Papuanewsonline.com
BERITA TAG Budaya
Homepage
Bupati Jayapura Gelar Lomba Pondok Natal 2025 yang Libatkan Juri dari Umat Muslim
Papuanewsonline.com, Jayapura — Menjelang
perayaan Natal tahun 2025, suasana di Kabupaten Jayapura mulai terasa hangat
dan penuh semangat. Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi menggelar Lomba Pondok
Natal yang digelar serentak mulai dari Distrik Airu hingga Kaureh, melibatkan
partisipasi masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Kegiatan tahunan ini bukan hanya
ajang mempercantik lingkungan dengan hiasan Natal yang meriah, tetapi juga
menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas, mempererat
kebersamaan, dan meneguhkan nilai toleransi antarumat beragama yang telah lama
menjadi ciri khas kehidupan di Bumi Kenambai Umbai. Dalam keterangannya kepada awak
media, Bupati Jayapura menegaskan bahwa pelaksanaan lomba tahun ini mengandung
pesan mendalam tentang kebersamaan lintas iman. Menurutnya, panitia penilai
atau dewan juri bukan berasal dari umat Kristen, melainkan dari kalangan umat
Muslim yang turut berperan aktif dalam proses penilaian lomba pondok Natal. “Ini merupakan bentuk nyata dari
toleransi umat beragama di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura,” ujar Bupati
Jayapura dengan penuh semangat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Jayapura bisa hidup berdampingan,
saling menghormati, dan bekerja sama tanpa melihat perbedaan keyakinan.” Kebijakan tersebut mendapat
apresiasi luas dari berbagai pihak karena dinilai mencerminkan semangat
keberagaman yang kuat di Papua. Lomba ini menjadi bukti bahwa semangat Natal
tidak hanya milik umat Kristen, tetapi juga menjadi momentum bersama untuk memperkuat
persaudaraan antarwarga. Selain menjadi ajang perayaan
rohani, lomba pondok Natal juga diharapkan dapat mendorong inovasi dan
kreativitas masyarakat. Setiap peserta ditantang untuk menampilkan konsep
pondok Natal yang tidak hanya indah dan menarik, tetapi juga memiliki pesan
moral, lingkungan, atau sosial yang kuat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin
semua masyarakat Jayapura — tanpa memandang agama atau latar belakang — bisa
berpartisipasi dan menunjukkan semangat gotong royong dalam menyambut Natal,”
lanjut Bupati. Bupati Jayapura juga menekankan
bahwa panitia akan menilai kreativitas berdasarkan unsur artistik, kekompakan
tim, pesan sosial, serta kebersihan lingkungan. Dengan begitu, lomba ini tidak
hanya berfokus pada dekorasi, tetapi juga nilai kebersamaan yang terkandung di
dalamnya. Lomba pondok Natal 2025 ini akan
berlangsung selama beberapa hari di berbagai distrik. Puncak acara akan digelar
di Distrik Jayapura, tempat para pemenang diumumkan dan mendapatkan penghargaan
langsung dari pemerintah daerah. Kegiatan ini juga diharapkan
menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial menjelang pergantian tahun,
sekaligus menunjukkan wajah Jayapura sebagai daerah yang damai dan penuh
harmoni. “Semangat Natal tahun ini bukan
hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang menyalakan lilin kasih dan
toleransi di hati setiap warga Jayapura,” tutup Bupati dengan penuh harapan. Penulis: Hendrik
Editor: GF
16 Okt 2025, 15:54 WIT
Gandeng Tokoh Agama dan Eks JI, Densus 88 Bangun Gerakan Moderasi Beragama di Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon – Upaya memperkuat ideologi moderat dan mencegah penyebaran paham ekstremisme terus dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia melalui Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) AT Polri.Satgaswil Maluku Densus 88 menggelar kegiatan bertajuk “Transformasi Ideologi: Jalan Menuju Wasathiyah” di Hotel Manise, Kota Ambon, pada Selasa (14/10), sebagai bagian dari program edukatif untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya ideologi sehat dan moderat di tengah masyarakat.Acara ini dihadiri oleh Ketua MUI Provinsi Maluku Prof. DR. KH. Abdullah Latuapo,M.Ag, perwakilan Densus 88 dari Jakarta, serta para mantan anggota Jemaah Islamiyah (JI) yang kini aktif dalam gerakan rekonsiliasi dan moderasi melalui wadah Rumah Wasathiyah.Sinergi Membangun Narasi DamaiDalam sambutannya, Iptu Irawan Rumasoreng, perwakilan Satgaswil Maluku Densus 88, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.Ia menekankan pentingnya membangun narasi bersama demi terciptanya Indonesia yang damai, inklusif, dan berideologi moderat.“Transformasi ideologi bukan hanya tentang meninggalkan paham radikal, tapi juga membangun kesadaran baru bahwa Islam rahmatan lil alamin adalah kekuatan utama bangsa ini. Pertemuan ini kami harapkan menjadi titik balik untuk membangun ruang dialog yang sehat antara negara dan umat,” ujar Iptu Irawan.Ia juga menambahkan bahwa inisiatif seperti Rumah Wasathiyah perlu mendapatkan dukungan lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, hingga masyarakat sipil agar proses transformasi ideologi dapat berkelanjutan.Ketua MUI Maluku: Menjaga Keutuhan Bangsa Melalui Ideologi SehatSementara itu, Ketua MUI Provinsi Maluku KH. Abdullah Latuapo menegaskan bahwa menjaga keutuhan bangsa adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.Menurutnya, transformasi ideologi harus menjadi gerakan bersama untuk menolak ekstremisme dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.“Para pendiri bangsa kita telah berjuang untuk kemerdekaan. Tugas kita hari ini adalah merawatnya dengan menjaga persatuan dan menolak segala bentuk paham yang memecah belah,” tegas KH. Latuapo.Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif menyuarakan Islam yang damai, toleran, dan menjunjung tinggi prinsip wasathiyah (moderat).Transformasi JI: Dari Radikalisme Menuju ModerasiMomen menarik dalam kegiatan ini adalah pemaparan dari Ustaz Wiji Joko Santoso, mantan tokoh sentral Jemaah Islamiyah (JI) yang kini menjadi penggerak Rumah Wasathiyah.Ia memaparkan proses panjang perubahan ideologis kelompoknya yang telah resmi dideklarasikan pada 30 Juni 2024.“Tahun 2025 adalah tahun kedua sejak kami mendeklarasikan transformasi JI. Kami tegaskan kembali komitmen kami untuk menutup lembaran lama dan membangun masa depan baru bersama negara,” ujar Ustaz Wiji.Ia menjelaskan bahwa Rumah Wasathiyah kini menjadi wadah integrasi sosial bagi mantan anggota JI dengan pendekatan damai dan intelektual.Lembaga ini didukung oleh sembilan dewan pakar lintas profesi mulai dari akademisi, tokoh agama, hingga perwakilan Polri.Film Dokumenter dan Refleksi Setahun TransformasiAcara ini juga menampilkan film dokumenter berjudul “Setahun Transformasi JI”, yang menggambarkan perjalanan, tantangan, serta harapan para mantan anggota JI dalam menempuh jalan kembali ke pangkuan NKRI.Film ini memperlihatkan sisi kemanusiaan, keberanian, dan tekad untuk berubah melalui dakwah damai serta kegiatan sosial kemasyarakatan.Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan eks anggota kelompok radikal dalam memperkuat program deradikalisasi dan moderasi beragama di Indonesia.Di akhir kegiatan, seluruh peserta bersepakat untuk terus memperkuat semangat wasathiyah sebagai pijakan bersama dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). PNO-12
15 Okt 2025, 19:46 WIT
“Merekam Jejak Mimika”: PFI Timika Hadirkan Pameran Foto Bernilai Sejarah
Papuanewsonline.com, Timika -
Suasana hangat dan penuh nostalgia terasa di lantai 2 Diana Mall, Timika,
ketika ratusan pengunjung memadati area pameran foto bertajuk “Mimika Photo
Exhibition 2025” yang diinisiasi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Timika.
Pameran bertema “Merekam Jejak Mimika” ini resmi dibuka pada Jumat
(10/10/2025), menampilkan ratusan foto yang menuturkan perjalanan panjang
Kabupaten Mimika — dari masa lalu hingga wajah modern hari ini. Ratusan foto hitam putih dan
berwarna menghiasi dinding pameran. Setiap karya bercerita — mulai dari foto
para kepala daerah pertama Mimika, momen penting pembangunan infrastruktur,
hingga ekspresi kehidupan masyarakat di pelosok pedalaman.
Ada pula dokumentasi perayaan hari besar, potret pelayanan kesehatan, hingga
kegiatan ekonomi rakyat yang merefleksikan denyut kehidupan di kabupaten kaya
sumber daya alam ini. Ketua Panitia Mimika Photo
Exhibition 2025, Joe Situmorang, menjelaskan bahwa pameran ini bukan sekadar
ajang unjuk karya, tetapi ruang untuk mengajak publik memahami perjalanan
sejarah Mimika dalam bingkai visual yang kuat. “Melalui pameran ini, kami ingin
mengajak masyarakat menengok kembali pertumbuhan Mimika — mengenang,
merenungkan, dan merayakan setiap fase pembangunan yang telah dilalui,” ujar
Joe.
“Fotografi adalah medium yang paling jujur. Ia merekam perubahan tanpa bisa
berbohong,” tambahnya dengan penuh semangat. Selain sebagai perayaan HUT ke-29
Kabupaten Mimika, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi PFI untuk
memperkuat komunitas fotografer lokal. Joe menuturkan, pameran ini bertujuan mengapresiasi
karya pewarta foto, sekaligus mendorong generasi muda Mimika untuk terjun ke
dunia fotografi dan jurnalisme visual. “Foto bukan hanya karya seni,
tetapi juga alat pendidikan dan pembentuk kesadaran sosial. Kami ingin generasi
muda melihat Mimika bukan hanya dari kata, tapi dari gambar yang berbicara,”
jelasnya. Bupati Mimika Johannes Rettob
yang hadir membuka secara resmi pameran tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi
kepada PFI Timika. Ia menilai kegiatan ini memiliki makna mendalam karena
berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-29 Kabupaten Mimika. “Foto lebih dari sekadar gambar;
ia adalah saksi sejarah dan alat edukasi yang menyampaikan pesan perjuangan,
kemajuan, dan semangat kebersamaan,” ujar Bupati Rettob dalam sambutannya. Dalam kesempatan itu, Rettob juga
menceritakan secara singkat sejarah Mimika, mulai dari masa kolonial Belanda,
masuknya gereja Katolik, pendudukan Jepang, hingga akhirnya menjadi bagian dari
Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Mimika telah melalui banyak fase
sejarah. Dari masa penuh tantangan hingga menjadi daerah maju seperti sekarang.
Sudah sepantasnya kita memiliki ruang permanen untuk mengenang semua itu,”
tuturnya. Dalam pidatonya, Bupati Rettob
mengungkapkan rencana untuk membangun sebuah museum daerah yang akan menampung
dokumentasi foto-foto bersejarah serta artefak peninggalan masa lalu Mimika.
Rencana ini, katanya, menjadi bentuk penghargaan terhadap para tokoh dan
masyarakat yang telah berkontribusi dalam membangun Mimika dari waktu ke waktu. “Foto-foto yang ditampilkan PFI
hari ini adalah aset sejarah. Kami ingin agar jejak seperti ini tidak hilang
dimakan waktu,” tegasnya. Pameran foto ini mendapat
dukungan dari berbagai pihak, di antaranya PT Freeport Indonesia, YPMAK, dan Diana
Mall Timika sebagai tuan rumah kegiatan. Dukungan ini memperlihatkan sinergi
positif antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas kreatif dalam
membangun ekosistem seni dan budaya di Mimika. Selama tiga hari penyelenggaraan
(10–12 Oktober 2025), pengunjung tampak antusias menikmati pameran, berfoto,
dan berdiskusi tentang karya yang ditampilkan. Beberapa sekolah dan komunitas
fotografi lokal juga menjadikan pameran ini sebagai kegiatan edukatif bagi
siswa dan anggota baru. Melalui “Mimika Photo Exhibition
2025”, PFI Timika tidak hanya menghadirkan karya visual, tetapi juga menyulam
kembali kenangan dan semangat kolektif masyarakat Mimika. Dari lensa para
pewarta foto, tergambar jelas bahwa setiap potret adalah potongan waktu — saksi
bisu dari perjuangan, perubahan, dan harapan yang terus tumbuh di Tanah Amungsa
ini. Penulis: Jid Editor: GF
12 Okt 2025, 13:20 WIT
Perkuat Moral dan Integritas, Polda Maluku Gelar Pembinaan Rohani dan Mental bagi Personel Polri
Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam upaya memperkuat karakter, moral, dan spiritualitas aparatur kepolisian, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku kembali menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi personil Polri. Kegiatan ini dilaksanakan serentak pada Kamis, (9/10/2025), di sejumlah tempat ibadah di lingkungan Polda Maluku sesuai agama masing-masing.Kegiatan yang rutin dilaksanakan ini menjadi bagian dari program pembinaan sumber daya manusia (SDM) Polri, dengan tujuan membentuk personel yang beriman, berakhlak mulia, profesional, dan humanis dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.Binrohtal kali ini diikuti oleh pegawai Polda Maluku yang beragama Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, dan Hindu. Masing-masing kegiatan dipusatkan di tempat ibadah internal Polda, yakni:Musholla Ar Rahman untuk peserta beragama Islam, Ruangan Posko Biro Ops Lantai 2 bagi peserta Katolik,Gereja Oikumene Uriah untuk umat Kristen Protestan, dan Ruang Sidang BP4R Biro SDM bagi peserta beragama Hindu.Dalam kegiatan keagamaan tersebut, para peserta diajak memperdalam nilai-nilai spiritual, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan semangat pengabdian dan tanggung jawab moral sebagai anggota Polri.Untuk umat Islam, kegiatan diawali dengan Salat Dhuha, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin, tausiyah oleh Ustadz Husein Abdul Aziz Arbi, Lc., M.A., serta arahan dari Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M.Turut hadir pula Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., dan personel PNPP dari berbagai satuan kerja.Bagi umat Katolik, kegiatan misa dan renungan dipimpin oleh Pastor Echa Wermasubun, serta diakhiri dengan arahan Karo Ops Polda Maluku, Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor, S.I.K., M.Si.Sementara umat Kristen Protestan melaksanakan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. H. Thenu, S.Th., dengan pemberitaan Firman Tuhan serta refleksi firman Tuhan dan doa syafaat untuk memohon perlindungan dan penyertaan Tuhan bagi para pimpinan Polri dari Mabes Polri sampai ke tingkat Polda Maluku dan satuan kewilayahan.Sedangkan bagi umat Hindu, kegiatan meliputi Puja Trisandya, penyampaian materi pembinaan tugas anggota Polri oleh Ipda I Ketut Suhermantaka, serta diskusi dan doa penutup (Parama Santi).Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M., dalam penyampaiannya mengatakan, Binrohtal bukan hanya merupakan kegiatan rutinitas keagamaan semata, namun merupakan bagian integral dari pembinaan karakter anggota Polri.“Melalui kegiatan ini, Polda Maluku berupaya membentuk personel yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki hati nurani yang bersih dan peduli terhadap masyarakat,” ungkapnya.Kegiatan Binrohtal ini menegaskan komitmen Polda Maluku dalam mewujudkan Polri yang Presisi (prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan) dengan menempatkan pembinaan spiritual sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian.Dengan semangat kebersamaan lintas agama, kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa keberagaman justru memperkuat sinergi dan solidaritas di tubuh Polri, khususnya di wilayah Maluku yang dikenal dengan semangat hidup orang basudara. PNO-12
10 Okt 2025, 19:40 WIT
Kapolda Maluku Terima Audiensi Forum Pemuda Lintas Iman
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menerima audiensi dari Forum Pemuda Lintas Iman Provinsi Maluku.Pertemuan yang menjadi ajang silaturahmi serta ruang dialog antara jajaran Polda Maluku dengan berbagai organisasi pemuda lintas agama ini merupakan upaya memperkuat sinergitas menjaga kedamaian, toleransi, dan keamanan sosial di Maluku.Dalam pertemuan itu, Kapolda didampingi Kabid Humas, Plt. Dir Intelkam, dan Kasubdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Maluku. Sementara dari Forum Pemuda Lintas Iman Provinsi Maluku, hadir perwakilan dari berbagai organisasi pemuda lintas agama dan kepercayaan seperti BKPRMI, GAMKI, Permabudhi, KMHDI, Pemuda Katolik, KBPPP, KAMMI, HMI, PMII, GPI, Hima Persis, FKPPI, GMNI, dan lainnya.Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi atas kehadiran Forum Pemuda Lintas Iman yang telah menunjukkan komitmen untuk menjaga keharmonisan dan stabilitas sosial di Bumi Raja-Raja.“Maluku ini milik kita bersama. Wilayah ini sangat damai dan toleran, tetapi kedamaian itu tidak datang begitu saja. Ia harus terus kita usahakan dan rawat bersama. Maluku akan menjadi tempat yang lebih baik jika dikelola dengan kebersamaan,” ujar Kapolda.Kapolda menegaskan, berbagai potensi konflik di Maluku harus disikapi secara serius melalui sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.“Dua aspek penting yang harus kita jaga dalam penegakan hukum adalah legalitas dan legitimasi. Polri menjalankan hukum sesuai prosedur, namun dukungan masyarakat sangat penting agar penegakan hukum tidak ditentang oleh pihak-pihak tertentu,” tegasnya.Beliau juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat agar tidak mudah mengambil tindakan sendiri ketika terjadi permasalahan di lingkungan. “Kebiasaan menyelesaikan masalah dengan kekerasan atau pembakaran harus kita hentikan. Kita harus membangun budaya dialog dan hukum,” tambahnya.Kapolda juga menyoroti peran strategis pemuda dalam menjaga perdamaian. “Sering kali agresivitas di masyarakat berawal dari kalangan muda dari perkelahian, miras, hingga konflik kelompok. Karena itu, saya berharap organisasi pemuda turun langsung ke masyarakat untuk menjadi pelopor perubahan, pelindung perdamaian, dan jembatan antar komunitas,” ujarnya.Dalam kesempatan itu, Kapolda memaparkan langkah strategis Polda Maluku dalam menciptakan stabilitas wilayah, salah satunya melalui pembangunan Baileo Emarina atau Rumah Damai wadah rekonsiliasi sosial yang berorientasi pada titik-titik rawan konflik di Maluku. “Balileo Emarina ini kita desain sebagai rumah dialog dan kohesi sosial. Jika terjadi persoalan di masyarakat, di sinilah ruang penyelesaian tanpa kekerasan. Kami ingin melibatkan tokoh agama, adat, dan pemuda dalam wadah ini,” jelasnya.Kapolda menambahkan bahwa para Pejabat Utama Polda telah diturunkan untuk memetakan daerah rawan konflik, karakteristik masyarakat, serta pola interaksi sosial di tiap wilayah. “Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh mitra strategis seperti rekan-rekan pemuda lintas iman untuk bersama-sama membangun Maluku yang aman dan damai,” pungkasnya.Dalam sesi dialog, para pimpinan organisasi pemuda lintas agama menyampaikan aspirasi dan pandangan mereka.Ketua DPW BKPRMI Maluku Ahmad Ilham Sipahutar, M.Si menyampaikan bahwa banyak konflik di Maluku bermula dari perkelahian individu yang berkembang menjadi antar komunitas. Ia berharap Polri dapat merangkul para kepala pemuda di kampung-kampung agar berperan sebagai agen perdamaian.Ketua DPD Pemuda Katolik Maluku, Dominicus D. Oratmangun, menyoroti permasalahan ilegal oil di Aru dan kasus di Masihulan, serta meminta perhatian khusus agar penegakan hukum berjalan adil dan transparan.Perwakilan Gerakan Pemuda Islam (KAMMI) mengungkapkan keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan di Gunung Botak akibat penggunaan merkuri dan berharap Polri bersama pemerintah menanganinya dengan serius. Mereka juga menyampaikan bahwa Polri yang terbuka terhadap kritik adalah Polri yang kuat.Perwakilan GAMKI Maluku, Frangki Mahakena, memberikan apresiasi kepada Kapolda yang aktif turun ke lapangan untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pelestarian nilai Pela Gandong yang menjadi simbol persaudaraan di Maluku.Dari KMHDI (Pemuda Hindu), disampaikan dukungan terhadap gagasan Rumah Damai serta harapan agar tokoh adat dan pemuka agama dilibatkan dalam wadah tersebut.Organisasi lain seperti PMII, GPI, GMNI, Hima Persis, dan FKPPI turut menyampaikan dukungan terhadap langkah-langkah Polda Maluku dalam menjaga keamanan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.Audiensi berlangsung dalam suasana penuh rasa persaudaraan dan semangat “orang basudara” yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku. Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa perdamaian dan toleransi bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi komitmen bersama seluruh elemen bangsa.Kapolda Maluku menutup kegiatan dengan menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan, namun perdamaian harus dijaga. “Hukum harus ditegakkan, tetapi perdamaian harus tetap dijaga. Itulah keseimbangan yang ingin kita bangun bersama,” tutup Kapolda. PNO-12
08 Okt 2025, 20:24 WIT
Kapolda Terima Kunjungan Silaturahmi PWNU Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si menerima kunjungan silaturahmi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Maluku, Selasa (7/10/25). Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan PWNU yang dipimpin Ketua PWNU Maluku, Dr. H. Yamin, ini dihelat di ruang tamu Kapolda, Markas Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon.Dalam pertemuan yang membahas berbagai hal strategis tersebut, Kapolda didampingi Kabid Humas Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, dan Wadir Intelkam Polda Maluku AKBP. Frans Duma SP.Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kedatangan jajaran PWNU Maluku. Ia menekankan Polda Maluku pada prinsipnya selalu terbuka dalam membangun komunikasi, kerjasama, dan relasi harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan. "Kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Ketua PWNU bersama pengurus di Mapolda Maluku," kata Kapolda.Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara Polda dengan PWNU Maluku dalam bidang keamanan, kerukunan antarumat beragama, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan terhadap program prioritas pemerintah."Polda Maluku terbuka untuk semua pihak yang memiliki tujuan baik demi masyarakat. Kami berharap Polda Maluku dan PWNU Maluku dapat terus memperkuat kerjasama yang baik, khususnya dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif.PWNU Maluku, harap Kapolda, dapat menjadi penggerak dalam merawat persaudaraan dan perdamaian serta memperkuat hubungan toleransi antar sesama di bumi Raja-raja.Senada, Ketua PWNU Maluku, Dr. Yamin, yang juga selaku Kakanwil Agama Maluku, menyampaikan terima kasih kepada Kapolda dan Jajaran yang telah menerima kedatangan pihaknya.PWNU, kata Yamin, akan mendukung program Polda Maluku untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat."Kami juga berharap agar kerjasama yang terjalin selama ini antara Polda Maluku dengan PWNU Maluku akan semakin kuat," harapnya. PNO-12
08 Okt 2025, 18:49 WIT
Subuh Berjamaah di Masjid Al-Ikhsan, Kapolda Maluku: Pererat Hubungan Basudara
Papuanewsonline.com, Ambon – Sholat subuh keliling kerap dilakukan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, sebagai upaya menjaga silaturahmi, mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku. Hari ini, Selasa (7/10/2025), didampingi Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, Kapolda kembali menjalankan sholat subuh secara berjamaah di Masjid Al-Ikhsan, Jalan Laksdya Leo Wattimena, Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.Kegiatan ini turut diikuti sejumlah pejabat utama Polda Maluku, yaitu Dirreskrimsus, Dirresnarkoba, serta Kapolsek Baguala Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease bersama personel. Turut hadir Imam Masjid Al-Ikhsan, Ketua Badan Pengurus Masjid, dan para jamaah dari masyarakat sekitar.Usai menunaikan ibadah sholat subuh secara berjamaah, Kapolda Maluku berkesempatan berinteraksi langsung dengan para jamaah. Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Kapolda menyampaikan pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan peran aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Mari kita jaga Maluku ini dengan semangat hidup orang basudara, karena keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” ajak Kapolda.Selain memberikan imbauan, Irjen Dadang Hartanto juga mendengarkan secara langsung berbagai masukan dari masyarakat terkait situasi keamanan di lingkungan sekitar. Hal ini menjadi bagian dari upaya Polda Maluku dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat sehingga aspirasi dan kebutuhan keamanan warga dapat segera direspons oleh kepolisian.Kapolda menegaskan, Polri, Polda Maluku selalu terbuka dan siap melayani masyarakat kapan saja dibutuhkan. Ia juga mengimbau warga untuk tidak ragu menghubungi aparat kepolisian apabila membutuhkan bantuan atau menemukan potensi gangguan kamtibmas di wilayahnya.“Polda Maluku berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, serta memperkuat ikatan sosial dan spiritual melalui kegiatan keagamaan seperti ini. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Maluku yang aman, kondusif, damai, dan sejahtera,” tambahnya.Suasana keakraban tampak jelas antara aparat kepolisian dan masyarakat, menggambarkan sinergi nyata antara Polri dan warga dalam membangun keamanan dan ketenteraman di bumi raja-raja. PNO-12
08 Okt 2025, 18:32 WIT
Kapolda Maluku Berikan Surprise Kue di HUT ke-80 TNI
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dadang Hartanto, memberikan surprise pemberian kue Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI kepada Kodaeral Ambon, Minggu (5/10/2022). Surprise pemberian kue ulang tahun dari Kapolda Maluku ini diwakili oleh Direktur Pam Obvit dan Polairud Polda Maluku.Pemberian surprise kue ulang tahun dari Kapolda beserta para pejabat utama Polda Maluku ini berlangsung sejak pagi. Diterima oleh Wadan Kodaeral Ambon.Pemberian kue ulang tahun merupakan wujud dari rasa cinta Polri kepada TNI. Hal itu juga dilakukan sebagai bagian untuk terus meningkatkan sinergitas dan soliditas antara TNI dan Polri."Saat memberikan surprise kue ulang tahun, Polda Maluku juga menyampaikan selamat ulang tahun kepada TNI yang ke 80 tahun. Semoga TNI selalu profesional dan dicintai masyarakat," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K.Kombes Rositah berharap TNI tetap solid dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat, bangsa dan negara dalam menjaga keutuhan NKRI.Pada kesempatan itu, Wadan Kodaeral Ambon juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda Maluku atas pemberian kue ulang tahun dalam rangka peringatan HUT TNI ke-80. PNO-12
07 Okt 2025, 09:42 WIT
Kapolda Maluku Lakukan Kunjungan ke Benteng Nieuw Victoria
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, mengajak seluruh jajaran TNI, Polri, dan masyarakat Maluku untuk terus meneladani nilai perjuangan Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura. Pesan ini disampaikannya saat melakukan kunjungan ke tempat jejak perjuangan Kapitan Pattimura yang berada di Markas Detasemen Kavaleri 5/Birgus Latro Cakti (Denkav 5/BLC) di Ambon, Minggu (5/10/2025).Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H disambut langsung oleh jajaran Denkav 5/BLC. Agenda silaturahmi ini tidak hanya menjadi bentuk penguatan sinergi TNI–Polri, tetapi juga momen refleksi akan nilai pengabdian dan keberanian yang diwariskan Kapitan Pattimura.Kapolda Maluku bersama rombongan meninjau Benteng Nieuw Victoria, situs bersejarah peninggalan masa kolonial yang menyimpan jejak heroisme Pattimura dan rakyat Maluku, termasuk juga sejumlah fasilitas Denkav 5/BLC, Rombongan mengunjungi gerbang utama benteng, ruang bawah tanah yang pernah menjadi tempat penahanan para pejuang, hingga area makam peninggalan VOC. Setiap sudut menghadirkan kesadaran mendalam bahwa kemerdekaan bangsa diperoleh melalui perjuangan panjang dan pengorbanan besar.“Benteng ini menyimpan pesan moral yang sangat kuat. Perjuangan, pengorbanan, dan cinta tanah air tidak boleh luntur. Nilai-nilai itu harus dihidupi oleh generasi muda yang akan meneruskan estafet perjuangan bangsa,” tegas Kapolda dalam sambutannya.Kapolda Maluku menekankan bahwa perjuangan Pattimura tidak hanya dilihat dari keberaniannya melawan penjajahan, tetapi juga dari nilai moral yang diwariskan, yakni solidaritas, kejujuran, tanggung jawab, dan persaudaraan tanpa batas.“TNI dan Polri adalah dua pilar utama pertahanan dan keamanan negara, sekaligus pewaris nilai luhur bangsa. Semangat Pattimura harus mengalir dalam setiap langkah pengabdian kita,” ujarnya.Menurut Kapolda, tantangan masa kini berbeda dengan masa penjajahan. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan senjata, maka hari ini perjuangan diwujudkan melalui kerja nyata, disiplin, serta dedikasi menjaga kedamaian, melawan disinformasi, dan membangun semangat kebangsaan.Dalam kunjungan itu, Kapolda Maluku juga menyampaikan apresiasi kepada Denkav 5/BLC yang telah merawat Benteng Nieuw Victoria sebagai bagian dari warisan sejarah bangsa.“Sejarah adalah cermin jati diri bangsa. Bila kita melupakan sejarah, kita akan kehilangan arah. Karena itu, pelestarian situs ini tidak hanya menjaga fisik bangunan, tetapi juga melestarikan nilai perjuangan dan nasionalisme,” tuturnya.Ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk menumbuhkan semangat “orang basudara” falsafah lokal yang menekankan kebersamaan, gotong royong, dan saling menghargai.“Semangat Pattimura sejatinya adalah semangat persaudaraan. Bersatu, saling menopang, dan berjuang bersama demi bangsa dan negara. Itulah warisan yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” tambahnya.Kunjungan Kapolda ke Denkav 5/BLC juga menegaskan soliditas TNI–Polri di Maluku. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan selama kegiatan mencerminkan bahwa semangat Pattimura tetap hidup dalam tubuh aparat keamanan saat ini.Di bawah bayang-bayang Benteng Nieuw Victoria, pesan Pattimura seakan hadir kembali: “Beta mati, tapi semangat Pattimura tidak akan mati.” Semangat itulah yang kini dijaga oleh TNI, Polri, dan masyarakat Maluku terutama para generasi muda Maluku dalam mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. PNO-12
07 Okt 2025, 08:05 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru