logo-website
Minggu, 19 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
TPNPB Kecam Penangkapan Warga di Tambrauw, Desak Pemerintah Hentikan Operasi Militer Papuanewsonline.com, Tambrauw - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyampaikan kecaman terhadap tindakan aparat militer Indonesia yang melakukan penangkapan terhadap lebih dari 10 warga sipil di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, pada 17 hingga 18 Maret 2026. Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers yang dirilis pada 19 Maret 2026.Penangkapan ini disebut terjadi setelah TPNPB Kodap XXXIII Ru Mana Tambrauw melakukan tindakan terhadap dua orang yang mereka sebut sebagai agen intelijen militer. Kedua individu tersebut diklaim memiliki amunisi dan alat komunikasi berupa handy talky (HT) di wilayah yang disebut sebagai zona konflik."TPNPB telah mengeksekusi mati dua agen intelijen militer yang terbukti memiliki amunisi dan HT di wilayah konflik. Namun, aparat militer Indonesia malah menangkap warga sipil yang tidak bersalah," kata Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, dalam siaran persnya.TPNPB kemudian mendesak Presiden Prabowo Subianto beserta jajarannya untuk segera membebaskan warga sipil yang ditangkap. Mereka juga meminta agar operasi militer di kampung-kampung dihentikan guna menghindari dampak lebih luas terhadap masyarakat.Selain itu, TPNPB menyatakan akan memberikan jaminan keamanan bagi warga sipil yang melarikan diri ke hutan akibat operasi militer yang berlangsung. Mereka menilai kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya rasa takut di tengah masyarakat.Dalam pernyataannya, TPNPB juga menuduh adanya tindakan kekerasan terhadap warga yang ditangkap. Disebutkan bahwa aparat melakukan penyiksaan, termasuk mengikat tangan dan menutup mata warga sipil yang diamankan.TPNPB menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Oleh karena itu, mereka meminta agar praktik-praktik tersebut segera dihentikan.Lebih lanjut, TPNPB juga meminta aparat militer untuk tidak melakukan penembakan di wilayah kampung. Mereka menilai tindakan tersebut berpotensi menimbulkan korban jiwa di kalangan masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik.TPNPB turut meminta agar warga sipil yang saat ini mengungsi di hutan dapat kembali ke rumah mereka dengan aman. Mereka menekankan pentingnya menciptakan situasi yang kondusif bagi masyarakat untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari.Dalam penutup pernyataannya, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Mereka juga menyerukan perhatian dari masyarakat internasional terhadap kondisi di Papua Barat serta mendesak pemerintah Indonesia untuk menghentikan operasi militer di wilayah tersebut.  Penulis: HendEditor: GF 19 Mar 2026, 20:44 WIT
TPNPB Bebaskan Tiga Warga Indonesia di Yahukimo, Peringatan Keras Disampaikan kepada Pemerintah  Papuanewsonline.com, Yahukimo - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyatakan telah membebaskan tiga warga Indonesia yang sebelumnya ditangkap di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, pada 18 Maret 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers yang dirilis pada 19 Maret 2026.Pembebasan ini disebut sebagai bentuk peringatan terakhir kepada pemerintah Indonesia. Dalam pernyataannya, TPNPB meminta agar pihak-pihak tertentu segera ditarik dari wilayah yang mereka klaim sebagai zona konflik."Tidak ada lagi jaminan keamanan bagi warga imigran Indonesia yang memasuki wilayah perang," kata Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, dalam siaran persnya. TPNPB juga menyatakan bahwa mereka tidak pernah membunuh masyarakat sipil tanpa mengetahui identitas, tetapi hanya mengeksekusi agen intelijen militer yang terlibat dalam kegiatan ilegal di Papua.Dalam keterangan lebih lanjut, disebutkan bahwa pembebasan tiga warga Indonesia tersebut dilakukan oleh pasukan yang dipimpin oleh almarhum Mayor Bocor Semut Sobolim. Selain itu, TPNPB juga mengimbau agar seluruh pihak yang disebut sebagai agen intelijen militer segera meninggalkan wilayah konflik.TPNPB turut meminta pemerintah Indonesia untuk menghentikan berbagai aktivitas di Papua, termasuk aktivitas pemerintahan dan pembahasan terkait sektor pertambangan. Mereka menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.Pernyataan sikap juga disampaikan terkait tanggung jawab keselamatan. TPNPB menyebut tidak akan bertanggung jawab atas keselamatan warga Indonesia yang memasuki wilayah yang mereka nyatakan sebagai zona konflik.Selain itu, masyarakat Papua juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan pihak-pihak yang dicurigai masih berada di wilayah tersebut. Hal ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga situasi di lapangan.Siaran pers tersebut ditandatangani oleh Sebby Sambom bersama sejumlah pihak yang disebut sebagai pejabat TPNPB. Mereka berharap agar pemerintah Indonesia dapat memahami peringatan yang disampaikan dan mengambil langkah yang dianggap perlu.Peristiwa ini kembali menunjukkan dinamika keamanan di wilayah Yahukimo yang masih menjadi perhatian, serta mencerminkan meningkatnya ketegangan di kawasan yang selama ini kerap dikaitkan dengan konflik bersenjata. Penulis: Hend Editor: GF 19 Mar 2026, 20:43 WIT
SETARA Institute Soroti Dugaan Sabotase Penegakan Hukum dalam Kasus Penyiraman Air Keras  Papuanewsonline.com, Jakarta - Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, melontarkan kritik tajam terhadap dinamika penanganan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Dalam komentar pers yang disampaikan pada 19 Maret 2026, ia menilai terdapat indikasi kuat adanya gangguan serius dalam proses penegakan hukum.Sorotan ini muncul setelah Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI dalam konferensi pers pada 18 Maret menyatakan telah mengamankan empat orang dari Denma BAIS TNI yang diduga terlibat dalam tindak pidana penganiayaan berencana. Keempat terduga pelaku tersebut berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.Di sisi lain, pada hari yang sama, Polda Metro Jaya justru mengungkap dua nama berbeda sebagai terduga pelaku, yakni BAC dan MAK. Bahkan, pihak kepolisian menduga keterlibatan lebih dari empat orang, mengingat pola kejahatan yang dinilai terorganisir, mulai dari pengintaian hingga eksekusi.Perbedaan informasi tersebut dinilai membingungkan publik dan menimbulkan pertanyaan besar terkait transparansi penanganan kasus. Hendardi menyebut situasi ini sebagai sesuatu yang patut dicermati secara serius dalam konteks penegakan hukum yang kredibel.Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus ini secara objektif, terbuka, dan cepat. Instruksi tersebut disampaikan usai rapat di Kantor Kementerian Pertahanan pada 17 Maret 2026.Namun, Hendardi menilai perkembangan yang terjadi justru menunjukkan arah yang berbeda. Ia menyoroti bahwa penyelidikan awal oleh kepolisian sebenarnya telah menunjukkan kemajuan signifikan, termasuk pengumpulan bukti CCTV dan identifikasi awal pelaku.Dalam kritiknya, ia menyatakan, “Namun pada perkembangannya TNI hadir dengan pelintiran alur (plot twist). Tampak jelas bahwa TNI justru menyabotase dan menginterupsi proses penegakan hukum oleh Polri melalui narasi-narasi yang disampaikan kepada publik melalui konferensi pers yang secara substantif menunjukkan perbedaan yang berpotensi mengaburkan pengungkapan kasus.”Hendardi juga menilai bahwa situasi ini berpotensi merugikan korban dan masyarakat sipil secara luas. Menurutnya, inkonsistensi informasi justru dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.Dalam konteks tersebut, ia mendesak pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) oleh Presiden guna memastikan pengungkapan kasus berjalan objektif dan menyeluruh. Tim ini diharapkan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Polri, DPR melalui Komisi III, Komnas HAM, hingga unsur masyarakat sipil.Selain itu, Hendardi mengingatkan agar kasus ini tidak dialihkan ke peradilan militer. Ia menegaskan bahwa tindak pidana umum harus diproses melalui peradilan umum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.Di bagian akhir, ia juga menyoroti dugaan keterlibatan prajurit dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Jika terbukti, hal tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap fungsi intelijen negara yang seharusnya berfokus pada deteksi dini ancaman, bukan memantau warga sipil.Hendardi pun menekankan pentingnya pengungkapan aktor intelektual di balik kasus ini serta evaluasi menyeluruh terhadap BAIS TNI. Ia juga menyebut bahwa Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Kepala BAIS perlu dimintai pertanggungjawaban guna memastikan keadilan bagi korban dan kepastian hukum bagi publik. (GF) 19 Mar 2026, 12:26 WIT
PHBI Mimika Tetapkan 87 Masjid, 4 Lapangan, Dan 1 Sekolah Sebagai Lokasi Salat Idul Fitri 1447 H Papuanewsonline.com, Timika – Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika telah menetapkan lokasi-lokasi resmi untuk pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriyah tahun 2026 dengan tema "Harmoni Fitrah: Kembali Suci, Menenun Damai dalam Keberagaman. Sebanyak 87 masjid, 4 lapangan terbuka, serta 1 sekolah akan menjadi titik kumpul bagi umat Islam di seluruh wilayah Mimika untuk melaksanakan ibadah raya bersama. Pengumuman ini disampaikan untuk memastikan pelaksanaan salat berjalan dengan lancar, tertib, dan aman bagi seluruh jamaah."Kita telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap lokasi untuk memastikan memenuhi standar keamanan dan kapasitas yang dibutuhkan," ujar Ketua PHBI Kabupaten Mimika, H. Joko Prianto, S.E, dalam keterangannya.Lokasi masjid yang ditetapkan tersebar di berbagai distrik dan kelurahan di Kabupaten Mimika, termasuk Masjid Agung Mimika, Masjid Al-Muttaqin Mimika Baru, dan Masjid Nurul Huda Kwamki Baru. Selain itu, empat lapangan terbuka yang digunakan antara lain Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Lapangan Pasar Sentral, Lapangan Kodim Timika, dan Lapangan Tembagapura. Satu sekolah yang menjadi lokasi tambahan adalah Sekolah Muhammadiyah, yang dipilih karena memiliki area yang luas dan aksesibilitas yang baik bagi masyarakat sekitar.Pelaksanaan salat Idul Fitri di setiap lokasi akan didukung oleh panitia khusus yang terdiri dari unsur masyarakat, tokoh agama, dan aparatur terkait. Pihak PHBI juga telah melakukan koordinasi dengan Polres Mimika, Dinas Kesehatan, dan dinas terkait untuk menangani segala aspek keamanan, kesehatan, serta tata kelola lalu lintas sekitar lokasi. Dalam kesempatan yang sama, Ketua PHBI juga menyampaikan pesan khusus bagi seluruh umat Islam di Mimika."Semoga pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini dapat menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antarumat beragama dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mimika," ujarnya.   Penulis: Jid Editor: GF 19 Mar 2026, 12:24 WIT
PMI Pertimbangkan Bantuan Medis untuk Iran, Skema Penyaluran Disiapkan Lewat Jalur Internasional Papuanewsonline.com, Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk mengirimkan bantuan kesehatan ke Iran melalui jalur internasional. Wacana ini mencuat setelah adanya permintaan resmi dari pemerintah Iran yang disampaikan melalui perwakilan diplomatiknya di Indonesia.Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam pertemuan bersama Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Markas PMI, Jakarta Selatan, Rabu (18/3). Pertemuan itu menjadi awal pembahasan serius terkait dukungan kemanusiaan yang dapat diberikan Indonesia.Jusuf Kalla menjelaskan bahwa kondisi sektor kesehatan di Iran saat ini membutuhkan perhatian, terutama dalam hal ketersediaan fasilitas rumah sakit dan pasokan obat-obatan. Oleh karena itu, PMI mulai mengkaji kemungkinan bantuan yang dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.“Seperti biasa, bantuan akan disalurkan melalui PMI ke Palang Merah Internasional (Red Crescent) negara tetangga, seperti Turki, kemudian diteruskan ke Iran untuk masyarakat,” ujar Kalla.Ia menegaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan tidak dilakukan secara langsung oleh pemerintah Indonesia, melainkan melalui jaringan organisasi kemanusiaan internasional. Skema ini dinilai lebih efektif sekaligus memastikan bantuan dapat diterima dengan cepat oleh masyarakat yang membutuhkan.Dalam proses distribusinya, PMI juga mempertimbangkan penggunaan jalur logistik melalui negara-negara terdekat seperti Pakistan atau Turki. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pengiriman sekaligus meminimalkan hambatan distribusi di tengah situasi yang kompleks.Namun demikian, aspek efisiensi biaya juga menjadi perhatian utama. Jusuf Kalla menyebutkan bahwa pengiriman obat langsung dari Indonesia berpotensi menimbulkan biaya tinggi yang tidak sebanding dengan nilai bantuan itu sendiri.“Lebih baik membeli obat di negara terdekat. Pengalaman kami, harga obat di Pakistan bisa setengah lebih murah dibanding di Indonesia,” katanya.Saat ini, PMI masih melakukan perhitungan terkait total kebutuhan bantuan, termasuk jenis obat-obatan dan perlengkapan medis yang diperlukan oleh Iran. Koordinasi lebih lanjut juga akan dilakukan bersama Kementerian Kesehatan untuk memastikan kelancaran teknis penyaluran bantuan. Langkah PMI ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menjalankan misi kemanusiaan global, khususnya dalam membantu negara yang tengah menghadapi tantangan di sektor kesehatan melalui kerja sama organisasi kemanusiaan internasional. (GF) 19 Mar 2026, 12:08 WIT
Perayaan Nyepi Tahun Saka 1948 Di Mimika Berlangsung Khidmat Papuanewsonline.com, Timika – Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kabupaten Mimika berlangsung dengan penuh khidmat, makna mendalam, dan keceriaan bersama. Kegiatan yang berpusat di kawasan Pasar Lama Kota Timika pada Rabu (18/3) dihadiri langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob beserta Wakil Bupati Emanuel Kemong, bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat lintas etnis serta agama dari seluruh daerah."Kehadiran kita semua di sini menjadi bukti nyata bahwa Mimika adalah rumah bagi seluruh elemen masyarakat yang berbeda latar belakang, namun tetap bersatu dalam semangat persaudaraan yang kokoh," ujar Bupati Johannes dalam sambutannya.Ketua Forum Hindu Dharma Indonesia (FHDI) Kabupaten Mimika, I Nyoman Dwitana, menyampaikan salam penghormatan lintas agama sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman yang menjadi kekayaan daerah Mimika. Ia mengucapkan syukur atas kelancaran pelaksanaan perayaan dan memberikan penghargaan kepada seluruh undangan yang menyempatkan diri hadir. Perayaan tahun ini mengusung tema nasional "Wasudewa Kutumbakam", yang memiliki makna bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga besar. "Tema ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Mimika yang majemuk. Ini juga selaras dengan visi bersama untuk mewujudkan Kabupaten Mimika yang harmonis dan sejahtera," jelasnya. Dwitana juga menambahkan bahwa pencapaian Harmony Award pada tahun sebelumnya menjadi bukti konkret bahwa nilai-nilai toleransi telah tumbuh kuat di daerah ini.Dwitana menjelaskan bahwa esensi Hari Raya Nyepi bukan hanya sebatas ritual keagamaan semata, melainkan juga momentum penting untuk refleksi diri dalam meningkatkan kualitas kehidupan spiritual dan sosial. Ajaran Hindu menekankan pentingnya menjaga keseimbangan tiga hubungan utama: hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, hubungan manusia dengan sesama, serta hubungan manusia dengan alam lingkungan sekitar. Selama Hari Raya Nyepi, umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian yang meliputi pantangan menyalakan sumber api, melakukan aktivitas kerja, bepergian keluar rumah, dan menikmati hiburan apapun."Melalui serangkaian pantangan ini, kita melakukan introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik, bijaksana, dan selalu peduli terhadap sesama manusia," tambahnya. Sebelum memasuki hari Nyepi, FHDI Mimika juga telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosial seperti donor darah dan kerja bakti pembersihan lingkungan bersama masyarakat.Setelah pelaksanaan hari Nyepi, umat Hindu akan melaksanakan kegiatan Dharma Shanti sebagai ajang silaturahmi dan saling memaafkan antar sesama. Dalam penutup sambutannya, Dwitana mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk terus menjaga kerukunan dan keharmonisan yang telah terbangun dengan baik. "Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat hidup dalam suasana harmoni dan saling menghormati satu sama lain. Selamat Hari Raya Nyepi bagi seluruh umat Hindu di Mimika, serta selamat menyongsong Hari Raya Idul Fitri bagi saudara-saudara umat Muslim," pungkasnya.Usai sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan pawai ogoh-ogoh yang meriah, menampilkan berbagai karya seni yang sarat akan filosofi tentang pentingnya pengendalian diri dan pembersihan sifat negatif dalam kehidupan sehari-hari.  Penulis: Jid Editor: GF 19 Mar 2026, 12:06 WIT
Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua Mendesak Penghentian Proyek Jalan Ketahanan Pangan Merauke Papuanewsonline.com, Merauke - Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua secara tegas mendesak penghentian pembangunan jalan akses sepanjang 135 kilometer yang merupakan bagian dari proyek sarana prasarana ketahanan pangan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Desakan ini ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia hingga adanya putusan terkait kelayakan lingkungan hidup dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura.Dalam pernyataannya, koalisi juga menyoroti keterlibatan aparat di lapangan. Mereka menegaskan, “Pangdam XXIV / Mandala Trikora Segera Hentikan Oknum Anggota TNI Yang Beck-Up Perusahaan Rayu Masyarakat Adat Papua Lepaskan Tanah dan Hutan Adat Untuk Pembangunan Jalan Selama Belum Ada Putusan Kelayakan Lingkungan Hidup Dari Hakim PTUN Jayapura Sebab Rentan Lahirkan Konflik Agraria”.Pembangunan jalan tersebut diketahui telah dimulai sejak September 2024, sementara Surat Keputusan Bupati Merauke terkait kelayakan lingkungan hidup baru diterbitkan pada 11 September 2025. Fakta ini menunjukkan bahwa proyek telah berjalan selama kurang lebih satu tahun tanpa dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), yang secara hukum merupakan syarat wajib bagi kegiatan yang berdampak besar terhadap lingkungan.Koalisi menilai kondisi tersebut bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang mewajibkan setiap kegiatan berdampak penting memiliki AMDAL. Selain itu, dokumen AMDAL seharusnya menjadi dasar dalam menentukan kelayakan lingkungan hidup sebelum suatu proyek dijalankan, bukan setelah kegiatan berlangsung.Lebih lanjut, mereka juga menyoroti bahwa proyek tersebut diduga belum memiliki perizinan berusaha hingga gugatan diajukan ke PTUN Jayapura pada 5 Maret 2026. Hal ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap ketentuan hukum yang berlaku dan berpotensi masuk dalam kategori tindak pidana lingkungan hidup.Koalisi menyatakan bahwa pelaksanaan proyek tanpa izin dan tanpa kelayakan lingkungan dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Selain itu, dampak yang ditimbulkan tidak hanya menyasar lingkungan, tetapi juga berpotensi merugikan kesehatan, keselamatan, dan kehidupan masyarakat sekitar.Gugatan yang diajukan oleh lima perwakilan marga dari Masyarakat Adat Malind menjadi bukti adanya penolakan dari masyarakat setempat. Mereka menilai penerbitan Surat Keputusan Bupati Merauke tentang kelayakan lingkungan hidup telah melanggar asas pemerintahan yang baik serta prinsip perlindungan hak asasi manusia, khususnya hak masyarakat adat yang dijamin dalam konstitusi.Koalisi juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan oknum aparat yang mendatangi masyarakat adat untuk membujuk pelepasan tanah dan hutan adat. Tindakan ini dinilai bertentangan dengan tugas pokok aparat negara yang seharusnya melindungi masyarakat, termasuk menjaga hak-hak tradisional dan identitas budaya.Atas dasar berbagai temuan tersebut, Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua mengeluarkan sejumlah tuntutan. Mereka meminta penghentian total proyek hingga adanya putusan pengadilan, penarikan aparat yang terlibat, penghentian upaya pendekatan kepada masyarakat adat, serta perlindungan penuh terhadap tanah dan hutan adat Papua. Koalisi juga mendesak pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk mencabut keputusan yang dinilai bermasalah serta memastikan perlindungan hak masyarakat adat. Koalisi berharap agar seluruh pihak dapat menghormati hukum yang berlaku serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan hak asasi manusia. (GF) 19 Mar 2026, 11:58 WIT
Bulog Timika Salurkan 2.400 Ton Beras SPHP 2025, Target Tercapai 100 Persen Papuanewsonline.com, Timika – Perum Bulog Kantor Cabang Timika berhasil menyalurkan seluruh target beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2025 sebanyak 2.400 ton. Kepala Kantor Bulog Timika Dedy Wahyudi menyampaikan hal tersebut di Timika, Kabupaten Mimika. Ia menjelaskan bahwa penyaluran program tahun 2025 diperpanjang hingga 28 Februari 2026 karena belum adanya penugasan baru untuk tahun 2026 di awal tahun."Dari target 2.400 ton yang diberikan, kami berhasil menyalurkan 100 persen," ujar Dedy. Untuk tahun 2026, Bulog Mimika telah menerima perintah dari pusat untuk memulai penyaluran SPHP mulai 1 Maret 2026."Kami sudah menyalurkan 300 ton ke 50 mitra Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh wilayah Timika, baik di dalam maupun luar pasar, yang tercatat dalam Sistem Pemantau Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP)," tambahnya.Dedy menjelaskan bahwa sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) Badan Pangan Nasional (Bapanas), beras SPHP hanya tersedia dalam kemasan 5 kilogram dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp65.000 per karung atau Rp13.500 per kilogram."Saat ini, beberapa kios atau RPK masih menjual di bawah HET, yaitu Rp65.000 per karung. Sedangkan dalam kegiatan pasar murah, kami menjual dengan harga Rp63.000," jelasnya. Rata-rata penyaluran beras SPHP di Bulog Mimika mencapai 200 hingga 300 ton per bulan.Selain menyalurkan, Bulog Mimika juga melakukan pengawasan terhadap penjualan beras SPHP baik di RPK maupun pasar-pasar di Mimika. "Kami melakukan pengawasan harga setiap saat guna mencegah penjualan yang tidak sesuai dengan HET. Sejauh ini belum ada keluhan dari masyarakat terkait kenaikan harga beras SPHP," pungkas Dedy.  Penulis: Jid Editor: GF 19 Mar 2026, 11:55 WIT
Bandara Mozes Kilangin Alami Lonjakan Penumpang Mudik Jelang Idul Fitri 1447 H Papuanewsonline.com, Timika – Arus mudik jelang Idul Fitri 1447 H di Bandara Mozes Kilangin Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengalami peningkatan signifikan sejak H-4 hari raya. Jumlah penumpang yang melakukan perjalanan udara diperkirakan naik sekitar 4 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.Kepala Kantor Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin Muchammad Nafiek menyampaikan bahwa lonjakan aktivitas perjalanan pada musim libur besar merupakan siklus tahunan yang telah dipersiapkan dengan matang. "Kita telah menyiapkan seluruh sarana dan prasarana untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang ini dengan baik," ujarnya.Peningkatan permintaan tiket keluar dari Timika dipengaruhi oleh perkembangan dinamika ekonomi di wilayah tersebut. Harga tiket penerbangan menuju Jakarta dan beberapa kota besar lainnya terpantau lebih tinggi dibandingkan arah ke Timika. "Hal ini menunjukkan bahwa Timika telah tumbuh menjadi pusat kegiatan ekonomi yang strategis. Banyak pekerja dan profesional yang memanfaatkan libur panjang untuk kembali ke kampung halaman, sehingga permintaan tiket arah keluar sangat tinggi," jelas Nafiek menjelaskan fenomena yang terjadi.Mengenai keluhan masyarakat terkait harga tiket yang mencapai puluhan juta rupiah pada platform pemesanan daring, Nafiek menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh sistem yang menggabungkan beberapa rute penerbangan karena jadwal penerbangan langsung telah penuh. Kondisi ini membuat perjalanan menjadi lebih panjang dan berdampak pada kenaikan harga yang signifikan. "Kami mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam memeriksa detail rute, durasi transit, serta kelas penerbangan sebelum melakukan pembelian tiket agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait harga dan jadwal," pungkasnya.Untuk menangani lonjakan penumpang, sekitar 400 unit pesawat komersial di seluruh Indonesia beroperasi dengan kapasitas maksimal didukung oleh ribuan kru penerbangan. Pemerintah juga telah memberikan sejumlah insentif sejak 10 Februari 2026 melalui kerja sama antara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Keuangan, Pertamina, dan AirNav untuk membantu menekan harga tiket. "Semoga seluruh masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan lancar, aman, dan nyaman. Selamat menyambut Idul Fitri yang penuh berkah dan kebahagiaan bagi kita semua," ucap Nafiek. Penulis: JidEditor: GF 19 Mar 2026, 11:44 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT