logo-website
Minggu, 31 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Ditembak Saat Distribusi Air Bersih, Sopir Tangki Jadi Korban Aksi Kekerasan di Jalur Dekai–Lopon Papuanewsonline.com, Yahukimo - Aksi kekerasan kembali menyasar warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Seorang sopir mobil tangki air bersih menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di jalur poros Dekai menuju Lopon, Kamis (12/2/2026) siang.Peristiwa terjadi saat korban mengemudikan kendaraan tangki yang membawa suplai air bersih untuk masyarakat di wilayah Lopon. Di tengah perjalanan, korban ditembaki dari arah pinggir jalan dan mengalami luka tembak di punggung sebelah kiri.Meski dalam kondisi terluka, korban bersama seorang kenek yang mendampinginya tetap melanjutkan perjalanan hingga berhasil mencapai Lopon untuk menyelamatkan diri. Laporan kejadian segera diterima aparat, dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Yahukimo bergerak cepat menuju lokasi.Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk mendapatkan pertolongan medis intensif. Berdasarkan informasi terakhir, korban sempat dalam kondisi kritis dan menjalani tindakan medis awal sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua di Jayapura untuk mendapatkan penanganan lanjutan yang lebih komprehensif.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa aparat tidak akan mentolerir aksi kekerasan terhadap warga sipil, terlebih terhadap masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas pelayanan kebutuhan dasar.“Korban adalah masyarakat yang sedang bekerja mengangkut kebutuhan dasar berupa air bersih. Ini tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Kami bergerak cepat untuk mengevakuasi korban dan mengamankan situasi. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pelaku,” tegas Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.Ia menambahkan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah Operasi Damai Cartenz.“Kehadiran kami di sini untuk memastikan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman. Tidak boleh ada rasa takut ketika warga mencari nafkah atau menjalankan pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan kronologi serta langkah cepat yang telah diambil aparat.“Benar, telah terjadi penembakan terhadap seorang sopir kendaraan tangki air bersih di jalur Dekai menuju Lopon. Korban mengalami luka tembak di punggung sebelah kiri dan sempat melanjutkan perjalanan untuk menyelamatkan diri. Setelah menerima laporan, personel kami langsung menuju lokasi, melakukan pengecekan, serta mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis hingga akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Papua di Jayapura,” jelasnya.Ia menambahkan, usai proses evakuasi, aparat melakukan respons taktis di sekitar lokasi kejadian. Petugas sempat mendapati tiga hingga empat orang mencurigakan yang kemudian melarikan diri dengan menyeberangi Kali Biru dan masuk ke area hutan. Hingga kini, penyisiran dan pengejaran masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah.Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan mengarah pada kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berasal dari wilayah Yahukimo. Aparat masih mendalami identitas dan keterkaitan kelompok tersebut guna memastikan proses hukum berjalan optimal.Sebagai langkah antisipatif, pengamanan di jalur distribusi logistik dan sejumlah objek vital di Kabupaten Yahukimo turut ditingkatkan. Koordinasi bersama pemerintah daerah juga dilakukan untuk menjamin distribusi kebutuhan masyarakat tetap berjalan dengan pengawalan yang memadai.Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan situasi keamanan tetap terkendali dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. PNO-12 15 Feb 2026, 13:43 WIT
Dua Ambulans Puskesmas Nyaris Dibakar OTK Di Yahukimo, Warga Berjuang Selamatkan Fasilitas Papuanewsonline.com, Yahukimo – Ketegangan menyelimuti kawasan Jalan Seradala KM 04, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, setelah dua unit ambulans milik Puskesmas Aplim hampir menjadi korban pembakaran oleh orang tak dikenal (OTK) pada Jumat (13/2) malam sekitar pukul 21.05 WIT. Kejadian ini membuat warga sekitar bergegas berkumpul untuk menjaga fasilitas kesehatan yang menjadi satu-satunya akses layanan bagi masyarakat pedalaman.Menurut keterangan saksi, Luter Matuan (40), seorang tokoh masyarakat lokal, dua pelaku datang membawa bahan bakar jenis solar dalam botol plastik berukuran 1.600 ml dan mengancam akan membakar gedung puskesmas beserta kendaraan ambulans. Kedua pelaku sempat menyiramkan solar di sekitar ban belakang mobil ambulans jenis Triton putih dan Arena APV putih dengan nomor polisi PA 6434 Y."Jika puskesmas ini terbakar, masyarakat tidak punya tempat lagi untuk berobat," ujarnya dengan khawatir.Warga kemudian berkumpul dan melakukan negosiasi untuk mencegah tindakan destruktif. Dalam upaya meredam situasi, salah satu warga memberikan uang sebesar Rp500.000 kepada pelaku, yang kemudian membatalkan aksi dan melarikan diri ke arah Jalan Seradala. Pada Sabtu (14/2) pukul 09.25 WIT, personel Satreskrim Polres Yahukimo dibantu Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 yang dipimpin IPTU Muhammad Mirwan segera menuju lokasi kejadian.Tim melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa botol bekas berisi sisa solar dan rumput kering yang terkena bahan bakar. Meskipun jejak kaki tidak ditemukan, bukti siraman solar di sekitar kendaraan memperkuat dugaan percobaan pembakaran. Kedua ambulans kemudian dikelola ke Rumah Sakit Umum Daerah Dekai untuk memastikan keamanan fasilitas layanan kesehatan. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani menegaskan tidak akan mentolerir ancaman terhadap sarana publik.  Penulis: Jid Editor: GF 14 Feb 2026, 21:44 WIT
TPNPB Klaim Rampas Dua Senjata SS2 dan 50 Amunisi di Tembagapura Papuanewsonline.com, Mimika - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui Siaran Pers ke-IV per Jumat, 13 Februari 2026, melaporkan secara resmi perampasan dua unit senjata jenis SS2 beserta 50 butir amunisi di Mile 50 Tembagapura pada Rabu, 11 Februari 2026. Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa aksi itu juga menyebabkan satu aparat militer meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka.Dalam pernyataan tersebut, disebutkan bahwa tindakan itu dilakukan atas perintah Panglima Tinggi, Jenderal Goliath Naaman Tabuni bersama Jenderal Titus Murib. Operasi di lapangan dipimpin Mayor Yeki Murib bersama pasukan TPNPB dari Pos Kali Kopi.Mayor Yeki Murib juga melaporkan bahwa dua pucuk senjata SS2 bersama 50 butir amunisi yang dirampas telah menjadi milik TPNPB di bawah pimpinan Jenderal Goliath N Tabuni. Dalam siaran pers tersebut dinyatakan bahwa senjata tersebut akan digunakan dalam medan perang melawan aparat militer Indonesia dan bahwa wilayah perang telah dibuka di Tembagapura.Dalam pernyataan yang sama, TPNPB meminta seluruh karyawan PT Freeport Indonesia untuk berhenti bekerja. Selain itu, disebutkan bahwa pasukan dari berbagai kodap telah berada di Tembagapura dan siap melakukan penyerangan lanjutan.Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menyampaikan imbauan agar seluruh aktivitas sipil dan pihak yang tidak terlibat sebagai aparat militer segera meninggalkan wilayah Tembagapura guna menghindari korban jiwa. Dalam siaran tersebut turut disebutkan permintaan penutupan tempat penjualan minuman keras, judi, dan praktik prostitusi yang dituduhkan dibuka oleh aparat militer Indonesia di wilayah tersebut.Selain itu, imbauan juga ditujukan kepada warga imigran Indonesia yang berada di Tembagapura agar keluar dari wilayah operasi TPNPB. Dalam pernyataan tersebut disebutkan adanya laporan dari PIS TPNPB bahwa sebagian warga imigran Indonesia diduga terlibat sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia di daerah konflik bersenjata di Tanah Papua.Siaran pers ini ditandatangani oleh Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM, serta mencantumkan jajaran pimpinan Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM, yakni Jenderal Goliath Tabuni sebagai Panglima Tinggi, Letnan Jenderal Melkisedek Awom sebagai Wakil Panglima, Mayor Jenderal Terianus Satto sebagai Kepala Staf Umum, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen sebagai Komandan Operasi Umum.Pernyataan tersebut menjadi bagian dari eskalasi informasi terkait situasi keamanan di Tembagapura dalam beberapa hari terakhir, menyusul rangkaian peristiwa bersenjata yang terjadi di wilayah tersebut. (GF) 13 Feb 2026, 23:49 WIT
Papua Selatan Diguncang Dua Kejadian, Dari Penembakan Pesawat Smart Air hingga Bentrok TNI–Polri Papuanewsonline.com, Papua Selatan - Papua Selatan kembali menjadi sorotan setelah dua peristiwa serius terjadi secara beruntun dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Penembakan terhadap pesawat sipil pada 11 Februari 2026 disusul bentrokan antar oknum aparat keamanan pada 12 Februari 2026 di Kota Kepi, Kabupaten Mappi.Peristiwa pertama terjadi ketika pesawat perintis milik Smart Air ditembaki saat hendak mendarat di wilayah Korowai pada Rabu, 11 Februari 2026. Insiden tersebut mengakibatkan dua awak pesawat, yakni pilot dan kopilot, meninggal dunia. Serangan terhadap penerbangan sipil ini langsung memicu perhatian luas mengingat peran vital pesawat perintis dalam mendukung distribusi logistik, pelayanan kesehatan, serta mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman Papua Selatan.Aparat menyebut dugaan pelaku merupakan kelompok bersenjata yang oleh pemerintah diklasifikasikan sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata. Insiden ini dipandang sebagai ancaman nyata terhadap keamanan sipil, khususnya di daerah yang akses transportasinya sangat bergantung pada jalur udara.Belum sepenuhnya pulih dari dampak tragedi tersebut, situasi kembali memanas sehari kemudian. Pada Kamis, 12 Februari 2026, terjadi bentrokan antara oknum anggota TNI dan oknum anggota Polri di Kota Kepi, Kabupaten Mappi. Informasi awal menyebutkan insiden dipicu kesalahpahaman di lapangan yang kemudian berkembang menjadi konflik fisik.Pihak Kodam dan Polda menyatakan situasi telah dikendalikan serta menegaskan bahwa kejadian tersebut melibatkan oknum, bukan konflik institusional. Meski demikian, peristiwa itu sempat memicu ketegangan dan menjadi perhatian masyarakat setempat.Rangkaian dua peristiwa ini memunculkan evaluasi publik yang lebih luas terhadap kondisi keamanan di Papua Selatan. Dalam situasi menghadapi ancaman bersenjata, masyarakat berharap adanya konsolidasi penuh antar unsur aparat untuk memastikan respons yang terpadu dan efektif.Serangan terhadap pesawat sipil dinilai sebagai ancaman serius yang membutuhkan fokus penanganan maksimal. Di tengah situasi sensitif tersebut, bentrokan internal antar aparat dipandang sebagai kondisi yang riskan dan berpotensi melemahkan konsentrasi pengamanan wilayah.Papua Selatan dinilai membutuhkan penguatan disiplin, komunikasi, serta pengendalian komando yang lebih solid agar respons terhadap ancaman eksternal tidak terganggu oleh dinamika internal. Soliditas bukan hanya simbol kelembagaan, tetapi menjadi kebutuhan operasional dalam menjaga stabilitas dan rasa aman masyarakat. (GF) 13 Feb 2026, 12:37 WIT
Dugaan Korupsi Program Rumah Swadaya Rp2,6 Miliar di Tual, Tersangka Dilimpahkan ke Kejati Maluku Papuanewsonline.com, Tual - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tual resmi melaksanakan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya Desa Tam Ngurhir Tahun Anggaran 2019 pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Tual.Pelimpahan tahap II berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIT. Dalam proses tersebut, dua tersangka langsung dilakukan penahanan sebagai bagian dari tahapan hukum lanjutan sebelum masuk ke proses penuntutan.Kasus ini berkaitan dengan pengelolaan anggaran sebesar Rp2.675.820.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. Program tersebut merupakan bantuan rumah swakelola tipe IV yang pelaksanaannya dipercayakan kepada kelompok masyarakat penerima bantuan di Desa Tam Ngurhir.Dua tersangka yang telah dilimpahkan masing-masing berinisial FR selaku Kepala Dinas Perkim Kota Tual tahun 2019 dan RT selaku penyedia atau Direktur CV Rahmat Barokah Jaya. Keduanya diduga memiliki peran penting dalam pelaksanaan program yang kini berujung pada proses hukum.Usai tahap II, tersangka FR ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Ambon, sementara tersangka RT dititipkan di Lapas Perempuan Ambon untuk menjalani masa penahanan selanjutnya.Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tual, Johanes Riky Felubun, menegaskan bahwa pelaksanaan tahap II merupakan tindak lanjut dari rangkaian penyidikan yang telah dilakukan sebelumnya.“Penyidik Kejaksaan Negeri Tual telah melakukan proses tahap dua. Penahanan sudah kami lakukan di Tual, kemudian hari ini kami menerbangkan dua orang tersangka ke Kejaksaan Tinggi Maluku untuk dilakukan tahap dua,” ujar Johanes kepada wartawan.Ia menambahkan bahwa dua tersangka lainnya berinisial FF dan MS yang berperan sebagai tenaga fasilitator lapangan dijadwalkan menjalani tahap II pada Kamis (12/2/2026). Keduanya akan diterbangkan dari Tual ke Ambon dengan pengawalan penyidik Kejari Tual guna menjalani proses serupa.Dalam proses penyidikan, terungkap dugaan adanya tindakan di luar kewenangan dalam pelaksanaan program tersebut yang berdampak pada kerugian negara dalam jumlah signifikan.“Berdasarkan hasil perhitungan ahli dari Auditor Kejaksaan Tinggi Maluku, total kerugian negara dalam perkara ini sebesar Rp1,4 miliar dari total anggaran Rp2,6 miliar,” jelas Johanes.Selain itu, hasil pemeriksaan fisik di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan 120 unit rumah bagi penerima bantuan hanya terealisasi sekitar 60 persen dari target yang direncanakan. Dengan rampungnya tahap II, penanganan perkara kini beralih ke tahap penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejati Maluku untuk selanjutnya diproses di persidangan. (GF) 13 Feb 2026, 12:24 WIT
Dugaan Pemerasan di Lapas Timika, Keluarga Tahanan Bongkar Perlakuan Korup Oknum Petugas Papuanewsonline,com, Timika - Keluarga tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Timika, Papua, mengungkapkan keluhan mereka terhadap petugas lapas yang dituding tidak becus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.Narasumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa barang-barang titipan berupa makanan dan uang tidak pernah sampai ke pihak tahanan, atau jika sampai, tidak semuanya."Kami sudah beberapa kali menitipkan makanan dan uang untuk keluarga kami yang di dalam, tapi tidak pernah sampai. Kadang ada yang sampai, tapi tidak semuanya," kata narasumber tersebut.Narasumber juga menuding bahwa petugas lapas Timika memeras warga binaan yang sudah di hukum dan ditahan."Kenapa mereka harus memeras warga binaan yang sudah di hukum? Apa tidak cukup dengan hukuman yang sudah dijatuhkan?"Keluarga tahanan juga mengeluhkan perlakuan tidak sopan dari petugas lapas yang biasa dipanggil Pak Nanang."Kadang kami datang untuk besuk, selesai di besuk, warga binaan dipanggil dan dipalak oleh Pak Nanang. Sangat tidak sopan," tambah narasumber tersebut.Dua orang petugas lapas, yaitu Pak Valdo dan Pak Lando, juga dituding sering mabuk dan masuk ke dalam blok tahanan untuk meminta uang dan rokok."Jika tidak kasih, sering dipukul dan dianiaya," kata narasumber tersebut.Pihak Lapas Timika, melalui Pak Hernowo S.SOS., mengatakan bahwa akan membenahi masalah ini. "Kami akan melakukan investigasi dan mengambil tindakan yang tepat terhadap petugas yang terlibat dalam kegiatan pemerasan dan kekerasan," kata Pak Hernowo melalui pesan WhatsApp. Penulis: Hend Editor: GF 13 Feb 2026, 12:14 WIT
Sopir Tangki Air Ditembak OTK Di Yahukimo, Operasi Damai Cartenz Bertindak Cepat Papuanewsonline.com, Yahukimo – Aksi kekerasan kembali terjadi di Yahukimo, Papua Pegunungan, dengan seorang sopir tangki air menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis (12/2/26). Insiden ini terjadi saat korban tengah menjalankan tugas mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. Satgas Operasi Damai Cartenz merespons kejadian ini dengan cepat dan melakukan langkah-langkah pengamanan."Kami tidak akan menolerir segala bentuk aksi kekerasan terhadap warga sipil," tegas Brigjen Pol Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026.Penembakan tersebut terjadi di jalur poros yang menghubungkan Dekai dengan Lopon. Korban, meski mengalami luka tembak di bagian punggung sebelah kiri, berhasil menyelamatkan diri bersama keneknya hingga mencapai Lopon. Satgas Operasi Damai Cartenz segera melakukan evakuasi terhadap korban menuju RSUD Dekai sebelum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua yang berada di Jayapura untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, menjelaskan bahwa kondisi korban sempat kritis, namun pihaknya memastikan penanganan medis terbaik segera diberikan. Penyelidikan awal mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beroperasi di wilayah Yahukimo. Aparat keamanan terus melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas serta keterkaitan kelompok tersebut dengan aksi penembakan ini. "Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan terukur," imbuh Kombes Pol Yusuf Sutejo.Sebagai langkah antisipatif, Satgas Operasi Damai Cartenz meningkatkan pengamanan di sepanjang jalur distribusi logistik serta objek vital yang berada di wilayah Yahukimo. Langkah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya insiden serupa serta menjamin keselamatan masyarakat. Koordinasi erat juga dilakukan bersama dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan distribusi kebutuhan pokok bagi masyarakat tetap berjalan lancar. "Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama kami," pungkas Brigjen Pol Faizal Ramadhani. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta senantiasa menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Feb 2026, 12:03 WIT
Bentrokan Antara Aparat TNI dan Polisi di Mappi Papua Selatan Gegerkan Warga Papuanewsonline.com, Mappi – Bentrokan antara oknum TNI dan anggota kepolisian terjadi di Kota Kepi, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, pada Kamis siang, 12 Februari 2026, memicu kepanikan warga dan menjadi sorotan publik di wilayah tersebut.Peristiwa ini bermula dari penahanan seorang anggota polisi sejak malam sebelumnya, setelah yang bersangkutan melintas di depan pos TNI dan diduga melakukan aksi menggeber gas kendaraan yang memicu ketegangan di lokasi.Situasi yang awalnya terkendali berubah menjadi memanas saat dilakukan upaya penjemputan terhadap anggota polisi tersebut, sehingga memicu gesekan antara kedua institusi keamanan dan berujung pada bentrokan terbuka.Ketegangan antar aparat berlangsung cukup intens, disertai suara tembakan yang terdengar di sekitar lokasi, membuat warga sekitar memilih menjauh dan mencari tempat aman untuk menghindari kemungkinan risiko yang lebih besar.Seorang warga setempat, Alan, menyebut bentrokan terjadi sekitar pukul 10.00 WIT, dengan suasana yang mencekam dan aktivitas masyarakat sempat lumpuh karena kekhawatiran akan meluasnya konflik.Peristiwa ini menyita perhatian masyarakat luas, mengingat hubungan dan koordinasi antara TNI dan Polri sangat krusial dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Papua Selatan yang memiliki tantangan geografis dan sosial tersendiri.Warga berharap kejadian tersebut dapat segera diselesaikan secara profesional, transparan, dan berkeadilan, sehingga tidak meninggalkan dampak berkepanjangan terhadap situasi keamanan dan ketertiban di Kota Kepi.Hingga Kamis sore, kondisi di lapangan dilaporkan mulai berangsur terkendali, dengan aparat gabungan masih melakukan penjagaan di sejumlah titik strategis untuk mencegah terjadinya insiden susulan.Pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan serta menyusun kronologi lengkap kejadian, sementara masyarakat menantikan langkah-langkah tegas dan bijaksana demi memulihkan situasi kamtibmas di wilayah tersebut. Penulis: HendEditor: GF 12 Feb 2026, 23:08 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT