Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
PT Freeport Indonesia: 10 Tahun Berkontribusi, Serap Tenaga Kerja dan Dorong Ekonomi Lokal Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura – Selama lima hingga sepuluh
tahun terakhir, kehadiran PT Freeport Indonesia (PTFI) membawa perubahan nyata
bagi masyarakat sekitar wilayah operasi, meliputi Distrik Mimika Timur, Kuala
Kencana, hingga Tembagapura. Kemajuan ini terlihat dari bertambahnya lapangan
kerja serta kemudahan akses layanan pendidikan dan kesehatan.Data perusahaan menunjukkan persentase tenaga kerja asal
Papua kini mencapai 40,9 persen, terus bertambah setiap tahunnya dan menduduki
berbagai posisi mulai dari teknis hingga manajerial.Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyebut angka ini
sebagai hasil membanggakan dari komitmen investasi jangka panjang di bidang
pendidikan dan pelatihan. Dampak ekonomi juga dirasakan pelaku usaha lokal; dalam satu
dekade lebih dari 400 pengusaha telah bermitra dan berkembang di sektor jasa,
perdagangan, pertanian, hingga perbengkelan. Grasella Kunong, salah satu pengusaha, mengaku usahanya
tumbuh pesat lewat program pemberdayaan, bahkan kini mampu merekrut tenaga
kerja dari lingkungan sekitar.Tak hanya ekonomi, dukungan besar disalurkan ke sektor
sosial. PTFI membangun dan merenovasi fasilitas pendidikan dari PAUD hingga
SMA, serta menyediakan beasiswa bagi pelajar berprestasi. Di bidang kesehatan, berjalan program pencegahan penyakit
dan perbaikan fasilitas kampung, disertai pembangunan infrastruktur jalan yang
membuka akses wilayah terisolir. “Kesehatan dan pendidikan adalah fondasi masa depan; kami
bangun program ini secara berkelanjutan,” tegas Tony.Segala langkah ini ditempuh agar manfaat keberadaan
perusahaan dirasakan langsung masyarakat dan melahirkan kemandirian ekonomi
daerah. Penulis: Jid
Editor: GF
13 Mei 2026, 10:28 WIT
Kapolda Papua Tengah Kunjungi Korban Penembakan Insiden Tembagapura di RSMM
Papuanewsonline.com, Timika – Kapolda Papua Tengah, Brigjen
Pol Jeremias Rontini, melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit Mitra
Masyarakat (RSMM) Timika, Selasa (12/5/2026), guna menjenguk korban penembakan
yang masih menjalani perawatan intensif. Di bangsal perawatan Lukas, ia
memastikan bahwa saat ini hanya tersisa satu pasien yang masih dirawat, bernama
Femina Elas Murib.Kedatangan ini merupakan wujud nyata kepedulian aparat
kepolisian terhadap masyarakat yang menjadi korban insiden keamanan di wilayah
Tembagapura beberapa waktu lalu.Usai menengok kondisi korban, Brigjen Jeremias menyampaikan
rasa keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi. Ia menekankan perlunya
penyusunan langkah mitigasi dan edukasi khusus bagi masyarakat setempat, yang
mayoritas berprofesi sebagai pendulang. “Ke depannya kami akan gencarkan sosialisasi, agar warga
paham tindakan apa yang harus diambil saat menghadapi situasi darurat atau
ancaman bahaya di lokasi kerja. Hal ini sangat penting demi keselamatan jiwa
mereka sendiri,” jelasnya.Menurut Kapolda, upaya pencegahan dan pemahaman kedaruratan
nantinya akan dikoordinasikan dengan koordinator kamp maupun pihak terkait,
termasuk manajemen PT Freeport Indonesia. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalkan risiko dan
mempercepat penanganan jika ada kejadian serupa. Selain memberikan semangat,
pihaknya juga menyerahkan bantuan santunan sebagai bentuk kepedulian
kemanusiaan. “Ini sumbangan tulus dari rezeki kami, nilainya mungkin
tidak besar, tapi semoga bisa memotivasi dan meringankan beban keluarga,”
ujarnya. Penulis: Jid
Editor: GF
13 Mei 2026, 10:07 WIT
Satgas TMMD Kodim Mimika Edukasi Siswa SDN Naena Keakwa Bahaya Narkoba dan Lem Aibon
Papuanewsonline.com, Timika – Satuan Tugas TNI Manunggal
Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1710/Mimika melaksanakan penyuluhan hukum
dan edukasi bahaya penyalahgunaan zat berbahaya di SDN Naena Keakwa, Distrik
Mimika Tengah, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini ditujukan bagi para siswa agar
mendapatkan pemahaman yang benar sejak dini mengenai dampak buruk narkoba
maupun penyalahgunaan lem Aibon, sekaligus upaya strategis mencegah generasi
muda terjerumus ke dalam pergaulan yang merusak masa depan dan masa depan
daerah.Dalam pemaparan materinya, Sertu Azwar dan anggota Satgas
menjelaskan secara rinci pengertian, jenis-jenis narkoba, dampak kerusakan bagi
kesehatan fisik dan mental, hingga cara menolak serta menghindari lingkungan
berisiko. Tak hanya itu, materi juga membahas bahaya lem Aibon yang
sering disalahgunakan anak-anak. Dijelaskan bahwa menghirup uap lem secara berlebihan dapat
merusak fungsi otak permanen, mengganggu pertumbuhan, mengubah perilaku, hingga
menghambat prestasi belajar dan masa depan anak didik.“Pemahaman sejak dini sangat penting. Kami ingin siswa paham
bahwa satu kali saja mencoba bisa menghancurkan segalanya. Ini bentuk
kepedulian kami menjaga generasi penerus Mimika dari ancaman narkoba dan
kenakalan remaja,” ujar Sertu Azwar. Ia berharap ilmu yang disampaikan bisa diterapkan siswa dan
disebarkan kembali kepada teman maupun keluarga agar manfaatnya lebih luas lagi
dirasakan di tengah masyarakat.Kepala Sekolah SDN Naena Keakwa, Agustina Hermatang,
menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kegiatan yang sangat
bermanfaat ini. “Edukasi ini menambah wawasan anak-anak agar lebih
berhati-hati memilih pergaulan dan terhindar dari bahaya,” ucapnya. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Mei 2026, 20:50 WIT
Kabid Propam Polda Maluku Pimpin Uji Mental Ideologi Akpol 2026
Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku terus memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas melalui proses seleksi calon Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 yang bersih dan transparan.Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) Uji Asesmen Mental Ideologi dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) seleksi penerimaan terpadu Taruna-Taruni Akpol T.A. 2026 yang digelar di SMA Negeri 2 Ambon, Senin (11/5/2026).Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polda Maluku Kombes Pol. Indera Gunawan, S.I.K., selaku Ketua Bidang CAT Asesmen Mental Ideologi dan PMK, didampingi Karo SDM Polda Maluku selaku Ketua Panitia Daerah serta tim pengawas internal dan eksternal.Dalam arahannya, Kabid Propam menegaskan bahwa tahapan asesmen mental ideologi dan kepribadian merupakan bagian penting dalam membentuk calon perwira Polri yang tidak hanya cerdas secara akademik dan tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki integritas, loyalitas, dan karakter kebangsaan yang kuat.“Seleksi ini menjadi bagian dari upaya Polri membangun SDM unggul menuju Polri Presisi. Kami ingin memastikan bahwa calon perwira yang terpilih nantinya benar-benar memiliki integritas, loyalitas kepada NKRI, serta kepribadian yang baik,” tegas Kombes Pol. Indera Gunawan.Ia menekankan bahwa pengawasan internal terhadap seluruh tahapan seleksi terus diperkuat guna memastikan proses rekrutmen berjalan objektif, profesional, dan bebas dari praktik-praktik yang dapat mencederai prinsip rekrutmen Polri yang bersih.“Kami tidak memberikan ruang terhadap praktik kecurangan, titipan, maupun intervensi dalam bentuk apa pun. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan hasil yang diperoleh secara objektif,” ujarnya.Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas, pelaksanaan ujian diawasi secara ketat oleh pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku. Selain itu, Polda Maluku juga melibatkan pengawas eksternal dari Pranata Laboratorium Pendidikan Politeknik Negeri Ambon guna memastikan sistem CAT berjalan aman, transparan, dan bebas kendala teknis.Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol Jemi Junaidi selaku Ketua Panitia Daerah menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi penerimaan Akpol dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta sistem clear and clean.“Polda Maluku berkomitmen menghadirkan proses seleksi yang transparan dan akuntabel untuk melahirkan calon-calon perwira Polri yang profesional, humanis, dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian ke depan,” ungkapnya.Menurutnya, pembangunan SDM Polri yang Presisi harus dimulai sejak proses rekrutmen sehingga institusi Polri dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin masa depan yang dipercaya masyarakat.Sebanyak 30 calon siswa Taruna dan Taruni Akpol mengikuti tahapan CAT Uji Asesmen Mental Ideologi dan PMK dengan tertib dan penuh antusias. Seluruh peserta mengikuti proses seleksi sesuai mekanisme dan standar yang telah ditetapkan panitia pusat maupun daerah.Hingga kegiatan berakhir, pelaksanaan seleksi di SMA Negeri 2 Ambon berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif. PNO-12
11 Mei 2026, 22:11 WIT
Kepala Distrik Mimika Baru Gerak Cepat Atasi Banjir, Siap Bongkar Bangunan Liar
Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Distrik Mimika Baru,
Merlyn Temorubun, bertindak cepat menangani persoalan banjir yang kerap
merendam pemukiman warga di kawasan belakang Kantor Pos. Bersama tim, ia turun
langsung ke lokasi melakukan penanganan awal dengan membersihkan saluran air
yang tersumbat sampah dan endapan lumpur.Langkah ini diambil setelah pihaknya menelusuri akar
masalah, yang ternyata dipicu oleh kebiasaan membuang sampah sembarangan serta
pembangunan rumah di atas daerah aliran sungai, sehingga air meluap dan masuk
ke pemukiman hingga setinggi lutut.“Ini adalah langkah awal yang telah kami rencanakan matang
agar warga tidak lagi terganggu genangan air,” ujar Merlyn.Ia menjelaskan bahwa setelah pembersihan ini, penanganan
menyeluruh akan dilakukan bersama instansi teknis terkait. Pihaknya juga akan membentuk tim gabungan untuk meninjau dan
menelusuri bangunan-bangunan yang melanggar aturan dengan berdiri di atas jalur
drainase atau aliran air. Tegasnya, pembongkaran akan dilakukan jika memang
diperlukan demi keselamatan dan kepentingan umum.Merlyn mengaku meski tidak memiliki pos anggaran khusus di
tingkat distrik, hal tersebut tidak menyurutkan langkah pelayanan. Pemerintah
distrik tetap bergerak mendahulu demi kehadiran nyata di tengah masyarakat. Ke depannya, koordinasi intensif akan dilakukan dengan dinas
terkait untuk memetakan kewenangan agar penanganan banjir dapat berjalan lebih
efektif, terukur, dan memberikan solusi jangka panjang bagi wilayah yang rawan
tergenang air.“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada
tim serta warga yang telah membantu kegiatan ini. Semoga langkah yang kita
ambil bersama ini segera membawa hasil, sehingga lingkungan menjadi aman,
kering, dan nyaman kembali. Mari kita jaga kebersihan dan aturan lingkungan
demi kenyamanan hidup bersama,” pungkas Merlyn. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Mei 2026, 21:02 WIT
182 Ribu Kasus Malaria Di Mimika, BADKO HMI PAPUA Desak Pemerintah Melakukan Intervensi Khusus
Papuanewsonline.com, Timika — Tingginya kasus malaria di
Kabupaten Mimika kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data yang
sebelumnya dipublikasikan Dinas Kesehatan Mimika pada 26 Februari 2026, jumlah
kasus malaria sepanjang Januari hingga akhir Desember 2025 mencapai 182.980
kasus dan disebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Badan Koordinasi
Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Tanah Papua. Wakil Sekretaris Bidang Hukum
dan Hak Asasi Manusia BADKO HMI Tanah Papua, M Ardhi Chairun, menilai tingginya
angka malaria di Mimika tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.Menurut Ardhi, tingginya penyebaran malaria berkaitan
langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Ia meminta Pemerintah Provinsi Papua
Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengambil langkah lebih serius
dan terfokus untuk menangani persoalan tersebut.“Kasus malaria yang sangat tinggi di Kabupaten Mimika jangan
dianggap biasa, baik oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah
Kabupaten Mimika, karna ini menyangkut dengen kualitas hidup masyarakat
Mimika,” kata Ardhi dalam keterangannya, Sabtu (10/5/2026).Ia menjelaskan, malaria bukan hanya berdampak pada kesehatan
fisik masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas
sumber daya manusia di daerah.“Kami mengkaji bahwa Malaria ini dapat menurunkan
kecerdasaran ‘alias bikin bodoh dan membuat orang tidak produktif bahkan dapat
merusak limpa’,” ucap Ardhi.Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk hidup sehat dan
berkualitas. Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya berfokus pada
pengobatan pasien, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian
penyebaran malaria, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu
hamil.Ardhi menilai upaya pemeriksaan dan pengobatan yang selama
ini dilakukan tenaga kesehatan sudah berjalan cukup baik. Namun, ia menegaskan
diperlukan langkah tambahan berupa pembentukan satuan intervensi khusus
pengendalian vektor malaria di wilayah Kota Timika dan sekitarnya.“Untuk itu kami meminta kepada Gubernur Papua Tengah dan
Bupati Mimika untuk membentuk satuan intevensi vektor secara fokus di Kota
Timika, melihat kerja-kerja pemeriksaan dan pengobatan sudah berjalan cukup
baik,” ujarnya.Selain itu, BADKO HMI Tanah Papua juga mendorong adanya
kerja kolaboratif lintas sektor dalam menangani malaria. Menurut Ardhi,
persoalan malaria tidak bisa sepenuhnya dibebankan hanya kepada sektor
kesehatan semata.Ia menyebut penanganan malaria membutuhkan keterlibatan
berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, hingga
sektor lingkungan dan infrastruktur untuk memastikan pengendalian berjalan
maksimal.Ardhi juga menyoroti minimnya informasi publik terkait
perkembangan kasus malaria di Mimika. Ia meminta pemerintah lebih aktif
memberikan edukasi dan membuka data perkembangan kasus secara berkala agar
masyarakat memahami bahaya malaria serta pentingnya pencegahan dini.“Kita tidak banyak mendapatkan informasi tentang malaria
ditengah Publik, jadi kasus malaria perlu di umumkan tiap bulan ke masyarakat,
agar masyarakat paham babwa malaria itu menular dan dapat mengancam jiwa,”
tutup Ardhi.Tingginya angka malaria di Mimika selama beberapa tahun
terakhir memang menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan di Papua Tengah.
Faktor iklim, lingkungan, hingga mobilitas masyarakat disebut menjadi penyebab
penyebaran malaria masih sulit ditekan.Pemerintah daerah sebelumnya terus melakukan berbagai
langkah penanganan seperti pemeriksaan massal, pembagian kelambu, pengasapan,
hingga pengobatan gratis bagi warga yang terpapar malaria. Namun, tingginya
jumlah kasus menunjukkan perlunya strategi yang lebih terpadu dan
berkelanjutan. (GF)
10 Mei 2026, 21:53 WIT
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Maritim Perairan Timika, Waspada Gelombang Hingga 1,5 Meter
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mimika merilis informasi
prakiraan cuaca maritim untuk wilayah Perairan Timika. Informasi ini berlaku
mulai hari ini, 10 Mei pukul 09.00 WIT hingga esok hari, 11 Mei 2026 pukul
08.00 WIT, sebagai panduan bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah
perairan.Berdasarkan pemantauan dan analisis, tinggi gelombang di
perairan tersebut diprediksi berkisar antara 0,6 hingga 1,5 meter. Gelombang dengan ketinggian mendekati angka maksimal
diperkirakan akan terjadi pada pagi hari tanggal 11 Mei, sehingga perlu menjadi
perhatian khusus bagi para pelaku usaha perikanan dan transportasi laut saat
berlayar.Kondisi atmosfer di wilayah ini diprediksi didominasi oleh
hujan ringan dengan tingkat kelembaban udara mencapai 80 hingga 90 persen. Suhu
udara rata-rata berada di kisaran 26 sampai 28 derajat Celcius. Sementara itu, angin berhembus dengan kecepatan 3 hingga 10
knot, yang arahnya berubah-ubah dari timur, tenggara, hingga ke utara.Pihak BMKG mengimbau seluruh nelayan, awak kapal, dan
masyarakat pesisir untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi alam yang
dapat terjadi sewaktu-waktu. Disarankan untuk selalu memperhatikan pembaruan informasi
cuaca maritim terbaru sebelum melaut, demi menjamin keselamatan dan keamanan
selama beraktivitas di tengah laut. Penulis: Andi Ilham
Editor: GF
10 Mei 2026, 16:01 WIT
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
Papuanewsonline.com, Timika – Kecelakaan lalu lintas kembali
terjadi di wilayah Timika, tepatnya di persimpangan Jalan Hasanuddin dengan
Jalan WR Supratman, pada Sabtu pagi (9/5/2026). Sebuah mobil pickup yang
berfungsi mengangkut pasokan air galon mengalami insiden tunggal hingga masuk
ke parit dan terguling. Kejadian ini langsung menyita perhatian warga maupun
pengendara yang sedang melintas di lokasi.Berdasarkan keterangan di lapangan, tidak ada korban jiwa
maupun pihak yang terluka dalam peristiwa tersebut, pengemudi kendaraan
dikabarkan selamat dan dalam keadaan sadar.Menurut keterangan Ilham, warga yang berada di lokasi,
kendaraan tersebut bergerak dari arah Jalan WR Supratman dan hendak berbelok ke
kanan menuju Jalan Hasanuddin Ujung. Namun, diduga pengemudi kehilangan kendali
atas laju kendaraan, sehingga mobil meluncur masuk ke dalam parit dan akhirnya
terguling miring ke samping. Kondisi lalu lintas pagi itu cukup padat, sehingga kejadian
ini sempat menimbulkan keramaian sejenak.Setelah berbicara langsung dengan pengemudi, diketahui bahwa
penyebab utama kejadian ini adalah keterbatasan kemampuan mengemudi.Lokasi kejadian yang merupakan pertigaan dan cukup ramai
dilewati berbagai jenis kendaraan dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi
pengemudi yang belum mahir dalam mengendalikan kendaraan.Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pengguna jalan.
Warga berharap agar setiap pengendara benar-benar memastikan memiliki keahlian
yang memadai sebelum berkendara di jalan raya, apalagi melintasi persimpangan
yang padat. “Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Mari selalu
berhati-hati, patuhi aturan lalu lintas, dan pastikan keselamatan diri serta
orang lain selalu menjadi prioritas utama di jalan,” harap warga. Penulis: Jid
Editor: GF
09 Mei 2026, 19:56 WIT
Barantin Musnahkan Sapi Tanpa Dokumen, Upaya Jaga Kesehatan Ternak Dan Ketahanan Pangan
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Karantina Indonesia
melalui perwakilan di Papua Tengah melakukan pemusnahan terhadap seekor sapi
yang masuk ke wilayah Timika tanpa kelengkapan dokumen resmi yang
dipersyaratkan. Tindakan ini diambil sebagai langkah pengamanan terakhir guna
melindungi wilayah dari potensi masuknya berbagai jenis penyakit hewan
berbahaya yang dapat menimbulkan kerugian luas, baik dari sisi kesehatan maupun
ekonomi.Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra,
menjelaskan bahwa hewan yang tidak disertai dokumen resmi tidak dapat
dipastikan kondisi kesehatannya, sehingga berisiko membawa penyakit menular
seperti Penyakit Mulut dan Kuku serta Brucella.Penyakit-penyakit tersebut tidak hanya dapat menular dengan
cepat ke ternak lain dan menyebabkan kematian, tetapi juga berpotensi
mengganggu ketahanan pangan daerah. Dari sisi ekonomi, wabah penyakit akan menimbulkan kerugian
besar, mulai dari biaya penanganan, penurunan hasil produksi, hingga gangguan
pasokan yang berujung pada kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat.Kejadian ini bermula saat petugas melakukan pengawasan ketat
lalu lintas hewan kurban di Pelabuhan Pomako pada 2 Mei 2026. Ditemukan seekor
sapi yang diangkut menggunakan kapal kayu dan diketahui berasal dari Tual,
Maluku, namun tidak memiliki dokumen karantina yang sah. Hewan tersebut kemudian ditahan sesuai prosedur yang berlaku
selama tiga hari kerja untuk memberikan kesempatan kepada pemilik melengkapi
persyaratan yang ada. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, dokumen yang
dibutuhkan tetap tidak dapat dipenuhi.Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019,
pemasukan hewan tanpa kelengkapan dokumen merupakan pelanggaran yang dapat
ditindak tegas. Akhirnya, hewan tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dan
dikubur sesuai standar yang berlaku, dengan proses yang disaksikan oleh
perwakilan instansi terkait.“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha
untuk selalu mematuhi peraturan yang ada. Kelengkapan dokumen adalah wujud
tanggung jawab bersama demi menjaga keamanan kesehatan hewan dan kesejahteraan
kita semua,” pesan Anton. Penulis: Jid
Editor: GF
06 Mei 2026, 13:52 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru