logo-website
Rabu, 03 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Kunker Ke Ambon, Wamen ESDM Disambut Kapolda Maluku dan Forkopimda Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku, menyambut kedatangan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Yuliot Tanjung, dalam kunjungan kerja di Provinsi Maluku.Penyambutan berlangsung di VIP Room Bandara Pattimura Ambon, Senin (27/4/2026) pagi, dengan pengamanan dan protokol yang berjalan tertib.Kunjungan kerja Wakil Menteri ESDM ini merupakan bagian dari agenda pemerintah pusat dalam mendorong penguatan sektor energi dan sumber daya mineral di daerah, termasuk optimalisasi potensi serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.Kapolda Maluku menegaskan kesiapan jajarannya dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan selama kunjungan berlangsung.“Kami telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan secara optimal guna memastikan seluruh agenda kunjungan kerja Wakil Menteri ESDM beserta rombongan berjalan aman dan lancar,” ujar Kapolda.Ia menambahkan, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan stakeholder menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas, khususnya dalam mendukung program strategis nasional.“Stabilitas kamtibmas harus terus dijaga agar setiap agenda pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.Kapolda juga menilai, situasi keamanan yang kondusif akan menjadi faktor pendukung masuknya investasi, terutama di sektor energi dan sumber daya alam di Maluku.Seluruh rangkaian penyambutan berlangsung lancar dan berakhir dalam situasi aman dan terkendali. PNO-12 29 Apr 2026, 10:07 WIT
Polres Malra Redam Potensi Konflik Kasus Kematian di Bandara Langgur Papuanewsonline.com, Malra - Kepolisian Resor (Polres) Maluku Tenggara memfasilitasi pertemuan antara perwakilan Marga Holath dan Marga Tuatrean guna meredam potensi konflik pasca peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia di Bandara Karel Satsuitubun, Langgur. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa insiden yang terjadi pada 19 April 2026 merupakan persoalan pribadi, bukan konflik antar kelompok atau marga.Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (25/4/2026) pukul 10.30 WIT di Ruang SPKT Polres Maluku Tenggara itu dihadiri sekitar 30 perwakilan keluarga dari kedua belah pihak, serta disaksikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara, IPTU Zaenal, S.H.Sejumlah tokoh keluarga yang hadir antara lain Antonius Rumatora (kakak almarhum), Elegiud Rahayaan, Filipus Ulukyanan, Efraim Rumatora, Atus Ulukyanan, Roni Ulukyanan, H.J.S. Dumatubun, Noho Silubun, serta perwakilan keluarga besar dari Marga Holath dan Marga Tuatrean.Dalam forum tersebut, para pihak menyepakati beberapa poin penting. Selain menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan masalah individu, kedua belah pihak juga sepakat menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian. Mereka juga berkomitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif, serta menahan diri dari tindakan yang berpotensi memicu konflik lanjutan.Kesepakatan itu juga memuat komitmen bersama untuk menyosialisasikan hasil pertemuan kepada seluruh anggota keluarga di wilayah Maluku Tenggara maupun Kota Tual. Para pihak menegaskan bahwa apabila di kemudian hari terdapat pihak yang mengatasnamakan kelompok tertentu dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan kesepakatan, maka hal tersebut berada di luar tanggung jawab pihak yang telah menandatangani kesepakatan.Kabidhumas Polda MalukuKombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., dalam keterangannya mengapresiasi langkah pertemuan yang dilakukan serta sikap kooperatif kedua belah pihak.“Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Maluku Tenggara. Kesepakatan yang dicapai menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menyikapi persoalan hukum secara bijak dan tidak melebar menjadi konflik komunal. Kami mengimbau seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.Pertemuan yang berlangsung hingga pukul 14.19 WIT tersebut berjalan dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Aparat kepolisian menegaskan akan terus mengawal proses hukum secara profesional sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap stabil di wilayah Maluku.Langkah mediasi ini dinilai sebagai bagian penting dari pendekatan preventif Polri dalam mencegah eskalasi konflik sosial, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum yang adil dan transparan. PNO-12 29 Apr 2026, 09:53 WIT
Kampung Iwaka Terisolasi: Talut PUPR Sudah Jadi, Tapi Banjir Masih Mengancam Warga Papuanewsonline.com, Mimika — Jembatan di Kampung Iwaka yang dibangun Dinas PUPR Kabupaten Mimika tahun lalu kini sudah selesai. Namun warga masih terjebak dua persoalan besar: akses air bersih yang belum berfungsi dan banjir tahunan setiap Juni-Juli yang membuat kampung terisolasi.Jembatan PUPR Sudah Jadi, Warga Harap Akses Lancar  Jembatan dan Talut yang dibangun Dinas PUPR sejak tahun lalu kini telah berdiri di Kampung Iwaka. “Tahun kemarin dong buat,” kata warga saat diwawancarai (28/04/2026). Meski jembatan sudah jadi, warga berharap aksesnya bisa segera dimanfaatkan sepenuhnya untuk menghubungkan kampung dengan wilayah lain, terutama saat musim banjir.Air Bersih Mangkrak, Warga Masih Andalkan Air Hujan  Di sisi lain, proyek air bersih di samping sekolah yang dikerjakan pihak pusat belum bisa digunakan. Warga terpaksa tetap mengandalkan air hujan untuk kebutuhan minum sehari-hari, terutama saat musim kemarau. “Tapi air bersih belum jalan. Tidak berfungsi,” ujar warga.Banjir Juni-Juli Bikin Warga Tidur di Jalan  Keluhan paling berat datang dari banjir tahunan yang rutin terjadi setiap Juni-Juli. Air kali meluap hingga masuk ke rumah dan merendam hutan, membuat warga tidak bisa mencari sagu. Banjir berlangsung sekitar satu sampai dua minggu dan memaksa warga membuat tenda di jalan.  “Pada saat banjir kami mengungsi di jalan, bikin tenda di jalan, tidur juga di jalan,” kata warga kepada media papuanewsonline.com.Usulan Musrembang Belum Ditindaklanjuti  Warga mengaku sudah menyampaikan keluhan lewat Musrembang dari tingkat kampung ke distrik hingga kabupaten. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata dari pemerintah. “Barang yang pernah kita kasih masuk itu tidak pernah terjawab,” keluh warga. Kepala kampung juga sudah menyampaikan laporan, tetapi belum ada peninjauan langsung dari Pemkab Mimika. Dinas Sosial hanya pernah memberikan bantuan plastik saat banjir. Anggota DPRD juga disebut belum pernah turun ke Iwaka. “Anggota DPRD tidak pernah datang muncul di Iwaka ini,” kata warga.Tanggul Banjir Tidak Efektif  Tanggul yang dibangun di pinggir labuan untuk menahan banjir dinilai belum efektif. Warga masih menunggu apakah banjir Juni 2026 akan masuk ke pemukiman atau tidak. “Ini kita sekarang masih nunggu Juni-Juli ini, bulan besok ini. Kalau Juni-Juli entah dia tidak masuk atau masuk, nanti baru kita lihat,” ujarnya.Harapan Warga  Dengan jembatan PUPR yang sudah jadi, warga berharap Pemkab Mimika bisa segera menuntaskan masalah air bersih dan menyiapkan langkah penanggulangan banjir sebelum puncak Juni tiba. Mereka juga meminta Dinas terkait dan DPRD turun langsung ke Iwaka untuk melihat kondisi di lapangan.Hingga berita inirilis, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Mimika, Dinas PUPR, Dinas Sosial, maupun Inspektorat Kabupaten Mimika terkait kondisi di Kampung Iwaka. Penulis: Hendrik Editor: GF 28 Apr 2026, 19:53 WIT
Otsus Papua Dinilai Kehilangan Ruh, Vinsent Oniyoma Soroti Arah Kebijakan dan Ruang Sipil Papuanewsonline.com, Mimika — Ketua Dewan Adat Daerah Mimika, Vinsent Oniyoma, menyampaikan pandangannya terkait kondisi Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang dinilai telah kehilangan arah dan substansi. Ia menilai situasi saat ini menunjukkan perubahan besar dalam tata kelola Papua, yang tidak lagi sepenuhnya berpihak pada masyarakat asli.Dalam keterangannya pada 26 April 2026, Vinsent menyoroti tingginya angka investasi di Papua yang tidak sejalan dengan kondisi sosial masyarakat. Ia menyebut bahwa meskipun nilai investasi mencapai puluhan triliun rupiah, manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat adat.“Otsus Papua Telah Mati: Kembali ke Era Kontrol Sentral dan Jalan Bersenjata,” ujarnya.Menurutnya, sejak revisi Undang-Undang Otonomi Khusus pada 2021, arah kebijakan Papua mengalami perubahan signifikan. Ia menilai bahwa kebijakan pembangunan kini lebih bergantung pada kepentingan investasi dibandingkan aspirasi masyarakat Papua.“Ketika Otonomi Khusus Kehilangan Ruh, Nasib Papua Bergantung pada Investasi, Bukan Keinginan Orang Papua,” tegasnya.Ia menjelaskan bahwa Otsus yang awalnya dirancang sebagai instrumen untuk memberikan kewenangan luas kepada daerah dan masyarakat adat, kini dinilai telah melemah. Perubahan regulasi disebut telah mengurangi peran penting lembaga lokal dalam pengambilan keputusan.Vinsent juga menyoroti perubahan kewenangan Majelis Rakyat Papua (MRP) yang kini hanya bersifat memberikan pertimbangan, tanpa kekuatan untuk menentukan keputusan. Kondisi ini dinilai mengurangi fungsi kontrol terhadap kebijakan yang berdampak pada masyarakat adat.Selain itu, ia mengkritisi meningkatnya peran pemerintah pusat dalam pengambilan kebijakan di Papua. Menurutnya, sejumlah lembaga baru yang dibentuk justru mengambil alih kewenangan yang sebelumnya berada di tangan pemerintah daerah.Vinsent juga menyoroti situasi keamanan di Papua yang dinilai semakin kompleks. Ia menyebut bahwa ruang sipil semakin terbatas, sementara pendekatan keamanan dinilai lebih dominan dalam menyikapi berbagai persoalan di wilayah tersebut.Ia mengingatkan bahwa kondisi ini dapat berdampak pada meningkatnya ketegangan sosial serta memperbesar risiko terhadap masyarakat sipil. Oleh karena itu, ia mendorong adanya pendekatan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.“ini dimana situasi tanah Papua tidak baik baik saja, kita semua perlu jaga tanah Papua sebagai tanah Damai dan tanah perjanjian.kami berharap seluruh oimpinan2 daerah mencari solusi dalam menyelamatkan tanah Papua dari bebranagai ancaman ke depan.” tutupnya. Vinsent berharap seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat daerah maupun pusat, dapat bersama-sama mencari solusi untuk menjaga stabilitas dan masa depan Papua. Ia menegaskan bahwa pembangunan seharusnya tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, dan kemanusiaan. (GF) 28 Apr 2026, 19:38 WIT
Insiden Kereta di Bekasi Timur, Kemenhub Pastikan Evakuasi Cepat dan Investigasi Berjalan Papuanewsonline,com, Bekasi — Kementerian Perhubungan menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang melibatkan dua layanan kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026). Peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian serius dari pemerintah, mengingat dampaknya terhadap keselamatan penumpang dan operasional transportasi publik.Dalam pernyataan resminya tertanggal 28 April 2026, Kemenhub menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden ini. Upaya evakuasi dilakukan secara cepat dengan melibatkan berbagai unsur terkait di lapangan.Kementerian memastikan bahwa seluruh korban terdampak menjadi fokus utama dalam proses penanganan. Tim gabungan terus bekerja untuk mengevakuasi penumpang serta memberikan pertolongan medis kepada korban yang membutuhkan.Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, diketahui langsung turun ke lokasi kejadian untuk memastikan proses evakuasi berjalan dengan baik. Kehadiran Menhub di lapangan menjadi bagian dari upaya pengawasan langsung terhadap penanganan situasi darurat tersebut.Selain proses evakuasi, pendataan jumlah korban hingga saat ini masih terus dilakukan. Kemenhub menegaskan bahwa informasi terkait korban akan disampaikan secara bertahap sesuai perkembangan di lapangan.Koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat guna memastikan seluruh proses berjalan optimal. Kemenhub bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat penanganan serta meminimalisir dampak lanjutan dari insiden tersebut.Di sisi lain, Kementerian Perhubungan juga mendukung penuh langkah investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan pihak terkait lainnya. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengungkap penyebab pasti insiden serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi hingga seluruh proses evakuasi dan penanganan selesai. Transparansi informasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem transportasi nasional.Insiden ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan standar keselamatan dan pengawasan operasional di sektor perkeretaapian. Evaluasi menyeluruh dipastikan akan dilakukan sebagai langkah perbaikan ke depan. (GF) 28 Apr 2026, 19:35 WIT
Aliansi OAP Desak Pemda Serius Terapkan Perpres 108/2025 dalam Pengadaan Papuanewsonline.com, Timika — Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua memberikan respons terhadap kegiatan sosialisasi penguatan peran Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang dilaksanakan oleh BPBJ Setda Mimika. Kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam meningkatkan tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah di daerah.Aliansi menilai, sosialisasi tersebut memiliki peran penting dalam mendorong percepatan penyerapan anggaran, meningkatkan tertib administrasi, serta memastikan proses pengadaan berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat waktu. Upaya penguatan peran internal pemerintah ini dianggap sebagai bagian dari pembenahan sistem yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan.“Sosialisasi pengadaan tidak boleh hanya berfokus pada penguatan peran aparatur pemerintah semata. Mereka menilai, pemerintah daerah perlu melihat secara menyeluruh regulasi yang lebih luas, khususnya Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan di Papua,” Tegas Aliansi dalam keterangannya kepada awak media papuanewsonline.com.Menurut Aliansi, Perpres tersebut merupakan kebijakan strategis yang secara khusus dirancang untuk memberikan ruang lebih besar kepada pelaku usaha Orang Asli Papua, termasuk usaha mikro, kecil, dan koperasi lokal. Regulasi ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan nyata pemerintah pusat terhadap pembangunan ekonomi masyarakat Papua.Aliansi juga menyoroti bahwa Perpres 108 Tahun 2025 telah resmi berlaku sejak diundangkan pada 9 Oktober 2025 dan menjadi dasar hukum penting dalam pelaksanaan pengadaan di wilayah Papua. Oleh karena itu, mereka mempertanyakan mengapa dalam sosialisasi yang dilakukan Pemkab Mimika, regulasi tersebut belum ditempatkan sebagai materi utama.Mereka menilai, pengabaian terhadap Perpres tersebut berpotensi membuat tujuan afirmasi bagi pengusaha Orang Asli Papua tidak tercapai secara maksimal. Padahal, dalam ketentuan regulasi tersebut telah diatur berbagai mekanisme penting, termasuk verifikasi pelaku usaha OAP, pencegahan praktik pinjam bendera, hingga metode tender terbatas.Keterlibatan unsur masyarakat adat dinilai sangat penting untuk memastikan bahwa implementasi kebijakan afirmatif benar-benar menyentuh kepentingan Orang Asli Papua sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar formalitas administratif.Aliansi juga menyampaikan sejumlah sikap dan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika. Salah satunya adalah mendorong dilakukannya sosialisasi khusus terkait Perpres 108 Tahun 2025 kepada seluruh perangkat daerah dan pelaku usaha.“Organisasi pengusaha Orang Asli Papua dilibatkan secara resmi dalam setiap forum pengadaan, serta mendorong peran Dewan Adat dalam proses verifikasi pelaku usaha agar kebijakan afirmasi tidak disalahgunakan,” Tegas Aliansi OAP.Aliansi juga menekankan pentingnya membuka ruang dialog antara pemerintah daerah dan pengusaha OAP guna merumuskan langkah teknis implementasi kebijakan tersebut secara konkret di lapangan.Mereka berharap, paket-paket pekerjaan yang tersedia benar-benar diarahkan untuk memperkuat ekonomi pelaku usaha Orang Asli Papua, bukan sekadar memenuhi aspek administratif tanpa dampak nyata. Dengan adanya Perpres 108 Tahun 2025, Aliansi menilai pemerintah daerah memiliki landasan kuat untuk menjalankan kebijakan yang lebih berpihak. Mereka pun berharap implementasi regulasi tersebut dilakukan secara jujur, terbuka, dan benar-benar memberikan manfaat bagi Orang Asli Papua di Kabupaten Mimika. (GF) 28 Apr 2026, 19:26 WIT
Insiden Kereta di Bekasi Timur, KAI Minta Maaf dan Prioritaskan Evakuasi Penumpang Papuanewsonline.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan menyusul insiden operasional yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, pada Senin (27/4/2026). Kejadian tersebut berdampak langsung terhadap perjalanan kereta api dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.Dalam keterangan resminya, KAI menegaskan bahwa saat ini fokus utama perusahaan adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak sarana yang terdampak. Upaya evakuasi menjadi prioritas utama, disertai penanganan korban secara cepat di lokasi kejadian.Proses penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk tim penyelamat dan aparat setempat. Koordinasi intensif terus dilakukan guna memastikan seluruh prosedur berjalan optimal serta risiko lanjutan dapat diminimalkan.Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada masyarakat atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi perhatian utama dalam setiap langkah penanganan yang dilakukan.“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujarnya.Anne juga menambahkan bahwa KAI berkomitmen untuk terus memberikan informasi terbaru kepada publik secara berkala seiring perkembangan situasi di lapangan. Transparansi informasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.Selain itu, KAI membuka layanan komunikasi bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait insiden tersebut. Layanan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kepastian dan perkembangan terbaru secara resmi.Pelanggan dapat menghubungi layanan WhatsApp resmi KAI di nomor 0811-2223-3121 atau Call Center 121 untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi perjalanan dan penanganan yang sedang berlangsung.Insiden ini menjadi perhatian serius bagi KAI dalam meningkatkan sistem keselamatan dan pelayanan ke depan. Evaluasi menyeluruh dipastikan akan dilakukan setelah proses evakuasi dan penanganan selesai. KAI juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari perusahaan, sembari memastikan bahwa seluruh upaya terbaik terus dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan penumpang. (GF) 28 Apr 2026, 19:23 WIT
Bupati Mimika Ingatkan Pentingnya Kompetensi PPK dalam Pengadaan Barang dan Jasa Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi penguatan peran Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam rangka percepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 28–29 April 2026.Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan peran PA, KPA, dan PPK merupakan kunci utama dalam mempercepat proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.“Melalui kegiatan sosialisasi ini, saya berharap seluruh pihak dapat memahami tugas dan fungsi masing-masing secara baik dan benar,” ujarnya.Ia menjelaskan, PA memiliki tanggung jawab penuh atas penggunaan anggaran, sementara KPA menjalankan kewenangan yang dilimpahkan untuk mengelola anggaran di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD). Adapun PPK memegang peran teknis penting dalam proses pengadaan, mulai dari perencanaan, penetapan spesifikasi hingga pengendalian pelaksanaan kontrak.Johannes menekankan bahwa PPK yang ditunjuk harus memiliki kompetensi dan sertifikasi keahlian di bidang pengadaan barang dan jasa. Hal ini penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, tepat waktu, serta menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti masih adanya OPD yang belum menetapkan PA, KPA, dan PPK. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera dibenahi karena berpotensi menghambat proses pengadaan dan berdampak pada lambatnya penyerapan anggaran.“Saya minta pimpinan OPD segera menindaklanjuti hal ini secara serius,” tegasnya.Selain itu, pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan juga menjadi perhatian. Ia mengingatkan agar tidak terjadi lagi laporan pekerjaan yang telah mencapai 100 persen, namun kenyataannya tidak sesuai spesifikasi di lapangan.Pemanfaatan sistem pengadaan secara elektronik, termasuk e-katalog dan kontrak elektronik, juga didorong untuk dimaksimalkan guna meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas.Tak hanya itu, Johannes juga mengingatkan agar pelaksanaan pengadaan tetap memberi ruang bagi pelaku usaha lokal, sehingga pembangunan yang dilakukan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Mimika.Ia berharap melalui kegiatan ini, seluruh pihak dapat meningkatkan komitmen dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, sehingga proses pengadaan barang dan jasa dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan optimal. Penulis: Bim Editor: GF 28 Apr 2026, 19:16 WIT
Menuju Mimika Berkelanjutan, HMI Mimika Angkat Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papuanewsonline.com, Mimika — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Mimika menggelar seminar bertema “Mimika Pasca Tambang: Diversifikasi Ekonomi Berbasis Kemandirian Pangan, Ekonomi Lokal, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Keberlanjutan Lingkungan” pada 27 April 2026.Ketua Umum HMI Cabang Persiapan Mimika, Prayoga Romin Saputra, dalam sambutannya menyoroti dampak panjang aktivitas pertambangan terhadap masyarakat dan lingkungan di Mimika.“Faktanya, tambang itu tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga mengubah ekosistem budaya. Bahkan, masyarakat harus bergeser dari tempat tinggalnya karena pembangunan, dan ini memicu konflik, baik horizontal maupun vertikal,” ujarnya.Ia menilai bahwa kehadiran tambang belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya di lapisan bawah. “Pendapatan daerah memang banyak berasal dari tambang, tetapi hanya sebagian kecil masyarakat yang benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.Menurut Prayoga, kondisi tersebut menjadi dasar bagi HMI untuk mendorong lahirnya gagasan “Mimika wajah baru” yang tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan semata. Ia menyebut, potensi lain seperti pariwisata, ekonomi lokal, dan ekonomi kreatif perlu dikembangkan secara serius.“Kami melihat banyak potensi yang bisa digali. Anak-anak muda Papua bisa menghasilkan karya kreatif, termasuk di bidang seni dan musik, yang berangkat dari budaya lokal,” ujarnya.Ia juga mempertanyakan sejauh mana komitmen pemerintah dalam menyiapkan Mimika menghadapi masa depan tanpa ketergantungan pada tambang. “Sudah seberapa berani pemerintah mengatakan bahwa kita siap menghadapi Mimika tanpa tambang?” katanya.Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam mendorong diversifikasi ekonomi. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus tumbuh dari bawah melalui penguatan ekonomi lokal dan kearifan masyarakat.“Memang pertumbuhannya tidak akan sebesar tambang, tetapi ekonomi berbasis komunitas ini lebih berkelanjutan karena tumbuh dari masyarakat itu sendiri,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan bentuk penolakan terhadap tambang, melainkan penolakan terhadap dampak negatif yang ditimbulkan. “Kita bukan menolak tambang, tetapi kita menolak kerusakan lingkungan, konflik, dan ketidakadilan yang dirasakan masyarakat Papua,” tegasnya.Prayoga berharap seminar ini dapat menjadi ruang diskusi terbuka untuk merumuskan langkah konkret dalam mengembangkan potensi non-tambang di Mimika.“Forum ini diharapkan melahirkan narasi dan gagasan baru tentang Mimika yang tidak hanya dikenal sebagai daerah tambang, tetapi juga sebagai wilayah dengan kekuatan ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. Penulis: Bim Editor: GF 28 Apr 2026, 19:10 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT