logo-website
Jumat, 06 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Hukum Homepage
Polisi Lakukan Penyelidikan 2 Unit Mobil Terbakar di Waena Papunewsonline.com, Jayapura – Dua Unit Mobil terbakar akibat dilemparkan sebuah benda oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya, diantaranya yakni satu unit mobil Toyota Avanza warna Silver dan satu unit mobil Toyota Cayla, peristiwa tersebut terjadi di depan Kantor PT. Media Redaksi Jubi tepatnya di Jalan SPG Perumnas II Distrik Heram, Rabu (16/10) sekira Pukul 02.30 WIT. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si melalui Wakapolresta AKBP Deni Herdiana, S.E., S.H., M.M., M.H didampingi Kasi Humas AKP Muh. Anwar dan Kanit Tipikor Satuan Reskrim Ipda La Amin saat ditemui awak media di Mapolresta membenarkan peristiwa itu. Wakapolresta mengatakan, pihak Kepolisian dalam hal ini Polsek Heram saat menerima laporan langsung merespon dengan mendatangi lokasi kejadian kemudian mengambil langkah awal berupa Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara atau TPTKP dengan memasang garis polisi guna mengamankan status quo kemudian dilanjutkan dengan lakukan Olah TKP awal. "Pihak Kepolisian tentunya akan mendalami peristiwa ini melalui proses penyelidikan oleh anggota reskrim, terkait alat bukti dan para saksi yang melihat atau mengetahui kejadian tersebut datanya sementara masih di kompulir oleh pihak anggota di lapangan yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polresta AKP I Gde Aditya," ucap AKBP Deni. Lebih lanjut kata AKBP Deni, dari kejadian itu diketahui ada dua unit mobil yang alami kerusakan karena nyala api, rusaknya tepat pada bagian depan. Dua mobil yang terbakar di antaranya satu unit Mobil Toyota Avanza warna Silver dan satu unit Mobil Toyota Calya warna hitam, sementara mobil yang terbakar keduanya dari informasi awal merupakan kendaraan operasional milik PT. Media Redaksi Jubi. "Tentunya, merespon peristiwa ini, satuan reskrim Polresta Jayapura Kota bersama Polsek Heram langsung melakukan penyelidikan di lapangan dengan mengumpulkan alat bukti serta mencari keterangan para saksi yang melihat, mendengar atau mengetahui, selain itu proses penyelidikan juga dibackup dari tim Satgas Damai Cartenz untuk dapat memaksimalkan pengungkapan kasus ini," tegas Wakapolresta. AKBP Deni juga menambahkan, hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah benda yang memicu nyalanya api di TKP adalah Bom Molotov, Polresta Jayapura Kota akan bersinergi juga bersama pihak Bid Labfor Polda Papua untuk mengidentifikasinya. PNO-12 17 Okt 2024, 21:44 WIT
Satgas Preemtif OMPC II Papua Selatan Perkuat Keamanan Pilkada 2024 Papuanewsonline.com, Merauke – Satgas Preemtif Operasi Mantap Praja Cartenz (OMPC) II 2024 Papua Selatan melalui Subsatgas Binmas aktif melakukan serangkaian kegiatan sambang, silaturahmi, dan edukasi masyarakat di Kota Merauke. Kegiatan ini dihadiri oleh personel dari Subsatgas Binmas Ipda Samsul yang berkunjung di Jl. Pemuda tepatnya di Terminal Hilux Kota Merauke, Rabu (16/10/2024).Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajak serta mengedukasi masyarakat. Agar turut menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan Pilkada 2024. "Kami memberikan himbauan kepada masyarakat untuk taat pada aturan yang berlaku terkait Pilkada guna menciptakan suasana yang kondusif," ungkap Ipda Samsul.Sementara itu, Kasubsatgas Binmas, Iptu Halim juga menyampaikan sosialisasi terkait pentingnya menyaring informasi yg didapat guna menanggulangi penyebaran berita hoaks serta ujaran kebencian yang dapat mengganggu jalannya Pilkada.Bersama warga setempat, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi melalui Bhabinkamtibmas serta mendorong partisipasi aktif seluruh warga dalam menjaga keamanan.“Sebagai langkah preemtif, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin selama tahapan Pilkada berlangsung untuk memastikan situasi tetap aman dan damai di Prov. Papua Selatan,” tuturnya.“Dengan harapan bahwa upaya ini akan memberikan pemahaman yang mendalam kepada masyarakat sehingga Pilkada 2024 dapat berlangsung secara aman dan damai khususnya di Provinsi Papua Selatan,” imbuhnya. PNO-12 17 Okt 2024, 21:37 WIT
Satuan Reskrim Polres Asmat Amankan Pelaku Persetubuhan Anak Di Bawah Umur Papuanewsonline.com, Asmat – Satuan Reskrim Polres Asmat telah mengamankan seorang oknum guru agama diduga pelaku persetubuhan anak dibawah umur yang tak lain adalah kakak ipar korban.Kapolres Asmat AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Polres Asmat Iptu Dicky Fariz R. Alhafizh, STr.K., M.H., saat dikonfirmasi Senin (12/08/2024) menjelaskan pelaku pencabulan dan atau persetubuhan anak di bawah umur adalah kakak ipar korban inisial RYH sekaligus merupakan oknum guru agama, kejadian tersebut terjadi dari bulan November 2021 hingga bulan Mei 2024, dilaporkan pada tanggal 23 Juli 2024, dimana tempat kejadian awal di rumah pelaku di Kampung Sagare Distrik Awyu Kab. Asmat dan terakhir di rumah korban di Jl. Zegward Kampung Bis Agats Distrik Agats Kab. Asmat.Pada hari Selasa tanggal 07 Agustus 2024, sekitar pukul 17.30 WIT, dilaksanakan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana pencabulan dan atau persetubuhan anak di bawah umur, bertempat di Jalan Frans Kaisefo, Kampung Bis Agats Distrik Agats Kabupaten Asmat.Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B /17/VII/2024/SPKT/POLRES ASMAT/POLDA PAPUA, tanggal 23 Juli 2024 tentang Persetubuhan Anak Di Bawah Umur. Satuan Reskrim Polres Asmat melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.Terhadap terduga pelaku inisial RYH disangka telah melanggar Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang atau Pasal 81 Ayat (3) Undang-Undang Ri Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang, ancaman hukumannya dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu buah baju kemeja lengan pendek berwarna hitam, satu buah celana pendek berwarna hitam, satu buah BH berwarna merah maron, satu buah celana dalam berwarna coklat dan satu buah celana pendek berwarna hitam dengan merk CONSINA.“Saat ini terduga pelaku berada di Mapolres Asmat dan dilimpahkan ke Unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Polres Asmat guna penyidikan lebih lanjut.” Pungkas Kasat Reskrim. PNO-12 17 Okt 2024, 16:49 WIT
Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Narkoba Wilayah Jambi Papuanewsonline.com, Jambi - Bareskrim Polri menangkap HD yang merupakan kepala jaringan bisnis lapak narkoba jenis sabu di Jambi. Selain HD, aparat juga menangkap kaki tangannya yang masih memiliki hubungan keluarga.Penangkapan HD dilakukan pada Kamis (10/10/2024) kemarin, di sebuah rumah di wilayah Kembangan, Jakarta Barat. Sehari sebelumnya, Direktorat Tindak Narkoba Barekrim telah menangkap Didin yang merupakan orang kepercayaan dari Halen di sebuah tempat persembunyiannya di Setiabudi, Jakarta Selatan."Tidak berhenti disitu, tim gabungan juga menangkap terhadap orang-orang yang ada kaitannya dengan peredaran narkoba di wilayah Jambi yang dilakukan oleh tersangka H. Adapun jumlah orang yang yang dilakukan penangkapan di Jambi sebanyak tiga orang yakni DS, TM dan MA pada 10 Oktober," kata Wakabareskrim Irjen Asep Edi Suheri saat menggelar konferensi pers di Gedung Bareskrim, Rabu (16/10).  Asep membeberkan, dari hasil pemeriksaan DS dan TM yang merupakan saudara kandung dari HD ini menjalankan bisnis barang haram dengan mendirikan lapak atau biasa dikenal basecamp. Selain itu, mereka juga mengaku ada tujuh lapak yang berada di Jambi. "Dalam seminggu, lapak tersebut bisa menghabiskan 500 gram hingga 1 kilogram sabu yang didapat dari Medan. Keuntungan sebesar 70 persen diserahkan secara tunai oleh DS dan TK kepada adiknya H," bebernya.Irjen Asep Edi juga mengungkapkan, selain menguasai peredaran narkoba di Jambi, tersangka H, DS dan TM juga memegang kendali judi online. Pihak Ditreskrimum Polda Jambi sebelumnya sudah menangkap tersangka L yang mengoperasikan judol dari hasil bisnis narkoba milik Helen.Ia menegaskan sebagai bentuk komitmen dan konsistensi Polri dalam memberantas peredaran gelap narkoba tidak hanya menangkap seluruh jaringan yang terlibat. Namun, juga menjeratnya dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari tindak pidana asal yaitu narkoba.Seperti biasa, para sindikat narkoba ini menyamarkan uang dari hasil keuntungan narkoba dengan menggunakan nama orang lain. Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Alhasil, Bareskrim Polri berhasil menyita aset-aset milik tersangka H yang disamarkan atas nama orang lain berinisial AA.Adapun asset yang berhasil disita baik harta bergerak dan tidak bergerak yaitu, 1 unit ruko, 3 buah rumah, 4 kendaraan bermotor, 1 speedboat, 7 jam tangan mewah, perhiasan emas seberat 80 gram, rekening-rekening dengan uang sebesar Rp590 juta dan uang tunai Rp646 juta. "Total asset yang disita mencapai Rp10,8 miliar. Kami akan terus bekerjasama dengan PPAT. Diduga masih ada asset yang masih disembunyikan oleh tersangka H," tandas Asep.Asep menambahkan, seluruh tersangka selain dijerat dengan Undang-Undang Nomo 35 tahun 2009 tentang Narkotika juga dijerat dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.Untuk diketahui, pengungkapan jaringan bisnis keluarga tersangka Helen ini berawal dari kejadian viral pada 25 Juli 2023 lalu. Sekelompok emak-emak menggerebek sebuah rumah yang dijadikan lapak penyalahgunaan narkoba. Dari kejadian tersebut, tim gabungan Dittipidnarkoba bersama Ditresnarkoba dan Ditreskrimum Polda Jambi melakukan penyelidikan untuk mengetahui dalang dibalik penyalahgunaan narkoba di rumah tersebut.Usai dilakukan. Penyelidikan, pada Maret 2024 lalu, tim menangkap tersangka AA atas kepemilikan 2 gram sabu di Tanjung Jabung Barat, Jambi. Sabtu tersebut diakui didapat dari tersangka AF yang juga ditangkap di Indragiri Hilir , Riau. Dari pengakuannya mendapatkan barang haram itu dari Helen. PNO-12 17 Okt 2024, 16:05 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz-2024 Berhasil Menangkap Pimpinan KKB Paniai Papuanewsonline.com, Dogiyai – Satgas Operasi Damai Cartenz-2024 bersama Polres Dogiyai berhasil mengamankan Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Paniai, Jemmy Magai Yogi, yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat West Papua Army (WPA) Divisi II Pemka IV Paniai. Penangkapan ini terjadi di depan Kantor DPRD Kabupaten Dogiyai pada hari Rabu, 16 Oktober 2024, pukul 16.16 WIT.Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz-2024, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, saat di kofirmasi mengatakan bahwa, Jemmy Magai Yogi terlibat dalam pergeseran amunisi dari Kabupaten Nabire menuju Kabupaten Paniai yang melewati wilayah hukum Polres Dogiyai."Tim kami mendapat informasi adanya pengiriman amunisi yang diduga dibawa oleh Jemmy Magai Yogi, Panglima KASAD Divisi II Paniai. Kami kemudian melakukan pencegatan di wilayah Dogiyai dan berhasil menangkap tersangka bersama dengan sembilan orang lainnya," ujar Brigjen Pol Faizal.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol Dr. Bayu Suseno, dalam keterangannya menjelaskan bahwa penangkapan terjadi ketika sebuah mobil Hilux Double Cabin berwarna putih dengan nomor polisi PA 1646 HL melintas di depan Kantor DPRD Kabupaten Dogiyai. Saat dihentikan oleh tim gabungan Satgas Ops Damai Cartenz-2024 dan Polres Dogiyai, ditemukan sebanyak 104 butir amunisi, yang terdiri dari 56 butir kaliber 5,56 mm dan 48 butir kaliber 7,62 mm."Saat ini tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Posko Operasi Damai Cartenz-2024 di Kabupaten Dogiyai untuk dilakukan pengembangan dan proses penyelidikan lebih lanjut," ujar Kombes Pol Bayu Suseno.Kombes Pol Bayu Suseno, menambahkan bahwa Jemmy Magai Yogi memiliki riwayat kriminal, termasuk pencurian senjata api pada tahun 2015 dan terlibat dalam kontak tembak dengan TNI di Distrik Bibida, Kabupaten Paniai, pada Mei 2024. "Jemmy Magai Yogi juga merupakan adik dari Damianus Magai Yogi, Panglima KKB Tertinggi West Papua Army," tutupnya. PNO-12 17 Okt 2024, 15:54 WIT
KKP Apresiasi Polda Lampung Ungkap Penyelundupan Baby Lobster Papuanewsonline.com, Lampung – Keberhasilan Ditpolairud Polda Lampung dalam mengungkap penyelundupan benih bening lobster (BBL) atau baby lobster mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kepala Satwas PSDKP Pesawaran, Emy Rimadhani, memuji langkah cepat yang diambil aparat untuk melindungi sumber daya laut Indonesia.“Kami sangat mengapresiasi upaya Ditpolairud Polda Lampung dalam menggagalkan penyelundupan baby lobster ini. Tindakan cepat ini merupakan bukti komitmen kuat dalam menjaga kelestarian laut kita,” ujar Emy.Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini menegaskan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam melindungi ekosistem laut. "Kami di Satwas PSDKP selalu siap bekerja sama dengan Ditpolairud untuk memberantas penyelundupan yang merusak kelangsungan perikanan Indonesia,” lanjutnya.Emy juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan, agar tidak terlibat dalam perdagangan ilegal yang mengancam kelestarian laut dan perikanan nasional. "Mari kita bersama-sama menjaga ekosistem laut ini demi masa depan generasi mendatang," tutup Emy.*Pengungkapan Kasus Penyelundupan*Pengungkapan kasus ini terjadi pada Kamis, 10 Oktober 2024, di Dusun VI, Desa Bumi Kencana, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah. Dalam operasi yang dilakukan oleh Ditpolairud Polda Lampung, sebanyak 149.400 ekor baby lobster berhasil diamankan, dengan estimasi nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 37,3 miliar.Dirpolairud Polda Lampung, Kombes Pol Boby Pa’ludin Tambunan, menjelaskan bahwa operasi ini berawal dari informasi yang diterima pihaknya pada 3 Oktober 2024. Informasi tersebut mengungkap adanya rencana pengiriman baby lobster tanpa izin dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera."Kami bergerak cepat setelah menerima informasi tersebut, dan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ini. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat kami dalam memberantas perdagangan ilegal yang merusak ekosistem laut," ujar Kombes Boby. PNO-12 16 Okt 2024, 20:34 WIT
TNI-Polri Gelar Apel Siaga Amankan Pemilukada Papua Tengah Papuanewsonline.com, Nabire – Personel Operasi Mantap Praja Cartenz II 2024 Wilayah Papua Tengah bergabung dalam Apel Kesiapsiagaan dalam rangka pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Provinsi Papua Tengah 2024. Acara ini berlangsung di Bandara Lama, Kabupaten Nabire, pada Selasa (15/10), sebagai bagian dari upaya pengamanan pesta demokrasi yang akan berlangsung November mendatang.Apel tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E., dan turut dihadiri Kapolres Nabire AKBP Wahyudi Satriyo Bintoro, S.H., S.I.K., M.Si., Kasatgas Banops Operasi Mantap Praja Cartenz II Papua Tengah AKBP Herzoni Saragih, S.I.K., M.H., serta seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan unsur pemerintah daerah pun berpartisipasi dalam apel tersebut.Dalam amanatnya, Brigjen TNI Frits menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam menjaga stabilitas dan keamanan selama Pemilukada berlangsung. "Pelaksanaan Apel Gabungan Kesiapsiagaan ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam persiapan menghadapi pesta demokrasi di Papua Tengah. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, hingga masyarakat adalah kunci untuk memastikan kelancaran dan keamanan seluruh proses," tegasnya.Brigjen TNI Frits juga menyoroti tantangan khusus yang dihadapi Papua Tengah, mengingat wilayah ini memerlukan perhatian ekstra dalam menjaga ketertiban dan mencegah potensi gangguan. "Papua Tengah memerlukan pendekatan yang komprehensif. Kita tidak hanya fokus pada keamanan fisik, tetapi juga harus menciptakan suasana kondusif yang menjamin keamanan psikologis bagi masyarakat. Konflik horizontal, kampanye hitam, penyebaran hoaks, hingga potensi kerusuhan harus diantisipasi sejak dini," ujar Frits dalam pesannya.Ia juga menegaskan bahwa Pemilukada adalah momen krusial dalam demokrasi, di mana rakyat akan menentukan pemimpin daerah untuk jangka waktu 5-10 tahun ke depan. Oleh karena itu, seluruh tahapan Pemilukada harus berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. "Kita semua, baik aparat keamanan maupun masyarakat, punya tanggung jawab bersama untuk menjaga agar Pemilukada ini tidak tercoreng oleh gangguan yang bisa mencederai proses demokrasi."Brigjen Frits menutup amanatnya dengan mengingatkan pentingnya kesiapan mental, fisik, dan intelektual dalam menjalankan tugas pengamanan Pemilukada. "Tugas kita tidak hanya menjaga keamanan secara fisik, tetapi juga menjaga ketenangan sosial. Oleh sebab itu, kesiapan kita harus menyeluruh, termasuk persiapan mental dan perlengkapan dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin timbul."Dengan semangat kolaborasi dan sinergi dari semua pihak, diharapkan Pemilukada di Papua Tengah dapat berjalan aman, damai, dan sukses. PNO-12 16 Okt 2024, 12:33 WIT
Tingkatkan Keamanan Pemilu, OMPC II Wilayah Papua Tengah Gelar Patroli Skala Besar Papuanewsonline.com, Nabire – Dalam rangka menyambut pemungutan suara yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang, Operasi Mantap Praja Cartenz II-2024 akan melaksanakan patroli skala besar. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama di wilayah Kabupaten Nabire.Kasatgas Humas Operasi Mantap Praja Cartenz II-2024, AKBP Achmad Fauzan, S.Ag., menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Kantor LO Polda Papua, Provinsi Papua Tengah, pada Senin (14/10). Ia menegaskan bahwa patroli besar-besaran ini merupakan langkah preventif yang dirancang untuk meminimalisir potensi tindak kejahatan di titik-titik rawan."Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat menjalankan hak suaranya dengan tenang dan aman. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan memberikan rasa aman, sekaligus menunjukkan komitmen kami dalam menjaga keamanan selama masa pemilihan ini," ujar AKBP Achmad Fauzan.Patroli yang akan dilaksanakan tersebut bersifat preventif dan humanis, menekankan pada pendekatan yang bertujuan untuk mengurangi risiko kriminalitas tanpa meninggalkan prinsip-prinsip kemanusiaan. "Kami berfokus pada titik-titik yang kami identifikasi sebagai area rawan, dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan menjaga suasana kondusif," tambahnya.Selain itu, AKBP Fauzan juga mengimbau masyarakat untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif. "Kami berharap masyarakat dapat mendukung upaya ini dengan tetap menjaga ketertiban, melaporkan hal-hal yang mencurigakan, dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kedamaian selama masa pemungutan suara," jelasnya.Patroli skala besar ini merupakan bagian dari upaya aparat Kepolisian dalam memastikan pemilihan umum berjalan dengan lancar, serta sebagai bentuk kesiapan pihak kepolisian dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan. PNO-12 16 Okt 2024, 11:55 WIT
Wakapolda Papua Terima Audiensi dari Gerakan Nurani Bangsa Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakil Kepala Kepolisian Daerah PapuaBrigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H menerima audiensi dari organisasi Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang berlangsung di ruang kerja Wakapolda Papua, Polda Papua lama, Kota Jayapura, Senin (14/10/2024).Kegiatan tersebut dihadiri oleh Koordinator GNB, Ibu Alissa Q. Wahid, Anggota GNB, Ibu Anita Wahid, Anggota GNB, Bapak Lukman Hakim Saifuddin dan para PJU Polda Papua.Dalam diskusi yang hangat, Koordinator GNB menyampaikan tujuan Audiensi ini yaitu GNB ingin mengetahui masalah terkait penyelesaian Konflik di Papua dengan segala dinamika dan keberagamannya dari segi Kepolisian sehingga adanya masukan-masukan dari Polda Papua dapat dilaporkan kepada Presiden sebagai bahan pengambilan kebijakan.“Misi kita saat ini yaitu ingin mendapatkan gambaran terkait emansipasi lapangan terhadap pergerakan GNB, dan ingin memberikan masukan kepada Presiden terpilih terkait permasalahan Papua,” ucap Ibu Aliisa.Dikesempatan yang sama, annggota GNB menyampaikan bagaiman dengan persepsi masyarakat terhadap kehadiran Polri terutama jika nanti dibentuk Polda baru dan bagaimana tindak lanjutnya.Sementara itu, Wakapolda mengatakan Pemerintah di daerah ini hampir sebagian besar representasinya adalah TNI-Polri, pemerintah daerah jarang ada yang di tempat, sehingga awal-awal pasti resistensi masyarakat sangat tinggi.“Terkait adanya DOB, dari Polda Papua sudah menunjuk LO di masing-masing Provinsi, untuk kedepan sudah disiapkan segala kebutuhan untuk Pembentukan Polda baru, yang sudah siap salah satunya yaitu Polda Papua Tengah,” tuturnya.Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait dengan akar masalah saat ini yakni sistem peradilan adat yang belum ada, bagaimana sistem tersebut bisa dibangun berdampingan dengan sistem penegakkan hukum.“Masalah pemetaan hak ulayat, belum adanya kepastian hukum baik dari aturan tanah ulayat ataupun yang lainnya,” pungkasnya. PNO-12 16 Okt 2024, 11:48 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT