Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
TPNPB Klaim Warga Sipil Tewas Ditembak Aparat Militer di Tolikara
Papuanewsonline.com, Tolikara — Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim seorang warga sipil bernama Alias Papuagen alias Korona Penggu (19), warga Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara, meninggal dunia setelah diduga ditembak aparat militer Indonesia.Dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (30/6/2026), Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (27/6/2026) di kawasan Puncak Mega Kubu Belela, Kabupaten Tolikara.Menurut Sebby, laporan yang diterima dari PIS TPNPB menyebut korban diduga ditembak oleh aparat militer Indonesia."Aparat militer Indonesia telah menembak mati seorang pria atas nama Alias Papuagen atau biasa disebut Korona Penggu, pria berusia 19 tahun, selaku warga sipil yang berasal dari Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara," tulis Sebby Sambom dalam siaran persnya.TPNPB juga mengklaim jasad korban sempat dibuang ke dalam hutan. Setelah mendengar suara tembakan, warga disebut mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban telah meninggal dunia dengan luka tembak. Selanjutnya, warga mengevakuasi jenazah untuk menjalani prosesi kremasi di kampung halamannya.Menanggapi peristiwa tersebut, Sebby Sambom meminta pemerintah menghentikan tindakan penembakan terhadap warga sipil di Papua."Kami menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Agus Subiyanto agar menghentikan penembakan terhadap warga sipil di seluruh Tanah Papua selama operasi militer yang berlangsung di kampung-kampung," ujarnya.Selain itu, TPNPB juga meminta Palang Merah Internasional dan lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM dan dampak konflik bersenjata di Tanah Papua.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun instansi berwenang terkait klaim yang disampaikan TPNPB dalam siaran pers tersebut.Penulis: BimEditor: GF
01 Jul 2026, 00:30 WIT
Gembala GKI Tewas Ditembak Saat Mengungsi, Intan Jaya Kembali Mencekam
Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis laporan mengenai insiden berdarah yang diklaim terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam siaran pers tertanggal 30 Juni 2026, peristiwa tersebut disebut berlangsung pada 29 Juni 2026 dan mengakibatkan seorang gembala jemaat meninggal dunia, sementara dua warga lainnya mengalami luka tembak.Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut korban meninggal bernama Elianus Agimbau, 20 tahun. Menurut TPNPB, Elianus merupakan gembala Jemaat GKI sekaligus aparat kampung di Kampung Kupia, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya.Berdasarkan laporan PIS TPNPB yang dikutip dalam siaran pers tersebut, Elianus Agimbau bersama Sandi Agimbau berangkat dari Kampung Kupia menuju Kota Sugapa untuk mengungsi. Setibanya di Pangkalan Ojek Mbamogo, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, keduanya disebut ditembak aparat militer Indonesia yang siaga di kawasan hutan. Lokasi kejadian disebut berada di wilayah perbatasan antara Distrik Sugapa dan Distrik Agisiga.TPNPB juga menyatakan jenazah Elianus Agimbau diduga dibuang ke semak-semak dan ditutup dengan rumput di sekitar pangkalan ojek tersebut. Warga sipil dari Kota Sugapa disebut baru berhasil mengevakuasi jenazah pada 30 Juni 2026 setelah memperoleh informasi dari pihak keluarga. Sementara itu, Sandi Agimbau disebut berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke kawasan hutan di sekitar Mbamogo.Selain itu, dalam siaran pers yang sama, TPNPB menyebut dua warga lainnya, yakni Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau, ditembak pada 29 Juni 2026 di Kampung Titigi, Distrik Sugapa. Menurut keterangan tersebut, keduanya sedang membangun Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius bersama umat lainnya ketika insiden terjadi.TPNPB menyatakan Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau saat ini masih menjalani perawatan di Gereja Katolik Titigi. Keduanya disebut belum dapat dirujuk ke RSUD karena dituduh aparat sebagai anggota TPNPB Kodap VIII Intan Jaya. Klaim mengenai larangan memperoleh layanan kesehatan tersebut hingga kini belum dapat dikonfirmasi kepada pihak rumah sakit.Dalam laporannya, TPNPB juga menyebut operasi militer berlangsung pada 26 hingga 29 Juni 2026 di Distrik Agisiga dan Distrik Sugapa. Operasi tersebut diklaim melibatkan serangan menggunakan helikopter, drone roket, serta operasi darat yang disebut mengakibatkan rumah warga, gereja, dan sejumlah fasilitas sipil terbakar. TPNPB juga menyatakan kondisi para warga yang mengungsi ke kawasan hutan hingga kini belum diketahui.Atas peristiwa tersebut, TPNPB meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil langkah terhadap Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. TPNPB menyebut insiden ini kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum humaniter internasional, serta mendesak investigasi Dewan Keamanan dan Dewan HAM PBB.Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, maupun Gereja Katolik setempat terkait berbagai klaim dalam siaran pers tersebut. Berita ini memuat seluruh isi Siaran Pers TPNPB tertanggal 30 Juni 2026. Redaksi membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya bagi seluruh pihak yang berkepentingan.Penulis: HendrikEditor: GF
01 Jul 2026, 00:17 WIT
Mudah dan Praktis, Warga SP 6 Antusias Manfaatkan Layanan Pajak Keliling
Papuanewsonline.com, Mimika – Masyarakat di kawasan SP 6, Kampung Naena Muktipura, Distrik Iwaka, memberikan sambutan yang sangat positif terhadap layanan pajak keliling yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika pada Senin (29/6/2026). Kehadiran layanan ini semakin meningkatkan kesadaran warga untuk menunaikan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB‑P2) sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah. Sejak pagi hari, warga sudah berdatangan mengikuti kegiatan tersebut. Didampingi perwakilan Bank Papua, petugas Bapenda melayani setiap transaksi dengan cepat dan tertib agar tidak memakan waktu lama. Sebagai bentuk apresiasi, setiap wajib pajak yang melunasi kewajibannya mendapatkan hadiah berupa tumbler atau kaos sebagai insentif tambahan. Warga setempat merasakan manfaat langsung dari layanan ini. Salah satu warga menyatakan kehadiran tim pajak keliling sangat memudahkan, menghemat biaya perjalanan, serta menghindari keterlambatan pembayaran akibat kesibukan sehari‑hari. Diharapkan layanan serupa dapat terus diadakan di wilayah lain agar akses pembayaran pajak semakin mudah, sehingga partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan Kabupaten Mimika semakin meningkat.Penulis: JidEditor: GF
30 Jun 2026, 23:54 WIT
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Mimika Gelar Doa Lintas Agama
Papuanewsonline.com, Mimika – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Mimika bersama Batalyon B Satuan Brimob Polda Papua Tengah menggelar doa lintas agama di Aula Cartenz, Jalan Agimuga Mile 32, pada Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud syukur sekaligus pengingat peran strategis Polri dalam menjaga keamanan dan persatuan daerah. Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menyatakan peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk merenungkan perjalanan pengabdian dan mempertegas komitmen. “Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang profesional, modern, serta berlandaskan nilai kemanusiaan dan keadilan,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya doa lintas agama bagi Mimika yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan keyakinan. Perbedaan itu bukan penghalang, melainkan kekayaan yang harus dipelihara sebagai modal persatuan. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta memohon kekuatan, kebijaksanaan, serta keselamatan bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas. Selain itu, doa juga dipanjatkan agar situasi keamanan dan ketertiban di Mimika tetap kondusif demi kelancaran pembangunan. Kapolres mengingatkan bahwa menjaga keamanan bukan tugas aparat semata, melainkan tanggung jawab bersama. Ia mengajak warga menjaga toleransi, menolak provokasi, ujaran kebencian, dan berita bohong.Penulis: JidEditor: GF
30 Jun 2026, 23:45 WIT
Satgas Pamtas RI‑PNG Wujudkan Peran Sosial, Dampingi Anak Belajar Menggambar di Perbatasan
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia‑Papua Nugini tahun 2026 tidak hanya menjalankan tugas utama menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Di daerah penugasan, para personel juga aktif melaksanakan peran sosial guna mendukung kemajuan generasi muda di wilayah perbatasan. Salah satunya dilakukan oleh prajurit Batalyon Parako 462 Pasgat Pos Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Selasa (30/6/2026).Kegiatan yang diadakan adalah pendampingan belajar menggambar dan mewarnai bagi anak‑anak yang tinggal di sekitar pos pengamanan. Para prajurit dengan sabar mengajari cara memegang alat gambar yang benar, mengembangkan daya imajinasi, serta teknik mewarnai yang rapi dan indah. Meskipun fasilitas yang tersedia terbatas, semangat anak‑anak dan kesungguhan para pendamping menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh makna. Komandan Pos Tanah Merah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan wilayah serta pendekatan persaudaraan antara TNI dan masyarakat. “Selain menjaga keamanan, kami ingin hadir sebagai sahabat dan pendamping warga. Melalui kegiatan sederhana ini, kami berharap dapat menumbuhkan minat belajar, kreativitas, serta semangat meraih cita‑cita pada anak‑anak di perbatasan,” ujarnya. Langkah ini juga bertujuan mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga, sehingga kehadiran TNI benar‑benar dirasakan manfaatnya tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan pembinaan generasi penerus. Anak‑anak pun terlihat antusias mengikuti setiap arahan, menunjukkan kegembiraan dapat belajar hal baru bersama para prajurit.Penulis: JidEditor: GF
30 Jun 2026, 23:33 WIT
59 Personel Polda Papua Tengah Terima Kenaikan Pangkat Periode 1 Juli 2026
Papuanewsonline.com, Nabire –
Sebanyak 59 personel yang terdiri dari anggota Polri dan Pegawai Negeri Sipil
(PNS) resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam upacara
Korps Raport yang digelar di Lapangan Polda Papua Tengah, Jalan Pwpera, Distrik
Nabire, pada Selasa (30/6/2026) pagi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, dan turut dihadiri oleh
pengurus Bhayangkari serta keluarga para penerima kenaikan pangkat. Dari jumlah tersebut, rinciannya
meliputi 3 Perwira Menengah, 2 Perwira Pertama, 52 Bintara, 1 Tamtama, dan 1
orang PNS. Kenaikan pangkat ini berlaku
efektif mulai 1 Juli 2026 dan dinilai bukan sekadar seremonial, melainkan
penanda semangat baru untuk mempererat hubungan serta meningkatkan kualitas
pelayanan kepada masyarakat. Kapolda menegaskan bahwa kenaikan
pangkat merupakan wujud apresiasi negara dan institusi atas dedikasi,
kesetiaan, serta kinerja yang telah ditunjukkan selama bertugas. Namun, ia mengingatkan agar
pencapaian ini tidak menimbulkan rasa sombong, melainkan menjadi amanah yang
membutuhkan profesionalisme, integritas, dan keteladanan yang lebih tinggi. Menghadapi dinamika tantangan
keamanan di wilayah Papua Tengah, Brigjen Jermias berpesan agar seluruh
personel senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga komitmen keamanan,
serta mengutamakan pendekatan yang manusiawi, cepat tanggap, dan berkeadilan. Ia juga menyampaikan rasa terima
kasih kepada keluarga dan Bhayangkari atas dukungan dan doa yang menjadi
kekuatan utama para anggota dalam menjalankan tugas. Penulis: Jid
Editor: GF
30 Jun 2026, 21:52 WIT
Mentan Amran: Bangun Kemandirian Pangan Papua, Bukan Ambil Alih Lahan
Papuanewsonline.com, Jakarta –
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan sektor
pertanian di Papua bertujuan mewujudkan kemandirian pangan serta meningkatkan
kesejahteraan masyarakat setempat. Menurutnya, kebutuhan pangan warga Papua
harus dipenuhi dari hasil produksi lokal, dengan mengembangkan komoditas
seperti beras, sagu, ubi, dan tanaman unggulan lainnya. Ia menekankan bahwa program Cetak
Sawah Rakyat bukanlah bentuk penguasaan lahan milik warga. Sebaliknya, pemerintah hadir
untuk membantu masyarakat adat mengoptimalkan lahan yang mereka miliki melalui
penyediaan alat pertanian, jaringan irigasi, benih unggul, serta pendampingan
teknologi budidaya secara langsung. Dukungan tersebut mulai
menunjukkan hasil nyata. Produktivitas gabah yang sebelumnya hanya sekitar 3
ton per hektare kini meningkat menjadi 7 ton. Siklus tanam pun bertambah dari
satu kali menjadi hingga tiga kali dalam setahun, sehingga produksi dan
pendapatan petani terus meningkat. Harga beras di pasar yang sempat mencapai
Rp30 ribu per kilogram juga turun menjadi sekitar Rp12 ribu per kilogram. Pemerintah telah menyalurkan
total anggaran sekitar Rp5 triliun untuk pembangunan pertanian di Papua, yang
meliputi bantuan tahun lalu sebesar Rp2 triliun dan Rp3,2 triliun pada tahun
ini. Dana tersebut digunakan untuk
pengadaan traktor, perbaikan irigasi, serta penyediaan bibit kakao, kopi, ubi,
dan sagu. Luas lahan tanam pun kini mencapai sekitar 80 ribu hektare. Penulis: Jid
Editor: GF
30 Jun 2026, 21:47 WIT
152 Rumah di Mimika Lolos Verifikasi Awal Program Bedah Rumah
Papuanewsonline.com, Mimika –
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKP2) Kabupaten Mimika,
Papua Tengah, mengumumkan sebanyak 152 unit rumah milik warga yang tersebar di
18 distrik telah berhasil melewati tahap verifikasi pertama dalam program
peningkatan kualitas rumah atau bedah rumah. Hal ini disampaikan langsung oleh
Kepala Dinas, Abriyanti Nuhuyanan, di Pusat Pemerintahan pada Senin
(29/6/2026). Proses penentuan penerima bantuan
dilakukan secara bertahap melalui Aplikasi Sistem Informasi Bantuan Perumahan
(SIBARU), sebuah sistem digital milik Kementerian Perumahan dan Kawasan
Permukiman. Data diajukan dan diverifikasi
terlebih dahulu oleh pemerintah distrik untuk menilai tingkat kerusakan
bangunan, apakah termasuk kategori rusak berat, sedang, atau ringan. Sementara itu, untuk tahap kedua
dengan kuota total 300 unit rumah, baru 224 data yang berhasil diunggah dan
masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Abriyanti mengakui bahwa jumlah
bantuan yang tersedia belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga, sehingga
pihaknya terus menunggu kelengkapan data dari setiap distrik agar penyaluran
dapat berjalan tepat sasaran. Setelah verifikasi selesai, tim
akan melakukan pengecekan akhir sebelum pekerjaan dimulai. Setiap rumah yang
mendapatkan bantuan akan menerima dana sekitar Rp50 juta yang khusus digunakan
untuk perbaikan fisik bangunan. Salah satu tantangan utama adalah
akses menuju lokasi yang sulit dijangkau, mengingat anggaran yang diberikan
hanya mencakup biaya pembangunan saja. Penulis: Jid
Editor: GF
30 Jun 2026, 21:42 WIT
42 Ton Ikan Bawal Hitam Asal Mimika Diekspor Perdana ke Malaysia
Papuanewsonline.com, Mimika –
Sebanyak 42 ton ikan bawal hitam dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi
dikirim ke Malaysia melalui Pelabuhan Perikanan Pomako pada Selasa (30/6/2026).
Ekspor perdana ini bernilai sekitar Rp756 juta dan menjadi tonggak baru bagi
komoditas perikanan daerah untuk menembus pasar internasional. Pengiriman
dilakukan oleh CV Seafood Sejahtera Papua dan telah memenuhi standar kesehatan
yang ditetapkan. Kepala Karantina Papua Tengah,
Anton Panji Mahendra, menyatakan seluruh tahapan telah diperiksa ketat, mulai
dari kondisi kesehatan ikan hingga kelengkapan dokumen. Pihaknya juga menerapkan sistem
digital Permohonan Tindakan Karantina Online untuk mempercepat layanan,
memangkas birokrasi, serta menjaga kualitas hasil tangkapan agar tetap segar
selama perjalanan. “Kami hadir bukan untuk
menghambat, melainkan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha. Sertifikasi yang
terjamin akan menjaga reputasi produk perikanan kita di kancah dunia,” ujar
Anton. Ia juga mengapresiasi kerja sama
berbagai instansi yang mendukung kelancaran proses pengiriman ini. Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz
Nawipa, menilai ekspor ini sebagai momentum kebangkitan sektor kelautan dan
perikanan. Ia berharap keberhasilan ini
dapat menarik investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan
masyarakat pesisir, serta mendorong lebih banyak komoditas unggulan daerah
masuk ke pasar luar negeri. Penulis: Jid
Editor: GF
30 Jun 2026, 21:38 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru