logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Hukum Homepage
TPNPB-OPM Klaim Pilot Susi Air Philips Max Marthin Dalam Kondisi Sehat Papuanewsonline.com, Jayapura-Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengklaim kondisi pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru, Philips Max Marthin, dalam keadaan baik dan sehat.Pilot Susi Air Philips Max Marthin berkebangsaan Selandia Baru ini, menjadi sandera kelompok bersenjata sejak 7 Februari 2023. "Saat ini pilot baik-baik saja (sehat), Dia (pilot) ada di Markas TPNPB sebagai teman, keluarga, dan sebagai pendukung Papua Merdeka."  Kata Jubir TPNPB/OPM, Sebby Sambom, melalui keterangan elektronik yang diterima Papuanewsonline.com, Senin, (13/2/2023)."Dia bukan sebagai musuh. Dia sebagai jaminan untuk kami minta bicara dengan pemerintah Selandia Baru," lanjut Sebby.Kata Sebby, Pilot Philips menjadi "aset" negosiasi antara TPNPB dan pemerintah Selandia Baru karena TPNPB menilai Selandia Baru, Australia, Amerika, Eropa, mendukung Indonesia selama 61 tahun untuk melatih aparat TNI dan Polri melakukan operasi di Papua.Ada dua arti penyanderaan, kata Sebby, yakni kepentingan ekonomi dan kepentingan politik, dimana Dalam perkara ini, motifnya  politik ini menjadi unsur utama penyanderaan. "Kami akan bicara (kepentingan) politik membicarakan hak kemerdekaan Papua," Terangnya.Diketahui, Pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI 9368 dibakar oleh TPNPB pimpinan Egianus Kogoya di Landasan Terbang Paro, Distrik Paro, pada Selasa, 7 Februari 2023, pagi, beberapa pecan kemarin.Pilot Susi Air dengan nomor registrasi PK BVY dengan rute Timika-Paro itu pun disandera. Philips berangkat dari Bandara Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika, membawa lima penumpang, yakni Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge, Meita Gwijangge, dan Wetina W. Pesawat tersebut seharusnya kembali menuju Bandara Mozes Kilangin pada pukul 07.45. Hingga pukul 09.15, namun naas pesawat itu tak kembali karena dibakar KKB pimpinan Egianus Kogoya, dan Pilotnya pun hingga kini masi disandera.(Redaksi)     13 Feb 2023, 22:11 WIT
Warga Ketakutan Hingga Harus Exodus, Rekam Jejak KKB Nduga Berulang Kali Bantai Warga Sipil di Nduga Papuanewsonline.com, Jayapura - Pasca Teror yang dilakukan KKB, Warga di Distrik Paro Kabupaten Nduga berbondong-bondong exodus atau keluar dari kampung halamannya.Puluhan Warga termasuk anak-anak dan warga yang sakit dievakuasi ke distrik Kenyam Ibukota Kabupaten Nduga. Warga merasa ketakutan dan mengamankan diri  setelah aksi teror KKB membakar pesawat Susi Air dan pengancaman 15 Pekerja Bangunan di Distrik Paro.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2023 Kombes Pol Donny Charles Go,S.I.K saat diwawancari awak media membenarkan hal tersebut."Banyak masyarakat yang melarikan diri meninggalkan Distrik Paro. Kemudian dari melarikan diri itu masyarakat kelelahan serta  kelaparan dalam perjalanan sehingga Kami Tim Gabungan (TNI-POLRI) Satgas Damai Cartenz harus memberikan bantuan bahan makanan disamping mengevakuasi masyarakat kita yang sudah tua, perempuan dan anak-anak menuju Distrik Kenyam," ujar Kombes Pol Donny.Lanjut, "Untuk diketahui bahwa Distrik Paro menuju Distrik yang terdekat membutuhkan waktu 4 sampai 5 hari dengan berjalan kaki. Distrik Paro Selama ini hanya bisa diakses menggunakan transportasi udara, dengan terjadinya aksi pembakaran pesawat maka akses satu-satunya adalah dengan berjalan kaki," jelas Kasatgas Humas.Selain itu Kombes Donny  menjelaskan bahwa  KKB pimpinan Egianus Kogoya ini memiliki rekam jejak tindak kriminal yang panjang sejak tahun 2017, sehingga tidak heran masyarakat memilih untuk mengamankan diri.(Redaksi) 13 Feb 2023, 18:39 WIT
Beredar Foto Pria Berkewarganegaraan Asing Kibarkan Bendera Bintang Kejora Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepolisian Daerah Papua sedang menyelidiki temuan terkait beredarnya foto seorang pria yang diduga WNA sedang mengibarkan Bendera Bintang Kejora disebuah wilayah Pegunungan Papua. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom saat dikonfirmasi mengatakan bahwa benar saat ini banyak beredar di platform media social foto seorang pria yang dikelilingi warga sedang memegang bendera Bintang Kejora. Ia menyampaikan bahwa foto tersebut viral setelah kejadian beberapa waktu lalu di Kabupaten Nduga yang hingga menyebabkan hilangnya seorang Pilot yang juga merupakan WNA dan sampai saat ini masih dalam pencarian Aparat Gabungan TNI-Polri. “Foto yang beredar tersebut kemudian dikaitkan dengan kasus yang sedang naik mengenai seorang Pilot Susi Air yang beberapa waktu lalu sempat mengalami kejadian di Kabupaten Nduga dan saat ini belum diketahui keberadaanya,” ucapnya. Ia menyampaikan bahwa foto tersebut diketahui dikutip dari sebuah video yang telah lama diupload oleh salah satu akun bernama @media_papua_of_melanesian di sebuah platform Instagram dengan memakai caption “welcome to papua”. “Dapat kami pastikan bahwa foto tersebut bukanlah seorang Pilot Susi Air yang hingga kini masih dalam pencarian aparat gabungan. Foto tersebut diambil dari sebuah video yang diupload pada bulan Februari tahun 2022 yang berarti itu merupakan video lama sebelum kejadian di Kabupaten Nduga,” ungkapnya. Saat ini pihaknya juga akan menyelidiki mengenai video itu tentang apa keterlibatan Pria Asing tersebut dan apa maksud dari pengibaran bendera bintang kejora di dalam video. “Satu hal yang dapat kami ketahui dalam video yang beredar itu juga memperlihatkan bahwa Pria yang sedang mengibarkan Bendera Bintang Kejora tampak tidak terganggu dikelilingi masyarakat yang memegang senjata laras Panjang dan tampak asik mengobrol bersama,” kata Kabid Humas. Diakhir penyampaiannya, Kombes Pol. Ignatius Benny menyebutkan bahwa pihaknya akan menelusuri video tersebut untuk mengetahui apa maksud akun @media_papua_of_melanesian mengunggah videor berdurasi 43 itu.(Redaksi) 13 Feb 2023, 15:18 WIT
Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika Apresiasi Tim Gabungan dan Tokoh-Tokoh di Nduga Papuanewsonline.com, MIMIKA – Edoardus Rahawadan selaku Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika (KPKM) mengapresiasi dan mengucap syukur dan rasa terima kasih yang mendalam Kepada Tokoh-tokoh  Agama, Tokoh Masyarakat, Pemerintah Daerah kabupaten Nduga yang telah melindungi para tukang bangunan asal Timika yang melaksanakan pekerjaan pembangunan fisik milik Pemda Nduga di Distrik Paro. Apresiasi juga untuk Tim Gabungan TNI dan POLRI yang sudah bekerja keras mengevakuasi dan memulangkan para tukang bangunan tersebut dari distrik Paro Kembali ke Mimika. Yang mana dari ke-15 tukang bangunan tersebutsSebagian besar adalah suku Kei. “Dengan adanya kejadian ini serta kondisi politik papua saat ini maka saya sebagai Ketua Pemuda Kei kabupaten Mimika menghimbau kepada masyarakat Kei di kab Mimika dan di seluruh Papua  agar yang  ingin bekerja di pedalaman Papua harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak yang terkait. Bahkan kalau boleh saya melarang agar jangan dulu ke pedalaman, Kerja saja di kota dan tempat yang aman demi kebaikan kita bersama,” ujar Edo kepada papuanewsonline.com Semua penyampaian Saudara Edo tersebut dilatarbelakangi pengalaman hidupnya sendiri ketika menjadi salah satu guru di pedalaman Nduga. “Saya sangat berterimakasih kepada orangtua saya para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Paro, Nduga. Dimana Paro adalah salah satu desa di kabupaten Nduga tempat saya merintis Pendidikan tahun 2007. Semoga Tuhan memberkati masyarakat Paro serta seluruh kabupaten Nduga. (Fauzia) 09 Feb 2023, 19:32 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT