logo-website
Rabu, 04 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Serangan Bersenjata di Boven Digoel, Pesawat Smart Air Ditembak Saat Mendarat, Dua Awak Gugur Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Sebuah pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR milik PT Smart Air Aviation ditembak saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai Batu, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIT. Insiden ini mengakibatkan pilot dan co-pilot pesawat meninggal dunia di lokasi kejadian.Peristiwa penembakan terjadi ketika pesawat perintis tersebut tengah melakukan proses pendaratan. Tembakan mengenai bagian kokpit, menyebabkan kedua awak tidak dapat diselamatkan. Sementara itu, sebanyak 13 penumpang yang merupakan warga lokal dilaporkan selamat dan berhasil mengamankan diri di sekitar lokasi."Pilot dan co-pilot pesawat tewas, sedangkan 13 penumpang lainnya selamat dan saat ini sedang dalam pengawasan aparat keamanan," kata Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra.Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, tembakan dilepaskan saat pesawat baru saja menyentuh landasan. Situasi di lapangan sempat mencekam, namun para penumpang yang memahami kondisi geografis dan lingkungan sekitar segera menyelamatkan diri.Aparat keamanan gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, evakuasi korban, serta mengamankan area sekitar lapangan terbang. Pesawat hingga kini masih berada di lokasi dan dijaga ketat guna mencegah kemungkinan terjadinya aksi lanjutan.Selain pengamanan, aparat juga melakukan penyisiran intensif di sekitar Kampung Danowage dan wilayah Distrik Yaniruma untuk memburu pelaku penembakan. Proses pengejaran dilakukan dengan melibatkan unsur kepolisian dan aparat keamanan lainnya.Pihak berwenang juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga setempat serta menjamin kelancaran akses transportasi udara di wilayah pedalaman Boven Digoel.Insiden ini kembali menyoroti tantangan keamanan di wilayah pedalaman Papua Selatan, khususnya terhadap operasional penerbangan perintis yang menjadi sarana vital mobilitas dan distribusi logistik bagi masyarakat. Aparat keamanan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pengamanan demi menjamin keselamatan penerbangan dan aktivitas masyarakat di daerah tersebut. Penulis: HendEditor: GF 11 Feb 2026, 20:53 WIT
RSMM Timika Gelar Renovasi Besar-Besaran, Target Sesuai Standar BPJS Pada Juni 2026 Papuanewsonline.com, Timika – Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, yang dikelola oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme Kamoro (YPMAK), tengah menjalani renovasi infrastruktur masif guna memenuhi standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan tahun 2026.Berdiri sejak tahun 1999, rumah sakit ini berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat dari tujuh suku utama di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. "Mandat sosial untuk masyarakat adat harus berjalan seiring dengan standar pelayanan medis modern yang berlaku secara nasional," ungkap salah satu pengurus YPMAK.Direktur RSMM, dr Hendry Roy, menjelaskan bahwa renovasi dilakukan secara bertahap dengan fokus pada unit-unit penting seperti ruang Perawatan Intensif (ICU), bagian kebidanan, dan bangsal anak. Sebagai rumah sakit tipe C dengan kapasitas 128 tempat tidur, RSMM diwajibkan memenuhi 12 kriteria ketat yang ditetapkan dalam peraturan terbaru BPJS Kesehatan. Kriteria tersebut mencakup standar material konstruksi bangunan, jarak antar tempat tidur, serta aksesibilitas fasilitas yang ramah pengguna kursi roda. "Kami berupaya memenuhi seluruh kriteria BPJS Kesehatan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat," ujar Hendry (10/2/26).Saat ini, progres pekerjaan renovasi telah mencapai 60 hingga 70 persen dari target yang ditetapkan. Pekerjaan teknis difokuskan pada pembenahan sistem oksigen sentral, penyempurnaan sistem pencahayaan, serta pengaturan tingkat kelembapan ruangan yang sesuai standar medis. Target penyelesaian seluruh proyek direncanakan tuntas pada bulan Juni 2026 mendatang dengan dukungan dari kontraktor profesional. Modernisasi ini diharapkan mampu menyamakan taraf kualitas layanan kesehatan antara wilayah pesisir dan pedalaman Mimika, sehingga menghapus kesenjangan yang telah ada selama ini.Keberlanjutan operasional RSMM didasarkan pada sinergi antara mandat sosial YPMAK dan kemandirian finansial melalui klaim asuransi serta pelayanan untuk pasien umum. Saat ini, rumah sakit tersebut diperkuat oleh tenaga profesional yang terdiri dari 15 dokter spesialis, 12 dokter umum, dan minimal 300 perawat yang siap melayani selama 24 jam penuh. "Kita berharap renovasi ini dapat menjadi tonggak kemajuan dalam layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Mimika," pungkas Hendry dengan penuh harapan. Penulis: JidEditor: GF 11 Feb 2026, 20:46 WIT
Operasi Damai Cartenz 2026 Amankan Senjata Api Rakitan di Yahukimo Papuanewsonline.com, Dekai – Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan tindakan cepat dalam menindaklanjuti informasi intelijen terkait dugaan keberadaan senjata api rakitan di wilayah Jalan Gunung, Kompleks Kali T, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo. Tindakan tersebut dilakukan pada Selasa (10/2/26) sekitar pukul 14.33 WIT setelah informasi terkait segera diterima dan diproses oleh tim intelijen.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa setiap informasi yang berpotensi mengancam keamanan masyarakat akan ditindaklanjuti tanpa jeda waktu.Tim yang terdiri dari personel Satgas Gakkum Subsatgas Lidik dipimpin oleh Kasubsatgas Lidik Kompol Sarraju, S.H., serta didampingi Iptu Samuel Yunus selaku Kasat Intel Polres Yahukimo langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan pengamanan dengan cara yang terukur. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil menemukan dan mengamankan satu unit senjata api panjang rakitan yang ditemukan tergeletak di bagian belakang sebuah rumah kosong di sekitar lokasi yang dicurigai. Benda tersebut segera diamankan sebagai barang bukti untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.Kegiatan penindakan ini melibatkan unsur Subsatgas Lidik dan Divisi Intelijen dengan didukung oleh perlengkapan operasional yang lengkap, guna memastikan situasi di lokasi tetap aman dan terkendali. Langkah cepat yang diambil merupakan bagian dari upaya pencegahan dini terhadap potensi gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Yahukimo. "Setiap informasi dari jaringan intelijen kami tanggapi dengan cepat dan profesional. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mencegah gangguan keamanan sekaligus memastikan masyarakat merasa aman dalam beraktivitas," ujar Brigjen Faizal.Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menekankan pentingnya kerja sama erat antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah. Operasi Damai Cartenz 2026 juga memastikan bahwa kegiatan deteksi dini, patroli rutin, dan sistem respons cepat akan terus ditingkatkan guna menjaga situasi keamanan di Yahukimo dan seluruh wilayah Papua Pegunungan tetap kondusif serta bebas dari ancaman.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Feb 2026, 20:41 WIT
Dua kelompok warga terlibat keributan di kapiraya, 3 orang terluka Papuanewsonline.com, Mimika – Dua kelompok warga dari Kampung Kapiraya dan Kampung Mogodagi terlibat keributan di Distrik Kapiraya pada pagi hari Rabu (11/2/26). Dari video yang beredar di masyarakat, terlihat sebagian warga berlari sambil membawa alat yang berpotensi bahaya seperti panah, parang, serta senapan angin. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa insiden tersebut telah menimbulkan korban, dengan tiga orang warga mengalami luka-luka.Keributan ini diduga dipicu oleh tindakan pembukaan palang atau pemalangan sasi adat yang dilakukan oleh warga Kampung Kapiraya di lokasi Jembatan 2 Kilometer, yang kemudian dianggap tidak sesuai oleh masyarakat Kampung Mogodagi dan memicu kemarahan di antara mereka. Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian yang telah terjadi. (11/2/26) "Benar, insiden keributan memang terjadi dan saat ini situasi sudah kondusif. Tim aparat keamanan gabungan telah siap siaga di lokasi kejadian untuk mencegah terjadinya konflik kembali serta menjaga ketertiban masyarakat," ujarnya. Kapolres menjelaskan bahwa penyebab awal terjadinya keributan adalah dampak dari tindakan pembukaan palang oleh warga Kapiraya pada hari sebelumnya di lokasi Jembatan 2 Kilometer."Untuk data lengkap terkait korban dan detail peristiwa, pihak kami masih dalam proses pendataan menyeluruh," pungkasnya.Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian terus melakukan pengumpulan informasi serta pengamanan ketat di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Feb 2026, 20:37 WIT
Kemenko Kumham Imipas Dorong Implementasi KUHP Baru dan Pembentukan Bapas di Kota Sukabumi Papuanewsonline.com, Sukabumi — Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi dengan Pemerintah Kota Sukabumi yang dilaksanakan oleh Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Kelembagaan Keimigrasian dan Pemasyarakatan.Audiensi yang berlangsung di Ruang Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Sukabumi membahas sinkronisasi penerapan KUHP baru yang efektif berlaku sejak 2 Januari 2026, sekaligus rencana pembentukan Balai Pemasyarakatan di Kota Sukabumi. Pertemuan ini diterima langsung oleh Asisten I bersama jajaran perangkat daerah terkait.Dalam pertemuan tersebut, dibahas pentingnya keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan pemidanaan alternatif sebagaimana diatur dalam KUHP baru, khususnya pelaksanaan pidana kerja sosial. Sebagai tindak lanjut, disepakati rencana penyusunan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kota Sukabumi dan Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung terkait pelaksanaan pidana kerja sosial, dengan inisiasi awal oleh pihak Bapas.Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Kelembagaan Keimigrasian dan Pemasyarakatan, Herdaus, menegaskan bahwa implementasi KUHP baru membutuhkan kesiapan dan sinergi lintas sektor, termasuk peran aktif pemerintah daerah. Pembentukan Balai Pemasyarakatan di daerah dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan pemasyarakatan, mengurangi overkapasitas lembaga pemasyarakatan, serta mendorong sistem pemidanaan yang berorientasi pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial.Pemerintah Kota Sukabumi menyatakan kesiapan untuk mendukung agenda nasional implementasi KUHP baru dan berperan aktif dalam pelaksanaannya di tingkat daerah. Dukungan tersebut sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait pembangunan 100 Balai Pemasyarakatan baru secara nasional sebagai bagian dari penguatan layanan pemasyarakatan yang berfokus pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial.Terkait rencana pembentukan Bapas di Kota Sukabumi, Kemenko Kumham Imipas mencatat adanya dukungan dan keterbukaan dari pemerintah daerah melalui sejumlah opsi, antara lain penyediaan lahan dengan pembangunan gedung oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta pemanfaatan gedung milik Pemerintah Kota Sukabumi yang layak pakai sebagai Pos Bapas melalui skema hibah atau pinjam pakai. Seluruh opsi tersebut akan ditindaklanjuti dan disampaikan kepada Wali Kota Sukabumi melalui mekanisme administrasi yang berlaku.Pembentukan Bapas baru ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan jangkauan pelayanan pemasyarakatan di wilayah Sukabumi, sekaligus mendukung penerapan sistem pemidanaan yang lebih proporsional, humanis, dan berkeadilan, sejalan dengan semangat reformasi hukum pidana nasional.Sebelumnya, jajaran Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Kelembagaan Keimigrasian dan Pemasyarakatan telah melakukan kunjungan ke Pos Bapas Kelas I Bandung yang berada di Lapas Kelas IIB Sukabumi. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas pembimbingan klien pemasyarakatan, termasuk luasnya wilayah kerja, keterbatasan sumber daya manusia, serta minimnya sarana dan prasarana.Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Kemenko Kumham Imipas juga berkoordinasi dengan Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, yang menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan Bapas di Kota Sukabumi serta kesiapan membantu koordinasi dengan pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan tingkat overkapasitas Lapas Kelas IIB Sukabumi yang saat ini mencapai sekitar 200 persen. (GF) 10 Feb 2026, 23:00 WIT
Menko Yusril dan Wamenko Otto Hadiri Laporan Tahunan Mahkamah Agung 2025 Papuanewsonline.com, Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, didampingi Wakil Menteri Koordinator Kumham Imipas Otto Hasibuan, menghadiri kegiatan Laporan Tahunan Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2025 yang digelar di Balairung Mahkamah Agung RI.Kegiatan ini menjadi forum resmi penyampaian capaian kinerja lembaga peradilan sepanjang tahun 2025, sekaligus ajang refleksi atas berbagai tantangan dan langkah pembenahan sistem hukum nasional di tengah dinamika perubahan regulasi dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan peradilan yang semakin berkualitas.Laporan Tahunan Mahkamah Agung dibacakan oleh Ketua Mahkamah Agung RI Sunarto, yang menegaskan bahwa reformasi hukum pidana menjadi salah satu fokus utama seiring mulai diberlakukannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terbaru. Reformasi tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem peradilan yang lebih adaptif, berkeadilan, dan berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia.Sepanjang tahun 2025, Mahkamah Agung bersama seluruh badan peradilan di bawahnya berhasil menyelesaikan 97,2 persen perkara tepat waktu. Capaian ini sekaligus mempertahankan rasio penyelesaian perkara di atas 97 persen selama enam tahun berturut-turut, yang mencerminkan konsistensi kinerja dan tata kelola peradilan yang semakin efektif.Selain kinerja penyelesaian perkara, Mahkamah Agung juga terus mendorong penguatan integritas lembaga peradilan. Hal ini ditandai dengan bertambahnya jumlah satuan kerja yang meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, sebagai wujud komitmen mewujudkan sistem peradilan yang bersih, transparan, dan melayani.Dalam kesempatan tersebut, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menyampaikan apresiasi atas konsistensi kinerja Mahkamah Agung dalam menjaga kualitas penyelesaian perkara serta memperkuat integritas lembaga peradilan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kepastian hukum dan keadilan substantif bagi masyarakat.Yusril juga menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam mendukung implementasi KUHP baru agar berjalan efektif, berkeadilan, dan selaras dengan semangat reformasi hukum nasional. Pemerintah, melalui Kemenko Kumham Imipas, berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan strategis di bidang hukum, HAM, imigrasi, dan pemasyarakatan.Kehadiran Menko Yusril dan Wamenko Otto dalam kegiatan ini mencerminkan dukungan penuh pemerintah terhadap penguatan peradilan nasional. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat terwujudnya sistem hukum yang modern, responsif, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.Kegiatan Laporan Tahunan Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun peradilan yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, demi terwujudnya keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh lapisan masyarakat. (GF) 10 Feb 2026, 22:58 WIT
Pemulihan Korban HAM Berat Dipercepat, Pemerintah Targetkan Sinkronisasi Data Rampung 2026 Papuanewsonline.com, Jakarta — Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan menggelar rapat strategis Sinkronisasi Satu Data Pemulihan Korban Pelanggaran HAM Berat sebagai langkah penting untuk mempercepat pemulihan hak-hak korban secara lebih terarah, efektif, dan tepat sasaran.Rapat ini menjadi forum koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mengintegrasikan basis data korban yang selama ini masih tersebar. Dengan penyatuan data, proses perencanaan dan pelaksanaan program pemulihan diharapkan dapat berjalan lebih sistematis serta menghindari tumpang tindih kebijakan di lapangan.Deputi Bidang Koordinasi HAM Kemenko Kumham Imipas, Ibnu Chuldun, membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa validitas data merupakan fondasi utama dalam upaya pemenuhan hak korban. Ketersediaan data yang terintegrasi dinilai menjadi prasyarat penting agar program pemulihan dapat disalurkan secara adil dan berkelanjutan.Dukungan penuh juga disampaikan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia melalui Koordinator Tim Tindak Lanjut Hasil Penyelidikan Pelanggaran HAM Berat, Abdul Haris Semendawai. Komnas HAM menegaskan kesiapan dalam mempercepat proses verifikasi dan penyelarasan dokumen legalitas korban agar dapat segera diakses oleh kementerian dan lembaga terkait.Sementara itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban menyoroti pentingnya akses data yang akurat untuk mendukung layanan perlindungan, bantuan medis, dan rehabilitasi psikososial. Tantangan di lapangan, seperti usia korban yang relatif lanjut serta sebaran geografis yang luas, menuntut sistem data yang terintegrasi guna mempercepat asesmen dan penyaluran bantuan.Dari sisi teknis pelaksanaan, Kementerian HAM menegaskan bahwa sinkronisasi data akan menjadi dasar dalam penyusunan peta jalan penyelesaian pelanggaran HAM berat. Data yang telah terverifikasi akan digunakan untuk memetakan kondisi korban, status bantuan, serta kebutuhan pemulihan yang harus diprioritaskan.Sekretaris Kemenko Kumham Imipas, R. Andika Dwi Prasetya, dalam arahannya menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sinkronisasi satu data hingga tuntas. Ia menekankan pentingnya menghapus sekat ego sektoral agar integrasi data dapat segera diwujudkan sesuai target, sehingga pada triwulan II tahun 2026 data yang terhubung dengan administrasi kependudukan telah tersedia.Rapat koordinasi ini juga menghasilkan kesepakatan lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat tata kelola sinkronisasi satu data secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diharapkan menjadi landasan kuat dalam mempercepat pemulihan korban pelanggaran HAM berat secara menyeluruh.Melalui langkah strategis ini, pemerintah menargetkan penyelesaian sinkronisasi data nasional pada tahun 2026, sebagai wujud kehadiran negara dalam memastikan keadilan, perlindungan, dan pemulihan yang komprehensif bagi seluruh korban pelanggaran HAM berat di Indonesia. (GF) 10 Feb 2026, 22:56 WIT
Kerja Sama Strategis Indonesia–UEA Diperkuat, Menko Yusril Terima Dubes Uni Emirat Arab Papuanewsonline.com, Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menerima Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Y.M. Abdulla Salem Aldhahheri, dalam sebuah pertemuan bilateral di Kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kerja sama strategis antara Indonesia dan Uni Emirat Arab yang terus berkembang.Dalam pertemuan tersebut, Dubes UEA menyampaikan bahwa hubungan bilateral kedua negara mengalami kemajuan signifikan. Hal ini tercermin dari intensitas kunjungan kenegaraan, termasuk tiga kali kunjungan Presiden Indonesia ke UEA serta peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–UEA, dengan rencana kunjungan Presiden UEA ke Indonesia dalam waktu mendatang.Kerja sama yang sebelumnya lebih terfokus pada sektor tradisional, seperti pelabuhan dan minyak, kini telah meluas ke berbagai sektor strategis. Pengembangan energi terbarukan, pertahanan, kesehatan, dan pendidikan menjadi bidang baru yang semakin diperkuat, seiring meningkatnya kebutuhan dan peluang kerja sama kedua negara.Sejumlah program konkret telah dijalankan, di antaranya pembangunan rumah sakit jantung di Solo, pengembangan pusat studi mangrove di Bali, serta kerja sama pendidikan antara Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta dan Universitas Zayed di bidang humaniora. Inisiatif-inisiatif ini diharapkan mampu mendorong alih pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja.Di bidang keimigrasian, Dubes UEA menyampaikan apresiasi atas kemudahan layanan bagi warga negara UEA yang jumlahnya terus meningkat. Di sisi lain, masih terdapat potensi penguatan kerja sama, termasuk pada sektor panas bumi bersama PT Pertamina, yang dinilai perlu didorong agar semakin bersifat bilateral dan berkelanjutan.Menanggapi hal tersebut, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin, khususnya di bidang perdagangan serta energi minyak dan gas. Ia juga menekankan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya memperluas dan memperdalam kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis guna mendukung pembangunan nasional.Pembentukan Danantara sebagai lembaga investasi pemerintah, serta kerja sama dengan Dubai Fund, turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Kedua inisiatif ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperluas manfaat kerja sama bagi masyarakat di kedua negara.Di sektor pendidikan, ketenagakerjaan, dan kesehatan, kerja sama Indonesia–UEA dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Dukungan UEA dalam pembangunan masjid dan fasilitas kesehatan menjadi fondasi penting, sekaligus membuka ruang peningkatan kolaborasi di bidang kedokteran guna menjawab kebutuhan tenaga medis dan fasilitas berteknologi tinggi di Indonesia.Sementara itu, di bidang transportasi udara dan mobilitas masyarakat, meningkatnya arus perjalanan kedua negara mendorong kajian pembebasan visa timbal balik serta penguatan kerja sama penerbangan. Etihad Airways tengah merencanakan pembukaan rute langsung Abu Dhabi–Medan dan Abu Dhabi–Surabaya, sedangkan Emirates Airlines mengurus perizinan pengoperasian pesawat berbadan lebar untuk meningkatkan konektivitas penerbangan Indonesia–UEA, termasuk dalam mendukung layanan jemaah umrah. (GF) 10 Feb 2026, 22:52 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT