logo-website
Minggu, 19 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
"Janji Habis, Bukti Nol": Warga Kecewa Kinerja Bupati Yoas Beon, Soroti Janji Kampanye Papuanewsonline.com, Nduga – Seorang warga Kabupaten Nduga bernama Itan Kwijangge menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja Bupati Yoas Beon. Kritik tersebut disampaikan melalui rekaman pesan suara yang beredar melalui aplikasi WhatsApp dan berisi sejumlah sorotan terhadap pelaksanaan pemerintahan daerah.Dalam keterangannya, Itan menilai berbagai janji yang disampaikan saat masa kampanye belum terlihat realisasinya setelah kepala daerah menjabat. Ia mengaku telah memberikan kepercayaan pada saat Pilkada, namun hingga kini belum melihat perubahan yang dirasakan masyarakat."Janji-janji sampai dia pemasas sudah habis. Jadi percuma juga bupati sekarang ini," kata Itan, Minggu (28/6/2026). Ia menilai harapan masyarakat terhadap kepemimpinan saat ini belum terjawab melalui program maupun pembangunan yang nyata.Selain menyinggung realisasi janji kampanye, Itan juga menyoroti kondisi keamanan di wilayah Nduga. Menurutnya, situasi yang berkembang membuat sebagian masyarakat merasa khawatir saat beraktivitas sehingga pemerintah daerah dinilai perlu mengambil langkah yang lebih nyata."TNI Polri ini mereka berkeliaran di hutan-hutan. Jadi masyarakat takut segala macam," ujarnya. Ia berpendapat kepala daerah seharusnya turut berperan dalam mengendalikan situasi agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan rasa aman.Keluhan lainnya berkaitan dengan fasilitas penerangan jalan yang disebut belum mendapat perhatian. Itan mengatakan lampu jalan yang tidak berfungsi telah menjadi keluhan masyarakat dan bahkan memunculkan rencana aksi penyampaian aspirasi di kawasan Pelan."Bapak ini lampu tidak bisa. Jadi bapak harus tanggung jawab lampu ini," kata Itan. Ia juga mengkritik arah kebijakan pemerintah daerah yang menurutnya justru mengembalikan tanggung jawab penyelesaian persoalan kepada masyarakat."Bupati bilang kita perintah untuk bupati amankan ini. Bupati kembali suruh masyarakat. Masyarakat yang jalan," ujarnya. Di akhir rekaman, Itan berharap suaranya dapat diketahui publik secara luas. "Tolong berita sampaikan ke dunia supaya dia harus sadar dan dia harus tahu diri," katanya.Redaksi mencatat seluruh pernyataan tersebut sebagai bentuk kritik yang disampaikan oleh warga. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Yoas Beon maupun Pemerintah Kabupaten Nduga terkait persoalan yang disampaikan. Asas praduga tidak bersalah, keberimbangan, dan hak jawab tetap dijunjung dalam pemberitaan ini. Redaksi juga telah berupaya meminta konfirmasi kepada pemerintah daerah dan akan memperbarui berita apabila telah menerima keterangan resmi.Penulis: Hendrik Editor: GF 29 Jun 2026, 16:21 WIT
Rekomendasi Destinasi Wisata di Timika, Cocok untuk Liburan Panjang Papuanewsonline.com, Mimika – Menjelang masa liburan panjang, warga Timika dan sekitarnya kini memiliki beragam pilihan tempat rekreasi yang keindahannya tak kalah menarik dibandingkan daerah lain. Sebagai ibu kota Kabupaten Mimika, Timika memang dikenal sebagai kawasan industri dan jasa dengan kehadiran PT Freeport Indonesia, namun di balik itu tersimpan sejumlah daya tarik wisata alam, sejarah, budaya, hingga edukasi yang sayang untuk dilewatkan. Bagi pencinta sejarah, Pantai Keakwa menjadi destinasi wajib. Situs ini menyimpan jejak Perang Dunia II dengan peninggalan seperti tank, pesawat tempur, meriam, dan mortar bekas tentara Amerika dan Jepang yang masih terawat baik. Selain nilai sejarahnya, pantai ini juga dikenal memiliki hasil laut yang melimpah. Sementara itu, Pantai Ipaya yang merupakan gabungan kawasan Ipiri, Paripi, dan Yaraya menawarkan hamparan pasir putih luas, serta kesempatan berkeliling laut atau memancing menggunakan perahu sewaan. Untuk rekreasi keluarga, tersedia sejumlah tempat seperti Waterboom SP 3 Park, Hokky Swimming Pool, dan Pemandian Pelangi Kilo 8 yang dilengkapi wahana air, fasilitas istirahat, serta tempat makan. Pilihan lain adalah Kali Kyura, yang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari kota, cocok untuk bersantai di tengah suasana alami. Tak kalah istimewa, Taman Nasional Lorentz yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia menjadi taman nasional terbesar di Asia Tenggara dengan kekayaan flora, fauna, dan budaya yang masih alami. Bagi yang ingin menikmati pemandangan, Pantai Kampus Biru menawarkan air laut berwarna kebiruan dan ombak tenang, sangat pas untuk menyaksikan matahari terbenam. Sementara itu, kawasan Tambang Grasberg dan Kuala Kencana juga menjadi daya tarik tersendiri. Perlu diketahui, kedua lokasi ini dikelola secara ketat oleh PT Freeport Indonesia, sehingga kunjungan hanya dapat dilakukan dengan izin resmi dan pemeriksaan keamanan yang berlaku. Dengan beragam pilihan ini, liburan panjang di Timika tidak perlu pergi jauh. Setiap tempat memiliki keunikan tersendiri, mulai dari pesona alam, nilai sejarah, hingga pemandangan yang menenangkan. Pastikan untuk mematuhi aturan dan persyaratan kunjungan di setiap lokasi agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 16:27 WIT
BPS Mimika Catat Tingkat Pengangguran Terbuka Naik Menjadi 6,75 Persen Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika merilis data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2025 sebesar 6,75 persen. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen poin dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Data tersebut bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional yang dilaksanakan pada Agustus hingga awal September 2025. Kepala BPS Mimika, Dian Sudarmanto, menjelaskan persentase tersebut dihitung terhadap jumlah angkatan kerja, bukan total penduduk. Periode itu tercatat ada sekitar 155 ribu orang masuk kategori angkatan kerja, dengan jumlah pengangguran mencapai 10.470 jiwa. Angkatan kerja mencakup warga usia 15 tahun ke atas yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan, tidak termasuk yang masih sekolah atau tidak aktif mencari kerja. Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja turun 0,43 persen poin. TPAK laki-laki tercatat 84,56 persen, jauh lebih tinggi dibanding perempuan di angka 47,77 persen. Sektor usaha didominasi jasa sebesar 48 persen, diikuti industri 26,6 persen dan pertanian 25,3 persen, dengan lebih dari separuh pekerja bergerak di sektor informal. Dian juga menjelaskan perbedaan data dengan catatan komunitas pencari kerja yang mencapai 14 ribu orang. Menurutnya, konsep penghitungan berbeda: BPS menggolongkan usaha sendiri, bertani, atau berdagang sebagai pekerjaan, sedangkan data komunitas lebih berfokus pada pencari kerja formal saja. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 16:23 WIT
Ketua Pemuda Kei Mimika Edoardus Rahawadan Evaluasi Kinerja Mantan Kapolres dan Sampaikan Harapan Papuanewsonline.com, Mimika – Ketua Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan, menyampaikan penilaian kinerja dan harapan untuk kepemimpinan Polres Mimika. Pernyataan itu dirilis pada Sabtu, 27 Juni 2026. Penilaian Awal terhadap Penegakan Hukum  Menurut Edoardus, Kapolres Mimika periode sebelumnya "tidak memberikan dampak positif yang nyata bagi penegakan hukum di Kabupaten Mimika". Ia menilai situasi hukum di daerah belum berjalan optimal. Dugaan Intervensi dalam Proses Hukum  Edoardus menduga "terdapat intervensi atau perlindungan dari pihak yang berkuasa yang membuat proses hukum tidak berjalan adil". Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk evaluasi dari Pemuda Kei Mimika. Sorotan Kasus Jembatan Waa Banti  Ia mencontohkan kasus pembangunan Jembatan Waa Banti. "Jembatan Waa Banti, yang diduga memiliki dukungan pihak tertentu namun penyelesaiannya tidak jelas dan seolah hilang di tangan kepemimpinan beliau," ujar Edoardus. Sorotan Perjudian Jenis Togel  Edoardus juga menyoroti persoalan sosial. "Permasalahan seperti perjudian jenis togel terlihat menjamur dan tidak tertangani secara tegas selama masa jabatannya," katanya. Ia menilai hal itu menunjukkan lemahnya pengawasan. Dinilai Hanya Pelengkap Struktur  Lebih lanjut, Edoardus menilai keberadaan mantan Kapolres "lebih bersifat administratif semata". "Beliau ibarat hanya melengkapi struktur organisasi kepolisian, tanpa menampakkan ketegasan, inisiatif, maupun hasil kerja yang dirasakan warga Mimika," jelasnya. Harapan untuk Kapolres Baru  Untuk pimpinan baru, Edoardus berharap Kapolres Mimika dapat bekerja sungguh-sungguh, melayani masyarakat, serta memprioritaskan penegakan hukum yang berpihak pada kepentingan umum. Poin Desakan Pemuda Kei  Edoardus mendesak dua hal. Pertama, "mengaktifkan kembali fungsi Reskrim, Satuan Tipikor, dan Satuan PPA secara optimal". Kedua, "membuktikan semangat Polri Presisi bukan slogan kosong, melainkan terwujud dalam tindakan nyata, penindakan tegas, dan transparansi". Redaksi dan Hak Jawab  Edoardus Rahawadan, Ketua Pemuda Kei Mimika. Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi dan hak jawab kepada Kapolres Mimika periode sebelumnya dan Kapolres Mimika yang baru. Hingga berita diturunkan belum ada keterangan resmi. Penulis: Hendrik Editor: GF 28 Jun 2026, 16:19 WIT
TPNPB Klaim Gereja Santo Paulus Nabuni di Intan Jaya Diduduki Militer Sejak 26 Juni Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan Siaran Pers Ke II pada Sabtu, 27 Juni 2026 yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom. Dalam rilis tersebut, TPNPB membuat sejumlah klaim terkait operasi militer di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Klaim Pendudukan Gereja Sejak 26 Juni Pukul 23.00 WIT  Menurut rilis TPNPB, pihaknya menerima laporan dari PIS TPNPB Kota Sugapa. "Aparat militer Indonesia telah mengambil alih Gereja Santo Paulus Nabuni Mbamogo sejak hari Jumat, 26 Juni 2026 sekitar jam 23.00 hingga siang ini," tulis rilis tersebut. Redaksi mencatat ini merupakan klaim sepihak TPNPB. Klaim Operasi Militer Picu Pengungsian Warga  TPNPB mengklaim operasi militer Indonesia di kampung-kampung Distrik Agisiga sejak malam 26 Juni mengakibatkan warga sipil mengungsi. "Warga sipil mengungsi ke hutan-hutan dan pusat Kota Sugapa, Kabupaten Intan Jaya untuk mencari perlindungan," demikian isi rilis. Klaim Penggunaan Drone, Helikopter dan Tembakan Terus Menerus  Dalam laporan lebih lanjut, TPNPB mengklaim sejak malam 26/6 aparat melakukan "serangan bom menggunakan drone dan helikopter militer terus melakukan operasi dari pusat Kota Sugapa ke seluruh wilayah Intan Jaya sementara operasi darat juga terjadi dan bunyi tembakan sejak kemarin hingga siang ini masih terus terjadi." Klaim Korban Sipil Sejak 17 Mei 2026  TPNPB mengklaim sejak 17 Mei 2026 banyak warga sipil mengungsi dari Kampung Mbamogo, Soali, Danggoa dan sekitar Distrik Agisiga. Sebabnya, kata rilis, "serangan drone militer Indonesia terhadap Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni Mbamogo yang mengakibatkan empat warga sipil korban setelah keluar dari ibadah pada hari Minggu." TPNPB menyebut jumlah korban lain belum diketahui karena wilayah "masih di kuasai oleh aparat militer Indonesia." Klaim Rumah Warga Dibakar & Fasilitas Sipil Dijadikan Pos  Rilis TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto "agar segera mengeluarkan seluruh aparat militer Indonesia yang sedang menduduki pemukiman warga sipil lalu jadikan rumah-rumah warga, sekolah dan gereja-gereja sebagai pos militer agar segera dihentikan dan kembalikan fasilitas sipil ke rana sipil." Desakan ke Menhan, Panglima TNI dan PBB  TPNPB juga "menegaskan kepada Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subyanto dan jajarannya agar hentikan penggunaan drone, helikopter dan senjata berat". Serta mendesak PBB "agar segera mengirimkan tim ke Papua dalam menyelidiki kejahatan perang... dan segera memberikan mandat kepada Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB untuk turun ke Papua." Upaya Konfirmasi: TNI, Polri dan Pemda Intan Jaya Belum Berkomentar  Sesuai Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik, redaksi telah berupaya meminta keterangan resmi kepada TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya terkait klaim pendudukan gereja, pembakaran rumah, jumlah pengungsi, dan penggunaan drone. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait. Redaksi membuka ruang hak jawab 1x24 jam. Catatan Redaksi: Asas Keberimbangan dan Praduga Tak Bersalah  Redaksi menegaskan seluruh isi poin 1-6 adalah klaim, pengakuan, dan desakan dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM melalui Jubir Sebby Sambom, tertanggal 27 Juni 2026. Kebenaran peristiwa tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi. Asas praduga tak bersalah berlaku untuk semua pihak yang disebut dalam rilis.   Penulis: Hendrik Editor: GF 28 Jun 2026, 15:06 WIT
Hukum Masuk Tembok: Law Firma Golda Ajak Warga Binaan Lapas Timika Kenal Hak & Kewajiban Papuanewsonline.com, Mimika  – Untuk sehari, ruang di Lapas Kelas IIB Timika berubah jadi ruang kelas. Law Firma Golda datang membawa materi hukum dasar untuk puluhan warga binaan. Tujuannya satu, agar bekal itu dipakai saat mereka kembali ke masyarakat. Isi & Peserta  Penyuluhan fokus pada hak dan kewajiban hukum. Kegiatan diikuti puluhan warga binaan dan didampingi petugas pembina Lapas. Law Firma Golda menyebut ini bagian dari komitmen mendukung akses keadilan di Mimika. Suara Pendiri  Pendiri Law Firma Golda, Edoardus Rahawadan, mengapresiasi Lapas Timika. "Kami sangat mengapresiasi langkah Lapas Kelas IIB Timika yang membuka ruang bagi kami untuk berbagi pengetahuan hukum," kata Edoardus dalam sambutannya. Makna Kegiatan  Edoardus menyebut kerja sama ini positif karena pembinaan tidak berhenti di pengawasan. "Ini luar biasa, karena pembinaan juga memberikan bekal pemahaman hukum agar warga binaan menyadari haknya dan memahami batasan kewajibannya," ujarnya. Harapan ke Warga Binaan  Ia berharap materi ini jadi bekal setelah bebas. "Semoga penyuluhan ini dapat menjadi bekal berharga, mencegah terulangnya perbuatan yang melanggar hukum, serta membangun pola pikir yang lebih bertanggung jawab," kata Edoardus. Harapan ke Lapas  Untuk Lapas, Edoardus mendorong program ini jadi kegiatan rutin. "Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan, sehingga program pembinaan hukum mendukung keberhasilan tujuan pemasyarakatan," jelasnya. Pesan ke Publik  Edoardus juga menyorot akses hukum yang setara. "Kegiatan ini contoh bahwa layanan hukum tidak hanya untuk pihak tertentu, tetapi juga menjangkau semua lapisan, sebagai wujud keadilan dan kesetaraan di hadapan hukum," katanya. Kegiatan berlangsung lancar. Redaksi telah menerima dokumentasi dari penyelenggara. Hingga berita ini diturunkan, pihak Lapas Kelas IIB Timika menyatakan kegiatan berjalan sesuai rencana.   Penulis: Hendrik Editor: GF 28 Jun 2026, 14:58 WIT
TPNPB Klaim Kantongi Senjata SS2 Milik Aparat di Puncak Jaya Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – TPNPB Kodap XXV Yambi mengklaim telah menguasai satu pucuk senjata jenis SS2 di wilayah Puncak Jaya. Klaim itu disampaikan Juru Bicara KOMNAS TPNPB, Sebby Sambom, dalam siaran pers ke-III, Sabtu 27 Juni 2026. Menurut siaran pers, senjata tersebut disebut milik aparat keamanan Indonesia dari Pos Tigineri yang hilang di sungai pada 2023. TPNPB menyebut senjata ditemukan pada 27 Juni 2026 dan saat ini berada di Markas Kodap XXV Yambi. Dalam rilis, TPNPB menyebut nama Brigjen Tengamati Enumbi, Mayor Mayu Telenggen, dan Mayor Lerimayu Enumbi sebagai pimpinan di Kodap XXV Yambi. Redaksi mencatat nama tersebut sebagaimana termuat dalam dokumen rilis. Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum dapat memverifikasi secara independen kebenaran klaim, kondisi, maupun keberadaan senjata yang dimaksud. Tidak ada bukti visual, nomor seri, atau keterangan pihak ketiga independen yang diterima. Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi kepada Polda Papua, Kodam XVII/Cenderawasih, dan Kogabwilhan III terkait kebenaran klaim kehilangan senjata tahun 2023 dan temuan yang diklaim pada 27 Juni 2026. Hingga berita naik belum ada keterangan resmi. Kepemilikan, penguasaan, dan penggunaan senjata api di Indonesia diatur oleh undang-undang yang berlaku. Redaksi tidak memuat detail teknis, lokasi pasti, atau informasi taktis terkait senjata demi keamanan publik. Sesuai Kode Etik Jurnalistik, berita ini tidak memuat ajakan, seruan, narasi pembenaran kekerasan, atau propaganda. Tujuannya hanya mencatat adanya siaran pers sebagai perkembangan informasi. Berita ini hanya memuat klaim sepihak dari pihak TPNPB. Redaksi akan melakukan pemutakhiran jika telah ada keterangan resmi dari TNI-Polri atau pihak berwenang lainnya.   Penulis: Hendrik Editor: GF 28 Jun 2026, 14:39 WIT
Yayasan Amungsa Cares Papua Jalani Visitasi Akreditasi Lembaga Sosial Papuanewsonline.com, Mimika – Yayasan Amungsa Cares Papua yang beralamat di Jalan Pasar Damai, Timika, menjalani proses visitasi akreditasi sebagai Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) pada Sabtu (27/6/2026). Penilaian dilakukan oleh tim asesor dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jayapura bersama perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Mimika. Proses ini meliputi pengecekan kelengkapan dokumen, pengamatan langsung terhadap sarana dan prasarana, serta wawancara dengan pengurus dan pelaksana program. Tim menilai berbagai aspek mulai dari tata kelola, administrasi, mutu layanan, kemampuan sumber daya manusia, hingga manfaat yang dirasakan masyarakat, sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Sosial. Direktur Yayasan Amungsa Cares Papua, Enny Kenangalem, menyambut baik kegiatan ini. Ia menegaskan akreditasi bukan sekadar syarat administratif, melainkan kesempatan untuk memperbaiki kinerja dan memastikan layanan berjalan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. “Setiap masukan menjadi bekal kami agar lebih baik lagi,” ujarnya. Selama ini yayasan secara konsisten melaksanakan program di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan, dan pendampingan sosial guna meningkatkan kualitas hidup warga. Dengan proses ini, lembaga berkomitmen menjaga standar tinggi agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan.   Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 10:53 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT