Papuanewsonline.com
Gerakan Pangan Murah Polres Buru Disambut Antusias Warga Desa Lala
Papuanewsonline.com, Buru - Satuan Binmas Polres Buru melaksanakan Gerakan Pangan Murah di Desa Lala, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Rabu (13/8/2025). Gerakan pangan murah merupakan wujud sinergi Polri dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Kabupaten Buru.Kegiatan yang dilaksanakan di kantor Desa Lala ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga berbondong-bondong datang membeli beras dengan harga murah. Gerakan pangan murah merupakan salah satu program prioritas Polri. Tujuannya untuk membantu masyarakat. Kegiatan ini dipimpin Kasat Binmas Polres Buru IPTU Bahtiar Teppo. Hadir Kepala Desa Lala, Sumarno Kolengsusu, S.Pd, serta Bhabinkamtibmas Desa Lala Aipda Burhanudin Bugis. Turut hadir personel Sat Binmas Polres Buru.Kasat Binmas Polres Buru IPTU Bahtiar Teppo mengungkapkan, sebanyak 100 karung beras Bulog SPHP kemasan 5 kilogram disediakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Setiap keluarga diperbolehkan membeli maksimal dua karung (10 kilogram) dengan harga Rp 60.000 per karung.“Ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, terutama dalam membantu mengatasi beban ekonomi di tengah tingginya kebutuhan pokok,” kata IPTU Bahtiar Teppo.Menurutnya, gerakan pangan murah disambut antusias oleh warga. Masyarakat tidak menyianyiakan kesempatan tersebut. Program pangan murah sendiri terlaksana atas kerjasama Polres Buru dengan Bulog Cabang Buru untuk mendukung stabilisasi harga dan ketersediaan beras di wilayah Buru. PNO-12
13 Agu 2025, 18:31 WIT
Tinjau GPM Polda Banten, Kapolri: Distribusi 27 Ton Beras SPHP Berjalan Lancar
Papuanewsonline.com, Banten - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Polda Banten. Kegiatan tersebut merupakan komitmen dan dukungan Polri terhadap Pemerintah untuk menyukseskan program stabilisasi pasokan dan harga pangan"Baru saja saya tadi mengecek langsung kegiatan pendistribusian beras SPHP yang dilaksankan Polda Banten," kata Sigit di Polda Banten, Selasa (12/8/2025).Selain mengecek, Sigit juga melakukan interaksi langsung dengan masyarakat. Ia menyebut, jumlah beras SPHP yang disalurkan pada hari ini mencapai 27 ton. "Saya interaksi langsung dengan masyarakat dan tadi kita dapatkan laporan juga sampai dengan hari ini kurang lebih hampir 27 ton beras yang terdistrubusikan ke masyarakat dan tadi saya lihat selain paket beras dilengkapi juga dengan paket minyak dari Minyakita dan juga gula dimana semua dijual dengan harga rata-rata di bawah HET," ujar Sigit. Sigit berharap, kegiatan GPM ini dapat terus dimaksimalkan oleh seluruh jajarannya di Indonesia. Sejauh ini, untuk Polri sendiri sudah mendistribusikan beras SPHP sekira 2.225 ton. "Dan besok kita akan melaksanakan kegiatan serentak mulai dari tingkat polsek kecamatan, tingkat polres, tingkat polda untuk bisa maksimalkan distribusi beras SPHP. Sehingga harga beras yang ditentikan sesuai standar pemerintah baik medium maupun premium agar betul-betul bisa diterima masyarakat sesuai HET maksimal dan tentunya harapan kita bisa di bawah het ini tentujya untuk mengimbangi terkait dengan dinamika yang ada," ucap Sigit. Dalam hal ini, kata Sigit, beras yang bakal disalurkan lagi kurang lebih masih ada 1,3 juta ton. Sebab itu, Ia berharap Polri dapat membantu program pemerintah untuk mendistribusikan beras SPHP sampai dengan akhir tahun nanti."Polri akan terus bersinergi dengan pemda dengan bulog, ulama untuk melaksanakan apa yang menjadi kebijakan dan program pemerintah dalam rangka memberikan pelayanan terhadap masyarakat," tutup Sigit. PNO-12
13 Agu 2025, 18:18 WIT
HIPMI dan Grab Gandeng UMKM di Mimika untuk Go Digital
Papuanewsonline.com, Mimika – Era digital kini merambah hingga ke pelosok Papua
Tengah. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Mimika bersama Grab
Indonesia resmi bersinergi untuk membawa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) Timika ke level yang lebih modern dan kompetitif. Melalui kegiatan sosialisasi dan
temu kemitraan yang berlangsung di Gedung Efata, Rabu (13/8/2025), kedua pihak
memperkenalkan Grab Merchant sebagai pintu gerbang menuju pemasaran digital
yang lebih luas. Pada tahap awal, fokus diarahkan pada layanan GrabFood,
menghubungkan UMKM kuliner Timika dengan konsumen melalui teknologi. Ketua HIPMI Mimika, Junaldi
Samuel, menyampaikan bahwa Grab secara langsung mengajak HIPMI untuk mengundang
UMKM binaan maupun pelaku usaha di luar organisasi agar menjadi bagian dari
merchant resmi. “Dengan adanya aplikasi digital
seperti Grab, semua pihak mendapatkan kemudahan. Konsumen lebih mudah mencari
makanan, pengendara ojek lebih gampang mendapat order, dan pemilik usaha bisa
meningkatkan omzet,” jelas Junaldi.
Menurut Junaldi, digitalisasi membuka peluang tanpa batas bagi pelaku UMKM.
Melalui aplikasi Grab, proses pemesanan menjadi lebih ringkas dan praktis,
tanpa hambatan cuaca maupun kesibukan. “Orang tidak perlu repot keluar
rumah saat hujan atau ketika sibuk, cukup pesan lewat aplikasi dan makanan
diantar,” tambahnya. Selain memudahkan konsumen,
keberadaan GrabFood diyakini akan membantu pelaku usaha di sektor makanan dan
minuman memperluas jangkauan pasar, bahkan hingga ke konsumen yang sebelumnya
sulit dijangkau.
Junaldi juga menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar langkah sesaat,
melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong ekonomi digital
di Mimika. Ke depan, HIPMI berharap Grab menghadirkan layanan GrabMart,
sehingga kios, minimarket, hingga apotek lokal dapat menikmati manfaat
digitalisasi. “Kalau nanti GrabMart sudah ada,
orang sakit bisa pesan obat dari rumah, atau belanja kebutuhan sehari-hari
tanpa harus keluar. Ini akan mempermudah mobilitas masyarakat kota,” katanya. Di era yang serba cepat, Junaldi mengingatkan bahwa pelaku usaha tidak boleh
tertinggal dari arus perkembangan teknologi. “Kalau tidak mengikuti
perkembangan digital, kita akan tertinggal. Aplikasi ini sudah dipakai di
banyak kota besar, dan Timika dipilih karena potensinya besar,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa
kesuksesan di dunia digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga
pada kualitas produk dan harga yang bersaing. Konsumen modern, katanya, akan
lebih setia pada merek yang menjaga konsistensi rasa, pelayanan, dan kecepatan.
Dengan sinergi ini, HIPMI optimistis UMKM Timika akan merasakan berbagai
manfaat, mulai dari penghematan biaya operasional penjualan, peningkatan omzet,
hingga peluang untuk mengembangkan brand ke pasar yang lebih luas. Langkah ini juga diharapkan
menjadi pemicu semangat pelaku usaha lokal untuk terus berinovasi, memanfaatkan
teknologi, dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Penulis : Jidan Editor : GF
13 Agu 2025, 16:24 WIT
Laksanakan Pasar Murah, Polda Maluku Bersama Bulog Sukses Menjual 3 Ton Beras
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku menggelar pasar murah di lima lokasi di kota Ambon. Sebanyak 3 ton beras SPHP berukuran 5 kg dari Bulog Maluku habis terjual seharga Rp34.800.000.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.IK mengatakan, pasar murah yang melibatkan Perum Bulog Provinsi Maluku ini bertujuan untuk membantu masyarakat."Pasar murah dilaksanakan kemarin. Direktorat Binmas Polda Maluku menerima beras jenis SPHP dengan kemasan karung 5 kg sebanyak 3 Ton (3.000 Kg) dari Pihak Perum Bulog Provinsi Maluku," kata Kombes Rositah, Selasa (12/8/2025).Gerakan pasar murah dilaksanakan di lima titik di kota Ambon. Di antaranya Pantai Losari, depan Maluku City Mall, lapangan bola Galunggung Baru Merah, depan Polsek Baguala Passo, dan lapangan Lapiaso Desa Waiheru."Hasil dari gerakan pasar murah terjual habis 3 ton beras dengan harga kemasan 5 kg Rp62.500 atau per kg Rp12.500," jelasnya.Hasil yang dicapai tersebut langsung telah disetor oleh Ditbinmas Polda Maluku kepada pihak Bulog sebesar Rp34.800.000."Kegiatan pasar murah ini merupakan program Polri yang bekerjasama dengan instansi terkait untuk membantu masyarakat," pungkasnya. PNO-12
12 Agu 2025, 21:02 WIT
Polda Lampung Bersama Bulog Distribusi 2,2 ton Beras Murah Bagi Masyarakat
Papuanewsonline.com, Bandar Lampung - Polda Lampung bersama Perum Bulog Kanwil Lampung menjual beras sebanyak 2,2 ton kepada masyarakat Bandar Lampung di Tugu Adipura, Minggu (10/8/2025). Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, pihaknya pada hari ketiga dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Bulog telah menjual beras 2,2 ton kepada masyarakat Bandar Lampung pada gelaran Car Free Day (CFD). "Kami telah melaksanakan kegiatan gerakan pangan murah dengan mendistribusikan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) pada hari ini sebanyak 2,2 ton.Pihaknya melaksanakan kegiatan GPM perdana yakni Pringsewu dan Pesawaran, dilanjutkan besok di Kota Metro dan Lampung Selatan.Tim akan melaksanakan kegiatan GPM ini secara kontinyu keliling Polres dan Polresta jajaran. Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Dery Agung Wijaya mengatakan, pihaknya melaksanakan GPM hari ketiga bersama Bulog dan di Bandar Lampung tercatat 2,2 ton beras SPHP yang terjual."Polda Lampung bersama Bulog melaksanakan ke wilayah Bandar Lampung ada 2,2 ton beras yang terdistribusi kepada masyarakat," kata Kombes Pol Dery.Konsumen yang membeli beras tersebut sekitar 300-400 orang dan besok akan digelar di Kota Metro dan Lamsel. Mantan Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung ini mengatakan, GPM ini merupakan kerjasama dengan perum Bulog.Adapun kerjasama ini untuk mendukung swasembada pangan, maka dengan kegiatan yang dilakukan secara kontinyu dengan harapan membantu masyarakat. Dengan harapan agar swasembada pangan berjalan dengan baik. "Kegiatan akan tetap berjalan dengan harapan tujuannya menyentuh masyarakat," kata Kombes Dery. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung Nurman Susilo mengatakan, pihak Bulog berterima kasih telah dibantu dan disupport penuh oleh Polda Lampung.Dengan harapan beras SPHP ini sampai ke masyarakat. "Kalau dari target kegiatan GPM ini selesai sampai Desember 2025 dengan target 39 ribu ton," kata Nurman.Dengan adanya kerjasama ini mudah-mudahan masyarakat terbantukan dan mewujudkan ketahanan pangan. "Kegiatan kami ini baru berjalan pertengahan Juli 2025 yang sudah terjual 350 ton masih menyampaikan ke masyarakat Lampung," kata Nurman. Warga Bandar Lampung, Ajeng mengatakan, dirinya membeli beras 5 kg dengan harga Rp 60 Ribu yang sebelumnya lebih mahal."Jadi dengan mendapatkan beras seharga Rp 60 Ribu ini saya terbantukan, dan sangat membantu masyarakat dengan harga murah," kata Ajeng. Apalagi dengan beras murah sangat terbantukan, tapi kurang publikasinya. PNO-12
11 Agu 2025, 14:14 WIT
Bulog Timika Punya Stok Beras 2.460 Ton, Aman hingga Lima Bulan
Papuanewsonline.com, Timika –
Perum Bulog Cabang Timika memastikan ketersediaan beras di gudang mereka aman
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima (5) bulan ke depan. Kepala Kantor Cabang Bulog Timika, Dedy Wahyudi,
menyatakan stok beras medium mencapai 2.460 ton dan beras premium 25 ton. "Untuk stok beras medium
penyaluran golongan anggaran, ASN, TNI/Polri, ketahanan stoknya kurang lebih
empat sampai lima bulan," ungkap Dedy di Timika, Jumat, (8/8/2025). Bulog Timika setiap bulannya
menyalurkan 200-300 ton beras untuk memenuhi kebutuhan TNI/Polri, ASN golongan
anggaran, dan penugasan pemerintah. "Untuk teknis penyalurannya,
kami hanya melayani sampai di pintu gudang.
Selanjutnya, Perusahaan Daerah Irian Bakti yang ditunjuk DJPb yang akan
mendistribusikannya," jelas Dedy. Beras yang disalurkan berasal
dari dalam negeri, didatangkan dari Merauke, Papua Selatan, Makassar, Sulawesi
Selatan, dan Jawa Timur. Selain melayani Kabupaten Mimika,
Bulog Timika juga mendistribusikan beras ke Kabupaten Puncak dan Yahukimo di
Provinsi Papua Pegunungan, serta Wamena untuk memenuhi kebutuhan Provinsi Papua
Pegunungan. Meskipun demikian, Dedy mengakui
keterbatasan kapasitas gudang Bulog Timika yang hanya berkapasitas 2.000
ton. Untuk mengatasi hal ini, Bulog
Timika menyewa gudang tambahan di Bandara Mozes Kilangin Timika dengan kapasitas
yang sama.
"Kami memang sangat
membutuhkan penambahan gudang. Kami sudah mengusulkan ke kantor pusat, namun
sampai sekarang belum ada persetujuan," pungkasnya. ( Jidan )
09 Agu 2025, 00:38 WIT
Pemkab Mimika Dukung UMKM Lokal Lewat Gebyar UMKM
Papuanewsonline.com, Timika –
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) menggelar Gebyar UMKM selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9
Agustus 2025, di Lapangan Timika Indah. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional yang jatuh
pada tanggal 12 Agustus 2025. Gebyar UMKM ini
menampilkan berbagai produk unggulan UMKM Kabupaten Mimika. Asisten III Bidang Administrasi
Umum Setda Mimika, Everth Lukas Hindom, dalam sambutannya menyampaikan
apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
"Gebyar UMKM ke-10 tahun
2025 ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam meningkatkan
eksistensi UMKM di Mimika," ujar Everth Lukas Hindom di Timika, Kamis (7/8/2025). Ia menekankan pentingnya kegiatan
ini sebagai platform promosi dan pemasaran produk lokal agar mampu bersaing di
pasar regional maupun nasional. Everth Lukas Hindom juga
menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika secara konsisten memberikan
dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui berbagai program, seperti
pembinaan, pemberdayaan, permodalan, dan promosi usaha. "Saya mengajak seluruh
stakeholder, baik swasta, perbankan, akademisi, dan komunitas untuk terus
mendukung para pelaku UMKM Mimika agar semakin meningkatkan kualitas
produknya," imbuhnya.
Gebyar UMKM ini diharapkan dapat
mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku
UMKM di Kabupaten Mimika. ( Jidan )
09 Agu 2025, 00:32 WIT
Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Gelar Pasar Murah Ikan Segar di Lapangan Timika Indah
Papuanewsonline.com, Timika
– Dinas Perikanan Kabupaten Mimika menggelar pasar murah khusus ikan
segar dan beku di Lapangan Timika Indah, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini menjadi angin segar bagi warga Timika yang selama ini mengeluhkan
tingginya harga ikan di pasaran. Selain untuk membantu masyarakat, program ini
juga bertujuan menjaga stabilitas inflasi di wilayah setempat. Subsidi Hingga Rp 10.000 per
Kilogram Pasar murah ini disambut antusias
oleh warga. Pasalnya, pemerintah daerah memberikan subsidi harga sebesar Rp
10.000 untuk setiap kilogram ikan yang dijual. “Luar biasa, karena pemerintah
daerah melalui Dinas Perikanan memberikan subsidi harga sebesar Rp 10.000 untuk
setiap jenis ikan,” ujar Lastri, salah satu pengunjung yang ikut berbelanja. Lastri mencontohkan, ikan layang
atau ikan mumar yang biasanya dijual Rp 35.000/kg di pasaran umum, kini hanya
dibanderol Rp 25.000/kg di pasar murah ini.
“Hal ini tentu sangat membantu dan memberi penghematan yang signifikan bagi
masyarakat,” tambahnya. Pilihan Ikan Segar dan Produk
Olahan Berbagai jenis ikan segar dan
beku dijual dengan harga lebih terjangkau, di antaranya yaitu Ikan Mumar dengan
harga Rp 25.000/kg (harga normal Rp 35.000/kg) dan Ikan Layang dengan harga Rp
20.000/kg (harga normal Rp 30.000/kg) Selain ikan segar, pengunjung
juga bisa mendapatkan produk olahan perikanan seperti ikan asin, ikan asap,
nugget ikan, bakso ikan, MPMP (Makanan Pendamping MP-ASI), hingga produk
UMKM binaan Dinas Perikanan. Langkah Kendalikan Inflasi Kabid Pengolahan dan Pemasaran
Hasil Perikanan Dinas Perikanan Mimika, Feky Walalayo, menjelaskan bahwa
kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menekan inflasi daerah,
khususnya dari komoditas ikan. “Di Timika, ikan mumar dan ikan
lema termasuk komoditas yang memicu inflasi karena banyak diminati, tapi
produksinya tidak ada di sini,” jelasnya. Menurut Feky, tingginya harga
ikan di Timika disebabkan sebagian besar pasokan didatangkan dari luar daerah
seperti Dobo, Tual, dan Kaimana.
“Karena pasokan dari luar, harga ikan tidak stabil. Jadi pemerintah harus
mengambil langkah agar komoditas ini tidak memicu inflasi,” tegasnya. Berlangsung Satu Hari,
Manfaatnya Besar Pasar murah ikan segar ini hanya
digelar satu hari, sementara pameran produk olahan perikanan akan berlangsung
hingga keesokan harinya.
Acara ini diselenggarakan bersama Dinas Koperasi dan UMKM, dengan Dinas
Perikanan sebagai salah satu peserta utama penyedia produk. Program ini diharapkan memberi
akses yang lebih mudah dan murah bagi masyarakat Timika untuk mendapatkan
protein hewani berkualitas. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti komitmen
Pemkab Mimika dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi,
khususnya pada komoditas pangan strategis. Pasar murah ini pun mendapat
sambutan positif dari warga yang berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan
membeli ikan dengan harga lebih terjangkau. (Cori)
08 Agu 2025, 13:50 WIT
Dinas Ketahanan Pangan Gelar Gerakan Pangan, Cabai Rawit Turun Rp30 Ribu Per Kilo
Papuanewsonline.com, Timika –
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM)
selama tiga hari berturut-turut di Lapangan Timika Indah, mulai 7-9 Agustus
2025. Program yang memasuki hari kedua ini berhasil menekan harga sejumlah
komoditas pangan hingga Rp30.000 per kilogram. Husnia SP., M.Si., Kepala Seksi
Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, menjelaskan bahwa
kegiatan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dalam rangka
peringatan hari ulang tahun UMKM. "Kami bergabung selama 3
hari, dari hari Kamis kemarin tanggal 7 Agustus 2025 sampai hari Sabtu besok
penutupan. Jadi selama 3 hari kita standby di Lapangan Timika Indah,"
ungkap Husnia saat diwawancarai di lokasi, Kamis (8/8/2025). Drastis! Cabai Rawit Turun
dari Rp100 Ribu ke Rp70 Ribu Komoditas yang paling menarik
perhatian warga adalah cabai rawit yang mengalami penurunan harga signifikan.
Di pasar reguler, cabai rawit dijual Rp90.000-Rp100.000 per kilogram, namun di
GPM hanya Rp70.000 per kilogram. "Cabai rawit sangat diminati
oleh warga, di pasar itu per hari ini harga dari kemarin itu Rp90.000 sampai
Rp100.000 per kilo. Kami di pasar murah ini menjual dengan harga Rp70.000, per
setengah kilonya Rp35.000," jelas Husnia. Selain cabai rawit, beberapa
komoditas lain juga mengalami penyesuaian harga: - Bawang merah: Rp50.000/kg
(harga pasar Rp65.000/kg) - Bawang putih: Rp40.000/kg - Tomat: Rp15.000/kg (harga pasar
Rp25.000/kg) - Telur: Rp55.000/kg - Beras SPHP: Rp65.000/kg (HET
Rp67.500/kg) Program SPHP Pusat Untuk
Stabilisasi Beras Khusus untuk beras, Dinas
Ketahanan Pangan menurunkan beras dari program pusat yaitu beras SPHP
(Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). "Beras memang isu sangat
inflasi saat ini semua daerah, jadi kita turun beras itu beras dari program
pusat yaitu beras SPHP. Di sini juga kita menjual dengan harga eceran tertinggi
itu di bawah HET, berkarunya itu Rp65.000 kita jual, HETnya itu Rp67.500,"
papar Husnia. Program ini juga menyediakan
minyak goreng, gula, serta pangan lokal seperti kacang tanah dan ubi jalar
(petatas). Target Inflasi dan
Keberlanjutan Program Husnia menegaskan tujuan utama
GPM adalah menjaga stabilisasi dan memastikan harga pangan serta mengendalikan
inflasi di Timika. "Selain kami turun untuk
menjaga stabilisasi dan memastikan harga pangan dan menjaga inflasi yang ada di
Timika. Karena ada beberapa komoditi pangan-pangan untuk pangan konsumsi
masyarakat ini selalu ada inflasi," ungkapnya. Program pasar murah ini bukan
yang pertama kali. Menurut Husnia, ini merupakan kegiatan ke-12 yang
dilaksanakan dinas tersebut. "Untuk di pasar murah ini
kami turun dengan kegiatan ini bukan hanya sekarang ini kami bergabung dengan
Dinas Koperasi, namun kami juga ada beberapa, sudah ada jadwal, sering kami
turun, kemarin itu terakhir kayak 11 kali, sekarang mungkin untuk 3 hari ini
terhitung kayak 12 kali," jelasnya. Agenda GPM Mendatang Sambut
HUT RI Dinas Ketahanan Pangan telah
menyiapkan agenda GPM lanjutan dalam rangka menyambut HUT RI ke-80: - 12 Agustus 2025: Lokasi Iwaka,
kemungkinan Kampung Naina Muktipura - 16 Agustus 2025: Kuala Kencana "Jadi tujuan GPM yang
tanggal 12 dan tanggal 16 itu untuk menyambut hari ulang tahun RI yang
ke-80," tambah Husnia. Ajakan Kepada Masyarakat
Mimika Husnia mengajak seluruh warga
Mimika memanfaatkan program subsidi pemerintah ini secara maksimal. "Kami dari Dinas Ketahanan
Pangan kepada warga Mimika, ayo warga Mimika mari memanfaatkan program
pemerintah dengan harga subsidi, pemerintah menawarkan dengan harga subsidi
yang sangat jauh berbeda dengan harga pasar tentunya," serunya. "Jadi warga harapan kami
semoga warga Mimika datang belanja memanfaatkan program pemerintah yang sangat
murah tentunya sehingga inflasi bisa turun," pungkasnya. Program Gerakan Pangan Murah ini
diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat Mimika dalam
menghadapi tekanan inflasi harga pangan, sekaligus mempersiapkan perayaan
kemerdekaan Indonesia yang ke-80 dengan lebih meriah. (Fadli)
08 Agu 2025, 13:13 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru