logo-website
Sabtu, 28 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Budaya Homepage
Pelestarian Cerita Rakyat Papua Melalui Storytelling Competition: Upaya Mandiri Tanpa Dukungan Pemda Papuanewsonline.com, Timika – Di tengah gencarnya arus globalisasi yang mengancam kelestarian budaya lokal, sekelompok pendidik di Timika berjuang sendirian melestarikan cerita rakyat Papua. English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika menjadi bukti nyata upaya mandiri tanpa dukungan pemerintah daerah. Deasy Natalia Lessu, S.Pd., M.Hum, Ketua Panitia dari Brother Leon English Club (BLEC) yang berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pembelajaran bercerita di sekolah-sekolah. "Sering kali pembelajaran di sekolah untuk soal bercerita itu memakai cerita-cerita dari luar Papua maupun bahkan luar negeri. Sementara cerita di sini siapa lagi yang mau melestarikan," Ujar Deasy di Timika, Kamis (7/8/2025). Kompetisi yang mengangkat cerita rakyat dari tiga suku besar di Papua - Kamoro, Amungme, dan Asmat - ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda. Namun, upaya mulia ini harus dilakukan tanpa dukungan dari pemerintah daerah. "Dukungan untuk kami dari pemerintah memang belum besar. Kami sudah melakukan pendekatan beberapa kali, tapi dukungan dari pemerintah daerah tidak ada bagi kegiatan kami," ungkap Deasy dengan nada kecewa. Meski menghadapi keterbatasan, panitia tidak menyerah. Mereka memilih Diana Mall sebagai venue dengan pertimbangan strategis untuk menjangkau publik yang lebih luas. "Alasan kami lakukan di sini adalah biar menjadi perhatian bahwa ini sudah publik, bukan hanya dalam lingkup secara eksklusif tapi setiap pengunjung bisa datang untuk melihat. Jadi, bagian dari strategi promosi secara tidak langsung," jelas Deasy. Diana Mall, sebagai sponsor utama, menjadi penyelamat kegiatan ini. "Diana Mall merupakan salah satu sponsor kami yang mendukung dari awal kegiatan pertama," ungkap Deasy dengan penuh apresiasi. Kompetisi yang diikuti 18 peserta dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika ini dinilai oleh tim juri berkualitas: Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal, S.Pd.M.TESOL.Ed, dan Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini memiliki dampak ganda yang sangat positif. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa, juga menjadi media pelestarian budaya Papua yang terancam terlupakan. "Tujuan utamanya memberikan wadah bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri untuk tampil di publik, kemudian yang kedua melestarikan cerita rakyat Papua," tegas Deasy. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang lebih besar di masa mendatang. "Kami berkontribusi dalam peningkatan literasi berbahasa Inggris anak-anak di Papua dengan mengusung tema melestarikan cerita rakyat suku-suku di Papua melalui bahasa Inggris," ujar Deasy. Dengan berhasilnya kompetisi kedua ini setelah sukses tahun lalu di gedung MPCC YPMAK, panitia optimis dapat melanjutkan kegiatan serupa setiap tahun. "Harapan kami jangka panjang adalah kegiatan ini bisa terjadi setiap tahun," tambah Deasy. Storytelling Competition 2025 bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan gerakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan penuh dedikasi oleh para pendidik. Tanpa dukungan pemerintah, mereka tetap berjuang memastikan cerita rakyat Papua tidak hilang ditelan zaman. (Cori) 08 Agu 2025, 13:25 WIT
Mimika: Semarak HUT RI diwarnai Tabligh Akbar Bangun Karakter Bangsa Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan menggelar Tabligh Akbar bertema “ASN BerAKHLAK, Masyarakat Berkarakter” di Gedung Eme Neme Yauware.  Kegiatan yang dihadiri ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum ini bertujuan untuk membangun karakter dan integritas, sejalan dengan visi Kabupaten Mimika menuju “Gerbang Emas Mimika”.  Tabligh Akbar ini menghadirkan narasumber nasional, Rinaldi Agusyana,  dari ESQ Leadership Center. (7/8/25) Richard Wakum, S.E., M.H., selaku Ketua Panitia dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika, menjelaskan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini. “Kami berharap Tabligh Akbar ini dapat menjadi momentum untuk meneruskan jejak nilai-nilai perjuangan para pahlawan dan membentuk ASN yang berAKHLAK serta masyarakat yang berkarakter,” ujar Richard.  Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan pilar penting dalam mewujudkan visi Gerbang Emas Mimika. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembangunan karakter.  “Pembangunan sejati tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, namun juga pada pembentukan karakter yang kuat, jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas,” tegas Ananias Faot.  Ia mengapresiasi kehadiran Rinaldi Agusyana dan tim ESQ Corporation yang memberikan motivasi dan inspirasi bagi ASN dalam menghadapi tantangan zaman. Ananias Faot lebih lanjut menambahkan, “Di usia kemerdekaan ke-80 ini, semangat kemerdekaan harus diisi dengan karya nyata dan semangat kebangsaan yang tinggi. ASN dan masyarakat harus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, kedisiplinan, dan meningkatkan kualitas hidup sosial dan spiritual.”  Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan pribadi-pribadi yang profesional dan berakhlak mulia. Rinaldi Agusyana, dalam ceramahnya, mengajak ASN untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, integritas, dan etos kerja.  Ia menekankan pentingnya ASN yang berAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai pondasi utama masyarakat yang berkarakter unggul.  “Kemerdekaan harus menjadi momentum transformasi, ASN bukan hanya pelayan publik, tapi agen perubahan dan teladan,” tutup Rinaldi. ( Jidan ) 07 Agu 2025, 23:21 WIT
Kado HUT RI: 101 Pasangan di Mimika Resmi Menikah, Dapat Bonus Menginap Papuanewsonline.com, Timika – Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan kado istimewa kepada 101 pasangan yang mengikuti kegiatan nikah massal dan isbat nikah terpadu di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (6/8/2025). Momen sakral ini bukan hanya menjadi peristiwa emosional bagi pasangan yang terlibat, tetapi juga menjadi bentuk nyata pelayanan publik yang humanis dan inklusif dari pemerintah daerah. Acara yang dihelat dengan nuansa kebangsaan dan kebersamaan ini melibatkan sinergi antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Mimika, Pengadilan Agama, Kantor Urusan Agama (KUA), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta sejumlah distrik. Tujuan utamanya adalah memberikan kepastian hukum atas pernikahan yang sebelumnya hanya diakui secara agama atau adat. Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet Sutejo, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat begitu tinggi. Awalnya hanya ditargetkan 80 pasangan, namun jumlah peserta melonjak hingga 101 pasangan. "Ini mencerminkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya legalitas pernikahan secara negara, bukan hanya secara agama. Nikah massal ini adalah bentuk hadirnya pemerintah dalam kehidupan pribadi warga, memberi kepastian hukum, dan membuka akses ke berbagai layanan sosial dan administrasi," ujar Slamet. Ia menambahkan, legalitas dokumen pernikahan juga menjadi pintu bagi masyarakat untuk mendapatkan akses ke berbagai fasilitas, seperti BPJS, akta kelahiran anak, hingga kepemilikan aset yang sah. Yang menarik, dalam kegiatan tersebut turut serta pasangan-pasangan dari berbagai rentang usia, bahkan ada pasangan lanjut usia yang telah hidup bersama puluhan tahun namun baru secara hukum diakui pernikahannya. Salah satunya adalah pasangan berusia 60 tahun yang mengikuti isbat nikah dengan wajah bahagia. "Ini bentuk penghargaan kita terhadap kesakralan pernikahan. Ada pasangan lansia yang tetap antusias karena ingin pernikahan mereka diakui negara. Itu luar biasa menyentuh," kata Slamet. Sebagai bentuk apresiasi dan simbol kebahagiaan, Pemkab Mimika juga memberikan hadiah spesial berupa voucher menginap di hotel-hotel lokal bagi pasangan yang ikut serta. Hal ini menambah kesan romantis dan memberikan ruang bagi pasangan untuk merayakan momen spesial mereka dengan lebih istimewa. "Kami ingin mereka tidak hanya mendapatkan akta nikah, tetapi juga kenangan manis dan rasa dihargai oleh negara," tambah Slamet. Kegiatan nikah massal ini tidak akan berhenti di Timika saja. Slamet menyampaikan bahwa ke depan, program serupa akan difokuskan di wilayah-wilayah yang aksesnya lebih sulit, seperti Kapiraya dan Potowayburu, khususnya untuk menyasar masyarakat Orang Asli Papua (OAP) yang belum terlayani secara optimal. "Langkah ini sejalan dengan semangat pemerataan pelayanan. Kita ingin semua warga, tanpa terkecuali, memiliki akses yang sama terhadap administrasi kependudukan," tuturnya. Nikah massal ini menjadi penegasan bahwa pelayanan publik bukan hanya soal dokumen, tetapi juga tentang mengangkat martabat dan keadilan bagi setiap warga negara. (jidan)   06 Agu 2025, 23:39 WIT
Sambut Hari Kemerdekaan RI, Brimob Metro Jaya Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Papuanewsonline.com, Jakarta - Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Brimob Polda Metro Jaya menggelar aksi pembagian 5.000 bendera Merah Putih kepada warga dan pengendara di sejumlah titik padat lalu lintas di Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam menumbuhkan semangat nasionalisme serta memperkuat persatuan menjelang peringatan kemerdekaan bangsa.Aksi simpatik tersebut dilaksanakan atas arahan Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., dan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Satbrimob PMJ, Kompol Sukoco, S.H., M.H. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap gerakan nasional “Merah Putih Berkibar di Seluruh Nusantara”, yang digaungkan dalam rangka menyemarakkan bulan Agustus sebagai bulan kemerdekaan.Dalam keterangannya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa pengibaran bendera Merah Putih bukan sekadar tradisi tahunan, namun simbol semangat dan jati diri bangsa.“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta memeriahkan hari kemerdekaan dengan mengibarkan bendera Merah Putih di rumah, kendaraan, dan tempat kerja sebagai bentuk cinta terhadap Indonesia,” tegasnya.Tiga lokasi strategis menjadi titik utama pembagian bendera, yaitu:Perempatan TL Jalan Prajurit KKO Usman dan HarunKawasan depan Capitol SuitesDepan Makosat Brimob Polda Metro JayaMasyarakat yang melintas tampak menyambut baik kegiatan tersebut. Banyak pengendara yang secara sukarela menghentikan kendaraan untuk menerima bendera dari anggota Brimob yang membagikannya dengan ramah dan penuh semangat.Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan kebhinekaan dalam rangka mewujudkan cita-cita kemerdekaan sesuai tema nasional tahun ini, “Indonesia Maju, Indonesia Bersatu.” PNO-12 06 Agu 2025, 10:13 WIT
Kunjungi Kampung Ansudu, Satgas Ops Damai Cartenz Berbagi Bingkisan Makanan Kepada Warga Papuanewsonline.com, Sarmi - Satgas Humas Ops Damai Cartenz Posko Jayapura melaksanakan sambang dengan berbagi makanan dan susu kepada anak-anak di Kampung Ansudu, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi, pada Sabtu (2/8/2025) pukul 08.00 WIT. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ipda Syahrir Mahyuddin, S.H., dan berlangsung dengan penuh kehangatan dan interaksi positif bersama warga.Dalam kunjungan tersebut, personel Satgas membagikan bingkisan makanan ringan kepada anak-anak, melakukan sesi ngobrol santai, serta memberikan bantuan kepada warga lanjut usia yang hendak melakukan pengecekan kesehatan.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang turut hadir didampingi oleh Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan wujud nyata dari pendekatan humanis yang dilakukan oleh aparat kepolisian, khususnya kepada generasi muda Papua.“Anak-anak ini merupakan masa depan bangsa. Mereka adalah harapan kita ke depan. Maka pendekatan humanis seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri serta kedekatan emosional antara polisi dan anak-anak,” ujar Brigjen Faizal.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menambahkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara masyarakat dan institusi kepolisian, khususnya melalui interaksi langsung di tengah masyarakat."Kunjungan seperti ini adalah bagian dari upaya Satgas Ops Damai Cartenz untuk membangun kepercayaan publik serta menghadirkan wajah kepolisian yang lebih dekat, ramah, dan peduli terhadap masyarakat, terutama anak-anak dan lansia,” tutur Kombes Yusuf.Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini disambut antusias oleh warga Kampung Ansudu, yang merasa senang dan terbantu dengan kehadiran Satgas di tengah-tengah mereka. PNO-12 05 Agu 2025, 16:35 WIT
Hadiri Kepengurusan FKPM Baru, Aipda Batmetan: Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif Papuanewsonline.com, Malra - Pemilihan kepengurusan baru Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) di Ohoi/Desa Ohoinangan Atas, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara berlangsung aman dengan penuh kekeluargaan.Bhabinkamtibmas Polsek Kei Besar, Aipda S. Batmetan mengajak FKPM Ohoi Ohoinangan dapat bekerjasama dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif."Mari kita bekerja bersama-sama dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah masing-masing," ajak Aipda Batmetan dalam himbauannya saat menghadiri pemilihan kepengurusan FKPM Ohoinangan Atas yang bertempat di rumah Kepala Ohoi Ohoinangan Atas, Senin (4/8/2025).Tugas pokok FKPM di Ohoi, kata Aipda Batmetan, diantaranya turut membantu menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. FKPM juga dapat berperan menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Ohoi secara kekeluargaan agar tidak meluas. "Kami berharap Pengurus FKPM Ohoinangan dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab secara baik, dapat menjadi pelopor kamtibmas yang aman dan kondusif," pintanya.Untuk diketahui, keanggotaan FKPM Ohoinangan Atas berjumlah 16 orang, diantaranya terdiri dari Unsur Pemerintah Ohoi Ohoinangan, Unsur Agama, Unsur Adat, Unsur Pendidikan, Unsur Perempuan, Unsur Pemuda, dan Unsur Keamanan.Adapun hasil pemilihan kepengurusan FKPM Ohoinangan Atas diantaranya Ketua (Oktovianus Hinarubun); Wakil Ketua(Ambran Maryanan); Sekretaris (Rana Hinarubun); Bendahara (Lince Rahametwau). PNO-12 05 Agu 2025, 16:14 WIT
Parade Budaya Karyawan Freeport: Kekayaan Indonesia Terpancar dari Papua Papuanewsonline.com, Timika – Ribuan karyawan dan komunitas PT Freeport Indonesia (PTFI) di Ridge Camp, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menggelar "Parade Budaya Indonesia" pada Sabtu (2/8/2025) untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara yang mengusung tema "Miniatur Indonesia" ini menjadi ajang untuk menampilkan ragam seni dan tradisi dari seluruh penjuru tanah air, mengilustrasikan keberagaman budaya yang menjadi kekuatan pemersatu bangsa. Para karyawan mengenakan pakaian adat yang memukau, lengkap dengan atribut tradisional dari berbagai daerah, sambil menampilkan seni kriya khas dari masing-masing wilayah. Parade budaya ini disertai dengan berbagai atraksi yang menghibur, seperti iringan musik gamelan Bali, reog Ponorogo, alunan sape khas Kalimantan, serta musik tradisional lainnya. Ketua Panitia HUT ke-80 RI di PTFI, Rode Ajomi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menampilkan keberagaman sebagai simbol persatuan Indonesia di lingkungan PTFI. “Melalui acara ini, kami ingin memperkuat persatuan dalam keberagaman di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Semoga kegiatan ini menginspirasi semua pihak untuk terus menjaga kebersamaan,” ujar Rode. Divisi-divisi di PTFI pun berkolaborasi untuk menampilkan atraksi budaya. Divisi Mining Safety bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Batak Tembagapura (PKBT) untuk menampilkan tarian "Owlie Ulos," sementara Divisi Grasberg Earthworks bersama Paguyuban Papua menampilkan kearifan lokal dengan pakaian adat dan noken. "Saya sangat terkesan melihat karyawan saling menghormati dan mengagumi perbedaan suku, budaya, dan bahasa yang ada di area operasi PTFI. Ini menggambarkan kedaulatan Indonesia yang kuat di tanah Papua," ungkap Ida Nekwek, karyawan Divisi Grasberg Earthworks. PTFI juga menggelar serangkaian kegiatan lainnya, seperti lomba, pentas budaya, aksi sosial, dan kegiatan lainnya yang menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan antar karyawan serta masyarakat sekitar. Semua ini menjadi bukti nyata komitmen PTFI dalam membangun Papua dan Indonesia. (jidan) 05 Agu 2025, 15:02 WIT
Hadiri Puncak Haul Buntet Pesantren, Kapolri: Peran Strategis Pesantren Bentuk Karakter Bangsa Papuanewsonline.com, Cirebon - Pondok Buntet Pesantren kembali meneguhkan dirinya sebagai salah satu pilar ketahanan moral dan pendidikan nasional melalui peringatan Puncak Haul Al-Marhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon 1447 H / 2025 M, yang digelar Sabtu malam (2/8).Kegiatan tahunan yang telah menjadi tradisi lintas generasi ini dihadiri oleh ribuan santri, alumni, tokoh ulama, serta pejabat negara, termasuk Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kehadiran pucuk pimpinan kepolisian negara tersebut menjadi simbol penghormatan institusi negara terhadap warisan keilmuan, spiritualitas, dan peran sosial pesantren.Pondok Buntet Pesantren, yang berdiri sejak abad ke-18 oleh tokoh ulama Keraton Kanoman Cirebon, Kyai Muqoyim, dikenal sebagai pesantren yang mengintegrasikan pendidikan salaf dan modern. Lebih dari 65 pondok dan lembaga pendidikan formal berada di bawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet, menjadikannya salah satu lembaga pendidikan Islam paling komprehensif di Indonesia.Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, dan Ketua MPR RI H. A. Muzani turut hadir memberikan sambutan dalam acara yang sarat nilai spiritual dan nasionalisme ini. Dalam pengajiannya, KH. Marzuqi Mustamar menyampaikan pentingnya menjaga warisan keilmuan pesantren dan terus membumikan Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi.Lebih dari sekadar lembaga pendidikan, Pondok Buntet Pesantren hadir sebagai institusi penjaga nilai, pembentuk karakter bangsa, dan penyeimbang dalam kehidupan masyarakat. Kurikulum yang mengajarkan tafsir, hadits, fiqih, tasawuf, serta pendidikan umum dari TK hingga perguruan tinggi, menjadi bukti komitmen pesantren dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya alim, tetapi juga unggul dan kritis dalam menjawab tantangan zaman.Dalam sambutannya, Ketua YLPI Buntet Pesantren KH. Adib Rofiuddin Izza menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian dan dukungan nyata dari berbagai pihak, terutama Kapolri. “Terima kasih Pak Kapolri seluruh bantuannya, terima kasih, beliau berbaik hati,” ungkapnya disambut haru para hadirin. Ia juga menegaskan bahwa pesantren tidak mengharap apa pun selain keutuhan bangsa dan negara. “Kami di sini hanya menitipkan bangsa dan negara saja, tidak lebih dari itu,” ucapnya, menggetarkan suasana malam haul yang penuh kehangatan.Kehadiran Kapolri dalam puncak haul ini juga menjadi pengingat bahwa kolaborasi ulama dan umara (pemimpin) adalah kunci dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial. Pesantren menjadi mitra strategis negara dalam membina umat dan menangkal berbagai bentuk radikalisme serta disintegrasi moral.Dengan mengusung semangat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah, haul Pondok Buntet Pesantren 2025 bukan hanya menjadi refleksi masa lalu, tetapi juga proyeksi masa depan, tentang bagaimana pesantren tetap relevan, adaptif, dan menjadi pusat pencerahan di tengah perubahan zaman. PNO-12 05 Agu 2025, 10:28 WIT
Tingkatkan Moral dan Spiritualitas, Polda Maluku Gelar Binrohtal Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku melaksanakan kegiatan pembinaan rohani dan mental (binrohtal) kepada anggota dan pegawai negeri sipil pada Polri, Kamis (31/7/2025).Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan moral dan spritual personel ini dilaksanakan secara terpisah baik kepada anggota beragama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Hindu.Untuk personel beragama Islam, kegiatan binrohtal dihelat di Mushollah Ar-Rahman Polda Maluku. Sementara bagi personel beragama Kristen Katolik dilaksanakan di Gereja Santo Michael Aspol Tantui. Untuk personel beragama Kristen Protestan dilakukan di Gereja Oikumene Uriah Polda Maluku. Sedangkan bagi agama Hindu digelar di Ruang Sidang BP4R Biro SDM Polda Maluku.Kegiatan binrohtal bagi agama Islam dihadiri langsung oleh Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.IK., M.Si, dan seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku hadir pada masing-masing kegiatan.Bagi agama Islam kegiatan diawali dengan Sholat Dhuha, dilanjutkan dengan pengajian Surah Yasin dan tausiyah yang disampaikan langsung oleh Wakapolda Maluku.Sementara untuk agama Kristen Katolik, kegiatan diawali dengan Ibadah Sabda, kemudian pembacaan Injil, dan renungan oleh Ipda M.Herlina Weridity, S.A.P. Selanjutnya ditutup dengan doa dan berkat.Terhadap personel beragama Kristen Protestan, kegiatan diawali dengan Pujian dan Penyembahan oleh Pdt. Hesty Parihala, S.Si. Kemudian Pemberita Firman Tuhan, selanjutnya Pemberian persembahan syukur/kolekte serta Doa Safa’at dan Berkat.Sedangkan bagi personel beragama Hindu, pembinaan rohani dan mental diawali dengan Persembahyangan dengan Tema Mendidik Anak sehingga menjadi Suputra. Selanjutnya penyampaian materi oleh Sukardi Rianto, S.Ag. MH, Pembimas Hindu Kemenag Prov. Maluku. Selanjutnya Parama Santi oleh IPDA I Ketut Suhermantaka.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.IK, mengungkapkan,  dalam membentuk pribadi personel yang religius, disiplin, dan berintegritas. "Kegiatan binrohtal ini dilakukan agar personel mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan landasan nilai-nilai moral dan keagamaan," ungkapnya.Kegiatan tersebut diharapkan mampu menguatkan personel Polda Maluku secara spiritual, bermoral tinggi, serta mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas. "Kegiatan Binrohtal ini juga menjadi salah satu bentuk pembinaan internal yang berkesinambungan dalam menciptakan sosok polisi yang presisi, humanis, dan religius," pungkasnya. PNO-12 31 Jul 2025, 20:00 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT