Papuanewsonline.com
BERITA TAG Budaya
Homepage
Toleransi Beragama, Polwan Maluku Amankan Ibadah Umat Kristiani di Sejumlah Gereja Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Anggota Kepolisian Wanita (Polwan) Polda Maluku bersama Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, terus mengamankan ibadah umat Kristiani di sejumlah Gereja di kota Ambon, Minggu (15/6/2025).Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.IK, mengatakan, pengamanan ibadah umat Kristiani ini merupakan wujud nyata dari bentuk toleransi antar umat beragama yang menjadi simbol kerukunan hidup orang basudara di Maluku.Pengamanan dilakukan di sejumlah Gereja di Ambon. Di antaranya Gereja Maranatha, Gereja Katedral, Gereja Galilea Galala, Gereja Rock Halong, dan Gereja Silo.Selain melakukan pengamanan, personel juga mengatur arus lalulintas hingga membantu menyeberangi jalan para jemaat yang akan dan setelah melaksanakan ibadah.Pengamanan rumah ibadah, kata Kombes Rositah, merupakan instruksi Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto untuk seluruh personel Polri melaksanakan yang terbaik bagi masyarakat.Ia mengaku pengamanan tempat-tempat ibadah dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sehingga dapat menjalankan ibadah secara khusyu."Pengamanan pelaksanaan ibadah di sejumlah gereja ini dilakukan oleh personel Polwan yang beragama Islam. Ini sebagai bentuk nyata dari semangat toleransi antar umat beragama di wilayah Maluku," ungkapnya.Kabid Humas mengatakan, Kapolda Maluku menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas upaya menjaga keamanan, tetapi juga sebagai simbol keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama di Maluku. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Pengamanan ini juga menunjukkan bahwa kebersamaan dan toleransi adalah bagian dari nilai luhur yang terus dijaga di Maluku,” jelasnya.Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga dengan baik. Pelaksanaan ibadah umat Kristiani di lima gereja tersebut berjalan dengan aman dan khidmat. Selain itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi juga terpantau tertib dan lancar. PNO-12
07 Okt 2025, 07:30 WIT
Temui Raja Seith, Polresta Ambon Tegaskan Pelaku Ujaran Kebencian Sudah Diamankan
Papuanewsonline.com, Leihitu – Beredar video ujaran kebencian terhadap masyarakat Negeri Seith, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah yang diduga diposting oknum pelajar berinisial FP di media sosial.Terkait postingan tersebut, aparat Polresta Pulau Ambon dan P.P Lease yang dipimpin Kasat Binmas AKP. Djafar Lessy, melakukan pertemuan dengan masyarakat di kediaman Raja Negeri Seith, Jumat (3/10/2025).Dalam pertemuan itu, Kasat Binmas menegaskan oknum pelajar yang memposting video ujaran kebencian berupa pengancaman telah diamankan. Perbuatan yang bersangkutan juga adalah atas nama pribadi bukan mewakili kampung asalnya."Kami tegaskan bahwa pelaku sudah diamankan. Perbuatan tersebut adalah tindakan pribadi oknum dan tidak boleh dibawa atas nama negeri," tegas AKP. Djafar Lessy dalam pertemuan yang turut dihadiri Raja Seith Rivi Ramli Nukuhehe, Camat Leihitu, Sigit Djuliansah Sanduan, S.STP., M.Si, Kapolsek Leihitu IPTU M. Irwan Nismon Sifu, Pejabat Negeri Hila Kasim Ely, S.Sos, Bhabinkamtibmas Negeri Seith dan Negeri Hila, Babinsa Negeri Hila, Ketua Saniri Negeri Seith Said Aihena, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat Negeri Seith.Polisi, lanjut Djafar Lessy yang merupakan mantan Kapolsek Leihitu ini, akan menindaklanjuti persoalan ini secara bijak sesuai aturan hukum yang berlaku.Sebelumnya, Raja Seith meminta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Ini sebagai efek jera dan menjadi pelajaran bagi generasi muda. Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mengawasi anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial agar tidak disalahgunakan.Sementara itu, Pejabat Negeri Hila, menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan pelajar tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran mereka adalah untuk mencari solusi bersama agar masalah tidak melebar dan menimbulkan konflik baru.Senada dengan itu, Kapolsek Leihitu menegaskan bahwa langkah pengamanan terhadap pelaku merupakan upaya pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat pelaku masih berstatus pelajar dan di bawah umur, penanganannya akan melibatkan pendampingan dari instansi terkait.Camat Leihitu Sigit Djuliansah Sanduan menambahkan, peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan pentingnya pembentukan kesadaran hukum melalui Pos Gakum dan Kadarkum di setiap negeri, sekaligus menggagas pelopor perdamaian di Kecamatan Leihitu.Pertemuan yang berjalan damai ini menyepakati kasus ini tetap diproses sesuai hukum, namun penyelesaian juga ditempuh melalui jalur kekeluargaan dengan tetap menjaga kondusifitas masyarakat. Raja Negeri Seith menyatakan akan menyampaikan hasil kesepakatan ini kepada masyarakat, sementara pelaku untuk sementara diamankan di Polsek Leihitu. PNO-12
05 Okt 2025, 14:50 WIT
Subuh Berjamaah di Masjid Nurul Ikhlas Arbes, Kapolda Maluku: Jaga Persaudaraan & Keamanan
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah bersama masyarakat di Masjid Nurul Ikhlas Arbes, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (4/10/2025).Turut hadir dalam sholat yang diimami Imam Masjid Nurul Ikhlas ini yaitu Kepala SPN dan Kabid Dokkes Polda Maluku, Kapolsek Sirimau beserta personel. Sholat subuh berjamaah yang dilakukan Kapolda dan Wakapolda bersama para pejabat utama Polda Maluku menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya melalui pendekatan keagamaan.Kapolda menyampaikan pesan penting terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk terus menjaga dan memperkuat nilai hidup orang basudara yang sudah menjadi identitas serta kearifan lokal di daerah ini.“Mari kita terus berbuat kebaikan, saling menghargai, dan menjaga persaudaraan. Dengan kebersamaan antara masyarakat dan Polri, situasi Kamtibmas di Maluku akan tetap aman, damai, dan kondusif,” pintanya.Kapolda menekankan, pendekatan melalui peribadatan keagamaan merupakan salah satu upaya yang efektif dalam mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan, Polri dapat lebih dekat, mendengar aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus menanamkan nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan kerukunan antar umat beragama.Kapolda juga menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak jamaah masjid serta warga sekitar untuk aktif berperan serta dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan masyarakat. Dengan kebersamaan, kita bisa mencegah potensi gangguan keamanan dan menciptakan Maluku yang damai serta penuh persaudaraan,” tambahnya. PNO-12
04 Okt 2025, 19:14 WIT
Sholat Jumat di Masjid Raya Al-Fatah, Kapolda Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas dan Tebarkan Kebaikan
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H, S.I.K, M.Si, melaksanakan Sholat Jumat Berjamaah bersama ribuan umat Islam di Masjid Raya Al-Fatah Kota Ambon, Jumat (3/10).Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Presiden PKS Dr. Almuzzamil Yusuf, M.Si, Imam Masjid Raya Al-Fatah, Para Kiai, pengurus masjid, serta jamaah dari berbagai kalangan masyarakat Kota Ambon.Usai sholat, Kapolda Maluku berkesempatan menyampaikan pesan silaturahmi sekaligus mengajak jamaah untuk memperkuat persaudaraan, menjaga keamanan, dan menjadikan hidup lebih bermakna melalui kebaikan.Dalam penyampaiannya, Kapolda mengingatkan pentingnya berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadist sebagai fondasi hidup. Ia mengibaratkan nilai-nilai agama seperti batu karang yang kokoh meski diterpa badai, sehingga mampu menjadi pegangan di tengah tantangan zaman.“Kita tidak bisa memilih lahir sebagai apa, suku apa, atau dari bangsa mana. Tetapi kita bisa memilih untuk berbuat kebaikan. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain,” tegas Kapolda.Kapolda juga mengingatkan makna "rahmatan lil alamin", yang mencakup manusia, alam, serta lingkungan hidup. Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan bangsa yang ada di Indonesia, termasuk di Maluku, adalah anugerah yang harus dijaga.“Indonesia adalah negara yang beraneka ragam, tapi diikat oleh semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Maluku adalah cerminan kecil dari itu. Mari kita rawat keberagaman ini agar menjadi sumber kekuatan, bukan perpecahan,” tambahnya. Menurutnya, keamanan adalah nikmat besar yang sering kali tidak terasa sampai hilang. Keamanan tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari usaha, doa, serta tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Keamanan bukan hanya tugas TNI-Polri atau pemerintah daerah, tapi tanggungjawab semua elemen masyarakat.“Keamanan ini amanah kita bersama. Jangan mudah terprovokasi, terutama melalui media sosial. Hidup pasti ada masalah, tetapi mari kita selesaikan dengan introspeksi dan kebersamaan,” ujar Kapolda.Polri, lanjut Kapolda, dalam menjalankan tugasnya tidak luput dari kekurangan. Olehnya itu Polri selalu terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat demi perbaikan ke depan.Kapolda meyakini Maluku akan semakin dikenal sebagai daerah yang indah, damai, dan penuh kedamaian bila masyarakat terus hidup berdampingan dengan prinsip saling menghargai.“Tugas dan tanggung jawab saya adalah amanah, yang suatu saat harus saya pertanggungjawabkan kepada Allah, bukan kepada manusia. Karena itu mari kita jadikan Maluku sebagai tanah yang damai, tempat di mana umat muslim maupun non-muslim, dari berbagai suku, bisa hidup berdampingan dengan rukun,” tutup Kapolda. PNO-12
04 Okt 2025, 19:03 WIT
PKK Papua Perkuat Kebersamaan Lewat Ibadah Oikumene Rutin
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Papua
kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kebersamaan dan spiritualitas
masyarakat melalui Ibadah Oikumene yang digelar secara rutin setiap bulan. Kegiatan yang menghadirkan
berbagai organisasi wanita ini telah menjadi wadah untuk mempererat ikatan
sosial, memperkuat nilai keagamaan, serta membentuk karakter generasi Papua
yang religius dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Ibadah Oikumene terbaru
dilaksanakan di Lukmen Hall, Gedung Negara, Jayapura, pada Sabtu (27/09/25).
Hadir dalam kesempatan itu, Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni,
didampingi Pj. Ketua TP PKK Papua, Tyas A. Fatoni, bersama jajaran PKK serta
perwakilan organisasi wanita lintas denominasi. Dalam sambutannya, Agus Fatoni
menyampaikan apresiasi atas konsistensi TP PKK Papua dalam menjaga tradisi
ibadah bulanan ini. Menurutnya, doa bersama bukan hanya ritual, melainkan juga
bentuk nyata komitmen spiritual yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat. “Kami mengapresiasi kepada PKK
Provinsi Papua yang rutin melaksanakan ibadah dan doa bersama. Ini bukan
sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga upaya memperkuat persatuan dan kesatuan
yang berakar pada nilai-nilai luhur Pancasila,” ujar Fatoni. Ia juga menekankan pentingnya doa
dan pembinaan rohani sejak usia dini, terutama bagi anak-anak dan remaja.
Menurutnya, kebiasaan berdoa dan beribadah akan menjadi pondasi kuat dalam
membangun generasi yang disiplin, produktif, dan bermoral. Selain itu, Fatoni menitipkan
pesan khusus kepada anak-anak dan remaja Papua yang turut hadir dalam kegiatan
ini. Ia mendorong mereka agar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk hal-hal
positif, menjauhi pergaulan buruk, serta membangun pola hidup sehat dan
disiplin. “Orang yang sukses adalah mereka
yang mampu memanfaatkan waktu dengan bijak, memiliki skala prioritas, serta
memilih lingkungan yang positif untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya. Ibadah Oikumene bulanan PKK ini
tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga simbol nyata kebersamaan dan
solidaritas perempuan Papua dalam memperkuat keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Kolaborasi berbagai organisasi wanita menunjukkan bahwa kebersatuan lintas
perbedaan mampu melahirkan energi positif untuk membangun daerah. TP PKK Papua berharap program
ibadah rutin ini dapat terus menjadi sumber inspirasi dan kekuatan spiritual,
sehingga mampu membentuk generasi Papua yang religius, berkarakter, sekaligus
siap menghadapi dinamika global. Penulis: Jid Editor: GF
03 Okt 2025, 18:16 WIT
Pemprov Papua Dorong Batik dan Noken Jadi Sumber Kebanggaan dan Penggerak Ekonomi Kreatif
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Pemerintah Provinsi Papua menegaskan optimismenya bahwa Batik Papua dan Noken,
dua warisan budaya yang sarat nilai sejarah dan filosofi, bukan hanya sekadar
simbol identitas, melainkan juga berpotensi besar sebagai motor penggerak ekonomi
kreatif masyarakat Papua. Dalam rangkaian peringatan Hari
Batik Nasional 2 Oktober 2025, Pemprov Papua menampilkan komitmen kuat untuk
menjaga keberlanjutan budaya asli, sekaligus memastikan nilai ekonominya bisa
dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Kepala Dinas Komunikasi dan
Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto, menuturkan bahwa pelestarian
Batik Papua dan Noken tidak bisa dilepaskan dari strategi besar pengembangan
ekonomi daerah. “Pemprov Papua sangat konsen
terhadap pelestarian Batik dan Noken karena keduanya bukan hanya simbol budaya,
tetapi juga warisan dunia yang telah diakui UNESCO, dan patut kita banggakan
bersama,” ujarnya di Jayapura, Kamis (2/10/25). Sebagai langkah nyata, Pemprov
Papua telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Papua Nomor 000.8 6/0054/SET
tertanggal 15 Januari 2025, yang mewajibkan penggunaan Batik Papua dan Tas
Noken Papua bagi ASN setiap hari Kamis dan Jumat. Kebijakan ini diyakini akan
memperkuat rasa identitas budaya lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan
kolektif terhadap produk khas Papua. “Ketika ASN menggunakan Batik dan Noken,
itu memberi pesan bahwa budaya ini hidup dan dijaga oleh seluruh masyarakat,”
lanjut Jeri. Tidak berhenti di aspek simbolik,
Pemprov Papua melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga telah menyiapkan
rumah produksi Batik Papua. Fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan
keterampilan perajin, memperkuat kualitas produk dan membuka peluang pasar yang
lebih luas, baik lokal, nasional, hingga internasional. Dengan cara ini, perajin Batik
dan pembuat Noken tidak hanya menjadi pelestari budaya, tetapi juga pelaku
ekonomi kreatif yang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga dan komunitas. Menurut Jeri, langkah ini sejalan
dengan visi besar Pemprov Papua untuk memadukan pelestarian budaya dengan
pembangunan ekonomi yang inklusif. “Kami ingin budaya ini tidak
hanya dipertontonkan pada hari-hari besar, tetapi benar-benar hidup, produktif,
dan memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Papua,” pungkasnya. Langkah Pemprov Papua ini
mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk komunitas perajin, pegiat
budaya, hingga akademisi, yang menilai kebijakan ini mampu menghubungkan
warisan budaya dengan tantangan pembangunan modern. Penulis: Jid Editor: GF
03 Okt 2025, 18:10 WIT
Sejumlah Masjid di Ambon Dijaga Polwan Polda Maluku Saat Masuki Ibadah Sholat Jumat
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Wanita (Polwan) Polda Maluku dan Polresta Pulau Ambon dan P.P Lease kembali mengamankan pelaksanaan ibadah sholat jumat di sejumlah masjid di kota Ambon, Jumat (3/10/2025).Pengamanan ibadah sholat jumat umumnya dilakukan personel Polwan beragama Kristen, sebagai bentuk toleransi. Pengamanan yang dipimpin Pamenwas Kompol Rachel Ann Barends ini merupakan impelementasi dari program Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.Kapolda meminta personil Polri untuk senantiasa berbuat baik dan ikhlas dalam menjalankan tugas kepolisian kepada masyarakat. Hari ini, Kapolda melaksanakan ibadah sholat jumat berjamaah di Masjid Raya Al-Fatah Ambon."Tadi sejak pukul 12.00 WIT Polwan Polda Maluku dan Polresta Ambon telah melaksanakan pengamanan ibadah sholat jumat di sejumlah masjid di kota Ambon," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi S.IK.Pelaksanaan pengamanan ibadah sholat jumat dilakukan mulai dari pengaturan arus lalulintas, hingga membantu masyarakat menyeberang jalan."Pengamanan di sejumlah masjid dilakukan untuk mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan ibadah shalat jumat," kata Kombes Rositah.Pengamanan pelaksanaan ibadah sholat jumat kali ini berlangsung di sejumlah masjid yang berada di sepanjang ruas jalan utama kota Ambon. Seperti Masjid Raya Al-Fatah, Masjid Jami, Masjid An-Nur, Masjid Baiturrahman, dan Masjid Al-Hijrah."Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada warga masyarakat yang melaksanakan ibadah sholat jumat," terangnya. PNO-12
03 Okt 2025, 17:57 WIT
Jelang HUT ke-80 TNI, Wakapolda Maluku Hadiri Upacara Ziarah Taman Makam Pahlawan Kapahaha
Papuanewsonline.com, Ambon – Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H, menghadiri upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapahaha Ambon, Jumat (3/10/2025). Upacara yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2025 ini diikuti sejumlah pejabat tinggi TNI, Polri, dan instansi terkait.Ziarah dan tabur bunga di TMP Kapahaha merupakan wujud penghormatan sekaligus penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kedaulatan bangsa. Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dengan prosesi penghormatan, peletakan karangan bunga, dan tabur bunga di pusara para pahlawan.Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Kasdam XV/Pattimura, Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Irdam XV/Pattimura, Kapoksahli XV/Pattimura, Wadankodaeral IX Ambon, Kabakamla Zona Maritim Timur, Danlanud Pattimura, Kabasarnas Maluku, serta perwakilan dari Binda Maluku. Turut serta pula para pejabat dan personel TNI dari berbagai satuan.Upacara ziarah tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan HUT TNI ke-80, yang tidak hanya meneguhkan semangat kebersamaan TNI-Polri, tetapi juga memperkuat nilai-nilai patriotisme di tengah masyarakat.Di sela-sela kegiatan, selain mengenang jasa para pahlawan, Wakapolda Maluku, juga menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun TNI yang ke-80. "Kami menyampaikan selamat hari ulang tahun TNI yang ke 80. Kami berharap TNI dapat terus menjadi rekan kerja Polri dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Maluku," harapnya. PNO-12
03 Okt 2025, 17:33 WIT
58 Jamaah NII Faksi MYT Ikrar Janji Setia ke NKRI
Papuanewsonline.com, Tangerang - Bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, sebanyak 58 orang jamaah eks anggota kelompok Negara Islam Indonesia (NII) faksi MYT (Muhamad Yusuf Tohiri) menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, pada Rabu, 1 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB.Para peserta yang berasal dari Kota Tangerang dan wilayah sekitarnya ini secara terbuka menyatakan lepas baiat dari ajaran menyimpang dan menegaskan kesetiaan mereka kepada Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara.Acara diawali dengan pembacaan deklarasi kesetiaan kepada NKRI yang dipimpin oleh perwakilan peserta, Ustaz Mukhlis, dan diikuti oleh seluruh peserta. Selanjutnya, para peserta melakukan penandatanganan surat pernyataan kesetiaan, kemudian dilanjutkan dengan prosesi mencium bendera merah putih sebagai simbol kecintaan dan penghormatan terhadap Indonesia.Dalam sambutannya, perwakilan dari Detasemen Khusus (Densus 88) Anti Teror Polri yaitu Kasatgaswil DKI Jakarta Kombes Pol Dhani Arifianto S.I.K. M.Han - menyampaikan penghargaan atas langkah besar yang diambil para peserta dalam meninggalkan paham radikalisme. “Langkah ini adalah bentuk nyata kembalinya semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Ini bukan akhir, tapi awal baru untuk hidup yang lebih baik dalam bingkai NKRI,” ujarnya.Wali Kota Tangerang yang turut hadir juga menyampaikan apresiasi dan dukungan dari pemerintah daerah. “Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk mendampingi proses reintegrasi sosial dan pemberdayaan ekonomi bagi saudara-saudara kita yang telah kembali ke jalan yang benar,” katanya.Acara semakin khidmat dengan tausiyah kebangsaan oleh Asep Muhargono, mantan aktivis NII yang kini menjadi pendiri Yayasan Prasana Bumi Pertiwi (PRABU) lembaga binaan yang terdiri dari para mantan anggota NII yang kini aktif mengedukasi masyarakat tentang bahaya paham radikal. Dalam tausiyahnya, Asep menegaskan bahwa “Pancasila dan Islam tidak bertentangan, dan cinta tanah air adalah bagian dari iman.”Sebagai penutup, KH Saparudin , Wakil ketua MUI Kota Tangerang, memimpin pembacaan doa bersama agar para peserta diberikan kekuatan untuk tetap istiqamah di jalan yang benar, serta agar bangsa Indonesia terhindar dari segala bentuk perpecahan dan radikalisme.Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai stakeholder Kota Tangerang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perangkat lingkungan setempat yang turut memberikan dukungan moril dan semangat kepada para peserta dalam menjalani kehidupan baru yang lebih damai, produktif, dan konstitusional.Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak individu maupun kelompok yang terpapar paham radikal untuk mengikuti jejak serupa kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan berkontribusi membangun bangsa dalam semangat persatuan dan kesatuan. PNO-12
01 Okt 2025, 16:16 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru