Papuanewsonline.com
TARGET PBB-P2 MIMIKA TAHUN 2026 CAPAI RP85,9 MILIAR, NAIK RP1,9 MILIAR DARI TAHUN 2025
BAPENDA MIMIKA SERAHKAN SPPT PBB-P2 TAHUN 2026, TARGET PENERIMAAN CAPAI RP89,4 MILIAR
Kematian Ibu Rumah Tangga Di Mimika Baru Diduga Gantung Diri, Polisi Sedang Selidiki
LPSK Surati Polda Papua Tengah, Minta Penjelasan Penanganan Dugaan Intimidasi terhadap Jurnalis
Dugaan Mega Korupsi Hibah KPU Mimika, Banyak Dana Siluman Hingga Temuan BPK 28 Miliar
Bersiaga! Piala Gubernur, Liga 4 Papua Tengah Digelar Di Mimika, 7 Tim Siap Meraih Kejuaraan
Dugaan Penembakan Warga Sipil di Tembagapura, Keluarga Minta Proses Penyelidikan Secara Adil
PW FATAYAT NU PAPUA TENGAH GELAR SAHUR GRATIS, PROGRAM INKLUSIF SAMPAI HARI KE-10
Satgas Rajawali Laksanakan Penindakan Terhadap Kelompok Separatis Di Mile 69 Mimika
Satgas Cartenz Amankan Terduga Penyebar Propaganda KKB di Kuala kencana Mimika
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Polda Maluku Sosialisasi Pentingnya Tertib Berlalulintas Kepada Siswa SMA Negeri 5 Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalulintas, Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Salawaku Polda Maluku terus memaksimalkan sosialisasi terkait pentingnya tertib dalam berlalulintas di jalan raya.Selain masyarakat, himbauan keselamatan berlalulintas juga kerap disampaikan khusus kepada para pelajar yang diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan.Hari ini, Kamis (12/2/2026), sosialisasi tersebut disampaikan tim Satgas Preemtif kepada para pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Ambon."Kepada para pelajar tim Satgas Preemtif memberikan sosialisasi terkait pentingnya tertib berlalu lintas saat berkendara di jalan serta pentingnya mengetahui rambu-rambu lalu lintas sejak dini," ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K.Selain menyampaikan pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya, personel Satgas Preemtif juga mengajak para pelajar untuk menjadi teladan dan pelopor keselamatan berlalulintas di tengah masyarakat. "Para pelajar diharapkan dapat menjadi teladan yang baik dan spirit dalam membangun budaya tertib berlalu lintas," jelasnya.Menurutnya, dari data yang ada tercatat banyaknya korban kecelakaan lalu lintas berasal dari para pelajar. Kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan spirit anak muda sebagai generasi penerus untuk membangun negeri."Dengan kegiatan ini, diharapkan para pelajar bisa tercerahkan tentang pentingnya tertib berlalulintas untuk keselamatan bersama," pungkasnya. PNO-12
13 Feb 2026, 14:24 WIT
Operasi Keselamatan Salawaku 2026, Satgas Preemtif Gelar Pelatihan Safety Riding
Papuanewsonline.com, Ambon - Satgas Preemtif menggelar pelatihan safety riding bagi Komunitas Mio M3 Salam Sarane Kota Ambon, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Salawaku 2026.Pelatihan diawali dengan sosialisasi tertib berlalu lintas yang menekankan pentingnya disiplin sebelum berkendara di jalan raya. Setelah itu, peserta mengikuti praktik langsung teknik berkendara aman menggunakan sepeda motor.Ipda Fadli, anggota Satgas Preemtif mengatakan, para komunitas motor di Kota Ambon menjadi sasaran kegiatan karena sebagian besar menggunakan sepeda motor dalam mobilitas maupun berangkat kerja. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus agar angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan.“Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran para pekerja untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas. Dengan begitu, keselamatan bersama di jalan raya bisa terwujud,” ujar Ipda Fadli.Kegiatan safety riding, lanjut Dia, tidak hanya memberi pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di Komunitas. Harapannya, para Komunitas dapat menjadi teladan dalam berkendara aman dan berkeselamatan."Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi keselamatan berkendara sekaligus mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Ambon," pungkasnya. PNO-12
13 Feb 2026, 14:19 WIT
Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center
Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri menggelar kegiatan bertajuk "Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026" di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (12/2/2026). Mengusung tema "Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi para penguji kompetensi di seluruh Indonesia.Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. Dalam sambutan As sdm kapolri yang dibacakan Brigjen Langgeng, As SDM menekankan Polri terus mematangkan langkah transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional melalui tata kelola personel yang lebih transparan dan akuntabel."Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota Polri agar terpilih personel Polri yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks". Jelas Brigjen Langgeng.Sebagai instrumen vital dalam mewujudkan transformasi tersebut, Polri mengoptimalkan peran Assessment Center. Fasilitas ini menjadi "filter" strategis untuk mengukur kompetensi manajerial para calon pemimpin Polri di berbagai tingkatan. Melalui metodologi yang saintifik dan objektif, Assessment Center memastikan bahwa setiap jabatan diemban oleh personel yang tepat (right man on the right place), sekaligus menghapus stigma subjektivitas dalam jenjang karier kepolisian."Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia," ujar Langgeng.Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia untuk memberikan perspektif profesional mengenai standar penilaian terkini. Hadir pula Kabagpenkompeten, Karo SDM Polda jajaran dan seluruh assessor Polri baik secara fisik maupun daring.Sejak dirintis pada tahun 2009, Assessment Center Polri telah menunjukkan lompatan besar. Hingga tahun 2025, Polri tercatat memiliki 1.763 asesor yang tersebar di seluruh tanah air. Capaian ini diperkuat dengan Akreditasi "A" dari BKN, sertifikasi internasional ISO 9001:2015, hingga deretan Rekor MURI untuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam 15 tahun.Kepercayaan lembaga di luar Polri pun meningkat, jika pada 2021 hanya terdapat 18 instansi mitra, pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. Sebagai bentuk apresiasi, dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Polda-polda berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian, baik di lingkup internal maupun layanan eksternal."Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul, berintegritas dan profesional demi masa depan Indonesia," tutup Langgeng. PNO-12
13 Feb 2026, 14:09 WIT
Operasi Kemanusiaan Polri Presisi Berakhir, Korban Laka Laut Karatat Ditemukan
Papuanewsonline.com, Tanimbar - Negara hadir hingga akhir. Setelah melalui operasi pencarian intensif lintas instansi, Tim SAR Gabungan yang dipimpin Polri berhasil menemukan dan mengevakuasi korban kecelakaan laut asal Desa Karatat, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat cuaca ekstrem di perairan setempat.Korban atas nama Imam Kalean (64) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir perkebunan Taptabil, Desa Watmasa, pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIT. Penemuan ini sekaligus menutup rangkaian operasi SAR yang sejak awal mengedepankan prinsip keselamatan, empati, dan tanggung jawab kemanusiaan.Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh dua warga Desa Watmasa, Necu Masela (53) dan Oscar Masela (21), saat hendak menuju kebun. Keduanya melihat sesosok tubuh tergeletak di area perkebunan yang berbatasan langsung dengan garis pantai. Dengan penuh kepedulian, temuan tersebut segera dilaporkan kepada Pemerintah Desa Watmasa dan Tim SAR Gabungan yang sejak beberapa hari terakhir bersiaga di wilayah tersebut.Merespons laporan warga, Tim SAR Gabungan yang dipimpin langsung oleh Kasat Polair Polres Kepulauan Tanimbar Ipda Simon Nusmese, S.H., bergerak cepat menuju lokasi. Proses evakuasi dilakukan secara terkoordinasi dan humanis bersama masyarakat setempat. Pada pukul 09.30 WIT, jenazah korban dibawa ke Balai Desa Watmasa untuk dilakukan pemulasaraan awal sembari menunggu kedatangan pihak keluarga.Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., melalui Ipda Simon Nusmese, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mengapresiasi sinergi kuat antara warga, Polri, dan seluruh unsur SAR.“Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum. Sinergi antara masyarakat dan Tim SAR Gabungan menjadi kunci keberhasilan pencarian ini. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga kuat merupakan korban kecelakaan laut yang terseret arus hingga ke daratan,” ujar Ipda Simon.Pihak keluarga korban tiba dari Desa Karatat pada pukul 10.45 WIT. Jenazah kemudian diserahkan secara resmi kepada keluarga untuk proses pemakaman.Bagi keluarga almarhum, penemuan ini menjadi akhir dari penantian panjang yang diwarnai kecemasan dan doa. Kepastian yang diberikan oleh Tim SAR Gabungan menjadi penghiburan di tengah duka, sekaligus menegaskan bahwa negara tidak membiarkan warganya menghadapi musibah sendirian.Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Meski demikian, Polri kembali mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG serta melengkapi diri dengan alat keselamatan seperti life jacket sebelum melaut, mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi.Operasi kemanusiaan ini mencerminkan wajah Polri Presisi yang responsif, humanis, dan tuntas dalam melayani masyarakat. Di wilayah kepulauan yang rentan terhadap cuaca ekstrem, Polri menegaskan perannya tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat hingga misi kemanusiaan benar-benar selesai.Ditemukannya korban kecelakaan laut di Kepulauan Tanimbar menegaskan arti penting kehadiran negara di wilayah kepulauan. Operasi SAR yang dipimpin Polri bersama Basarnas dan masyarakat lokal menunjukkan bahwa Polri Presisi tidak berhenti pada kecepatan respons, tetapi juga pada penyelesaian tugas secara bertanggung jawab dan berempati.Bagi keluarga korban, kepastian merupakan bagian penting dari pemulihan. Kehadiran aparat sejak awal hingga akhir pencarian menjadi bukti bahwa negara bekerja, peduli, dan hadir dalam situasi paling sulit sekalipun. PNO-12
13 Feb 2026, 14:02 WIT
Operasi SAR Gabungan Sisir Perairan Korba Nleka Cari Korban Yang Hilang Dalam Laka Laut
Papuanewsonline.com, Tanimbar - Negara melalui Polri kembali menunjukkan kehadiran nyata dalam misi kemanusiaan. Kepolisian Daerah (Polda) Maluku bersama Polres Kepulauan Tanimbar, Basarnas Saumlaki, dan unsur SAR terkait mengerahkan upaya maksimal dalam operasi pencarian korban kecelakaan laut yang menimpa perahu warga Desa Karatat, Kecamatan Wuarlabobar, di Perairan Korba Nleka (Kerbau Jatuh), Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Peristiwa kecelakaan laut tersebut terjadi pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIT akibat cuaca ekstrem. Dari total 10 penumpang, sembilan orang telah ditemukan, terdiri dari enam orang selamat dan tiga orang meninggal dunia. Hingga kini, satu korban atas nama Imam Kalean (64), seorang petani asal Desa Karatat, masih dalam proses pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan.Sebagai bentuk respons cepat dan presisi, Kapolres Kepulauan Tanimbar menerbitkan Surat Perintah Nomor: Sprin/309/II/5.4./2026/Satpolairud, yang menjadi dasar pergerakan operasi SAR laut gabungan sejak Rabu pagi (11/2/2026). Operasi ini melibatkan Satuan Polair Polres Kepulauan Tanimbar, personel BKO Ditpolairud Polda Maluku, serta Basarnas Saumlaki.Koordinasi lintas instansi dilakukan secara intensif sejak awal. Kasat Polair Polres Kepulauan Tanimbar Ipda Simon Nusmese, S.H., berkoordinasi langsung dengan Komandan Kapal Polisi KP XVI-2006 Ditpolairud Polda Maluku serta Koordinator Pos Basarnas Saumlaki Jezriel Leleuri, guna memastikan operasi berjalan efektif dan aman.Tim SAR Gabungan bertolak dari Pelabuhan Rakyat Saumlaki sekitar pukul 08.00 WIT menggunakan Kapal Polisi KP XVI-2006. Penyisiran dilakukan secara menyeluruh dengan rute pesisir Desa Latdalam, Desa Otemer, Pulau Mitak, hingga titik lokasi kejadian di Perairan Korba Nleka, Desa Watmasa, dan tiba sekitar pukul 16.30 WIT.Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kasat Polair Ipda Simon Nusmese, Kamis (12/2/2026), menjelaskan bahwa pencarian dilakukan secara detail pada titik koordinat 7°08.808' LS – 131°29.956' BT hingga 7°08.229' LS – 131°34.311' BT. Namun hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan.“Dengan mempertimbangkan faktor cuaca, keselamatan personel, serta waktu yang menjelang malam, operasi pencarian sementara dihentikan pada pukul 17.45 WIT,” jelas Ipda Simon Nusmese.Saat ini, Tim SAR Gabungan bersiaga penuh di Desa Watmasa, Kecamatan Wuarlabobar. Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (anev), operasi pencarian akan kembali dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran, menyesuaikan arah arus laut dan kondisi cuaca terkini.Polri juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Masyarakat diminta segera melapor melalui Call Center Polri 110 atau langsung kepada Tim SAR Gabungan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.Operasi ini menegaskan komitmen Polri Presisi yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga hadir secara humanis dalam misi kemanusiaan, keselamatan publik, dan perlindungan warga negara, khususnya di wilayah kepulauan dan perairan terluar Indonesia.Peristiwa kecelakaan laut di Perairan Korba Nleka, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kembali mengingatkan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin keselamatan warga, khususnya di wilayah kepulauan yang rentan terhadap cuaca ekstrem. Dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan respons, koordinasi lintas sektor, dan keberpihakan pada nilai kemanusiaan menjadi kunci utama.Langkah cepat Polri melalui Polda Maluku dan Polres Kepulauan Tanimbar yang bersinergi dengan Basarnas menunjukkan implementasi nyata dari Polri Presisi prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Operasi SAR laut yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada prosedur, tetapi juga mengedepankan keselamatan personel serta harapan keluarga korban.Di tengah tantangan geografis dan dinamika cuaca laut Maluku yang tidak mudah diprediksi, Polri menegaskan perannya bukan semata sebagai aparat penegak hukum, melainkan sebagai pelayan kemanusiaan yang hadir di saat masyarakat paling membutuhkan. Upaya berkelanjutan dalam pencarian korban menjadi wujud komitmen negara untuk tidak meninggalkan satu pun warganya. PNO-12
13 Feb 2026, 13:51 WIT
Papua Selatan Diguncang Dua Kejadian, Dari Penembakan Pesawat Smart Air hingga Bentrok TNI–Polri
Papuanewsonline.com, Papua Selatan - Papua Selatan kembali
menjadi sorotan setelah dua peristiwa serius terjadi secara beruntun dalam
kurun waktu kurang dari 24 jam. Penembakan terhadap pesawat sipil pada 11
Februari 2026 disusul bentrokan antar oknum aparat keamanan pada 12 Februari
2026 di Kota Kepi, Kabupaten Mappi.Peristiwa pertama terjadi ketika pesawat perintis milik
Smart Air ditembaki saat hendak mendarat di wilayah Korowai pada Rabu, 11
Februari 2026. Insiden tersebut mengakibatkan dua awak pesawat, yakni pilot dan
kopilot, meninggal dunia. Serangan terhadap penerbangan sipil ini langsung
memicu perhatian luas mengingat peran vital pesawat perintis dalam mendukung
distribusi logistik, pelayanan kesehatan, serta mobilitas masyarakat di wilayah
pedalaman Papua Selatan.Aparat menyebut dugaan pelaku merupakan kelompok bersenjata
yang oleh pemerintah diklasifikasikan sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata.
Insiden ini dipandang sebagai ancaman nyata terhadap keamanan sipil, khususnya
di daerah yang akses transportasinya sangat bergantung pada jalur udara.Belum sepenuhnya pulih dari dampak tragedi tersebut, situasi
kembali memanas sehari kemudian. Pada Kamis, 12 Februari 2026, terjadi
bentrokan antara oknum anggota TNI dan oknum anggota Polri di Kota Kepi,
Kabupaten Mappi. Informasi awal menyebutkan insiden dipicu kesalahpahaman di
lapangan yang kemudian berkembang menjadi konflik fisik.Pihak Kodam dan Polda menyatakan situasi telah dikendalikan
serta menegaskan bahwa kejadian tersebut melibatkan oknum, bukan konflik
institusional. Meski demikian, peristiwa itu sempat memicu ketegangan dan
menjadi perhatian masyarakat setempat.Rangkaian dua peristiwa ini memunculkan evaluasi publik yang
lebih luas terhadap kondisi keamanan di Papua Selatan. Dalam situasi menghadapi
ancaman bersenjata, masyarakat berharap adanya konsolidasi penuh antar unsur
aparat untuk memastikan respons yang terpadu dan efektif.Serangan terhadap pesawat sipil dinilai sebagai ancaman
serius yang membutuhkan fokus penanganan maksimal. Di tengah situasi sensitif
tersebut, bentrokan internal antar aparat dipandang sebagai kondisi yang riskan
dan berpotensi melemahkan konsentrasi pengamanan wilayah.Papua Selatan dinilai membutuhkan penguatan disiplin,
komunikasi, serta pengendalian komando yang lebih solid agar respons terhadap
ancaman eksternal tidak terganggu oleh dinamika internal. Soliditas bukan hanya
simbol kelembagaan, tetapi menjadi kebutuhan operasional dalam menjaga
stabilitas dan rasa aman masyarakat. (GF)
13 Feb 2026, 12:37 WIT
Dugaan Korupsi Program Rumah Swadaya Rp2,6 Miliar di Tual, Tersangka Dilimpahkan ke Kejati Maluku
Papuanewsonline.com, Tual - Penyidik Kejaksaan Negeri
(Kejari) Tual resmi melaksanakan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang
bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Bantuan Stimulan Peningkatan
Kualitas Rumah Swadaya Desa Tam Ngurhir Tahun Anggaran 2019 pada Dinas Perumahan
dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Tual.Pelimpahan tahap II berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi
(Kejati) Maluku, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIT. Dalam proses
tersebut, dua tersangka langsung dilakukan penahanan sebagai bagian dari
tahapan hukum lanjutan sebelum masuk ke proses penuntutan.Kasus ini berkaitan dengan pengelolaan anggaran sebesar
Rp2.675.820.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.
Program tersebut merupakan bantuan rumah swakelola tipe IV yang pelaksanaannya
dipercayakan kepada kelompok masyarakat penerima bantuan di Desa Tam Ngurhir.Dua tersangka yang telah dilimpahkan masing-masing
berinisial FR selaku Kepala Dinas Perkim Kota Tual tahun 2019 dan RT selaku
penyedia atau Direktur CV Rahmat Barokah Jaya. Keduanya diduga memiliki peran
penting dalam pelaksanaan program yang kini berujung pada proses hukum.Usai tahap II, tersangka FR ditahan di Rumah Tahanan (Rutan)
Kelas IIA Ambon, sementara tersangka RT dititipkan di Lapas Perempuan Ambon
untuk menjalani masa penahanan selanjutnya.Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tual,
Johanes Riky Felubun, menegaskan bahwa pelaksanaan tahap II merupakan tindak
lanjut dari rangkaian penyidikan yang telah dilakukan sebelumnya.“Penyidik Kejaksaan Negeri Tual telah melakukan proses tahap
dua. Penahanan sudah kami lakukan di Tual, kemudian hari ini kami menerbangkan
dua orang tersangka ke Kejaksaan Tinggi Maluku untuk dilakukan tahap dua,” ujar
Johanes kepada wartawan.Ia menambahkan bahwa dua tersangka lainnya berinisial FF dan
MS yang berperan sebagai tenaga fasilitator lapangan dijadwalkan menjalani
tahap II pada Kamis (12/2/2026). Keduanya akan diterbangkan dari Tual ke Ambon
dengan pengawalan penyidik Kejari Tual guna menjalani proses serupa.Dalam proses penyidikan, terungkap dugaan adanya tindakan di
luar kewenangan dalam pelaksanaan program tersebut yang berdampak pada kerugian
negara dalam jumlah signifikan.“Berdasarkan hasil perhitungan ahli dari Auditor Kejaksaan
Tinggi Maluku, total kerugian negara dalam perkara ini sebesar Rp1,4 miliar
dari total anggaran Rp2,6 miliar,” jelas Johanes.Selain itu, hasil pemeriksaan fisik di lapangan menunjukkan
bahwa pembangunan 120 unit rumah bagi penerima bantuan hanya terealisasi
sekitar 60 persen dari target yang direncanakan.
Dengan rampungnya tahap II, penanganan perkara kini beralih
ke tahap penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejati Maluku untuk
selanjutnya diproses di persidangan. (GF)
13 Feb 2026, 12:24 WIT
Dugaan Pemerasan di Lapas Timika, Keluarga Tahanan Bongkar Perlakuan Korup Oknum Petugas
Papuanewsonline,com, Timika - Keluarga tahanan di Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Timika, Papua, mengungkapkan keluhan mereka terhadap
petugas lapas yang dituding tidak becus dalam menjalankan tugas dan tanggung
jawab.Narasumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan
bahwa barang-barang titipan berupa makanan dan uang tidak pernah sampai ke
pihak tahanan, atau jika sampai, tidak semuanya."Kami sudah beberapa kali menitipkan makanan dan uang
untuk keluarga kami yang di dalam, tapi tidak pernah sampai. Kadang ada yang
sampai, tapi tidak semuanya," kata narasumber tersebut.Narasumber juga menuding bahwa petugas lapas Timika memeras
warga binaan yang sudah di hukum dan ditahan."Kenapa mereka harus memeras warga binaan yang sudah di
hukum? Apa tidak cukup dengan hukuman yang sudah dijatuhkan?"Keluarga tahanan juga mengeluhkan perlakuan tidak sopan dari
petugas lapas yang biasa dipanggil Pak Nanang."Kadang kami datang untuk besuk, selesai di besuk,
warga binaan dipanggil dan dipalak oleh Pak Nanang. Sangat tidak sopan,"
tambah narasumber tersebut.Dua orang petugas lapas, yaitu Pak Valdo dan Pak Lando, juga
dituding sering mabuk dan masuk ke dalam blok tahanan untuk meminta uang dan
rokok."Jika tidak kasih, sering dipukul dan dianiaya,"
kata narasumber tersebut.Pihak Lapas Timika, melalui Pak Hernowo S.SOS., mengatakan
bahwa akan membenahi masalah ini. "Kami akan melakukan investigasi dan
mengambil tindakan yang tepat terhadap petugas yang terlibat dalam kegiatan
pemerasan dan kekerasan," kata Pak Hernowo melalui pesan WhatsApp. Penulis: Hend
Editor: GF
13 Feb 2026, 12:14 WIT
Imlek 2577 di Timika: PSMTI Gelar Festival Harmoni Nusantara dengan Pasar UMKM dan Kegiatan Sosial
Papuanewsonline.com, Timika – Paguyuban Sosial Marga
Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Mimika akan meramaikan perayaan Tahun Baru
Imlek 2026 dengan mengusung tema “Harmoni Nusantara Cahaya Imlek”. Acara yang
terbuka untuk seluruh masyarakat lintas suku dan etnis ini akan menghadirkan
beragam kegiatan mulai dari festival budaya, pasar UMKM, hingga aksi sosial
yang bertujuan mempererat tali persaudaraan.Perayaan tahun ini jatuh pada Tahun Kuda Api dalam kalender
Tionghoa, atau masuk pada tahun ke-2577.Ketua Panitia Imlek 2026 PSMTI Timika, Joesoef Kurniawan,
menyampaikan bahwa simbol api dalam Tahun Kuda Api melambangkan semangat
perkembangan, keberanian menghadapi tantangan, serta energi positif yang ingin
disebarkan ke seluruh lapisan masyarakat. Rangkaian acara akan digelar mulai 15 hingga 17 Februari
2026 dengan Festival Pasar Imlek di Jalan Budi Utomo, depan Cafe Mulo. Sebanyak
40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan mendapatkan fasilitas
stan secara cuma-cuma. "Kami merancang festival ini untuk memberikan dorongan
ekonomi bagi masyarakat Timika, oleh karena itu tidak ada biaya yang dikenakan
kepada pelaku UMKM yang berpartisipasi," jelas Joesoef.Di samping aktivitas yang mendukung perekonomian lokal,
PSMTI juga akan melaksanakan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Gedung
Sekretariat Yayasan Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT) sebagai bentuk
komitmen organisasi dalam berkontribusi pada pembangunan daerah.Nilai Harmoni Nusantara diwujudkan melalui penggunaan simbol
budaya lokal, dimana kuda lumping dijadikan sebagai logo utama perayaan ini. Koordinator Acara Imlek 2577, Rusli Limpo, menekankan bahwa
perayaan tidak hanya fokus pada hiburan, melainkan juga mengedepankan
nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial antar warga masyarakat.Kegiatan lainnya meliputi kunjungan hormat kepada
tokoh-tokoh sesepuh komunitas Tionghoa, pertunjukan dari berbagai sekolah dan
komunitas selama tiga hari festival, serta layanan bakti sosial yang mencakup
pemeriksaan kesehatan umum gratis, kegiatan donor darah bersama Palang Merah
Indonesia (PMI), pemeriksaan mata secara cuma-cuma, dan pembagian kacamata. Atraksi budaya seperti pertunjukan wushu, barongsai, fashion
show, standup comedy, serta berbagai doorprize dari para sponsor juga akan
menghiasi setiap hari acara. Puncak perayaan Imlek 2577 sekaligus Cap Go Meh
akan berlangsung pada 3 Maret 2026 di Graha Eme Neme Yauware sebagai puncak dan
penutup dari seluruh rangkaian kegiatan. Penulis: Jid
Editor: GF
13 Feb 2026, 12:07 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru