, pastikan petugas tetap kuat, dan pastikan Polri selalu berada di garis terdepan untuk membantu negara dalam situasi darurat,” tambahnya.Dengan dukungan logistik dan penguatan personel dari Kapolri ini, diharapkan penanganan bencana di Lhokseumawe dapat berjalan lebih optimal serta mempercepat pemulihan bagi masyarakat yang terdampak. PNO-12
02 Des 2025, 18:50 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru