Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Pansus Moker DPRK Mimika Temui Said Iqbal, Sampaikan Masalah Ketenagakerjaan Berlarut
Papuanewsonline.com, Jakarta –
Panitia Khusus Mogok Kerja (Pansus Moker) DPRK Mimika menggelar pertemuan
dengan Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, di Jakarta
pada Jumat (26/6/2026). Pertemuan ini bertujuan menyampaikan sejumlah persoalan
ketenagakerjaan yang masih dihadapi ribuan pekerja di Kabupaten Mimika, Papua
Tengah. Ketua Pansus Moker, Derek
Tonouye, menyatakan bahwa permasalahan ini telah berlangsung selama hampir
sembilan tahun tanpa solusi yang jelas. Ia menegaskan kehadiran timnya
semata-mata untuk memperjuangkan hak-hak pekerja yang belum terpenuhi, serta
memastikan status hukum aksi mogok yang telah diakui dalam nota resmi
pemerintah. “Kami datang bukan untuk
kepentingan pribadi atau golongan, melainkan mewakili suara masyarakat yang
terus mengeluh. Kehadiran negara dirasakan masih jauh dari harapan, sehingga
kami berusaha mencari jalan penyelesaian langsung ke tingkat pusat,” ujar Derek. Pansus Moker juga memberikan
tenggat waktu hingga bulan Agustus 2026 untuk melihat adanya tindak lanjut
nyata. Jika hingga batas waktu tersebut
belum ada penyelesaian konkret, Derek menegaskan akan memimpin aksi lanjutan
guna menekan agar hak pekerja segera dipenuhi. Sementara itu, Said Iqbal
menyatakan siap menampung aspirasi tersebut dan menyampaikan rekomendasinya
kepada Presiden. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 10:49 WIT
Kecelakaan di Jalan Poros SP3, Satu Perempuan Tewas Tertabrak Truk
Papuanewsonline.com, Mimika –
Sebuah kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dan truk terjadi di Jalan
Poros SP3, tepatnya di depan Gang Amtor, Kabupaten Mimika, pada Sabtu
(27/6/2026) sekitar pukul 14.10 WIT. Peristiwa nahas itu merenggut nyawa
pengendara sepeda motor berinisial S.R. (44), warga Jalan Yos Sudarso,
sementara penumpangnya mengalami luka ringan. Menurut keterangan Satlantas
Polres Mimika, kedua kendaraan melaju searah dari SP3 menuju SP2. Diduga
pengendara sepeda motor jenis Yamaha Vino melakukan manuver mendahului
kendaraan lain di depan Bengkel Lapangan. Pada saat yang sama, truk
berwarna kuning yang dikemudikan W.P.B.B. tidak sempat menghindar dan menabrak
bagian belakang motor tersebut. Akibat benturan keras, pengendara
dan penumpang terlempar ke jalan. Pengemudi truk segera membawa keduanya ke
Rumah Sakit Umum Mitra Masyarakat. Namun, nyawa S.R. tidak dapat
diselamatkan, sedangkan penumpang berinisial E.R. hanya mengalami luka memar
dan sudah mendapatkan perawatan medis. Kerugian materiil akibat kejadian
ini diperkirakan mencapai Rp2 juta. Kedua kendaraan telah diamankan sebagai
barang bukti. Polisi masih melakukan
penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dan mengkaji unsur
kelalaian dari kedua pihak. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 10:40 WIT
BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan, BMKG Sebut Risiko Cuaca Ekstrem di Mimika Masih Rendah
Papuanewsonline.com, Mimika –
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menaikkan status
kesiapsiagaan di 26 provinsi, termasuk Papua Tengah, mengantisipasi potensi
hujan lebat dan angin kencang. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi,
dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mozes Kilangin Timika memastikan risiko cuaca
ekstrem di Kabupaten Mimika masih tergolong kecil. Forecaster BMKG, William
Titahena, menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan Dasarian I, sebagian besar
wilayah Mimika hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Peluang
terjadinya curah hujan di atas 100 milimeter hanya berkisar 10 hingga 20 persen,
terutama di daerah pesisir dan dataran rendah. Wilayah dari Mimika Barat Jauh
hingga Timur Jauh serta Distrik Jita juga memiliki kemungkinan yang sama, belum
masuk kategori ekstrem. Ia menambahkan bahwa potensi
hujan lebih tinggi justru terdeteksi di kawasan pegunungan Papua, seperti
wilayah Kabupaten Puncak. Kondisi geografis dan kelembapan udara yang tinggi
membuat daerah dataran tinggi lebih rentan mengalami curah hujan lebih deras
dibandingkan wilayah perkotaan. Suhu di Mimika tetap stabil
antara 23 hingga 30 derajat Celsius, hanya terasa lebih dingin pada malam dan
dini hari. Meskipun risikonya kecil, BMKG
tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang
beraktivitas di daerah pegunungan dan lokasi rawan perubahan cuaca. Warga di wilayah perkotaan tidak
perlu panik, namun disarankan untuk terus memantau informasi resmi agar segera
mengambil langkah antisipasi jika terjadi perubahan kondisi. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 10:33 WIT
Jadi Partai Masa Depan, DPD PSI Mimika Tegaskan Komitmen Politik Bersih dan Berdayakan Pemuda
Papuanewsonline.com, Mimika –
Kehadiran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai membawa angin segar bagi
dinamika demokrasi. Meskipun belum menjadi kekuatan besar secara elektoral,
partai ini memiliki keunggulan dalam keberanian bersikap dan menjunjung
kejujuran. PSI hadir bukan semata-mata mengejar kekuasaan, melainkan berupaya
mengubah budaya politik lama yang dianggap gagal mewujudkan keadilan dan
peradaban. Lebih dari sekadar partai yang
dihuni anak muda, PSI disebut sebagai partai masa depan. Hal ini tercermin
tidak hanya dari usia kadernya, tetapi juga gagasan yang diusungnya terasa
segar, relevan, dan sesuai tantangan zaman. Partai ini meyakini kemajuan
bangsa tidak akan tercapai jika masih terbebani praktik politik koruptif,
eksklusif, dan mengabaikan keberagaman. Dewan Pembina DPD PSI Mimika,
Piet Rafra, menyampaikan persiapan menuju Pemilu 2029 sudah dimulai sejak dini.
Ia menegaskan kepengurusan harus
terbentuk secara menyeluruh, mulai dari tingkat kabupaten, distrik, hingga
kampung agar seluruh jajaran dapat bergerak serentak. Langkah ini dilakukan agar
sosialisasi keberadaan dan visi PSI dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat
luas. Piet juga mengajak generasi muda
menunjukkan kemampuan dan tanggung jawab memimpin di berbagai tingkatan. “PSI kini semakin dikenal publik,
dan kami ingin membuktikan bahwa anak muda mampu berpolitik secara bersih dan
bertanggung jawab. Kami menargetkan meraih kursi terbanyak di lembaga
legislatif pada pemilu mendatang,” ujarnya. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 10:20 WIT
Lewat Reses, Ardi S.T. Bawa Bantuan Pendidikan dan Pesan Pentingnya Keluarga Harmonis
Papuanewsonline.com, Mimika -
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Ardi, S.T., M.IST.,
melaksanakan kegiatan Reses II Tahun 2026 yang digabungkan dengan penyerahan
bantuan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap I Tahun 2026, serta
menggelar sesi diskusi dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional. Kegiatan yang mengusung tema
“Keharmonisan Keluarga Turut Membentuk Karakter Anak Penerus Bangsa” ini
berlangsung di Hotel Serayu Timika pada Sabtu (27/6/2026), dan dihadiri oleh
jajaran pengurus Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Mimika, warga konstituen,
orang tua siswa, serta para pelajar penerima manfaat. Dalam kesempatan itu, Ardi
menyalurkan beasiswa PIP kepada sekitar 60 siswa dari total kuota 63 orang yang
direkomendasikan Fraksi PKS bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Ia
menjelaskan seluruh proses administrasi dan aktivasi rekening di Bank BRI telah
selesai dilakukan. “Penerima cukup membawa sertifikat beasiswa
dan Kartu Keluarga ke bank untuk mencairkan dana,” ujarnya. Bantuan ini diharapkan
meringankan biaya sekolah, seperti pembelian seragam, perlengkapan belajar, dan
kebutuhan pendidikan lainnya, mengingat tahun ajaran baru segera dimulai.
Penyaluran serupa juga diagendakan kembali pada Desember mendatang. Selain pendidikan, Ardi
menyampaikan komitmen mendukung akses kesehatan. Ia mengungkapkan tahun
sebelumnya telah membantu warga kurang mampu mengaktifkan dan membayar iuran
BPJS Kesehatan. Untuk tahun ini, pihaknya masih
menunggu kebijakan pusat, namun tetap berupaya agar warga berhak mendapatkan
layanan kesehatan secara cuma-cuma. Ia juga mengimbau masyarakat
rutin memeriksa status kepesertaan agar tidak terhambat saat membutuhkan
pelayanan medis. Talk show Harganas menekankan
peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak. Ardi menegaskan
keberhasilan generasi muda tidak hanya bergantung pada sekolah, melainkan juga
pada pola asuh, keteladanan, dan keharmonisan di rumah.
“Anak belajar dari apa yang dilihat dan
dirasakan setiap hari, sehingga lingkungan keluarga yang baik menjadi kunci
menciptakan pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia,” tegasnya. Penulis: Jid Editor: GF
28 Jun 2026, 10:07 WIT
Perahu Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka, Tim SAR Lakukan Pencarian
Papuanewsonline.com, Mimika – Sebuah perahu nelayan yang
membawa empat orang dilaporkan hilang kontak di wilayah perairan Atuka,
Kabupaten Mimika. Laporan disampaikan oleh pihak keluarga bernama Selfi ke
Kantor SAR Timika setelah rombongan tidak kembali sesuai jadwal yang telah ditentukan.Keempat nelayan tersebut berangkat melaut mencari ikan sejak
Selasa, 23 Juni 2026, dan direncanakan pulang pada Kamis, 25 Juni.Masih ada komunikasi terakhir pada Rabu, 24 Juni, namun
setelah itu nomor telepon mereka tidak dapat dihubungi lagi. Pencarian mandiri
yang dilakukan keluarga dan warga sejak Kamis belum membuahkan hasil.Merespons laporan tersebut, Tim SAR gabungan berangkat ke
lokasi pada Sabtu pagi menggunakan kapal penyelamat berkecepatan tinggi. Penyisiran dilakukan di radius sekitar 8 mil laut, serta
meminta keterangan kepada kapal lain yang melintas di sekitar perairan Atuka
untuk melacak keberadaan mereka.Hingga sore hari, upaya pencarian hari pertama belum
menemukan tanda-tanda keberadaan perahu maupun penumpangnya. Tim kemudian kembali ke darat pada pukul 17.35 WIT dan
merencanakan melanjutkan operasi pada Minggu pagi dengan memperluas area
pencarian, disesuaikan dengan kondisi arus dan pasang surut air laut. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 09:53 WIT
Konfercab KE-III DPC GMNI Timika, Tegaskan Pentingnya Persatuan dalam Regenerasi Kepemimpinan
Papuanewsonline.com, Mimika — Gerakan Mahasiswa Nasional
Indonesia (GMNI) Cabang Timika menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) III
dengan mengusung tema "Melanjutkan Tongkat Estafet Kepemimpinan yang
Progresif dan Revolusioner, Merawat Solidaritas, Membumikan Pancasila, dan
Memenangkan Marhaen" di Mimika, Sabtu (27/6/2026).Ketua DPC GMNI Timika, Kristoforus Toffy, dalam sambutannya
menegaskan bahwa sejak awal berdiri, GMNI merupakan organisasi kaderisasi yang
berkomitmen mencetak kader-kader berkualitas."Sejak awal berdiri, GMNI adalah organisasi kaderisasi.
Karena itu, di tengah berbagai tantangan zaman, kami tetap berkomitmen
menjalankan proses pengkaderan agar lahir kader-kader yang memiliki semangat
nasionalisme, intelektualitas, dan keberpihakan kepada rakyat," ujarnya.Ia mengatakan, Konferensi Cabang III merupakan momentum
penting untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi. Menurutnya, berbagai
dinamika yang muncul dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua cabang
yang baru harus disikapi secara dewasa."Kita melaksanakan Musyawarah Cabang III. Apa pun
dinamika yang akan terjadi dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua yang
baru, saya berharap kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Berbeda pendapat
adalah hal yang wajar dalam organisasi. Kita boleh beradu gagasan dan
argumentasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu memecah persaudaraan kita
sebagai keluarga besar GMNI," katanya.Kristoforus menegaskan bahwa persatuan menjadi modal utama
bagi organisasi untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat."Kita harus ingat bahwa ketika kita terpecah, kita akan
menjadi lemah. Sebaliknya, ketika kita bersatu, kita akan semakin kuat dalam
memperjuangkan cita-cita organisasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi
pembangunan Kabupaten Mimika," Tutupnya. Penulis: Bim
Editor: GF
28 Jun 2026, 09:25 WIT
APPOAP Soroti Sulitnya Pengusaha OAP Mengakses Informasi dan Peluang Usaha
Papuanewsonline.com, Timika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang
Asli Papua (APPOAP) menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi dunia usaha
yang dihadapi pengusaha Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mimika. Hingga 26
Juni 2026, organisasi tersebut mengaku masih menerima banyak laporan dari
pelaku usaha lokal yang kesulitan memperoleh informasi mengenai pelaksanaan
program pemerintah daerah maupun kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam
pembangunan.Menurut APPOAP, selama beberapa bulan terakhir pihaknya
telah berupaya membangun komunikasi secara langsung dengan berbagai Organisasi
Perangkat Daerah (OPD). Namun, upaya tersebut dinilai belum berjalan efektif
karena dalam sejumlah kesempatan para kepala OPD tidak dapat ditemui dengan
berbagai alasan, seperti sedang mengikuti rapat, menjalankan tugas luar daerah,
atau memiliki agenda kedinasan lainnya.Kondisi yang berulang tersebut, menurut APPOAP, menimbulkan
pertanyaan di kalangan pengusaha OAP mengenai sejauh mana komunikasi antara
pemerintah daerah dengan pelaku usaha lokal telah berjalan secara optimal. Di
sisi lain, organisasi tersebut mengakui bahwa pemerintah daerah terus
menunjukkan komitmen mempercepat pembangunan melalui berbagai arahan yang
disampaikan pimpinan daerah.APPOAP mencatat bahwa dalam berbagai apel maupun rapat awal
pekan, Bupati Mimika, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah secara konsisten
menginstruksikan seluruh OPD agar mempercepat pelaksanaan program serta
meningkatkan serapan anggaran. Instruksi tersebut dinilai mencerminkan komitmen
pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.Namun demikian, APPOAP menilai masih terdapat kesenjangan
antara arahan pimpinan daerah dengan kondisi yang dirasakan pelaku usaha di
lapangan. Berdasarkan pemantauan terhadap sistem Layanan Pengadaan Secara
Elektronik (LPSE), paket pekerjaan yang diumumkan sejauh ini masih didominasi
jasa konsultansi, pengawasan, dan perencanaan. Sementara peluang pada sektor
konstruksi maupun pengadaan barang dan jasa yang dapat diakses pengusaha lokal
dinilai belum terlihat secara signifikan.Situasi tersebut kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan
yang menurut APPOAP perlu dijawab secara terbuka oleh pemerintah daerah.
Organisasi itu mempertanyakan melalui mekanisme apa paket-paket pekerjaan
dilaksanakan apabila pembangunan telah berjalan. Sebaliknya, jika sebagian
besar kegiatan belum direalisasikan, APPOAP meminta penjelasan mengenai kendala
yang menyebabkan percepatan pelaksanaan program belum berjalan optimal di
masing-masing OPD.APPOAP menegaskan bahwa berbagai pertanyaan tersebut bukan
dimaksudkan sebagai bentuk tuduhan terhadap pemerintah daerah. Sebaliknya, hal
itu merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap tata kelola pemerintahan
yang transparan, akuntabel, serta mampu memberikan ruang yang lebih besar bagi
pemberdayaan pengusaha Orang Asli Papua.Sebagai organisasi yang lahir dari aspirasi pengusaha OAP,
APPOAP menyatakan tetap mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten
Mimika. Namun organisasi tersebut menilai dukungan tersebut harus diiringi
dengan keterbukaan informasi, kesempatan yang adil, serta komunikasi yang lebih
baik antara pemerintah dan pelaku usaha lokal. Untuk itu, APPOAP meminta
pemerintah membuka ruang audiensi resmi dengan pengusaha OAP, menyampaikan
perkembangan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 secara terbuka, memperkuat
komunikasi seluruh OPD dengan pelaku usaha lokal, memastikan seluruh proses
pengadaan barang dan jasa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, serta
memberikan ruang yang lebih besar bagi pengusaha Orang Asli Papua melalui
kebijakan afirmatif.
APPOAP meyakini bahwa keberhasilan pembangunan Kabupaten
Mimika tidak semata-mata diukur dari tingginya serapan anggaran, tetapi juga
dari sejauh mana manfaat pembangunan mampu dirasakan masyarakat melalui
tumbuhnya pengusaha Orang Asli Papua sebagai pelaku utama ekonomi daerah.
Organisasi tersebut berharap pemerintah menjadikan masukan tersebut sebagai
bahan evaluasi bersama demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin
transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana
disampaikan dalam pernyataan penutupnya, "Pembangunan yang berhasil adalah
pembangunan yang memberi kesempatan kepada masyarakatnya untuk bertumbuh
bersama, bukan hanya menghadirkan angka serapan anggaran." (GF)
27 Jun 2026, 11:43 WIT
AKBP Alredo Agustinus Rumbiak Resmi gantikan Billyandha Budiman Jabat Kapolres Mimika
Papuanewsonline.com, Timika – Kepemimpinan Polres Mimika resmi
berganti mengikuti kebijakan mutasi dan promosi jabatan di lingkungan
Kepolisian Republik Indonesia. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor
ST/1339/VI/2026 tertanggal 25 Juni 2026, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak ditunjuk
sebagai Kapolres Mimika, menggantikan AKBP Billyandha Hildiario Budiman.Penetapan ini merupakan bagian dari tujuh surat keputusan yang
diterbitkan serentak dengan nomor ST/1335 hingga ST/1341/VI/KEP/2026. Sebanyak
1.121 personel Polri tersebar di berbagai daerah terlibat dalam perpindahan
jabatan kali ini. AKBP Billyandha sendiri mendapatkan promosi ke posisi
Kasubbidsendak Bidyanmas Baintelkam Polri di Markas Besar Polri.Sebelumnya, AKBP Alredo menjabat sebagai Kapolres Nduga sejak 12
April 2025. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 2007, yang
kemudian melanjutkan pendidikan di PTIK pada 2014 dan Sesko Angkatan Darat pada
2024. Pengalaman bertugas di wilayah pegunungan Papua dinilai menjadi
bekal berharga menghadapi tantangan keamanan di Mimika.Selama memimpin Polres Mimika sejak awal 2025, AKBP Billyandha
telah menangani berbagai persoalan keamanan, menyelesaikan konflik sosial,
serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada warga. Masa baktinya
berjalan dengan baik dan lancar hingga penyerahan tugas.Pergantian ini diharapkan tidak mengganggu kesinambungan kinerja.
Sebaliknya, kepemimpinan baru diharapkan dapat memperkuat penegakan hukum,
menjaga stabilitas wilayah, serta terus memberikan pelayanan yang aman dan
nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mimika. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 05:26 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru