logo-website
Sabtu, 27 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
LMA Mimika Jenguk Korban Sipil Kontak Tembak di Tembagapura, Serukan Kepedulian dan Perdamaian Papuanewsonline.com, Mimika - Anggota Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mimika, Jerry Alom, menjenguk seorang warga sipil korban kontak tembak pada 8 Mei 2026 antara aparat keamanan dan kelompok separatis teroris Papua di kawasan Mile 68 Tembagapura, yakni Apeliu Magai, yang saat ini berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif medis di RSUD Mimika.Dengan wajah penuh keprihatinan, Jerry Alom menyampaikan rasa duka dan kepeduliannya kepada korban serta keluarga yang kini diliputi kecemasan. Ia menuturkan bahwa kondisi Apeliu Magai sangat memprihatinkan dan dalam waktu dekat akan menjalani tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawanya.“Kami datang sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. Saudara kami Apeliu Magai saat ini dalam kondisi kritis dan akan menjalani operasi medis. Kami berharap semua pihak memberi perhatian serius agar korban bisa mendapatkan penanganan terbaik dan keluarganya juga diperhatikan,” ujar Jerry Alom, Selasa (13/5/2026). Menurutnya, masyarakat sipil tidak boleh terus-menerus menjadi pihak yang menanggung penderitaan akibat konflik bersenjata yang terjadi di wilayah Papua, khususnya di kawasan Tembagapura dan sekitarnya. Ia berharap tragedi seperti ini tidak kembali terulang karena yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil.“Korban rakyat kecil ini bukan hanya mengalami luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kami berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Papua butuh ketenangan, masyarakat butuh rasa aman untuk hidup dan mencari nafkah,” katanya.Jerry Alom juga memohon perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mimika terhadap kondisi korban dan keluarganya yang saat ini menghadapi beban berat, baik secara kesehatan maupun ekonomi. Ia menilai keluarga korban membutuhkan dukungan nyata agar tetap kuat mendampingi proses pengobatan yang sedang berlangsung.“Kami mohon Pemerintah Kabupaten Mimika hadir membantu biaya dan kebutuhan keluarga korban. Saat kondisi seperti ini, keluarga sangat membutuhkan uluran tangan karena mereka sedang menghadapi situasi yang berat secara ekonomi maupun psikologis,” ungkapnya.Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan kemanusiaan dan menjaga situasi tetap kondusif demi keselamatan warga sipil di Papua. Menurutnya, tidak ada keluarga yang siap kehilangan orang yang mereka cintai akibat konflik yang berkepanjangan.“Jangan biarkan rakyat kecil terus menjadi korban. Kami semua punya tanggung jawab menjaga kedamaian tanah Papua agar anak-anak bisa hidup tenang, masyarakat bisa bekerja, dan keluarga tidak lagi menangis karena konflik,” tutup Jerry Alom.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 23:22 WIT
Karantina Papua Tengah Perketat Pengawasan Hewan dan Tumbuhan Cegah Penyebaran PMK Papuanewsonline.com, Mimika — Kepala Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, mengatakan pihaknya terus memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, satwa liar, dan tanaman langka yang masuk maupun keluar dari wilayah Papua Tengah saat diwawancarai pada (13/05/2026).Anton mengungkapkan bahwa pihak karantina sempat menemukan adanya pemasukan hewan tanpa dilengkapi dokumen resmi dan sertifikat kesehatan.“Beberapa waktu lalu kami menemukan adanya pemasukan hewan tanpa dokumen dan sertifikat kesehatan yang lengkap,” ujarnya.Menurutnya, pengawasan kini diperketat karena pemerintah tengah fokus mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dapat menyerang hewan ternak dan berdampak pada sektor peternakan.Selain pengawasan terhadap hewan ternak, pihak karantina juga melakukan pemantauan terhadap pemasukan dan pengeluaran ikan, tumbuhan, satwa liar, serta tanaman langka guna mencegah penyebaran hama, penyakit, maupun perdagangan ilegal.Anton menjelaskan, wilayah kerja pengawasan karantina Papua Tengah saat ini mencakup Kabupaten Mimika dan Nabire, dengan sejumlah titik pengawasan utama yang berada di pintu pemasukan dan pengeluaran barang maupun hewan.Beberapa titik pengawasan tersebut di antaranya Bandar Udara Mozes Kilangin, Pelabuhan Amamapare, serta Pelabuhan Poumako.Pihak karantina menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi lintas instansi untuk memastikan setiap pemasukan maupun pengeluaran hewan dan tumbuhan memenuhi ketentuan karantina yang berlaku. Penulis: Bim Editor: GF 13 Mei 2026, 19:36 WIT
Sopir Truk Ditemukan Tewas di Bawah Kendaraan, Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian Papuanewsonline.com, Timika – Seorang sopir truk berinisial MA (36) ditemukan meninggal dunia di bawah kendaraannya di Jalan Irigasi Ujung, dekat lapangan Goldstone Mini Soccer, Distrik Mimika Baru, Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIT. Korban yang merupakan warga asal Makassar, Sulawesi Selatan, terlihat mengalami luka cukup serius di bagian pelipis kanan saat ditemukan oleh warga sekitar.Berita duka ini langsung dikonfirmasi Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, yang membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan jenazah korban telah dibawa ke RSUD Mimika untuk proses visum et repertum.Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Ibnu Rudihartono, menjelaskan timnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara guna menelusuri jejak dan fakta di lokasi. “Tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut. Korban ditemukan tergeletak tepat di bawah truk roda sepuluh yang dikemudikannya,” ungkapnya. Pihak kepolisian juga telah mengarahkan keluarga korban untuk segera membuat laporan resmi di SPKT guna melengkapi berkas penyelidikan, sambil menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit.Hingga saat ini, penyebab pasti kematian masih menjadi misteri dan belum dapat dipastikan apakah akibat kecelakaan lalu lintas, kelalaian, atau tindak kekerasan.“Kami belum bisa memastikan apakah ini kasus penganiayaan atau kecelakaan. Masih banyak hal yang harus kami dalami, termasuk menunggu hasil visum untuk mengetahui jenis luka dan penyebab kematian yang sesungguhnya,” tegas AKP Ibnu. Polisi terus menggali informasi dan meminta masyarakat yang mengetahui hal terkait untuk berani bersaksi.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 11:16 WIT
PT Freeport Indonesia: 10 Tahun Berkontribusi, Serap Tenaga Kerja dan Dorong Ekonomi Lokal Papua Papuanewsonline.com, Jayapura – Selama lima hingga sepuluh tahun terakhir, kehadiran PT Freeport Indonesia (PTFI) membawa perubahan nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasi, meliputi Distrik Mimika Timur, Kuala Kencana, hingga Tembagapura. Kemajuan ini terlihat dari bertambahnya lapangan kerja serta kemudahan akses layanan pendidikan dan kesehatan.Data perusahaan menunjukkan persentase tenaga kerja asal Papua kini mencapai 40,9 persen, terus bertambah setiap tahunnya dan menduduki berbagai posisi mulai dari teknis hingga manajerial.Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyebut angka ini sebagai hasil membanggakan dari komitmen investasi jangka panjang di bidang pendidikan dan pelatihan. Dampak ekonomi juga dirasakan pelaku usaha lokal; dalam satu dekade lebih dari 400 pengusaha telah bermitra dan berkembang di sektor jasa, perdagangan, pertanian, hingga perbengkelan. Grasella Kunong, salah satu pengusaha, mengaku usahanya tumbuh pesat lewat program pemberdayaan, bahkan kini mampu merekrut tenaga kerja dari lingkungan sekitar.Tak hanya ekonomi, dukungan besar disalurkan ke sektor sosial. PTFI membangun dan merenovasi fasilitas pendidikan dari PAUD hingga SMA, serta menyediakan beasiswa bagi pelajar berprestasi. Di bidang kesehatan, berjalan program pencegahan penyakit dan perbaikan fasilitas kampung, disertai pembangunan infrastruktur jalan yang membuka akses wilayah terisolir. “Kesehatan dan pendidikan adalah fondasi masa depan; kami bangun program ini secara berkelanjutan,” tegas Tony.Segala langkah ini ditempuh agar manfaat keberadaan perusahaan dirasakan langsung masyarakat dan melahirkan kemandirian ekonomi daerah. Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 10:28 WIT
Kapolda Papua Tengah Kunjungi Korban Penembakan Insiden Tembagapura di RSMM Papuanewsonline.com, Timika – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jeremias Rontini, melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, Selasa (12/5/2026), guna menjenguk korban penembakan yang masih menjalani perawatan intensif. Di bangsal perawatan Lukas, ia memastikan bahwa saat ini hanya tersisa satu pasien yang masih dirawat, bernama Femina Elas Murib.Kedatangan ini merupakan wujud nyata kepedulian aparat kepolisian terhadap masyarakat yang menjadi korban insiden keamanan di wilayah Tembagapura beberapa waktu lalu.Usai menengok kondisi korban, Brigjen Jeremias menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi. Ia menekankan perlunya penyusunan langkah mitigasi dan edukasi khusus bagi masyarakat setempat, yang mayoritas berprofesi sebagai pendulang. “Ke depannya kami akan gencarkan sosialisasi, agar warga paham tindakan apa yang harus diambil saat menghadapi situasi darurat atau ancaman bahaya di lokasi kerja. Hal ini sangat penting demi keselamatan jiwa mereka sendiri,” jelasnya.Menurut Kapolda, upaya pencegahan dan pemahaman kedaruratan nantinya akan dikoordinasikan dengan koordinator kamp maupun pihak terkait, termasuk manajemen PT Freeport Indonesia. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalkan risiko dan mempercepat penanganan jika ada kejadian serupa. Selain memberikan semangat, pihaknya juga menyerahkan bantuan santunan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. “Ini sumbangan tulus dari rezeki kami, nilainya mungkin tidak besar, tapi semoga bisa memotivasi dan meringankan beban keluarga,” ujarnya.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 10:07 WIT
Satgas TMMD Kodim Mimika Edukasi Siswa SDN Naena Keakwa Bahaya Narkoba dan Lem Aibon Papuanewsonline.com, Timika – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1710/Mimika melaksanakan penyuluhan hukum dan edukasi bahaya penyalahgunaan zat berbahaya di SDN Naena Keakwa, Distrik Mimika Tengah, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini ditujukan bagi para siswa agar mendapatkan pemahaman yang benar sejak dini mengenai dampak buruk narkoba maupun penyalahgunaan lem Aibon, sekaligus upaya strategis mencegah generasi muda terjerumus ke dalam pergaulan yang merusak masa depan dan masa depan daerah.Dalam pemaparan materinya, Sertu Azwar dan anggota Satgas menjelaskan secara rinci pengertian, jenis-jenis narkoba, dampak kerusakan bagi kesehatan fisik dan mental, hingga cara menolak serta menghindari lingkungan berisiko. Tak hanya itu, materi juga membahas bahaya lem Aibon yang sering disalahgunakan anak-anak. Dijelaskan bahwa menghirup uap lem secara berlebihan dapat merusak fungsi otak permanen, mengganggu pertumbuhan, mengubah perilaku, hingga menghambat prestasi belajar dan masa depan anak didik.“Pemahaman sejak dini sangat penting. Kami ingin siswa paham bahwa satu kali saja mencoba bisa menghancurkan segalanya. Ini bentuk kepedulian kami menjaga generasi penerus Mimika dari ancaman narkoba dan kenakalan remaja,” ujar Sertu Azwar. Ia berharap ilmu yang disampaikan bisa diterapkan siswa dan disebarkan kembali kepada teman maupun keluarga agar manfaatnya lebih luas lagi dirasakan di tengah masyarakat.Kepala Sekolah SDN Naena Keakwa, Agustina Hermatang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kegiatan yang sangat bermanfaat ini. “Edukasi ini menambah wawasan anak-anak agar lebih berhati-hati memilih pergaulan dan terhindar dari bahaya,” ucapnya.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Mei 2026, 20:50 WIT
Kabid Propam Polda Maluku Pimpin Uji Mental Ideologi Akpol 2026 Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku terus memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas melalui proses seleksi calon Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 yang bersih dan transparan.Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) Uji Asesmen Mental Ideologi dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) seleksi penerimaan terpadu Taruna-Taruni Akpol T.A. 2026 yang digelar di SMA Negeri 2 Ambon, Senin (11/5/2026).Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polda Maluku Kombes Pol. Indera Gunawan, S.I.K., selaku Ketua Bidang CAT Asesmen Mental Ideologi dan PMK, didampingi Karo SDM Polda Maluku selaku Ketua Panitia Daerah serta tim pengawas internal dan eksternal.Dalam arahannya, Kabid Propam menegaskan bahwa tahapan asesmen mental ideologi dan kepribadian merupakan bagian penting dalam membentuk calon perwira Polri yang tidak hanya cerdas secara akademik dan tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki integritas, loyalitas, dan karakter kebangsaan yang kuat.“Seleksi ini menjadi bagian dari upaya Polri membangun SDM unggul menuju Polri Presisi. Kami ingin memastikan bahwa calon perwira yang terpilih nantinya benar-benar memiliki integritas, loyalitas kepada NKRI, serta kepribadian yang baik,” tegas Kombes Pol. Indera Gunawan.Ia menekankan bahwa pengawasan internal terhadap seluruh tahapan seleksi terus diperkuat guna memastikan proses rekrutmen berjalan objektif, profesional, dan bebas dari praktik-praktik yang dapat mencederai prinsip rekrutmen Polri yang bersih.“Kami tidak memberikan ruang terhadap praktik kecurangan, titipan, maupun intervensi dalam bentuk apa pun. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan hasil yang diperoleh secara objektif,” ujarnya.Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas, pelaksanaan ujian diawasi secara ketat oleh pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku. Selain itu, Polda Maluku juga melibatkan pengawas eksternal dari Pranata Laboratorium Pendidikan Politeknik Negeri Ambon guna memastikan sistem CAT berjalan aman, transparan, dan bebas kendala teknis.Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol Jemi Junaidi selaku Ketua Panitia Daerah menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi penerimaan Akpol dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta sistem clear and clean.“Polda Maluku berkomitmen menghadirkan proses seleksi yang transparan dan akuntabel untuk melahirkan calon-calon perwira Polri yang profesional, humanis, dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian ke depan,” ungkapnya.Menurutnya, pembangunan SDM Polri yang Presisi harus dimulai sejak proses rekrutmen sehingga institusi Polri dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin masa depan yang dipercaya masyarakat.Sebanyak 30 calon siswa Taruna dan Taruni Akpol mengikuti tahapan CAT Uji Asesmen Mental Ideologi dan PMK dengan tertib dan penuh antusias. Seluruh peserta mengikuti proses seleksi sesuai mekanisme dan standar yang telah ditetapkan panitia pusat maupun daerah.Hingga kegiatan berakhir, pelaksanaan seleksi di SMA Negeri 2 Ambon berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif. PNO-12 11 Mei 2026, 22:11 WIT
Kepala Distrik Mimika Baru Gerak Cepat Atasi Banjir, Siap Bongkar Bangunan Liar Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, bertindak cepat menangani persoalan banjir yang kerap merendam pemukiman warga di kawasan belakang Kantor Pos. Bersama tim, ia turun langsung ke lokasi melakukan penanganan awal dengan membersihkan saluran air yang tersumbat sampah dan endapan lumpur.Langkah ini diambil setelah pihaknya menelusuri akar masalah, yang ternyata dipicu oleh kebiasaan membuang sampah sembarangan serta pembangunan rumah di atas daerah aliran sungai, sehingga air meluap dan masuk ke pemukiman hingga setinggi lutut.“Ini adalah langkah awal yang telah kami rencanakan matang agar warga tidak lagi terganggu genangan air,” ujar Merlyn.Ia menjelaskan bahwa setelah pembersihan ini, penanganan menyeluruh akan dilakukan bersama instansi teknis terkait. Pihaknya juga akan membentuk tim gabungan untuk meninjau dan menelusuri bangunan-bangunan yang melanggar aturan dengan berdiri di atas jalur drainase atau aliran air. Tegasnya, pembongkaran akan dilakukan jika memang diperlukan demi keselamatan dan kepentingan umum.Merlyn mengaku meski tidak memiliki pos anggaran khusus di tingkat distrik, hal tersebut tidak menyurutkan langkah pelayanan. Pemerintah distrik tetap bergerak mendahulu demi kehadiran nyata di tengah masyarakat. Ke depannya, koordinasi intensif akan dilakukan dengan dinas terkait untuk memetakan kewenangan agar penanganan banjir dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan solusi jangka panjang bagi wilayah yang rawan tergenang air.“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada tim serta warga yang telah membantu kegiatan ini. Semoga langkah yang kita ambil bersama ini segera membawa hasil, sehingga lingkungan menjadi aman, kering, dan nyaman kembali. Mari kita jaga kebersihan dan aturan lingkungan demi kenyamanan hidup bersama,” pungkas Merlyn.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Mei 2026, 21:02 WIT
182 Ribu Kasus Malaria Di Mimika, BADKO HMI PAPUA Desak Pemerintah Melakukan Intervensi Khusus Papuanewsonline.com, Timika — Tingginya kasus malaria di Kabupaten Mimika kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data yang sebelumnya dipublikasikan Dinas Kesehatan Mimika pada 26 Februari 2026, jumlah kasus malaria sepanjang Januari hingga akhir Desember 2025 mencapai 182.980 kasus dan disebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Tanah Papua. Wakil Sekretaris Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia BADKO HMI Tanah Papua, M Ardhi Chairun, menilai tingginya angka malaria di Mimika tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.Menurut Ardhi, tingginya penyebaran malaria berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Ia meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengambil langkah lebih serius dan terfokus untuk menangani persoalan tersebut.“Kasus malaria yang sangat tinggi di Kabupaten Mimika jangan dianggap biasa, baik oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Mimika, karna ini menyangkut dengen kualitas hidup masyarakat Mimika,” kata Ardhi dalam keterangannya, Sabtu (10/5/2026).Ia menjelaskan, malaria bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di daerah.“Kami mengkaji bahwa Malaria ini dapat menurunkan kecerdasaran ‘alias bikin bodoh dan membuat orang tidak produktif bahkan dapat merusak limpa’,” ucap Ardhi.Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk hidup sehat dan berkualitas. Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyebaran malaria, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.Ardhi menilai upaya pemeriksaan dan pengobatan yang selama ini dilakukan tenaga kesehatan sudah berjalan cukup baik. Namun, ia menegaskan diperlukan langkah tambahan berupa pembentukan satuan intervensi khusus pengendalian vektor malaria di wilayah Kota Timika dan sekitarnya.“Untuk itu kami meminta kepada Gubernur Papua Tengah dan Bupati Mimika untuk membentuk satuan intevensi vektor secara fokus di Kota Timika, melihat kerja-kerja pemeriksaan dan pengobatan sudah berjalan cukup baik,” ujarnya.Selain itu, BADKO HMI Tanah Papua juga mendorong adanya kerja kolaboratif lintas sektor dalam menangani malaria. Menurut Ardhi, persoalan malaria tidak bisa sepenuhnya dibebankan hanya kepada sektor kesehatan semata.Ia menyebut penanganan malaria membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, hingga sektor lingkungan dan infrastruktur untuk memastikan pengendalian berjalan maksimal.Ardhi juga menyoroti minimnya informasi publik terkait perkembangan kasus malaria di Mimika. Ia meminta pemerintah lebih aktif memberikan edukasi dan membuka data perkembangan kasus secara berkala agar masyarakat memahami bahaya malaria serta pentingnya pencegahan dini.“Kita tidak banyak mendapatkan informasi tentang malaria ditengah Publik, jadi kasus malaria perlu di umumkan tiap bulan ke masyarakat, agar masyarakat paham babwa malaria itu menular dan dapat mengancam jiwa,” tutup Ardhi.Tingginya angka malaria di Mimika selama beberapa tahun terakhir memang menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan di Papua Tengah. Faktor iklim, lingkungan, hingga mobilitas masyarakat disebut menjadi penyebab penyebaran malaria masih sulit ditekan.Pemerintah daerah sebelumnya terus melakukan berbagai langkah penanganan seperti pemeriksaan massal, pembagian kelambu, pengasapan, hingga pengobatan gratis bagi warga yang terpapar malaria. Namun, tingginya jumlah kasus menunjukkan perlunya strategi yang lebih terpadu dan berkelanjutan. (GF) 10 Mei 2026, 21:53 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT