Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Wamendagri Ribka Haluk Luncurkan Strategi 5T, Realisasi Dana Otsus Papua Capai 100 Persen
Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk mendorong reformasi tata kelola Dana Otonomi Khusus Papua lewat strategi 5T: tepat sasaran, tepat administrasi, tepat manfaat, tepat jumlah, dan tepat waktu. Langkah ini disampaikan dalam Rapat Pleno Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua di Kantor KEPP, Jakarta, Rabu (1/7/2026), guna memastikan manfaat dana benar-benar dirasakan warga. Ribka menjelaskan strategi ini dirancang untuk mengatasi berbagai kendala yang selama ini terjadi, mulai dari birokrasi berbelit, rendahnya penyerapan anggaran, hingga tingginya sisa lebih perhitungan anggaran di sejumlah daerah. Ia juga memperkuat koordinasi langsung dengan gubernur, bupati, dan wali kota agar pimpinan daerah memahami perkembangan pengelolaan dana secara dini, bukan hanya setelah masalah muncul di lapangan. “Kami ingin kepala daerah mengetahui kondisi riil dana Otsus di wilayahnya secara berkelanjutan, sehingga keputusan yang diambil lebih cepat dan tepat,” ujarnya. Upaya penyederhanaan prosedur, pendampingan teknis, serta penerapan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah terintegrasi pun dilakukan demi kelancaran proses perencanaan hingga pertanggungjawaban. Hasilnya mulai terlihat nyata: untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, realisasi Dana Otsus Tahun Anggaran 2025 mencapai 100 persen tanpa menyisakan SiLPA. Capaian ini menjadi bukti bahwa perbaikan sistem dan sinergi antar pihak mampu mengubah tantangan menjadi kemajuan bagi pembangunan di tanah Papua.Penulis: JidEditor: GF
02 Jul 2026, 00:18 WIT
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga BBM Nonsubsidi di Wilayah Papua dan Maluku
Papuanewsonline.com, Mimika – PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku efektif mulai Rabu (1/7/2026) pukul 00.00 WIB di seluruh wilayah Papua dan Maluku. Penurunan harga ini merupakan hasil evaluasi berkala dengan mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia, kondisi fiskal, serta daya beli masyarakat, dan telah dikoordinasikan dengan pemerintah sesuai regulasi yang berlaku.Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan penyesuaian ini mengikuti dinamika pasar yang terjadi. “Kebijakan ini disusun agar harga tetap kompetitif, namun kami tetap menjamin kualitas produk yang mampu memberikan performa dan efisiensi terbaik bagi kendaraan konsumen,” ujarnya.Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, merinci besaran penurunan harga. Pertamax Turbo turun dari Rp21.200 menjadi Rp19.750 per liter atau berkurang Rp1.450. Pertamina Dex kini dibanderol Rp21.650 per liter, turun signifikan Rp3.650 dari harga sebelumnya Rp25.350. Sementara itu, Dexlite mengalami penurunan Rp3.350 menjadi Rp20.150 per liter. Harga ini sudah mencakup Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar 7,5 persen.Penurunan harga ini disambut baik karena memberikan keringanan bagi konsumen pengguna BBM nonsubsidi di wilayah timur. Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait produk maupun layanan dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135 atau melalui akun media sosial resmi Pertamina Patra Niaga.Penulis: JidEditor: GF
02 Jul 2026, 00:12 WIT
Jenazah Okto Tigau Ditemukan Berbekas Luka Tembak, Diduga Terkait Penahanan Aparat
Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Okto Tigau (19), warga yang dilaporkan hilang sejak 29 Juni 2026, ditemukan meninggal dunia di belakang Pos Rajawali Habema, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Rabu (1/7/2026). Kondisi jenazah menunjukkan tanda kekerasan berat, diduga terjadi sebelum kematiannya. Korban sebelumnya datang ke lokasi untuk memakamkan kerabat dan berniat mengurus dokumen kependudukan.Berdasarkan keterangan dan dokumentasi di lapangan, tubuh korban memiliki lubang luka di dada dan perut yang konsisten dengan bekas tembakan senjata api dari lebih satu kali serangan. Selain itu, terlihat jelas memar luas, luka lebam, serta cedera di wajah dan kepala yang mengindikasikan penganiayaan fisik berat menggunakan benda keras sebelum nyawanya melayang.Kronologi menyebutkan Okto berangkat menuju kantor Dukcapil dengan menumpang ojek. Di kawasan perkantoran pemerintah, keduanya dihadang, ditahan, dan dipukul aparat. Pengojek dilepaskan setelah diinterogasi dan menyampaikan kejadian kepada keluarga korban, yang kemudian mulai mencari Okto namun belum menemukan hingga pagi hari.Warga kemudian berkumpul di kantor bupati dan bergerak bersama menuju pos pengamanan, hingga akhirnya menemukan jenazah di belakang Pos Rajawali Habema. Kehadiran Bupati, Wakil Bupati, anggota DPRD, pejabat dinas, dan warga menyertai evakuasi jenazah ke simpang lima dekat kantor Bupati Intan Jaya. Temuan ini memperkuat desakan agar Komnas HAM menyelidiki kasus ini secara independen dan transparan.Penulis: JidEditor: GF
02 Jul 2026, 00:06 WIT
OJK Papua Imbau Warga Waspada Penipuan Digital, Aplikasi YUDIA Dihentikan
Papuanewsonline.com, Jayapura – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap beragam modus penipuan transaksi keuangan yang kian marak, terutama yang menyebar lewat media sosial, tawaran investasi menggiurkan, maupun penawaran pekerjaan dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Kepala OJK Papua, Fatwa Aulia, menyampaikan hal ini pada Rabu (1/7/2026) menyusul tingginya jumlah laporan warga.Berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) periode November 2024 hingga Mei 2026, tercatat 1.030 laporan penipuan dari masyarakat Papua. Modus yang paling banyak ditemui meliputi penipuan belanja daring, panggilan palsu mengatasnamakan lembaga resmi, investasi bodong, tawaran kerja palsu, dan penyebaran informasi menyesatkan lewat media sosial. Warga diminta tidak tergiur iming-iming keuntungan tidak wajar atau diminta menyetor dana di awal tanpa kejelasan izin dan risiko. Salah satu kasus yang ditangani Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) adalah penghentian kegiatan aplikasi YUDIA yang merambah hingga wilayah Papua. Aplikasi ini menawarkan pekerjaan paruh waktu menonton drama Cina dan pembelian hak cipta dengan janji pendapatan harian serta bonus jika merekrut anggota baru, namun ternyata tidak memiliki izin usaha dari BKPM dan tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik. Satgas PASTI kini berkoordinasi dengan Polda Papua untuk menindaklanjuti dan memblokir aplikasi serta tautan terkait. Masyarakat diimbau memeriksa legalitas penawaran, tidak membagikan data pribadi, kode OTP, maupun informasi perbankan kepada pihak tak dikenal. Jika mengalami kerugian, lapor segera lewat SIPASTI, Kontak OJK 157, atau situs IASC untuk mempercepat pemblokiran rekening pelaku.Penulis: JidEditor: GF
01 Jul 2026, 23:20 WIT
Dinkes Mimika Gelar Workshop Penanganan Filariasis, Perkuat Pencegahan Sejak Dini
Papuanewsonline.com, Mimika –
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar Workshop Tatalaksana Kasus Kronis
Filariasis di Hotel Grand Tembaga pada Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini diikuti
oleh tenaga kesehatan dari 26 puskesmas serta perwakilan tiga rumah sakit
se-Kabupaten Mimika, dengan narasumber dari Kementerian Kesehatan yang hadir
secara daring. Sekretaris Dinas Kesehatan
Mimika, dr. Sisma HL, menyampaikan bahwa meskipun saat ini tercatat hanya dua
kasus kronis, hal tersebut tidak boleh dianggap remeh. Peningkatan pengetahuan dan
keterampilan petugas sangat diperlukan, termasuk dalam hal pencatatan,
pelaporan yang akurat, serta penanganan yang tepat di setiap wilayah kerja
puskesmas. Salah satu tantangan yang dibahas
adalah pengambilan sampel darah yang biasanya dilakukan malam hari, yang sering
membuat warga merasa terganggu. Menanggapi hal itu, kini tersedia
alat uji cepat atau RDT yang dapat dipakai pada siang hari. Masyarakat
diharapkan memahami pentingnya pemeriksaan demi mencegah penyebaran penyakit
yang ditularkan lewat gigitan nyamuk ini. Dr. Sisma menegaskan bahwa kunci
utama pencegahan adalah Pola Hidup Bersih dan Sehat. Oleh karena itu, petugas
promosi kesehatan dilibatkan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat. Pemerintah juga mengimbau warga
segera berobat jika mengalami pembengkakan pada kaki atau lengan, serta
mendukung program pengobatan massal yang dilaksanakan petugas. Penulis: Jid Editor: GF
01 Jul 2026, 21:54 WIT
Kapolda Maluku Gelar Syukuran Hari Bhayangkara ke-80
Papuanewsonline.com, Ambon – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum penting bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk terus memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.Pesan tersebut disampaikan Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., saat menghadiri acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Ambon, Rabu (1/7/2026).Kegiatan syukuran berlangsung khidmat dan dihadiri Pangdam XV/Pattimura, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Wakapolda Maluku, pimpinan instansi pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, insan pers, purnawirawan Polri, Warakawuri, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 tidak sekadar menjadi momentum seremonial tahunan, tetapi merupakan refleksi bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara."Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk terus memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga kepercayaan masyarakat yang merupakan amanah terbesar bagi institusi Polri," tegas Kapolda Maluku.Menurutnya, tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks menuntut seluruh personel Polri untuk terus beradaptasi, bekerja secara profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban sebagai modal utama pembangunan daerah dan persatuan bangsa."Keamanan yang kondusif merupakan hasil kerja bersama. Karena itu kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Maluku yang selama ini terus mendukung tugas-tugas kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan, persatuan, dan kedamaian di daerah ini," ujarnya.Pada kesempatan tersebut, Kapolda Maluku turut mengingatkan tentang nilai-nilai historis Bhayangkara yang menjadi fondasi pengabdian setiap anggota Polri.Menurutnya, semangat Bhayangkara yang diwariskan sejak masa Kerajaan Majapahit melalui pasukan Bhayangkara bentukan Mahapatih Gajah Mada menjadi simbol kesetiaan, pengabdian, dan tanggung jawab dalam menjaga keamanan serta melayani masyarakat.Momentum syukuran Hari Bhayangkara ke-80 juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada Brigpol Anumerta Ananda Tutpoho, personel Ditintelkam Polda Maluku yang gugur saat berupaya menyelamatkan seorang pelajar yang tenggelam di Kabupaten Maluku Tenggara.Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolda Maluku kepada keluarga almarhum yang hadir didampingi istri, anak, serta kedua orang tuanya.Penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan institusi Polri terhadap dedikasi, keberanian, dan pengorbanan anggota yang mengabdikan diri demi keselamatan masyarakat."Pengabdian Brigpol Anumerta Ananda Tutpoho merupakan teladan nyata nilai-nilai Bhayangkara yang menempatkan keselamatan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Semangat seperti inilah yang harus terus hidup dalam setiap insan Polri," kata Kapolda.Selain prosesi syukuran, kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan Vocal Group Ditsamapta Polda Maluku dan grup band SMA Negeri 8 Tanimbar yang sebelumnya berhasil meraih juara pada lomba band pelajar yang diselenggarakan Polda Maluku dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Maluku menjadi simbol kuat komitmen Polri untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, humanis, serta semakin dekat dengan rakyat.Dengan semangat Bhayangkara yang mengabdi untuk negeri, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan, memperkuat pelayanan publik, dan mendukung terwujudnya pembangunan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera. PNO-12
01 Jul 2026, 21:52 WIT
"KNPI Bukan Rumah Preman!" Tokoh Pemuda Desak Stop Lempar Kursi, Musdat Selesai Hari Ini
Papuanewsonline.com, Mimika – Tokoh Pemuda Mimika, Yohanes Kemong, menyampaikan kritik keras terhadap dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musdat) KNPI. Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan redaksi pada Rabu, 1 Juli 2026, ia meminta seluruh kader menjaga marwah organisasi dan segera menuntaskan agenda Musdat pada hari yang sama. Sebagai salah seorang senior di lingkungan kepemudaan, Yohanes menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam forum musyawarah merupakan hal yang wajar. Namun, menurutnya, perbedaan tersebut tidak boleh berubah menjadi tindakan yang mencoreng nama baik organisasi. “Tidak boleh rumah itu jadikan KNPI, jadikan preman,” ujarnya.Yohanes juga mengecam segala bentuk tindakan anarkis yang terjadi dalam forum organisasi. Ia menilai aksi kekerasan maupun tindakan yang mengganggu jalannya musyawarah sama sekali tidak mencerminkan semangat kepemudaan yang seharusnya dijunjung tinggi. “Lempar kursi lah, lempar meja lah, baku pukul lah. Ini sikap-sikap ini tidak boleh ditunjukkan,” tegas Yohanes.Menurutnya, KNPI merupakan wadah pembinaan kader yang memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan calon-calon pemimpin masa depan. Karena itu, ia mengingatkan agar seluruh elemen organisasi menjaga citra KNPI sebagai tempat pembelajaran kepemimpinan, bukan ruang untuk mempertontonkan konflik. “KNP itu rumah untuk kita kadirkan orang, generasi pemimpin masa depan,” katanya.Yohanes turut memberikan ultimatum agar seluruh persoalan yang menghambat jalannya Musdat segera diselesaikan. Ia berharap tidak ada lagi penundaan sehingga KNPI dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah. “Hari ini harus diselesaikan agar KNPI turut ambil bagian dalam pembangunan,” ucapnya.Selain itu, ia berpesan kepada siapa pun yang nantinya terpilih sebagai ketua agar mampu merangkul seluruh kader tanpa membedakan kelompok pendukung. Menurutnya, kepemimpinan yang mengedepankan persatuan menjadi kunci agar konflik internal tidak terus berlanjut. “KNPI kalau dia sudah pilih-pilih, maka tidak akan selesai permusuhan itu sampai 5 tahun ke depan,” katanya.Yohanes juga mengingatkan para senior organisasi, termasuk tokoh-tokoh yang hadir dalam forum seperti anggota DPR, agar menjalankan peran sebagai pembimbing dan penyejuk suasana. Ia menilai kehadiran mereka seharusnya menjadi contoh bagi generasi muda, bukan justru memperkeruh keadaan. “Kak-kak yang hadir juga tidak boleh jadi provokator,” tegasnya.Menutup pernyataannya, Yohanes berharap KNPI dapat segera kembali fokus menjalankan program kerja setelah Musdat selesai. Ia mendorong agar para kader diberdayakan di berbagai bidang, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, pembangunan fisik, keamanan hingga ekonomi, untuk mendukung pembangunan di Mimika. Di akhir wawancaranya, Yohanes menegaskan posisinya tetap netral dalam proses pemilihan. “Bagi saya, tidak aku mendukung siapa-siapa. Saya tidak mendukung siapa-siapa, tetapi siapapun dia terpilih,” pungkasnya.Penulis: HendrikEditor: GF
01 Jul 2026, 21:36 WIT
Momen Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Panggung Budaya Lokal dan Pembinaan Generasi Muda
Papuanewsonline.com, Ambon – Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polda Maluku di Lapangan Letkol Chr. Tahapary, Tantui, Ambon, Rabu (1/7/2026), berlangsung semarak dan penuh nuansa budaya. Ribuan masyarakat yang hadir disuguhkan berbagai penampilan menarik, mulai dari tarian adat khas Maluku hingga atraksi Polisi Cilik yang memukau dan mendapat apresiasi dari para tamu undangan.Kegiatan yang dihadiri Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pangdam XV/Pattimura, Gubernur Maluku, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi wujud kedekatan Polri dengan masyarakat dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.Salah satu penampilan yang menjadi pusat perhatian adalah tarian adat "Maku-Maku", tarian tradisional khas Maluku yang dibawakan secara kolaboratif oleh Remaja Bhayangkara Club Polda Maluku bersama Sanggar Kalesang Maluku.Dengan balutan busana adat Maluku yang berwarna-warni dan iringan musik tradisional yang khas, para penari menampilkan gerakan yang enerjik, harmonis, dan sarat makna persaudaraan dan persatuan. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan tamu undangan yang memadati area kegiatan.Tarian Maku-Maku yang dikenal sebagai simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat Maluku dinilai selaras dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung penguatan sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta persatuan bangsa.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan bahwa kehadiran unsur budaya lokal dalam peringatan Hari Bhayangkara merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Maluku."Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi perayaan institusi Polri, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa. Karena itu kami menghadirkan budaya lokal sebagai simbol bahwa Polri tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta menghormati nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah," ujar Kapolda.Selain tarian adat, perhatian pengunjung juga tertuju pada penampilan Polisi Cilik (Pocil) SD Negeri 7 Namlea, Kabupaten Buru, yang merupakan binaan Polres Pulau Buru.Puluhan anggota Polisi Cilik tampil penuh percaya diri dengan memperagakan berbagai formasi baris-berbaris yang dikombinasikan dengan gerakan tarian kreatif, disiplin, dan atraktif. Kekompakan serta ketepatan gerakan yang ditunjukkan para Pocil berhasil memukau para tamu undangan dan mengundang tepuk tangan meriah dari masyarakat.Kapolda Maluku menilai penampilan Polisi Cilik tersebut merupakan gambaran keberhasilan pembinaan karakter generasi muda yang dilakukan sejak usia dini melalui kemitraan antara Polri dan dunia pendidikan."Anak-anak adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini. Melalui program Polisi Cilik, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Apa yang ditampilkan hari ini menunjukkan bahwa generasi muda Maluku memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan," kata Kapolda.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku menjelaskan bahwa pelibatan Remaja Bhayangkara Club, Sanggar Kalesang Maluku, dan Polisi Cilik binaan Polres Pulau Buru merupakan bagian dari upaya Polri mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pendekatan budaya dan pembinaan generasi muda."Puncak Hari Bhayangkara ke-80 kami kemas sebagai perayaan rakyat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran tarian adat Maku-Maku dan Polisi Cilik menjadi simbol bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendukung pelestarian budaya dan pembangunan karakter generasi muda," ungkap Kabid Humas.Semarak tarian adat Maku-Maku dan penampilan Polisi Cilik SD Negeri 7 Namlea menjadi salah satu atraksi yang paling menyita perhatian dalam rangkaian puncak Hari Bhayangkara ke-80 di Ambon. Keduanya menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, serta membangun generasi muda yang disiplin dan berkarakter sebagai fondasi menuju Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera. PNO-12
01 Jul 2026, 21:17 WIT
Aparat Militer Indonesia Tangkap Okto Tigau Lalu Melakukan Penyiksaan Dan Tembak Mati Di Samping Pos
Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis siaran pers pada Rabu, 1 Juli 2026, yang memuat serangkaian klaim mengenai dugaan penangkapan, penyiksaan, hingga penembakan terhadap seorang warga sipil di Kabupaten Intan Jaya. Dalam pernyataan tersebut, TPNPB juga meminta perhatian komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Paus Leo XIV, untuk melakukan penyelidikan atas sejumlah insiden yang diklaim terjadi di wilayah tersebut.Berdasarkan laporan yang disebut berasal dari pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya, seorang warga sipil bernama Okto Tigau (19) diklaim ditangkap aparat militer Indonesia di depan jalan umum dekat Pos Militer Indonesia di Kampung Mamba pada 29 Juni 2026. Dalam siaran pers itu disebutkan bahwa setelah ditangkap, korban diduga mengalami penyiksaan sebelum ditembak mati pada hari yang sama. TPNPB mengklaim korban ditembak lebih dari lima kali pada bagian dada.Menurut keterangan dalam siaran pers tersebut, Okto Tigau sebelumnya berangkat dari rumah keluarganya di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya menuju Kantor Dukcapil untuk mengurus Kartu Keluarga dengan menggunakan jasa ojek. Namun, saat tiba di dekat Pos Militer Indonesia Maleo, korban bersama pengemudi ojek disebut ditangkap. TPNPB menyatakan pengemudi ojek kemudian dibebaskan setelah menjalani interogasi, sedangkan Okto Tigau diklaim disiksa dan ditembak hingga meninggal dunia.TPNPB juga menyebut jenazah Okto Tigau baru ditemukan pada 1 Juli 2026 di lokasi kejadian di Kampung Mamba. Dalam keterangannya, jenazah kemudian dievakuasi oleh pihak keluarga bersama warga sipil menuju Kota Sugapa untuk selanjutnya dimakamkan.Selain peristiwa tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendesak lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional agar segera melakukan investigasi terhadap sejumlah insiden lain yang diklaim terjadi di Intan Jaya. TPNPB menyebut adanya ledakan bom di Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni pada 17 Mei 2026 yang diklaim menewaskan satu warga sipil dan menyebabkan tiga orang lainnya mengalami luka kritis. TPNPB juga mengklaim terjadi serangan terhadap gereja, rumah, serta permukiman warga sipil selama operasi militer pada 26–30 Juni 2026, termasuk penembakan terhadap pastor, suster, dan rombongan mereka di Kampung Mamba pada 29 Juni 2026.Dalam siaran pers tersebut, TPNPB meminta Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Agus Subiyanto bertanggung jawab atas dugaan penangkapan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap Okto Tigau. TPNPB juga mendesak PBB untuk membentuk tim investigasi serta memberikan mandat kepada Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB guna menyelidiki dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang disebut dilakukan aparat militer Indonesia selama operasi militer di Papua.TPNPB turut menyampaikan permintaan kepada Paus Leo XIV agar mengirimkan tim investigasi terkait insiden penembakan terhadap pastor, suster, dan rombongan yang berjumlah 11 orang dalam sebuah mobil milik Gereja Katolik di Intan Jaya. Dalam siaran pers itu disebutkan rombongan tersebut sedang mengangkut material pembangunan Gereja Katolik di Paroki Titigi ketika insiden terjadi.Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, maupun pihak Gereja Katolik terkait seluruh klaim yang disampaikan dalam Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal 1 Juli 2026. Redaksi memuat informasi ini sebagai bagian dari hak publik untuk memperoleh informasi serta membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait. (OF)
01 Jul 2026, 21:17 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru