logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Dinkes Mimika Targetkan 2 Juta Tes Malaria Tahun 2026, Angkakasus Tercatat Turun Signifikan Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus menunjukkan komitmen yang kuat dalam upaya eliminasi penyakit malaria, dengan menetapkan target pelaksanaan sebanyak dua juta tes malaria bagi seluruh warga di wilayahnya pada tahun 2026.Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Rizal Ubra, menyampaikan bahwa penanganan malaria tetap menjadi prioritas utama dalam program kesehatan daerah tahun ini, seiring dengan tren positif penurunan kasus yang tercatat pada tahun sebelumnya."Target kami untuk tahun 2026 adalah mencapai dua juta tes malaria. Pada tahun 2025, kasus malaria di Mimika mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dari satu juta tes yang dilakukan, rata-rata kasus positif hanya mencapai 15 persen, turun drastis dibandingkan tahun 2024 yang mencapai angka 22 persen," jelas Reynold saat memberikan keterangan di Timika. Menurutnya, penurunan angka kasus tersebut menjadi bukti nyata bahwa upaya eliminasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika telah memberikan dampak yang positif dan berarti bagi masyarakat.Selain menggencarkan kegiatan pemeriksaan atau testing, Dinkes Mimika juga fokus pada pengendalian vektor malaria sebagai bagian dari strategi utama penanganan. Upaya ini meliputi pembersihan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi sarang perindukan nyamuk secara efektif. Dalam pelaksanaannya, pihaknya aktif melibatkan partisipasi masyarakat untuk menekan populasi nyamuk penyebar malaria secara berkelanjutan. "Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, kami meningkatkan peran dan fungsi Puskesmas Pembantu (Pustu) serta bekerja sama erat dengan kader kesehatan di tingkat kampung untuk bersama-sama mengendalikan penyebaran vektor penyakit," tambahnya.Tak hanya memperkuat sisi deteksi dan pencegahan, Dinkes Mimika juga memastikan ketersediaan logistik pengobatan malaria yang memadai. Obat-obatan akan didistribusikan secara merata ke seluruh fasilitas kesehatan di Mimika, baik yang dikelola pemerintah maupun sektor swasta."Tujuan utama dari langkah ini adalah agar seluruh masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan deteksi dini serta mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan standar medis yang berlaku," pungkas Reynold.  Penulis: Jid Editor: GF 27 Feb 2026, 09:55 WIT
Ibu Pencari Karaka Diterkam Buaya di Sungai Agimuga, Tim Sar Gabungan Laksanakan Pencarian Papuanewsonline.com, Timika – Seorang ibu pencari karaka (kepiting bakau) bernama Meriamewa (46 tahun) dilaporkan mengalami kejadian tragis setelah diterkam buaya di Sungai Agimuga, Kabupaten Mimika, pada hari Kamis (25/2/26) sekitar pukul 12.00 WIT. Kejadian tersebut membuat warga sekitar dan pihak berwenang segera bergerak melakukan upaya pencarian guna menemukan korban.Saksi mata bernama Julian melaporkan insiden ini kepada petugas pengawal Kantor SAR Timika. Menurut keterangannya, korban bersama anaknya sedang membersihkan hasil tangkapan berupa karaka dan kerang di tepian sungai ketika secara tiba-tiba diserang buaya dan diseret menjauh ke kedalaman air. Anak korban yang menyaksikan kejadian tersebut langsung berteriak meminta bantuan dan melaporkan peristiwa ini kepada masyarakat sekitar.Keluarga korban dan warga setempat segera melakukan upaya pencarian mandiri, namun hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan.Setelah menerima laporan resmi terkait kejadian ini, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y. Batlajery segera mengerahkan tim SAR gabungan untuk mendukung upaya pencarian. Tim yang terdiri dari personel rescuer SAR Timika, anggota Polisi Udara dan Angkatan Laut (Pol Airud), serta sukarelawan masyarakat setempat berangkat menuju lokasi kejadian menggunakan dua jenis perahu, yaitu perahu RBB berkapasitas 600 PK milik Basarnas dan perahu karet berkapasitas 30 PK.Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan penyelidikan mendalam dan menggelar operasi pencarian di seluruh area sekitar titik kejadian.Hingga berita ini diterbitkan, upaya pencarian masih terus dilakukan dengan penuh semangat oleh seluruh anggota tim.Pihak berwenang mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan ketika berada di sekitar sungai yang menjadi habitat alami buaya, terutama pada jam-jam tertentu yang memiliki potensi risiko lebih tinggi.  Penulis: Jid Editor: GF 26 Feb 2026, 19:53 WIT
95 Persen Kasus Malaria Nasional dari Papua, Kemenkes Dorong Skrining Melalui CKG Papuanewsonline.com, Papua – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan bahwa skrining malaria di Tanah Papua mengalami peningkatan drastis sebesar 337 persen selama empat tahun terakhir. Jumlah pemeriksaan meningkat dari 983 ribu kali pada 2021 menjadi 4,3 juta kali pada 2025.Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyampaikan bahwa peningkatan ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam sistem deteksi penyakit. "Kita semakin mampu menemukan kasus-kasus yang sebelumnya tidak teridentifikasi, sehingga dapat segera diberikan penanganan yang tepat," ujarnya. (26/2/26) Dari hasil pemeriksaan tersebut, penemuan kasus juga naik 136 persen, dari sekitar 282 ribu kasus pada 2021 menjadi 667 ribu kasus pada 2025. Namun, Aji menjelaskan bahwa peningkatan kasus tidak selalu berarti penularan semakin tinggi, melainkan karena cakupan pemeriksaan atau Annual Blood Examination Rate (ABER) meningkat pesat dari 22 persen menjadi 74 persen. "Positivity rate justru menurun dari sekitar 29 persen menjadi 16 persen, yang menunjukkan bahwa upaya kita untuk mengendalikan penyebaran sudah mulai memberikan hasil," jelasnya.Terkait tren kasus, pada 2025 tercatat 699.992 kasus dengan 124 kematian, sedangkan per 23 Februari 2026 ditemukan 53.246 kasus dengan 20 kematian. Secara nasional, sekitar 80 persen kabupaten dan kota telah mencapai eliminasi malaria, namun di Tanah Papua baru 3 dari 42 kabupaten yang berhasil melakukannya. Sebesar 95 persen kasus malaria nasional terkonsentrasi di Papua, menjadikannya episentrum perjuangan eliminasi penyakit ini. "Kita harus fokus memperkuat diagnosis cepat, pengobatan tepat, dan pengendalian vektor untuk terus menekan angka kasus," tambah Aji.Pada tahun ini, skrining malaria akan diintegrasikan ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara bertahap di daerah endemis tinggi, dengan fokus awal pada anak usia sekolah. Pemerintah juga memastikan bahwa obat malaria yang digunakan masih efektif, berdasarkan studi efikasi tahun 2024–2025 bersama WHO dan mitra yang menunjukkan obat utama DHP serta alternatif ASPY dan AL masih bekerja dengan baik. "Indonesia memiliki komitmen kuat untuk mencapai eliminasi malaria pada 2030. Semoga dengan berbagai upaya yang dilakukan, kita bisa segera mewujudkan target tersebut," pungkas Aji. Penulis: Jid Editor: GF 26 Feb 2026, 13:44 WIT
Dinkes Mimika Gencar Kendalikan Malaria Dan Tbc, Sediakan 2 Juta Tes Malaria Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus menggencarkan upaya pengendalian dua penyakit menular utama, yaitu Malaria dan Tuberkulosis (TBC). Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, Menurutnya, kedua penyakit tersebut menjadi prioritas utama dalam program kesehatan daerah karena masih memiliki dampak signifikan bagi masyarakat.Dalam upaya menurunkan angka kejadian Malaria, Reynold menekankan pentingnya pengendalian faktor lingkungan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk penular. Pihaknya tidak hanya bekerja secara mandiri, tetapi juga aktif melibatkan masyarakat dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk. "Kami meningkatkan peran Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan masyarakat serta kader kesehatan. Upaya ini meliputi pengadaan sebanyak 2 juta tes malaria untuk mendukung deteksi dini," jelas Reynold Ubra.Sementara itu, Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu indikator kunci pembangunan kesehatan di Kabupaten Mimika yang masih menghadapi tantangan berat. Tantangan utama bukan hanya mencapai target yang ditetapkan, tetapi jumlah kasus yang ditemukan jauh lebih banyak dari perkiraan awal."Untuk deteksi TBC, kami menyediakan anggaran tiga kali lipat dari perkiraan, sekitar Rp50.000 per tes. Dari target awal deteksi 15.000 suspek, kami justru menemukan 2.000 kasus positif. Meskipun menjadi beban, hal ini harus kita tangani dengan serius," ungkapnya. Data menunjukkan bahwa setiap tahunnya terdapat 10.000 hingga 15.000 suspek TBC yang diperiksa, dengan angka kasus positif yang selalu berada di atas perkiraan.Meskipun angka penemuan kasus tinggi, prevalensi TBC di Mimika jika dibandingkan dengan rata-rata nasional tergolong lebih rendah, dengan angka 700 kasus per 100.000 penduduk atau sekitar tiga kali lebih rendah dari angka nasional. "Target kami adalah meningkatkan deteksi kasus TBC sekaligus memastikan keberhasilan pengobatan," tegasnya, menambahkan bahwa capaian keberhasilan pengobatan di Mimika tahun 2025 baru mencapai 76,6%, jauh di bawah target nasional sebesar 95%. Untuk memutus rantai penularan, Dinkes Mimika melakukan berbagai inovasi termasuk memberikan edukasi dan buku pedoman kepada pasien. "Kami sangat bersyukur telah mendapatkan DPA, sehingga pengobatan TBC tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah. Kita bisa menangani langsung di tingkat kampung, termasuk meningkatkan terapi pencegahan bagi anak di bawah 15 tahun yang tinggal serumah dengan pasien TBC," pungkas Reynold Ubra.  Penulis: Jid Editor: GF 26 Feb 2026, 13:37 WIT
Kapolda Maluku Jenguk Kapolres Tual yang Terluka Saat Leraikan Bentrokan Papuanewsonline.com, Langgur - Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menjenguk Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro, S.H., S.I.K., yang tengah menjalani perawatan di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (25/2/2026).Kapolres Tual dirawat pasca insiden terkena anak panah saat berupaya melerai bentrokan antar kelompok pemuda di Desa Fiditan, Kota Tual, pada Selasa (24/2/2026). Insiden tersebut terjadi ketika Kapolres memimpin langsung pengamanan dan melakukan pendekatan persuasif untuk menghentikan konflik agar tidak meluas.Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Maluku hadir bersama rombongan pejabat utama Polda Maluku, serta didampingi unsur Pemerintah Daerah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan moril pimpinan kepada jajaran di lapangan, sekaligus memastikan kondisi kesehatan Kapolres dan anggota yang turut terluka dalam peristiwa tersebut.Kapolda Maluku juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan tim medis dan keluarga pasien guna memperoleh informasi terkini terkait perkembangan kondisi kesehatan Kapolres Tual pascakejadian.Dalam keterangannya kepada wartawan, Kapolda kembali menegaskan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah Kota Tual, serta mengajak masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian persoalan secara damai dan bermartabat.“Ada permasalahan di lingkungan kita, mari kita selesaikan secara baik. Apalagi jika itu melibatkan saudara dan tetangga sendiri. Kedamaian adalah cerminan budaya kita,” ujar Kapolda Maluku.Kapolda juga menyampaikan pesan tegas kepada generasi muda agar mampu menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi maupun provokasi yang berujung pada konflik terbuka. Menurutnya, bentrokan antar pemuda tidak hanya merugikan pihak yang terlibat, tetapi juga berdampak luas terhadap rasa aman masyarakat dan citra daerah.“Tual adalah kota yang indah, alamnya luar biasa. Jangan sampai tindakan yang mengganggu keamanan membuat orang enggan datang. Dampaknya bisa dirasakan Maluku secara keseluruhan,” tegasnya.Lebih lanjut, jenderal bintang dua tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga kedamaian sebagai fondasi utama pembangunan daerah.“Mari kita cintai negeri kita, cintai kota kita. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Kapolda.Usai menjenguk Kapolres Tual, rombongan Kapolda Maluku melanjutkan kunjungan ke Desa Fiditan sebagai bagian dari langkah penguatan situasi kamtibmas dan pendekatan kepada masyarakat pascainsiden. PNO-12 26 Feb 2026, 11:01 WIT
Polres Malra Pastikan Kematian Karyawati di Pulau Lik Akibat Sakit, Bukan Penganiayaan Papuanewsonline.com, Malra - Kepolisian memastikan penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang karyawati perempuan bernama Veronika Rahanyanat dilakukan secara profesional dan berbasis fakta hukum. Hasil penyelidikan menyimpulkan korban meninggal dunia akibat kondisi medis serius, bukan karena tindakan kekerasan.Hal tersebut disampaikan Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi dalam konferensi pers yang digelar di Langgur, Rabu (25/2/2026) pukul 11.00 WIT. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Reskrim AKP Barry Talabessy.Kapolres menjelaskan, penyelidikan dilakukan secara intensif menindaklanjuti laporan polisi tertanggal 19 Februari 2026 terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang disebut menyebabkan korban meninggal dunia.“Berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi dan alat bukti yang sah, kami menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia bukan akibat penganiayaan, melainkan karena sakit yang dideritanya,” ujar AKBP Rian Suhendi.Korban Sakit Sejak Masih BekerjaDari hasil penyelidikan, diketahui korban merupakan karyawati di salah satu perusahaan mutiara yang beroperasi di Pulau Lik, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara. Korban dilaporkan telah mengalami demam selama dua hari, sejak 17 hingga 19 Februari 2026 dini hari.Kondisi tersebut dibenarkan oleh kakak kandung korban, ipar korban, serta sejumlah rekan kerja yang turut dimintai keterangan oleh penyidik.“Hasil visum et repertum menunjukkan hanya terdapat dua tanda pada tubuh korban, yaitu lebam atau kemerahan pada lengan serta pembengkakan pada bibir,” jelas Kapolres.Lebam dan Bibir Bengkak Bukan Akibat KekerasanPenyidik memastikan bahwa tanda lebam pada lengan korban tidak ditemukan saat korban masih berada di lingkungan perusahaan. Luka tersebut diduga terjadi dalam perjalanan evakuasi korban menggunakan speed boat menuju rumah sakit.Sementara itu, terkait bibir korban yang ditemukan bengkak, para saksi menyatakan kondisi tersebut tidak terlihat saat korban masih berada di mess perusahaan. Pembengkakan diduga terjadi akibat tindakan medis saat korban mengalami kejang-kejang dalam proses penanganan darurat.Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban didiagnosis meninggal dunia akibat infeksi sepsis, yaitu kondisi infeksi berat yang menyebabkan kegagalan fungsi organ.Komitmen Transparansi dan AkuntabilitasKapolres menegaskan, Polres Maluku Tenggara berkomitmen menjalankan penegakan hukum secara profesional, akuntabel, dan transparan.“Kami memastikan setiap proses penyelidikan dilakukan untuk membuat terang suatu peristiwa pidana. Kami juga membuka diri terhadap masukan dari berbagai pihak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penegakan hukum di Bumi Larvul Ngabal,” tegasnya.Polres Maluku Tenggara mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. PNO-12 25 Feb 2026, 20:14 WIT
Penyampaian Aspirasi di Mapolda DIY Berakhir Ricuh, 3 Mahasiswa Dikembalikan ke Rektorat Papuanewsonline.com, Yogyakarta – Aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung di depan Mapolda DIY pada hari ini sempat berakhir ricuh dan diwarnai pengrusakan pagar sisi timur Mapolda. Meski demikian, situasi secara umum dapat dikendalikan oleh aparat kepolisian dan kondisi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dipastikan tetap aman dan kondusif.Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Kombes Pol Ihsan menyampaikan bahwa pihaknya turut berbelasungkawa atas peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku, yang menjadi latar belakang aksi tersebut.“Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.Terkait jalannya aksi, Ihsan menyayangkan unjuk rasa yang awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi harus berakhir ricuh serta disertai pengrusakan fasilitas.“Kami menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda. Namun secara umum, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan,” jelasnya.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat DIY, termasuk unsur Jaga Warga, yang turut bersinergi bersama aparat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).Menurutnya, pendekatan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan kearifan lokal dan kultur budaya Jawa. Petugas, kata dia, tetap bersikap sabar dan persuasif meskipun menghadapi massa yang sempat bertindak anarkis.Dalam kegiatan tersebut, petugas sempat mengamankan tiga mahasiswa. Namun, ketiganya telah diserahkan kembali kepada pihak rektorat pada pukul 22.30 WIB setelah dilakukan koordinasi dengan pihak kampus.Lebih lanjut, Ihsan menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai adanya tembakan gas air mata maupun tembakan peringatan adalah tidak benar.“Kami tegaskan bahwa selama kegiatan pengamanan, petugas tidak dilengkapi senjata. Suara yang terdengar di lokasi berasal dari petasan yang dibawa oleh massa aksi,” tegasnya.Saat ini, situasi di depan Mapolda DIY dilaporkan aman dan terkendali. Arus lalu lintas telah kembali normal dan secara umum kondisi kamtibmas di wilayah DIY dalam keadaan kondusif. PNO-12 25 Feb 2026, 19:09 WIT
Jenguk Korban dan Minta Maaf, Kapolda Maluku: Oknum Brimob Diproses Hukum Tanpa Kompromi Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. PROF. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si, menunjukkan komitmen langsung institusi Polri dalam penegakan hukum dan perlindungan hak warga negara dengan menjenguk korban insiden kekerasan yang melibatkan oknum anggota Brimob di Kota Tual, Maluku Tenggara.Kunjungan tersebut dilakukan pada Senin, 23 Februari 2026, sekitar pukul 14.10 WIT, di Rumah Sakit Tingkat II Prof. dr. J. A. Latumeten, Ambon, tempat korban Nasrim Karim Tawakal menjalani perawatan intensif pascakejadian yang juga menyebabkan meninggalnya adik korban.Kapolda hadir langsung sebagai bentuk empati, tanggung jawab moral, sekaligus penegasan bahwa negara tidak abai terhadap pelanggaran hukum, terlebih jika dilakukan oleh aparat penegak hukum.Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi pejabat kesehatan Polda Maluku, manajemen rumah sakit, tim dokter dan tenaga medis, kedua orang tua korban, serta kuasa hukum keluarga. Kapolda meninjau kondisi medis korban, berdialog dengan tim dokter, dan memastikan seluruh kebutuhan pengobatan terpenuhi secara optimal.Dalam suasana haru, Kapolda Maluku menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga korban atas peristiwa yang terjadi.“Saya hadir bukan hanya sebagai pimpinan institusi, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral. Atas nama pribadi dan institusi Polri, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga. Kami sangat berduka atas kejadian ini,” ujar Kapolda.Kapolda menegaskan bahwa oknum anggota Brimob Yon C Pelopor Sat Brimob Polda Maluku, Bripda Mesias Siahaya, akan diproses hukum secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Ia memastikan tidak ada ruang toleransi terhadap pelanggaran hukum di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia.Menurut Kapolda, proses pidana tengah berjalan dan dikoordinasikan secara intensif dengan pihak kejaksaan guna memastikan penanganan perkara berlangsung cepat dan sesuai ketentuan hukum. Selain itu, proses sidang kode etik Polri juga akan dilaksanakan, dengan ancaman sanksi maksimal berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) apabila terbukti melakukan pelanggaran berat.“Tidak ada kompromi terhadap pelanggaran hukum. Siapa pun yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai aturan yang berlaku,” tegas Kapolda.Kapolda menekankan bahwa peristiwa ini menjadi evaluasi serius bagi jajaran Polda Maluku. Pengawasan internal, pembinaan mental dan kepribadian anggota, serta penegakan disiplin akan diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang.Ia juga mengingatkan seluruh personel Polri untuk selalu memahami batas kewenangan dalam bertugas, mengedepankan pendekatan humanis, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.“Kepercayaan publik adalah modal utama Polri. Setiap tindakan yang mencederai rasa keadilan masyarakat harus menjadi momentum introspeksi dan pembenahan menyeluruh,” ujarnya.Selain penegakan hukum, Kapolda memastikan bahwa pemulihan korban dan pendampingan keluarga menjadi prioritas. Ia meminta jajaran terkait untuk terus memantau kondisi kesehatan korban serta menjamin transparansi dalam setiap tahapan proses hukum.Kapolda juga menegaskan komitmen membuka ruang komunikasi dengan keluarga korban agar seluruh proses berjalan terbuka dan akuntabel.Kunjungan tersebut menjadi simbol kehadiran negara dalam menjamin keadilan, empati, dan tanggung jawab institusional atas peristiwa yang terjadi. Kegiatan berakhir pada pukul 14.25 WIT dalam keadaan aman dan kondusif.Langkah tegas penegakan hukum serta pembenahan internal yang berkelanjutan diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri, sekaligus memastikan tragedi serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. PNO-12 24 Feb 2026, 20:20 WIT
BPBD Mimika Bangun 2 Pos Damkar Baru Dan Tambah Armada, Percepat Penanganan Bencana Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika memfokuskan program kerja tahun 2026 pada penguatan sistem penanggulangan bencana, dengan pembangunan dua pos pemadam kebakaran (Damkar) baru dan penambahan armada operasional.Tujuan utama dari langkah ini adalah meningkatkan kecepatan respon dan pelayanan penanganan bencana di seluruh wilayah Kabupaten Mimika.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded, menyampaikan bahwa dua pos Damkar baru akan dibangun di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) SP3 dan Distrik Mimika Timur."Kami memilih lokasi tersebut agar jangkauan pelayanan dapat lebih dekat dengan masyarakat, sehingga respon petugas bisa lebih cepat saat terjadi kejadian bencana," ujarnya. Pembangunan yang diperkirakan berlangsung tiga bulan akan dilengkapi dengan fasilitas lengkap termasuk garasi, tangki air, serta personel yang akan berjaga selama 24 jam nonstop.Selain pembangunan pos baru, BPBD Mimika juga melakukan pengadaan dua unit armada tambahan berupa mobil tangki air dengan kapasitas 4.000 liter dan satu unit mobil rescue. Menurut Agustina, pengadaan kendaraan ini dilakukan melalui penyedia khusus dari luar daerah karena kendaraan pemadam kebakaran memiliki spesifikasi teknis yang sangat khusus.Selain itu, BPBD juga menjalankan program wajib dari pemerintah pusat dengan memperkuat kegiatan mitigasi bencana di tingkat kampung dan distrik, terutama wilayah pesisir yang rawan terjadinya banjir.Program mitigasi meliputi kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) serta sosialisasi tanggap bencana keluarga. Wilayah sasaran termasuk Distrik Iwaka, Atuka, Amar dan Kokonao yang setiap tahun mengalami dampak banjir. "Kegiatan ini merupakan mandat dari pusat dengan anggaran khusus untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana," jelasnya. Untuk mendukung operasional pos baru, BPBD Mimika memastikan ketersediaan personel mencukupi dengan jumlah 54 pegawai di bidang Damkar, serta terus melakukan peningkatan kapasitas melalui pelatihan di lembaga pendidikan kebencanaan pusat. Dengan penambahan pos dan armada ini, BPBD mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian bencana agar petugas dapat tiba di lokasi dalam waktu singkat.  Penulis: Jid Editor: GF 24 Feb 2026, 17:37 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT