logo-website
Minggu, 19 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan, BMKG Sebut Risiko Cuaca Ekstrem di Mimika Masih Rendah Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menaikkan status kesiapsiagaan di 26 provinsi, termasuk Papua Tengah, mengantisipasi potensi hujan lebat dan angin kencang. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mozes Kilangin Timika memastikan risiko cuaca ekstrem di Kabupaten Mimika masih tergolong kecil. Forecaster BMKG, William Titahena, menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan Dasarian I, sebagian besar wilayah Mimika hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Peluang terjadinya curah hujan di atas 100 milimeter hanya berkisar 10 hingga 20 persen, terutama di daerah pesisir dan dataran rendah. Wilayah dari Mimika Barat Jauh hingga Timur Jauh serta Distrik Jita juga memiliki kemungkinan yang sama, belum masuk kategori ekstrem. Ia menambahkan bahwa potensi hujan lebih tinggi justru terdeteksi di kawasan pegunungan Papua, seperti wilayah Kabupaten Puncak. Kondisi geografis dan kelembapan udara yang tinggi membuat daerah dataran tinggi lebih rentan mengalami curah hujan lebih deras dibandingkan wilayah perkotaan. Suhu di Mimika tetap stabil antara 23 hingga 30 derajat Celsius, hanya terasa lebih dingin pada malam dan dini hari. Meskipun risikonya kecil, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang beraktivitas di daerah pegunungan dan lokasi rawan perubahan cuaca. Warga di wilayah perkotaan tidak perlu panik, namun disarankan untuk terus memantau informasi resmi agar segera mengambil langkah antisipasi jika terjadi perubahan kondisi.     Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 10:33 WIT
Jadi Partai Masa Depan, DPD PSI Mimika Tegaskan Komitmen Politik Bersih dan Berdayakan Pemuda Papuanewsonline.com, Mimika – Kehadiran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai membawa angin segar bagi dinamika demokrasi. Meskipun belum menjadi kekuatan besar secara elektoral, partai ini memiliki keunggulan dalam keberanian bersikap dan menjunjung kejujuran. PSI hadir bukan semata-mata mengejar kekuasaan, melainkan berupaya mengubah budaya politik lama yang dianggap gagal mewujudkan keadilan dan peradaban. Lebih dari sekadar partai yang dihuni anak muda, PSI disebut sebagai partai masa depan. Hal ini tercermin tidak hanya dari usia kadernya, tetapi juga gagasan yang diusungnya terasa segar, relevan, dan sesuai tantangan zaman. Partai ini meyakini kemajuan bangsa tidak akan tercapai jika masih terbebani praktik politik koruptif, eksklusif, dan mengabaikan keberagaman. Dewan Pembina DPD PSI Mimika, Piet Rafra, menyampaikan persiapan menuju Pemilu 2029 sudah dimulai sejak dini. Ia menegaskan kepengurusan harus terbentuk secara menyeluruh, mulai dari tingkat kabupaten, distrik, hingga kampung agar seluruh jajaran dapat bergerak serentak. Langkah ini dilakukan agar sosialisasi keberadaan dan visi PSI dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat luas. Piet juga mengajak generasi muda menunjukkan kemampuan dan tanggung jawab memimpin di berbagai tingkatan. “PSI kini semakin dikenal publik, dan kami ingin membuktikan bahwa anak muda mampu berpolitik secara bersih dan bertanggung jawab. Kami menargetkan meraih kursi terbanyak di lembaga legislatif pada pemilu mendatang,” ujarnya.   Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 10:20 WIT
Lewat Reses, Ardi S.T. Bawa Bantuan Pendidikan dan Pesan Pentingnya Keluarga Harmonis Papuanewsonline.com, Mimika - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Ardi, S.T., M.IST., melaksanakan kegiatan Reses II Tahun 2026 yang digabungkan dengan penyerahan bantuan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap I Tahun 2026, serta menggelar sesi diskusi dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional. Kegiatan yang mengusung tema “Keharmonisan Keluarga Turut Membentuk Karakter Anak Penerus Bangsa” ini berlangsung di Hotel Serayu Timika pada Sabtu (27/6/2026), dan dihadiri oleh jajaran pengurus Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Mimika, warga konstituen, orang tua siswa, serta para pelajar penerima manfaat. Dalam kesempatan itu, Ardi menyalurkan beasiswa PIP kepada sekitar 60 siswa dari total kuota 63 orang yang direkomendasikan Fraksi PKS bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Ia menjelaskan seluruh proses administrasi dan aktivasi rekening di Bank BRI telah selesai dilakukan.  “Penerima cukup membawa sertifikat beasiswa dan Kartu Keluarga ke bank untuk mencairkan dana,” ujarnya. Bantuan ini diharapkan meringankan biaya sekolah, seperti pembelian seragam, perlengkapan belajar, dan kebutuhan pendidikan lainnya, mengingat tahun ajaran baru segera dimulai. Penyaluran serupa juga diagendakan kembali pada Desember mendatang. Selain pendidikan, Ardi menyampaikan komitmen mendukung akses kesehatan. Ia mengungkapkan tahun sebelumnya telah membantu warga kurang mampu mengaktifkan dan membayar iuran BPJS Kesehatan. Untuk tahun ini, pihaknya masih menunggu kebijakan pusat, namun tetap berupaya agar warga berhak mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma. Ia juga mengimbau masyarakat rutin memeriksa status kepesertaan agar tidak terhambat saat membutuhkan pelayanan medis. Talk show Harganas menekankan peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak. Ardi menegaskan keberhasilan generasi muda tidak hanya bergantung pada sekolah, melainkan juga pada pola asuh, keteladanan, dan keharmonisan di rumah.  “Anak belajar dari apa yang dilihat dan dirasakan setiap hari, sehingga lingkungan keluarga yang baik menjadi kunci menciptakan pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia,” tegasnya. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 10:07 WIT
Konfercab KE-III DPC GMNI Timika, Tegaskan Pentingnya Persatuan dalam Regenerasi Kepemimpinan Papuanewsonline.com, Mimika — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Timika menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) III dengan mengusung tema "Melanjutkan Tongkat Estafet Kepemimpinan yang Progresif dan Revolusioner, Merawat Solidaritas, Membumikan Pancasila, dan Memenangkan Marhaen" di Mimika, Sabtu (27/6/2026).Ketua DPC GMNI Timika, Kristoforus Toffy, dalam sambutannya menegaskan bahwa sejak awal berdiri, GMNI merupakan organisasi kaderisasi yang berkomitmen mencetak kader-kader berkualitas."Sejak awal berdiri, GMNI adalah organisasi kaderisasi. Karena itu, di tengah berbagai tantangan zaman, kami tetap berkomitmen menjalankan proses pengkaderan agar lahir kader-kader yang memiliki semangat nasionalisme, intelektualitas, dan keberpihakan kepada rakyat," ujarnya.Ia mengatakan, Konferensi Cabang III merupakan momentum penting untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi. Menurutnya, berbagai dinamika yang muncul dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua cabang yang baru harus disikapi secara dewasa."Kita melaksanakan Musyawarah Cabang III. Apa pun dinamika yang akan terjadi dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua yang baru, saya berharap kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Berbeda pendapat adalah hal yang wajar dalam organisasi. Kita boleh beradu gagasan dan argumentasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu memecah persaudaraan kita sebagai keluarga besar GMNI," katanya.Kristoforus menegaskan bahwa persatuan menjadi modal utama bagi organisasi untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat."Kita harus ingat bahwa ketika kita terpecah, kita akan menjadi lemah. Sebaliknya, ketika kita bersatu, kita akan semakin kuat dalam memperjuangkan cita-cita organisasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan Kabupaten Mimika," Tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 28 Jun 2026, 09:25 WIT
APPOAP Soroti Sulitnya Pengusaha OAP Mengakses Informasi dan Peluang Usaha Papuanewsonline.com, Timika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua (APPOAP) menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi dunia usaha yang dihadapi pengusaha Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mimika. Hingga 26 Juni 2026, organisasi tersebut mengaku masih menerima banyak laporan dari pelaku usaha lokal yang kesulitan memperoleh informasi mengenai pelaksanaan program pemerintah daerah maupun kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan.Menurut APPOAP, selama beberapa bulan terakhir pihaknya telah berupaya membangun komunikasi secara langsung dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, upaya tersebut dinilai belum berjalan efektif karena dalam sejumlah kesempatan para kepala OPD tidak dapat ditemui dengan berbagai alasan, seperti sedang mengikuti rapat, menjalankan tugas luar daerah, atau memiliki agenda kedinasan lainnya.Kondisi yang berulang tersebut, menurut APPOAP, menimbulkan pertanyaan di kalangan pengusaha OAP mengenai sejauh mana komunikasi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha lokal telah berjalan secara optimal. Di sisi lain, organisasi tersebut mengakui bahwa pemerintah daerah terus menunjukkan komitmen mempercepat pembangunan melalui berbagai arahan yang disampaikan pimpinan daerah.APPOAP mencatat bahwa dalam berbagai apel maupun rapat awal pekan, Bupati Mimika, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah secara konsisten menginstruksikan seluruh OPD agar mempercepat pelaksanaan program serta meningkatkan serapan anggaran. Instruksi tersebut dinilai mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.Namun demikian, APPOAP menilai masih terdapat kesenjangan antara arahan pimpinan daerah dengan kondisi yang dirasakan pelaku usaha di lapangan. Berdasarkan pemantauan terhadap sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), paket pekerjaan yang diumumkan sejauh ini masih didominasi jasa konsultansi, pengawasan, dan perencanaan. Sementara peluang pada sektor konstruksi maupun pengadaan barang dan jasa yang dapat diakses pengusaha lokal dinilai belum terlihat secara signifikan.Situasi tersebut kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan yang menurut APPOAP perlu dijawab secara terbuka oleh pemerintah daerah. Organisasi itu mempertanyakan melalui mekanisme apa paket-paket pekerjaan dilaksanakan apabila pembangunan telah berjalan. Sebaliknya, jika sebagian besar kegiatan belum direalisasikan, APPOAP meminta penjelasan mengenai kendala yang menyebabkan percepatan pelaksanaan program belum berjalan optimal di masing-masing OPD.APPOAP menegaskan bahwa berbagai pertanyaan tersebut bukan dimaksudkan sebagai bentuk tuduhan terhadap pemerintah daerah. Sebaliknya, hal itu merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta mampu memberikan ruang yang lebih besar bagi pemberdayaan pengusaha Orang Asli Papua.Sebagai organisasi yang lahir dari aspirasi pengusaha OAP, APPOAP menyatakan tetap mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Mimika. Namun organisasi tersebut menilai dukungan tersebut harus diiringi dengan keterbukaan informasi, kesempatan yang adil, serta komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan pelaku usaha lokal. Untuk itu, APPOAP meminta pemerintah membuka ruang audiensi resmi dengan pengusaha OAP, menyampaikan perkembangan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 secara terbuka, memperkuat komunikasi seluruh OPD dengan pelaku usaha lokal, memastikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi pengusaha Orang Asli Papua melalui kebijakan afirmatif. APPOAP meyakini bahwa keberhasilan pembangunan Kabupaten Mimika tidak semata-mata diukur dari tingginya serapan anggaran, tetapi juga dari sejauh mana manfaat pembangunan mampu dirasakan masyarakat melalui tumbuhnya pengusaha Orang Asli Papua sebagai pelaku utama ekonomi daerah. Organisasi tersebut berharap pemerintah menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi bersama demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana disampaikan dalam pernyataan penutupnya, "Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang memberi kesempatan kepada masyarakatnya untuk bertumbuh bersama, bukan hanya menghadirkan angka serapan anggaran." (GF) 27 Jun 2026, 11:43 WIT
AKBP Alredo Agustinus Rumbiak Resmi gantikan Billyandha Budiman Jabat Kapolres Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Kepemimpinan Polres Mimika resmi berganti mengikuti kebijakan mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1339/VI/2026 tertanggal 25 Juni 2026, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak ditunjuk sebagai Kapolres Mimika, menggantikan AKBP Billyandha Hildiario Budiman.Penetapan ini merupakan bagian dari tujuh surat keputusan yang diterbitkan serentak dengan nomor ST/1335 hingga ST/1341/VI/KEP/2026. Sebanyak 1.121 personel Polri tersebar di berbagai daerah terlibat dalam perpindahan jabatan kali ini. AKBP Billyandha sendiri mendapatkan promosi ke posisi Kasubbidsendak Bidyanmas Baintelkam Polri di Markas Besar Polri.Sebelumnya, AKBP Alredo menjabat sebagai Kapolres Nduga sejak 12 April 2025. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 2007, yang kemudian melanjutkan pendidikan di PTIK pada 2014 dan Sesko Angkatan Darat pada 2024. Pengalaman bertugas di wilayah pegunungan Papua dinilai menjadi bekal berharga menghadapi tantangan keamanan di Mimika.Selama memimpin Polres Mimika sejak awal 2025, AKBP Billyandha telah menangani berbagai persoalan keamanan, menyelesaikan konflik sosial, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada warga. Masa baktinya berjalan dengan baik dan lancar hingga penyerahan tugas.Pergantian ini diharapkan tidak mengganggu kesinambungan kinerja. Sebaliknya, kepemimpinan baru diharapkan dapat memperkuat penegakan hukum, menjaga stabilitas wilayah, serta terus memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mimika. Penulis: Jid Editor: GF 27 Jun 2026, 05:26 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT