logo-website
Minggu, 10 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
DPRK Dan Pemkab Mimika Tinjau RSUD, Pastikan Pelayanan Optimal Papuanewsonline.com, Timika – Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau didampingi Wakil Ketua I Asri Akkas, Ketua Komisi III Herman Ghafur, serta sejumlah anggota dewan lainnya, turut mendampingi Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong dalam kunjungan kerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika. Rombongan melakukan peninjauan langsung untuk melihat kondisi fasilitas serta kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. (10/4/2026)Dalam kunjungan tersebut, mereka didampingi oleh Direktur RSUD Mimika, dr. Faustina Helena Burdam. Para pimpinan daerah melihat secara detail kondisi sarana prasarana, mulai dari area perawatan hingga fasilitas penunjang lainnya. Mereka juga berdialog intensif dengan manajemen rumah sakit dan tenaga medis guna mendengar langsung berbagai kendala operasional serta kebutuhan yang mendesak di lapangan.Kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal. Mengingat peran strategis RSUD Mimika sebagai pusat rujukan utama bagi wilayah Papua Tengah, evaluasi menyeluruh sangat diperlukan agar mutu pelayanan terus terjaga dan meningkat.Melalui pemantauan langsung ini, diharapkan dapat ditemukan solusi terbaik atas berbagai permasalahan yang ada. Sinergi antara DPRK dan Pemkab ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan di RSUD Mimika dapat dirasakan secara merata, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh pasien.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 12:57 WIT
DPRK Mimika Dukung Penuh Pembangunan Gedung C2 RSUD Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) resmi menyepakati pembangunan Gedung Perawatan C2 RSUD Mimika dengan nilai anggaran mencapai Rp 242 miliar. Proyek strategis ini menggunakan skema tahun jamak atau multi years selama tiga tahun.Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menilai pembangunan ini sangat mendesak karena kapasitas rumah sakit saat ini sudah tidak sebanding dengan jumlah pasien yang terus meningkat. “Kondisi rumah sakit sudah melebihi kapasitas ideal, berdampak langsung pada kualitas pelayanan,” ujar Primus.Hal senada disampaikan Bupati Johannes Rettob, yang membenarkan RSUD tipe C dengan standar 181 tempat tidur kini kerap menampung hingga 300 pasien. Akibatnya, pasien terpaksa ditempatkan di selasar dan ruang doa. RSUD ini juga menjadi rujukan utama wilayah Papua Tengah seperti Paniai, Deiyai, hingga Nduga.Pengerjaan ditangani satu kontraktor saja untuk hindari kendala teknis. Primus menegaskan pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasan secara ketat.“Kami pastikan seluruh tahapan transparan, tepat waktu, dan anggaran dikelola efisien serta akuntabel,” tegasnya.Meski di tengah keterbatasan fiskal akibat penurunan Dana Bagi Hasil, Bupati memastikan proyek tetap jalan dengan mengoptimalkan SILPA dan PAD. Selain gedung baru, pemerintah juga berencana menambah fasilitas canggih seperti alat cuci darah dan MRI. Dengan sinergi ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Mimika kembali optimal dan nyaman bagi masyarakat luas. Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 12:55 WIT
Herman Gafur: Proyek Air Bersih Atuka Hanya Berfungsi Saat Peresmian Papuanewsonline.com, Timika – Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur, menyoroti kondisi memprihatinkan warga Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, yang hingga kini belum menikmati fasilitas air bersih meski proyek tersebut sudah diresmikan. Hasil kunjungan kerja pada Kamis (9/4/2026) mengungkap fakta ironis, di mana instalasi diduga hanya beroperasi saat momen seremonial saja dan mati total setelahnya.“Faktanya sejak peresmian sampai sekarang, masyarakat sama sekali belum menikmati air bersih. Mereka masih sangat bergantung pada air tadah hujan, apalagi saat musim kemarau tiba” ungkapnya pada (10/4/2026). Temuan ini juga dibenarkan oleh Kepala SMP Negeri Atuka yang mengaku krisis air berdampak buruk pada kegiatan belajar mengajar dan sanitasi sekolah.Herman menegaskan hal ini sangat disayangkan karena air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh dijadikan formalitas belaka. “Jika benar hanya berfungsi saat peresmian, ini adalah kegagalan layanan publik yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Komisi III telah melaporkan temuan ini kepada pimpinan dewan untuk dijadikan atensi serius.Langkah selanjutnya, pihaknya akan segera memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait guna meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban. Herman berharap proses ini segera menemukan solusi konkret, sehingga aset yang dibangun dengan biaya besar dapat benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat nyata bagi warga Atuka.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 12:51 WIT
Gedung Rawat C2 RSUD Mimika Akan Dibangun Dengan Anggaran Rp242 Miliar Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) resmi menyepakati pembangunan Gedung Perawatan C2 di RSUD Mimika dengan nilai total mencapai Rp 242 miliar. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Bupati Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel, serta Ketua DPRK Primus Natikapereyau dan pimpinan dewan lainnya, Jumat (10/4/2026) di ruang pertemuan RSUD.Proyek strategis ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun berturut-turut dari 2026 hingga 2028. Tahun pertama dialokasikan Rp 72 miliar, dilanjutkan Rp 110 miliar pada tahun kedua, dan Rp 60 miliar di tahun ketiga. Johannes Rettob menargetkan pembangunan ini harus rampung sebelum masa jabatan berakhir atau sebelum 2029. Proses lelang akan dilakukan satu kali untuk menghindari kendala teknis di tengah jalan.Kebutuhan pembangunan ini sangat mendesak mengingat kapasitas RSUD yang saat ini hanya memiliki minimal 181 tempat tidur, namun jumlah pasien rawat inap kerap melonjak hingga mencapai 300 orang. "Kondisi over kapasitas ini menjadi alasan utama agar pelayanan kesehatan bisa lebih maksimal dan nyaman bagi masyarakat," jelas Bupati.Sementara itu, Ketua DPRK Primus Natikapereyau menyambut baik langkah ini sebagai investasi jangka panjang. Ia meminta pelaksanaan proyek multi years ini direncanakan matang, tepat waktu, dan pengelolaan anggaran harus efisien serta akuntabel. Pihak legislatif menegaskan akan melakukan pengawasan ketat agar pembangunan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 12:10 WIT
Polwan Tanimbar Edukasi TPKS dan Tertib Lalu Lintas ke Anak Usia Dini Papuanewsonline.com, Tanimbar - Sebanyak 60 siswa TK Anggrek Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mendapat edukasi pencegahan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan tertib berlalu lintas dari Polisi Wanita (Polwan) Polres Kepulauan Tanimbar, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri memperkuat perlindungan anak sejak usia dini.Kegiatan yang berlangsung pukul 09.45 hingga 11.00 WIT di TK Anggrek Saumlaki ini dipimpin oleh personel Polwan dengan menghadirkan pemateri IPDA Eva Sagala dan BRIPDA Maryana Luturmas, S.H.Sosialisasi diikuti antusias oleh puluhan siswa, didampingi Kepala Sekolah Rachel Ongirwal dan para guru. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman dasar terkait TPKS, pengenalan bagian tubuh pribadi yang harus dilindungi, hingga keberanian anak untuk menolak dan melaporkan tindakan tidak pantas.Selain itu, anak-anak juga dibekali edukasi tertib berlalu lintas, seperti cara berjalan kaki yang aman, menyeberang jalan, serta pengenalan rambu-rambu dasar lalu lintas.Kegiatan dikemas secara interaktif melalui lagu edukatif “Menjaga Diri” dan “Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas”, sesi tanya jawab, serta pemberian cendera mata guna meningkatkan daya serap anak.Karo SDM Polda Maluku selaku Pembina Harian Polwan Polda Maluku, Kombes Pol Jemi Junaedi, menegaskan bahwa edukasi sejak usia dini merupakan langkah strategis dalam mencegah kekerasan terhadap anak.“Polwan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi humanis kepada anak-anak. Melalui pendekatan yang ramah, kita tanamkan keberanian untuk melindungi diri sekaligus membangun kesadaran hukum sejak dini,” ujarnya.Ia juga menambahkan bahwa pengenalan disiplin berlalu lintas sejak usia dini menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang patuh hukum.“Ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi bagian dari upaya membangun budaya tertib dan aman di tengah masyarakat, dimulai dari anak-anak,” tegasnya.Program ini menjadi wujud konkret implementasi peran Polri sebagai pelindung masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kasus kekerasan seksual dan keselamatan lalu lintas, pendekatan edukatif berbasis sekolah dinilai efektif dalam membangun kesadaran sejak dini.Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta mendapat respons positif dari pihak sekolah dan peserta.Melalui kegiatan ini, Polwan Polres Kepulauan Tanimbar menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, sekaligus memperkuat budaya disiplin dan kepatuhan hukum sejak usia dini di Maluku. PNO-12 09 Apr 2026, 15:43 WIT
Seleksi Akpol 2026, Biddokkes Polda Maluku Gelar Rikkes Tahap I Berbasis Prinsip BETAH Papuanewsonline.com, Ambon - Polda Maluku memperketat proses seleksi Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 dengan mengedepankan prinsip bersih, transparan, dan akuntabel. Tahapan pemeriksaan kesehatan (rikkes) tahap I digelar Biddokkes Polda Maluku, Rabu (8/4/2026).Kegiatan yang berlangsung di Kantor Biddokkes Polda Maluku ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri terpadu tingkat Panitia Daerah (Panda).Pelaksanaan rikkes dipimpin Kabid Dokkes Polda Maluku Kombes Pol. dr. Muhammad Faizal Zulkarnaen, Sp.KF., M.H.Kes., M.A.R.S. selaku Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan, melibatkan panitia dari Biro SDM serta pengawas internal dari Itwasda dan Bidpropam.Dalam arahannya, Kabid Dokkes menegaskan seluruh tahapan seleksi wajib berpedoman pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta dilakukan secara profesional dan objektif.“Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan secara teliti dan objektif untuk memastikan hanya peserta yang memenuhi standar yang dapat melanjutkan ke tahap berikutnya,” ujarnya.Berdasarkan data panitia, sebanyak 65 peserta mengikuti rikkes tahap I, terdiri dari calon Taruna dan Taruni. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari 71 pendaftar awal, setelah 6 peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat pada tahap pemeriksaan administrasi awal.Adapun materi pemeriksaan meliputi:* Antropometri (postur tubuh);* Tinggi dan berat badan;* Pemeriksaan THT, mata, gigi, dan tekanan darah;* Pemeriksaan fisik umum.Kehadiran pengawas internal dari Itwasda dan Bidpropam memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur serta bebas dari praktik kecurangan.Tahapan ini menjadi bagian dari komitmen Polri secara nasional dalam mewujudkan sistem rekrutmen anggota yang bersih, transparan, dan akuntabel, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. PNO-12 09 Apr 2026, 15:36 WIT
Irwasda Polda Maluku Turun Langsung Awasi Rikkes Seleksi Akpol 2026 Papuanewsonline.com, Ambon - Polda Maluku memastikan proses seleksi Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 berjalan bersih, transparan, dan akuntabel. Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Maluku, Kombes Pol I Made Sunarta, turun langsung mengawasi tahapan pemeriksaan kesehatan (rikkes), Rabu (8/4/2026).Pengawasan dilakukan di Kantor Biddokkes Polda Maluku sebagai bagian dari fungsi kontrol internal untuk menjamin integritas rekrutmen Polri yang bebas dari praktik kecurangan dan intervensi.Kegiatan ini turut dihadiri Kabid Dokkes selaku Ketua Tim Rikkes serta personel pengawas internal dari Itwasda dan Bidpropam Polda Maluku.Dalam arahannya, Irwasda menegaskan seluruh panitia wajib memegang prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) dalam setiap tahapan seleksi.“Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan secara teliti, objektif, dan profesional. Ini untuk memastikan hanya calon perwira terbaik yang memenuhi standar yang dapat melanjutkan ke tahap berikutnya,” kata Sunarta.Ia juga mengingatkan peserta agar tidak percaya pada praktik percaloan atau janji kelulusan dari pihak tidak bertanggung jawab.“Kelulusan murni hasil kemampuan masing-masing. Tidak ada pihak yang bisa meluluskan selain diri sendiri. Jangan coba-coba mencari jalan pintas,” tegasnya.Irwasda menekankan tiga prinsip utama dalam pengawasan seleksi:Integritas proses, tanpa ruang bagi kecurangan;Kemandirian peserta, tanpa intervensi pihak luar;Objektivitas medis, sesuai standar pemeriksaan kesehatan Polri.Pengawasan langsung ini merupakan bagian dari komitmen Polri secara nasional dalam mewujudkan rekrutmen anggota yang bersih, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri. PNO-12 09 Apr 2026, 14:51 WIT
Kadistrik Iwaka Tinjau Lokasi Kebakaran, 2 Rumah Ludes Terbakar Papuanewsonline.com, Mimika – Kepala Distrik Iwaka, Jhon Kemong, turun langsung meninjau lokasi kebakaran yang menghanguskan rumah warga di Kampung Naena Muktipura (SP 6), Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, pada Selasa (7/4/2026). Kunjungan ini dilakukan bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap musibah yang menimpa masyarakat setempat.Dalam peninjauannya, Jhon Kemong melihat langsung kondisi bangunan yang hangus terbakar serta menyapa para korban untuk memberikan dukungan moril. Ia juga memastikan agar proses pendataan awal segera dilaksanakan guna mengetahui besaran kerugian materiil serta mencatat kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi oleh para keluarga yang terdampak.“Kehadiran kami di sini untuk memastikan kondisi warga dan mempercepat langkah penanganan, termasuk pendataan kerugian serta kebutuhan darurat,” ujar Jhon di lokasi kejadian. Diketahui, api yang membesar tersebut berhasil melalap habis sedikitnya dua unit rumah hunian warga hingga tidak tersisa, menyebabkan pemiliknya kehilangan tempat tinggal.Jhon Kemong menegaskan komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat situasi darurat, guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. Sementara itu, para korban dan warga sekitar berharap adanya bantuan lanjutan, baik berupa kebutuhan pokok sehari-hari maupun dukungan untuk pembangunan kembali rumah mereka yang hangus.  Penulis: Jid Editor: GF 07 Apr 2026, 19:17 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT