Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Dugaan Potongan Beasiswa KIP oleh Oknum Pegawai PTS Mimika, Pihak Kampus Membantah
Papuanewsonline.com, Timika – Salah satu Perguruan Tinggi
Swasta (PTS) di Mimika diduga melakukan pemotongan dana beasiswa KIP dari
mahasiswanya. Oknum pegawai Keuangan di PTS itu juga melakukan pengancaman
kepada mahasiswa jika melaporkan atau menanyakan soal pemotongan tersebut.Pimpinan PTS saat dikonfirmasi membantah tuduhan bahwa ada
potongan beasiswa KIP (Kartu Indonesia Pintar) mahasiswa oleh oknum di
lingkungan kampusnya. Hal ini disampaikan oleh mahasiswa saat dihubungi oleh
wartawan papuanewsonline.com. "Tidak benar, saya Bilang tidak benar, kalau mau kumpul
semua mahasiswa," kata Pimpinan PTS tersebut melalui telepon via WhatsApp
pada tanggal 9 maret 2026 pukul 13:59 WITNamun, Media papuanewsonline,com memiliki bukti WhatsApp
juga rekaman suara dari beberapa mahasiswa yang mengaku dipotong beasiswanya.
"Waktu kita terima beasiswa itu trus kita tanya kenapa dipotong, oknum
dari pihak kampus menjawab dengan nada tinggi (kau diam saja atau beasiswamu
saya putuskan)," isi pesan tersebut.Di rekaman suara salah satu mahasiswa mengaku tidak mengerti
dipotong berapa karena yang diterima sisa 1,2 jt saja, sedangkan salah satu
mahasiswa juga mengaku akan dipotong pada pencairan berikut dengan angka yang
fantastis.Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyaluran Dana
Bantuan KIP Kuliah, Pasal 5 ayat (1) menyatakan bahwa bantuan biaya hidup harus
sepenuhnya diterima mahasiswa penerima KIP Kuliah. Tidak ada alasan apapun,
termasuk untuk pembiayaan pendidikan, karena biaya operasional pendidikan sudah
termasuk dalam Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan bantuan biaya pengelolaan.Sub Koordinator Pokja KIP Kuliah Pusat Layanan Pembiayaan
Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek, Muni Ika, menegaskan bahwa perguruan
tinggi tidak boleh memotong biaya hidup dengan alasan untuk pendidikan.
"Kini, kami meminta pemerintah kabupaten Mimika yang
terkait untuk turun tangan dan menginvestigasi kasus ini. Apakah kampus telah
menyalahgunakan dana KIP Kuliah? Kami menuntut transparansi dan akuntabilitas
dalam pengelolaan dana beasiswa mahasiswa. Kepentingan mahasiswa harus
diutamakan, bukan kepentingan oknum," (Hendrik)
15 Mar 2026, 10:14 WIT
Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Menko Yusril Sebut Serangan terhadap Demokrasi
Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang
Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza
Mahendra menyebut tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS,
Andrie Yunus, sebagai serangan terhadap nilai-nilai demokrasi dan penegakan hak
asasi manusia di Indonesia.Pernyataan tersebut disampaikan Yusril melalui keterangan
tertulis di Jakarta pada Jumat (13/3/2026), menyusul insiden penyiraman air
keras yang dialami Andrie Yunus beberapa waktu lalu.“Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari
KontraS adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri. Aktivis HAM bekerja
untuk kepentingan rakyat dan kepentingan negara, karena penegakan HAM dan
demokrasi merupakan amanat konstitusi,” kata Yusril.Menurut Yusril, dalam negara demokrasi setiap pihak harus
menjunjung tinggi sikap saling menghormati perbedaan pandangan. Ia menegaskan
bahwa tindakan kekerasan terhadap aktivis demokrasi dan HAM tidak dapat
dibenarkan dalam keadaan apa pun.“Menyerang aktivis demokrasi dan HAM, meskipun berbeda
pendapat dengan mereka, tetap tidak dapat dibenarkan. Dalam demokrasi setiap
orang hendaknya berpegang pada prinsip menghormati perbedaan dan keragaman
karena semua berbuat untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan
pribadi,” ujarnya.Yusril juga meminta aparat penegak hukum, khususnya
Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk mengusut kasus tersebut secara
menyeluruh hingga mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut.“Saya meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri,
memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku
penyerangan di lapangan,” tegasnya.Ia menilai pola serangan yang terjadi menunjukkan adanya
indikasi perencanaan yang cukup matang, sehingga proses penegakan hukum tidak
boleh berhenti pada pelaku di lapangan saja.“Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana dan
terorganisir, sehingga pengungkapan peristiwa ini tidak boleh berhenti di
tingkat eksekutor, tetapi juga harus mengungkap aktor intelektual di baliknya,”
kata Yusril.Lebih lanjut, Yusril mengungkapkan bahwa dirinya telah
melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian terkait perkembangan penanganan
kasus tersebut.“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya yang
menangani kasus ini bersama Bareskrim Polri. Saat ini mereka masih melakukan
pendalaman, sehingga belum dapat mengungkapkan apa pun kepada publik,” ujarnya.Di sisi lain, ia juga mengimbau masyarakat untuk menunggu
hasil penyelidikan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum agar peristiwa
tersebut dapat terungkap secara jelas dan objektif.“Saya mengajak masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan
kepolisian agar masalah ini menjadi terang-benderang. Tindakan kekerasan
seperti ini tidak boleh dibiarkan. Siapa pun dan apa pun motif pelakunya harus
ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Menko Yusril.Yusril menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki
komitmen kuat dalam menjunjung tinggi hukum, demokrasi, dan hak asasi manusia
di Indonesia.Menurutnya, pemerintah tidak akan memberikan toleransi
terhadap segala bentuk tindakan kekerasan, baik terhadap aktivis maupun pihak
mana pun yang memiliki pandangan berbeda dengan pemerintah.
“Seperti yang Anda lihat, Presiden juga mengundang mereka
yang sering berbeda pendapat dengan pemerintah untuk berdialog secara terbuka
di Istana. Presiden tidak akan bertoleransi terhadap tindakan kekerasan kepada
aktivis atau siapa pun juga,” pungkasnya. (GF)
14 Mar 2026, 14:07 WIT
Persido Dogiyai Kalahkan Persemi Mimika 2-1 dan Keluar Sebagai Juara Grup A Liga 4 Papua Tengah
Papuanewsonline.com, Timika – Persido Dogiyai meraih
kemenangan krusial dengan skor akhir 2-1 atas Persemi Mimika dalam pertandingan
penyelesaian Grup A Liga 4 Papua Tengah 2026 yang berlangsung di Stadion Wania
Imipi, Timika, pada Jumat (13/3/2026).Kemenangan ini membuat Persido keluar sebagai juara Grup A
dan melangkah ke babak semifinal sebagai pemuncak klasemen, sementara Persemi
Mimika menempati posisi runner-up grup.Pertandingan berjalan sangat ketat sejak babak pertama
dimulai. Kedua tim saling memberikan tekanan dan menciptakan sejumlah peluang
berharga, namun kedua penjaga gawang mampu menjaga gawang tetap bersih. Pada menit ke-28, Persemi Mimika memiliki peluang emas
melalui tendangan Charenz Huwae (19), namun tidak berhasil mengubah skor.
Hingga jeda babak dan tambahan waktu satu menit, skor tetap terkunci 0-0.Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin meningkat
dengan kedua tim bermain lebih agresif. Persido akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-82
melalui tendangan kaki kiri Tonny Rumatrai (7) yang mengalahkan penjaga gawang
Persemi. Tidak tinggal diam, Persemi Mimika mampu menyamakan skor menjadi 1-1
pada menit ke-90 melalui gol Maikel Kowo (10).Namun drama terjadi di masa tambahan, Persido kembali
mencetak gol pada menit ke-92 melalui Nando Tebai (30) yang memastikan
kemenangan 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan wasit.Pelatih Persido Dogiyai Jefri Edison Rumabur mengakui bahwa
pertandingan berjalan cukup berat akibat kondisi lapangan yang berair dan cuaca
yang tidak menentu. Sementara itu, pelatih Persemi Mimika Eduard Ivakdalam tetap
mengapresiasi penampilan para pemainnya dan mengungkapkan bahwa sebagian pemain
inti diberikan istirahat untuk mempersiapkan babak semifinal. Diketahui dari Grup B, Persipani Paniai menjadi juara grup
dan Persipuncak Puncak Cartenz sebagai runner-up, siap berkompetisi di babak
berikutnya. Penulis: Jid
Editor: GF
13 Mar 2026, 23:26 WIT
Komisariat Insan Cita HMI Mimika Launching Kepengurusan Baru, Fokus Bangun Generasi Muda Progresif
Papuanewsonline.com, Timika – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Cabang Persiapan Mimika melantik pengurus Komisariat Insan Cita pada hari Kamis
(12/3/2026). Dalam acara tersebut, Nilam Febrima resmi menjabat sebagai Ketua
Umum Komisariat Insan Cita, yang akan memimpin organisasi dalam periode
kepengurusan mendatang.Dalam sambutannya, Nilam Febrima menegaskan bahwa pelantikan
ini bukan sekadar acara seremoni organisasi semata, melainkan momentum penting
untuk memikul amanah perjuangan dalam membangun kaderisasi dan mengembangkan
tradisi intelektual di lingkungan HMI "HMI lahir dari pergulatan sejarah bangsa dengan
semangat keislaman dan cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
Pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu menghidupkan kembali diskusi
ilmiah, kajian keagamaan, serta memperkuat tali persaudaraan antar kader,"
ujarnya.Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjadikan komisariat
sebagai ruang pendidikan intelektual bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat
nilai-nilai moral dan pembentukan karakter kepemimpinan bagi generasi muda."HMI harus menjadi wadah pendidikan intelektual,
penguatan nilai moral, dan pembentukan figur kepemimpinan yang mampu
berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan agama," pungkasnya.Sementara itu, Jidan sebagai perwakilan pengurus demisioner
menyampaikan harapan agar kepengurusan baru dapat melanjutkan estafet
kepemimpinan dengan penuh semangat pengabdian. Ia menilai bahwa proses berorganisasi di HMI tidak hanya
tentang menjalankan tugas, tetapi juga menanamkan nilai ukhuwah, pengorbanan,
serta semangat perjuangan untuk kemajuan bangsa dan agama."Semoga pengurus baru mampu membawa Komisariat Insan
Cita semakin berkembang dan menjadi bagian dari gerakan yang terus
berkiprah," katanya. Penulis: Abim
Editor: GF
13 Mar 2026, 23:21 WIT
Puskesmas Timika Catat 7.233 Kasus Malaria Tahun 2025, Jadi Penyakit dengan kasus Terbanyak
Papuanewsonline.com, Timika – Puskesmas Timika mencatat
sebanyak 7.233 kasus malaria yang terdeteksi sepanjang tahun 2025,
menjadikannya penyakit dengan jumlah kasus terbanyak yang ditangani
dibandingkan penyakit lainnya. Kepala Puskesmas Timika Moses Untung
menyampaikan bahwa selama periode tersebut, pihaknya telah melakukan
pemeriksaan terhadap 411.768 pasien dari berbagai wilayah kerja."Dari total pemeriksaan yang dilakukan, sebanyak 7.233
pasien dinyatakan positif mengidap malaria," ujarnyaMenurut Moses, jumlah kasus tahun 2025 sedikit lebih tinggi
dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini sebagian besar dipengaruhi oleh
perluasan cakupan pemeriksaan yang membuat lebih banyak kasus berhasil
teridentifikasi. Selain faktor lingkungan dan rendahnya penerapan Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat hingga
tuntas juga menjadi permasalahan utama. Berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 80
persen pasien mengaku pernah terkena malaria dalam tiga bulan terakhir namun
tidak menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran."Kepatuhan yang rendah ini berpotensi menyebabkan
kekambuhan dan penyebaran penyakit lebih luas," tambahnya.Wilayah kerja Puskesmas Timika mencakup lima kelurahan dan
satu kampung di Distrik Mimika Baru, yaitu Kelurahan Kebun Siri, Kwamki Baru,
Koperapoka, Dinggo Narama, Otomona, serta Kampung Nayaro. Kelurahan Kebun Siri
menduduki peringkat pertama dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 3.732 kasus,
atau sekitar 52 persen dari total kasus di wilayah kerja puskesmas. Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika memperkuat
upaya penanggulangan melalui Program Tanggulangi Eliminasi Malaria dengan fokus
pada pemeriksaan darah, pengobatan, dan pemantauan kepatuhan pengobatan sampai
tuntas. "Target kami tahun ini adalah mencapai dua juta
pemeriksaan malaria untuk seluruh wilayah Mimika," ungkap Moses dengan
penuh tekad. Selain itu, juga dilakukan pemetaan lokasi potensial sebagai
sarang perkembangbiakan nyamuk penyebab malaria.Selain malaria, Puskesmas Timika juga mencatat sejumlah
penyakit lain dengan kasus yang cukup tinggi.Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit
terbanyak kedua dengan total 3.890 kasus sepanjang 2025, sedangkan kasus
Tuberkulosis tercatat sebanyak 400 kasus. Untuk penyakit tidak menular, kunjungan pasien dengan
Hipertensi mencapai 1.624 kasus, dan Diabetes Melitus sebanyak 1.333 kasus
selama tahun yang sama. "Kami berharap dengan berbagai program yang digalakkan,
tidak hanya kasus malaria yang dapat ditekan, namun juga penyakit-penyakit lain
yang menjadi beban kesehatan masyarakat," pungkas Moses. Penulis: Jid
Editor: GF
13 Mar 2026, 23:19 WIT
PDI-P Mimika Bagikan Takjil Gratis, Bagian Kegiatan Kepedulian Ramadan
Papuanewsonline.com, Timika – DPD Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan berbagi takjil gratis
kepada masyarakat di depan Sekretariat PDI-P yang berlokasi di Jalan WR
Soepratman, Timika, pada hari Jumat (13/3/2026). Kegiatan yang dilakukan dalam
rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H ini menjadi bentuk nyata kepedulian
partai terhadap masyarakat Mimika.Kegiatan berbagi takjil dipimpin langsung oleh Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika sekaligus pengurus DPD PDI-P Mimika,
Adrian Andika Tie, bersama sejumlah pengurus partai lainnya. Adrian menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu
agenda rutin PDI-P Mimika selama bulan Ramadan yang telah direncanakan dengan
matang"Puji syukur kepada Tuhan, hari ini kita dapat
menjalankan agenda berbagi takjil kepada seluruh masyarakat. Semoga hal kecil
yang kita lakukan ini dapat menjadi berkah bagi semua yang menerima dan menjadi
amalan baik di bulan suci Ramadan," ujarnya.Selain berbagi takjil, Adrian mengungkapkan bahwa DPD PDI-P
Mimika juga memiliki program kegiatan lainnya selama bulan Ramadan. Antara lain mengunjungi sejumlah panti asuhan di wilayah
Mimika untuk memberikan bantuan serta melaksanakan kegiatan Sahur On The Road
yang akan dilakukan bersama umat Muslim di berbagai lokasi strategis di daerah
tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi
antarwarga dan meningkatkan rasa kebersamaan dalam menjalankan ibadah puasa.Adrian juga mengajak seluruh masyarakat Mimika, tanpa
memandang suku, agama, ras, dan golongan, untuk bersama-sama menjaga keamanan
serta keharmonisan di daerah tersebut. "Kita harus bersatu dalam menjaga kedamaian agar Mimika
tetap kondusif dan nyaman untuk dihuni. Mimika adalah rumah kita bersama, oleh
karena itu setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan dan
kebahagiaan bersama," pungkasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
13 Mar 2026, 23:15 WIT
Warga Berinisial K Diamankan Usai Menodongkan Airsoftgun Ke Arah Pelajar Yang Tawuran
Papuanewsonline.com, Timika – Seorang warga sipil berinisial
K diamankan aparat kepolisian setelah menodongkan pistol jenis airsoftgun ke
arah sekelompok pelajar yang terlibat tawuran di Jalan Budi Utomo, Distrik
Mimika Baru, Kabupaten Mimika, pada Jumat (13/3/2026). Peristiwa ini terjadi
saat sekelompok pelajar tengah terlibat bentrokan dan saling melempar benda di
sekitar area kios milik warga tersebut.Kejadian bermula ketika beberapa pelajar berkumpul dan
terlibat aksi tawuran di sekitar Jalan Budi Utomo, Distrik Mimika Baru. Saat
itu, mereka saling menyerang dan melempar benda padat ke arah satu sama lain. Warga K yang merupakan pemilik kios di lokasi tersebut
melihat kondisi yang mengkhawatirkan dan spontan mengambil airsoftgun jenis
Colt kaliber 4,5 mm dari dalam laci kiosnya. Ia kemudian menodongkan senjata tersebut ke arah para
pelajar untuk menghentikan bentrokan.Setelah melihat tindakan tersebut, anggota Brimob yang
sedang melakukan patroli di lokasi langsung mengamankan warga K dan menyita
senjata yang digunakan. Kapolsek Mimika Baru, Mattineta, menyampaikan bahwa senjata
yang diamankan adalah airsoftgun tanpa magazine maupun peluru yang dapat
digunakan. Dilakukan pemeriksaan awal terhadap warga K yang mengaku
membeli senjata tersebut dari seorang anak muda dengan harga sekitar Rp130
ribu. Menurutnya, ia membeli alat tersebut untuk keperluan hobi
berburu burung kecilSaat ini penyidik Polsek Mimika Baru sedang melakukan
penyelidikan lebih lanjut terkait asal-usul kepemilikan airsoftgun tersebut
serta motif tindakan yang dilakukan oleh warga K."Kita akan mendalami proses pembelian dan memastikan
tidak ada bahaya yang akan muncul dari peristiwa ini," pungkas penyidik
terkait. Penulis: Jid
Editor: GF
13 Mar 2026, 23:10 WIT
Tawuran Pelajar SMK di Timika, Dipicu Rebutan Pacar Dan Lanjutan Konflik Sebelumnya
Papuanewsonline.com, Timika – Kembali terjadi aksi tawuran
antar pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jalan Budi Utomo, tepatnya di
depan SMK Petra Timika, pada Jumat (14/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIT.
Peristiwa ini melibatkan pelajar dari SMKN 1 Timika dan SMK Petra, yang
diketahui dipicu oleh persoalan rebutan pacar serta sebagai kelanjutan konflik
yang terjadi pada tanggal 7 Maret lalu di lokasi yang sama.Kapolsek Mimika Baru, Mattineta, menyampaikan bahwa kejadian
ini merupakan lanjutan dari konflik sebelumnya yang belum terselesaikan secara
tuntas."Kita sudah menangani kasus serupa pada tanggal 7 Maret
lalu, namun ternyata belum tuntas dan menyebabkan terjadinya bentrokan kembali
saat ini," ujarnya Dalam peristiwa tersebut, satu unit sepeda motor milik
pelajar terbakar dan beberapa bagian fasilitas sekolah mengalami kerusakan pada
area taman serta pagar depan sekolah.Setelah kejadian terjadi, pihak kepolisian segera
mengirimkan petugas untuk membubarkan massa dan mengamankan lokasi kejadianSebanyak tujuh pelajar dari kedua sekolah berhasil diamankan
untuk dilakukan pembinaan dan penyelidikan lebih lanjut."Total ada tujuh pelajar yang kami bawa untuk
mendapatkan pembinaan selama 1x24 jam, terdiri dari lima pelajar dari SMKN 1
dan dua pelajar dari SMK Petra," jelas Mattineta.Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian akan memanggil orang
tua dari para pelajar untuk memberikan pemahaman serta pembinaan agar kejadian
serupa tidak terulang kembali. "Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa ini
dipicu oleh persoalan pribadi yang berkembang menjadi bentrokan kelompok. Kita
akan bekerja sama dengan pihak sekolah dan orang tua untuk menangani kasus ini
secara menyeluruh," pungkasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
13 Mar 2026, 23:06 WIT
Massa Aksi Protes di Puspem Mimika, Menuntut Batalkan Pelantikan Pejabat
Papuanewsonline.com, Timika – Forum Peduli Aparatur Sipil
Negara (ASN) Papua menggelar aksi protes di kawasan Kantor Pusat Pemerintahan
(Puspem) Kabupaten Mimika pada hari Jumat (13/3). Massa menuntut Bupati Mimika
Johannes Rettob membatalkan pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV yang
telah dilaksanakan pada Rabu (11/3) lalu. Aksi ini dipicu oleh kebijakan
rolling jabatan yang dinilai tidak mengakomodasi hak Orang Asli Papua (OAP),
khususnya suku Amungme dan Kamoro.Sebelumnya, massa melakukan pemalangan jalan di Bundaran
Timika Indah pada pagi hari, menyebabkan arus lalu lintas lumpuh dan mengganggu
aktivitas warga selama beberapa saat. Setelah itu, mereka bergerak menuju Puspem Mimika untuk
menyampaikan tuntutan secara langsung. Para peserta secara bergantian
menyampaikan orasi yang mengemukakan kritik terhadap kebijakan pemerintah
daerah. Ketua Aliansi Pemuda Amungme (APA) Mimika Helois Kemong
menegaskan bahwa masyarakat lokal berhak mendapatkan kesempatan yang setara
dalam menduduki jabatan strategis. "Kami punya hak untuk menjadi tuan di tanah sendiri,
oleh karena itu kami minta Bupati datang langsung dan menyatakan bahwa rolling
jabatan tersebut dibatalkan," tegasnya dengan suara lantang.Salah satu peserta aksi yang juga merupakan ASN di Pemkab
Mimika, Yulianus Pinimet, mengaku dirinya dirugikan dalam proses seleksi. Ia menyampaikan telah mengikuti seluruh tahapan seleksi
lelang jabatan tinggi pratama dan dinyatakan memenuhi syarat, namun tidak
termasuk dalam daftar pelantikan. "Saya sudah melalui semua tahapan dan dinyatakan
lengkap, tapi tidak diakomodasi. Kami ingin tahu dasar aturan apa yang
digunakan dalam penentuan pejabat ini," ucapnya sambil mempertanyakan
transparansi proses. Yulianus juga mendesak Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris
Daerah untuk turun langsung menemui massa dan memberikan penjelasan yang jelas.
"Jika tuntutan tidak direspons, kami akan mengambil
langkah-langkah sesuai mekanisme adat yang berlaku," tambahnya.Selain meminta pembatalan pelantikan dan pencabutan Surat
Keputusan (SK) terkait, massa juga menyampaikan tuntutan agar rolling jabatan
dilakukan ulang secara transparan dengan memperhatikan hak afirmasi OAP. Mereka juga menyoroti dugaan adanya pasangan suami-istri
yang menduduki jabatan di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu, mereka menginginkan jabatan Pelaksana Tugas
(Plt) segera didefinitifkan dengan memprioritaskan ASN asli Papua. Hingga pukul 13.20 WIT, massa telah ditemui Penjabat
Sekretaris Daerah Mimika Abraham Kateyau, namun masih terus menunggu kehadiran
Bupati untuk mendapatkan tanggapan langsung. "Semoga pemerintah daerah dapat mendengar suara kita
dan mengambil langkah yang tepat demi keadilan serta kemajuan bersama Kabupaten
Mimika," pungkas salah satu tokoh masyarakat yang hadir. Penulis: Jid
Editor: GF
13 Mar 2026, 23:03 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru