logo-website
Selasa, 21 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Dugaan Potongan Beasiswa KIP oleh Oknum Pegawai PTS Mimika, Pihak Kampus Membantah Papuanewsonline.com, Timika – Salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Mimika diduga melakukan pemotongan dana beasiswa KIP dari mahasiswanya. Oknum pegawai Keuangan di PTS itu juga melakukan pengancaman kepada mahasiswa jika melaporkan atau menanyakan soal pemotongan tersebut.Pimpinan PTS saat dikonfirmasi membantah tuduhan bahwa ada potongan beasiswa KIP (Kartu Indonesia Pintar) mahasiswa oleh oknum di lingkungan kampusnya. Hal ini disampaikan oleh mahasiswa saat dihubungi oleh wartawan papuanewsonline.com. "Tidak benar, saya Bilang tidak benar, kalau mau kumpul semua mahasiswa," kata Pimpinan PTS tersebut melalui telepon via WhatsApp pada tanggal 9 maret 2026 pukul 13:59 WITNamun, Media papuanewsonline,com memiliki bukti WhatsApp juga rekaman suara dari beberapa mahasiswa yang mengaku dipotong beasiswanya. "Waktu kita terima beasiswa itu trus kita tanya kenapa dipotong, oknum dari pihak kampus menjawab dengan nada tinggi (kau diam saja atau beasiswamu saya putuskan)," isi pesan tersebut.Di rekaman suara salah satu mahasiswa mengaku tidak mengerti dipotong berapa karena yang diterima sisa 1,2 jt saja, sedangkan salah satu mahasiswa juga mengaku akan dipotong pada pencairan berikut dengan angka yang fantastis.Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyaluran Dana Bantuan KIP Kuliah, Pasal 5 ayat (1) menyatakan bahwa bantuan biaya hidup harus sepenuhnya diterima mahasiswa penerima KIP Kuliah. Tidak ada alasan apapun, termasuk untuk pembiayaan pendidikan, karena biaya operasional pendidikan sudah termasuk dalam Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan bantuan biaya pengelolaan.Sub Koordinator Pokja KIP Kuliah Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek, Muni Ika, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh memotong biaya hidup dengan alasan untuk pendidikan. "Kini, kami meminta pemerintah kabupaten Mimika yang terkait untuk turun tangan dan menginvestigasi kasus ini. Apakah kampus telah menyalahgunakan dana KIP Kuliah? Kami menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana beasiswa mahasiswa. Kepentingan mahasiswa harus diutamakan, bukan kepentingan oknum," (Hendrik) 15 Mar 2026, 10:14 WIT
Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Menko Yusril Sebut Serangan terhadap Demokrasi Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menyebut tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, sebagai serangan terhadap nilai-nilai demokrasi dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia.Pernyataan tersebut disampaikan Yusril melalui keterangan tertulis di Jakarta pada Jumat (13/3/2026), menyusul insiden penyiraman air keras yang dialami Andrie Yunus beberapa waktu lalu.“Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri. Aktivis HAM bekerja untuk kepentingan rakyat dan kepentingan negara, karena penegakan HAM dan demokrasi merupakan amanat konstitusi,” kata Yusril.Menurut Yusril, dalam negara demokrasi setiap pihak harus menjunjung tinggi sikap saling menghormati perbedaan pandangan. Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aktivis demokrasi dan HAM tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.“Menyerang aktivis demokrasi dan HAM, meskipun berbeda pendapat dengan mereka, tetap tidak dapat dibenarkan. Dalam demokrasi setiap orang hendaknya berpegang pada prinsip menghormati perbedaan dan keragaman karena semua berbuat untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.Yusril juga meminta aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk mengusut kasus tersebut secara menyeluruh hingga mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut.“Saya meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku penyerangan di lapangan,” tegasnya.Ia menilai pola serangan yang terjadi menunjukkan adanya indikasi perencanaan yang cukup matang, sehingga proses penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan saja.“Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana dan terorganisir, sehingga pengungkapan peristiwa ini tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor, tetapi juga harus mengungkap aktor intelektual di baliknya,” kata Yusril.Lebih lanjut, Yusril mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya yang menangani kasus ini bersama Bareskrim Polri. Saat ini mereka masih melakukan pendalaman, sehingga belum dapat mengungkapkan apa pun kepada publik,” ujarnya.Di sisi lain, ia juga mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum agar peristiwa tersebut dapat terungkap secara jelas dan objektif.“Saya mengajak masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan kepolisian agar masalah ini menjadi terang-benderang. Tindakan kekerasan seperti ini tidak boleh dibiarkan. Siapa pun dan apa pun motif pelakunya harus ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Menko Yusril.Yusril menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat dalam menjunjung tinggi hukum, demokrasi, dan hak asasi manusia di Indonesia.Menurutnya, pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindakan kekerasan, baik terhadap aktivis maupun pihak mana pun yang memiliki pandangan berbeda dengan pemerintah. “Seperti yang Anda lihat, Presiden juga mengundang mereka yang sering berbeda pendapat dengan pemerintah untuk berdialog secara terbuka di Istana. Presiden tidak akan bertoleransi terhadap tindakan kekerasan kepada aktivis atau siapa pun juga,” pungkasnya. (GF) 14 Mar 2026, 14:07 WIT
Persido Dogiyai Kalahkan Persemi Mimika 2-1 dan Keluar Sebagai Juara Grup A Liga 4 Papua Tengah Papuanewsonline.com, Timika – Persido Dogiyai meraih kemenangan krusial dengan skor akhir 2-1 atas Persemi Mimika dalam pertandingan penyelesaian Grup A Liga 4 Papua Tengah 2026 yang berlangsung di Stadion Wania Imipi, Timika, pada Jumat (13/3/2026).Kemenangan ini membuat Persido keluar sebagai juara Grup A dan melangkah ke babak semifinal sebagai pemuncak klasemen, sementara Persemi Mimika menempati posisi runner-up grup.Pertandingan berjalan sangat ketat sejak babak pertama dimulai. Kedua tim saling memberikan tekanan dan menciptakan sejumlah peluang berharga, namun kedua penjaga gawang mampu menjaga gawang tetap bersih. Pada menit ke-28, Persemi Mimika memiliki peluang emas melalui tendangan Charenz Huwae (19), namun tidak berhasil mengubah skor. Hingga jeda babak dan tambahan waktu satu menit, skor tetap terkunci 0-0.Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin meningkat dengan kedua tim bermain lebih agresif. Persido akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-82 melalui tendangan kaki kiri Tonny Rumatrai (7) yang mengalahkan penjaga gawang Persemi. Tidak tinggal diam, Persemi Mimika mampu menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-90 melalui gol Maikel Kowo (10).Namun drama terjadi di masa tambahan, Persido kembali mencetak gol pada menit ke-92 melalui Nando Tebai (30) yang memastikan kemenangan 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan wasit.Pelatih Persido Dogiyai Jefri Edison Rumabur mengakui bahwa pertandingan berjalan cukup berat akibat kondisi lapangan yang berair dan cuaca yang tidak menentu. Sementara itu, pelatih Persemi Mimika Eduard Ivakdalam tetap mengapresiasi penampilan para pemainnya dan mengungkapkan bahwa sebagian pemain inti diberikan istirahat untuk mempersiapkan babak semifinal. Diketahui dari Grup B, Persipani Paniai menjadi juara grup dan Persipuncak Puncak Cartenz sebagai runner-up, siap berkompetisi di babak berikutnya. Penulis: Jid Editor: GF 13 Mar 2026, 23:26 WIT
Komisariat Insan Cita HMI Mimika Launching Kepengurusan Baru, Fokus Bangun Generasi Muda Progresif Papuanewsonline.com, Timika – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Mimika melantik pengurus Komisariat Insan Cita pada hari Kamis (12/3/2026). Dalam acara tersebut, Nilam Febrima resmi menjabat sebagai Ketua Umum Komisariat Insan Cita, yang akan memimpin organisasi dalam periode kepengurusan mendatang.Dalam sambutannya, Nilam Febrima menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar acara seremoni organisasi semata, melainkan momentum penting untuk memikul amanah perjuangan dalam membangun kaderisasi dan mengembangkan tradisi intelektual di lingkungan HMI "HMI lahir dari pergulatan sejarah bangsa dengan semangat keislaman dan cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu menghidupkan kembali diskusi ilmiah, kajian keagamaan, serta memperkuat tali persaudaraan antar kader," ujarnya.Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjadikan komisariat sebagai ruang pendidikan intelektual bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat nilai-nilai moral dan pembentukan karakter kepemimpinan bagi generasi muda."HMI harus menjadi wadah pendidikan intelektual, penguatan nilai moral, dan pembentukan figur kepemimpinan yang mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan agama," pungkasnya.Sementara itu, Jidan sebagai perwakilan pengurus demisioner menyampaikan harapan agar kepengurusan baru dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dengan penuh semangat pengabdian. Ia menilai bahwa proses berorganisasi di HMI tidak hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga menanamkan nilai ukhuwah, pengorbanan, serta semangat perjuangan untuk kemajuan bangsa dan agama."Semoga pengurus baru mampu membawa Komisariat Insan Cita semakin berkembang dan menjadi bagian dari gerakan yang terus berkiprah," katanya.  Penulis: Abim Editor: GF 13 Mar 2026, 23:21 WIT
Puskesmas Timika Catat 7.233 Kasus Malaria Tahun 2025, Jadi Penyakit dengan kasus Terbanyak Papuanewsonline.com, Timika – Puskesmas Timika mencatat sebanyak 7.233 kasus malaria yang terdeteksi sepanjang tahun 2025, menjadikannya penyakit dengan jumlah kasus terbanyak yang ditangani dibandingkan penyakit lainnya. Kepala Puskesmas Timika Moses Untung menyampaikan bahwa selama periode tersebut, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 411.768 pasien dari berbagai wilayah kerja."Dari total pemeriksaan yang dilakukan, sebanyak 7.233 pasien dinyatakan positif mengidap malaria," ujarnyaMenurut Moses, jumlah kasus tahun 2025 sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini sebagian besar dipengaruhi oleh perluasan cakupan pemeriksaan yang membuat lebih banyak kasus berhasil teridentifikasi. Selain faktor lingkungan dan rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat hingga tuntas juga menjadi permasalahan utama. Berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 80 persen pasien mengaku pernah terkena malaria dalam tiga bulan terakhir namun tidak menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran."Kepatuhan yang rendah ini berpotensi menyebabkan kekambuhan dan penyebaran penyakit lebih luas," tambahnya.Wilayah kerja Puskesmas Timika mencakup lima kelurahan dan satu kampung di Distrik Mimika Baru, yaitu Kelurahan Kebun Siri, Kwamki Baru, Koperapoka, Dinggo Narama, Otomona, serta Kampung Nayaro. Kelurahan Kebun Siri menduduki peringkat pertama dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 3.732 kasus, atau sekitar 52 persen dari total kasus di wilayah kerja puskesmas. Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika memperkuat upaya penanggulangan melalui Program Tanggulangi Eliminasi Malaria dengan fokus pada pemeriksaan darah, pengobatan, dan pemantauan kepatuhan pengobatan sampai tuntas. "Target kami tahun ini adalah mencapai dua juta pemeriksaan malaria untuk seluruh wilayah Mimika," ungkap Moses dengan penuh tekad. Selain itu, juga dilakukan pemetaan lokasi potensial sebagai sarang perkembangbiakan nyamuk penyebab malaria.Selain malaria, Puskesmas Timika juga mencatat sejumlah penyakit lain dengan kasus yang cukup tinggi.Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit terbanyak kedua dengan total 3.890 kasus sepanjang 2025, sedangkan kasus Tuberkulosis tercatat sebanyak 400 kasus. Untuk penyakit tidak menular, kunjungan pasien dengan Hipertensi mencapai 1.624 kasus, dan Diabetes Melitus sebanyak 1.333 kasus selama tahun yang sama. "Kami berharap dengan berbagai program yang digalakkan, tidak hanya kasus malaria yang dapat ditekan, namun juga penyakit-penyakit lain yang menjadi beban kesehatan masyarakat," pungkas Moses.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mar 2026, 23:19 WIT
PDI-P Mimika Bagikan Takjil Gratis, Bagian Kegiatan Kepedulian Ramadan Papuanewsonline.com, Timika – DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan berbagi takjil gratis kepada masyarakat di depan Sekretariat PDI-P yang berlokasi di Jalan WR Soepratman, Timika, pada hari Jumat (13/3/2026). Kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H ini menjadi bentuk nyata kepedulian partai terhadap masyarakat Mimika.Kegiatan berbagi takjil dipimpin langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika sekaligus pengurus DPD PDI-P Mimika, Adrian Andika Tie, bersama sejumlah pengurus partai lainnya. Adrian menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu agenda rutin PDI-P Mimika selama bulan Ramadan yang telah direncanakan dengan matang"Puji syukur kepada Tuhan, hari ini kita dapat menjalankan agenda berbagi takjil kepada seluruh masyarakat. Semoga hal kecil yang kita lakukan ini dapat menjadi berkah bagi semua yang menerima dan menjadi amalan baik di bulan suci Ramadan," ujarnya.Selain berbagi takjil, Adrian mengungkapkan bahwa DPD PDI-P Mimika juga memiliki program kegiatan lainnya selama bulan Ramadan. Antara lain mengunjungi sejumlah panti asuhan di wilayah Mimika untuk memberikan bantuan serta melaksanakan kegiatan Sahur On The Road yang akan dilakukan bersama umat Muslim di berbagai lokasi strategis di daerah tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga dan meningkatkan rasa kebersamaan dalam menjalankan ibadah puasa.Adrian juga mengajak seluruh masyarakat Mimika, tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan, untuk bersama-sama menjaga keamanan serta keharmonisan di daerah tersebut. "Kita harus bersatu dalam menjaga kedamaian agar Mimika tetap kondusif dan nyaman untuk dihuni. Mimika adalah rumah kita bersama, oleh karena itu setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan dan kebahagiaan bersama," pungkasnya. Penulis: Jid Editor: GF 13 Mar 2026, 23:15 WIT
Warga Berinisial K Diamankan Usai Menodongkan Airsoftgun Ke Arah Pelajar Yang Tawuran Papuanewsonline.com, Timika – Seorang warga sipil berinisial K diamankan aparat kepolisian setelah menodongkan pistol jenis airsoftgun ke arah sekelompok pelajar yang terlibat tawuran di Jalan Budi Utomo, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, pada Jumat (13/3/2026). Peristiwa ini terjadi saat sekelompok pelajar tengah terlibat bentrokan dan saling melempar benda di sekitar area kios milik warga tersebut.Kejadian bermula ketika beberapa pelajar berkumpul dan terlibat aksi tawuran di sekitar Jalan Budi Utomo, Distrik Mimika Baru. Saat itu, mereka saling menyerang dan melempar benda padat ke arah satu sama lain. Warga K yang merupakan pemilik kios di lokasi tersebut melihat kondisi yang mengkhawatirkan dan spontan mengambil airsoftgun jenis Colt kaliber 4,5 mm dari dalam laci kiosnya. Ia kemudian menodongkan senjata tersebut ke arah para pelajar untuk menghentikan bentrokan.Setelah melihat tindakan tersebut, anggota Brimob yang sedang melakukan patroli di lokasi langsung mengamankan warga K dan menyita senjata yang digunakan. Kapolsek Mimika Baru, Mattineta, menyampaikan bahwa senjata yang diamankan adalah airsoftgun tanpa magazine maupun peluru yang dapat digunakan. Dilakukan pemeriksaan awal terhadap warga K yang mengaku membeli senjata tersebut dari seorang anak muda dengan harga sekitar Rp130 ribu. Menurutnya, ia membeli alat tersebut untuk keperluan hobi berburu burung kecilSaat ini penyidik Polsek Mimika Baru sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait asal-usul kepemilikan airsoftgun tersebut serta motif tindakan yang dilakukan oleh warga K."Kita akan mendalami proses pembelian dan memastikan tidak ada bahaya yang akan muncul dari peristiwa ini," pungkas penyidik terkait.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mar 2026, 23:10 WIT
Tawuran Pelajar SMK di Timika, Dipicu Rebutan Pacar Dan Lanjutan Konflik Sebelumnya Papuanewsonline.com, Timika – Kembali terjadi aksi tawuran antar pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jalan Budi Utomo, tepatnya di depan SMK Petra Timika, pada Jumat (14/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIT. Peristiwa ini melibatkan pelajar dari SMKN 1 Timika dan SMK Petra, yang diketahui dipicu oleh persoalan rebutan pacar serta sebagai kelanjutan konflik yang terjadi pada tanggal 7 Maret lalu di lokasi yang sama.Kapolsek Mimika Baru, Mattineta, menyampaikan bahwa kejadian ini merupakan lanjutan dari konflik sebelumnya yang belum terselesaikan secara tuntas."Kita sudah menangani kasus serupa pada tanggal 7 Maret lalu, namun ternyata belum tuntas dan menyebabkan terjadinya bentrokan kembali saat ini," ujarnya Dalam peristiwa tersebut, satu unit sepeda motor milik pelajar terbakar dan beberapa bagian fasilitas sekolah mengalami kerusakan pada area taman serta pagar depan sekolah.Setelah kejadian terjadi, pihak kepolisian segera mengirimkan petugas untuk membubarkan massa dan mengamankan lokasi kejadianSebanyak tujuh pelajar dari kedua sekolah berhasil diamankan untuk dilakukan pembinaan dan penyelidikan lebih lanjut."Total ada tujuh pelajar yang kami bawa untuk mendapatkan pembinaan selama 1x24 jam, terdiri dari lima pelajar dari SMKN 1 dan dua pelajar dari SMK Petra," jelas Mattineta.Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian akan memanggil orang tua dari para pelajar untuk memberikan pemahaman serta pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. "Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa ini dipicu oleh persoalan pribadi yang berkembang menjadi bentrokan kelompok. Kita akan bekerja sama dengan pihak sekolah dan orang tua untuk menangani kasus ini secara menyeluruh," pungkasnya.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mar 2026, 23:06 WIT
Massa Aksi Protes di Puspem Mimika, Menuntut Batalkan Pelantikan Pejabat Papuanewsonline.com, Timika – Forum Peduli Aparatur Sipil Negara (ASN) Papua menggelar aksi protes di kawasan Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika pada hari Jumat (13/3). Massa menuntut Bupati Mimika Johannes Rettob membatalkan pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV yang telah dilaksanakan pada Rabu (11/3) lalu. Aksi ini dipicu oleh kebijakan rolling jabatan yang dinilai tidak mengakomodasi hak Orang Asli Papua (OAP), khususnya suku Amungme dan Kamoro.Sebelumnya, massa melakukan pemalangan jalan di Bundaran Timika Indah pada pagi hari, menyebabkan arus lalu lintas lumpuh dan mengganggu aktivitas warga selama beberapa saat. Setelah itu, mereka bergerak menuju Puspem Mimika untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Para peserta secara bergantian menyampaikan orasi yang mengemukakan kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah. Ketua Aliansi Pemuda Amungme (APA) Mimika Helois Kemong menegaskan bahwa masyarakat lokal berhak mendapatkan kesempatan yang setara dalam menduduki jabatan strategis. "Kami punya hak untuk menjadi tuan di tanah sendiri, oleh karena itu kami minta Bupati datang langsung dan menyatakan bahwa rolling jabatan tersebut dibatalkan," tegasnya dengan suara lantang.Salah satu peserta aksi yang juga merupakan ASN di Pemkab Mimika, Yulianus Pinimet, mengaku dirinya dirugikan dalam proses seleksi. Ia menyampaikan telah mengikuti seluruh tahapan seleksi lelang jabatan tinggi pratama dan dinyatakan memenuhi syarat, namun tidak termasuk dalam daftar pelantikan. "Saya sudah melalui semua tahapan dan dinyatakan lengkap, tapi tidak diakomodasi. Kami ingin tahu dasar aturan apa yang digunakan dalam penentuan pejabat ini," ucapnya sambil mempertanyakan transparansi proses. Yulianus juga mendesak Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah untuk turun langsung menemui massa dan memberikan penjelasan yang jelas. "Jika tuntutan tidak direspons, kami akan mengambil langkah-langkah sesuai mekanisme adat yang berlaku," tambahnya.Selain meminta pembatalan pelantikan dan pencabutan Surat Keputusan (SK) terkait, massa juga menyampaikan tuntutan agar rolling jabatan dilakukan ulang secara transparan dengan memperhatikan hak afirmasi OAP. Mereka juga menyoroti dugaan adanya pasangan suami-istri yang menduduki jabatan di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu, mereka menginginkan jabatan Pelaksana Tugas (Plt) segera didefinitifkan dengan memprioritaskan ASN asli Papua. Hingga pukul 13.20 WIT, massa telah ditemui Penjabat Sekretaris Daerah Mimika Abraham Kateyau, namun masih terus menunggu kehadiran Bupati untuk mendapatkan tanggapan langsung. "Semoga pemerintah daerah dapat mendengar suara kita dan mengambil langkah yang tepat demi keadilan serta kemajuan bersama Kabupaten Mimika," pungkas salah satu tokoh masyarakat yang hadir.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mar 2026, 23:03 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT