logo-website
Sabtu, 07 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
BMKG: Gelombang Perairan Mimika Capai 2,5 Sampai 4 Meter, Nelayan Diminta Waspada Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika melaporkan bahwa kondisi gelombang laut di perairan Mimika dan Laut Arafura dalam beberapa hari terakhir berada pada kategori tinggi dan perlu diwaspadai.Forecaster BMKG Mozes Kilangin Timika, Fitria Nur Fadlilah, menyampaikan bahwa tinggi gelombang di wilayah tersebut mencapai kisaran 2,5 hingga 4 meter. Kondisi ini meliputi hampir seluruh wilayah Laut Arafura, baik bagian barat, tengah, maupun timur.Tingginya gelombang laut tersebut dipicu oleh angin kencang yang melintas di wilayah Mimika dan sepanjang perairan Laut Arafura. Fenomena ini berkaitan dengan adanya pusat tekanan rendah di sebelah tenggara perairan Papua atau kawasan Pasifik.Pusat tekanan rendah tersebut menarik massa udara dari wilayah dengan tekanan lebih tinggi, sehingga menyebabkan pergerakan angin yang semakin kuat. Semakin besar perbedaan tekanan udara antar wilayah, maka kecepatan angin akan meningkat dan berdampak langsung pada ketinggian gelombang laut.Kondisi cuaca ini juga diperparah oleh masih kuatnya angin baratan yang dipengaruhi oleh sistem tekanan rendah di wilayah selatan Papua, termasuk Mimika. Situasi tersebut lazim terjadi pada periode Desember hingga Januari dan masih berlangsung hingga saat ini.Dalam pengamatan BMKG, kecepatan angin pada siang hari tercatat mencapai 20 knot. Bahkan pada beberapa waktu sebelumnya, khususnya pada malam hari, kecepatan angin sempat menyentuh 35 knot dan masih berpotensi berada pada kisaran 20 hingga 30 knot ke depan.BMKG mengingatkan seluruh nelayan dan pelaku aktivitas laut agar lebih waspada terhadap kondisi perairan saat ini. Setiap peringatan yang dikeluarkan merupakan hasil analisis data dan prakiraan cuaca yang telah diperhitungkan secara matang.Pihak BMKG juga menegaskan bahwa informasi cuaca dan gelombang laut menjadi dasar bagi Syahbandar dalam mengeluarkan peringatan resmi kepada nelayan dan pengguna transportasi laut.Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi peringatan yang berlaku, diharapkan seluruh aktivitas di perairan Mimika dan sekitarnya dapat berlangsung dengan aman serta terhindar dari risiko kecelakaan akibat gelombang tinggi.Penulis: JidEditor: GF 20 Jan 2026, 21:17 WIT
Korban Tenggelamnya KM Putra Siantan di Timika Ditemukan Selamat Setelah Pencarian Intensif Papuanewsonline.com, Mimika – Satu korban dari insiden tenggelamnya KM Putra Siantan di perairan Timika akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah dilakukan upaya pencarian oleh tim SAR gabungan, Selasa (20/1/2026).Korban diketahui bernama Suriadi dan pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat yang sedang menebar jaring ikan di sekitar lokasi kejadian pada pukul 04.00 WIT. Setelah ditemukan, korban kemudian diserahkan kepada petugas Pol Airud Polres Mimika yang berjaga di Pos Muara Naja pada pukul 09.41 WIT.Sebelumnya, KM Putra Siantan dilaporkan berangkat dari Dobo menuju Timika pada Senin malam (19/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIT dengan membawa 13 orang penumpang sebelum akhirnya tenggelam di perairan Timika.Setelah menerima laporan kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Timika melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR segera mengerahkan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang.Tim SAR gabungan terdiri dari personel Rescue SAR Timika, TNI Angkatan Laut, serta Pol Airud Polres Mimika. Dalam operasi pencarian, tim menggunakan kapal RB 217 Timika untuk menyisir perairan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.Usai ditemukan, korban dievakuasi oleh tim SAR gabungan menggunakan RB 217 Timika menuju Dermaga Basarnas Timika. Setibanya di darat, korban langsung diserahkan kepada petugas medis dari layanan 119 untuk mendapatkan penanganan kesehatan lebih lanjut.Dengan ditemukannya korban dalam kondisi selamat, operasi SAR terhadap peristiwa tenggelamnya KM Putra Siantan di perairan Timika selanjutnya diusulkan untuk ditutup. Seluruh potensi SAR yang terlibat akan dikembalikan ke kesatuan masing-masing.Pihak SAR juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, sekaligus mengimbau para pelaut agar selalu mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan sebelum melakukan perjalanan laut. Penulis: JidEditor: GF 20 Jan 2026, 21:04 WIT
Brimob Polda Sumut Beri Edukasi dan Trauma Healing untuk Anak TK Terdampak Bencana di Batang Toru Papuanewsonline.com, Tapanuli Selatan – Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara Batalyon C melaksanakan kegiatan edukasi dan trauma healing kepada anak-anak TK ABA Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini ditujukan bagi anak-anak yang terdampak bencana alam di wilayah tersebut.Kegiatan trauma healing dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri dalam memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak agar mereka dapat kembali ceria, mengurangi rasa takut, serta memulihkan semangat belajar pascabencana.Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob Polda Sumut mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas positif, seperti permainan edukatif, bernyanyi bersama, serta interaksi yang menyenangkan. Selain itu, diberikan pula edukasi dasar mengenai langkah-langkah sederhana menyelamatkan diri saat terjadi bencana banjir.Kabagpenum Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam pemulihan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.“Trauma healing yang dilakukan oleh personel Brimob Polda Sumut ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap anak-anak korban bencana. Kami ingin mereka kembali merasa aman, tenang, dan dapat menjalani aktivitas belajar seperti sediakala,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.Menurutnya, pemulihan psikologis anak-anak pascabencana menjadi hal yang sangat penting agar mereka tidak terus dibayangi rasa takut dan cemas.“Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terdampak secara psikologis saat bencana terjadi. Oleh karena itu, Polri hadir memberikan pendampingan agar mereka bisa kembali ceria, berani, dan memiliki semangat untuk bersekolah,” tambahnya.Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun orang tua murid. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang digelar oleh personel Brimob.Melalui program edukasi dan trauma healing ini, diharapkan anak-anak terdampak bencana di Kecamatan Batang Toru dapat pulih secara mental dan emosional, merasa lebih aman, serta kembali menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat dan keceriaan.Polri menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk memberikan dukungan kemanusiaan dan pemulihan pascabencana. PNO-12 20 Jan 2026, 16:02 WIT
Tim DVI Polri Lakukan Tahap Awal Identifikasi 10 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Papuanewsonline.com, Makassar – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menggelar Konferensi Pers terkait perkembangan penanganan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Biddokkes Polda Sulsel pada Senin (19/1/2026).Konferensi Pers tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., didampingi Kabiddokkes Polda Sulsel, perwakilan Pusdokkes Polri selaku Kabid DVI, serta perwakilan Bareskrim Polri melalui Kabiddaktikkrim Pusident.Dalam keterangannya, Kombes Pol Didik Supranoto menyampaikan bahwa Polda Sulsel telah mengerahkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk melakukan proses identifikasi terhadap para korban kecelakaan pesawat tersebut.“Sejak awal kejadian, Polda Sulsel telah mengerahkan Tim DVI untuk menangani proses identifikasi korban. Tim ini diperkuat oleh Tim DVI dari Pusdokkes Polri serta dukungan dari Tim Pusident Bareskrim Polri,” ujar Kombes Pol Didik.Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih fokus pada proses pengumpulan data antemortem dari keluarga korban sebagai tahapan awal identifikasi.“Sampai dengan saat ini, kami telah melaksanakan pengumpulan data awal atau antemortem terhadap keluarga korban. Sebanyak delapan keluarga korban telah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan data,” jelasnya.Menurut Kabid Humas, pengumpulan data antemortem meliputi berbagai aspek penting, seperti data DNA, data medis, serta data administrasi milik korban.Sementara itu, dua keluarga korban lainnya masih dalam proses pengumpulan data.Berdasarkan data manifes yang diperoleh dari pihak maskapai penerbangan serta keterangan resmi dari Kementerian Perhubungan Udara, total korban dalam insiden tersebut berjumlah 10 orang, yang terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.“Setelah seluruh data antemortem terkumpul, Tim DVI akan melanjutkan ke tahapan postmortem. Proses ini dilakukan setelah adanya penyerahan korban atau temuan lainnya dari tim pencarian yang dipimpin oleh Basarnas,” lanjutnya.Ia menambahkan bahwa proses identifikasi korban dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan postmortem secara teliti dan profesional.“Data antemortem dan postmortem nantinya akan dicocokkan untuk memastikan identitas korban. Setelah proses pencocokan selesai, barulah dapat disimpulkan kesesuaian antara korban yang ditemukan dengan data manifes yang disampaikan oleh pihak maskapai maupun Kementerian Perhubungan Udara,” terang Kombes Pol Didik.Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses identifikasi dilakukan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.“Kami pastikan seluruh proses identifikasi dilakukan secara profesional, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum maupun keilmuan,” tegasnya.Ia juga menyampaikan bahwa hasil identifikasi nantinya akan sangat penting bagi keluarga korban untuk kepentingan administrasi dan keperluan lainnya.“Hasil identifikasi ini dapat dimanfaatkan oleh pihak keluarga korban untuk kepentingan lanjutan, seperti pengurusan asuransi maupun administrasi lainnya,” tutup Kabid Humas Polda Sulsel.Hingga saat ini, proses pencarian dan identifikasi korban masih terus berlangsung. Polda Sulsel bersama instansi terkait berkomitmen untuk bekerja maksimal guna memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dengan baik dan diserahkan kepada keluarga masing-masing. PNO-12 20 Jan 2026, 15:55 WIT
Polda Sulsel Maksimalkan Pencarian Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros–Pangkep Papuanewsonline.com, Makassar - Polda Sulawesi Selatan bergerak cepat memaksimalkan upaya pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita.Informasi awal hilangnya kontak pesawat dengan nomor registrasi PK-THT diterima dari General Manager AirNav Makassar. Berdasarkan data awal, pesawat diperkirakan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.Menindaklanjuti laporan tersebut, Polda Sulsel langsung mengerahkan personel Polres Maros dan personel Polres Pangkep yang diperkuat unsur TNI, Basarnas, BPBD, Brimob Polda Sulsel, Dit Samapta Polda Sulsel, Paskhas TNI AU, serta berbagai potensi SAR lainnya untuk melakukan pencarian di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir kontak pesawat.Polda Sulsel juga mengerahkan personel SAR dari satuan Brimob dan Samapta guna memperkuat tim gabungan di lapangan. Berdasarkan manifest terbaru dari pihak maskapai, pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang. Perubahan manifest terjadi akibat pergantian kru sebelum keberangkatan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.Hingga Sabtu malam, objek pesawat belum ditemukan. Proses pencarian terkendala cuaca berkabut, hujan gerimis, serta kondisi medan pegunungan yang terjal. Atas pertimbangan keselamatan personel, pencarian sementara dihentikan dan dilanjutkan kembali pada Minggu (18/1/2026) pagi.Sebagai langkah penguatan koordinasi, Posko Induk gabungan Basarnas dan TNI–Polri dipindahkan ke Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, serta didirikan posko pendukung di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Pencarian difokuskan pada dua jalur utama, yakni wilayah Balocci, Pangkep dan Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Maros.Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Basarnas, TNI, dan seluruh unsur terkait untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan secara terpadu.“Kami telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk pembentukan posko dan penguatan personel di lapangan, guna mendukung operasi pencarian,” ujar Kapolda saat konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).Kapolda juga menambahkan, RS Bhayangkara Makassar telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk pelaksanaan pemeriksaan antemortem. Rumah sakit tersebut didukung oleh tim DVI Mabes Polri, dengan personel khusus yang telah disiapkan.Polda Sulsel memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan mengerahkan kemampuan terbaik untuk memaksimalkan proses pencarian, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi medan di lokasi pencarian. PNO-12 20 Jan 2026, 13:51 WIT
BMKG: Angin Kencang di Mimika Akan Terus Berlanjut Selama Satu Minggu Kedepan Papuanewsoline.com, Mimika – Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) beberapa hari terakhir diperkirakan masih akan berlangsung. Forecaster BMKG Timika, Marsa Reza, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis data terkini tentang pusat tekanan rendah, cuaca ekstrem ini diprediksi tetap bertahan sebelum akhirnya mulai melemah dan menghilang. "Angin kencang ini diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari kedepan, bahkan diperkirakan bertahan selama satu minggu penuh," ungkapnya saat dihubungi. (18/1/26)  Sebelumnya, pada Selasa kemarin, fenomena angin kencang mendadak telah melanda sejumlah distrik di Mimika, Provinsi Papua Tengah. Menurut pihak BMKG, kondisi ekstrem ini dipengaruhi oleh adanya bibit siklon 91W di utara Papua yang berinteraksi dengan angin baratan yang aktif. Bahkan, pihak BMKG sudah sebelumnya mengeluarkan peringatan dini cuaca pada tanggal 13 Januari 2026 pukul 22.58 WIT, terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang mulai pukul 23.00 WIT.Wilayah yang menjadi target peringatan meliputi Distrik Mimika Baru, Kwamki Narama, Iwaka, Kuala Kencana, Mimika Timur, Mimika Tengah, Mimika Barat, Amar, serta sekitarnya. Kondisi ini bahkan berpotensi meluas ke Distrik Kuala Kencana, Mimika Timur Jauh, Tembagapura, dan wilayah sekitarnya. Dampak nyata dari angin kencang telah terasa di beberapa lokasi, salah satunya di Jalan Kartini di mana pohon tumbang menimpa tiga petak indekos, serta kerusakan rumah terjadi di beberapa titik di Mimika.Marsa Reza mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak."Kita mohon kepada masyarakat untuk menjauhkan diri dari pohon besar, tiang listrik, atau objek lain yang berpotensi tumbang akibat angin kencang, agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan," pesannya. Penulis: JidEditor: GF 18 Jan 2026, 23:10 WIT
Rumah di Dekat Kampus Politeknik Amamapare Timika Terbakar, BPBD Berhasil Kendalikan Api Papuanewsoline.com, Mimika – Kejadian kebakaran melanda sebuah rumah kosong di Jalan C Heatubun, tepatnya di lorong masuk Kampus 1 Politeknik Amamapare, Minggu sekitar pukul 17.39 WIT. Kepulan asap tebal yang disertai nyala api menjulang dari lantai dua bangunan tersebut membuat warga sekitar terpana dan berhamburan ke jalan raya sambil meminta bantuan darurat. Menurut keterangan warga setempat, bangunan yang terbakar telah lama tidak ditempati oleh pemiliknya.Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, “Rumah ini sudah hampir sepuluh tahun kosong. Pemiliknya sekarang tinggal di lorong belakang lokasi kejadian.” Ia juga menambahkan bahwa rumah tersebut tidak memiliki sambungan listrik aktif, sehingga penyebab pasti kebakaran hingga kini masih menjadi misteri. Api pertama kali muncul dari bagian lantai dua yang berbahan konstruksi papan, kemudian menyebabkan sebagian struktur runtuh dan jatuh ke lantai satu. Beruntung, respon cepat dari warga yang segera menghubungi pihak berwenang membuat tim pemadam kebakaran dapat tiba di lokasi dengan segera. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika, Agustina Rehaded, mengkonfirmasi bahwa pihaknya mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani situasi. “Puji Tuhan, api berhasil dikendalikan dalam waktu singkat dan tidak berpeluang merambat ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi kejadian,” ungkapnya.Penulis: JidEditor: GF 18 Jan 2026, 22:54 WIT
Bupati Boven Digoel Jalin Kerja Sama dengan Uncen untuk Datangkan Dokter Papuanewsonline.com, Jayapura - Bupati Boven Digoel, Roni Omba, melakukan kunjungan ke Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk menjalin kerja sama dalam mendatangkan tenaga dokter ke daerahnya. Kunjungan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Boven Digoel.Dalam pertemuan dengan Rektor Uncen, Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, Bupati Roni Omba menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dan berharap Uncen dapat membantu pemerintah daerah dalam menghadirkan dokter-dokter yang akan bertugas di Boven Digoel."Kami berharap rencana Pemda untuk membawa pulang dokter-dokter ini dapat didukung penuh oleh pihak kampus demi meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," kata Bupati Roni Omba.Rektor Uncen, Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, menyambut baik niat baik Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Uncen untuk bekerja sama dalam menyediakan sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan."Proses seleksi dokter akan dilakukan secara ketat dan tanpa menurunkan standar, mengingat profesi dokter berhubungan langsung dengan keselamatan dan nyawa manusia," kata Rektor Uncen.Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Boven Digoel. Bupati Roni Omba juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Jayapura dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia tenaga medis.Penulis: HendrikEditor: GF 16 Jan 2026, 18:51 WIT
Dinkes Papua Tengah Imbau Waspada Super Flu, Publik Diminta Terapkan PHBS Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.7/006.01/DKP2KB terkait kewaspadaan dini terhadap potensi penyebaran penyakit Super Flu. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap penyakit menular saluran pernapasan akut yang memiliki tingkat penularan tinggi.Penyakit Super Flu dinilai berpotensi menimbulkan dampak luas bagi kesehatan masyarakat apabila tidak diantisipasi sejak dini. Oleh karena itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor, khususnya pada layanan kesehatan dan masyarakat umum di wilayah Papua Tengah.Pelaksana Tugas Kepala Dinas DKP2KB Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, menjelaskan bahwa surat edaran tersebut berfungsi sebagai imbauan sekaligus pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan kesehatan. Fokus utamanya adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan, mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta memperkuat kesiapan fasilitas layanan kesehatan.Masyarakat diminta untuk aktif mengikuti perkembangan informasi resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, maupun Dinas Kesehatan kabupaten dan kota. Penyebaran informasi yang akurat dinilai penting untuk mencegah kepanikan sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif.Upaya pencegahan yang ditekankan meliputi menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menggunakan masker saat mengalami gejala gangguan pernapasan, serta menghindari kontak dekat dengan individu yang menunjukkan tanda-tanda demam, batuk, atau sesak napas.Bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah yang berpotensi terjadi penularan, pemerintah mengimbau agar selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan setempat. Kedisiplinan dalam menerapkan anjuran kesehatan dinilai menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan.Apabila mengalami gejala yang mengarah pada Super Flu, masyarakat diminta segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat. Langkah isolasi mandiri sementara dan pelaporan kondisi kesehatan ke Puskesmas, rumah sakit, atau Dinas Kesehatan setempat juga sangat dianjurkan.Di sisi lain, fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Papua Tengah diminta meningkatkan kesiapsiagaan melalui deteksi dini, surveilans aktif, serta pelaporan kasus suspek secara berjenjang. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat respons penanganan dan melindungi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.  Penulis: JidEditor: GF 15 Jan 2026, 17:25 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT