logo-website
Rabu, 04 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Abdul Hakim EI Jadi Komisaris Independen, PT Pelindo Solusi Maritim Siap Hadapi Tantangan Baru Papuanewsonline.com, Jakarta - PT Pelindo Solusi Maritim (PSM) baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan agenda utama pemberhentian dan pengangkatan komisaris perusahaan. Rapat yang dilaksanakan secara daring ini dihadiri oleh para pemegang saham mayoritas PSM, yakni PT Pelindo Jasa Maritim, serta pemegang saham minoritas, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi.Dalam keputusan RUPS tersebut, terhitung sejak tanggal 9 Februari 2026, para pemegang saham sepakat untuk memberhentikan dengan hormat Basuki Soleh dari jabatannya sebagai Komisaris Utama yang telah diemban sejak Januari 2024 hingga Februari 2026. Selain itu, Adi Priyatmono juga diberhentikan dari posisi Komisaris yang dipegangnya sejak Maret 2024 hingga Februari 2026. "Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh Bapak Basuki Soleh dan Bapak Adi Priyatmono selama masa jabatannya," ungkap Budi Pratomo, Direktur Utama PSM.Seiring dengan pemberhentian tersebut, para pemegang saham PSM juga memutuskan untuk mengangkat beberapa nama baru untuk mengisi posisi Dewan Komisaris. Dasril ditunjuk sebagai Komisaris Utama, sementara Akbar Ikhramsyah dan Abdul Hakim EI masing-masing diangkat sebagai Komisaris Independen. "Selamat datang kepada Bapak Dasril, Bapak Akbar Ikhramsyah, dan Bapak Abdul Hakim EI di keluarga besar PSM. Semoga amanah ini dapat membawa nilai dan manfaat bagi perusahaan serta bangsa Indonesia," kata Budi Pratomo dengan antusias.Direksi dan seluruh karyawan PT Pelindo Solusi Maritim menyampaikan apresiasi atas sumbangsih dan peran serta Dewan Komisaris yang telah menjabat pada periode tahun 2024 hingga 2026. "Kami berharap Dewan Komisaris yang baru dapat melanjutkan pengawasan secara umum maupun khusus atas kebijakan pengurusan dan jalannya operasional perusahaan, serta memberikan nasihat yang konstruktif kepada Direksi," pungkas Budi Pratomo dengan penuh harapan. Penulis: JidEditor: GF 13 Feb 2026, 11:58 WIT
Bentrokan Antara Aparat TNI dan Polisi di Mappi Papua Selatan Gegerkan Warga Papuanewsonline.com, Mappi – Bentrokan antara oknum TNI dan anggota kepolisian terjadi di Kota Kepi, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, pada Kamis siang, 12 Februari 2026, memicu kepanikan warga dan menjadi sorotan publik di wilayah tersebut.Peristiwa ini bermula dari penahanan seorang anggota polisi sejak malam sebelumnya, setelah yang bersangkutan melintas di depan pos TNI dan diduga melakukan aksi menggeber gas kendaraan yang memicu ketegangan di lokasi.Situasi yang awalnya terkendali berubah menjadi memanas saat dilakukan upaya penjemputan terhadap anggota polisi tersebut, sehingga memicu gesekan antara kedua institusi keamanan dan berujung pada bentrokan terbuka.Ketegangan antar aparat berlangsung cukup intens, disertai suara tembakan yang terdengar di sekitar lokasi, membuat warga sekitar memilih menjauh dan mencari tempat aman untuk menghindari kemungkinan risiko yang lebih besar.Seorang warga setempat, Alan, menyebut bentrokan terjadi sekitar pukul 10.00 WIT, dengan suasana yang mencekam dan aktivitas masyarakat sempat lumpuh karena kekhawatiran akan meluasnya konflik.Peristiwa ini menyita perhatian masyarakat luas, mengingat hubungan dan koordinasi antara TNI dan Polri sangat krusial dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Papua Selatan yang memiliki tantangan geografis dan sosial tersendiri.Warga berharap kejadian tersebut dapat segera diselesaikan secara profesional, transparan, dan berkeadilan, sehingga tidak meninggalkan dampak berkepanjangan terhadap situasi keamanan dan ketertiban di Kota Kepi.Hingga Kamis sore, kondisi di lapangan dilaporkan mulai berangsur terkendali, dengan aparat gabungan masih melakukan penjagaan di sejumlah titik strategis untuk mencegah terjadinya insiden susulan.Pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan serta menyusun kronologi lengkap kejadian, sementara masyarakat menantikan langkah-langkah tegas dan bijaksana demi memulihkan situasi kamtibmas di wilayah tersebut. Penulis: HendEditor: GF 12 Feb 2026, 23:08 WIT
Soal Mogok Kerja Freeport, Karyawan Desak DPRK Mimika Bentuk Pansus Papuanewsonline.com, Mimika – Isu terkait karyawan mogok kerja (Moker) PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali mencuat. Puluhan karyawan yang tergabung dalam kelompok Moker menggelar aksi damai di Kantor DPRK Mimika, Kamis (12/2/26), menuntut pembentukan Panitia Khusus (Pansus) oleh DPRK. Aksi ini merupakan puncak kekecewaan para karyawan yang merasa masalah mereka belum terselesaikan secara tuntas.Para pengunjuk rasa menyampaikan aspirasi mereka, berharap para wakil rakyat dapat memberikan solusi yang adil dan transparan atas permasalahan yang telah berlangsung lama ini. Pembentukan Pansus diharapkan menjadi wadah efektif untuk menjembatani kepentingan karyawan dan perusahaan, serta mencari jalan keluar yang memuaskan semua pihak.Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur, menanggapi tuntutan tersebut dengan menyatakan bahwa pihaknya selama ini telah berupaya menyuarakan permasalahan Moker melalui berbagai forum, termasuk Rapat Dengar Pendapat (RDP). Ia berjanji akan menyampaikan tuntutan pembentukan Pansus kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRK. "Kami di Komisi III tidak pernah tinggal diam. Kami terus menyuarakan masalah ini dan akan menindaklanjuti tuntutan pembentukan Pansus dengan menyampaikannya kepada pimpinan serta seluruh anggota DPRK," ungkap Herman.Anggota DPRK Mimika, Herman Tangkepare, menambahkan bahwa pihaknya membutuhkan data dan dokumen pendukung yang lengkap dari para karyawan Moker, termasuk salinan putusan hukum terkait permasalahan mogok kerja. Dokumen-dokumen ini akan menjadi dasar bagi pembahasan lebih lanjut di DPRK. "Jika ada keputusan hukum dan dokumen lainnya yang mendukung tuntutan, silakan serahkan kepada kami. Mari kita duduk bersama dan membahas langkah-langkah konkret yang akan diambil agar masalah ini dapat ditangani secara serius, termasuk kemungkinan pembentukan Pansus," tuturnya. Penulis: Abim Editor: GF 12 Feb 2026, 22:53 WIT
Timika Makin Rawan, Pria 22 Tahun Dibacok OTK Di Kompleks Gorong-Gorong Papuanewsonline.com, Timika – Situasi keamanan di Kota Timika kembali menjadi sorotan setelah aksi kekerasan menggunakan senjata tajam sekitar pukul 21.00 WIT. Seorang pria berinisial FA (22) menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Freeport Lama, Kompleks Gorong-gorong. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kriminal yang meresahkan masyarakat setempat. (11/2/26)Menurut keterangan saksi mata, pelaku mendatangi korban dalam kondisi sempoyongan dan sempat membentak korban serta temannya. Setelah tidak mendapatkan respons, pelaku sempat meninggalkan lokasi. Namun, tak berselang lama, pelaku kembali dan langsung memukul korban pada bagian pipi sebelah kanan. Korban yang berusaha melakukan perlawanan membuat pelaku kembali melarikan diri menuju rumahnya. Beberapa saat kemudian, pelaku kembali lagi dengan membawa sebilah parang dan langsung menyerang korban secara brutal.Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka tebas serius, antara lain di bagian pipi kiri, siku tangan kiri, serta jari tangan kiri yang nyaris putus.Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattineta, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat meminta keterangan lebih lanjut dari korban karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis intensif. "Benar, ada kejadian tadi malam, dan korban langsung dilarikan ke RSUD. Sampai saat ini, pihak keluarga korban juga belum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian," ujar AKP Mattineta.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Feb 2026, 22:47 WIT
Ratusan Korban Mogok Kerja Freeport Geruduk Dprk Mimika, Tuntut Keadilan Setelah 9 Tahun Papuanewsonline.com, Mimika – Ratusan korban mogok kerja PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRK Mimika. Dengan membawa poster dan pduk, massa aksi menuntut keadilan atas hak-hak buruh yang dinilai belum dipulihkan sejak peristiwa mogok kerja yang terjadi sembilan tahun lalu. Aksi ini menunjukkan kekecewaan mendalam serta harapan agar suara mereka didengar oleh para wakil rakyat. (12/2/26)Dalam aksinya, para buruh yang terdampak mogok kerja menuliskan pesan-pesan tuntutan di pduk, salah satunya menyatakan bahwa mogok kerja tahun 2017 telah dinyatakan sah sesuai Perjanjian Kerja Bersama dan Nota Kesepahaman. Mereka mendesak PT Freeport Indonesia untuk membawa masalah ini ke jalur penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PHI), bukan justru menghukum buruh, memutus hak secara sepihak, atau membiarkan para pekerja terkatung-katung tanpa kejelasan. Bagi mereka, mogok kerja merupakan hak konstitusional yang sah secara hukum, sehingga negara tidak boleh berdiam diri.Massa aksi mendesak DPRK Mimika untuk segera membentuk panitia khusus (Pansus) yang bertugas menyelesaikan persoalan yang menimpa 8.300 buruh terdampak mogok kerja. Isu divestasi saham pemerintah sebesar 51 persen juga turut disuarakan dalam aksi tersebut. Menurut mereka, keuntungan yang didapatkan dari divestasi saham tidak sebanding dengan penderitaan serta ratusan nyawa yang disebut hilang dalam pusaran konflik industrial tersebut. "Kami minta bapak ibu anggota DPRK segera membentuk Pansus. Jangan hanya duduk di sini lalu pulang tanpa memberikan solusi," tegas Koordinator Aksi, James Billy Laly.Para demonstran mengingatkan agar persoalan yang menimpa para buruh tidak dijadikan komoditas politik atau ladang bisnis yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Dalam aksi damai tersebut, massa menyampaikan lima poin tuntutan utama, yang meliputi penghentian praktik "negara dalam negara" oleh PT Freeport Indonesia, peran aktif DPRK dan Pemkab Mimika, penyelesaian sengketa mogok kerja sebagai syarat mutlak dalam RUPS mendatang, pembentukan Pansus Moker oleh DPRK Mimika, serta pemberian ruang komunikasi selama 21 hari untuk penyelesaian yang adil dan bermartabat.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Feb 2026, 22:43 WIT
Buruh PT Freeport Indonesia Gelar Aksi Damai, Menuntut Hak-Hak Mereka Dipenuhi Papuanewsonline,com, Timika - Para buruh yang tergabung dalam 8.300 korban mogok kerja PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar aksi damai pada tanggal 12 Februari 2026 untuk menuntut hak-hak mereka yang telah diabaikan oleh perusahaan.Aksi ini merupakan protes terhadap pengabaian hukum yang berlangsung selama bertahun-tahun dan menegaskan bahwa status hukum para buruh sah secara hukum berdasarkan konstitusi dan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia.Massa aksi menuntut Pemerintah untuk tidak lagi bersikap pasif terhadap pelanggaran yang dilakukan PT Freeport Indonesia. Mereka membawa beberapa dokumen yang membuktikan bahwa mogok kerja mereka sah dan bahwa perusahaan telah melanggar hak-hak mereka, termasuk putusan Mahkamah Agung yang telah memberikan legitimasi yudisial tertinggi terhadap penetapan status mogok sah yang dilakukan oleh pekerja."Pemerintah harus bertindak tegas menghentikan pembangkangan PT Freeport Indonesia terhadap hukum," kata Billy Laly, koordinator karyawan mogok PT Freeport Indonesia wilayah Timika. "Kami menuntut hak-hak kami dipenuhi dan perusahaan harus bertanggung jawab atas tindakan mereka."Massa aksi juga menuntut agar DPRK Kabupaten Mimika dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika untuk segera mengambil peran aktif dan bertanggung jawab secara kelembagaan. Mereka meminta agar pemerintah untuk tidak membiarkan perusahaan bertindak sewenang-wenang dan mengabaikan hak-hak buruh. Penulis: Hend Editor: GF 12 Feb 2026, 22:31 WIT
Pengamanan Diperketat, Korban Penembakan Pesawat Dievakuasi ke Timika Setelah Bandara Diamankan Papuanewsonline.com, Mimika – Aparat gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur TNI bergerak cepat dalam menuntaskan proses evakuasi korban penembakan pesawat perintis Smart Air di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel pada Kamis (12/2/26). Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap insiden yang terjadi dan upaya untuk menjaga keamanan serta stabilitas di wilayah tersebut.Sejak pukul 06.00 WIT, sebanyak 20 personel Satgas Ops Damai Cartenz yang diperkuat oleh 12 personel Kopasgat TNI AU telah memasuki area Bandara Korowai Batu dan melakukan pengamanan secara menyeluruh. Fokus utama aparat adalah mengevakuasi dua awak pesawat yang menjadi korban dalam insiden penembakan yang terjadi sehari sebelumnya. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah cepat ini diambil untuk menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman kepada warga masyarakat.Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah korban diterbangkan ke Timika untuk proses identifikasi serta autopsi lebih lanjut. Setelah proses pemulasaraan selesai, jenazah akan diberangkatkan menuju Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Selain itu, dipastikan sebanyak 13 penumpang pesawat yang merupakan warga lokal selamat dari insiden tersebut. Para penumpang langsung mengamankan diri saat peristiwa terjadi dan kini telah kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan selamat.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa pengamanan di lokasi dilakukan secara terpadu guna memastikan area bandara benar-benar steril dari potensi ancaman.Aparat keamanan juga berupaya menenangkan masyarakat dan memastikan agar aktivitas pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan, dapat segera kembali berjalan normal.Aparat menduga insiden penembakan ini melibatkan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin oleh Elkius Kobak. Saat ini, aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Feb 2026, 22:27 WIT
Suasana Haru Iringi Pemakaman Sertu Arifin Cepa, Kodam Cenderawasih Tegas Kutuk Aksi Teror Papuanewsonline.com, Timika – Duka mendalam dan isak tangis keluarga menyelimuti prosesi pemakaman militer Sertu Arifin Cepa, anggota Koramil 1710-04/Tembagapura yang gugur dalam insiden penembakan di Mile 50 Tembagapura, Rabu (11/2/26) sekitar pukul 15.05 WIT. Jenazah almarhum dikebumikan di pekarangan rumah duka yang terletak di Jalan Budi Utomo Ujung, Timika, pada hari Kamis (12/2/26).Prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer sebagai wujud penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdian almarhum kepada negara dan bangsa.Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, S.I.P., menyampaikan rasa duka cita mendalam atas berpulangnya prajurit yang tengah menjalankan tugas negara tersebut. Kodam XVII/Cenderawasih dengan tegas mengutuk keras aksi teror yang telah menghilangkan nyawa seorang prajurit TNI. "Kami mengutuk sekeras-kerasnya aksi keji ini. TNI akan terus hadir untuk menjamin keamanan masyarakat dan tidak akan pernah mundur dalam menghadapi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara serta keselamatan seluruh warga," tegasnya.Letkol Inf Tri Purwanto menambahkan bahwa Kodam XVII/Cenderawasih tetap berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dan objek vital nasional yang ada. Pihaknya juga memastikan bahwa aksi-aksi teror seperti ini tidak akan mengendurkan semangat TNI dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Dalam insiden penembakan tersebut, selain menyebabkan gugurnya Sertu Arifin Cepa, seorang prajurit lainnya bernama Serka Hendrikus juga mengalami luka-luka. Selain itu, seorang karyawan kontraktor KPI PTFI bernama Herman Rustaman juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut."Para korban luka saat ini berada dalam kondisi stabil dan telah mendapatkan penanganan medis secara intensif di rumah sakit," ujar Kapendam. Aparat keamanan saat ini masih terus melakukan pengamanan dan pendalaman terkait insiden tersebut untuk mengungkap motif serta pelaku di balik aksi penembakan.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Feb 2026, 22:22 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT