logo-website
Jumat, 24 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Suara Anak Adat Menguat, Polemik DPD RI dan MRP Papua Soroti Marwah Orang Asli Papua Papuanewsonline.com, Timika - Polemik yang berkembang antara anggota DPD RI Paul Vinsen Mayor dan unsur MRP Papua, Agustinus Anggaibak, terus menjadi perhatian publik. Perdebatan tersebut dinilai bukan sekadar perbedaan pandangan politik, melainkan mencerminkan tarik-menarik kepentingan antara representasi formal negara dan suara kultural masyarakat adat di Tanah Papua.Sorotan itu juga datang dari anak adat Amungme asal Timika, Esau DolaME, yang menilai bahwa persoalan ini menyangkut marwah Orang Asli Papua (OAP) dan tidak boleh dipandang sebagai perdebatan biasa di ruang politik.Dalam pandangannya, MRP Papua memiliki posisi yang sangat strategis karena dibentuk sebagai representasi kultural masyarakat adat, sekaligus penjaga nilai, identitas, dan hak-hak dasar Orang Asli Papua.“Ini adalah cerminan dari tarik-menarik kepentingan antara representasi politik formal dengan representasi kultural dan adat yang hidup di tanah Papua,” ujarnya.Esau menegaskan bahwa keberpihakan dalam polemik ini harus jelas. Menurutnya, suara adat tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan politik semata, terlebih jika menyangkut hak-hak masyarakat asli yang selama ini hidup dan tumbuh bersama tanah adatnya.“Sebagai anak adat Amungme dari Timika, saya, Esau DolaME, melihat bahwa posisi dan keberpihakan harus jelas: suara adat tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan politik semata.”Ia menilai, apa yang disampaikan Agustinus Anggaibak lebih mencerminkan kegelisahan masyarakat akar rumput. Aspirasi yang disuarakan dinilai lahir dari realitas yang dihadapi masyarakat adat, bukan semata-mata kepentingan elit atau perebutan pengaruh.“Dalam konteks ini, apa yang disampaikan oleh Agustinus Anggaibak lebih mencerminkan kegelisahan dan aspirasi masyarakat akar rumput, bukan sekadar kepentingan elit.”Di sisi lain, Esau mengakui bahwa DPD RI sebagai lembaga negara memiliki peran penting dalam memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional. Namun, ia menegaskan bahwa setiap sikap politik yang dianggap tidak sejalan dengan perlindungan Orang Asli Papua akan selalu memicu kritik dari masyarakat adat.“Namun, ketika suara yang muncul justru berseberangan dengan semangat perlindungan Orang Asli Papua, maka wajar jika muncul kritik dan penolakan dari masyarakat adat.”Menurutnya, bagi masyarakat Amungme, tanah bukan hanya aset ekonomi atau wilayah administratif, tetapi bagian dari identitas dan kehidupan yang tidak terpisahkan.“Bagi kami, orang Amungme, tanah bukan sekadar aset—tanah adalah ibu.”Karena itu, ia menegaskan dukungannya terhadap suara yang dinilai membela kepentingan adat dan hak OAP.“Saya berdiri pada posisi yang jelas: mendukung Agustinus Anggaibak, karena yang diperjuangkan adalah marwah Orang Asli Papua, bukan sekadar posisi atau kekuasaan.”Esau berharap polemik ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan agar melihat Papua tidak hanya dari perspektif politik nasional, tetapi juga dari suara masyarakat adat yang hidup di atas tanahnya sendiri.“Papua tidak bisa hanya dilihat dari kacamata politik Jakarta, tetapi harus didengar dari suara tanahnya sendiri—suara adat, suara masyarakat, dan suara hati Orang Papua.”Ia menutup pandangannya dengan menegaskan bahwa Papua membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mendengar suara rakyat, bukan hanya hadir dalam ruang-ruang wacana politik.“Papua butuh pemimpin yang mendengar, bukan sekadar berbicara.” (GF) 04 Apr 2026, 19:40 WIT
Pansus Bongkar Pelanggaran Ketenagakerjaan di PTFI, Pimpinan Perusahaan Terancam Sanksi Pidana Papuanewsonline.com, Timika - Panitia Khusus (Pansus) karyawan Moker PT FI, Privatisasi & Kontraktor menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus perselisihan Industrial dengan mengacu pada ketentuan hukum yang ada. Dalam proses pendalaman materi yang tengah berlangsung, Pansus menemukan adanya indikasi Pelanggaran Pidana Ketenagakerjaan."Regulasi hukum yang berlaku saat ini memungkinkan adanya sanksi pidana yang bersifat personal bagi pengambil keputusan di tingkat korporasi," kata Sekretaris Pansus Moker PT FI, Privatisasi & kontraktor, Yanpieterson Laly, pada media papuanewsonline,com. Rabu (4/4/2026).Pansus menyoroti praktik pemutusan PHK sepihak yang sering kali mengabaikan aturan perundang-undangan maupun Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dalam Peristiwa Mogok kerja yang dilakukan. Jika dalam temuan Pansus terbukti adanya keterlibatan unsur pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan ilegal, maka sanksi pidana tidak lagi hanya menyasar entitas korporasi, melainkan melekat pada individu tersebut.Dari dua kali pertemuan yang telah dilakukan Pansus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) baik oleh Pekerja Freeport dan Pekerja Privatisasi & kontraktor yang melaksanakan Mogok Kerja sejak Tahun 2017, terdapat adanya laporan sementara yang terindikasi merupakan suatu rangkaian bukti yang mengarah kepada suatu Pelanggaran Pidana Ketenagakerjaan, salah satunya adalah Union Busting.Proses pendalaman materi Moker dipastikan masih terus berlanjut. Tim investigasi akan menyisir data & Fakta-Fakta Terkait Kelengkapan-kelengkapan Bukti pada permasalahan ini. Bulan ini, Pansus Moker akan melakukan langkah koordinasi ke Pihak Disnaker Provinsi Papua sebagai Tindak lanjut Kepengawasan Tenaga Kerja atas adanya laporan dugaan Pelanggaran Norma Ketenagakerjaan melalui Nota Periksa I."Tim investigasi akan terus bekerja untuk mengungkap kebenaran dan memastikan bahwa hak-hak pekerja dihormati," tambah Yanpieterson Laly. Penulis: Hend Editor: GF 04 Apr 2026, 19:03 WIT
Nduga di Titik Terendah: Pemerintah Kehilangan Arah, Rakyat Kehilangan Harapan Papuanewsonline.com, Nduga - Situasi di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, semakin memprihatinkan. Bupati Yoas Beon menghadapi sorotan tajam dari masyarakat karena keterlambatan pencairan dana triwulan pertama dan pembentukan pansus untuk mengisi jabatan wakil bupati yang tidak efektif.Apa yang sedang terjadi di Kabupaten Nduga hari ini bukan sekadar persoalan administratif biasa. Ini adalah potret nyata dari krisis kepemimpinan yang semakin terang benderang di hadapan publik. Janji soal pencairan dana triwulan pertama yang tak kunjung terealisasi bukan hanya soal keterlambatan—ini soal kepercayaan yang dilukai."Di saat situasi genting membutuhkan kehadiran pemimpin, justru muncul persepsi bahwa bupati lebih sering berada di luar daerah—di Timika, Jayapura, hingga Jakarta," kata Yeben, salah satu warga Nduga. Masi tidak percaya dari masyarakat bukanlah sesuatu yang muncul tiba-tiba; ia lahir dari akumulasi kekecewaan yang terus dibiarkan.Bukti pernyataan Hoax Dari Bupati ndugaDugaan pernyataan hoax yang diucapkan Yoas Beon terhadap masyarakat ini terjadi dalam pertemuan bersama di Kabupaten Nduga pada Sabtu (21/3).Yang dikatakan Bupati berkaitan tentang pencairan anggaran APBD Kabupaten Nduga Triwulan satu yang belum masuk ke Kas Daerah, dalam hal ini belum dicairakan, sehingga menghambat pelaksanaan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di Kabupaten Nduga.Apa yang dikatakan Bupati Yoas Beon tidak sesuai kenyataan, karena setelah pertemuan itu, ada beberapa masyarakat yang memperoleh informasi kalau dana APBD Triwulan satu telah dicairkan dan sudah digunakan.Hal ini memicu reaksi Masyarakat Nduga yang merasa ditipu oleh Bupati Yoas Beon.Pembentukan Pansus oleh DPRDKabupaten Nduga untuk mengisi jabatan wakil bupati justru berakhir tanpa arah. Kegagalan ini memperlihatkan lemahnya koordinasi politik dan ketidakseriusan dalam menjaga stabilitas pemerintahan.Lebih memprihatinkan lagi, rakyat harus membongkar gudang beras demi bertahan hidup. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum—ini adalah sinyal keras bahwa negara absen. Ketika masyarakat kelaparan di tanahnya sendiri, maka yang gagal bukan hanya program, tetapi kemanusiaan.Yang paling mengkhawatirkan adalah kaburnya arah pengelolaan anggaran. Hingga April 2026, APBD belum jelas, dan DPA belum dibagikan ke OPD. Ini bukan sekadar kelalaian administratif—ini adalah tanda lumpuhnya sistem pemerintahan.Pemerintah daerah harus segera memilih: memperbaiki diri secara total, atau menghadapi runtuhnya kepercayaan publik secara permanen. Masyarakat Nduga berharap pemerintah segera bertindak dan memperbaiki situasi. Mereka ingin hidup yang lebih baik, dengan akses yang lebih luas terhadap layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Penulis: Hend Editor: GF 04 Apr 2026, 19:00 WIT
UNIFIL Gelar Upacara Memorial Khidmat untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Papuanewsonline.com, Beirut – United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara Memorial Service sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Upacara berlangsung khidmat, aman, dan lancar di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut.Tiga prajurit yang mendapat penghormatan tersebut adalah Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Ketiganya gugur saat menjalankan tugas perdamaian di wilayah konflik Lebanon Selatan pada 29 dan 30 Maret 2026.Upacara yang dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026 pukul 16.00 waktu setempat itu dipimpin langsung oleh Force Commander (FC)/Head of Mission UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara. Prosesi tersebut turut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon beserta jajaran KBRI, Atase Pertahanan RI di Kairo, perwakilan United Nations Headquarters (UNHQ) New York, serta unsur militer Lebanon dan kontingen internasional lainnya.Rangkaian upacara militer dilaksanakan secara lengkap, dimulai dari pembukaan, penghantaran peti jenazah ke area upacara, pembacaan riwayat singkat, doa bersama, hingga penganugerahan medali kehormatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Angkatan Bersenjata Lebanon (Lebanese Armed Forces/LAF) secara anumerta.Prosesi dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh pejabat UNIFIL, perwakilan Indonesia, serta unsur militer Lebanon. Setelah itu, acara diisi dengan amanat pejabat, penghormatan militer, mengheningkan cipta, hingga pengantaran kembali jenazah dengan pengawalan penuh kehormatan.Sebagai bentuk penghormatan tambahan, Force Commander UNIFIL secara simbolis menyematkan scarf PBB pada peti jenazah. Ia juga menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada seluruh kontingen Indonesia yang hadir dalam upacara tersebut.Upacara memorial ini juga melibatkan unsur pasukan gabungan, termasuk satu satuan setingkat peleton Infanteri dan Polisi Militer Lebanon, unsur korsik, serta pasukan Kontingen Garuda (Konga) yang selama ini bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian ketiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia.Sekretaris Jenderal PBB António Guterres bersama Dewan Keamanan PBB juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap seluruh personel penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik. UNIFIL turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban, rekan sesama prajurit, serta seluruh personel yang terdampak.Peristiwa ini kembali menegaskan komitmen Indonesia melalui Kontingen Garuda dalam menjaga stabilitas dan perdamaian internasional, sekaligus menjadi pengingat atas besarnya pengorbanan prajurit TNI di medan tugas dunia. (GF) 03 Apr 2026, 23:05 WIT
Kepala BNPB Turun Langsung ke Manado, Pastikan Penanganan Darurat Gempa M 7,6 Berjalan Terpadu Papuanewsonline.com, Manado – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., turun langsung ke Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (3/4/2026), untuk memastikan penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 berjalan optimal dan terpadu. Kehadirannya difokuskan pada peninjauan kerusakan bangunan serta kondisi permukiman warga terdampak.Setibanya di lokasi, Kepala BNPB meninjau area Gedung KONI (Hall B) yang mengalami kerusakan cukup parah akibat guncangan gempa. Selain itu, ia juga menyambangi kawasan permukiman warga guna melihat secara langsung dampak kerusakan rumah dan fasilitas umum yang terdampak bencana. Dalam kunjungannya, Suharyanto berdialog langsung dengan warga sekitar yang terdampak. Dari kesaksian masyarakat, ia mendengarkan kronologi saat gempa terjadi yang memicu kepanikan dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan. BNPB mencatat hingga Jumat terdapat satu korban jiwa dan ratusan gempa susulan yang terus dipantau. Pada kesempatan tersebut, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan logistik berupa kebutuhan dasar kepada warga terdampak, termasuk bagi mereka yang mengalami luka-luka akibat reruntuhan material bangunan.Usai peninjauan di Kota Manado, rombongan BNPB melanjutkan perjalanan menuju rumah duka korban meninggal dunia di Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. Kehadiran Kepala BNPB di lokasi tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan moral serta menyerahkan santunan duka cita kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian pemerintah. Di sela kegiatan peninjauan, Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah pusat telah hadir sejak Kamis malam sesuai arahan Presiden untuk mendampingi pemerintah daerah dalam penanganan awal bencana."Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami langsung memastikan kondisi di lapangan. Tadi malam begitu sampai, kami melaksanakan rapat koordinasi dengan unsur TNI-Polri dan Kalak BPBD Provinsi Sulawesi Utara. Penanganan awal sudah dilakukan dengan sangat baik dan terpadu," ujar Suharyanto di sela-sela peninjauan. BNPB juga mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan BMKG, hingga Jumat telah terjadi 401 kali gempa susulan (aftershock), meskipun tren kekuatannya terus menurun dan tidak melebihi gempa utama M 7,6. "Bapak Kepala BMKG menginformasikan ada 401 kali gempa susulan, namun tidak ada yang kekuatannya melebihi gempa awal. Trennya menurun. Kita akan pantau terus hingga satu minggu ke depan sampai ada rilis resmi dari BMKG mengenai aktivitas energi gempa ini," tambahnya. Terkait bantuan bagi masyarakat, pemerintah menegaskan akan bertanggung jawab atas perbaikan rumah warga yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat, dengan mekanisme yang disesuaikan berdasarkan status tanggap darurat dan kemampuan fiskal daerah."Untuk rumah masyarakat yang rusak, akan diperbaiki oleh pemerintah. Polanya sama seperti di daerah bencana lain. Rumah rusak ringan dan sedang akan diperbaiki, sementara yang rusak berat akan diganti (pembangunan baru). Mekanismenya nanti melihat pengajuan dan kemampuan fiskal daerah, jika diserahkan ke pusat, maka pusat akan ambil alih," tegasnya. BNPB bersama tim gabungan akan terus melakukan asesmen mendalam di lapangan untuk memastikan seluruh kebutuhan penyintas terpenuhi serta tidak ada wilayah terdampak yang terlewat dari penanganan. (GF) 03 Apr 2026, 23:01 WIT
Polda Metro Jaya Siagakan 4.500 Personel, Pelayanan Ibadah Paskah 2026 Jadi Prioritas Papuanewsonline.com, Jakarta – Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 4.500 personel untuk melayani sekaligus mengamankan rangkaian perayaan ibadah Paskah 2026 di seluruh wilayah hukumnya. Langkah ini dilakukan guna memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan penuh kekhidmatan.Personel yang telah disiapkan akan ditempatkan di berbagai gereja, titik keramaian, hingga lokasi yang menjadi pusat kegiatan umat selama perayaan Paskah. Pengamanan ini tidak hanya difokuskan pada aspek keamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa kehadiran aparat di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa tenang bagi umat yang melaksanakan ibadah. Menurutnya, Polri hadir sebagai pelindung sekaligus pelayan masyarakat dalam momentum keagamaan yang penting ini.“Sebanyak 4.500 personel kami siagakan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Paskah berjalan dengan aman dan lancar. Kehadiran personel di lapangan juga merupakan bentuk pelayanan kami agar umat dapat beribadah dengan tenang dan nyaman,” dalam keterangannya pada Kamis, (02/04/26).Ia menjelaskan, personel juga disiapkan untuk mendukung kelancaran teknis pelaksanaan ibadah, mulai dari sterilisasi lokasi sebelum kegiatan berlangsung, pengaturan arus lalu lintas, hingga patroli rutin di sekitar area gereja.Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana yang kondusif, sehingga umat dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah Paskah dengan lebih fokus dan damai tanpa gangguan keamanan maupun kemacetan di sekitar lokasi.Lebih lanjut, Budi Hermanto menekankan bahwa pengamanan yang dilakukan Polda Metro Jaya mengedepankan pendekatan humanis dan pelayanan kepada masyarakat.“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan. Karena itu, pengamanan Paskah ini tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pada pelayanan kepada umat agar ibadah dapat berlangsung dengan damai dan lancar,” ujarnya.Selain pengamanan langsung di lapangan, Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melapor kepada petugas terdekat atau melalui layanan darurat 110 apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di sekitar tempat ibadah maupun lingkungan sekitar.Dengan kesiapan ribuan personel serta pola pelayanan yang menyeluruh, Polda Metro Jaya berharap seluruh rangkaian perayaan Paskah 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian bagi seluruh umat Kristiani. (GF) 03 Apr 2026, 22:58 WIT
Kuasa Hukum Soroti Lambannya Penanganan Kasus Penganiayaan di Polres Mimika Papuanewsonline.com, Mimika - Kuasa hukum korban penganiayaan, Lukman Chakim S.H., menyoroti lambannya penanganan kasus di Polres Mimika. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah mendatangi Polres Mimika untuk menindaklanjuti laporan yang telah diajukan sebelumnya pada kamis 2 april 2026."Kami datang ke Polres Mimika untuk menjalani proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan memperoleh kejelasan terkait perkembangan perkara," kata Lukman Chakim S.H., Saat di wawancara media papuanewsonline,comIa menjelaskan bahwa laporan tersebut telah didisposisikan ke Unit PPA Polres Mile 32.  (Perlindungan Perempuan dan Anak), namun hingga saat ini belum ada langkah dari kepolisian untuk segera memfasilitasi visum."Visum ini penting karena berkaitan dengan rentang waktu antara kejadian dengan pemeriksaan. Meskipun secara hukum cukup dua alat bukti, visum tetap menjadi salah satu penguat," jelasnya.Kuasa Hukum dan korban sudah melakukan LP (LAPORAN POLISI)Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/232/III/2026/SPKT/POLRES MIMIKA/POLDA PAPUA TENGAH dan dibuat pada Minggu, 8 Maret 2026, sekitar pukul 20.04 WIT.Peristiwa yang dilaporkan itu disebut terjadi sebelumnya pada Selasa, 27 Februari 2026, sekitar pukul 20.00 WIT, di kawasan Jalan Irigasi Ujung Timika, Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.Pihak kuasa hukum telah mengantongi sejumlah alat bukti lain seperti saksi, foto, dan video, namun belum ada tindakan dari kepolisian untuk segera memproses visum."Kami berharap kasus ini dapat ditangani secara profesional oleh pihak kepolisian. Keadilan bagi korban dimulai dari proses, bukan hanya hasil. Karena itu, penanganannya harus transparan dan tepat waktu," tegas Lukman Chakim S.H.Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait proses penyelidikan kasus ini. Penulis: Hend Editor: GF 03 Apr 2026, 22:53 WIT
Kepala Distrik Mimika Timur Komitmen Lanjutkan Program dan Tingkatkan Pelayanan Papuanewsonline.com, Mimika — Kepala Distrik Mimika Timur, Raymond Tanser, S.Sos., menyampaikan kondisi terkini wilayahnya dalam wawancara pada Jumat (3/4/2026). Ia menilai kinerja pemerintahan sebelumnya sudah berjalan cukup baik dan menjadi dasar untuk melanjutkan pembangunan ke depan.Sebagai pejabat yang baru dilantik pada 16 Maret 2026, Raymond menegaskan komitmennya untuk meneruskan program-program yang telah ada, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.“Saya melihat yang sudah berjalan ini baik, sehingga ke depan kami akan melanjutkan dan berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat Mimika Timur,” ujarnya.Dalam rencana kerja ke depan, Distrik Mimika Timur akan memprioritaskan program padat karya yang mencakup lima kampung dan satu kelurahan. Program tersebut direncanakan mulai berjalan setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) diterima.“Kami sudah siapkan program padat karya. Setelah DPA kami terima, kami akan langsung mulai bekerja,” jelasnya.Selain itu, pihak distrik juga telah mengusulkan sejumlah program kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya bantuan perumahan, sektor perikanan, serta dukungan dari dinas pekerjaan umum dan pertanian.Untuk prioritas pembangunan, Raymond menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur jalan. Menurutnya, kondisi jalan yang baik sangat berpengaruh terhadap aktivitas dan mobilitas masyarakat.“Yang paling utama adalah perbaikan jalan, baik jalan utama yang berlubang maupun jalan lingkungan di kampung,” tegasnya.Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Distrik Mimika Timur juga merencanakan berbagai program lain pada tahun 2026, seperti penerangan jalan, penimbunan jalan, peningkatan kebersihan lingkungan, serta penataan fasilitas umum seperti tugu dan pengecatan.Di sisi lain, program sosial juga menjadi perhatian, termasuk pemberian makanan tambahan bagi ibu menyusui dan lansia, serta penanganan stunting yang akan dilaksanakan melalui skema padat karya.“Program-program ini sudah kami rencanakan untuk 2026, tinggal pelaksanaannya saja,” tutupnya.  Penulis: BimEditor: GF 03 Apr 2026, 21:08 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT