Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Gubernur Papua Copot Direktur RSUD Dok II Jayapura Usai Lakukan Sidak
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Langkah tegas diambil Gubernur Papua, Matius Fakhiri, dalam upayanya
memperbaiki sistem kesehatan di Bumi Cenderawasih. Pada Selasa (4/11/2025),
Fakhiri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Dok II Jayapura, rumah
sakit rujukan terbesar di Papua. Hasilnya, ia langsung memberhentikan Direktur
RSUD dan seluruh jajaran manajemen rumah sakit tersebut. Keputusan mengejutkan ini menjadi
titik awal reformasi besar-besaran di sektor kesehatan Papua, yang selama ini
dianggap masih tertinggal dari sisi manajemen, pelayanan, hingga distribusi
tenaga medis. Dalam sidak yang berlangsung
selama beberapa jam, Gubernur meninjau Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat
inap, hingga ruang administrasi pelayanan pasien. Ia mendapati berbagai
persoalan mendasar, mulai dari kurangnya kebersihan, antrian pasien yang
menumpuk, hingga keluhan soal lambannya pelayanan. Dengan ekspresi tegas, Gubernur
Fakhiri menyampaikan keprihatinannya di hadapan para pegawai rumah sakit. “Kesehatan bagi saya sangat
penting. Banyak pelayanan kesehatan tidak terjangkau bukan karena tenaga medis
tidak mampu, tetapi karena manajemen rumah sakit dan dinas yang semrawut,” ujar
Fakhiri dengan nada kecewa. Ia menegaskan bahwa RSUD Dok II
Jayapura seharusnya menjadi simbol kemajuan pelayanan kesehatan di Papua, bukan
sebaliknya. “Saya pastikan hari ini seluruh
manajemen saya berhentikan. Akan ada perombakan besar-besaran. Ini bukan
sekadar inspeksi, ini adalah awal dari transformasi,” tegas Gubernur yang juga
mantan Kapolda Papua itu. Menurut Fakhiri, persoalan utama
bukan pada tenaga medis, melainkan buruknya tata kelola dan lemahnya sistem
manajemen yang berdampak langsung pada kualitas layanan pasien. Karena itu, ia
memutuskan untuk melakukan reformasi total mulai dari struktur kepemimpinan
hingga sistem administrasi rumah sakit. “Pelayanan kesehatan tidak boleh
lagi diskriminatif. Semua pasien, khususnya masyarakat Papua, harus mendapatkan
pelayanan yang manusiawi, cepat, dan profesional,” tegasnya. Fakhiri juga menegaskan bahwa
pihaknya akan menempatkan manajemen baru yang memiliki kompetensi tinggi dan
integritas kuat, agar RSUD Dok II benar-benar mampu menjadi rumah sakit rujukan
regional yang membanggakan. Dalam kesempatan tersebut,
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga medis dan perawat yang
tetap bekerja dengan penuh dedikasi meskipun menghadapi keterbatasan fasilitas
dan dukungan sistem. “Saya berterima kasih kepada para
perawat dan dokter yang tetap setia melayani masyarakat. Kalian adalah garda
terdepan dalam menjaga nyawa dan harapan rakyat Papua,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah
provinsi akan memperbaiki sistem distribusi tenaga kesehatan, terutama di
wilayah pedalaman dan pegunungan yang selama ini sulit dijangkau. Langkah Fakhiri ini mendapat
perhatian luas di kalangan masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa tindakan
berani ini adalah sinyal kuat dari komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan
disiplin dan memperbaiki kualitas pelayanan publik. Fakhiri memastikan bahwa sidak
serupa akan terus dilakukan secara mendadak di berbagai rumah sakit lain di
Papua, termasuk rumah sakit swasta dan fasilitas kesehatan tingkat kabupaten. “Reformasi kesehatan harus
dimulai dari keberanian mengambil keputusan. Saya akan turun langsung
memastikan pelayanan publik berjalan sesuai harapan rakyat,” pungkasnya. Kebijakan ini menandai babak baru
dalam sistem kesehatan Papua — sebuah gerakan reformasi yang menempatkan
pelayanan rakyat di atas kepentingan birokrasi. Penulis: Jid Editor: GF
04 Nov 2025, 23:15 WIT
Police Goes To School ke SMAN 9 Ambon, Polresta Ambon Sampaikan Pesan Kamtibmas
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Resort Kota Pulau Ambon dan Pp Lease melalui Satuan Binmas menggelar kegiatan Police Goes To School di SMA Negeri 9 Waiheru, kota Ambon, Rabu (29/10/2025).Kegiatan yang dipimpin oleh Kasat Binmas Polresta Ambon AKP. Djafar Lessy, S.E ini mengingatkan para pelajar tentang bahaya bullying atau perundungan, kekerasan seksual, dan aksi tawuran aksi tawuran.Kasat Binmas Polresta Ambon AKP. Djafar Lessy, mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan ini penting untuk meningkatkan kesadaran para pelajar akan bahaya dari dampak bullying, kekerasan seksual maupun aksi tawuran. "Kami juga menyampaikan pesan-pesan kepada para pelajar untuk dapat bersama-sama dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Djafar Lessy.Para pelajar diminta untuk tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba maupun minuman keras. Sebab hal itu akan dapat merusak masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa."Pada kesempatan itu kami juga memberikan sosialisasi terkait penerimaan anggota anggota Polri dan pembagian brosur penerimaan anggota Polri," ungkapnya.Kunjungan pihak Kepolisian dalam kegiatan Police Goes To School di SMA Negeri 9 Ambon disambut antusias oleh para pelajar maupun dewan guru. "Kegiatan ini akan terus kami lakukan di sekolah-sekolah untuk memberikan kesadaran bagi para pelajar terkait bahaya perundungan, kekerasan seksual, narkoba, miras dan mengajak untuk bersama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," pungkasnya. PNO-12
31 Okt 2025, 09:22 WIT
Personel Polairud dan Warga Waisarissa Evakuasi Korban Tenggelam
Papuanewsonline.com, Ambon - Crew Kapal Polisi (KP) XVI -2001 bersama sejumlah warga di Waisarissa, kecamatan Kairatu Barat, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), melakukan evakuasi korban tenggelam atas nama Dominggus Simaela alias Ongen, di Puskesmas terdekat di Kamal. Sayangnya, nyawa korban tak bisa tertolong. Pria 30 tahun ini meninggal dunia, Senin (27/10/2025).Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, mengatakan, kasus ini diketahui setelah mendapatkan laporan orang tenggelam dari masyarakat yang datang di Pos Polair KP-2001 pada pukul 17.15 WIT.Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, crew KP-2001 langsung bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pencarian. Setibanya di TKP, personel Polairud melihat korban telah ditemukan oleh dua orang pelajar yakni AP, 15 Tahun (saksi 1) dan dua kawannya. Tim kemudian bergegas membantu kedua saksi untuk mengevakuasi korban di tepian pantai."Saat personel Polair tiba di TKP mereka melihat korban sudah ditemukan oleh saksi 1 dan 2 kawannya. Personel kemudian membantu membawa korban ke tepi pantai," ungkapnya.Di tepian pantai, personel kemudian melakukan pertolongan pertama terhadap korban yang tak sadarkan diri. Personel memberikan tekanan atau kompresi dada (compression), membuka jalur napas (airways), dan memberi bantuan napas atau napas buatan (breathing)."Setelah korban sempat bernapas, personel segera melakukan evakuasi korban ke Puskesmas Kamal guna mendapatkan bantuan medis," jelasnya.Setibanya di Puskesmas Kamal, personel Polair beserta warga meminta pertolongan kepada petugas medis. Namun, diduga dengan keterbatasan tenaga medis dan peralatan yang dibutuhkan, korban dinyatakan meninggal dunia.Sebelum ditemukan tenggalam, saksi 1 yang kala itu sedang duduk di pantai sempat melihat korban sedang berenang. Saksi kemudian menoleh ke belakang karena ada kawannya yang baru datang menggunakan sepeda motor. Saat kembali melihat ke arah pantai korban yang sebelumnya sedang berenang sudah tidak terlihat. Saksi kemudian sempat memanggil korban dengan meneriakkan namanya "Ongen"."Karena tidak melihat korban saksi 1 dan dua kawannya langsung berenang mencari korban. Saat personel Polair datang setelah menerima laporan orang tenggelam, korban sudah ditemukan. Personel kemudian membantu membawa korban ke tepian pantai," jelasnya.Kabid Humas Polda Maluku menghimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di pantai. Ia menyarankan untuk tidak melaut apabila situasi lautan kurang bersahabat."Kalau musim ombak, kami berharap agar jangan dulu melaut. Selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG. Utamakan keselamatan saat beraktivitas di pantai," ajaknya. PNO-12
31 Okt 2025, 08:47 WIT
Sambut Hari Kesehatan Nasional, Dinkes Mimika Targetkan 10 Ribu Warga Jalani MCU Gratis!
Papuanewsonline.com, Timika — Dalam
rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, Dinas Kesehatan
Kabupaten Mimika meluncurkan program besar yang menyentuh langsung kebutuhan
masyarakat: Medical Check Up (MCU) gratis untuk 10 ribu warga.
Program ini akan dilaksanakan di tujuh Puskesmas dalam wilayah Kota Timika,
sebagai bagian dari implementasi program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG)
dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Langkah ambisius ini menjadi
salah satu wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam memperkuat pelayanan
kesehatan dasar dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan
kesehatan rutin sebagai upaya deteksi dini penyakit. Kepala Seksi Pembiayaan Dinas
Kesehatan Mimika, Farida, menjelaskan bahwa program ini menargetkan 10.000
warga Mimika untuk mendapatkan pemeriksaan gratis.
“Syaratnya cukup sederhana, hanya menunjukkan KTP Mimika. Kami ingin seluruh
masyarakat, dari usia muda hingga lanjut usia, memiliki kesadaran untuk rutin
memeriksa kesehatan,” ujarnya, Kamis (30/10/2025). Farida menekankan bahwa kegiatan
ini bukan sekadar seremonial memperingati Hari Kesehatan Nasional, tetapi juga gerakan
nyata menuju masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. “Di tahun 2024 usia harapan hidup
masyarakat Mimika baru sekitar 70 tahun. Harapan kami, dengan program MCU ini,
usia harapan hidup bisa meningkat hingga 75 tahun ke depan,” ungkapnya optimis. Program MCU gratis ini dirancang
untuk mendeteksi dini berbagai faktor risiko seperti tekanan darah tinggi,
diabetes, kolesterol, hingga gangguan fungsi hati dan ginjal. Dengan pemeriksaan rutin, masyarakat diharapkan bisa mengetahui kondisi
kesehatannya lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat sebelum penyakit
berkembang lebih jauh. “Banyak orang baru tahu dirinya
sakit setelah kondisinya parah. Padahal, kalau dicek sejak awal, banyak
penyakit bisa dicegah atau dikontrol dengan baik,” jelas Farida. Selain itu, Dinas Kesehatan
Mimika juga akan memberikan edukasi kesehatan dan konseling gizi di setiap
lokasi pelaksanaan MCU untuk membantu masyarakat memahami gaya hidup sehat yang
berkelanjutan. Tujuh Puskesmas yang ditunjuk
sebagai lokasi pelaksanaan program ini meliputi Puskesmas Timika Jaya, Pasar
Sentral, Wania, Kwamki Lama, Mapurujaya, Karang Senang, dan Puskesmas SP2-SP5.
Seluruh fasilitas tersebut telah disiapkan dengan tenaga medis, alat
pemeriksaan standar, serta ruang layanan yang nyaman agar kegiatan berjalan
lancar. Dinkes Mimika juga memastikan
bahwa hasil pemeriksaan setiap peserta akan dicatat dan ditindaklanjuti dengan monitoring
kesehatan lanjutan di Puskesmas masing-masing. “Kami tidak hanya ingin
masyarakat datang cek kesehatan, tapi juga terus melakukan pemantauan secara
berkala agar kesehatannya benar-benar terjaga,” tambah Farida. Untuk memastikan seluruh warga
mengetahui dan berpartisipasi dalam program ini, Dinas Kesehatan Mimika telah
melakukan kampanye informasi publik melalui media sosial, selebaran, dan kerja
sama lintas instansi.
“Kami sudah minta semua Puskesmas untuk menyebarkan flyer dan informasi di
setiap wilayah. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat tahu manfaat dari MCU
dan tertarik ikut,” pungkas Farida. Penulis: Jid
Editor: GF
31 Okt 2025, 03:07 WIT
Tingkatkan Kesehatan Anak Papua: SD YPPK Tiga Raja Mimika Resmi Luncurkan Program MBG
Papuanewsonline.com, Mimika — Kabar
gembira datang bagi dunia pendidikan di Papua Tengah. Sekolah Dasar (SD) YPPK
Tiga Raja di Kabupaten Mimika resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis
(MBG) pada awal pekan ini, menandai langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan
kualitas gizi dan kesehatan anak sekolah di wilayah timur Indonesia. Program ini merupakan bagian dari
agenda nasional yang digagas untuk memperkuat sumber daya manusia sejak usia
dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi seimbang. Kepala SD YPPK Tiga Raja, Bernolpus
Welerubun, menyebut bahwa inisiatif tersebut membawa dampak positif bagi para
siswa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Program MBG sangat membantu
anak-anak kami. Apalagi sekitar 50 persen siswa di sekolah ini adalah
pendatang, dan 50 persen lainnya merupakan Orang Papua Asli (OPA). Dengan
adanya makan bergizi gratis ini, mereka bisa lebih fokus belajar tanpa harus
memikirkan kebutuhan makan siang,” jelas Bernolpus. Meski disambut antusias oleh
sebagian besar siswa dan orang tua, pelaksanaan program ini tidak lepas dari
tantangan. Dari total 830 siswa, masih ada sekitar 120 anak yang belum ikut
serta. Alasannya, sejumlah orang tua mengaku khawatir akan potensi keracunan
makanan massal, seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah sebelumnya. Bernolpus memahami kekhawatiran
tersebut, namun ia memastikan bahwa pihak sekolah telah bekerja sama dengan dinas
kesehatan dan penyedia katering lokal untuk menjamin kebersihan, keamanan, dan
kualitas makanan yang disajikan. “Kami pastikan seluruh bahan
makanan diperiksa dan dimasak oleh tenaga terlatih. Setiap menu diawasi oleh
petugas gizi dari Dinas Kesehatan Mimika, agar tidak ada kasus yang merugikan
anak-anak,” tambahnya dengan tegas. Pihak sekolah kini terus
melakukan sosialisasi kepada para orang tua agar memahami pentingnya program
MBG dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak Papua. Program MBG merupakan kebijakan
prioritas nasional pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan gizi
masyarakat, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal). Selain
untuk siswa sekolah dasar, program ini juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui,
serta anak balita agar mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Melalui penyediaan menu bergizi
seperti nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan susu, pemerintah berharap mampu
menurunkan angka stunting dan anemia, sekaligus meningkatkan daya konsentrasi
dan prestasi belajar anak-anak di sekolah. “Kami tidak hanya memberi
makanan, tapi juga menanamkan kesadaran tentang pentingnya pola makan sehat
sejak dini,” ungkap salah satu petugas gizi yang turut mendampingi kegiatan. Peluncuran MBG di SD YPPK Tiga
Raja Mimika menjadi bukti bahwa sekolah kini berperan penting sebagai pusat
perubahan sosial dan kesehatan masyarakat. Dengan dukungan lintas sektor —
mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, dinas kesehatan, hingga
masyarakat — diharapkan program ini bisa berjalan berkelanjutan dan menjangkau
seluruh sekolah di Papua Tengah. Bernolpus berharap agar ke depan,
dukungan dari pemerintah daerah semakin kuat, baik dari sisi anggaran,
fasilitas dapur sekolah, maupun edukasi gizi kepada masyarakat. “Kami ingin anak-anak Papua
tumbuh menjadi generasi yang sehat, pintar, dan percaya diri. Program makan
bergizi ini adalah langkah awal menuju mimpi besar itu,” tutupnya penuh harap. Penulis: Hendrik Editor: GF
30 Okt 2025, 01:19 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Pemeriksaan Kesehatan Untuk Warga Distrik Sinak
Papuanewsonline.com, Puncak - Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan warga di wilayah pegunungan, Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan momen humanis dengan berinteraksi kepada masyarakat Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Jumat (24/10/2025).Kegiatan yang berlangsung di distrik Sinak ini dipimpin oleh Ipda dr. Shintia Novotna Katoda bersama Briptu Dedi Arianto, dan diikuti oleh sejumlah personel Satgas lainnya, antara lain Aipda Dwi Kuntoro, Briptu Refly Muhamad, Bripda Annisa Mahardika, Bharaka Bastian dan Bripda Alfesa Hafiz.Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan memberikan layanan pemeriksaan kepada masyarakat yang mengeluhkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri tubuh, kelelahan, dan gangguan kesehatan lainya. Selain pelayanan medis, personel Satgas juga membagikan makanan ringan seperti gula-gula dan kue kering kepada anak-anak dan warga sekitar, disertai obrolan santai yang menumbuhkan suasana kekeluargaan.Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada personel yang terus aktif melakukan kegiatan sosial di wilayah tugasnya. “Pendekatan humanis seperti ini sangat penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Kita ingin masyarakat merasakan bahwa negara hadir untuk melindungi dan menyejahterakan mereka,” ungkapnya.Senada dengan hal tersebut, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan dan interaksi sosial ini merupakan bagian menciptakan stabilitas keamanan berbasis kesejahteraan. “Ketika masyarakat merasa diperhatikan dan dilayani, mereka akan lebih percaya dan mendukung upaya penegakan hukum serta pemeliharaan perdamaian di Papua,” tuturnya.Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan momen humanis bersama masyarakat Sinak berjalan dengan penuh kehangatan. Masyarakat terlihat antusias dan berterima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh personel Satgas Ops Damai Cartenz di Distrik Sinak. PNO-12
28 Okt 2025, 07:38 WIT
GATF 2025: Cara Pemprov Papua Bantu Masyarakat Dapatkan Tiket Terjangkau dan Jaga Inflasi
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Garuda
Travel Fair (GATF) 2025 yang resmi dibuka di Jayapura, Jumat (24/10/2025).
Event nasional yang berlangsung selama tiga hari, hingga 26 Oktober ini,
menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat sektor pariwisata, memperluas
akses masyarakat terhadap tiket penerbangan terjangkau, dan menjaga stabilitas inflasi
di wilayah Papua menjelang akhir tahun. Kepala Biro Perekonomian Setda
Papua, Andri, mengatakan bahwa kegiatan seperti GATF memiliki nilai strategis
bagi pemerintah daerah, terutama karena dampaknya terasa langsung di
masyarakat. “Pemerintah mendukung penuh
pelaksanaan Garuda Travel Fair ini karena manfaatnya jelas dan nyata. Selain
membantu masyarakat mendapatkan tiket dengan harga terjangkau, kegiatan ini
juga berperan dalam menekan laju inflasi yang biasanya meningkat di penghujung
tahun,” ujar Andri saat menghadiri pembukaan GATF 2025 di Jayapura. Menurut Andri, antusiasme
masyarakat terhadap GATF 2025 sangat tinggi. Sejak hari pertama, stan Garuda
Indonesia di pusat acara tampak dipadati pengunjung yang ingin memanfaatkan
promo tiket untuk berbagai rute penerbangan, baik domestik maupun internasional. Ia mengungkapkan bahwa minat
masyarakat Papua terhadap kegiatan serupa meningkat setiap tahun. Berdasarkan
laporan dari pihak Garuda Indonesia, nilai transaksi pada GATF tahun sebelumnya
mencapai sekitar Rp8–9 miliar, dan diharapkan tahun ini akan melampaui capaian
tersebut. “Kegiatan seperti ini punya
multiplier effect yang luas. Selain mendorong transaksi ekonomi, juga membuka
peluang bagi masyarakat untuk bepergian dengan biaya lebih efisien, yang pada
akhirnya turut menggerakkan roda ekonomi di sektor lainnya seperti transportasi
darat, perhotelan, dan kuliner,” jelasnya. Pemerintah Provinsi Papua menilai
GATF bukan hanya sekadar ajang promosi tiket murah, tetapi juga sarana untuk
menghidupkan kembali semangat berwisata dan memperkuat konektivitas
antarwilayah di Tanah Papua. Sementara itu, General Manager
Garuda Indonesia Branch Office Jayapura, Innu Al Kautsar, menegaskan bahwa GATF
merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pihak maskapai dengan pemerintah
daerah. Menurutnya, Garuda Indonesia berkomitmen mendukung upaya pemerintah
dalam menjaga kestabilan ekonomi dan memperluas akses masyarakat terhadap
transportasi udara. “Travel fair ini bukan hanya
tentang promo tiket pesawat, tapi juga bagian dari strategi kami untuk membantu
masyarakat Papua mendapatkan harga yang lebih kompetitif. Melalui kegiatan ini,
kami berharap mobilitas masyarakat meningkat, sektor pariwisata berkembang, dan
ekonomi lokal pun semakin bergerak,” kata Innu. GATF 2025 di Jayapura juga
menghadirkan beragam penawaran menarik seperti diskon tiket hingga 80%, program
cicilan 0% dari berbagai bank mitra, serta paket perjalanan wisata domestik dan
internasional. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif
seperti games berhadiah, talkshow pariwisata, hingga sesi konsultasi perjalanan
dengan agen resmi Garuda Indonesia. Lebih dari sekadar ajang promosi,
GATF dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Dengan meningkatnya mobilitas
masyarakat, perputaran uang di daerah juga ikut meningkat. Sektor-sektor
pendukung seperti perhotelan, restoran, UMKM, dan transportasi lokal turut
merasakan manfaatnya. Andri menegaskan bahwa kegiatan
semacam ini sangat sejalan dengan kebijakan Pemprov Papua yang fokus pada
pengendalian inflasi dan percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi. “Pemerintah ingin agar kegiatan
ekonomi masyarakat terus berjalan stabil. GATF menjadi salah satu contoh
bagaimana kerja sama antara pemerintah dan swasta dapat menciptakan dampak
ekonomi positif sekaligus memberikan manfaat langsung bagi rakyat,” ucapnya. Selain itu, GATF juga menjadi
ajang penting dalam memperkenalkan potensi pariwisata Papua kepada masyarakat
luas. Dengan semakin mudahnya akses transportasi udara dan meningkatnya minat
berwisata, Papua diharapkan bisa menjadi destinasi unggulan di kawasan timur
Indonesia. Baik Pemerintah Provinsi Papua
maupun pihak Garuda Indonesia menyatakan komitmen untuk terus melanjutkan kerja
sama strategis ini di tahun-tahun berikutnya. Tujuannya bukan hanya memperluas
akses perjalanan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah. “Kami berharap kegiatan seperti
ini bisa menjadi agenda tahunan tetap di Jayapura. Dengan dukungan pemerintah
dan antusiasme masyarakat, Papua akan semakin maju dan terkoneksi dengan
wilayah lain di Indonesia,” pungkas Innu. Penulis: Jid Editor: GF
26 Okt 2025, 22:50 WIT
Ulang Tahun Penuh Makna: Horison Diana dan Diana Mall Timika Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan
Papuanewsonline.com, Timika —
Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Hotel Horison Diana
dan Diana Mall Timika memperingati hari jadinya dengan cara yang berbeda. Tidak
sekadar pesta atau perayaan meriah, dua unit usaha di bawah manajemen yang sama
ini memilih untuk berbagi kehidupan melalui kegiatan donor darah massal yang
digelar di Ballroom Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Kabupaten Mimika,
pada Sabtu (25/10/2025). Kegiatan sosial ini merupakan
bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-5 Hotel Horison Diana dan HUT ke-21 Diana
Mall, bekerja sama dengan tim medis dari RSUD Kabupaten Mimika. Ratusan peserta
dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, karyawan hotel dan mall,
hingga anggota TNI–Polri, tampak antusias mengikuti kegiatan yang sarat makna
kemanusiaan tersebut. Executive Assistant Manager Hotel
Horison Diana, Romi Susanto, mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini telah
menjadi tradisi tahunan perusahaan setiap kali memperingati hari besar. Bagi
pihak manajemen, berbagi darah berarti ikut menyelamatkan nyawa dan mempererat
rasa kemanusiaan antarwarga. “Ini sudah kali kelima kami
melaksanakan kegiatan donor darah, dan akan terus kami jadikan agenda tetap
setiap perayaan ulang tahun. Kami ingin setiap momen peringatan memiliki arti,
bukan hanya untuk internal kami, tapi juga untuk masyarakat,” ujar Romi dengan
penuh semangat. Selain donor darah, Romi
menjelaskan bahwa pihaknya juga rutin melaksanakan kegiatan Corporate Social
Responsibility (CSR) lainnya seperti kunjungan ke panti asuhan, yayasan sosial,
serta kerja bakti di lingkungan sekitar hotel dan mall. “Kami percaya bahwa perusahaan
yang besar bukan hanya yang sukses secara bisnis, tapi juga yang memberi
manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya. Sejak pagi, ratusan peserta sudah
berdatangan untuk ikut mendonorkan darah. Petugas dari RSUD Mimika dengan sigap
memeriksa tekanan darah, kadar hemoglobin, serta memastikan kondisi peserta
dalam keadaan prima sebelum proses donor dilakukan. Romi menjelaskan bahwa panitia
menargetkan lebih dari 100 kantong darah dapat terkumpul pada kegiatan kali
ini. “Tim dari RSUD Mimika telah
menyiapkan sekitar 100 kantong darah. Mudah-mudahan target tersebut bisa
tercapai hingga siang nanti,” ujarnya optimis. Seluruh hasil donor darah akan
langsung diserahkan kepada RSUD Mimika untuk kemudian disalurkan kepada
masyarakat yang membutuhkan, khususnya pasien di rumah sakit yang membutuhkan
transfusi. “Kami percayakan seluruh hasil
donor ini kepada pihak RSUD untuk pendistribusiannya. Semoga darah ini dapat
menolong banyak orang,” tambahnya. Yang menarik, kegiatan donor
darah ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan. Tidak hanya
karyawan Horison Diana dan tenant Diana Mall, tapi juga rekanan bisnis,
komunitas lokal, hingga unsur TNI dan Polri turut berpartisipasi. “Kami mengundang semua pihak, masyarakat umum, karyawan, supplier, hingga TNI–Polri untuk ikut serta.
Responsnya luar biasa positif,” kata Romi. Bagi sebagian peserta, kegiatan
ini bukan sekadar aksi sosial, tapi juga menjadi ajang kebersamaan dan
silaturahmi antara pihak hotel, tenant, dan masyarakat sekitar. Salah satu peserta, Maria Wonda,
mengaku senang bisa berkontribusi. “Saya senang sekali bisa ikut.
Setetes darah kita bisa jadi penyelamat bagi orang lain. Ini kegiatan yang
sangat bermanfaat, semoga bisa diadakan lebih sering,” tuturnya sambil
tersenyum setelah proses donor selesai. Pihak panitia juga berharap,
melalui kegiatan seperti ini, semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin
tumbuh di kalangan masyarakat Mimika. Aksi donor darah bukan hanya memberi
manfaat kesehatan bagi pendonor, tetapi juga menjadi sarana membangun solidaritas
kemanusiaan. Hotel Horison Diana dan Diana
Mall menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari kemajuan sosial
masyarakat Mimika melalui berbagai program CSR yang berkelanjutan. “Kami ingin setiap ulang tahun
bukan sekadar perayaan, tapi momentum untuk berbagi kebaikan. Semoga kegiatan
ini bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di Mimika untuk turut berbuat
hal serupa,” tutup Romi. Penulis: Bim Editor: GF
26 Okt 2025, 22:42 WIT
Setelah 7 Tahun Vakum, Puskesmas Aroanop Kembali Beroperasi
Papuanewsonline.com, Mimika —
Harapan baru muncul di tengah masyarakat pedalaman Papua. Setelah tujuh tahun
vakum, Puskesmas Aroanop akhirnya kembali beroperasi pada 23 Oktober 2025,
membawa semangat baru bagi warga yang selama ini hidup tanpa akses memadai
terhadap layanan kesehatan. Kembalinya pelayanan medis di
wilayah terpencil ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah daerah,
melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, untuk menghadirkan kembali pelayanan
publik yang layak di kawasan pegunungan Tembagapura. Perjalanan tim medis menuju
Aroanop tidak mudah. Untuk mencapai distrik yang hanya dapat diakses melalui
jalur udara ini, tim Puskesmas Aroanop bersama perwakilan Dinas Kesehatan
Kabupaten Mimika harus menempuh perjalanan menggunakan helikopter, membawa
perlengkapan medis, obat-obatan, dan logistik pelayanan dasar. Tim yang terdiri dari Kepala
Puskesmas Aroanop, Ibu Fransiska Tekege, bersama tenaga medis Dessy, Suster
Diana, dan Paman Arinus, tiba dengan selamat di Aroanop untuk memulai kembali
operasional puskesmas yang telah lama tidak aktif akibat berbagai kendala
keamanan dan akses transportasi. “Pelayanan kesehatan ini
merupakan hasil kerja keras tim Puskesmas Aroanop dan Dinas Kesehatan untuk
mengembalikan akses pelayanan kesehatan di Aroanop,” ujar Fransiska Tekege,
Kepala Puskesmas Aroanop, di sela kegiatan pelayanan perdana. Kehadiran kembali Puskesmas
Aroanop disambut hangat oleh masyarakat. Selama bertahun-tahun, warga harus
menempuh perjalanan panjang dan berisiko ke kota Tembagapura hanya untuk
mendapatkan layanan kesehatan dasar. Kini, mereka dapat mengakses pengobatan langsung
di kampung sendiri. Pelayanan yang diberikan meliputi
pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan penyakit menular, imunisasi, serta
konsultasi ibu dan anak. “Kami sangat bersyukur. Sudah
lama kami tidak punya tempat berobat di sini. Sekarang Puskesmas sudah buka
lagi, kami tidak perlu ke kota,” ujar salah satu warga Aroanop dengan penuh
haru. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Mimika menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi tenaga medis yang bersedia
bertugas di wilayah sulit dijangkau seperti Aroanop. Menurutnya, pembukaan
kembali puskesmas ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk
memastikan pelayanan kesehatan menjangkau seluruh pelosok daerah tanpa
terkecuali. “Kami berkomitmen menghadirkan
layanan kesehatan hingga ke kampung-kampung. Tidak boleh ada warga Mimika yang
tertinggal dari sisi pelayanan kesehatan,” ungkapnya. Selain menghidupkan kembali
pelayanan di Puskesmas Aroanop, Dinas Kesehatan juga berencana menambah tenaga
medis dan fasilitas penunjang, termasuk alat pemeriksaan laboratorium sederhana
serta ruang rawat darurat agar pelayanan bisa lebih optimal. Dengan beroperasinya kembali
Puskesmas Aroanop, pemerintah berharap masyarakat dapat kembali memperoleh hak
dasar mereka atas kesehatan, sekaligus menumbuhkan kesadaran hidup sehat di
lingkungan pegunungan. Fransiska Tekege menegaskan bahwa
meski tantangan besar masih ada, tim medis berkomitmen untuk tetap memberikan
pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Kami datang bukan hanya untuk
membuka pelayanan sementara, tetapi memastikan masyarakat Aroanop benar-benar
merasakan manfaatnya. Ini adalah langkah awal menuju pelayanan kesehatan yang
berkelanjutan,” ujarnya penuh semangat. Pembukaan kembali Puskesmas
Aroanop menjadi bukti nyata bahwa semangat pelayanan publik tidak mengenal
batas geografis. Di tengah medan berat dan keterbatasan akses, para tenaga
kesehatan tetap hadir membawa harapan baru bagi masyarakat. Masyarakat berharap agar
keberlanjutan pelayanan ini terus dijaga dan mendapat dukungan penuh dari
pemerintah, agar tidak lagi mengalami masa vakum seperti sebelumnya. Penulis: Hendrik Editor: GF
25 Okt 2025, 15:13 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru