logo-website
Sabtu, 18 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
TPNPB Klaim Warga Sipil Tewas Ditembak Aparat Militer di Tolikara Papuanewsonline.com, Tolikara — Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim seorang warga sipil bernama Alias Papuagen alias Korona Penggu (19), warga Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara, meninggal dunia setelah diduga ditembak aparat militer Indonesia.Dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (30/6/2026), Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (27/6/2026) di kawasan Puncak Mega Kubu Belela, Kabupaten Tolikara.Menurut Sebby, laporan yang diterima dari PIS TPNPB menyebut korban diduga ditembak oleh aparat militer Indonesia."Aparat militer Indonesia telah menembak mati seorang pria atas nama Alias Papuagen atau biasa disebut Korona Penggu, pria berusia 19 tahun, selaku warga sipil yang berasal dari Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara," tulis Sebby Sambom dalam siaran persnya.TPNPB juga mengklaim jasad korban sempat dibuang ke dalam hutan. Setelah mendengar suara tembakan, warga disebut mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban telah meninggal dunia dengan luka tembak. Selanjutnya, warga mengevakuasi jenazah untuk menjalani prosesi kremasi di kampung halamannya.Menanggapi peristiwa tersebut, Sebby Sambom meminta pemerintah menghentikan tindakan penembakan terhadap warga sipil di Papua."Kami menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Agus Subiyanto agar menghentikan penembakan terhadap warga sipil di seluruh Tanah Papua selama operasi militer yang berlangsung di kampung-kampung," ujarnya.Selain itu, TPNPB juga meminta Palang Merah Internasional dan lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM dan dampak konflik bersenjata di Tanah Papua.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun instansi berwenang terkait klaim yang disampaikan TPNPB dalam siaran pers tersebut.Penulis: BimEditor: GF 01 Jul 2026, 00:30 WIT
Gembala GKI Tewas Ditembak Saat Mengungsi, Intan Jaya Kembali Mencekam Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis laporan mengenai insiden berdarah yang diklaim terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam siaran pers tertanggal 30 Juni 2026, peristiwa tersebut disebut berlangsung pada 29 Juni 2026 dan mengakibatkan seorang gembala jemaat meninggal dunia, sementara dua warga lainnya mengalami luka tembak.Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut korban meninggal bernama Elianus Agimbau, 20 tahun. Menurut TPNPB, Elianus merupakan gembala Jemaat GKI sekaligus aparat kampung di Kampung Kupia, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya.Berdasarkan laporan PIS TPNPB yang dikutip dalam siaran pers tersebut, Elianus Agimbau bersama Sandi Agimbau berangkat dari Kampung Kupia menuju Kota Sugapa untuk mengungsi. Setibanya di Pangkalan Ojek Mbamogo, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, keduanya disebut ditembak aparat militer Indonesia yang siaga di kawasan hutan. Lokasi kejadian disebut berada di wilayah perbatasan antara Distrik Sugapa dan Distrik Agisiga.TPNPB juga menyatakan jenazah Elianus Agimbau diduga dibuang ke semak-semak dan ditutup dengan rumput di sekitar pangkalan ojek tersebut. Warga sipil dari Kota Sugapa disebut baru berhasil mengevakuasi jenazah pada 30 Juni 2026 setelah memperoleh informasi dari pihak keluarga. Sementara itu, Sandi Agimbau disebut berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke kawasan hutan di sekitar Mbamogo.Selain itu, dalam siaran pers yang sama, TPNPB menyebut dua warga lainnya, yakni Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau, ditembak pada 29 Juni 2026 di Kampung Titigi, Distrik Sugapa. Menurut keterangan tersebut, keduanya sedang membangun Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius bersama umat lainnya ketika insiden terjadi.TPNPB menyatakan Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau saat ini masih menjalani perawatan di Gereja Katolik Titigi. Keduanya disebut belum dapat dirujuk ke RSUD karena dituduh aparat sebagai anggota TPNPB Kodap VIII Intan Jaya. Klaim mengenai larangan memperoleh layanan kesehatan tersebut hingga kini belum dapat dikonfirmasi kepada pihak rumah sakit.Dalam laporannya, TPNPB juga menyebut operasi militer berlangsung pada 26 hingga 29 Juni 2026 di Distrik Agisiga dan Distrik Sugapa. Operasi tersebut diklaim melibatkan serangan menggunakan helikopter, drone roket, serta operasi darat yang disebut mengakibatkan rumah warga, gereja, dan sejumlah fasilitas sipil terbakar. TPNPB juga menyatakan kondisi para warga yang mengungsi ke kawasan hutan hingga kini belum diketahui.Atas peristiwa tersebut, TPNPB meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil langkah terhadap Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. TPNPB menyebut insiden ini kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum humaniter internasional, serta mendesak investigasi Dewan Keamanan dan Dewan HAM PBB.Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, maupun Gereja Katolik setempat terkait berbagai klaim dalam siaran pers tersebut. Berita ini memuat seluruh isi Siaran Pers TPNPB tertanggal 30 Juni 2026. Redaksi membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya bagi seluruh pihak yang berkepentingan.Penulis: HendrikEditor: GF 01 Jul 2026, 00:17 WIT
Satgas Pamtas RI‑PNG Wujudkan Peran Sosial, Dampingi Anak Belajar Menggambar di Perbatasan Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia‑Papua Nugini tahun 2026 tidak hanya menjalankan tugas utama menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Di daerah penugasan, para personel juga aktif melaksanakan peran sosial guna mendukung kemajuan generasi muda di wilayah perbatasan. Salah satunya dilakukan oleh prajurit Batalyon Parako 462 Pasgat Pos Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Selasa (30/6/2026).Kegiatan yang diadakan adalah pendampingan belajar menggambar dan mewarnai bagi anak‑anak yang tinggal di sekitar pos pengamanan. Para prajurit dengan sabar mengajari cara memegang alat gambar yang benar, mengembangkan daya imajinasi, serta teknik mewarnai yang rapi dan indah. Meskipun fasilitas yang tersedia terbatas, semangat anak‑anak dan kesungguhan para pendamping menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh makna. Komandan Pos Tanah Merah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan wilayah serta pendekatan persaudaraan antara TNI dan masyarakat. “Selain menjaga keamanan, kami ingin hadir sebagai sahabat dan pendamping warga. Melalui kegiatan sederhana ini, kami berharap dapat menumbuhkan minat belajar, kreativitas, serta semangat meraih cita‑cita pada anak‑anak di perbatasan,” ujarnya. Langkah ini juga bertujuan mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga, sehingga kehadiran TNI benar‑benar dirasakan manfaatnya tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan pembinaan generasi penerus. Anak‑anak pun terlihat antusias mengikuti setiap arahan, menunjukkan kegembiraan dapat belajar hal baru bersama para prajurit.Penulis: JidEditor: GF 30 Jun 2026, 23:33 WIT
59 Personel Polda Papua Tengah Terima Kenaikan Pangkat Periode 1 Juli 2026 Papuanewsonline.com, Nabire – Sebanyak 59 personel yang terdiri dari anggota Polri dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam upacara Korps Raport yang digelar di Lapangan Polda Papua Tengah, Jalan Pwpera, Distrik Nabire, pada Selasa (30/6/2026) pagi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, dan turut dihadiri oleh pengurus Bhayangkari serta keluarga para penerima kenaikan pangkat. Dari jumlah tersebut, rinciannya meliputi 3 Perwira Menengah, 2 Perwira Pertama, 52 Bintara, 1 Tamtama, dan 1 orang PNS. Kenaikan pangkat ini berlaku efektif mulai 1 Juli 2026 dan dinilai bukan sekadar seremonial, melainkan penanda semangat baru untuk mempererat hubungan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kapolda menegaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan wujud apresiasi negara dan institusi atas dedikasi, kesetiaan, serta kinerja yang telah ditunjukkan selama bertugas. Namun, ia mengingatkan agar pencapaian ini tidak menimbulkan rasa sombong, melainkan menjadi amanah yang membutuhkan profesionalisme, integritas, dan keteladanan yang lebih tinggi. Menghadapi dinamika tantangan keamanan di wilayah Papua Tengah, Brigjen Jermias berpesan agar seluruh personel senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga komitmen keamanan, serta mengutamakan pendekatan yang manusiawi, cepat tanggap, dan berkeadilan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga dan Bhayangkari atas dukungan dan doa yang menjadi kekuatan utama para anggota dalam menjalankan tugas.   Penulis: Jid Editor: GF 30 Jun 2026, 21:52 WIT
Mentan Amran: Bangun Kemandirian Pangan Papua, Bukan Ambil Alih Lahan Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian di Papua bertujuan mewujudkan kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Menurutnya, kebutuhan pangan warga Papua harus dipenuhi dari hasil produksi lokal, dengan mengembangkan komoditas seperti beras, sagu, ubi, dan tanaman unggulan lainnya. Ia menekankan bahwa program Cetak Sawah Rakyat bukanlah bentuk penguasaan lahan milik warga. Sebaliknya, pemerintah hadir untuk membantu masyarakat adat mengoptimalkan lahan yang mereka miliki melalui penyediaan alat pertanian, jaringan irigasi, benih unggul, serta pendampingan teknologi budidaya secara langsung. Dukungan tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Produktivitas gabah yang sebelumnya hanya sekitar 3 ton per hektare kini meningkat menjadi 7 ton. Siklus tanam pun bertambah dari satu kali menjadi hingga tiga kali dalam setahun, sehingga produksi dan pendapatan petani terus meningkat. Harga beras di pasar yang sempat mencapai Rp30 ribu per kilogram juga turun menjadi sekitar Rp12 ribu per kilogram. Pemerintah telah menyalurkan total anggaran sekitar Rp5 triliun untuk pembangunan pertanian di Papua, yang meliputi bantuan tahun lalu sebesar Rp2 triliun dan Rp3,2 triliun pada tahun ini. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan traktor, perbaikan irigasi, serta penyediaan bibit kakao, kopi, ubi, dan sagu. Luas lahan tanam pun kini mencapai sekitar 80 ribu hektare.   Penulis: Jid Editor: GF 30 Jun 2026, 21:47 WIT
152 Rumah di Mimika Lolos Verifikasi Awal Program Bedah Rumah Papuanewsonline.com, Mimika – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKP2) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengumumkan sebanyak 152 unit rumah milik warga yang tersebar di 18 distrik telah berhasil melewati tahap verifikasi pertama dalam program peningkatan kualitas rumah atau bedah rumah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas, Abriyanti Nuhuyanan, di Pusat Pemerintahan pada Senin (29/6/2026). Proses penentuan penerima bantuan dilakukan secara bertahap melalui Aplikasi Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU), sebuah sistem digital milik Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Data diajukan dan diverifikasi terlebih dahulu oleh pemerintah distrik untuk menilai tingkat kerusakan bangunan, apakah termasuk kategori rusak berat, sedang, atau ringan. Sementara itu, untuk tahap kedua dengan kuota total 300 unit rumah, baru 224 data yang berhasil diunggah dan masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Abriyanti mengakui bahwa jumlah bantuan yang tersedia belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga, sehingga pihaknya terus menunggu kelengkapan data dari setiap distrik agar penyaluran dapat berjalan tepat sasaran. Setelah verifikasi selesai, tim akan melakukan pengecekan akhir sebelum pekerjaan dimulai. Setiap rumah yang mendapatkan bantuan akan menerima dana sekitar Rp50 juta yang khusus digunakan untuk perbaikan fisik bangunan. Salah satu tantangan utama adalah akses menuju lokasi yang sulit dijangkau, mengingat anggaran yang diberikan hanya mencakup biaya pembangunan saja. Penulis: Jid Editor: GF 30 Jun 2026, 21:42 WIT
42 Ton Ikan Bawal Hitam Asal Mimika Diekspor Perdana ke Malaysia Papuanewsonline.com, Mimika – Sebanyak 42 ton ikan bawal hitam dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi dikirim ke Malaysia melalui Pelabuhan Perikanan Pomako pada Selasa (30/6/2026). Ekspor perdana ini bernilai sekitar Rp756 juta dan menjadi tonggak baru bagi komoditas perikanan daerah untuk menembus pasar internasional. Pengiriman dilakukan oleh CV Seafood Sejahtera Papua dan telah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan. Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, menyatakan seluruh tahapan telah diperiksa ketat, mulai dari kondisi kesehatan ikan hingga kelengkapan dokumen. Pihaknya juga menerapkan sistem digital Permohonan Tindakan Karantina Online untuk mempercepat layanan, memangkas birokrasi, serta menjaga kualitas hasil tangkapan agar tetap segar selama perjalanan. “Kami hadir bukan untuk menghambat, melainkan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha. Sertifikasi yang terjamin akan menjaga reputasi produk perikanan kita di kancah dunia,” ujar Anton. Ia juga mengapresiasi kerja sama berbagai instansi yang mendukung kelancaran proses pengiriman ini. Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menilai ekspor ini sebagai momentum kebangkitan sektor kelautan dan perikanan. Ia berharap keberhasilan ini dapat menarik investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, serta mendorong lebih banyak komoditas unggulan daerah masuk ke pasar luar negeri.   Penulis: Jid Editor: GF 30 Jun 2026, 21:38 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT