logo-website
Rabu, 04 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Buruh PT Freeport Indonesia Gelar Aksi Damai, Menuntut Hak-Hak Mereka Dipenuhi Papuanewsonline,com, Timika - Para buruh yang tergabung dalam 8.300 korban mogok kerja PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar aksi damai pada tanggal 12 Februari 2026 untuk menuntut hak-hak mereka yang telah diabaikan oleh perusahaan.Aksi ini merupakan protes terhadap pengabaian hukum yang berlangsung selama bertahun-tahun dan menegaskan bahwa status hukum para buruh sah secara hukum berdasarkan konstitusi dan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia.Massa aksi menuntut Pemerintah untuk tidak lagi bersikap pasif terhadap pelanggaran yang dilakukan PT Freeport Indonesia. Mereka membawa beberapa dokumen yang membuktikan bahwa mogok kerja mereka sah dan bahwa perusahaan telah melanggar hak-hak mereka, termasuk putusan Mahkamah Agung yang telah memberikan legitimasi yudisial tertinggi terhadap penetapan status mogok sah yang dilakukan oleh pekerja."Pemerintah harus bertindak tegas menghentikan pembangkangan PT Freeport Indonesia terhadap hukum," kata Billy Laly, koordinator karyawan mogok PT Freeport Indonesia wilayah Timika. "Kami menuntut hak-hak kami dipenuhi dan perusahaan harus bertanggung jawab atas tindakan mereka."Massa aksi juga menuntut agar DPRK Kabupaten Mimika dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika untuk segera mengambil peran aktif dan bertanggung jawab secara kelembagaan. Mereka meminta agar pemerintah untuk tidak membiarkan perusahaan bertindak sewenang-wenang dan mengabaikan hak-hak buruh. Penulis: Hend Editor: GF 12 Feb 2026, 22:31 WIT
Pengamanan Diperketat, Korban Penembakan Pesawat Dievakuasi ke Timika Setelah Bandara Diamankan Papuanewsonline.com, Mimika – Aparat gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur TNI bergerak cepat dalam menuntaskan proses evakuasi korban penembakan pesawat perintis Smart Air di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel pada Kamis (12/2/26). Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap insiden yang terjadi dan upaya untuk menjaga keamanan serta stabilitas di wilayah tersebut.Sejak pukul 06.00 WIT, sebanyak 20 personel Satgas Ops Damai Cartenz yang diperkuat oleh 12 personel Kopasgat TNI AU telah memasuki area Bandara Korowai Batu dan melakukan pengamanan secara menyeluruh. Fokus utama aparat adalah mengevakuasi dua awak pesawat yang menjadi korban dalam insiden penembakan yang terjadi sehari sebelumnya. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah cepat ini diambil untuk menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman kepada warga masyarakat.Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah korban diterbangkan ke Timika untuk proses identifikasi serta autopsi lebih lanjut. Setelah proses pemulasaraan selesai, jenazah akan diberangkatkan menuju Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Selain itu, dipastikan sebanyak 13 penumpang pesawat yang merupakan warga lokal selamat dari insiden tersebut. Para penumpang langsung mengamankan diri saat peristiwa terjadi dan kini telah kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan selamat.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa pengamanan di lokasi dilakukan secara terpadu guna memastikan area bandara benar-benar steril dari potensi ancaman.Aparat keamanan juga berupaya menenangkan masyarakat dan memastikan agar aktivitas pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan, dapat segera kembali berjalan normal.Aparat menduga insiden penembakan ini melibatkan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin oleh Elkius Kobak. Saat ini, aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Feb 2026, 22:27 WIT
Suasana Haru Iringi Pemakaman Sertu Arifin Cepa, Kodam Cenderawasih Tegas Kutuk Aksi Teror Papuanewsonline.com, Timika – Duka mendalam dan isak tangis keluarga menyelimuti prosesi pemakaman militer Sertu Arifin Cepa, anggota Koramil 1710-04/Tembagapura yang gugur dalam insiden penembakan di Mile 50 Tembagapura, Rabu (11/2/26) sekitar pukul 15.05 WIT. Jenazah almarhum dikebumikan di pekarangan rumah duka yang terletak di Jalan Budi Utomo Ujung, Timika, pada hari Kamis (12/2/26).Prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer sebagai wujud penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdian almarhum kepada negara dan bangsa.Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, S.I.P., menyampaikan rasa duka cita mendalam atas berpulangnya prajurit yang tengah menjalankan tugas negara tersebut. Kodam XVII/Cenderawasih dengan tegas mengutuk keras aksi teror yang telah menghilangkan nyawa seorang prajurit TNI. "Kami mengutuk sekeras-kerasnya aksi keji ini. TNI akan terus hadir untuk menjamin keamanan masyarakat dan tidak akan pernah mundur dalam menghadapi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara serta keselamatan seluruh warga," tegasnya.Letkol Inf Tri Purwanto menambahkan bahwa Kodam XVII/Cenderawasih tetap berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dan objek vital nasional yang ada. Pihaknya juga memastikan bahwa aksi-aksi teror seperti ini tidak akan mengendurkan semangat TNI dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Dalam insiden penembakan tersebut, selain menyebabkan gugurnya Sertu Arifin Cepa, seorang prajurit lainnya bernama Serka Hendrikus juga mengalami luka-luka. Selain itu, seorang karyawan kontraktor KPI PTFI bernama Herman Rustaman juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut."Para korban luka saat ini berada dalam kondisi stabil dan telah mendapatkan penanganan medis secara intensif di rumah sakit," ujar Kapendam. Aparat keamanan saat ini masih terus melakukan pengamanan dan pendalaman terkait insiden tersebut untuk mengungkap motif serta pelaku di balik aksi penembakan.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Feb 2026, 22:22 WIT
JDP Minta Komnas HAM Turun Tangan Mengusut Dugaan Penembakan di Mile 50 Tembagapura Papuanewsonline.com, Papua – Jaringan Damai Papua (JDP) mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia untuk segera mengusut dugaan penembakan di kawasan Mile 50, Tembagapura, yang mengakibatkan seorang anggota TNI meninggal dunia.Peristiwa tersebut dinilai kembali menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di Papua, sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan keamanan berbasis senjata terus memicu siklus kekerasan yang tidak berkesudahan.Melalui rilis pers yang diterima pada Kamis (12/2/2026), JDP menegaskan pentingnya dilakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan independen terhadap insiden di Mile 50 dengan melibatkan Komnas HAM RI.Pelibatan Komnas HAM dianggap krusial guna memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan objektif serta mampu mengungkap fakta-fakta yang selama ini dinilai masih tertutup dari ruang publik.Selain itu, JDP juga meminta PT Freeport Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait prosedur dan mekanisme pengamanan internal di wilayah perusahaan, khususnya di area yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.Keterbukaan informasi tersebut dinilai penting agar publik mengetahui secara jelas institusi mana yang secara resmi bertanggung jawab atas pengamanan di kawasan tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.JDP menekankan bahwa penyelesaian konflik Papua tidak akan pernah tercapai melalui pendekatan kekerasan. Setiap tindakan bersenjata dinilai hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan dan menjauhkan harapan terciptanya dialog damai yang berkelanjutan.Oleh karena itu, JDP mendorong seluruh pihak untuk mengedepankan pendekatan kemanusiaan, penegakan hukum yang adil, serta dialog terbuka sebagai jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan Papua secara bermartabat dan berkeadilan.Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memutus mata rantai kekerasan, memulihkan rasa aman masyarakat, serta membangun kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum di Tanah Papua.  Penulis: HendEditor: GF 12 Feb 2026, 19:29 WIT
Penembakan Bandara Korowai Batu, Aparat Evakuasi Korban dan Perketat Pengamanan Wilayah Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Peristiwa penembakan terjadi di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026) pagi, yang mengakibatkan dua pilot pesawat meninggal dunia.Kasatgas HDC, Kombespol Yusuf Sutejo S.I.K., M.T., menyampaikan bahwa proses evakuasi terhadap kedua korban telah dilaksanakan dan jenazah diterbangkan ke Timika untuk menjalani tahapan identifikasi serta autopsi.Setelah proses identifikasi dan autopsi rampung, jenazah akan dilakukan pemulasaran sebelum diberangkatkan menuju Jakarta melalui Bandara Timika untuk diserahkan kepada pihak keluarga.Sementara itu, seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 13 orang dinyatakan selamat. Mereka telah kembali ke rumah masing-masing setelah sebelumnya sempat mengungsi demi alasan keamanan.Aparat keamanan gabungan yang terdiri dari Satgas Damai Cartenz dan TNI Angkatan Udara langsung melakukan pengamanan di sekitar area bandara guna mencegah potensi gangguan lanjutan.Pengamanan juga difokuskan pada upaya pemulihan kondisi sosial masyarakat, termasuk memastikan warga sipil yang sempat mengungsi dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.Di sisi lain, aparat keamanan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan serta meningkatkan koordinasi lintas satuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku di wilayah tersebut.Sebagai langkah antisipasi, penerbangan menuju dan dari Bandara Korowai Batu untuk sementara waktu ditutup hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman dan kondusif.Langkah-langkah cepat ini dilakukan untuk menjamin keselamatan penerbangan, menjaga stabilitas keamanan wilayah, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di Kabupaten Boven Digoel dan sekitarnya. Penulis: HendEditor: GF 12 Feb 2026, 19:26 WIT
Penembakan di Mile 50 Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur dan Dua Lainnya Luka-Luka Papuanewsonline.com, Mimika – Insiden penembakan terjadi di Mile 50, area PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, Papua, pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIT, yang mengakibatkan satu prajurit TNI gugur dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.Korban gugur diketahui merupakan anggota TNI berpangkat Sersan Kepala berinisial AC. Sementara dua korban lainnya langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan terdekat.Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, membenarkan adanya insiden kontak tembak di kawasan tersebut. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis secara optimal sesuai prosedur penanganan darurat.Usai kejadian, aparat gabungan TNI dan Polri langsung bergerak cepat melakukan penyisiran di sekitar lokasi serta memperketat pengamanan di jalur utama menuju Tembagapura guna mencegah kemungkinan terjadinya gangguan lanjutan.Akses jalan utama menuju Tembagapura untuk sementara waktu ditutup sebagai langkah antisipasi demi menjamin keselamatan masyarakat serta kelancaran proses pengamanan di lapangan.Pihak keamanan juga terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan dengan mengerahkan personel tambahan serta berkoordinasi intensif dengan unsur terkait guna memastikan situasi tetap kondusif.VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati, turut membenarkan adanya laporan insiden penembakan di Mile Post 50, yang merupakan jalur vital menuju kawasan operasional perusahaan.Manajemen PT Freeport Indonesia menyatakan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan pemerintah untuk memastikan keselamatan karyawan serta kelancaran aktivitas operasional perusahaan di tengah situasi yang berkembang.Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu objek vital nasional yang membutuhkan pengamanan berlapis demi menjamin stabilitas keamanan dan keselamatan seluruh pihak.Aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Penulis: Hend Editor: GF 12 Feb 2026, 15:58 WIT
Polri Bentuk Satgas Asri Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dan Sehat Papuanewsonline.com, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi mengimplementasikan Gerakan ASRI (Aktif, Sehat, Ramah, dan Indah) di seluruh lingkungan Polri sebagai langkah nyata menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan kerja.Atas arahan Kapolri, Polri membentuk Satgas ASRI Polri yang akan menjadi penggerak utama pelaksanaan program ini secara nasional. Satgas ASRI Polri dipimpin oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja selaku ketua sekaligus dirigen pelaksanaan dari tingkat Mabes Polri hingga jajaran Polda, Polres, dan Polsek di seluruh Indonesia.Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus kepedulian terhadap lingkungan kerja.“Bapak Kapolri ingin menegaskan bahwa ASRI bukan hanya sekadar slogan. Pesan yang ingin ditegaskan adalah kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui aksi nyata, dimulai dari hal-hal sederhana dan dari tempat kita bekerja setiap hari,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/2/2026).Lebih lanjut disampaikan bahwa langkah Polri ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto pada Taklimat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan berkelanjutan.Kadivhumas Polri menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis sebagai teladan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, penerapan prinsip ramah lingkungan harus dimulai dari internal institusi melalui langkah-langkah konkret.“Gerakan ASRI bukan sekadar program simbolik, tetapi harus menjadi kebiasaan dan budaya kerja Polri sehari-hari. Ini sejalan dengan arahan Presiden agar birokrasi tidak hanya efektif dan melayani, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan,” tegas Irjen Pol. Johnny Isir.Untuk memastikan gerakan ini berjalan efektif, Polri menetapkan petunjuk arahan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jajaran sebagai berikut:1. Setiap personel Polri wajib melaksanakan pembersihan lingkungan kerja satu jam sebelum memulai aktivitas kedinasan, dimulai dari ruang lingkup terkecil.2. Setiap satuan kerja wajib melaksanakan kurvei atau kerja bakti minimal satu minggu sekali di area Mako dan lingkungan sekitarnya.3. Secara periodik mengajak kelompok masyarakat untuk bersama-sama membersihkan fasilitas umum sebagai bentuk sinergi Polri dengan masyarakat.4. Melaksanakan langkah-langkah ramah lingkungan seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penghematan energi dan air, serta penataan ruang kerja yang hijau dan berkelanjutan.Kadivhumas Polri juga mendorong para pimpinan di setiap satuan kerja agar aktif menggerakkan seluruh personel untuk terlibat langsung dalam kegiatan peduli lingkungan, termasuk kerja bakti, penanaman pohon, serta pengelolaan sampah yang lebih baikMelalui Gerakan ASRI Polri, diharapkan terbangun kesadaran kolektif seluruh insan Bhayangkara dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat citra Polri sebagai institusi yang disiplin, peduli, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.“Upaya ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan sebagaimana ditekankan oleh Presiden. Polri siap menjadi contoh terdepan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan indah,” pungkas Kadivhumas Polri.Informasi ini harus segera diketahui masyarakat sebagai wujud komitmen Polri untuk hadir nyata, berbuat nyata, dan memberi manfaat langsung bagi lingkungan serta kepentingan publik. PNO-12 12 Feb 2026, 14:34 WIT
Kombes Rositah Berikan Klarifikasi Pemberitaan Keterlibatan Kapolda Maluku Terkait Gunung Botak Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengklarifikasi pemberitaan salah satu media online Asammanis.news pada hari Rabu tanggal 11 Februari 2026 dengan judul ”Diduga Kapolda Maluku dan Pangdam terlibat Tambang Gunung Botak, Helena : Atas Perintah Gubernur”. Bahwa diberitakan, nama Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura diduga dicatut dalam aktivitas penambangan emas di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru. Pencatutan nama disebut dilakukan oleh seorang perempuan bernama Helena yang dikaitkan dengan PT Wanshuai Indo Mining. Terkait dengan informasi adanya pencatutan nama Kapolda tersebut kami mengucapkan terima kasih.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menjelaskan bahwa Polda Maluku dalam kaitannya dengan penanganan gunung botak adalah sebagai bagian dari Satgas penertiban dan pengamanan gunung botak yang dibentuk oleh Gubernur Maluku. Kapolda Maluku sebagai salah satu penanggung dalam penertiban bersama Forkopimda lainnya bertugas untuk melakukan pembersihan terhadap Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) yang selama ini beroperasi di gunung botak, dimana semula berjumlah kurang lebih 3000 Peti, saat ini sudah bersih dari para peti. Ditambahkan pula, bahwa aktivitas penambangan di gunung botak saat ini pada luasan tertentu diberikan kepada 10 koperasi. Pengelolaan pertambangan oleh Koperasi diatur dengan mekanisme Undang-Undang dan pengaturan dari Pemda. Apabila ada ditemukan pelanggaran pencatutan atau pencemaran nama baik dan juga ilegal mining akan ditindak tegas. Polda dapat melakukan penyelidikan dan klarifikasi terhadap berbagai pihak untuk mengetahui kebenaran peristiwa yang terjadi termasuk apabila ada pencatutan yang mengakibatkan pencemaran nama baik maupun adanya ilegal mining. Kombes Rositah juga menegaskan bahwa institusi Polri, khususnya Polda Maluku, berkomitmen penuh terhadap penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan, termasuk dalam penanganan aktivitas pertambangan ilegal mining di wilayah Maluku.Polda Maluku menghimbau, sebaiknya dalam pemberitaan agar wartawan mengedepankan kode etik jurnalistik, yakni keberimbangan informasi (cover both sides) artinya memberikan kesempatan yang setara bagi semua pihak untuk menyampaikan pendapatnya. Pencantuman nama Kapolda Maluku tanpa proses konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak Polda Maluku maupun Kapolda Maluku sebagai pihak yang disebutkan secara langsung dalam berita tersebut merupakan tindakan yang tidak profesional dan berpotensi menyesatkan opini publik,” tegas Kabid Humas Polda Maluku.Menurut Juru bicara Polda Maluku tersebut, Polda Maluku menghormati kebebasan pers sebagai bagian dari demokrasi, namun menegaskan bahwa kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab, berlandaskan kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers.“Pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi, namun setiap pemberitaan wajib diverifikasi, berimbang, dan tidak menghakimi. Polda Maluku membuka diri untuk klarifikasi, konfirmasi, dan dialog dengan insan pers,” lanjut Kabid Humas.Kombes Rositah juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengajak media untuk bersama-sama menjaga ruang publik yang sehat, objektif, dan bertanggung jawab.Pemberitaan yang menyebut nama pejabat negara tanpa konfirmasi berpotensi menciptakan disinformasi dan merusak kepercayaan publik. Dalam konteks ini, klarifikasi Polda Maluku menjadi pengingat pentingnya profesionalisme media dalam menyajikan fakta, bukan asumsi. Pers yang kuat adalah pers yang kritis sekaligus bertanggung jawab. PNO-12 12 Feb 2026, 14:23 WIT
Hari Ke-5 Operasi Keselamatan, Polres Kepulauan Tanimbar Intensifkan Penertiban Lalu Lintas Papuanewsonline.com, Tanimbar – Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Memasuki hari kelima pelaksanaan Operasi Keselamatan Salawaku 2026, Polri melalui Jajaran Polres Kepulauan Tanimbar terus mengintensifkan upaya penertiban lalu lintas. Selain TNI, Kali ini Personel Kepolisian tampak bersinergi dengan UPTD Samsat dan Jasa Raharja dalam Operasi terpadu di bidang lalu lintas yang dipusatkan di sejumlah titik strategis di Wilayah Kota Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada, Selasa (10/02/26).Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP AYANI, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP SAMUEL S. SIAHAYA, S.H., menyatakan bahwa keterlibatan instansi samping adalah merupakan salah satu bentuk kolaborasi lintas sektoral untuk menciptakan kepatuhan berkendara Masyarakat yang menyeluruh."Operasi hari kelima ini tidak hanya fokus pada pelanggaran kasat mata seperti helm dan knalpot brong, tetapi juga pemeriksaan administrasi kendaraan bersama Samsat serta edukasi perlindungan asuransi oleh Jasa Raharja” ungkapnya.Sementara itu dalam pelaksanaan kegiatan Operasi tersebut, terlihat pada Petugas gabungan memberhentikan para Pengendara yang melintas dengan tertib, dan melakukan pemeriksaan terhadap para Pengemudi beserta kendaraannya, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat.Kehadiran pihak TNI untuk memastikan keamanan dan kepatuhan Anggota selama pemeriksaan berlangsung. Sementara itu, pihak Samsat memberikan layanan di tempat bagi pengendara yang masa berlaku pajaknya telah habis, dan Jasa Raharja memberikan sosialisasi terkait pentingnya sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas.Data sementara menunjukkan adanya tren peningkatan kesadaran masyarakat dibanding hari pertama, meskipun masih ditemukan sejumlah pelanggar yang didominasi oleh pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI hingga penggunaan atribut kendaraan lainnya yang tidak standar."Kami mengedepankan tindakan preemtif dan preventif. Teguran simpatik diberikan kepada pengendara agar ke depan lebih disiplin, demi keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya” tambah Kasat Lantas.Operasi Keselamatan Salawaku 2026 ini direncanakan akan terus berlangsung hingga akhir pekan mendatang dengan sasaran lokasi yang berpindah-pindah, guna memastikan seluruh wilayah hukum Polres Kepulauan Tanimbar tetap tertib dan aman. PNO-12 12 Feb 2026, 14:15 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT