logo-website
Rabu, 22 Apr 2026,  WIT
BERITA TAG Hukum Homepage
Hadiri Pergeseran Logistik Pilkada, Kapolres Minta Warga Jaga Kamtibmas Papuanewsonline.com, SBB - Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), melakukan pelepasan pendistribusian logistik Pilkada ke empat kecamatan. Pelepasan dilakukan di gudang logistik KPU dengan mendapat pengawalan ketat dari Polres SBB. Pelepasan tersebut juga dihadiri Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Dharmawan, S.I K., Penjabat Bupati SBB, Achmad Jais Ely, S.T., M.Si Ketua KPU SBB, Abuani Kasilaya, M.Pd bersama seluruh komisioner KPU, Bawaslu dan tamu undangan lainnya.Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Dharmawan, S.I.K., meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi dan kondisi keamanan sepanjang pelaksanaan minggu tenang, pencoblosan dan perhitungan suara."Mari kita sama-sama menjaga situasi dan kondisi keamanan yang ada. Pergeseran logistik dari kabupaten ketingkat kecamatan, dan selanjutnya di distribusi kepada desa dan dusun sudah dilaksanakan hari ini,"kata dia, kepada media saat menghadiri kegiatan pergeseran logistik tersebut, Sabtu (23/11/2024).Menurut Kapolres, pergeseran logistik ini dilakukan dalam dua tahap."Untuk hari pertama ini dilaksanakan pada 4 kecamatan yakni, Kecamatan Manipa, Kecamatan Elpaputih, Kecamatan Inamosol, dan Kecamatan Taniwel. Kegiatan Pendistribusian menggunakan Kendaraan Roda 6 sebanyak 4 unit,"ungkap Kapolres.Dikatakan, untuk tahap kedua akan dilaksanakan pada 7 kecamatan lainnya yang ada di kabupaten SBB."Besok akan dilakukan distribusi logistik ke 7 kecamatan yakni, Kecamatan Amalatu, Kecamatan Kairatu, Kecamatan Taniwel Timur, Kecamatan Kairatu Barat, Kecamatan Huamual, dan Kecamatan Huamual Belakang, serta Kecamatan Seram Barat,"beber Kapolres.Pendistribusian itu, lanjut Kapolres dikawal ketat oleh personil Polres SBB, pihak KPU dan Bawaslu Kabupaten."Kita pastikan logistik Pilkada ini akan sampai di kecamatan, kemudian akan didistribusi lagi ke KPPS dalam pengawalan yang ketat oleh kami. Begitu juga selama pelaksanaan tahapan Pilkada ini berlangsung,"tandas Kapolres. PNO-12 23 Nov 2024, 20:48 WIT
Polres Mimika Gelar Apel OMPC dan Doa Bersama Papuanewsonline.com, Mimika – Guna melancarkan pelaksanaan Pilkada 2024 di tanggal 27 November nanti agar berjalan damai, lancar, aman dan sukses, Polres Mimika menggelar apel Operasi Mantap Praja Cartenz (OMPC) dan Doa bersama. Apel OMPC yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Mimika, Kompol Hermanto, S.H., S.I.K., M.H., dan Doa bersama yang dibawakan oleh FKUB ini digelar di halaman Kantor Pelayanan Polres Mimika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (22/11/2024). Usai kegiatan, Kompol Hermanto menyampaikan bahwa apel OMPC yang dilaksanakan ini dalam hal personil yang akan bergeser ke titik-titik TPS."Sementara untuk doa bersama ini agar personil yang dalam pelaksanaan tugas dilapangan nanti itu berjalan dengan lancar, aman, damai dan sukses, serta sekembali dari melaksanakan tugas pengamanan dalam keadaan selamat, dan kita sebagai umat yang percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa patutnya kita serahkan dan taruh semua rencana ini kedalam tangan Tuhan," ujarnya.Terkait dengan keberangkatan personil yang akan melakukan pengamanan di TPS-TPS, itu sudah dijadwalkan dan sudah dikoordinasikan dengan KPU Mimika maupun dengan pihak ketiga.  "Nanti ada yang berangkat dari tanggal 23 - 26 November, namun itu tentatif karena kita melihat dari situasi dalam hal ini cuaca, makanya kita koordinasi lagi dengan BMKG karena nantinya pergeseran personil dan logistik melalui perairan dan udara," katanyaDisampaikan Wakapolres Mimika, kesiapan personil yang akan bergeser melakukan pengamanan juga sudah dibekali dengan buku panduan terkait dengan pelaksanaan pengamanan. "Selain itu juga sesuai arahan bahwa setiap personil juga harus sudah mengetahui wilayahnya untuk melakukan pengamanan, dan harus berkoordinasi dengan pihak setempat, kemudian jika terjadi sesuatu harus segera koordinasikan dengan Perwira Pengendali yang sesuai dengan sprintnya," ujar Hermanto. PNO-12 23 Nov 2024, 20:22 WIT
Ungkap 397 Kasus TPPO, Polri Amankan 482 Tersangka Papuanewsonline.com, Jakarta – Dalam upaya tegas memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Bareskrim Polri bersama Polda jajaran berhasil mengungkap 397 kasus TPPO sepanjang periode 22 Oktober hingga 22 November 2024. Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 482 orang tersangka berhasil diamankan, sementara 904 korban berhasil diselamatkan.Keberhasilan ini disampaikan oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol. Wahyu Widada. “Perdagangan manusia adalah kejahatan serius terhadap kemanusiaan. Kami berkomitmen untuk tidak memberi ruang sedikit pun bagi pelaku TPPO di Indonesia. Dengan sinergi seluruh pihak, kami terus melindungi masyarakat dari eksploitasi,” tegas Komjen Wahyu Widada saat konferensi pers siang ini, Jum'at (22/11).Keempat modus operandi utama yang diungkap oleh Bareskrim Polri meliputi pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal ke Timur Tengah dan Asia Tenggara, eksploitasi seksual anak dan dewasa, pernikahan anak secara paksa atau pengantin pesanan, serta eksploitasi pekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK).Menurut data yang dirilis, keberhasilan tersebut turut mencegah potensi kerugian negara hingga Rp284,76 miliar. Tiga wilayah yang mencatat pengungkapan terbesar adalah Polda Kepulauan Riau, Polda Kalimantan Utara, dan Polda Kalimantan Barat.Keberhasilan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, Bapak H. Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya reformasi hukum dan pemberantasan kejahatan terorganisir, termasuk TPPO. "Kita harus memperkuat pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan yang merusak tatanan sosial dan martabat manusia, seperti perdagangan orang. Ini adalah salah satu prioritas kita," ujar Presiden Prabowo.Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. juga memberikan arahan tegas kepada jajarannya. "Maksimalkan penangkapan pelaku dan prioritaskan penyelamatan korban. TPPO adalah kejahatan serius yang tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga merusak harkat dan martabat manusia," ungkap Jenderal Listyo.Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan Polri dalam mengungkap kasus-kasus ini juga tidak terlepas dari sinergi antara berbagai lembaga dan instansi terkait. Komjen Wahyu Widada menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. "Tidak ada masalah di negeri ini yang bisa diselesaikan oleh satu institusi saja. Kolaborasi adalah kunci untuk memberantas kejahatan ini secara tuntas," ujar Wahyu.Bareskrim Polri juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi terkait TPPO agar penindakan dapat dilakukan lebih cepat. "Indonesia harus bebas dari perdagangan manusia. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan hal ini demi generasi yang lebih baik," tambah Wahyu.Dengan komitmen kuat dari Polri dan sinergi berbagai pihak, Indonesia terus bergerak maju menuju cita-cita besar menjadi negara yang bebas dari perdagangan manusia, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. PNO-12 23 Nov 2024, 19:48 WIT
Kapolri Sebut Pengamanan Nataru Akan Diturunkan 141.443 Personel Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pengamanan Natal dan tahun baru (Nataru) telah dipersiapkan. Ribuan personel pun akan dikerahkan untuk mengamankan Nataru.Dalam rapat bersama yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Kapolri menyampaikan, upaya penanganan mudik Nataru 2024/2025 akan melaksanakan operasi lilin di 2.794 posko yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Operasi lilin tersebut akan melibatkan sebanyak 141.443 personel gabungan bersama TNI dan instansi terkait lainnya.“Kegiatan Nataru ini tentunya ada beberapa hal yang menjadi perhatian kami yang pertama berkait dengan potensi masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan, apakah itu kegiatan wisata apakah itu kegiatan mudik, baik antar provinsi atau di dalam provinsi kepergian,” jelas Kapolri di Kemenko PMK, Jumat (23/11/24).Dijelaskan Kapolri, untuk pelaksanaan ibadah Nataru itu akan dilakukan secara maksimal.“Ini juga menjadi perhatian kita semua. Tentunya rapat koordinasi saat ini adalah untuk mempersiapkan seluruh rangkaian yang akan dilaksanakan oleh masyarakat pada saat Nataru supaya bisa berjalan dengan aman, lancar, dan baik,” ujar Kapolri. Ditegaskan Kapolri, untuk mematangkan persiapan pengamanan Nataru akan ada rapat koordinasi lanjutan maupun rapat koordinasi teknis. Selanjutnya, dilakukan pengecekan dan pemantuan di lapangan “Sehingga kemudian terkait dengan kekurangan yang ada segera bisa kita perbaiki, dan kita bisa mempersiapkan pengamanan khususnya dan juga penyelenggaraan rangkaian Nataru, sehingga bisa berjalan dengan lebih baik,” ungkap Kapolri. PNO-12 23 Nov 2024, 19:34 WIT
Kapolri Pastikan Kabag Ops Polres Solok Selatan Di Pecat dan di Proses Pidana Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa dirinya memerintahkan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen. Pol. Suharyono untuk mengusut tuntas motif di balik penembakan di Polres Solok Selatan.“Yang jelas pak Kapolda sudah melaporkan, kepada saya terkait peristiwa yang terjadi dan saya minta untuk mendalami motifnya,” ujar Kapolri usai menghadiri rapat di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/24).Kapolri mengatakan, pelaku harus ditindak tegas. Sebab, kasus tersebut telah mencederai institusi kepolisian. Saat ini Polda Sumbar telah Mendapatkan Asistensi dari Bareskrim Polri. “Apalagi kalau kemudian motifnya kemudian ternyata dilakukan terhadap hal-hal yang selama ini kita anggap mencederai institusi. Saya minta siapapun, apapun pangkatnya, tindak tegas, jangan usah ragu-ragu, apapun pangkatnya, tindak tegas secara etik” ujar Kapolri."Propam sedang kita turunkan, yang jelas kalau hal-hal yang sifatnya bisa di proses dengan hal hal yang bersifat etik, ini secara umum ya, ini akan kita lakukan dan tentunya semuanya bisa berjalan baik. Namun terhadap pelanggaran yang tidak bisa di tolerir, saya minta tindak tegas," katanya. Diketahui, peristiwa itu sendiri terjadi pukul 00.15 WIB di Polres Solok Selatan. Peluru dari senjata api AKP Dadang mengenai wajah korban, yakni bagian pelipis dan pipi. AKP Ryanto lalu tewas di tempat akibat penembakan itu. Pelaku pun tengah dilakukan Pemeriksaan hingga saat ini. PNO-12 23 Nov 2024, 19:24 WIT
Rian Efruan Mengaku Saat Dianiaya Disaksikan Langsung Oleh Johanes Rettob Beserta Istri Papuanewsonline.com, Timika-  Rian Yonatan Efruan Mahasiswa yang jadi korban penganiayan di Kediaman Johanes Rettob mengaku saat dikeroyok disaksikan secara langsung oleh Johanes Rettob dan sang istri Susi Herawati pada Jumat (22/11/2024), Siang.Ia membenarkan bahwa maksud dan tujuan ke kediaman Johanes Rettob untuk menyampaikan permohonan maaf, namun setelah tiba langsung dianiaya oleh sekelompok orang yang berada di kediaman Johanes Rettob." Beliau dan Istrinya saksikan saat saya dipukul, Saya sudah laporkan ke Polres tadi pagi," ucap Rian melalui pesan singkat via WhatsApp, Sabtu (23/11/2024).Kata Rian, Laporan Polisi sesuai  Surat Tanda Penerimaan Laporan ( STPL) bernomor :LP/B/655/XI/2024/SPKT/POLRES MIMIKA/POLDA PAPUA." Tadi malam sudah Visum, hasilnya nanti diambil oleh Polisi," ungkapnya.Sementara itu Dari salinan STPL yang diterimah redaksi Media ini menyebutkan, Rian Yonatan Efruan telah melaporakan dugaan tindak pidana pengeroyokan UU Nomo 1 Tahun 1946 tentang KUHP, sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHP, yang terjadi  di Jalan Hsanudin belakang  SPBU, RT, RW, titik koordinat-4.565010,136.877425, Pasar Sentral, Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua, dimana pada hari Jumat tanggal 22 November 2024 sekira pukul 13:30 Wit Korban Rian Yonatan Efruan pergi ke TKP (Kediaman Johanes Rettob) dengan tujuan untuk meminta maaf, namun sesampainya di TKP, korban dipukul oleh lebih dari tiga orang, sehingga korban tidak terima atas kejadian tersebut dan melaporkan ke sentra Kepolisian Terpadu Polres Mimika.(Redaksi) 23 Nov 2024, 16:35 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT