logo-website
Minggu, 08 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Respon Cepat Tangani Bencana Alam, Kapolda Aceh Terobos Banjir dan Lumpur demi Tiba di Tamiang Papuanewsonline.com, Kuala Simpang - Ketika banjir bandang dan luapan sungai menenggelamkan hampir seluruh wilayah Aceh Tamiang, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menunjukkan kepemimpinan yang tidak hanya strategis, tetapi juga sangat humanis. Didampingi Pejabat Utama Polda Aceh, beliau menempuh perjalanan darat selama lima hari penuh, melewati jalur yang terputus, terendam air, tertutup lumpur pekat, serta di sejumlah titik harus menyeberang dengan perahu karena jalan raya berubah total menjadi sungai berarus deras.Sebuah perjalanan ekstrem yang secara teknis hampir mustahil ditempuh, tetapi dilaksanakan demi satu tujuan utama: menjamin penanganan bencana berjalan cepat, menyeluruh, dan menyentuh seluruh warga terdampak, sekaligus memastikan kondisi personel, markas komando, serta layanan Kepolisian di tengah bencana.Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan misi kemanusiaan berisiko tinggi. Di sejumlah lokasi, rombongan harus memasuki jalur yang telah berubah menjadi sungai lumpur dengan ancaman longsor dan arus deras yang setiap saat dapat mengancam nyawa.“Saya harus tiba di Tamiang. Saya ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi musibah ini. Dan mengecek langsung kondisi Mako serta memastikan Kesiapan Personil dalam penanganan dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegas Irjen Marzuki penuh ketegasan dan empati.Setibanya di lokasi, Kapolda langsung mengeluarkan instruksi darurat kepada seluruh jajaran. Ia memerintahkan percepatan evakuasi warga, terutama lansia, anak-anak, perempuan, dan kelompok rentan lainnya. Pendataan korban, tingkat kerusakan, serta kebutuhan logistik mendesak juga diperintahkan untuk dipercepat agar bantuan dapat disalurkan tanpa hambatan birokratis maupun kendala lapangan.“Banjir ini bukan hanya menguji ketahanan infrastruktur, tetapi juga mengguncang solidaritas kemanusiaan kita. Setiap warga harus mendapatkan perlindungan. Setiap keluarga harus tersentuh bantuan. Tidak boleh ada satu pun yang terabaikan,” ujarnya, didampingi Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi dan Kapolres AKBP Muliadi.Dari hasil peninjauan langsung, Kapolda menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Sebanyak 90 persen wilayah Aceh Tamiang terendam, aktivitas sosial serta ekonomi lumpuh total, dan bahkan kantor pemerintahan, Kodim, serta Polres ikut terdampak.Melihat skala bencana yang bersifat ekstrem dan meluas, Kapolda Aceh segera mengajukan bantuan tambahan kepada Mabes Polri, termasuk pengerahan pasukan recovery serta permintaan helikopter angkut untuk mempercepat distribusi logistik terutama makanan dan obat-obatann ke kawasan-kawasan yang terisolir dan tidak dapat ditembus jalur darat.“Seluruh aktivitas ekonomi berhenti. Tidak ada pedagang, tidak ada pelayanan kebutuhan dasar, dan banyak wilayah benar-benar terputus. Kita membutuhkan dukungan pusat agar penanganan bencana ini dapat dilakukan secepat mungkin. Fokus kita satu: menyelamatkan masyarakat,” tegasnya.Kapolda Aceh menegaskan bahwa Polri akan berdiri di garda terdepan, bersinergi penuh dengan pemerintah daerah dan TNI, untuk memastikan Aceh Tamiang segera bangkit dari bencana besar ini. PNO-12 02 Des 2025, 18:34 WIT
Gelar Rakernis Perencanaan 2025: Polda Maluku: Perkuat Strategi Kamtibmas di Era Teknologi Papuanewsonline.com, Ambon - Polda Maluku melalui Biro Perencanaan (Biro Rena) menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Perencanaan Umum dan Anggaran Tahun Anggaran 2025 di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Tantui, Ambon, Selasa (2/12). Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas perencanaan Polri demi mendukung kinerja pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tengah dinamika teknologi dan kebutuhan publik yang terus berkembang.Rakernis dibuka langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Kepala Biro Perencanaan Polda Maluku, ditandai pemukulan tifa sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan. Hadir pula para pejabat utama Polda Maluku, Kapolres jajaran, Kabag Perencanaan Polres, Kasubag Perencanaan dan Administrasi satker Polda, serta para operator perencanaan.Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lintas instansi, yakni Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Maluku, Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Provinsi Maluku, serta perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Maluku, yang memberikan perspektif komprehensif terkait tata kelola anggaran, pembangunan wilayah, dan kualitas pelayanan publik.Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa fungsi perencanaan merupakan fondasi utama keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas kepolisian.“Perencanaan Polri harus kuat dalam mendukung pemeliharaan Kamtibmas. Tanpa perencanaan yang baik, tugas kepolisian ke depan tidak akan berjalan maksimal. Masyarakat membutuhkan kehadiran Polri yang prima, apalagi di era kemajuan teknologi saat ini,” ujar Kapolda.Ia juga menekankan perubahan ekspektasi publik terhadap institusi Polri.“Dulu ketika kita tersenyum saja masyarakat sudah senang. Sekarang masyarakat bilang: jangan hanya senyum, tapi mana kerja dan pengabdian Bapak. Ini berarti kita harus menjawab tantangan ini melalui kinerja nyata dan perencanaan yang tepat,” pesannya.Kapolda meminta seluruh jajaran fungsi perencanaan untuk responsif membaca perubahan zaman, mengantisipasi tantangan, dan menyusun strategi yang adaptif agar Polri tetap maksimal dalam menjaga Kamtibmas dan menegakkan hukum.Di sela kegiatan, Polda Maluku menerima Piagam Penghargaan sebagai peringkat kedua lembaga dengan kinerja penyerapan anggaran terbesar di wilayah Maluku. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kakanwil DJPB Provinsi Maluku kepada Kapolda Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto.Sebagai bentuk apresiasi internal, Kapolda turut menyerahkan piagam penghargaan kepada satker Polda dan Polres jajaran yang dinilai berprestasi dalam bidang perencanaan, sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas manajemen anggaran di lingkungan kepolisian.Rakernis Perencanaan dan Anggaran Tahun Anggaran 2025 ini digelar sebagai upaya memperkuat implementasi Pedoman Kerja Polda Maluku serta mendukung keberlanjutan Program Presisi Polri. Biro Rena memastikan kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi, sinkronisasi, dan penguatan kapasitas bagi seluruh pengelola perencanaan dan anggaran di tingkat Polda maupun Polres.Rakernis yang diselenggarakan Polda Maluku ini menunjukkan keseriusan institusi Polri dalam memperkuat tata kelola anggaran dan perencanaan strategis di era digital. Penegasan Kapolda Maluku mencerminkan perubahan paradigma pelayanan publik: dari sekadar kehadiran simbolik menuju kinerja terukur, adaptif, dan berbasis data.Pengakuan dari DJPB terhadap kinerja serapan anggaran Polda Maluku menjadi indikator bahwa tata kelola pemerintahan berbasis akuntabilitas semakin menguat di tubuh Polri. Namun, tantangan ke depan tetap besar, terutama dalam menyelaraskan percepatan layanan publik dengan peningkatan kepercayaan masyarakat.Rakernis diharapkan bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang evaluasi implementatif agar setiap satker mampu merumuskan strategi berbasis kebutuhan riil lapangan serta memperkuat pelayanan publik yang presisi, transparan, dan berorientasi pada masyarakat. PNO-12 02 Des 2025, 18:14 WIT
Peringati HUT ke-75 Polairud, Kapolda Maluku Tekankan Jaga Keamanan Wilayah Kepulauan Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si memimpin langsung kegiatan Doa Bersama dan Syukuran Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Polairud.Kegiatan yang berlangsung di Mako Ditpolairud Polda Maluku, Senin (1/12/2025) ini, Kapolda menekankan pentingnya peran Polairud Polda Maluku dalam menjaga keamanan di wilayah Kepulauan.Doa bersama dan syukuran berlangsung khidmat, penuh kekeluargaan, yang diikuti oleh seluruh jajaran Ditpolairud, para Kasat Polairud Polres jajaran, pilot dan kru Pesawat Beechcraft 1900D Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, serta tokoh agama dan para tamu undangan.Syukuran HUT Polairud dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus momentum evaluasi atas perjalanan panjang fungsi Kepolisian Perairan dan Udara, khususnya dalam menjaga keamanan wilayah pesisir dan laut Maluku yang memiliki karakteristik unik sebagai provinsi kepulauan terbesar kedua di Indonesia.Dalam arahannya, Kapolda Maluku menegaskan nilai historis kehadiran Polairud dalam struktur Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pembentukan Kepolisian Perairan pada 1 Desember 1950, kata Kapolda, tidak terlepas dari perjalanan bangsa pasca proklamasi.“Setelah Indonesia menyatakan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, perjuangan belum selesai. Belanda datang kembali membonceng NICA untuk berusaha menguasai wilayah kita. Setelah situasi berangsur terkendali pada 1949, lahirlah kebutuhan untuk membangun sistem keamanan yang sesuai karakter negara kepulauan. Dari sinilah Polair dibentuk,” ungkap Kapolda.Irjen Dadang, menambahkan, sejak awal, Polair hadir sebagai unsur polisi berseragam yang memiliki mandat khusus menjaga perairan, termasuk melakukan fungsi penyidikan di wilayah laut. Polair dan kepolisian udara kemudian mengalami perubahan struktur hingga berada di bawah Korpolairud Baharkam Polri seperti saat ini.Kapolda secara tegas menyoroti konteks geografis Maluku yang membuat peran Ditpolairud tidak dapat digantikan oleh satuan lain.“Wilayah Maluku ini 93 persen adalah lautan dan hanya 7 persen daratan. Karena itu Polairud memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.Ia menjelaskan, aktivitas masyarakat Maluku sangat bergantung pada laut. mulai dari perikanan, pelayaran antar-pulau, perdagangan, hingga sektor pariwisata yang berkembang pesat seperti di Banda Neira dan Pantai Ora.“Setiap hari ribuan kapal melintas di wilayah perairan kita. Kekayaan laut Maluku menjadi magnet bagi kapal-kapal dari wilayah lain, baik dari kawasan tengah, barat, hingga dekat Papua. Ini membuat pengawasan Polairud menjadi krusial agar aktivitas berjalan aman, tertib, dan bebas tindak pidana,” jelas Kapolda.Kapolda juga menekankan bahwa beberapa kasus penting pernah ditangani Ditpolairud, termasuk temuan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di kapal asing hingga operasi penyelamatan kecelakaan laut.Ia menekankan tiga fokus utama yang harus menjadi pedoman Ditpolairud dalam meningkatkan kualitas pelayanan di wilayah perairan. Di antaranya pertama, menjamin keselamatan transportasi laut.Kapolda meminta Ditpolairud memperluas kerja sama dengan stakeholder untuk memastikan standar keselamatan.“Walaupun bukan pemberi izin transportasi air, Polair wajib menginformasikan temuan lapangan dan memberikan peringatan agar kecelakaan dapat dicegah. Tanggung jawab moral kita adalah memastikan masyarakat merasa aman naik kapal,” tegasnya.Kedua, Penanganan Cepat Orang Hilang dan Kecelakaan Laut. Kapolda menekankan pentingnya konsep golden time. “Kita harus cepat mengetahui kejadian, cepat menerima laporan, dan cepat bergerak. Beberapa kasus orang hilang, kapal terbakar, hingga awak hilang harus menjadi pelajaran. Koordinasi dengan Basarnas dan pihak lainnya wajib diperkuat,” ujarnya.Ketiga, Mencegah Potensi Konflik Antarwilayah. Ia mengingatkan bahwa perairan juga rentan terhadap konflik antarkelompok. “Memang Polair tidak selalu bersentuhan langsung dengan konflik darat, tetapi ketika eskalasi meningkat, personel Polair harus siap menjadi kekuatan penambah,” tutur Kapolda.Kapolda tidak menutup mata terhadap terbatasnya jumlah kapal yang dimiliki Ditpolairud. Saat ini terdapat 18 kapal serta kapal kecil di sejumlah wilayah yang harus mengcover perairan luas.“Medan laut Maluku tidak mudah, gelombang besar dan kondisi cuaca yang cepat berubah. Namun kita tidak boleh kalah oleh keterbatasan. Kita harus memperkuat kerja sama dengan TNI AL, Bakamla, Basarnas, KKP, dan seluruh institusi maritim lainnya,” katanya.KAPOLDA DORONG PEMBENTUKAN KOMUNITAS KEAMANAN PERAIRANKapolda juga mendorong pembentukan Komunitas Keamanan Perairan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat yang beraktivitas di laut maupun di pelabuhan.“Banyak ekosistem maritim di pelabuhan yang harus kita pahami satu per satu. Komunitas ini akan membantu percepatan informasi dan penguatan keamanan perairan,” ujarnya.Mengakhiri sambutan, Kapolda menegaskan bahwa inti tugas Kepolisian, termasuk Polairud, adalah pelayanan manusiawi dan perlindungan publik.“Polisi itu tugasnya menolong, membantu, dan melindungi masyarakat. Kita hadir untuk memberikan rasa aman. Jika ada yang melanggar hukum barulah kita tindak. Saya berharap moralitas dan semangat pengabdian terus dijaga,” tutur Kapolda sembari menyampaikan “Selamat HUT Polairud ke-75. Teruslah berkarya dan mengabdi kepada bangsa dan negara. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi setiap langkah dan tugas kita,” pungkasnya. PNO-12 02 Des 2025, 17:49 WIT
Terima Audiensi KNPI, Kapolda Maluku Bahas Peran Pemuda dalam membangun Kohesi Sosial Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menerima audiensi dari Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku.Pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Kapolda Maluku pada Senin (1/12/2025) ini selain sebagai ajang silaturahmi, namun juga menjadi ruang dialog strategis membahas dinamika kepemudaan, pola konflik di Maluku, serta upaya memperkuat kolaborasi antara Polri dan pemuda dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.Dalam pertemuan itu Kapolda didampingi Direktur Intelkam, Direktur Reskrimum, Kabid Propam, dan Kabid Humas Polda Maluku. Sementara dari KNPI Maluku hadir Ketua DPD KNPI Maluku Arman Kalean Lessy beserta jajaran pengurus.Arman Kalean Lessy pada pertemuan itu memberikan apresiasi atas waktu yang diberikan Kapolda Maluku. Ia juga menyampaikan keprihatinan terkait meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan anak muda di beberapa wilayah. Menurutnya, pemuda memerlukan ruang binaan yang tepat dan terarah. Kegiatan-kegiatan pemuda yang bersifat sporadis tanpa melihat akar sosial justru kerap memunculkan friksi baru. Ia juga menyinggung merosotnya otoritas simbol budaya lokal seperti raja-raja adat yang kerap diposisikan hanya sebagai pemadam kebakaran reaktif.KNPI mengusulkan perlunya komisi antisipasi konflik yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, tokoh adat, serta pemuda. Ia juga menyoroti pergeseran pemberitaan media massa yang tidak jarang menonjolkan sudut pandang kelompok tertentu sehingga rentan menciptakan bias informasi. Menurutnya, Bhabinkamtibmas perlu mendapatkan pembekalan berbasis akademik dan budaya agar pendekatannya lebih tepat sasaran.KNPI menegaskan kesiapan bergandengan tangan dengan Polda Maluku dalam kapasitas sebagai Listen Officer, yaitu pelapor dini dinamika sosial di akar rumput yang dapat membantu deteksi dan pencegahan konflik.Menanggapi hal itu, Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto menyampaikan terima kasih atas kritik, masukan, dan analisis konstruktif dari KNPI. Ia menegaskan, dari sisi statistik, gangguan Kamtibmas di Maluku sebenarnya menurun, dan Polri terus menekan angka kejadian melalui patroli serta langkah preemtif lainnya. Namun Kapolda menekankan bahwa upaya itu belum menyentuh akar utama permasalahan.Menurut Kapolda, konflik di Maluku sering kali membesar bukan karena skala tindak pidana, tetapi karena identitas kelompok dilekatkan pada pelaku. Tindak kriminal yang dilakukan individu sering dipersepsikan sebagai tindakan kelompok tertentu, sehingga memicu sentimen balas dendam. Identitas kelompok, baik berbasis lokasi, marga, maupun komunitas, menjadi faktor yang memperkuat gesekan horizontal.Dalam konteks penegakan hukum, Polri, jelas Kapolda, bekerja berdasarkan alat bukti, sehingga tidak bisa melakukan penangkapan tanpa dasar yang kuat. Ketidaksabaran publik dan dorongan untuk main hakim sendiri sering memperburuk masalah. Jalan keluarnya adalah membangun kohesivitas sosial berbasis edukasi, khususnya di lingkungan pemuda dan sekolah.Kapolda juga memaparkan tentang program Baileo Emarina atau Rumah Damai yang diinisiasi Polda Maluku. Program ini dirancang untuk mempertemukan kelompok-kelompok masyarakat yang rawan bersinggungan dalam sebuah ruang dialog budaya."Di Baileo Emarina, permasalahan individu tidak boleh dibawa ke ranah identitas kelompok. Sebaliknya, masing-masing pihak duduk berdampingan untuk mencari solusi, membangun kepercayaan, dan menghidupkan kembali nilai orang basudara dan pela gandong nilai fundamental dalam membangun kedamaian Maluku," jelas Kapolda.Penyelesaian konflik, lanjut Kapolda, tidak cukup dilakukan oleh aparat keamanan saja. Diperlukan keterlibatan aktif pemuda, tokoh adat, tokoh agama, dan pendidik untuk membangun kohesivitas sejak dini.Kapolda juga mengingatkan pentingnya melapor kepada pihak Kepolisian maupun RT/RW jika ada kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan gesekan. "Jika konflik berbasis kekerasan dapat ditekan, Maluku akan menjadi salah satu wilayah teraman di Indonesia," harapnya.Pada kesempatan itu, Kapolda memberikan apresiasi atas keberagaman latar belakang para pemuda dalam KNPI. “Keberagaman ini bisa menjadi jembatan untuk membentuk pemuda Maluku yang cinta damai dan menjadi masa depan daerah,” ujarnya. PNO-12 02 Des 2025, 17:38 WIT
Operasi Distribusi Logistik Terus Dilakukan Polri Melalui Jalur Udara dan Laut Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri mengerahkan kekuatan besar dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui operasi udara dan laut secara terintegrasi. Armada yang diterjunkan terdiri dari 3 pesawat angkut logistik, 5 helikopter, dan 9 kapal patroli Polair, seluruhnya telah memasuki rute operasi bantuan kemanusiaan untuk memastikan suplai logistik tiba lebih cepat terutama di daerah terisolir pascabencana. Langkah ini menjadi bukti percepatan pemulihan dan jaminan bahwa kebutuhan mendesak masyarakat tidak tertunda.Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa percepatan pendistribusian bantuan dilakukan dengan mengutamakan jalur udara.“Saat ini Polri mengerahkan pesawat dan helikopter untuk memastikan bantuan segera tiba di lokasi terdampak. Akses darat di banyak titik masih terputus, sehingga percepatan melalui udara menjadi kunci agar masyarakat dapat segera menerima logistik,” ujarnya.Lebih lanjut disampaikan bahwa operasional penerbangan telah menjangkau wilayah terdampak sejak beberapa hari lalu secara bertahap.“Sejak tiga hari terakhir helikopter telah melakukan airdrop bahan pokok di beberapa titik Tapanuli dan wilayah terisolir lainnya. Fokus kami adalah memastikan suplai tidak berhenti dan kebutuhan dasar masyarakat terjamin,” jelas Trunoyudo.Operasi Helikopter – Fokus Wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar (5 Unit) 1. AW169/P-3303 – PIC AKBP Dian Didik, 4 crew – rute distribusi logistik Aceh 2. Dauphin AS365 N3/P-3103 – PIC AKP Asep Saepudin, 4 crew – rute bantuan ke wilayah Sumbar 3. NBO-105/P-1112 – PIC AKP Doni, 4 crew – mobilisasi bantuan udara Sumut 4. Bell 429/P-3203 – PIC Kompol Ali Hasbi, 4 crew – pengiriman bantuan cepat dan evakuasi 5. Bell 412EP/P-3002 – PIC Kompol Asran Koto, 5 crew – operasi inspeksi dan distribusi terpadu9 Kapal Polair – Sumber Suplai Logistik dari Jalur Laut • KP Wisanggeni–8005 (A2) – 75 m, 29 ABK, 2 RIB → rute Aceh (labuh: CT-1 BPKS Sabang) • KP Antareja–7007 (A3) – 48,69 m, 23 ABK, 1 perahu karet → rute Sumut–Sumbar (Pelabuhan Perikanan Sibolga) • KP Anis Kembang–4001 (B3) – 28,5 m, 17 ABK, 1 perahu karet → rute Sumut (Pelindo Belawan) • KP Lory–3018 (C1) – 22,72 m, 11 ABK + perahu karet → rute Sumut (Dermaga Panton Bagan Asahan) • Dukungan tambahan oleh kapal Polda Kepri dan Polda Riau memperkuat jalur suplai dari sisi pantai.3 Pesawat Udara untuk Akselerasi Bantuan • CN295/P-4501 – PIC Kompol Rahman A (7 crew) → logistik Aceh–Sumbar • Fokker 27 MK50/P-4401 – PIC AKBP Stefanus (7 crew) → logistik Jambi–Sumut • Boeing 737-800NG/P-7301 – PIC AKBP Troy Adam (19 crew) → dukungan giat koordinasi penanganan di SumutMobilisasi besar dengan total 3 pesawat, 5 helikopter, dan 9 kapal ini memastikan jalur suplai logistik tidak berhenti, wilayah terisolir dapat kembali terbuka, dan operasi tanggap darurat berlangsung lebih cepat serta tepat sasaran. Polri memastikan pengiriman bantuan akan terus berlangsung sampai kebutuhan kritis masyarakat terpenuhi. PNO-12 02 Des 2025, 12:36 WIT
Percepat Penanganan Bencana: Polri Turunkan Pasukan ke Aceh, Sumut dan Sumbar Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri mengerahkan kekuatan pasukan dalam skala besar sebagai respons cepat terhadap penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini merupakan bagian dari percepatan dukungan strategis, perluasan area evakuasi, serta penambahan sumber daya identifikasi korban dan pemulihan psikologis masyarakat terdampak. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini menuntut disiplin, kesigapan, dan koordinasi lintas fungsi. “Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Ini operasi kemanusiaan, maka harus dilakukan secara cepat, sinergis, dan gotong royong di semua lini,” ujarnya. Wakapolri juga menyampaikan bahwa percepatan pengiriman pasukan serta logistik akan terus dilakukan secara adaptif sesuai perkembangan situasi lapangan.Total 497 personel diberangkatkan, terdiri dari 300 Brimob, 100 Sabhara, 26 operator K9 bersama 7 ekor anjing pelacak, 27 personel DVI, 20 tim trauma healing, 15 personel Inafis (masing-masing 5 disebar ke Sumut, Sumbar, dan Aceh pada gelombang berikutnya), serta 9 personel humas. Penugasan komando lapangan ditetapkan melalui penempatan Kombes Pol. Monang untuk sektor Sumatera Utara, AKBP Hendrick Situmorang untuk sektor Sumatera Barat, dan Kombes Pol. Aditya sebagai unsur cadangan strategi bila terjadi eskalasi. Sementara itu unsur pengendali Baharkam juga diperkuat dengan penempatan KBP Gattot Aris Purbaya di Sumut, KBP Gun Heriadi di Aceh, dan KBP Slamet Hernawan di Sumbar.Pemberangkatan pasukan dilakukan melalui Terminal APK Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.00 WIB. Rute penggelaran personel terbagi menjadi tiga sektor utama, yaitu Brimob 100 personel menuju Kuala Namu kemudian diarahkan ke Sibolga, Sabhara 100 personel juga melalui Kuala Namu dengan penugasan lanjutan menuju Silangit, dan Brimob 100 personel lainnya dialihkan menuju Sumatera Barat melalui Bandara Minangkabau dengan pengaturan teknis oleh Karoops. Sisa 100 Brimob ditempatkan sebagai pasukan rotasi dan cadangan untuk penguatan lanjutan tiga wilayah tersebut. Setelah tiba, pasukan di Silangit diproyeksikan bergerak meliputi Tapanuli Utara (dua unit) serta Tapanuli Selatan (tiga unit), sedangkan pasukan yang masuk melalui Sibolga akan mengarah ke Tapanuli Tengah sebagai sektor prioritas.Penguatan logistik dalam operasi ini berasal dari Polda Jawa Barat, Polda Banten, dan Polda Metro Jaya, dilengkapi tambahan terbaru berupa 600 dus makanan siap saji serta penguatan tenda lapangan, alat kesehatan, thermal gear, dan perlengkapan portable lainnya yang sedang dalam proses manifesting. Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa seluruh pendistribusian logistik dilakukan secara berlapis untuk memastikan efektivitas penyaluran. “Seluruh logistik diperiksa satu per satu sebelum diberangkatkan. Kami memastikan distribusi dilakukan berkelanjutan agar seluruh daerah terdampak menerima dukungan yang memadai,” tegasnya. Ia melanjutkan bahwa percepatan aliran logistik menjadi prioritas utama guna memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah yang sulit dilalui. “Tujuannya jelas mempercepat penanganan, menembus wilayah terisolir, dan memastikan bantuan benar-benar sampai ke masyarakat,” tambahnya.Dengan pengerahan ini, Polri menegaskan kesiapan penuh untuk memperluas operasi kemanusiaan, mempercepat proses evakuasi, serta meningkatkan dukungan logistik bagi wilayah terdampak. Polri juga menyampaikan bahwa perkembangan operasi akan dirilis secara rutin agar masyarakat menerima informasi secara cepat, akurat, dan dapat dipercaya. PNO-12 02 Des 2025, 12:27 WIT
Tiba di Langsa, Kapolda Aceh Salurkan Bantuan Sembako hingga Wifi Gratis Papuanewsonline.com, Langsa - Dengan menembus jalur darat yang penuh tantangan akibat banjir, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah akhirnya tiba di Kota Langsa, Senin, 1 Desember 2025. Ia ingin memastikan bahwa pelayanan, bantuan, dan pemulihan berjalan maksimal bagi masyarakat terdampak bencana.Setibanya di Langsa, Kapolda langsung menuju Mapolres Langsa untuk mengecek kondisi markas yang turut terdampak banjir serta menerima laporan perkembangan situasi terbaru dari jajaran.Kapolda juga membuka layanan WiFi gratis berbasis satelit Starlink yang dapat digunakan masyarakat untuk menghubungi keluarga mereka yang sempat terputus kontak selama bencana banjir.Selain itu, Irjen Marzuki menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako untuk warga, yang disalurkan melalui Wali Kota dan Ketua DPRK Langsa agar dapat tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.“Apa pun kondisinya, kami pastikan bisa hadir dan memastikan masyarakat mendapatkan bantuan, komunikasi, dan perhatian segera,” ujar Irjen Marzuki saat meninjau fasilitas WiFi gratis yang mulai dimanfaatkan warga.“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang dilanda bencana. Kita doakan juga proses pemulihan pascabencana berjalan cepat dan maksimal,” tambahnya.Irjen Marzuki menegaskan bahwa Polri akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi. PNO-12 02 Des 2025, 12:11 WIT
Ekspedisi Patriot ITB Telusuri Dampak Transmigrasi di Senggi: Menguatkan Infrastruktur di Perbatasan Papuanewsonline.com, Keerom - Distrik Senggi di Kabupaten Keerom, yang berada tepat di garis depan Indonesia dan berbatasan langsung dengan Papua Nugini, selama ini dikenal sebagai kawasan yang menghadapi banyak tantangan pembangunan. Sebagai wilayah terluar sekaligus titik strategis nasional, Senggi memegang peran penting untuk menjaga batas negara serta memperkuat kehidupan masyarakat perbatasan.Atas dasar kepedulian terhadap wilayah 3T itulah Tim Ekspedisi Patriot dari Institut Teknologi Bandung (ITB) hadir sejak awal September 2025 untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap program transmigrasi yang telah berlangsung hampir tiga puluh tahun. Program tersebut melahirkan Kampung Woslay sebagai pusat SP1 dan SP2, yang saat ini tengah dipersiapkan menjadi kampung definitif bernama Kampung Soom.Selama hampir tiga bulan, tim yang dipimpin oleh Abdul Rohman Supandi melakukan serangkaian FGD dan musyawarah kampung untuk mendengar langsung aspirasi warga. Kehadiran tim disambut hangat oleh berbagai unsur masyarakat—baik Kepala Distrik, kepala kampung, Ondoafi, guru, kader kesehatan, OAP, maupun transmigran—yang menunjukkan besarnya keinginan warga Senggi untuk terlibat dalam proses pembangunan.Kepala Distrik Senggi, Daud Yunam, menilai bahwa kajian yang dilakukan tim ITB memberikan gambaran lebih jelas mengenai perubahan yang dibawa transmigrasi. Ia melihat kunjungan para akademisi ini sebagai bentuk perhatian negara kepada masyarakat perbatasan yang selama ini menjaga wilayah NKRI. Sejumlah warga OAP menyampaikan bahwa program transmigrasi membawa dampak positif seperti bertambahnya fasilitas dasar, meningkatnya aktivitas pertanian, dan tumbuhnya ekonomi lokal. Bahkan, Yance Wambaliau, Ondoafi Kampung Warlef, mengungkapkan kebanggaannya bahwa pembangunan di Papua dinilai lebih maju dibanding wilayah tetangga di Papua Nugini.Di sisi lain, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan mendesak untuk masa depan. Para guru dan kepala kampung berharap perbaikan pendidikan dapat diprioritaskan, mulai dari bangunan sekolah, tenaga pengajar, hingga sarana belajar. Warga juga menyoroti perlunya tenaga medis, stok obat yang memadai, serta fasilitas kesehatan yang lebih baik. Kampung seperti Usku, Namla, dan Molof masih memerlukan jaringan listrik untuk mendukung aktivitas harian dan pengembangan ekonomi. Masyarakat OAP turut menegaskan bahwa pembangunan harus tetap menghormati adat, budaya, serta tanah leluhur.Potret kerukunan di Senggi menjadi salah satu temuan penting. Ayub Mangul, KUPT SP1 yang berasal dari komunitas OAP, menuturkan bahwa hubungan antara warga OAP dan transmigran berjalan harmonis dan saling menopang. Hal serupa dirasakan Hatta, transmigran di SP2 yang mengembangkan pertanian dan peternakan kecil, dan merasa diterima sepenuhnya oleh masyarakat adat. Meski demikian, beberapa warga OAP berharap agar keterampilan pertanian dapat dibagi lebih merata oleh para transmigran.Ketua Tim Ekspedisi Patriot, Abdul Rohman Supandi, menilai bahwa program transmigrasi telah berkontribusi dalam pemerataan penduduk dan mempercepat pembangunan wilayah 3T. Ia memastikan bahwa seluruh masukan masyarakat akan dirangkum sebagai rekomendasi untuk memperkuat kebijakan, dengan pendekatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan lokal. Baginya, pembangunan perbatasan tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga kerukunan, keberlanjutan budaya, dan masa depan yang inklusif.Serangkaian diskusi dan kunjungan lapangan ini menegaskan bahwa masyarakat OAP dan transmigran di Senggi memiliki tujuan bersama: membangun wilayah yang aman, rukun, dan sejahtera. Kolaborasi antarwarga menjadi modal penting dalam menjaga martabat Papua sebagai pintu depan NKRI dan memperkuat posisi strategis Distrik Senggi sebagai beranda timur bangsa.Penulis: Abdul Rohman Supandi, Ph.D. dan tim eskpedisi patriotEditor: GF 02 Des 2025, 04:16 WIT
Perkuat Penanganan Bencana, Ratusan Personel Brimob, Samapta, Medis, dan K9 Dikerahkan Polri Papuanewsonline.com, Pondok Cabe - Polri resmi menggerakkan kekuatan personel besar-besaran untuk membantu penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dalam doorstop pagi ini, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa penguatan personel menjadi salah satu fokus utama setelah wilayah terdampak memasuki fase pascabencana.“Bapak Wakapolri melakukan pengecekan pasukan dalam rangka penguatan personel di lapangan,” ungkapnya. Dari Korps Brimob, sebanyak 300 personel diterjunkan, masing-masing 100 untuk tiga polda terdampak. Sabhara menurunkan 300 personel tambahan, serta Samapta mengirim 39 personel.Unit anjing pelacak K9 dikerahkan khusus untuk memperkuat pencarian korban. “Sebanyak 11 anjing SAR dengan total 39 handler diterjunkan,” kata Trunoyudo.Sementara itu, dari sisi medis, Pusdokkes mengirimkan 27 personel yang bertugas menangani kebutuhan kesehatan, identifikasi korban ante-mortem dan post-mortem, serta dukungan trauma healing dengan 20 personel khusus.Di tengah mobilisasi besar ini, Polri tetap mengedepankan sinergi lintas lembaga. “Dengan kolaborasi BNPB/BPBD, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder lainnya, percepatan bantuan terus diupayakan,” tegas Trunoyudo.Ia menutup pernyataan dengan doa bagi para korban. “Kita kembali mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak… Semoga para tenaga medis dan seluruh petugas diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujarnya. PNO-12 01 Des 2025, 18:48 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT