Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kriminal
Homepage
Bentuk Satgas Gabungan, Kapolri dan Menhut Telusuri Temuan Kayu di Bencana Aceh dan Sumatera
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menggelar doorstop usai audiensi di Gedung Utama Mabes Polri, Kamis malam (4/12/2025). Pertemuan tersebut membahas penanganan temuan kayu yang diduga menjadi salah satu faktor terjadinya kerusakan infrastruktur dan korban jiwa akibat bencana di Aceh, Sumatera, dan Sumatera Barat.Dalam pernyataannya, Kapolri menyampaikan rasa duka cita atas bencana yang menimpa masyarakat di berbagai wilayah tersebut.“Kita menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana, baik di Aceh, di Sumatera maupun Sumatera Barat,” ujar Kapolri.Ia menjelaskan bahwa temuan kayu yang diduga ilegal menjadi atensi Presiden sehingga Polri bersama Kementerian Kehutanan sepakat membentuk Satgas Gabungan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.“Kami menyambut baik dan akan melakukan kerja sama dengan Menteri Kehutanan dan tim untuk membentuk Satgas Gabungan guna melakukan penyelidikan terkait temuan-temuan kayu yang diduga berdampak terhadap kerusakan, jembatan rusak, rumah terdampak, hingga adanya korban jiwa,” jelasnya.Kapolri menegaskan bahwa personel Polri telah diturunkan ke lapangan dan akan segera bergabung dengan tim dari Kementerian Kehutanan maupun unsur lain yang diperlukan.“Dalam waktu dekat saya meminta agar tim segera bergerak dari hulu sampai hilir, khususnya di lokasi-lokasi yang memiliki potensi perlu ditindaklanjuti karena memang ada dugaan-dugaan pelanggaran,” sambungnya.Ia menekankan bahwa pendalaman akan dilakukan secara komprehensif dan hasilnya akan segera diinformasikan kepada publik setelah tim gabungan bekerja maksimal.“Yang jelas sementara itu yang bisa kami sampaikan. Kita akan pastikan kerja tim berjalan cepat,” tutup Kapolri. PNO-12
05 Des 2025, 19:14 WIT
Penegakan Hukum Yang Abal-Abal, Komisi III DPR RI Siap Panggil Pejabat Tinggi MA dan Kejaksaan
Papuanewsonline.com, Jakarta — Komisi III DPR RI kembali menegaskan perannya dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap lembaga penegak hukum, yang kerap melakukan penegakan hukum abal-abal karena terlibat kepentingan, hingga mengkriminalisasi masyarakat.Dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Reformasi Kepolisian RI, Kejaksaan RI, dan Pengadilan yang digelar pada Kamis (4/12/2025), Komisi III mengeluarkan sejumlah keputusan penting terkait dua perkara yang banyak menyita perhatian publik yakni kasus konsinyasi Tol Depok–Antasari dan penanganan perkara atas nama Petrus Fatlolon di Maluku.Komisi III meminta Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta melakukan investigasi mendalam terkait proses pencairan dana konsinyasi pengganti pembangunan Jalan Tol Depok–Antasari atas nama Sdr. Bob Goldman.Langkah ini diambil untuk memastikan prosedur pencairan yang dilakukan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sesuai dengan PERMA No. 2 Tahun 2024 serta ketentuan hukum yang berlaku.Komisi III menilai transparansi dan kepastian hukum dalam kasus konsinyasi sangat penting mengingat dampaknya yang luas bagi masyarakat serta penegakan hukum dalam proyek strategis nasional.Perhatian serius dari Komisi III DPR RI juga diberikan terhadap perkara yang menimpa Petrus Fatlolon, mantan Bupati Kepulauan Tanimbar.Komisi III meminta Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) dan Kejaksaan Tinggi Maluku melakukan pengawasan menyeluruh terhadap tindakan dan proses yang dijalankan oleh Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar.Evaluasi ini dimaksudkan untuk memastikan penanganan perkara berjalan profesional, akuntabel, dan bebas dari praktik-praktik yang dapat mencederai hukum.Untuk menggali informasi lebih komprehensif, Komisi III melalui Panja Reformasi memutuskan akan memanggil sejumlah pejabat penting Kejaksaan dan Mahkamah Agung, termasuk:Kepala Kejaksaan Tinggi MalukuMantan Kajari Kepulauan Tanimbar, Dady WahyudiMantan Aspidsus Kejati Maluku, Triono RahyudiMantan Asintel Kejati Maluku, Muji MurtopoJaksa Kejati Maluku: R. Santoso dan Bambang IrawanJaksa Agung Muda Bidang PengawasanSdr. Petrus FatlolonSelain itu, Panja juga akan memanggil Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI dan Dirjen Badan Peradilan Umum terkait laporan pengaduan Sdr. Bob Goldman.Langkah pemanggilan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang objektif dan menyeluruh mengenai dugaan permasalahan dalam kedua kasus tersebut.Pimpinan Komisi III DPR RI, Dr. H. Habiburokhman, menegaskan keputusan ini merupakan bagian dari komitmen DPR untuk memastikan reformasi penegakan hukum berjalan nyata.Kehadiran perwakilan masyarakat, yaitu Dr. (c) H. Djamaluddin Koedoeboen, S.H., M.H. dan John Lokollo, M.A., dan Isteri mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, memperkuat aspirasi publik agar dugaan penyimpangan hukum tidak dibiarkan berlarut-larut.Komisi III memastikan proses pengawasan akan dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan demi menjaga integritas lembaga penegak hukum.Penulis: PNO-12Editor: GF
05 Des 2025, 02:09 WIT
Indonesia–Belanda Sepakati Pengaturan Teknis Pemulangan Dua Narapidana
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kementerian Koordinator
Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham
Imipas) secara resmi menandatangani Practical Arrangement dengan Pemerintah
Kerajaan Belanda pada Selasa, 2 Desember 2025. Penandatanganan yang digelar secara
daring ini menghadirkan Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, sebagai
perwakilan Pemerintah Indonesia, sementara pihak Belanda diwakili oleh Menteri
Luar Negeri D. M. van Weel.Kesepakatan tersebut merupakan hasil pembahasan panjang
sejak awal 2025 dan menjadi tonggak penting dalam pengaturan pemindahan dua
narapidana warga negara Belanda yang tengah menjalani hukuman di Indonesia.
Yusril menyatakan bahwa penyusunan kesepahaman ini didasarkan pada prinsip
ketertiban proses hukum serta pemenuhan standar kemanusiaan dalam setiap
tahapan pemindahan.Practical Arrangement ini memuat pengaturan teknis dan
administratif yang harus dipatuhi kedua negara. Ruang lingkupnya mencakup tata
cara pelaksanaan pemindahan, mekanisme penanganan kesehatan narapidana,
pengaturan logistik perjalanan, hingga pembiayaan penuh yang menjadi tanggung
jawab Pemerintah Belanda. Seluruh detail prosedural telah dibahas dalam
rangkaian rapat sejak 28 Februari hingga 1 Desember 2025.Dua narapidana yang menjadi subjek pemindahan adalah
Siegfried Mets, 74 tahun, terpidana mati dengan riwayat perawatan medis akibat
fraktur lengan, serta Ali Tokman, 65 tahun, terpidana seumur hidup kasus
narkotika yang memiliki riwayat hipertensi. Keduanya dijadwalkan berangkat
menuju Amsterdam melalui Bandara Internasional Soekarno–Hatta pada 8 Desember
2025.Yusril menegaskan bahwa kesepakatan ini menunjukkan
profesionalisme hubungan bilateral Indonesia dan Belanda dalam menangani isu
pemindahan narapidana lintas negara. Ia menambahkan bahwa kerja sama semacam
ini penting untuk memastikan kepastian hukum dan penghormatan terhadap hak
individu yang sedang menjalani pidana.Penandatanganan ini sekaligus memperkuat komitmen kedua
negara untuk menjaga seluruh prosedur tetap berada dalam koridor hukum nasional
maupun prinsip kerja sama internasional. Pemerintah Belanda juga memberikan
apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas dukungan dan koordinasi intensif
selama persiapan pemindahan berlangsung.Kerja sama ini dipandang sebagai wujud diplomasi hukum yang
menempatkan aspek kemanusiaan dan akuntabilitas sebagai prioritas. Pemerintah
Indonesia memastikan bahwa proses pemindahan dilakukan secara transparan,
terukur, dan tidak mengabaikan kondisi kesehatan narapidana yang bersangkutan. Penulis: PNO-1
Editor: GF
03 Des 2025, 09:55 WIT
Tuntut Keadilan, Keluarga Korban Pembunuhan Blokade Jalan Depan Polres Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika - Keluarga dari dua korban
pembunuhan yang ditemukan di Kawasan SP 9 dan SP 2, Kabupaten Mimika, Papua
Tengah, melakukan aksi blokade Jalan Cenderawasih, tepatnya di depan Kantor
Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mimika, Selasa (2/12/2025)
malam. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan tuntutan agar pihak
kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan sadis
tersebut.Pantauan di lokasi, jenazah Bonisius Gaitian dan Jesy
Kaimudin dibawa keluarga dari RSUD menuju kantor SPKT Polres menggunakan mobil
ambulans. Setibanya di depan kantor SPKT, mobil ambulans diparkir
melintang di kedua arus Jalan Cenderawasih, menyebabkan kemacetan lalu lintas
di sekitar area tersebut.Kasatreskrim AKP Rian Oktaria dan Kabag Ops Polres Mimika
AKP Henri Alfredo Korwa hadir menemui keluarga korban untuk berdialog dan
menenangkan massa. Pihak kepolisian berjanji akan bekerja keras untuk
mengungkap kasus ini secepatnya dan meminta keluarga untuk bersabar serta
mempercayakan proses hukum kepada pihak berwajib.Diberitakan sebelumnya, dua jenazah pria ditemukan di
kawasan SP 9 dan SP 2 dengan kondisi yang berbeda. Salah satu jenazah ditemukan dengan kondisi mengenaskan.
Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui identitas jenazah adalah Bonisius
Gaitian dan Jesy Kaimudin. Aksi blokade jalan ini menunjukkan betapa besar rasa duka
dan tuntutan keadilan dari keluarga korban atas kejadian tragis ini. Penulis: Jid
Editor: GF
03 Des 2025, 00:15 WIT
Geger! Pembunuhan Sadis Gemparkan Mimika, Kepala Korban Dipenggal di Jalan Poros Iwaka
Papuanewsonline.com, Mimika - Kejadian pembunuhan sadis
menggemparkan masyarakat Mimika pada Selasa (2/12/25). Seorang pria ditemukan
tewas dengan kondisi mengenaskan di Jalan Poros SP 9-SP7, antara Kampung
Wangirja-Mulia Kencana, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.Kepala korban ditemukan terpenggal dan terpisah dari badan
yang masih berada di atas sepeda motor matic yang diduga miliknya.Kejadian ini sontak membuat heboh masyarakat Mimika setelah
foto dan video kejadian tersebut tersebar luas di media sosial. Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tragis ini
terjadi sekitar pukul 14.00 WIT. Warga yang melintas di Jalan Poros SP 9-SP7
menemukan korban dalam kondisi yang sangat mengenaskan.Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, saat
dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. "Tim Inafis sedang melakukan
olah TKP," katanya. Kapolres juga menambahkan bahwa saat ini identitas korban
masih belum diketahui dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan
intensif. Kasus pembunuhan sadis ini tentu menimbulkan ketakutan dan
keresahan di kalangan masyarakat Mimika. Pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap
identitas korban, menangkap pelaku, serta mengungkap motif di balik pembunuhan
brutal ini. Penulis: Jid
Editor: GF
02 Des 2025, 21:20 WIT
Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Poros SP II–SP V, Warga Timika Resah & Minta Polisi Usut
Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Timika kembali
digemparkan oleh penemuan mayat seorang pria di salah satu lorong Jalan Poros
SP II–SP V, tepatnya di area jembatan Waker menuju Pohon Jomblo, pada Selasa
(2/12/2025). Kejadian ini menambah kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya
kasus kematian misterius di wilayah tersebut.Korban ditemukan tergeletak di jalan, hanya beberapa meter
dari sepeda motor yang diduga merupakan miliknya. Saat ditemukan, pria itu
masih mengenakan pakaian lengkap dan helm, seolah baru saja melintas sebelum
peristiwa tragis itu terjadi.Kondisi tubuh korban membuat warga sekitar terkejut. Pada
bagian wajahnya tampak luka-luka berdarah, sementara tangan korban terlihat
mengalami luka sayatan. Luka yang ditemukan pada tubuh korban mengarah pada
dugaan kuat bahwa korban mengalami tindak kekerasan sebelum akhirnya meninggal.Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih belum
dapat dipastikan. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah
Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti awal dan memastikan area
tetap steril dari keramaian warga.Penyelidikan intensif sedang dilakukan guna mengungkap
identitas korban yang belum diketahui. Polisi juga menelusuri kemungkinan
adanya pelaku atau motif tertentu yang menyebabkan peristiwa ini, mengingat
kondisi tubuh korban menunjukkan unsur kekerasan.Penemuan jasad tersebut sontak memunculkan keresahan di
kalangan warga yang melintas maupun penduduk sekitar. Mereka berharap pihak
berwajib dapat segera memberikan kejelasan agar situasi kamtibmas tetap
terjaga.Sejumlah warga mengakui bahwa kasus-kasus seperti ini
membuat mereka semakin berhati-hati saat bepergian, terutama pada malam hari.
Mereka berharap peningkatan patroli dapat dilakukan untuk mencegah kejadian
serupa.Polisi masih mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi
terkait kejadian ini untuk segera melapor agar proses investigasi dapat
berjalan lebih cepat dan akurat.Kematian misterius ini menambah daftar kasus serupa yang
belakangan muncul di Timika, membuat masyarakat mendesak agar aparat segera
mengungkap apa yang sebenarnya terjadi demi rasa aman bersama. Penulis: Jid
Editor: GF
02 Des 2025, 21:09 WIT
Tragis! Istri Korban Ungkap Detik-Detik Sebelum Suaminya Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di SP 9 Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika - Kasus pembunuhan sadis yang
menggemparkan Mimika pada Selasa (2/12/2025) akhirnya mengungkap identitas
korban. Bonesius, pria berusia 46 tahun asal Kepulauan Aru, Maluku, ditemukan
tewas dengan kepala terpenggal di Jalan Poros SP 9-SP7, Distrik Iwaka. Di
tengah kesedihan mendalam, Surip Dorci Residay, istri korban, mengungkapkan
kronologi terakhir sebelum suaminya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.Surip menuturkan, suaminya baru dua hari terakhir bekerja
sebagai ojek karena pekerjaan utamanya sebagai tukang batako sedang terhenti
akibat kekurangan bahan pasir. "Dia keluar tadi pagi untuk ojek. Lalu siang dia ojek
masyarakat… masyarakat itu bawa parang," ujar Surip dengan suara bergetar
saat ditemui di RSUD Mimika. Sang suami sempat pulang sebelum kembali mengantar penumpang
yang sama menuju SP7. "Lalu saya tanya dia, masyarakat itu sudah bayar kah?
Dia bilang belum… Lalu dia bilang saya isi bensin dulu. Habis itu baru pergi
ambil masyarakat itu lagi," jelasnya. Tak lama kemudian, Surip menerima kabar tragis melalui
telepon. "Sekitar 15 menit, ada telepon. Katanya bapa Bonesius
ada kecelakaan… ternyata suami saya yang di video itu," ujarnya sambil
menahan tangis. Keluarga kini terpukul, terutama kedua anaknya yang masih
duduk di bangku SMP dan SD.Wakil Kepala Suku Aru Kabupaten Mimika, Hariyanto Laelaen,
menyatakan duka mendalam atas kejadian ini. "Kami sangat terpukul dengan keadaan ini karena
kehilangan masyarakat Aru yang ada di Kabupaten Mimika. Saya berharap pihak
keamanan secepatnya untuk mendapatkan pelaku dan diproses secara hukum yang
berlaku," tegasnya. Masyarakat Aru menanti langkah cepat aparat kepolisian untuk
mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan brutal ini.Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman,
sebelumnya membenarkan penemuan mayat tersebut dan menyatakan bahwa
penyelidikan telah dilakukan oleh Satreskrim dan tim identifikasi. Pihaknya
juga mengimbau warga Mimika untuk tidak terprovokasi dan tetap mempercayakan
polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. "Kepada seluruh warga Timika agar tetap tenang dan
jangan terprovokasi oleh isu atau berita yang tidak benar, dan segera laporkan
kepada kami aparat keamanan apabila ada berita atau isu yang tidak benar,"
imbaunya. Pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan
meminta masyarakat untuk memberikan informasi sekecil apapun yang dapat
membantu penyelidikan. Penulis: Jid
Editor: GF
02 Des 2025, 21:07 WIT
Dua Pembunuhan Brutal Menggemparkan Mimika: Polisi Telusuri Motif dan Identitas Korban
Papuanewsonline.com, Mimika — Dua kasus pembunuhan hampir
bersamaan menggetarkan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, setelah dua pria
ditemukan tewas di lokasi berbeda pada Selasa, 2 Desember 2025. Insiden pertama
terjadi di kawasan SP 9, Distrik Iwaka, dan langsung mencuri perhatian publik
karena kondisi korban yang sangat mengenaskan.Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman,
membenarkan bahwa peristiwa di SP 9 diduga kuat merupakan tindak pembunuhan. Ia
menyampaikan bahwa tim kepolisian, termasuk Kasat Reskrim dan Unit
Identifikasi, telah berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Hingga kini, identitas korban dan penyebab pasti kematiannya masih dalam proses
pendalaman.Dalam video amatir yang beredar di masyarakat, korban
terlihat tergeletak di tengah jalan dengan kondisi yang menunjukkan adanya
kekerasan ekstrem. Polisi telah mengamankan area kejadian untuk mencegah
gangguan dan menjaga keutuhan bukti selama proses penyelidikan berlangsung.Tidak berselang lama, kasus kedua dilaporkan terjadi di ruas
Jalan Poros SP 2–SP 5, yang merupakan jalur mobilitas padat di Mimika. Seorang
pria yang diduga berprofesi sebagai tukang ojek ditemukan tewas dengan
luka-luka pada bagian wajah dan tangan. Penemuan ini membuat masyarakat
setempat semakin waspada karena dua kejadian terjadi dalam hari yang sama.AKBP Billyandha menyebut bahwa kedua insiden ini masih dalam
tahap penyelidikan awal, sehingga polisi belum dapat memastikan apakah ada
keterkaitan di antara keduanya. Ia menjelaskan bahwa berbagai bukti sedang
dikumpulkan untuk mengetahui motif dan pelakunya. “Penyebab dan identitasnya
masih belum diketahui,” ujarnya singkat dalam pernyataan resmi.Polisi kini memperluas penyisiran di sekitar dua lokasi
kejadian, termasuk memeriksa saksi-saksi yang berada di area tersebut pada
waktu mendekati kejadian. Upaya penelusuran ini dilakukan untuk memastikan
setiap detail dapat terungkap dan memberikan kejelasan bagi masyarakat yang
tengah merasa khawatir.Di tengah meningkatnya kecemasan warga, Kapolres Mimika
mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang
belum terverifikasi. Ia meminta warga segera melapor jika menemukan hal
mencurigakan, karena kerja sama masyarakat sangat penting dalam membantu
penyelesaian dua kasus ini.Hingga berita ini diturunkan, jenazah dari kedua korban
telah dibawa ke fasilitas medis untuk keperluan identifikasi dan pemeriksaan
lanjutan. Aparat terus bekerja memastikan kasus ini dapat segera terungkap demi
menjaga rasa aman masyarakat Mimika. Penulis: HendrikEditor: GF
02 Des 2025, 20:59 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Kasus Pembunuhan 2 Warga yang dilakukan OTK
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo melakukan penyelidikan intensif terkait kasus pembunuhan terhadap dua pekerja pencari kayu gaharu yang dilakukan oleh sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) di Camp Kampung Bor, Distrik Sumo, Kabupaten Yahukimo, pada Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 18.05 WIT.Adapun Identitas Para Korban sebagai berikut :Korban Meninggal Dunia:1. Sugianto (43)2. Hardiyanto (39)Korban Selamat:1. Nur Asyah (istri almarhum Sugianto)2. Alias (saudara Nur Asyah)Berdasarkan keterangan saksi E menyebutkan bahwa pada sekitar pukul 18.05 WIT dirinya menerima panggilan telepon dari korban selamat yakni Alias, yang melaporkan terjadinya penyerangan terhadap dua pekerja gaharu di Camp Kampung Bor. Para korban diketahui telah tinggal dan bekerja di lokasi tersebut selama kurang lebih lima tahun bersama keluarga mereka.Alias menjelaskan bahwa pada siang hari, sekelompok OTK mendatangi Camp dan langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Para korban berusaha melarikan diri bersama keluarga, namun dua orang tidak berhasil menyelamatkan diri dan akhirnya meninggal dunia.Pada pukul 21.30 WIT, Alias kembali menghubungi saksi E dan menyampaikan bahwa dua jenazah korban sedang dievakuasi menggunakan perahu fiber dari Kampung Bor menuju Kota Agats, Kabupaten Asmat, dengan estimasi perjalanan sekitar tujuh jam.Keempat korban merupakan satu keluarga berdomisili di Kota Agats, Kabupaten Asmat. Selain bekerja sebagai pencari kayu gaharu, keluarga ini juga menjalankan usaha kios sembako di Kampung Bor. Sampai saat ini, semua korban, baik yang selamat maupun meninggal dunia, telah dievakuasi ke Kota Agats.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Tim telah menerjunkan personel untuk melakukan pendalaman di lokasi kejadian.“Tim telah bergerak melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari pengumpulan keterangan saksi, pemeriksaan tempat kejadian, hingga pengembangan informasi terkait pelaku maupun motif penyerangan. Kami berkomitmen mengungkap kasus ini dan memastikan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum, menekankan bahwa peningkatan kehadiran personel di wilayah rawan menjadi prioritas.“Patroli dan pemantauan jalur pergerakan masyarakat sudah kami tingkatkan. Koordinasi terus dilakukan dengan Polres Yahukimo untuk menjaga stabilitas kamtibmas pascakejadian,” ujarnya.Satgas Operasi Damai Cartenz menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya dua korban dalam insiden ini. Satgas Ops Damai Cartenz berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, serta para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Satgas juga memastikan bahwa penegakan hukum akan terus dilakukan hingga para pelaku berhasil ditangkap. PNO-12
01 Des 2025, 11:29 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru