Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Bapenda Mimika Gelar Pajak Keliling, Layanan Jemput Bola Dapat Sambutan Positif
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
Kabupaten Mimika menggelar program Bapenda Goes To atau layanan pajak keliling
sebagai bentuk pendekatan langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung
di Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania SP 4, mulai pukul 09.00 hingga 14.00
WIT.Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias sejak pagi hari.
Didampingi Bank Papua, tim Bapenda melayani pembayaran pajak secara cepat dan
tertib. Sebagai apresiasi, setiap wajib pajak yang melunasi kewajibannya
mendapatkan hadiah berupa tumbler atau kaos sebagai insentif tambahan. Kepala Kelurahan Wonosari Jaya, J. R. Rahakbauw, menyampaikan rasa
terima kasihnya.Ia menilai layanan ini sangat membantu warga karena tidak perlu
lagi mengeluarkan biaya dan waktu untuk datang ke kantor pusat. Ia berharap
kegiatan serupa dapat diperpanjang waktunya dan dilaksanakan secara rutin
setiap tahun.Warga setempat pun merasakan manfaat nyata. Salah satu wajib
pajak, Munawar, mengungkapkan bahwa sistem ini sangat memudahkan, menghemat
biaya transportasi, serta mencegah keterlambatan pembayaran karena kesibukan
sehari-hari.Ia menyarankan agar program ini diadakan dua kali dalam setahun
agar lebih banyak warga dapat memanfaatkannya. Setelah Wonosari Jaya, layanan dilanjutkan ke Kampung Naena
Muktipura SP 6 pada 29–30 Juni 2026, serta tetap tersedia di Diana Mall hingga
akhir bulan. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 05:11 WIT
BMKG Prediksi 14 Distrik di Mimika Berpotensi Hujan Ringan
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG) Wilayah Mimika merilis prakiraan cuaca untuk Jumat
(26/6/2026), yang menyebutkan sebanyak 14 distrik di Kabupaten Mimika
berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan. Sejak pagi hari, kondisi langit
di Kota Timika sudah terlihat mendung disertai turunnya hujan ringan di
sejumlah wilayah.Keempat belas distrik yang dimaksud meliputi Mimika Baru, Mimika
Timur, Jita, Mimika Timur Jauh, Mimika Tengah, Kuala Kencana, Wania, Amar,
Agimuga, Mimika Barat, Jila, Tembagapura, Hoya, dan Iwaka.Sementara itu, empat distrik lainnya yaitu Mimika Barat Jauh,
Mimika Barat Tengah, Kwamki Narama, dan Alama diprediksi hanya berawan tanpa
hujan.Pantauan lapangan pada pukul 07.15 WIT menunjukkan hujan ringan
melanda ruas jalan utama seperti Jalan Hasanudin hingga Nawaripi, serta Jalan
Irigasi, WR Supratman, Petrosi, dan Cenderawasih. Meskipun demikian, arus lalu lintas tetap lancar dan aktivitas
warga berjalan seperti biasa.BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi
cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Warga disarankan memantau perkembangan informasi secara rutin guna
mengantisipasi risiko gangguan kesehatan, genangan air, hingga potensi banjir
jika curah hujan meningkat. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 04:58 WIT
TPNPB Laporkan Rumah Warga di Sugapa Diobrak-abrik Aparat, Minta Akses Bantuan Kemanusiaan
Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat Komando
Nasional TPNPB melalui juru bicaranya Sebby Sambom merilis laporan terkait
operasi militer yang berlangsung di wilayah Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan
Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (25/6/2026). Menurut laporan yang diterima dari
jajaran Kodap VIII Intan Jaya, aparat militer melakukan operasi gabungan darat
dan udara mulai pukul 07.00 WIT, dengan menggunakan drone yang dilengkapi bahan
peledak yang diterbangkan di atas permukiman warga.Dijelaskan, pada pukul 08.15 WIT, pasukan darat memasuki Kampung
Yogatapa dan sekitarnya. Warga yang berada di halaman rumah diperintahkan
keluar dan diancam akan ditembak mati jika berusaha melarikan diri. Setelah warga meninggalkan tempat tinggalnya, aparat masuk dan
menggeledah serta mengobrak-abrik isi rumah. Hasil pemeriksaan dilaporkan tidak menemukan senjata maupun bahan
peledak, namun operasi tetap dilanjutkan hingga ke wilayah Bilogai dan pusat
kota dengan alasan daerah tersebut dikuasai kelompok di bawah pimpinan Apeni
Kobogau.Laporan itu juga menyebutkan bahwa warga yang mengungsi dari
Distrik Hitadipa, Agisiga, Sugapa, dan Ugimba kerap mengalami intimidasi.
Aktivis masyarakat pun diawasi secara ketat sehingga hidup dalam ketakutan. Pemerintah dinilai belum menyediakan tempat pengungsian yang
layak, mendorong banyak warga pindah hingga ke Nabire dan Timika, terutama
setelah serangan udara yang terjadi sejak Mei hingga Juni 2026.Menurut data yang disampaikan, jumlah pengungsi di berbagai
wilayah Papua kini telah mencapai lebih dari 122.931 jiwa. Mereka hidup tanpa
kepastian tempat tinggal dan akses bantuan yang memadai. TPNPB mendesak pemerintah segera menghentikan operasi militer dan
segala bentuk intimidasi yang memaksa warga terus mengungsi.Selain itu, diminta pula agar akses bagi lembaga kemanusiaan
internasional dibuka sepenuhnya guna menangani kebutuhan pengungsi. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 04:54 WIT
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Kunjungan Pertama ke Lampung
Papuanewsonline.com, Solo – Mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo
memastikan akan memulai agenda keliling Indonesia pada akhir pekan ini, dengan
Provinsi Lampung menjadi daerah pertama yang dikunjungi. Hal itu disampaikannya
saat tiba di kediaman pribadinya di Kota Solo, Kamis (25/6/2026).Jokowi menegaskan dirinya akan bertolak ke Lampung pada Jumat pagi
(26/6/2026). “Ke Lampung besok pagi,” ujarnya singkat sambil tersenyum. Ia juga memastikan kondisi kesehatannya dalam keadaan prima dan
siap melaksanakan kegiatan selama tiga hari ke depan.Sebelum masuk ke rumah, Jokowi sempat menyapa warga yang sudah
menunggu sejak pagi. Ia dengan ramah mempersilakan warga untuk bersalaman dan berfoto
bersama secara bergantian, menciptakan suasana yang hangat dan akrab.Rencana keberangkatan ini juga dibenarkan oleh ajudannya, AKBP
Syarif Muhammad Fitriansyah. Hingga saat ini, rincian agenda dan lokasi yang
akan dikunjungi di Lampung belum diumumkan secara resmi. Kunjungan ini menjadi perhatian publik karena merupakan perjalanan
pertama Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai Presiden. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 04:14 WIT
Tukang Pangkas Rambut Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Diduga Karena Sakit
Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria paruh baya bernama
Bambang (55) ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar kosnya di kawasan
Pasar Minggu, SP 1, pada Kamis sore (25/6/2026). Kejadian ini dibenarkan oleh
Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattinetta, saat dikonfirmasi pada malam harinya.Menurut keterangan yang diperoleh, peristiwa bermula ketika saksi
bernama HFE mendatangi kamar korban sekitar pukul 17.30 WIT untuk mengajaknya
menghadiri pengajian yasinan. Karena tidak ada jawaban, saksi pun meminta bantuan dua tetangga.
Setelah mengintip lewat lubang ventilasi, mereka melihat korban terbaring tanpa
sadar, lalu segera mendobrak pintu dan mendapati korban sudah meninggal.Bambang dikenal sebagai tukang pangkas rambut yang bekerja di
wilayah SP 1. Ia tinggal sendiri di Timika, sementara istri dan anaknya menetap
di Kabupaten Tumanggung. Terakhir kali ia terlihat bekerja adalah pada Rabu (24/6) sekitar
pukul 12.00 WIT. Saksi lain menyebutkan bahwa pada sore harinya, korban sempat
terlihat berbaring di Mushollah Al-Amin sambil mengeluhkan demam dan menggigil.Ia bahkan disarankan untuk segera berobat, namun belum sempat
melakukannya sebelum ditemukan meninggal keesokan harinya. Berdasarkan pemeriksaan di tempat kejadian oleh tim Inafis, tidak
ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, Bambang meninggal dunia akibat sakit yang
dideritanya. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 03:39 WIT
BRIDA Mimika Dorong Ekosistem Riset Terbuka dan Berbasis Data
Papuanewsonline.com, Mimika – Kepala Badan Riset dan Inovasi
Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, menekankan pentingnya membangun
ekosistem riset yang terbuka, kolaboratif, dan mampu memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan penguatan
kapasitas riset dan advokasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat sipil,
akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lokal di Timika.Slamet mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai
sejalan dengan kebutuhan daerah dalam memperkuat budaya riset, inovasi, dan
advokasi yang didasarkan pada data serta fakta lapangan.Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan
(artificial intelligence/AI) telah membuka banyak peluang dalam pengelolaan
informasi dan pengetahuan. Namun demikian, pemanfaatan teknologi harus tetap
diimbangi dengan verifikasi langsung di lapangan agar hasil kajian yang
dihasilkan tetap akurat.Ia mengingatkan bahwa aktor-aktor lokal perlu mampu beradaptasi
dengan kemajuan teknologi tanpa kehilangan kemampuan membaca realitas sosial
yang berkembang di masyarakat.“Penggunaan AI dan teknologi informasi harus tetap didukung data
nyata dari lapangan agar tidak menghasilkan kesimpulan yang meleset, bias, atau
keliru,” kata Slamet dalam Workshop Penguatan Riset, Advokasi, dan Pengembangan
Jejaring Aktor Lokal dalam Perlindungan Warga Sipil Papua yang diselenggarakan
oleh Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Hotel Horison Diana Timika,
Kamis (25/6/2026).Slamet menjelaskan, BRIDA Kabupaten Mimika saat ini tengah
mendorong keterbukaan akses terhadap berbagai hasil penelitian, inovasi, dan
kajian daerah agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, mahasiswa,
akademisi, organisasi lokal, maupun pemangku kepentingan lainnya.Menurut dia, selama ini berbagai hasil kajian yang dihasilkan
pemerintah masih tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD),
sehingga belum seluruhnya mudah diakses oleh publik. Karena itu, diperlukan
sistem pengelolaan data riset yang lebih terintegrasi dan terbuka.Ia menilai keterbukaan informasi riset akan memperkuat kualitas
pengambilan keputusan sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi yang lebih luas
antara pemerintah dan masyarakat.Selain itu, Slamet mengajak perguruan tinggi, mahasiswa,
organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal untuk berperan aktif dalam
membangun ekosistem riset daerah melalui berbagai hasil penelitian, skripsi,
kajian organisasi, maupun riset berbasis komunitas.Menurutnya, hasil-hasil penelitian lokal memiliki nilai strategis
sebagai sumber referensi yang dapat memperkaya pengetahuan dan memperkuat dasar
penyusunan kebijakan pembangunan.“Hasil riset lokal dapat menjadi rujukan bersama, bukan untuk
disalin, tetapi untuk memperkaya referensi dan memperkuat dasar penyusunan
kebijakan,” katanya.Ia juga menegaskan bahwa kegiatan riset tidak selalu membutuhkan
anggaran besar. Yang terpenting adalah kemampuan memahami persoalan yang
dihadapi masyarakat, mendengar aspirasi warga, mengolah data yang tersedia,
serta menyesuaikannya dengan kondisi aktual di lapangan.Slamet menilai pembangunan budaya riset harus menjadi tanggung
jawab bersama dan tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah ataupun OPD
semata.Karena itu, BRIDA Mimika membuka ruang kolaborasi bagi seluruh
pihak yang memiliki hasil kajian atau penelitian agar dapat dikoordinasikan dan
dikelola secara lebih baik.Ia mengajak para peneliti, akademisi, mahasiswa, serta organisasi
masyarakat yang memiliki hasil riset untuk berkoordinasi dengan BRIDA sehingga
hasil kajian tersebut dapat terdokumentasi, diakses publik, dan dimanfaatkan
sebagai sumber pengetahuan bersama.Lebih lanjut, Slamet menekankan bahwa riset dan inovasi daerah
harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat dan tidak
berhenti sebagai dokumen administratif semata.Menurutnya, keberhasilan pembangunan riset daerah diukur dari
sejauh mana hasil penelitian dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan
masyarakat serta mendukung perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.Di akhir penyampaiannya, ia berharap ekosistem riset yang sedang
dibangun di Kabupaten Mimika dapat berkembang menjadi model kolaborasi yang
bermanfaat tidak hanya bagi daerah tersebut, tetapi juga dapat menjadi contoh
bagi wilayah lain di Tanah Papua.“Ekosistem riset di Mimika diharapkan dapat memberi manfaat bukan
hanya bagi Kabupaten Mimika, tetapi juga dapat direplikasi oleh daerah lain di
Papua,” pungkasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 03:31 WIT
Sambut Hari Bhayangkara, Polres Mimika Gelar Lomba Pos Peka untuk Tingkatkan Keamanan
Papuanewsonline.com,
Timika – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026, Polres Mimika
menggelar lomba Pos Peduli Keamanan (Pos Peka) yang diikuti oleh 36 pos yang
tersebar di berbagai wilayah. Kegiatan ini bertujuan mendorong keaktifan dan
kualitas pos keamanan warga agar semakin optimal dalam menjaga ketertiban
lingkungan.Kapolres
Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menegaskan bahwa Pos Peka menjadi
mitra strategis aparat dalam memantau keamanan dan ketertiban masyarakat. “Pos ini
beroperasi selama 24 jam dan sangat membantu kami dalam mengawasi situasi di
lapangan, sehingga kehadirannya sangat dibutuhkan,” ujarnya.Penilaian
dilakukan berdasarkan beberapa indikator, meliputi tingkat keaktifan,
kebersihan lingkungan, tanggapan warga, serta kontribusi nyata dalam menjaga
keamanan wilayah.Lomba ini
juga menjadi sarana evaluasi untuk mengetahui pos mana yang sudah berjalan baik
dan mana yang perlu ditingkatkan kinerjanya.Para
pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan serta peralatan
pendukung seperti senter, handy talky, rompi, dan perlengkapan operasional
lainnya. Penyerahan
hadiah akan dilakukan bersamaan dengan puncak peringatan Hari Bhayangkara yang
berlangsung di Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 03:27 WIT
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Mimika Lakukan Anjangsana dan Berbagai Kegiatan Sosial
Papuanewsonline.com,
Timika – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli
2026, Polres Mimika melaksanakan kegiatan anjangsana kepada personel dan
keluarga Bhayangkari yang menderita sakit menahun. Kegiatan ini berlangsung
pada Kamis (25/6/2026) sebagai wujud kepedulian institusi terhadap anggotanya.Kapolres
Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menyampaikan bahwa semula direncanakan
mengunjungi tiga orang, namun salah satu anggota dilaporkan meninggal dunia
pada dini hari, sehingga kunjungan hanya dilakukan kepada dua orang yang masih
dalam masa perawatan.“Ini
bagian dari rangkaian peringatan, selain mempererat kekeluargaan juga memberi
dukungan moral bagi mereka yang sedang sakit,” ujarnya.Selain
anjangsana, Polres Mimika juga menggelar berbagai kegiatan untuk menyemarakkan
momen ini, mulai dari turnamen olahraga, bakti kesehatan, pasar murah, hingga
kerja bakti dan gerakan kebersihan di lingkungan tempat ibadah.Sebagai
penutup rangkaian kegiatan, doa bersama lintas agama diagendakan pada 30 Juni
mendatang.Melalui
berbagai kegiatan tersebut, Kapolres menegaskan komitmen Polres Mimika untuk
terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Dengan
semangat ‘Polri untuk Masyarakat’, kami ingin selalu hadir dan memberikan
manfaat nyata bagi warga,” tegasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 03:23 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru