Papuanewsonline.com
BAPENDA MIMIKA SERAHKAN SPPT PBB-P2 TAHUN 2026, TARGET PENERIMAAN CAPAI RP89,4 MILIAR
Kematian Ibu Rumah Tangga Di Mimika Baru Diduga Gantung Diri, Polisi Sedang Selidiki
LPSK Surati Polda Papua Tengah, Minta Penjelasan Penanganan Dugaan Intimidasi terhadap Jurnalis
Dugaan Mega Korupsi Hibah KPU Mimika, Banyak Dana Siluman Hingga Temuan BPK 28 Miliar
Bersiaga! Piala Gubernur, Liga 4 Papua Tengah Digelar Di Mimika, 7 Tim Siap Meraih Kejuaraan
Dugaan Penembakan Warga Sipil di Tembagapura, Keluarga Minta Proses Penyelidikan Secara Adil
PW FATAYAT NU PAPUA TENGAH GELAR SAHUR GRATIS, PROGRAM INKLUSIF SAMPAI HARI KE-10
Satgas Rajawali Laksanakan Penindakan Terhadap Kelompok Separatis Di Mile 69 Mimika
Satgas Cartenz Amankan Terduga Penyebar Propaganda KKB di Kuala kencana Mimika
Perkuat Pengawasan Wilayah, Lanud YKU Timika Sambut Kedatangan Pangkodau III Dan Pangkogabwilhan III
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Abdul Hakim EI Jadi Komisaris Independen, PT Pelindo Solusi Maritim Siap Hadapi Tantangan Baru
Papuanewsonline.com, Jakarta - PT Pelindo Solusi Maritim
(PSM) baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan agenda utama
pemberhentian dan pengangkatan komisaris perusahaan. Rapat yang dilaksanakan
secara daring ini dihadiri oleh para pemegang saham mayoritas PSM, yakni PT
Pelindo Jasa Maritim, serta pemegang saham minoritas, PT Integrasi Logistik
Cipta Solusi.Dalam keputusan RUPS tersebut, terhitung sejak tanggal 9
Februari 2026, para pemegang saham sepakat untuk memberhentikan dengan hormat
Basuki Soleh dari jabatannya sebagai Komisaris Utama yang telah diemban sejak
Januari 2024 hingga Februari 2026. Selain itu, Adi Priyatmono juga
diberhentikan dari posisi Komisaris yang dipegangnya sejak Maret 2024 hingga
Februari 2026. "Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan
kontribusi yang telah diberikan oleh Bapak Basuki Soleh dan Bapak Adi
Priyatmono selama masa jabatannya," ungkap Budi Pratomo, Direktur Utama
PSM.Seiring dengan pemberhentian tersebut, para pemegang saham
PSM juga memutuskan untuk mengangkat beberapa nama baru untuk mengisi posisi
Dewan Komisaris. Dasril ditunjuk sebagai Komisaris Utama, sementara Akbar
Ikhramsyah dan Abdul Hakim EI masing-masing diangkat sebagai Komisaris
Independen. "Selamat datang kepada Bapak Dasril, Bapak Akbar
Ikhramsyah, dan Bapak Abdul Hakim EI di keluarga besar PSM. Semoga amanah ini
dapat membawa nilai dan manfaat bagi perusahaan serta bangsa Indonesia,"
kata Budi Pratomo dengan antusias.Direksi dan seluruh karyawan PT Pelindo Solusi Maritim
menyampaikan apresiasi atas sumbangsih dan peran serta Dewan Komisaris yang
telah menjabat pada periode tahun 2024 hingga 2026. "Kami berharap Dewan Komisaris yang baru dapat
melanjutkan pengawasan secara umum maupun khusus atas kebijakan pengurusan dan
jalannya operasional perusahaan, serta memberikan nasihat yang konstruktif
kepada Direksi," pungkas Budi Pratomo dengan penuh harapan. Penulis: JidEditor: GF
13 Feb 2026, 11:58 WIT
Bentrokan Antara Aparat TNI dan Polisi di Mappi Papua Selatan Gegerkan Warga
Papuanewsonline.com, Mappi – Bentrokan antara oknum TNI dan
anggota kepolisian terjadi di Kota Kepi, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, pada
Kamis siang, 12 Februari 2026, memicu kepanikan warga dan menjadi sorotan
publik di wilayah tersebut.Peristiwa ini bermula dari penahanan seorang anggota polisi
sejak malam sebelumnya, setelah yang bersangkutan melintas di depan pos TNI dan
diduga melakukan aksi menggeber gas kendaraan yang memicu ketegangan di lokasi.Situasi yang awalnya terkendali berubah menjadi memanas saat
dilakukan upaya penjemputan terhadap anggota polisi tersebut, sehingga memicu
gesekan antara kedua institusi keamanan dan berujung pada bentrokan terbuka.Ketegangan antar aparat berlangsung cukup intens, disertai
suara tembakan yang terdengar di sekitar lokasi, membuat warga sekitar memilih
menjauh dan mencari tempat aman untuk menghindari kemungkinan risiko yang lebih
besar.Seorang warga setempat, Alan, menyebut bentrokan terjadi
sekitar pukul 10.00 WIT, dengan suasana yang mencekam dan aktivitas masyarakat
sempat lumpuh karena kekhawatiran akan meluasnya konflik.Peristiwa ini menyita perhatian masyarakat luas, mengingat
hubungan dan koordinasi antara TNI dan Polri sangat krusial dalam menjaga
stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Papua Selatan yang memiliki tantangan
geografis dan sosial tersendiri.Warga berharap kejadian tersebut dapat segera diselesaikan
secara profesional, transparan, dan berkeadilan, sehingga tidak meninggalkan
dampak berkepanjangan terhadap situasi keamanan dan ketertiban di Kota Kepi.Hingga Kamis sore, kondisi di lapangan dilaporkan mulai
berangsur terkendali, dengan aparat gabungan masih melakukan penjagaan di
sejumlah titik strategis untuk mencegah terjadinya insiden susulan.Pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan serta menyusun
kronologi lengkap kejadian, sementara masyarakat menantikan langkah-langkah
tegas dan bijaksana demi memulihkan situasi kamtibmas di wilayah tersebut. Penulis: HendEditor: GF
12 Feb 2026, 23:08 WIT
Soal Mogok Kerja Freeport, Karyawan Desak DPRK Mimika Bentuk Pansus
Papuanewsonline.com, Mimika – Isu terkait karyawan mogok
kerja (Moker) PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali mencuat. Puluhan karyawan
yang tergabung dalam kelompok Moker menggelar aksi damai di Kantor DPRK Mimika,
Kamis (12/2/26), menuntut pembentukan Panitia Khusus (Pansus) oleh DPRK. Aksi
ini merupakan puncak kekecewaan para karyawan yang merasa masalah mereka belum
terselesaikan secara tuntas.Para pengunjuk rasa menyampaikan aspirasi mereka, berharap
para wakil rakyat dapat memberikan solusi yang adil dan transparan atas
permasalahan yang telah berlangsung lama ini. Pembentukan Pansus diharapkan menjadi wadah efektif untuk
menjembatani kepentingan karyawan dan perusahaan, serta mencari jalan keluar
yang memuaskan semua pihak.Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur, menanggapi
tuntutan tersebut dengan menyatakan bahwa pihaknya selama ini telah berupaya
menyuarakan permasalahan Moker melalui berbagai forum, termasuk Rapat Dengar
Pendapat (RDP). Ia berjanji akan menyampaikan tuntutan pembentukan Pansus
kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRK. "Kami di Komisi
III tidak pernah tinggal diam. Kami terus menyuarakan masalah ini dan akan
menindaklanjuti tuntutan pembentukan Pansus dengan menyampaikannya kepada
pimpinan serta seluruh anggota DPRK," ungkap Herman.Anggota DPRK Mimika, Herman Tangkepare, menambahkan bahwa
pihaknya membutuhkan data dan dokumen pendukung yang lengkap dari para karyawan
Moker, termasuk salinan putusan hukum terkait permasalahan mogok kerja.
Dokumen-dokumen ini akan menjadi dasar bagi pembahasan lebih lanjut di DPRK. "Jika ada keputusan hukum dan dokumen lainnya yang
mendukung tuntutan, silakan serahkan kepada kami. Mari kita duduk bersama dan
membahas langkah-langkah konkret yang akan diambil agar masalah ini dapat
ditangani secara serius, termasuk kemungkinan pembentukan Pansus,"
tuturnya. Penulis: Abim
Editor: GF
12 Feb 2026, 22:53 WIT
Timika Makin Rawan, Pria 22 Tahun Dibacok OTK Di Kompleks Gorong-Gorong
Papuanewsonline.com, Timika – Situasi keamanan di Kota
Timika kembali menjadi sorotan setelah aksi kekerasan menggunakan senjata tajam
sekitar pukul 21.00 WIT. Seorang pria berinisial FA (22) menjadi korban
pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Freeport Lama, Kompleks Gorong-gorong.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kriminal yang meresahkan masyarakat
setempat. (11/2/26)Menurut keterangan saksi mata, pelaku mendatangi korban
dalam kondisi sempoyongan dan sempat membentak korban serta temannya. Setelah
tidak mendapatkan respons, pelaku sempat meninggalkan lokasi. Namun, tak berselang lama, pelaku kembali dan langsung
memukul korban pada bagian pipi sebelah kanan. Korban yang berusaha melakukan
perlawanan membuat pelaku kembali melarikan diri menuju rumahnya. Beberapa saat kemudian, pelaku kembali lagi dengan membawa
sebilah parang dan langsung menyerang korban secara brutal.Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka
tebas serius, antara lain di bagian pipi kiri, siku tangan kiri, serta jari
tangan kiri yang nyaris putus.Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattineta, membenarkan adanya
kejadian tersebut. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat meminta
keterangan lebih lanjut dari korban karena yang bersangkutan masih menjalani
perawatan medis intensif. "Benar, ada kejadian tadi malam, dan korban langsung
dilarikan ke RSUD. Sampai saat ini, pihak keluarga korban juga belum membuat
laporan resmi kepada pihak kepolisian," ujar AKP Mattineta. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Feb 2026, 22:47 WIT
Ratusan Korban Mogok Kerja Freeport Geruduk Dprk Mimika, Tuntut Keadilan Setelah 9 Tahun
Papuanewsonline.com, Mimika – Ratusan korban mogok kerja PT
Freeport Indonesia (PTFI) menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRK Mimika.
Dengan membawa poster dan pduk, massa aksi menuntut keadilan atas hak-hak
buruh yang dinilai belum dipulihkan sejak peristiwa mogok kerja yang terjadi
sembilan tahun lalu. Aksi ini menunjukkan kekecewaan mendalam serta harapan
agar suara mereka didengar oleh para wakil rakyat. (12/2/26)Dalam aksinya, para buruh yang terdampak mogok kerja
menuliskan pesan-pesan tuntutan di pduk, salah satunya menyatakan bahwa
mogok kerja tahun 2017 telah dinyatakan sah sesuai Perjanjian Kerja Bersama dan
Nota Kesepahaman. Mereka mendesak PT Freeport Indonesia untuk membawa masalah
ini ke jalur penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PHI), bukan justru
menghukum buruh, memutus hak secara sepihak, atau membiarkan para pekerja
terkatung-katung tanpa kejelasan. Bagi mereka, mogok kerja merupakan hak konstitusional yang
sah secara hukum, sehingga negara tidak boleh berdiam diri.Massa aksi mendesak DPRK Mimika untuk segera membentuk
panitia khusus (Pansus) yang bertugas menyelesaikan persoalan yang menimpa
8.300 buruh terdampak mogok kerja. Isu divestasi saham pemerintah sebesar 51
persen juga turut disuarakan dalam aksi tersebut. Menurut mereka, keuntungan yang didapatkan dari divestasi
saham tidak sebanding dengan penderitaan serta ratusan nyawa yang disebut
hilang dalam pusaran konflik industrial tersebut. "Kami minta bapak ibu anggota DPRK segera membentuk
Pansus. Jangan hanya duduk di sini lalu pulang tanpa memberikan solusi,"
tegas Koordinator Aksi, James Billy Laly.Para demonstran mengingatkan agar persoalan yang menimpa
para buruh tidak dijadikan komoditas politik atau ladang bisnis yang hanya
menguntungkan pihak-pihak tertentu. Dalam aksi damai tersebut, massa menyampaikan lima poin
tuntutan utama, yang meliputi penghentian praktik "negara dalam
negara" oleh PT Freeport Indonesia, peran aktif DPRK dan Pemkab Mimika,
penyelesaian sengketa mogok kerja sebagai syarat mutlak dalam RUPS mendatang,
pembentukan Pansus Moker oleh DPRK Mimika, serta pemberian ruang komunikasi
selama 21 hari untuk penyelesaian yang adil dan bermartabat. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Feb 2026, 22:43 WIT
Kuasa Hukum Soroti Pembatalan Ahli, Sidang Kisruh Jabatan Mimika Berlanjut Pekan Depan
Papuanewsonline.com, Mimika — Sidang perkara pidana terkait
kisruh jabatan Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos.,
M.M., yang menggantikan PLT Asisten I Sekda Mimika Robert Kambu, S.E., sebagai
terdakwa dalam perkara Nomor 168/Pid.B/2025/PN Tim di Pengadilan Negeri Timika
kembali mengalami penundaan.Agenda persidangan yang semula dijadwalkan menghadirkan ahli
dari Universitas Airlangga oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) batal terlaksana
setelah sebelumnya ditunda berturut-turut sebanyak tiga kali. Pada sidang
terakhir, JPU secara resmi menyatakan tidak lagi menghadirkan ahli dalam
perkara tersebut.Kuasa hukum Robert Kambu, Frengky Kambu, menilai pemeriksaan
ahli sangat penting untuk membuat terang perkara sekaligus menjadi pengetahuan
publik, mengingat proses persidangan direncanakan berlangsung terbuka dan
disiarkan secara langsung hingga putusan.Majelis hakim kemudian menunda sidang hingga Kamis, 19
Februari 2026, dengan agenda pemeriksaan terdakwa.Pembatalan kehadiran ahli oleh JPU memunculkan sorotan
terhadap kinerja penuntutan dan dinilai menunjukkan ketidakkonsistenan dalam
penanganan perkara, sehingga memicu keraguan terhadap komitmen penegakan hukum
oleh Kejaksaan Negeri Mimika. Sidang lanjutan pekan depan diharapkan
menghadirkan perkembangan melalui pemeriksaan langsung terhadap terdakwa. Penulis: Bim
Editor: GF
12 Feb 2026, 22:39 WIT
Pengamanan Diperketat, Korban Penembakan Pesawat Dievakuasi ke Timika Setelah Bandara Diamankan
Papuanewsonline.com, Mimika – Aparat gabungan dari Satgas
Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur TNI bergerak cepat dalam menuntaskan
proses evakuasi korban penembakan pesawat perintis Smart Air di Bandara Korowai
Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel pada Kamis (12/2/26). Langkah
ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap insiden yang terjadi dan upaya
untuk menjaga keamanan serta stabilitas di wilayah tersebut.Sejak pukul 06.00 WIT, sebanyak 20 personel Satgas Ops Damai
Cartenz yang diperkuat oleh 12 personel Kopasgat TNI AU telah memasuki area
Bandara Korowai Batu dan melakukan pengamanan secara menyeluruh. Fokus utama aparat adalah mengevakuasi dua awak pesawat yang
menjadi korban dalam insiden penembakan yang terjadi sehari sebelumnya. Kepala
Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K.,
M.H., menegaskan bahwa langkah cepat ini diambil untuk menjaga stabilitas
keamanan dan memberikan rasa aman kepada warga masyarakat.Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah korban
diterbangkan ke Timika untuk proses identifikasi serta autopsi lebih lanjut.
Setelah proses pemulasaraan selesai, jenazah akan diberangkatkan menuju Jakarta
untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Selain itu, dipastikan sebanyak 13 penumpang pesawat yang
merupakan warga lokal selamat dari insiden tersebut. Para penumpang langsung
mengamankan diri saat peristiwa terjadi dan kini telah kembali ke rumah
masing-masing dalam keadaan selamat.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf
Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa pengamanan di lokasi dilakukan secara
terpadu guna memastikan area bandara benar-benar steril dari potensi ancaman.Aparat keamanan juga berupaya menenangkan masyarakat dan
memastikan agar aktivitas pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan dan
kesehatan, dapat segera kembali berjalan normal.Aparat menduga insiden penembakan ini melibatkan kelompok
bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok
yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang
dipimpin oleh Elkius Kobak. Saat ini, aparat keamanan masih melakukan pengejaran
terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Feb 2026, 22:27 WIT
Suasana Haru Iringi Pemakaman Sertu Arifin Cepa, Kodam Cenderawasih Tegas Kutuk Aksi Teror
Papuanewsonline.com, Timika – Duka mendalam dan isak tangis
keluarga menyelimuti prosesi pemakaman militer Sertu Arifin Cepa, anggota
Koramil 1710-04/Tembagapura yang gugur dalam insiden penembakan di Mile 50
Tembagapura, Rabu (11/2/26) sekitar pukul 15.05 WIT. Jenazah almarhum dikebumikan
di pekarangan rumah duka yang terletak di Jalan Budi Utomo Ujung, Timika, pada
hari Kamis (12/2/26).Prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer sebagai wujud
penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdian almarhum kepada negara dan
bangsa.Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol
Inf Tri Purwanto, S.I.P., menyampaikan rasa duka cita mendalam atas
berpulangnya prajurit yang tengah menjalankan tugas negara tersebut. Kodam
XVII/Cenderawasih dengan tegas mengutuk keras aksi teror yang telah
menghilangkan nyawa seorang prajurit TNI. "Kami mengutuk sekeras-kerasnya aksi keji ini. TNI akan
terus hadir untuk menjamin keamanan masyarakat dan tidak akan pernah mundur
dalam menghadapi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara serta
keselamatan seluruh warga," tegasnya.Letkol Inf Tri Purwanto menambahkan bahwa Kodam
XVII/Cenderawasih tetap berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas keamanan di
wilayah Papua serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dan
objek vital nasional yang ada. Pihaknya juga memastikan bahwa aksi-aksi teror seperti ini
tidak akan mengendurkan semangat TNI dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).Dalam insiden penembakan tersebut, selain menyebabkan
gugurnya Sertu Arifin Cepa, seorang prajurit lainnya bernama Serka Hendrikus
juga mengalami luka-luka. Selain itu, seorang karyawan kontraktor KPI PTFI
bernama Herman Rustaman juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut."Para korban luka saat ini berada dalam kondisi stabil
dan telah mendapatkan penanganan medis secara intensif di rumah sakit,"
ujar Kapendam. Aparat keamanan saat ini masih terus melakukan pengamanan
dan pendalaman terkait insiden tersebut untuk mengungkap motif serta pelaku di
balik aksi penembakan. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Feb 2026, 22:22 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru