Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Sinergi Akademisi dan Pemerintah Papua: Pertemuan Tim Ekspedisi Patriot dan Gubernur Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura — Pertemuan antara Tim
Ekspedisi Patriot dan Gubernur Papua menjadi salah satu agenda penting dalam
rangka menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan rekomendasi berbasis
penelitian lapangan. Tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi nasional
ini menyampaikan temuan serta analisis terkini mengenai kondisi sosial,
ekonomi, dan infrastruktur di kawasan transmigrasi Distrik Senggi, Kabupaten
Keerom. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan akademisi
dalam proses perencanaan pembangunan wilayah perbatasan.Dalam forum tersebut, tim dari Institut Teknologi Bandung
(ITB) yang dipimpin Abdul Rohman Supandi memaparkan evaluasi menyeluruh
terhadap keberlangsungan program transmigrasi di Senggi. Mereka menekankan
perlunya memastikan pelaksanaan program tetap berada pada jalur tujuan awal,
yakni pemerataan penduduk, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kualitas
hidup masyarakat di wilayah perbatasan. Evaluasi ini menjadi dasar bagi
rekomendasi teknis maupun struktural yang ditawarkan kepada pemerintah provinsi.Tim ITB juga menyoroti kebutuhan mendesak di sektor
infrastruktur dasar. Akses jalan yang memadai, ketersediaan listrik, dan
penyediaan air bersih dianggap sebagai elemen penting untuk mendukung aktivitas
ekonomi dan sosial masyarakat transmigran maupun masyarakat adat. Layanan dasar
seperti administrasi pemerintahan, pendidikan, serta kesehatan juga dipandang
sebagai faktor penentu peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu,
tim memberikan perhatian pada potensi dampak lingkungan agar pembangunan
berjalan berkelanjutan.Dari Universitas Padjadjaran (Unpad), tim memaparkan
pentingnya menjaga harmonisasi sosial antara warga transmigran dan masyarakat
adat Orang Asli Papua (OAP). Interaksi antar kelompok dinilai memegang peran
penting dalam keberhasilan transmigrasi jangka panjang. Pendekatan budaya,
penghormatan terhadap hukum adat, serta antisipasi terhadap potensi gesekan
sosial menjadi poin kunci dalam rekomendasi yang disampaikan tim Unpad kepada
pemerintah provinsi.Sementara itu, tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember
(ITS) yang diketuai Dhany Arifianto menyampaikan analisis teknis mengenai
kebutuhan infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat. Rekomendasi tersebut
mencakup peningkatan kualitas jaringan jalan, fasilitas air bersih, serta
prasarana umum untuk mendukung kegiatan ekonomi dan akses layanan masyarakat.
Kajian teknis ini diharapkan dapat memperkuat rencana pembangunan berbasis
kebutuhan aktual yang terjadi di lapangan.Kolaborasi lintas kampus terlihat semakin kuat dengan
kehadiran tim Universitas Indonesia (UI) dan IPB University. Keduanya menyoroti
pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat Senggi. Mereka menyampaikan
bahwa sejumlah komoditas lokal seperti padi ladang, jagung, betatas, dan kakao
memiliki potensi besar untuk dikembangkan menuju tahap industrialisasi kecil.
Selain itu, sektor peternakan seperti sapi, babi, dan ayam dinilai memiliki
peluang signifikan jika dikelola dengan pendekatan sinergis antara pertanian
dan peternakan.Gubernur Papua memberikan apresiasi atas kontribusi yang
diberikan akademisi melalui program Ekspedisi Patriot. Temuan dan rekomendasi
yang disusun berdasarkan data lapangan dinilai sangat relevan untuk memperkuat
arah kebijakan pembangunan, terutama di wilayah transmigrasi dan kawasan
perbatasan. Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi
tersebut sebagai bagian dari upaya membangun Papua yang mandiri, produktif, dan
inklusif.Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat
sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik. Dengan fondasi data
lapangan yang akurat dan kerja sama lintas institusi, rekomendasi yang
diberikan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mempercepat
pemerataan pembangunan di kawasan transmigrasi Distrik Senggi dan wilayah
perbatasan Indonesia secara lebih luas. Penulis: TEP Editor: GF
04 Des 2025, 17:37 WIT
Polisi Lakukan Pengawasan SPBU Pasca Bencana: Antisipasi Antrean Panjang dan Penimbunan BBM
Papuanewsonline.com, Banda Aceh - Personel gabungan Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh melakukan pengawasan di 20 SPBU yang ada di Banda Aceh untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman bagi masyarakat pascabencana banjir dan longsor.Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah antrean panjang serta potensi praktik penimbunan oleh oknum yang memanfaatkan situasi darurat.Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Zulhir Destrian mengatakan bahwa pengawasan dilakukan secara intensif, dengan menurunkan personel ke seluruh titik SPBU yang berpotensi mengalami lonjakan pembelian hingga menimbulkan antrean panjang.“Kita mulai melakukan pengawasan terhadap SPBU yang ada di Banda Aceh. Ini untuk menghindari praktik penimbunan yang juga berimplikasi pada antrean panjang pada 20 titik SPBU,” ujar Zulhir Destrian, Rabu, 3 Desember 2025.Selain menempatkan personel di lapangan, kepolisian juga melakukan koordinasi langsung dengan petugas SPBU untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai aturan. Petugas diminta lebih selektif dalam melayani pembelian dan melaporkan segera apabila ditemukan indikasi pembelian berlebihan.Polisi juga turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar melakukan pembelian BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Langkah ini diambil untuk mencegah kepanikan dan memastikan pasokan tetap merata di seluruh wilayah, terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana.Pihaknya juga berkoordinasi dengan Pertamina dan Dinas ESDM Aceh, termasuk menyampaikan imbauan terkait pembebasan barcode sesuai aturan gubernur yang berlaku dalam situasi darurat. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat pelayanan di SPBU serta mencegah penumpukan kendaraan.Tidak hanya itu, sambung Zulhir, komunikasi juga dilakukan dengan Depo Pertamina untuk memastikan distribusi BBM dari depo ke seluruh SPBU berlangsung lancar tanpa hambatan. Dengan pendistribusian yang terjaga, kelangkaan BBM dapat dicegah dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi."Upaya pengawasan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Aceh dalam menjaga stabilitas pascabencana, serta mencegah pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan di tengah situasi yang sedang sulit," pungkas Kombes Zulhir. PNO-12
04 Des 2025, 12:37 WIT
Wakapolri Salurkan Bantuan Kemanusiaan dari Akpol 90
Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Wakapolri Komjen Pol Dr. Dedi Prasetyo kembali menegaskan komitmen Polri untuk hadir di garda terdepan penanganan bencana saat meninjau langsung wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang, Rabu (3/12/2025). Tiba menggunakan helikopter AW Korps Polairud dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Komjen Dedi langsung disambut Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan bergegas menuju posko bantuan Kemensos untuk melihat kondisi warga sekaligus memetakan kebutuhan paling mendesak.Di posko tersebut, Wakapolri mengidentifikasi kebutuhan kritis seperti air bersih, air minum, pakaian, hingga penambahan truk pengangkut logistik yang sangat dibutuhkan mengingat akses ke sejumlah wilayah masih terputus. Ia juga berdialog dengan jajaran Polres dan Polsek setempat yang turut terdampak bencana. Mengetahui kebutuhan pakaian dinas lapangan bagi personel, Komjen Dedi memastikan Polri akan mengirimkan 600 stel PDL untuk mendukung kinerja anggota di lapangan. Selain itu, ia memberikan arahan teknis terkait optimalisasi kendaraan taktis Brimob, termasuk unit Water Treatment, guna menyuplai air bersih bagi masyarakat.Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan kompleks Pendopo Bupati Aceh Tamiang yang sebelumnya terendam lebih dari dua meter saat puncak banjir. Di sana, beberapa warga mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus harapan agar distribusi bantuan terus ditingkatkan. Suasana sempat haru ketika istri Bupati, yang tengah membersihkan area pendopo, menghampiri Wakapolri dengan linangan air mata. Komjen Dedi menenangkannya dan memastikan bahwa Polri akan bekerja maksimal membantu pemulihan Aceh Tamiang.Wakapolri kemudian menyalurkan sejumlah bantuan logistik di area pendopo untuk diserahkan kepada warga melalui perangkat desa. Saat meninjau gudang logistik, ia didatangi seorang Bhayangkari yang menangis karena Asrama Polisi tempat tinggalnya rusak parah, sementara ia tidak memiliki sanak saudara di Aceh Tamiang. Komjen Dedi memastikan perlindungan dan bantuan penuh bagi keluarga besar Polri yang menjadi korban bencana.Di sela kunjungannya, Komjen Dedi juga memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dari Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 telah tiba sehari sebelumnya melalui Kapal KN Berhala milik Navigasi Ditjen Perhubungan Laut. Bantuan dalam jumlah besar tersebut mencakup sekitar 32 ton beras, lebih dari 1.300 kardus mie instan, 310 dus minyak makan, serta 300 dus air mineral. Tidak hanya itu, bantuan tambahan dari masyarakat Aceh Tamiang di Medan berupa popok, makanan siap konsumsi, biskuit, dan minyak makan juga ikut disalurkan bersama logistik dari berbagai instansi di Medan. Seluruh rangkaian bantuan ini mendapat apresiasi dari Menteri Perhubungan karena merupakan salah satu kontribusi terbesar yang dihimpun oleh alumni Akpol ’90 di bawah koordinasi Wakapolri.Batalyon Dhira Brata menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata bagi warga yang tengah berjuang memulihkan diri. Dengan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, proses pemulihan Aceh Tamiang diharapkan berlangsung lebih cepat, merata, dan menyeluruh. Usai menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan di Aceh Tamiang, Wakapolri bertolak kembali menuju Kualanamu untuk melanjutkan peninjauan ke wilayah terdampak bencana lainnya di Sumatera Barat. PNO-12
04 Des 2025, 09:07 WIT
Dialog Literasi Kebangsaan STIK: Polisi Sambut Transformasi Digital di Era AI
Papuanewsonline.com, Jakarta - Episode ketiga dialog mahasiswa STIK-PTIK kembali menghadirkan pandangan segar mengenai arah transformasi Polri di tengah arus perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Pada sesi kali ini, para mahasiswa tampil langsung sebagai pembicara, menunjukkan perspektif generasi baru yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang. Sejumlah tokoh turut memberikan pandangan dan menegaskan pentingnya kesiapan Polri menghadapi era digital.Dosen Kepolisian Utama Tk.I STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol Drs. Bahagia Dachi, S.H., M.H., menegaskan bahwa institusi kepolisian harus semakin terbuka terhadap masukan publik.“Pesan utamanya, seperti yang disampaikan para pembicara tadi, adalah bahwa Polri siap menerima kritik dari masyarakat. Sebaliknya, mahasiswa yang berasal dari Polri juga menyampaikan bahwa masyarakat harus siap dikritik. Jadi ada timbal balik,” ujarnya.Irjen Dachi juga menegaskan bahwa transformasi Polri bertumpu pada tiga komponen: people, technology, dan process. Ia mencontohkan implementasi ETLE yang dapat ditingkatkan melalui teknologi dan AI agar lebih ramah bagi masyarakat.“Kalau pelanggaran bisa langsung dibayar lewat QR code, atau ETLE langsung mengirimkan notifikasi WhatsApp, itu akan jauh lebih mudah. AI sangat membantu proses seperti itu. Penggunaan AI dalam penegakan hukum di masa depan tidak bisa dielakkan.”Founder Drone Emprit dan PT Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, menyoroti pentingnya pendekatan pencegahan dalam kepolisian modern. Ia mengapresiasi munculnya kritik dari mahasiswa Polri yang mulai menyadari perlunya perubahan paradigma.“Mereka menyadari bahwa kita selama ini terlalu fokus pada penegakan hukum, padahal ada juga yang namanya prediction dan pencegahan. Kalau pencegahan bisa dibantu oleh AI misalnya melalui ETLE atau data CCTV untuk memetakan lokasi rawan maka masyarakat bisa mendapat feedback dan itu membantu tugas polisi,” jelasnya.Perwakilan GP Ansor, Ahmad Luthfi, mengingatkan para mahasiswa STIK tentang pentingnya literasi teknologi dalam tugas kepolisian modern.“Jika ingin menjadi pemimpin masa depan, maka harus menguasai teknologi. Dari pembicaraan tadi, terlihat bahwa setiap peristiwa ataupun persoalan di era sekarang selalu melibatkan teknologi,”Dialog pada episode ketiga ini menegaskan bahwa masa depan Polri dan kepemimpinan nasional berada di tangan generasi muda yang melek teknologi dan terbuka terhadap perubahan. Melalui sudut pandang Irjen Pol Bahagia Dachi, Ismail Fahmi, dan Ahmad Luthfi, terlihat jelas bahwa transformasi menuju era digital tidak hanya menuntut kesiapan institusi, tetapi juga seluruh ekosistem pendukungnya mahasiswa, masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor. PNO-12
04 Des 2025, 08:52 WIT
Polres Aceh Tengah Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Korban Bencana Alam
Papuanewsonline.com, Takengon – Polres Aceh Tengah kembali memberikan layanan kesehatan gratis bagi para pengungsi korban bencana alam di Posko Pengungsian Desa Mendale dan Posko SDN Paya Reje, Kecamatan Kebayakan, Rabu (3/12/2025).Petugas medis dari Sidokkes Polres Aceh Tengah turun langsung ke lokasi pengungsian untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, layanan konsultasi, penanganan medis, serta membagikan obat-obatan dan vitamin kepada warga yang terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pelayanan ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian Polri, khususnya Polres Aceh Tengah, dalam masa darurat pascabencana."Kami hadir memberikan pelayanan kesehatan, konsultasi, memberi semangat dan pengobatan gratis kepada masyarakat korban bencana alam," ujar Kapolres.Layanan kesehatan gratis ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta memastikan kondisi kesehatan para pengungsi korban terdampak bencana alam tetap terjaga di tengah situasi yang masih belum stabil. PNO-12
04 Des 2025, 08:41 WIT
Tinjau Lokasi Banjir Aceh Tamiang, Wakapolri Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Optimal
Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Aceh Tamiang, Rabu (3/12/2025), untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal sekaligus mendata kebutuhan mendesak masyarakat. Komjen Dedi bertolak dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, menggunakan helikopter AW milik Korps Polairud Baharkam Polri menuju Aceh Tamiang.Setibanya di Aceh Tamiang, Komjen Dedi disambut Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan langsung menuju posko bantuan Kementerian Sosial. Di lokasi tersebut, ia mendata sejumlah kebutuhan prioritas bagi warga, mulai dari air bersih, air minum, pakaian, hingga truk pengangkut logistik dari pelabuhan menuju titik-titik pengungsian.Komjen Dedi kemudian berdialog dengan Kapolres dan Kapolsek setempat untuk memastikan kondisi jajaran Polri di wilayah terdampak. Mengetahui personel membutuhkan pakaian dinas lapangan (PDL), ia berjanji segera mengirimkan 600 stel untuk mencukupi kebutuhan anggota Polres Aceh Tamiang.Selain itu, Wakapolri memberikan arahan terkait pengoperasian kendaraan taktis Brimob, termasuk unit water treatment dan water jet, yang akan membantu memenuhi kebutuhan air layak pakai bagi warga.Setelah mengecek posko bantuan, Komjen Dedi bersama Bupati Aceh Tamiang meninjau kompleks Pendopo Bupati yang sebelumnya terendam lebih dari dua meter. Di lokasi tersebut, istri Bupati Aceh Tamiang yang sedang membersihkan bangunan mendatangi Komjen Dedi sambil menahan haru. Kepadanya, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk membantu pemulihan daerah semaksimal mungkin.Di area pendopo, Komjen Dedi menurunkan sejumlah bantuan logistik untuk didistribusikan kepada warga melalui perangkat desa. Beberapa warga yang hadir menyampaikan terima kasih sambil berharap lebih banyak bantuan dapat segera dikirim.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke gudang logistik. Di sana, seorang Bhayangkari mendatangi Komjen Dedi sambil menangis karena asrama polisi tempatnya tinggal rusak parah, sementara ia tidak memiliki keluarga di Aceh Tamiang. Komjen Dedi menenangkannya dan memastikan bantuan untuk anggota Polri serta keluarganya akan segera datang.Usai rangkaian pengecekan, Wakapolri kembali menuju titik heli Polri dan bertolak ke Kualanamu untuk melanjutkan peninjauan ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat.Dalam kesempatan itu, Komjen Dedi menyampaikan sejumlah langkah konkret yang akan segera dilakukan Polri untuk membantu pemulihan Aceh Tamiang.“Kalau untuk logistik, setiap hari tetap akan dikirim. Besok kami akan mengirim 16 ton logistik untuk kebutuhan masyarakat di Aceh Tangguh,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa koordinasi distribusi bantuan akan melibatkan pemerintah daerah.“Pak Bupati nanti sebagai leading sector terdepan dalam penyaluran distribusi. Pak Bupati juga tadi meminta tambahan alat transportasi berupa truk. Insya Allah, akan saya komunikasikan dengan Kapolda Sumut. Kapolda Sumut memiliki beberapa truk yang bisa kita dorong ke Aceh Tangguh,” kata Komjen Dedi.Bantuan nanti akan difokuskan kepada wilayah-wilayah yang masih terisolasi.“Nantinya, dari gudang logistik milik Pak Bupati, bantuan tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Tugiran yang saat ini masih sangat sulit dan terisolir,” tambahnya.Terkait peralatan khusus yang akan dikirim, Komjen Dedi menyampaikan dua alat utama yang sangat dibutuhkan.“Alat khusus yang akan dikirim ada dua. Pertama water treatment. Kedua adalah water jet. Untuk water treatment, kita akan mengelola sumber-sumber air yang ada, kemudian diolah sehingga bisa langsung disalurkan kepada masyarakat. Sedangkan water jet, itu menggunakan metode dari udara untuk menghasilkan air yang siap digunakan,” jelasnya. PNO-12
04 Des 2025, 08:34 WIT
KAHMI Mimika Gelar Musda Pertama, Fokus Sinergi dan Kontribusi dalam Pembangunan Daerah
Papuanewsonline.com, Mimika - Korps
Alumni HMI (KAHMI) Mimika akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda)
Pertama pada Sabtu (6/12/2025) sebagai tonggak awal konsolidasi organisasi
alumni HMI di daerah. Momentum bersejarah ini mengusung
tema “Sinergi, Kontribusi, dan Penguatan Peran Strategis KAHMI untuk
Pembangunan Daerah,” yang merefleksikan tekad para alumni untuk menjadi mitra
strategis dalam mendorong kemajuan Mimika. Ketua Panitia Musda, Duma Tato
Sanda, menjelaskan bahwa Musda ini bukan hanya untuk memilih kepemimpinan baru,
tetapi juga ruang merumuskan arah gerak yang visioner. “Kita akan membangun sinergi
antar-alumni dan pemangku kepentingan, menghadirkan kontribusi nyata, serta
memperkuat kapasitas kelembagaan,” ujarnya. Dengan semangat hijau-hitam,
KAHMI siap melangkah bersama untuk Mimika yang lebih maju dan adil. Ketua Majelis Daerah KAHMI
Mimika, Suraya Madubun, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang
mendukung pelaksanaan Musda perdana. Ia mengajak seluruh alumni HMI di
Mimika untuk menjadikan acara ini sebagai ruang konsolidasi ide dan penyatuan
langkah. “KAHMI hadir bukan hanya sebagai
wadah silaturahmi, tetapi juga mitra dalam pembangunan yang inklusif dan
berkelanjutan,” katanya. Suraya juga berharap Musda ini
berlangsung lancar dan demokratis, menghasilkan keputusan terbaik bagi
organisasi dan daerah. “Dengan semangat kebersamaan dan
nilai-nilai ke-HMI-an, mari kita jadikan Musda ini sebagai langkah maju untuk
Mimika yang lebih berkembang,” pungkasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
04 Des 2025, 05:21 WIT
SLB Negeri Mimika Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025
Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana penuh semangat dan
kehangatan memenuhi Ballroom Hotel Horison Diana, Rabu 3 Desember 2025, saat
SLB Negeri Mimika menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025.
Acara ini mengusung tema “Kolaborasi Lintas Sektor: Mengurai Hambatan Akses
Layanan Dasar bagi Penyandang Disabilitas — Sehat, Cerdas, Tanpa Diskriminasi”
dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, serta
siswa penyandang disabilitas.Kegiatan dimulai dengan penampilan siswa-siswa SLB Negeri
Mimika yang memukau dan menggetarkan hati para tamu undangan. Keberanian dan
kemampuan anak-anak tampil di panggung mendapatkan apresiasi tinggi dari
seluruh hadirin, menggambarkan bahwa setiap anak memiliki potensi besar ketika
diberi ruang dan dukungan yang memadai.Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Mimika, Paulus Saine,
dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja kolaboratif untuk memenuhi hak
penyandang disabilitas. “Pendidikan, kesehatan, sosial, masyarakat, dan
pemerintah harus berjalan beriringan untuk membuka akses yang adil bagi
penyandang disabilitas,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa SLB Negeri Mimika
merupakan salah satu penerima hibah bantuan dari Pemerintah Daerah sebagai
bentuk dukungan terhadap layanan pendidikan dan kesehatan dasar.Kepala SLB Negeri Mimika, Sunardin, turut menyampaikan
apresiasi kepada pemerintah daerah atas perhatian yang terus diberikan.
Menurutnya, sebagai satu-satunya lembaga pendidikan khusus di Kabupaten Mimika,
tantangan yang mereka hadapi sangat besar. “Kami adalah satu-satunya lembaga
pendidikan khusus di Kabupaten Mimika. Tanggung jawab kami besar, tetapi
harapan kami jauh lebih besar agar anak-anak ini mendapat akses pendidikan yang
layak dan setara,” katanya.Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan Bupati Mimika,
Inosensius Yoga Pribadi, menegaskan nilai kesetaraan manusia dalam perspektif
kemanusiaan dan spiritual. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia berharga tanpa
memandang kondisi fisik maupun mental. “Tidak ada manusia yang kurang. Yang ada
hanyalah manusia dengan cara berkembang yang berbeda,” tuturnya. Pemerintah
Kabupaten Mimika, lanjutnya, akan terus memperkuat kebijakan inklusif terutama
pada sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.Acara ini bukan hanya menjadi sarana perayaan, tetapi juga
momentum refleksi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk melihat kembali
tantangan penyandang disabilitas dalam mengakses layanan dasar. Melalui
keterlibatan aktif para pemangku kebijakan, sekolah, dan masyarakat, SLB Negeri
Mimika berharap lahir ekosistem pendidikan yang lebih responsif terhadap
kebutuhan anak-anak disabilitas.Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 ini
diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya lingkungan
yang inklusif dan nondiskriminatif. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai
kunci utama untuk menghadirkan Mimika yang lebih ramah disabilitas, di mana
setiap warga mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang. Penulis: AbimEditor: GF
03 Des 2025, 22:14 WIT
Persepsi Jujur dari Senggi: Lokakarya dan Momen Perpisahan Tim Ekspedisi Patriot
Papuanewsonline.com, Keerom — Sabtu, 29 November 2025
menjadi hari yang penuh arti bagi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Senggi. Setelah
melakukan pendampingan dan penelitian intensif selama lebih dari satu bulan,
tim yang terdiri dari lima perguruan tinggi nasional menggelar Lokakarya
Persepsi Jujur dari Senggi di Balai Pertemuan SP 2 Kampung Woslay. Acara ini
sekaligus menjadi momen perpisahan antara tim akademisi dengan masyarakat yang
selama ini menjadi mitra utama dalam pengumpulan data dan pendampingan
lapangan.Suasana hangat langsung terasa sejak awal acara. Masyarakat
adat, warga transmigran, perangkat kampung, tokoh adat, tokoh agama, hingga
aparat pemerintah distrik dan kabupaten turut hadir memberikan dukungan.
Kebersamaan yang terjalin selama proses pendampingan tercermin dalam interaksi
akrab sepanjang kegiatan, menjadikan lokakarya ini bukan sekadar forum
akademik, tetapi juga ruang silaturahmi penuh kekeluargaan.Acara dimulai dengan sambutan dari Plt. Dinas Transmigrasi
Provinsi Papua, Ibu Irawati, yang memberikan apresiasi atas kerja kolaboratif
TEP. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pak Patras Kelpi selaku KUPT dan
ondoafi setempat. Keduanya menekankan pentingnya riset komprehensif yang
dilakukan lima perguruan tinggi tersebut dalam memberikan gambaran objektif
terkait dinamika transmigrasi, sosial, dan ekonomi masyarakat Senggi.Paparan materi dari tiap perguruan tinggi menjadi bagian
yang paling ditunggu. Tim ITB yang dipimpin Abdul Rohman Supandi
mempresentasikan evaluasi mengenai pelaksanaan transmigrasi di Senggi, mulai
dari kondisi infrastruktur, akses layanan dasar, hingga relasi sosial. Tim
UNPAD kemudian memaparkan kajian mengenai harmonisasi sosial antara masyarakat
adat Orang Asli Papua (OAP) dan warga transmigran, menekankan pentingnya dialog
dan pemahaman lintas budaya.Selanjutnya, tim ITS yang diketuai Dhany Arifianto
menyampaikan rekomendasi teknis terkait kebutuhan infrastruktur dasar seperti
jalan, air bersih, listrik, dan fasilitas umum lainnya. Tim UI memberikan
gambaran mengenai penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok
tani dan koperasi sebagai pilar pengembangan usaha lokal. Adapun tim IPB
University menyoroti potensi komoditas unggulan seperti padi, jagung, betatas,
dan kakao yang dinilai memiliki prospek pengembangan berbasis industrialisasi kecil.Sesi berikutnya membuka ruang bagi masyarakat untuk
menyampaikan aspirasi. Perwakilan masyarakat adat maupun transmigran berbagi
pandangan mengenai kebutuhan ekonomi, pengembangan komoditas, serta harapan
terhadap peningkatan kesejahteraan. Kepala Puskesmas Senggi juga turut
menyampaikan pentingnya ketersediaan sarana kesehatan yang memadai, tenaga
medis, dan data kependudukan yang akurat.Sebagai tanda penghormatan, masyarakat adat kemudian
menggelar prosesi bakar batu (Barapen). Prosesi ini bukan hanya bentuk
apresiasi atas kerja keras TEP, tetapi juga simbol penerimaan dan persaudaraan
antara masyarakat Senggi dengan para anggota tim dari berbagai universitas.
Puncak acara ditutup dengan pembacaan Naskah Solidaritas Senggi, yang menjadi
komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan memperkuat kerja sama dalam
pembangunan kawasan.Bagi Tim Ekspedisi Patriot, perpisahan ini bukan akhir
perjalanan, tetapi awal dari langkah baru untuk memastikan seluruh temuan dan
aspirasi yang dihimpun dapat dirumuskan menjadi rekomendasi konstruktif bagi
pemerintah daerah dan kementerian terkait. Senggi bagi mereka bukan sekadar
lokasi penelitian, tetapi ruang belajar bersama tentang kolaborasi,
keberagaman, dan nilai kebersamaan.Penulis: Tim Ekspedisi PatriotEditor: GF
03 Des 2025, 22:09 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru