Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
TPNPB Instruksikan Upacara Militer dan Pengibaran Bendera pada 1 Desember
Papuanewsonline.com, Jayapura - Manajemen Markas Pusat
Komnas TPNPB kembali mengeluarkan seruan resmi menjelang 1 Desember 2025.
Seruan ini ditujukan kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah
Pertahanan (Kodap) di berbagai wilayah Papua. Mereka diminta melaksanakan
upacara militer dan pengibaran Bendera Bintang Fajar sebagai bagian dari
peringatan momentum historis yang diklaim penting bagi kelompok tersebut.Dalam siaran pers yang diterima pada 30 November 2025 di
Jayapura, TPNPB menyampaikan bahwa instruksi ini dikeluarkan untuk menegaskan
kembali sikap mereka terhadap sejarah 1 Desember 1961. Tanggal tersebut,
menurut mereka, merupakan hari pengumuman embrio kemerdekaan bangsa Papua yang
disebut-sebut diakui secara resmi oleh Pemerintah Belanda pada masa itu. TPNPB
menilai peringatan ini harus dijalankan serentak oleh seluruh struktur komando
mereka.Selain menyerukan pengibaran bendera, TPNPB juga menyoroti
situasi konflik bersenjata yang terus berlangsung di Papua. Mereka menyatakan
bahwa konflik tersebut telah menimbulkan dampak luas bagi masyarakat. Dalam
pernyataannya, organisasi ini menilai bahwa penyelesaian konflik harus
melibatkan pihak internasional, termasuk Pemerintah Kerajaan Belanda, yang
dianggap memiliki peran historis.Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam siaran persnya
menyatakan bahwa penyelesaian konflik tidak boleh dilakukan secara sepihak. Ia
menekankan perlunya pendekatan yang dinilai “adil” menurut mereka. Sambom
menyebut bahwa prinsip keadilan itu menjadi alasan mendesak bagi TPNPB meminta
campur tangan pihak luar dalam dinamika Papua yang tak kunjung mereda.Lebih lanjut, TPNPB menyampaikan bahwa seruan peringatan 1
Desember bukan hanya ditujukan kepada pasukan mereka, tetapi juga kepada
masyarakat Papua secara luas. Mereka mengajak kelompok sipil dan komunitas
internasional untuk turut mengingat momentum yang mereka anggap sebagai tonggak
sejarah politik Papua. Seruan ini, menurut TPNPB, merupakan bentuk penegasan
sikap atas perjalanan panjang konflik dan tuntutan mereka.Dalam konteks internal TPNPB, momentum seperti 1 Desember
biasanya dimaknai sebagai simbol konsolidasi organisasi. Instruksi untuk
melaksanakan upacara militer serentak di 36 Kodap menunjukkan upaya mereka
menjaga struktur, kedisiplinan, serta penyebaran pesan politik yang seragam.
Peringatan ini, bagi mereka, sekaligus menjadi sarana memperkuat identitas
perjuangan.Namun, seruan ini juga berpotensi memunculkan peningkatan
eskalasi keamanan di sejumlah wilayah Papua. Pada tahun-tahun sebelumnya,
aparat keamanan Indonesia biasanya meningkatkan patroli dan kesiagaan jelang 1
Desember karena potensi aksi demonstrasi, pengibaran bendera, atau pertemuan
massa yang dilakukan berbagai kelompok. Situasi tersebut membuat tanggal 1
Desember kerap menjadi momen yang diawasi ketat.Meski demikian, dalam rilis resminya, TPNPB tidak merinci
bentuk kegiatan lain selain upacara militer dan pengibaran Bintang Fajar.
Mereka hanya menegaskan bahwa peringatan tahun ini harus dilakukan secara
terkoordinasi dan tertib oleh seluruh komando, menunjukkan bahwa kelompok
tersebut masih ingin menampilkan kesatuan sikap menjelang 1 Desember 2025.Siaran pers tersebut ditutup dengan pernyataan dari Sebby
Sambom yang kembali mengajak rakyat Papua serta komunitas internasional untuk
memperingati apa yang mereka sebut sebagai hari pengumuman embrio kemerdekaan
bangsa Papua. Ia menegaskan bahwa seruan itu merupakan bagian dari komitmen
mereka dalam memperjuangkan tuntutan politik yang selama ini diangkat.Dengan rilis tersebut, TPNPB kembali menempatkan 1 Desember
sebagai momen simbolik yang sarat makna politik dalam narasi perjuangan mereka.
Peringatan itu diharapkan oleh kelompok ini menjadi pengingat atas sejarah
versi mereka, sekaligus mempertegas posisi politik yang terus mereka suarakan
dalam dinamika konflik berkepanjangan di Papua. Penulis: HendrikEditor: GF
01 Des 2025, 02:19 WIT
6 Truk Bantuan Dikirimkan Polda Riau ke Aceh, Sumut dan Sumbar
Papuanewsonline.com, Pekanbaru - Polda Riau secara resmi memberangkatkan bantuan kemanusiaan dalam skala besar untuk wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan pelepasan dipusatkan di Mapolda Riau, dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan dihadiri Wakapolda Brigjen Pol Jossy Kusumo, Irwasda, Pejabat Utama Polda Riau, Ketua & Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Riau, jajaran pengurus Bhayangkari serta personel Polda Riau.Polda Riau mengerahkan 9 kendaraan, terdiri dari 6 truk logistik (2 truk untuk Aceh, 2 untuk Sumatera Utara, dan 2 untuk Sumatera Barat) serta 3 mobil Patwal Ditlantas dengan pengamanan Brimob dan Propam. Armada ini membawa bantuan pengungsi dalam jumlah besar berupa beras 4 ton, mie instan 900 dus, Pop Mie 300 dus, sarden 120 dus, air mineral 420 dus, kue kaleng 420 dus, biskuit 300 dus, susu kental manis 120 dus, gula 120 dus, teh 60 pax, kopi 60 pax, selimut 1.450 pcs, susu bayi 120 dus, pampers 180 pcs, pembalut wanita 180 pcs, kontainer box 150 unit, serta pakaian layak pakai 68 koli. Bantuan ini merupakan hasil sinergi Polda Riau dan Bhayangkari sebagai wujud respon cepat atas kebutuhan warga.Selain pengiriman logistik, Polda Riau juga telah mengerahkan 290 personel BKO sejak 29 November 2025 untuk memperkuat penanganan darurat di Sumatera Barat. Personel terdiri dari Samapta, Brimob, Satpolairud, serta unit pendukung lainnya dan dilengkapi drone SAR untuk pemetaan longsor, tim K-9 pelacak untuk pencarian tertimbun serta dapur lapangan yang telah lebih dahulu beroperasi. Fokus utama diarahkan pada lokasi terdampak berat, termasuk Kabupaten Agam dengan estimasi ±200 warga tertimbun longsor berdasarkan laporan terbaru.Untuk pemulihan psikologis penyintas, Polda Riau juga menurunkan 36 psikolog, terdiri dari 6 psikolog Polri yang sudah bertugas dan ±30 psikolog dari berbagai perguruan tinggi di Riau yang akan memperluas cakupan trauma healing di tiga provinsi sasaran. Pendampingan difokuskan pada pemulihan trauma anak-anak dan perempuan penyintas, stabilitas mental petugas lapangan, hingga program penyembuhan sosial pascabencana.Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bentuk nyata solidaritas kebangsaan.“Kita merasakan duka saudara-saudara kita di Aceh, Sumut dan Sumbar. Kita adalah satu keluarga besar bangsa Indonesia dan kemanusiaan melampaui batas yurisdiksi,” tegasnya.Beliau juga memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai ke pengungsi dan bukan sekadar dilepas.“Tidak perlu membedakan mana Riau atau Sumbar. Dalam kemanusiaan, kita bergerak bersama,” lanjutnya.Kapolda turut menyampaikan duka atas gugurnya dua personel Polri di Sumbar dan memastikan seluruh armada dikawal hingga titik distribusi akhir.“Saudara-saudara kita tidak sendiri. Kita hadir untuk memperkuat, memulihkan, dan memastikan mereka bangkit kembali,” tutupnya.Dengan pengiriman 6 truk logistik dalam 9 kendaraan operasi, 290 personel BKO SAR, kekuatan K-9 & drone serta 36 psikolog, Polri melalui Polda Riau memastikan bahwa bantuan tidak hanya dikirim tetapi mengalir sampai korban pulih sepenuhnya, fisik maupun batin. PNO-12
30 Nov 2025, 18:08 WIT
Masuki Hari Kedua, Polri Siap Kirimkan Kebutuhan Logistik Sumut
Papuanewsonline.com, Jakarta – Polri kembali mengirimkan bantuan logistik guna memperkuat operasi tanggap darurat bencana di wilayah Sumatera Utara pada hari Minggu, 30 November 2025. Total 4.459 kilogram perlengkapan diberangkatkan pada hari kedua pengiriman, sebagai lanjutan dari upaya percepatan penanganan di area terdampak.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa pengiriman hari kedua ini merupakan bentuk konsistensi Polri dalam mendukung penanganan bencana. “Hari ini adalah pengiriman hari kedua, dan Polri terus memastikan seluruh kebutuhan perlengkapan lapangan terpenuhi agar operasi tanggap darurat berjalan optimal,” ujar Erdi.Ia menjelaskan bahwa berbagai kebutuhan pokok dan peralatan operasional kembali dikirim. “Kami mengirimkan Gajahfood 684 kilogram (57 koli), perahu karet 280 kilogram (4 koli), tiang tenda 630 kilogram (14 koli), tenda 316 kilogram (4 koli), serta besi konektor tenda 200 kilogram (4 koli),” jelasnya.Selain itu, pengiriman juga mencakup perlengkapan hunian sementara. “Sebanyak 15 unit velbed dengan total bobot 450 kilogram turut diberangkatkan untuk mendukung kenyamanan personel di lapangan,” tambahnya.Erdi menerangkan bahwa perlengkapan teknis turut menjadi prioritas. “Kami menyalurkan MTP-FT 850 kilogram (50 koli), pemanas MTP-FT 75 kilogram (25 koli), genset portabel 129 kilogram (3 koli), serta panel surya 105 kilogram (7 koli),” ujarnya. Selain itu juga dikirim jas hujan 620 kilogram (17 koli), goni 90 kilogram (2 koli), dan lampu penerangan 30 kilogram (3 koli).Seluruh logistik tersebut telah dikemas dalam puluhan koli agar pendistribusian berjalan cepat dan tepat sasaran. “Kami berharap bantuan pada hari kedua ini dapat segera digunakan di area terdampak dan mempercepat penanganan di titik-titik kritis,” tutupnya. PNO-12
30 Nov 2025, 17:27 WIT
Kapolri Hadiri Jalan Santai PWI, Tekankan Pentingnya Sinergi dengan Pers
Papuanewsonline.com, Banten - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara jalan santai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Kick Off menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan ini berlangsung di Alun-Alun Kota Serang, Banten, Minggu, 30 November 2025. Dalam kesempatan tersebut, Sigit menekankan pentingnya sinergisitas dan kolaborasi antara Polri dan insan Pers. Di antaranya adalah sama-sama memerangi penyebaran informasi palsu atau hoaks yang merugikan masyarakat luas. "Kolaborasi dan sinergitas pers dengan stakeholder terkait dengan tetap menjaga independensi. Kita sedang menghadapi era di mana penggunaan teknologi, masyarakat bisa menjadi pembuat berita yang isinya perlu diverifikasi," kata Sigit. Sigit memastikan, kehadiran Pers di ruang publik menjadi sangat penting untuk bisa memberikan informasi yang terpercaya. Media, kata Sigit bisa menyampaikan kebenaran dan memberikan edukasi kepada masyarakat. "Kita memasuki era post truth belum tentu isinya benar tapi dianggap kebenaran. Pers bisa memberikan masukan agar masyarakat dapat informssi yang benar," ujar Sigit. Lebih dalam, Sigit menegaskan bahwa, Polri terus berkomitmen untuk memberikan keamanan kepada seluruh awak media yang melaksanakan tugas. Sehingga semya wartawan dapat mendapatkan rasa aman ketika melakukan peliputan berita. Di sisi lain, Sigit tak lupa menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. "Polri, TNI, pemerintah terus mengirimkan bantuan termasuk pakaian, alat komunikasi. Termasuk kami menyiagakan personel dan peralatan untuk evakuasi bencana, mengamankan jalur distribusi. Kami dapat informasi beberapa personel sudah bisa masuk memberikan bantuan logistik," papar Sigit. Dalam hal ini, diperlukan sinergisitas dan partisipasi seluruh pihak untuk bergerak membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Polri bersama stakeholder lainnya terus berkomitmen di garis terdepan untuk warga khususnya korban. PNO-12
30 Nov 2025, 16:44 WIT
Film “Autopsy: Dead Body Can Talk” Resmi Diluncurkan, Angkat Kisah Nyata Dokter Forensik Polri
Papuanewsonline.com, Jakarta - Film Autopsy: Dead Body Can Talk resmi diluncurkan pada Sabtu (29/11/2025) di Gedung Bakti Dharma Waspada STIK Polri, Jakarta Selatan. Film ini menghadirkan kisah perjalanan nyata seorang dokter forensik Polri yang dikenal luas di dunia penyidikan ilmiah, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F.Diproduksi oleh PT RINS Prime Entertainment bekerja sama dengan PT Karya Kreatif Utama, film ini menggabungkan pendekatan scientific crime investigation dengan pengalaman supranatural yang dialami sang dokter forensik sepanjang penanganan berbagai kasus kematian tidak wajar.Autopsy: Dead Body Can Talk berkisah tentang Dr. Sumy Hastry seorang dokter forensik yang tajam, tenang, dan berpengalaman menangani kasus-kasus pembunuhan viral di Indonesia. Dalam film ini, pengalaman empiris kedokteran forensik dipadukan dengan intuisi dan fenomena supranatural yang menjadi bagian perjalanan panjangnya.Direktur PT RINS Prime Entertainment, Rina Laurentie Sindunata, menyebut film ini dibuat dengan tujuan menghibur sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya autopsi dalam pembuktian ilmiah sebuah tindak pidana.Film ini diperankan oleh deretan aktor ternama, di antaranya Masayu Anastasia sebagai Dr. Sumy Hastry, Samuel Rizal, Ge Pamungkas, Rifnu Wakana, Ryuka Bunga, serta sejumlah aktor pendukung lainnya.Dalam doorstop launching film, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry mengaku tidak menyangka perjalanan kariernya akan diadaptasi menjadi film layar lebar.“Pertama kali diberitahu Mbak Rina, saya kaget dan nggak percaya. Saya sering dipanggil podcast, tapi tidak pernah terpikirkan untuk difilmkan,” ujarnya.Hastry juga mengungkap bahwa film ini merekam alasan awal dirinya memilih menjadi dokter spesialis forensik, sebuah langkah yang dulu dianggap tidak lazim bagi seorang polwan.“Waktu itu belum ada dokter polisi wanita yang menjadi dokter forensik. Saya dianggap cewek aneh,” tuturnya sambil tersenyum.“Tapi itu semua yang nanti diceritakan di film perjalanan awal saya masuk dunia forensik sampai akhirnya belajar terus hingga S3.”Hastry berharap film ini dapat membuka wawasan publik mengenai dunia forensik dan peran polisi dalam mengungkap kejahatan yang berkaitan dengan tubuh manusia.“Harapan saya, film ini untuk edukasi. Masyarakat bisa tahu bahwa tugas polisi itu seperti ini mengungkap kasus secara ilmiah, memburu pelaku, dan tidak pernah berhenti bekerja,” tegasnya.Sementara itu, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., yang turut terlibat dalam proses produksi, menjelaskan pendekatan unik film ini sebagai horor forensik yang berakar dari kisah nyata.“Film horor itu banyak, tapi kalau yang based on true event, itu lebih menggugah masyarakat,” ungkapnya.Ia menegaskan bahwa film ini menggunakan sudut pandang langsung dari pengalaman Dokter Hastry.“Semua kita lihat dari POV beliau ketika melihat jenazah, menemukan kasus, dan bagaimana beliau menyikapinya,” katanya.Rina juga membahas tantangan teknis dalam penggarapan adegan-adegan forensik, mulai dari cara memotong tubuh hingga detail darah dalam berbagai kondisi.“Kami ada training singkat tentang forensik. Ibu menyediakan konsultan yang membantu tim prostetik agar darahnya, cara memotongnya, semuanya akurat,” jelasnya.“Supernatural yang muncul bukan dibuat-buat. Itu based on her story.”Sinopsis film menggambarkan bagaimana seorang dokter forensik memadukan sains kedokteran forensik dengan intuisi yang tumbuh seiring panjangnya pengalaman sebuah perjalanan yang menyibak sisi lain penyelidikan ilmiah.Dalam cerita, tokoh pendukung seperti Mojo sang asisten, Yatna sang dokumentalis, serta penyidik Rendra turut memperkuat dinamika penyidikan yang mencampurkan realitas dan intuisi dalam mengungkap kebenaran. PNO-12
30 Nov 2025, 16:31 WIT
Bantuan Logistik Mabes Polri Tiba di Bandara SIM
Papuanewsonline.com, Banda Aceh - Sebanyak 2,5 ton logistik dan Ransum Operasi Nusantara (RON) bantuan Mabes Polri tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 29 November 2025. Bantuan tersebut diterima Karolog Polda Aceh Brigjen Pol. Drs. Nazluddin Zulkifli, serta akan segera didistribusikan untuk masyarakat terdampak bencana.Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan bahwa pengiriman logistik dan RON tersebut dilakukan dengan menggunakan pesawat Polri CN 295/P-4501. Sebelum mendarat di Aceh, pesawat tersebut terlebih dahulu menyalurkan bantuan serupa di Sumatera Barat via Minangkabau."Pesawat logistik berangkat dari Jakarta terlebih dahulu menuju Minangkabau untuk drop logistik. Kemudian pada pukul 11.30 WIB melanjutkan penerbangan ke Aceh via Bandara SIM. Mereka membawa 2,5 ton logistik dan ransum darurat untuk mendukung operasi penanggulangan bencana atau RON," ujar Joko, dalam rilisnya, Sabtu, 29 November 2025.Selain logistik untuk korban banjir, Mabes Polri juga mengirimkan tambahan peralatan SAR untuk Polda Aceh, seperti perahu karet, dayung, helm, dan rompi, guna memperkuat proses evakuasi serta penanganan dampak bencana alam."Terima kasih atas dukungan dari Mabes Polri. Seluruh bantuan ini akan segera kami distribusikan ke wilayah-wilayah terdampak. Semoga proses penanggulangan dapat berjalan cepat, tepat, dan optimal," harap Joko. PNO-12
30 Nov 2025, 16:19 WIT
27 Tim Siap Bersaing di Bupati Cup U-22 Mimika 2025: Ajang Pemanasan Menuju Liga 3
Papuanewsonline.com, Mimika –
Turnamen sepak bola Bupati Cup U-22 tahun 2025 resmi digelar dan langsung
menarik perhatian publik. Sebanyak 27 tim muda dari berbagai wilayah Kabupaten
Mimika siap menampilkan kemampuan terbaiknya dalam kompetisi yang dipusatkan di
Stadion Wania Imipi. Pembukaan turnamen berlangsung pada Sabtu, 29 November
2025, dan dipimpin langsung oleh Staf Ahli Bupati, Inosensius Yoga Pribadi. Pertandingan ini tidak hanya
menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang pembinaan bagi para pemain muda yang
ingin mengembangkan karier sepak bola. Kompetisi ini diharapkan dapat memupuk
persahabatan antar tim serta mengangkat prestasi klub-klub lokal menuju level
yang lebih tinggi. Dalam sambutannya, Inosensius
Yoga Pribadi memberikan apresiasi kepada Askab PSSI Mimika yang dinilai
konsisten dalam mendorong kemajuan sepak bola daerah. Ia menegaskan bahwa
pertandingan sepak bola harus menjadi tempat menanamkan nilai-nilai positif bagi
generasi muda. Menurutnya, kemenangan bukanlah
satu-satunya tujuan. Sportivitas, kerja sama, serta kemampuan menghargai sesama
pemain harus menjadi bagian penting dalam setiap laga. Hal itu sejalan dengan
harapan agar turnamen dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan mental
dan karakter para atlet. Ketua Panitia, Pius Kemong,
menjelaskan bahwa pertandingan akan berlangsung mulai 29 November hingga
selesai, dengan dua lokasi utama yaitu Stadion Wania Imipi dan Lapangan Brigif
20/IJK. Ia menekankan bahwa turnamen ini bertujuan mempererat silaturahmi antar
klub serta meningkatkan semangat olahraga di Kabupaten Mimika. Selain sebagai ajang kompetisi,
Bupati Cup U-22 juga menjadi momentum pembinaan atlet muda. Plt Ketua Askab
Mimika, Petrus Yumte, mengingatkan seluruh wasit dan atlet agar menjaga
integritas selama pertandingan berlangsung. Ia mengajak semua pihak untuk tetap
menjunjung nilai fair play yang menjadi inti dari olahraga sepak bola. Petrus Yumte juga menyampaikan
bahwa turnamen ini menjadi bagian dari proses seleksi menuju Liga 3 yang akan
digelar di tingkat provinsi tahun depan. Para pemain terbaik dari berbagai klub
berpeluang besar untuk diproyeksikan mewakili Mimika dalam kompetisi tersebut. Dengan dukungan penuh dari
pemerintah daerah dan Askab PSSI Mimika, Bupati Cup U-22 2025 diharapkan
menjadi titik awal kebangkitan sepak bola di Mimika. Turnamen ini menjadi wadah
bagi bibit-bibit potensial untuk terus berkembang dan mengharumkan nama daerah
di masa mendatang. Semangat sportifitas dan
persaingan sehat diharapkan dapat mewarnai setiap pertandingan, sehingga
kompetisi ini benar-benar membawa manfaat bagi seluruh peserta dan pecinta
sepak bola di Kabupaten Mimika. Penulis: Jid Editor: GF
30 Nov 2025, 01:20 WIT
Freeport, PSSI, dan KNVB Tingkatkan Kualitas Sepak Bola Papua Melalui Coaching Course di Timika
Papuanewsonline.com, Mimika - PT Freeport Indonesia (PTFI)
bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunjukkan komitmennya
dalam mengembangkan sepak bola usia dini di Papua dengan menggandeng Federasi
Sepak Bola Belanda (KNVB) untuk menggelar coaching course bagi para pelatih dan
siswa Papua Football Academy (PFA). Program ini berlangsung di Mimika Sport
Complex (MSC), Timika, Papua Tengah, pada 20–22 November 2025, dan diikuti oleh
60 siswa PFA berusia 13 hingga 15 tahun serta para pelatih.Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa kolaborasi
dengan KNVB merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pembinaan sepak bola
usia dini di Papua. Menurutnya, pelatihan dengan melibatkan pelatih berkualitas
akan memberikan pengaruh positif bagi perkembangan para pemain muda. PSSI bahkan turut memboyong dua instruktur KNVB, yakni Bert
Zuurman (UEFA A Youth) dan Andre Simmelink (UEFA A), serta dua legenda timnas
Indonesia asal Papua, Gerald Pangkali dan Eduard Ivak, untuk memberikan
motivasi dan berbagi pengalaman kepada para peserta.Director & Executive Vice President Sustainable
Development PTFI, Claus Wamafma, menegaskan bahwa Papua memiliki bakat sepak
bola luar biasa yang perlu mendapatkan dukungan berkelanjutan. "Program ini tidak hanya untuk siswa PFA, tetapi juga
memberikan kesempatan bagi para pelatih untuk memperoleh pengalaman dan wawasan
internasional," katanya. PTFI berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif yang
mendorong kemajuan anak-anak Papua dalam pendidikan, pembentukan karakter, dan
olahraga.Pelatih KNVB, Bert Zuurman, mengaku terkesan dengan semangat
dan kemampuan fisik yang dimiliki oleh siswa PFA. Ia meyakini bahwa anak-anak Papua yang lolos seleksi
memiliki potensi besar untuk menjadi atlet profesional dengan dukungan
fasilitas yang diberikan oleh PTFI. Kolaborasi antara PTFI, PSSI, dan KNVB ini diharapkan
menjadi langkah nyata dalam memajukan pengembangan talenta muda Papua di bidang
sepak bola. Penulis: Jid
Editor: GF
30 Nov 2025, 01:14 WIT
Ibu Temukan Jenazah Anaknya Sendiri di Kamar Mayat RSUD Setelah Korban Ditemukan Tewas
Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana duka mendalam
menyelimuti RSUD Mimika pada Sabtu, 29 November 2025, setelah seorang ibu
menemukan bahwa jenazah yang baru tiba di Kamar Mayat ternyata adalah anak
kandungnya sendiri, Yudha Tegar Pratama, 20 tahun. Yudha merupakan mahasiswa
Akademi Keperawatan RSUD Mimika yang ditemukan tewas pada pagi hari di kawasan
kuburan SP 1, Kelurahan Kamoro Jaya.Penemuan jenazah Yudha dengan luka bacok di wajah
menggemparkan warga sekitar. Informasi mengenai identitas korban baru
mengerucut setelah jenazah dibawa ke RSUD Mimika untuk keperluan pemeriksaan.
Tidak ada yang menyangka bahwa sang ibu, yang bekerja sebagai cleaning service
di rumah sakit tersebut, adalah orang pertama yang mengenali tubuh anaknya saat
jenazah masuk ke ruang pemulasaran.Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena, menjelaskan bahwa momen
tersebut sangat menguras emosi. Ia menyampaikan bahwa ibu korban awalnya datang
untuk melihat jenazah yang baru dibawa masuk, namun tidak pernah menduga bahwa
yang terbaring di hadapannya adalah putra yang ia besarkan.Setelah identitas korban dipastikan, kepolisian segera
mempercepat proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi ditemukannya
jenazah. Polisi masih menelusuri kronologi kematian dan memastikan apakah ada
dugaan tindak kekerasan yang mengarah pada kasus pidana, mengingat adanya luka
bacok di bagian wajah korban.Untuk memastikan penyebab pasti kematian, jenazah Yudha saat
ini masih berada di Kamar Jenazah RSUD Mimika dan menunggu proses autopsi.
Pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai luka
yang diderita korban dan bagaimana peristiwa tragis tersebut terjadi.Sementara itu, keluarga Yudha masih diselimuti kesedihan dan
belum mampu menerima kenyataan kepergian anak mereka. Pihak keluarga menyatakan
bahwa mereka merasa terpukul dengan kenyataan yang begitu tiba-tiba dan
berharap kabar ini hanyalah mimpi buruk yang akan segera berlalu.Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi keluarga dan
rekan-rekan korban di lingkungan akademik maupun rumah sakit. Hingga berita ini
diterbitkan, proses penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian
berkomitmen untuk mengungkap penyebab kematian Yudha Tegar Pratama secepat
mungkin. Penulis: HendrikEditor: GF
30 Nov 2025, 01:11 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru