Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Penangkapan Anggota KKB di Keerom: Langkah Besar Meredam Aksi Kekerasan di Perbatasan
Papuanewsonline.com, Keerom - Upaya penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah perbatasan Papua kembali menunjukkan hasil signifikan. Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Keerom berhasil menangkap Maam Taplo, salah satu anggota KKB Kodap XV Ngalum Kupel, dalam sebuah operasi senyap di Arso Swakarsa, Kabupaten Keerom.Maam Taplo selama ini dikenal sebagai salah satu pelaku dengan rekam jejak kekerasan berat dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2021. Penangkapannya menjadi sorotan karena keterlibatannya dalam insiden tragis terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.Dalam kejadian berdarah pada 13 September 2021 tersebut, seorang nakes bernama Gabriella Meilani tewas, sementara sepuluh tenaga kesehatan lainnya mengalami luka-luka akibat kekerasan brutal. Salah satu korban, Dr. Restu Pamangi, bahkan mengalami patah tulang lengan kanan.Catatan kepolisian juga mengaitkan Maam Taplo dengan sejumlah aksi destruktif lainnya, termasuk pembakaran fasilitas publik seperti Bank Papua, Puskesmas Kiwirok, Pasar, perumahan tenaga kesehatan, hingga Kantor Distrik. Aksi-aksi tersebut menyebabkan kerugian besar serta menimbulkan ketakutan luas di tengah masyarakat.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyebut penangkapan ini sebagai langkah strategis dalam mengembalikan rasa aman di wilayah rawan konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap pelaku kekerasan akan dimintai pertanggungjawaban sepenuhnya.Brigjen Faizal juga menambahkan bahwa kehadiran negara dalam menjaga stabilitas keamanan tidak akan surut, terutama di daerah-daerah yang selama ini menjadi target gangguan KKB. Ia berharap proses hukum atas Maam Taplo dapat memberikan keadilan bagi semua korban.Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, memastikan operasi pengejaran terhadap anggota KKB lainnya tetap berlanjut. Ia mengatakan bahwa jaringan KKB terus dipantau dan seluruh aparat di lapangan bekerja secara terkoordinasi untuk mencegah aksi lanjutan.Adarma menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kelompok bersenjata untuk mengancam ketertiban masyarakat. Menurutnya, keberhasilan operasi di Keerom menjadi bukti bahwa penegakan hukum dilaksanakan secara tegas dan tanpa kompromi.Penangkapan Maam Taplo menjadi bukti keseriusan aparat keamanan dalam menindak pelaku kekerasan yang meresahkan masyarakat. Pemerintah pun berharap momentum ini dapat meningkatkan rasa aman warga Papua serta mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi di kawasan yang terdampak.Penulis: Hendrik Editor: GF
23 Nov 2025, 20:27 WIT
Polres Kepulauan Tanimbar Amankan Pelaku Pencabulan Anak
Papuanewsonline.com, Tanimbar - Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar kembali menegaskan komitmennya dalam penegakan hukum dan perlindungan anak. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar berhasil mengamankan LIK (20), pelaku pencabulan terhadap anak berinisial EA (16), setelah rangkaian tindakan cepat dari aparat kepolisian serta dukungan informasi dari masyarakat.Kasus berawal ketika orang tua korban, EA (46), melaporkan kehilangan anaknya pada 21 November 2025. Korban telah meninggalkan rumah di Desa Olilit Barat sejak 17 November dan diduga tinggal bersama pelaku di sebuah kontrakan. Dalam periode tersebut, pelaku melakukan pencabulan sebanyak dua kali, masing-masing pada 17 dan 19 November 2025.Korban akhirnya ditemukan pada 17 November di sebuah kos di Olilit Baru berkat informasi warga. Sementara pelaku berupaya melarikan diri dengan menumpang KM Sabuk Nusantara 103, namun gagal karena kapal tidak berlayar akibat cuaca buruk. Aparat KPPP Polsek Tanimbar Selatan kemudian bergerak cepat dan mengamankan pelaku pada 20 November 2025 sebelum diserahkan ke Unit PPA.Hasil pemeriksaan intensif terhadap korban, saksi, dan pelaku, serta penguatan alat bukti, membuat penyidik menetapkan LIK sebagai tersangka. Ia ditahan sejak 22 November 2025 di Rutan Polres Kepulauan Tanimbar. Pelaku dijerat Pasal 82 Ayat (1) UU 17/2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda hingga Rp5 miliar.Kasat Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar, Iptu Briyantri Maulana, S.Tr.K, mengapresiasi kepedulian warga yang membantu mengungkap keberadaan korban. Ia menegaskan pentingnya pengawasan orang tua, terlebih di era digital ketika anak dapat berinteraksi bebas melalui perangkat komunikasi.“Rumah harus menjadi tempat paling aman bagi anak. Orang tua perlu hadir, peduli, dan terus membimbing agar anak tidak terjerumus dalam situasi berisiko,” tegasnya.Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., menambahkan bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam menjaga masa depan anak. Ia menekankan pentingnya kedekatan emosional dan pendampingan, terutama dalam perkembangan zaman yang semakin kompleks.“Setiap anak berhak atas masa depan yang lebih baik. Hubungan asmara tanpa kendali dapat berujung pada kekerasan seksual yang merusak masa depan korban maupun pelaku,” ujar Kapolres.Ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum yang tegas, termasuk publikasi penindakan di media sosial, menjadi bagian dari upaya edukasi publik agar masyarakat lebih waspada terhadap risiko kekerasan seksual pada anak.Kasus ini kembali menyoroti kerentanan anak di bawah umur dalam hubungan asmara tanpa pengawasan. Kecepatan aparat Polres Kepulauan Tanimbar dalam menangani laporan mulai dari pencarian, penyelamatan, hingga penangkapan pelaku layak diapresiasi sebagai wujud hadirnya negara dalam melindungi generasi muda.Namun demikian, kasus ini juga menjadi alarm keras bagi orang tua dan masyarakat. Kemajuan teknologi membuka ruang komunikasi tanpa batas, yang jika tidak diawasi, dapat menjadi pintu masuk kejahatan seksual. Keterlibatan warga dalam memberikan informasi menjadi bukti bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif.Polri telah menjalankan fungsi penegakan hukum dengan tegas. Tantangan berikutnya adalah memperkuat edukasi, pengawasan, serta menciptakan lingkungan sosial yang lebih peka terhadap keselamatan anak. PNO-12
23 Nov 2025, 18:53 WIT
Satbrimob Polda Jatim Perkuat Operasi Kemanusiaan Pasca Erupsi Semeru
Papuanewsonline.com, Lumajang - Polri melalui Polda Jawa Timur terus mengintensifkan operasi kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Informasi ini disampaikan sebagai bentuk transparansi bahwa upaya penyelamatan, dukungan logistik, dan pemulihan psikososial di Kabupaten Lumajang terus berlanjut melalui kerja sama erat antara Polri, pemerintah daerah, TNI, relawan, serta para pemangku kepentingan lainnya. Seluruh langkah ini menjadi wujud hadirnya negara dalam memastikan keselamatan, ketenangan, dan pemulihan warga di masa darurat.Dansatbrimob Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Suryo Sudarmadi, S.I.K., M.H., melaporkan bahwa sejak Sabtu dini hari, 22 November 2025, satu Satuan Setingkat Kompi (36 personel) Satbrimob yang dipimpin Danyon B Pelopor Kompol Toni Agus Salim, S.H., M.M., telah bergerak mendukung pemulihan warga di Kecamatan Pronojiwo. Kegiatan dimulai sejak pukul 04.30 WIB melalui pengoperasian dapur lapangan Brimob yang setiap harinya memasak ratusan porsi makanan gratis bagi warga terdampak, para pengungsi, serta personel SAR di lapangan. Di tengah hawa dingin dan situasi darurat pasca erupsi, aroma masakan dari tenda Brimob menjadi penanda hadirnya harapan, sekaligus titik hangat yang mempererat kebersamaan.Memasuki pagi hari, personel melaksanakan pengecekan kesiapan dan pembagian tugas yang dipimpin AKBP Toni Agus Salim untuk memastikan seluruh operasi berjalan aman, terkoordinasi, dan penuh empati. Setelah itu, personel langsung diterjunkan membantu membersihkan rumah-rumah warga dari abu vulkanik dan material erupsi. Banyak warga yang merasa tidak lagi memiliki tenaga untuk memulai pemulihan, sehingga kehadiran Brimob yang turut mengangkat barang-barang rumah tangga, membersihkan permukiman, dan memindahkan barang penting menuju hunian tetap menjadi bentuk pertolongan nyata yang sangat dirasakan masyarakat.Pada pukul 09.00 WIB, upaya pemulihan psikososial diwujudkan melalui kegiatan trauma healing di SDN 04 Pronojiwo yang dipimpin Bripka Arif bersama dua personel lainnya. Melalui permainan edukatif, aktivitas kreatif, dan pendampingan emosional, anak-anak diarahkan untuk kembali merasa aman dan mampu melepaskan ketegangan pasca bencana. Di tengah tawa yang mulai kembali terdengar, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemulihan bukan hanya soal membenahi bangunan, tetapi juga memulihkan hati dan rasa aman para korban, terutama anak-anak.Pada pukul 11.00 WIB, Pos Dapur Lapangan Brimob di Desa Supit Urang menerima kunjungan utusan Presiden Republik Indonesia yang meninjau langsung kesiapan logistik, pelayanan dapur lapangan, dan pendampingan warga terdampak yang dilakukan Brimob. Kehadiran pemerintah pusat tersebut memperkuat koordinasi nasional dalam penanganan bencana Semeru dan memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.Sehari sebelumnya, Jumat (21/11/2025), Polda Jawa Timur telah memberangkatkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Bantuan tersebut dilepas oleh Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. bersama Pejabat Utama Polda Jatim dari halaman Gedung Tribrata Mapolda Jatim. Dengan status Gunung Semeru yang berada pada Level IV (Awas), bantuan difokuskan untuk mendukung dua titik utama pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, yakni Posko SD 04 Supiturang dan Posko SMP 2 Pronojiwo yang menampung ratusan warga, termasuk kelompok rentan seperti balita, bayi, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta ibu menyusui. Bantuan yang dikirimkan meliputi kebutuhan balita seperti susu, popok, kasur bayi, pakaian anak, serta 450 selimut untuk lansia dan 300 paket makanan ringan untuk anak-anak dan remaja. Wakapolda Jatim menegaskan bahwa seluruh distribusi dilakukan secara humanis dan penuh empati karena para pengungsi masih berada dalam kondisi trauma.Polda Jawa Timur memastikan bahwa seluruh rangkaian bantuan kemanusiaan akan terus berlanjut hingga situasi benar-benar pulih. Upaya Brimob di lapangan mulai dari dapur umum, pembersihan rumah, hingga trauma healing merupakan bagian integral dari misi kemanusiaan Polri dalam menjaga keselamatan dan memulihkan warga Lumajang yang terdampak. Polri berkomitmen untuk terus menyampaikan perkembangan penanganan Semeru secara cepat, transparan, dan responsif, sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat dalam situasi bencana. PNO-12
23 Nov 2025, 09:22 WIT
Kematian Armando Tamawiyu Picu Duka dan Kemarahan Keluarga di Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika — Kematian Armando Tamawiyu pada
22 November 2025 meninggalkan duka mendalam sekaligus kemarahan bagi pihak
keluarga. Armando, yang mengalami sakit selama enam hari, sebelumnya telah
diperiksa oleh tenaga medis di Puskesmas Manasari dan dinyatakan dalam kondisi
baik, meskipun keluarga merasa gejalanya cukup mengkhawatirkan.Menurut penjelasan keluarga, kondisi Armando tidak
menunjukkan perbaikan. Ayahnya, Rikardus Tamiwiyu, mengungkapkan kekecewaan
karena permintaan rujukan ke RSUD tidak segera ditindaklanjuti. Dokter di
puskesmas disebut menyampaikan bahwa tidak tersedia transportasi medis untuk
mengantar pasien rujukan.Karena tidak mendapatkan fasilitas transportasi, keluarga
mencari bensin dan menggunakan kendaraan sendiri. Upaya tersebut dilakukan
dengan terburu-buru karena kondisi Armando terus menurun, sehingga keluarga
memutuskan membawa pasien menuju Pomako menggunakan mobil pickup.Namun nasib berkata lain. Dalam perjalanan menuju fasilitas
kesehatan yang lebih lengkap, Armando menghembuskan napas terakhirnya di atas
kendaraan. Peristiwa itu menambah rasa terpukul bagi keluarga yang merasa upaya
penanganan medis sebelumnya tidak dilakukan secara maksimal.“Kami sangat kesal dan sedih atas kematian anak kami,” ujar
Rikardus dengan suara bergetar. Ia menegaskan bahwa keluarga merasa penanganan
yang diberikan puskesmas tidak serius, sehingga menyebabkan keterlambatan
penanganan yang seharusnya dapat menyelamatkan nyawa anaknya.Setibanya di Mimika, keluarga langsung menyampaikan protes
dan menuntut kejelasan. Mereka merasa bahwa puskesmas telah lalai dalam
memberikan pelayanan yang seharusnya. Keluarga menyatakan tidak dapat menerima
kenyataan bahwa Armando dinyatakan baik-baik saja, namun beberapa jam kemudian
meninggal dalam perjalanan.“Kami menuntut pertanggungjawaban atas kematian anak kami,”
tegas Rikardus. Ia berharap ada evaluasi dan pembenahan nyata dalam sistem
pelayanan kesehatan, khususnya di Puskesmas Manasari.Keluarga juga meminta agar kejadian tragis ini tidak terjadi
lagi pada warga lainnya. Menurut mereka, fasilitas kesehatan harus mampu
memberikan pelayanan maksimal, terutama dalam keadaan darurat yang membutuhkan
rujukan cepat.Peristiwa ini menjadi sorotan bagi masyarakat setempat,
karena menggambarkan masalah mendasar dalam akses layanan kesehatan di wilayah
tersebut. Keluarga berharap kematian Armando menjadi perhatian serius agar
pelayanan kesehatan di Mimika dapat ditingkatkan dan tidak ada lagi korban
akibat keterlambatan penanganan. Penulis: HendrikEditor: GF
23 Nov 2025, 04:53 WIT
Jemi Patabang Menggandeng PT PLN UP2K Papua Tengah untuk Survei Kelistrikan di Distrik Beoga
Papuanewsonline.com, Puncak – Anggota DPR Provinsi Papua
Tengah dari Dapil III Puncak, Jemi Patabang, S.Pd., M.Si, memfasilitasi dan
mengajak PT PLN (Persero) UP2K Papua Tengah melakukan survei langsung ke
Distrik Beoga pada 21 November 2025. Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam
mendorong percepatan pembangunan jaringan kelistrikan di wilayah yang selama
ini belum mendapatkan layanan listrik secara optimal.Dalam agenda survei tersebut, tim PLN turut didampingi oleh
Jemi Patabang bersama Kapolsek Beoga, Danramil Beoga, serta anggota Satgas.
Kehadiran aparat keamanan memastikan kegiatan lapangan dapat berjalan aman dan
kondusif mengingat kondisi geografis dan situasi wilayah yang cukup menantang.Survei lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung
kondisi teknis dan kesiapan infrastruktur di Distrik Beoga. Masyarakat setempat
menyambut baik kunjungan ini, karena sudah lama menantikan kehadiran listrik
yang stabil. Beberapa kepala kampung dan perwakilan warga menyampaikan harapan
agar program ini menjadi jawaban atas kerinduan mereka untuk menikmati listrik
menyala 24 jam.Sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia, Jemi Patabang
menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan warga Beoga. Ia berharap
hasil survei tersebut dapat dijadikan dasar kuat oleh PLN Papua Tengah untuk
disampaikan hingga ke Kementerian ESDM agar kebutuhan listrik masyarakat bisa
ditangani secara menyeluruh.Tim survei PLN menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan
untuk mengidentifikasi kondisi jaringan listrik, menentukan kebutuhan teknis,
serta menghitung kapasitas daya yang diperlukan. Selain itu, survei ini menjadi
dasar dalam penyusunan rencana pengembangan unit pembangkit yang sesuai dengan
situasi di lapangan.Rangkaian data dan temuan dari survei nantinya akan
ditindaklanjuti sebagai usulan resmi yang dapat diajukan untuk pengembangan
infrastruktur kelistrikan. PLN menekankan bahwa akurasi data lapangan menjadi
kunci penting dalam menentukan solusi yang tepat bagi kebutuhan masyarakat
Beoga.Tim PLN juga menyampaikan apresiasi kepada Jemi Patabang
yang telah menginisiasi kegiatan ini, sehingga proses survei dapat terlaksana
dengan baik dan sesuai jadwal. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada kepala
distrik, para kepala kampung, aparat keamanan, serta masyarakat Beoga yang
telah mendukung dan membantu kelancaran kegiatan tersebut.Dengan berjalannya survei ini, masyarakat Distrik Beoga
menaruh harapan besar agar langkah tersebut menjadi awal perubahan nyata menuju
layanan listrik yang lebih merata dan berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi
salah satu upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah
pegunungan Papua. Penulis: HendrikEditor: GF
23 Nov 2025, 04:51 WIT
Tragedi Penyerangan Pekerja Gereja di Yahukimo: Aparat Intensifkan Pengejaran Pelaku
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Suasana duka menyelimuti
Kabupaten Yahukimo setelah seorang pekerja bangunan gereja bernama Baharudin
ditemukan tewas akibat luka bacok di kawasan Jalan Gunung, Sabtu (22/11/2025).
Kejadian ini kembali menambah daftar panjang insiden kekerasan yang terjadi di
wilayah Papua Pegunungan.Korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang di Gereja
GIDI Motulen ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 14.04 WIT. Saat
ditemukan, Baharudin hanya mengenakan celana panjang biru tanpa baju, dengan
luka parah berupa sayatan di bagian leher kiri.Petugas kepolisian menduga keras serangan tersebut dilakukan
oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diketahui aktif bergerak di
wilayah tersebut. Dugaan itu semakin menguat setelah ditemukannya sejumlah
barang bukti di sekitar lokasi kejadian.Tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz bersama
jajaran Polres Yahukimo segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan
identifikasi dan memastikan kondisi korban. Evakuasi dilakukan dengan
pengamanan ketat mengingat area tersebut termasuk zona rawan gangguan keamanan.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani,
mengungkapkan bahwa keberadaan korban pertama kali dilaporkan warga yang
melintas dan melihat tubuh tergeletak di semak-semak. Mendapat laporan
tersebut, tim segera bergerak agar proses olah TKP dapat dilakukan secepat
mungkin.Di lokasi kejadian, aparat menemukan beberapa barang bukti
berupa kampak dan busur panah, yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan
tersebut. Temuan ini kini diamankan sebagai bagian dari penyelidikan awal untuk
mengungkap motif dan pelaku pembunuhan.Jenazah Baharudin kemudian dibawa ke RSUD Dekai untuk proses
identifikasi lanjutan serta pemeriksaan medis. Langkah ini diperlukan untuk
memastikan seluruh detail luka yang dialami korban dan mempermudah penyusunan
kronologi kejadian oleh penyidik.Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga,
menyampaikan bahwa pihaknya telah mengumpulkan sejumlah keterangan dari warga
sekitar untuk menelusuri siapa saja yang terakhir berinteraksi dengan korban.
Informasi saksi dianggap sangat krusial untuk mempersempit dugaan terhadap
pelaku.Hingga kini, aparat masih terus melakukan penyisiran di
beberapa titik yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata.
Upaya pengamanan juga diperketat untuk mencegah insiden serupa terulang dan
memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di daerah tersebut.Peristiwa tragis ini menyoroti kembali tantangan keamanan di
Papua Pegunungan, terutama bagi para pekerja sipil yang tidak bersenjata dan
hanya menjalankan tugas kemanusiaan. Pemerintah dan aparat keamanan diharapkan
dapat segera menuntaskan kasus ini serta memperkuat perlindungan bagi warga di
wilayah rawan konflik. Penulis: Hendrik
Editor: GF
23 Nov 2025, 04:47 WIT
Tragedi Irene Sokoy: Kematian Ibu dan Bayinya Ungkap Darurat Pelayanan Kesehatan di Jayapura
Papuanewsonline.com, Jayapura — Kematian tragis Irene Sokoy,
seorang ibu hamil yang ditolak oleh empat rumah sakit di Jayapura, telah
mengguncang hati masyarakat Papua. Bayi yang dikandungnya juga tidak dapat
diselamatkan, menjadikan insiden ini sebagai salah satu tragedi kemanusiaan
paling memilukan di Papua pada tahun 2025.Menurut keterangan keluarga, Irene mengalami kondisi darurat
ketika sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Namun nasib nahas
menimpanya: fasilitas kesehatan yang didatangi tidak dapat menerimanya karena
berbagai alasan, hingga akhirnya waktu kritis itu merenggut nyawa keduanya.Ivan, adik kandung Irene, menjadi saksi langsung bagaimana
kondisi sang kakak terus memburuk. Ia menceritakan bahwa Irene menunjukkan
gejala sesak dan gelisah sesaat sebelum tak sadarkan diri. “Itu kakak sudah
memang rasa gelisah. Panas itu di dada saja… sesak,” ujar Ivan dengan suara
bergetar mengenang kejadian itu.Dalam perjalanan mencari pertolongan, Irene disebut sempat
bersandar pada sang adik karena kesulitan bernapas. Tak lama setelah itu, Irene
kehilangan kesadaran. “Kakak jatuh di dada saya,” ungkap Ivan, menggambarkan
detik-detik terakhir sebelum kakaknya menghembuskan napas terakhir.Lima hari setelah tragedi itu, Gubernur Papua Mathius Derek
Fakhiri mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus duka
mendalam atas wafatnya Irene dan bayinya. Kehadiran Gubernur sekaligus menjadi
momen refleksi bagi pemerintah terkait kondisi pelayanan kesehatan yang menjadi
sorotan publik.Dalam pernyataannya, Gubernur Fakhiri mengakui buruknya
sistem layanan kesehatan di Papua. “Tuhan punya cara untuk membukakan mata kami
pemerintah bahwa inilah bobrok pelayanan kesehatan di Provinsi Papua,”
tegasnya, menandai bahwa kasus ini tidak boleh diabaikan.Tragedi ini telah memicu diskusi luas mengenai tanggung
jawab negara dalam memastikan akses kesehatan yang layak dan respons cepat
terhadap warga dalam kondisi darurat. Masyarakat menilai insiden ini bukan
sekadar kecelakaan tragis, tetapi hasil dari persoalan struktural yang sudah
lama terjadi.Sejumlah pihak, termasuk tokoh masyarakat dan aktivis
kemanusiaan, mendesak agar pemerintah mengambil langkah konkret untuk
memperbaiki sistem rujukan, meningkatkan kapasitas rumah sakit, dan memastikan
tidak ada lagi warga Papua yang kehilangan nyawa akibat penolakan layanan
medis.Kematian Irene dan bayinya menjadi cermin dari masih
lemahnya koordinasi pelayanan kesehatan di daerah. Tragedi ini diharapkan
menjadi titik balik bagi pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk sepenuhnya
membenahi sistem kesehatan Papua.Kasus memilukan ini juga menjadi pengingat bahwa pelayanan
kesehatan bukan sekadar fasilitas, tetapi hak dasar manusia yang wajib dipenuhi
negara tanpa kecuali. Masyarakat berharap tidak ada lagi keluarga yang harus
merasakan duka sedalam yang dialami keluarga Sokoy. Penulis: HendrikEditor: GF
23 Nov 2025, 04:44 WIT
Tunjukkan Aksi Humanis, Polwan Bantu Angkot Mogok di depan Masjid Raya Al-Fatah
Papuanewsonline.com, Ambon – Aksi humanis kembali ditunjukkan jajaran Polwan Polda Maluku dan Polwan Polresta Pulau Ambon saat melakukan pengamanan ibadah Salat Jumat di kawasan Masjid Raya Al-Fatah, Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIT. Tiga personel Polwan dengan sigap membantu mendorong sebuah mobil angkot jurusan Lin III bernomor polisi DE 1703 OU yang tiba-tiba mogok tepat di depan gerbang masjid.Peristiwa itu terjadi bertepatan dengan ramainya jamaah yang baru selesai melaksanakan Salat Jumat. Saat itu, Ipda Imelda Pariama, Ipda Yuli Masbaitubun, dan Aipda Mirza Soukotta, yang tengah bertugas melakukan pengamanan, penjagaan, dan pengaturan arus lalu lintas, melihat angkot yang dikemudikan seorang pria lanjut usia mendadak berhenti akibat gangguan mesin.Melihat potensi kemacetan serta kemungkinan terganggunya pergerakan jamaah dan aktifitas masyarakat di sekitar, ketiga Polwan itu tanpa menunda waktu langsung mengambil tindakan. Mereka bersama-sama mendorong kendaraan tersebut ke tepi jalan agar tidak menghalangi arus lalu lintas. Setelah situasi kembali normal, ketiganya melanjutkan tugas mengatur kelancaran kendaraan dan pejalan kaki di sekitar area masjid.Aksi cepat tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan langsung bagaimana aparat kepolisian, khususnya Polwan, tak hanya menjalankan tugas keamanan tetapi juga hadir memberikan pertolongan spontan dan humanis.Langkah responsif para Polwan ini sejalan dengan program prioritas Kapolda Maluku terkait “Transformasi Pelayanan Publik: Respons Cepat, Transparan, dan Humanis.”Peristiwa kecil ini memperlihatkan komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan prima berbasis empati dan kedekatan dengan masyarakat.Aksi spontan tiga Polwan ini memperlihatkan wajah Polri yang "Modern, Profesional dan mendekatkan diri kepada masyarakat serta menegaskan pentingnya kehadiran polisi yang humanis di tengah masyarakat. Di era ketika kepercayaan publik terhadap institusi sering diuji, tindakan sederhana seperti membantu mendorong mobil mogok menjadi simbol nyata bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan penolong masyarakat.Peristiwa sederhana ini membuktikan dua hal penting yang harus dilakukan oleh setiap personil Polri di lapangan; bahwa Respons cepat dalam situasi kecil sekalipun, memiliki dampak besar.Mencegah kemacetan saat ramainya jamaah bergerak keluar dari masjid adalah langkah penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta Memiliki perilaku Humanis dalam pelayanan publik bukan hanya mendapat simpati dihati masyarakat tetapi juga dapat mendekatkan Polri dengan masyarakat serta memberikan citra positif bagi institusi Polri.Tanpa komando, para Polwan bertindak berdasarkan empati dan kepedulian. Nilai inilah yang menjadi roh sejak ditekankannya transformasi pelayanan publik oleh Kapolda Maluku. PNO-12
22 Nov 2025, 17:24 WIT
Satgas Preemtif Operasi Zebra Salawaku 2025 Gencar Edukasi Tertib Lalu Lintas
Papuanewsonline.com, Ambon - Satgas Preemtif Operasi Zebra Salawaku 2025 kembali mengintensifkan kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas di Kota Ambon, Sabtu (22/11/2025). Sosialisasi yang menyasar pelajar dan komunitas ojek online ini menjadi bagian dari upaya Polda Maluku menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di kalangan pengguna jalan.Giat pertama dilaksanakan di SMK Negeri 2 Ambon, di mana petugas memberikan pembekalan kepada para siswa mengenai pentingnya menaati aturan lalu lintas. Materi yang disampaikan meliputi kelengkapan administrasi kendaraan seperti SIM dan STNK, hingga kewajiban menggunakan perlengkapan keselamatan, terutama helm berstandar SNI.Pelajar juga diingatkan bahwa perilaku tertib berlalu lintas tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi menjaga keamanan bersama di jalan raya.Usai menyasar pelajar, Satgas Preemtif melanjutkan sosialisasi kepada komunitas ojek online di kawasan Teluk Ambon. Pada kesempatan ini, para pengemudi ojol diajak untuk menjadi teladan keselamatan, mengingat profesi mereka sangat bergantung pada aktivitas berkendara setiap hari.Petugas mengimbau para pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan diri dan penumpang, serta mematuhi aturan demi mengurangi risiko kecelakaan.Satgas Preemtif menegaskan bahwa kegiatan edukasi ini diharapkan mampu mendorong pelajar maupun komunitas ojek online menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas.“Dengan tertib bersama, keselamatan di jalan dapat kita wujudkan,” demikian pesan yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan tersebut.Program edukasi keselamatan oleh Satgas Preemtif Operasi Zebra Salawaku 2025 ini menjadi langkah strategis untuk menyasar kelompok pengguna jalan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi: pelajar dan pengemudi ojek online. Pendekatan langsung ke sekolah dan komunitas lapangan menunjukkan bahwa upaya perubahan perilaku berlalu lintas tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga pembinaan intensif.Di tengah meningkatnya kasus kecelakaan yang melibatkan remaja serta pekerja sektor transportasi daring, kegiatan seperti ini layak mendapat apresiasi karena menyentuh akar persoalan: kesadaran dan kedisiplinan. Redaksi menilai, keberlanjutan program edukasi di ruang-ruang publik akan semakin memperkuat budaya tertib berlalu lintas di Maluku, sekaligus menekan angka kecelakaan secara signifikan. PNO-12
22 Nov 2025, 17:10 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru