logo-website
Senin, 13 Apr 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Bentuk Satgas Gabungan, Kapolri dan Menhut Telusuri Temuan Kayu di Bencana Aceh dan Sumatera Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menggelar doorstop usai audiensi di Gedung Utama Mabes Polri, Kamis malam (4/12/2025). Pertemuan tersebut membahas penanganan temuan kayu yang diduga menjadi salah satu faktor terjadinya kerusakan infrastruktur dan korban jiwa akibat bencana di Aceh, Sumatera, dan Sumatera Barat.Dalam pernyataannya, Kapolri menyampaikan rasa duka cita atas bencana yang menimpa masyarakat di berbagai wilayah tersebut.“Kita menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana, baik di Aceh, di Sumatera maupun Sumatera Barat,” ujar Kapolri.Ia menjelaskan bahwa temuan kayu yang diduga ilegal menjadi atensi Presiden sehingga Polri bersama Kementerian Kehutanan sepakat membentuk Satgas Gabungan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.“Kami menyambut baik dan akan melakukan kerja sama dengan Menteri Kehutanan dan tim untuk membentuk Satgas Gabungan guna melakukan penyelidikan terkait temuan-temuan kayu yang diduga berdampak terhadap kerusakan, jembatan rusak, rumah terdampak, hingga adanya korban jiwa,” jelasnya.Kapolri menegaskan bahwa personel Polri telah diturunkan ke lapangan dan akan segera bergabung dengan tim dari Kementerian Kehutanan maupun unsur lain yang diperlukan.“Dalam waktu dekat saya meminta agar tim segera bergerak dari hulu sampai hilir, khususnya di lokasi-lokasi yang memiliki potensi perlu ditindaklanjuti karena memang ada dugaan-dugaan pelanggaran,” sambungnya.Ia menekankan bahwa pendalaman akan dilakukan secara komprehensif dan hasilnya akan segera diinformasikan kepada publik setelah tim gabungan bekerja maksimal.“Yang jelas sementara itu yang bisa kami sampaikan. Kita akan pastikan kerja tim berjalan cepat,” tutup Kapolri. PNO-12 05 Des 2025, 19:14 WIT
Penegakan Hukum Yang Abal-Abal, Komisi III DPR RI Siap Panggil Pejabat Tinggi MA dan Kejaksaan Papuanewsonline.com, Jakarta — Komisi III DPR RI kembali menegaskan perannya dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap lembaga penegak hukum, yang kerap melakukan penegakan hukum abal-abal karena terlibat kepentingan, hingga mengkriminalisasi masyarakat.Dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Reformasi Kepolisian RI, Kejaksaan RI, dan Pengadilan yang digelar pada Kamis (4/12/2025), Komisi III mengeluarkan sejumlah keputusan penting terkait dua perkara yang banyak menyita perhatian publik yakni kasus konsinyasi Tol Depok–Antasari dan penanganan perkara atas nama Petrus Fatlolon di Maluku.Komisi III meminta Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta melakukan investigasi mendalam terkait proses pencairan dana konsinyasi pengganti pembangunan Jalan Tol Depok–Antasari atas nama Sdr. Bob Goldman.Langkah ini diambil untuk memastikan prosedur pencairan yang dilakukan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sesuai dengan PERMA No. 2 Tahun 2024 serta ketentuan hukum yang berlaku.Komisi III menilai transparansi dan kepastian hukum dalam kasus konsinyasi sangat penting mengingat dampaknya yang luas bagi masyarakat serta penegakan hukum dalam proyek strategis nasional.Perhatian serius dari Komisi III DPR RI juga diberikan terhadap perkara yang menimpa Petrus Fatlolon, mantan Bupati Kepulauan Tanimbar.Komisi III meminta Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) dan Kejaksaan Tinggi Maluku melakukan pengawasan menyeluruh terhadap tindakan dan proses yang dijalankan oleh Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar.Evaluasi ini dimaksudkan untuk memastikan penanganan perkara berjalan profesional, akuntabel, dan bebas dari praktik-praktik yang dapat mencederai hukum.Untuk menggali informasi lebih komprehensif, Komisi III melalui Panja Reformasi memutuskan akan memanggil sejumlah pejabat penting Kejaksaan dan Mahkamah Agung, termasuk:Kepala Kejaksaan Tinggi MalukuMantan Kajari Kepulauan Tanimbar, Dady WahyudiMantan Aspidsus Kejati Maluku, Triono RahyudiMantan Asintel Kejati Maluku, Muji MurtopoJaksa Kejati Maluku: R. Santoso dan Bambang IrawanJaksa Agung Muda Bidang PengawasanSdr. Petrus FatlolonSelain itu, Panja juga akan memanggil Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI dan Dirjen Badan Peradilan Umum terkait laporan pengaduan Sdr. Bob Goldman.Langkah pemanggilan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang objektif dan menyeluruh mengenai dugaan permasalahan dalam kedua kasus tersebut.Pimpinan Komisi III DPR RI, Dr. H. Habiburokhman, menegaskan keputusan ini merupakan bagian dari komitmen DPR untuk memastikan reformasi penegakan hukum berjalan nyata.Kehadiran perwakilan masyarakat, yaitu Dr. (c) H. Djamaluddin Koedoeboen, S.H., M.H. dan John Lokollo, M.A., dan Isteri mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, memperkuat aspirasi publik agar dugaan penyimpangan hukum tidak dibiarkan berlarut-larut.Komisi III memastikan proses pengawasan akan dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan demi menjaga integritas lembaga penegak hukum.Penulis: PNO-12Editor: GF 05 Des 2025, 02:09 WIT
Indonesia–Belanda Sepakati Pengaturan Teknis Pemulangan Dua Narapidana Papuanewsonline.com, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) secara resmi menandatangani Practical Arrangement dengan Pemerintah Kerajaan Belanda pada Selasa, 2 Desember 2025. Penandatanganan yang digelar secara daring ini menghadirkan Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia, sementara pihak Belanda diwakili oleh Menteri Luar Negeri D. M. van Weel.Kesepakatan tersebut merupakan hasil pembahasan panjang sejak awal 2025 dan menjadi tonggak penting dalam pengaturan pemindahan dua narapidana warga negara Belanda yang tengah menjalani hukuman di Indonesia. Yusril menyatakan bahwa penyusunan kesepahaman ini didasarkan pada prinsip ketertiban proses hukum serta pemenuhan standar kemanusiaan dalam setiap tahapan pemindahan.Practical Arrangement ini memuat pengaturan teknis dan administratif yang harus dipatuhi kedua negara. Ruang lingkupnya mencakup tata cara pelaksanaan pemindahan, mekanisme penanganan kesehatan narapidana, pengaturan logistik perjalanan, hingga pembiayaan penuh yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Belanda. Seluruh detail prosedural telah dibahas dalam rangkaian rapat sejak 28 Februari hingga 1 Desember 2025.Dua narapidana yang menjadi subjek pemindahan adalah Siegfried Mets, 74 tahun, terpidana mati dengan riwayat perawatan medis akibat fraktur lengan, serta Ali Tokman, 65 tahun, terpidana seumur hidup kasus narkotika yang memiliki riwayat hipertensi. Keduanya dijadwalkan berangkat menuju Amsterdam melalui Bandara Internasional Soekarno–Hatta pada 8 Desember 2025.Yusril menegaskan bahwa kesepakatan ini menunjukkan profesionalisme hubungan bilateral Indonesia dan Belanda dalam menangani isu pemindahan narapidana lintas negara. Ia menambahkan bahwa kerja sama semacam ini penting untuk memastikan kepastian hukum dan penghormatan terhadap hak individu yang sedang menjalani pidana.Penandatanganan ini sekaligus memperkuat komitmen kedua negara untuk menjaga seluruh prosedur tetap berada dalam koridor hukum nasional maupun prinsip kerja sama internasional. Pemerintah Belanda juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas dukungan dan koordinasi intensif selama persiapan pemindahan berlangsung.Kerja sama ini dipandang sebagai wujud diplomasi hukum yang menempatkan aspek kemanusiaan dan akuntabilitas sebagai prioritas. Pemerintah Indonesia memastikan bahwa proses pemindahan dilakukan secara transparan, terukur, dan tidak mengabaikan kondisi kesehatan narapidana yang bersangkutan. Penulis: PNO-1 Editor: GF 03 Des 2025, 09:55 WIT
Tuntut Keadilan, Keluarga Korban Pembunuhan Blokade Jalan Depan Polres Mimika Papuanewsonline.com, Mimika - Keluarga dari dua korban pembunuhan yang ditemukan di Kawasan SP 9 dan SP 2, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melakukan aksi blokade Jalan Cenderawasih, tepatnya di depan Kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mimika, Selasa (2/12/2025) malam. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan tuntutan agar pihak kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan sadis tersebut.Pantauan di lokasi, jenazah Bonisius Gaitian dan Jesy Kaimudin dibawa keluarga dari RSUD menuju kantor SPKT Polres menggunakan mobil ambulans. Setibanya di depan kantor SPKT, mobil ambulans diparkir melintang di kedua arus Jalan Cenderawasih, menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar area tersebut.Kasatreskrim AKP Rian Oktaria dan Kabag Ops Polres Mimika AKP Henri Alfredo Korwa hadir menemui keluarga korban untuk berdialog dan menenangkan massa. Pihak kepolisian berjanji akan bekerja keras untuk mengungkap kasus ini secepatnya dan meminta keluarga untuk bersabar serta mempercayakan proses hukum kepada pihak berwajib.Diberitakan sebelumnya, dua jenazah pria ditemukan di kawasan SP 9 dan SP 2 dengan kondisi yang berbeda. Salah satu jenazah ditemukan dengan kondisi mengenaskan. Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui identitas jenazah adalah Bonisius Gaitian dan Jesy Kaimudin. Aksi blokade jalan ini menunjukkan betapa besar rasa duka dan tuntutan keadilan dari keluarga korban atas kejadian tragis ini.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Des 2025, 00:15 WIT
Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Poros SP II–SP V, Warga Timika Resah & Minta Polisi Usut Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Timika kembali digemparkan oleh penemuan mayat seorang pria di salah satu lorong Jalan Poros SP II–SP V, tepatnya di area jembatan Waker menuju Pohon Jomblo, pada Selasa (2/12/2025). Kejadian ini menambah kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya kasus kematian misterius di wilayah tersebut.Korban ditemukan tergeletak di jalan, hanya beberapa meter dari sepeda motor yang diduga merupakan miliknya. Saat ditemukan, pria itu masih mengenakan pakaian lengkap dan helm, seolah baru saja melintas sebelum peristiwa tragis itu terjadi.Kondisi tubuh korban membuat warga sekitar terkejut. Pada bagian wajahnya tampak luka-luka berdarah, sementara tangan korban terlihat mengalami luka sayatan. Luka yang ditemukan pada tubuh korban mengarah pada dugaan kuat bahwa korban mengalami tindak kekerasan sebelum akhirnya meninggal.Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih belum dapat dipastikan. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti awal dan memastikan area tetap steril dari keramaian warga.Penyelidikan intensif sedang dilakukan guna mengungkap identitas korban yang belum diketahui. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya pelaku atau motif tertentu yang menyebabkan peristiwa ini, mengingat kondisi tubuh korban menunjukkan unsur kekerasan.Penemuan jasad tersebut sontak memunculkan keresahan di kalangan warga yang melintas maupun penduduk sekitar. Mereka berharap pihak berwajib dapat segera memberikan kejelasan agar situasi kamtibmas tetap terjaga.Sejumlah warga mengakui bahwa kasus-kasus seperti ini membuat mereka semakin berhati-hati saat bepergian, terutama pada malam hari. Mereka berharap peningkatan patroli dapat dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.Polisi masih mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor agar proses investigasi dapat berjalan lebih cepat dan akurat.Kematian misterius ini menambah daftar kasus serupa yang belakangan muncul di Timika, membuat masyarakat mendesak agar aparat segera mengungkap apa yang sebenarnya terjadi demi rasa aman bersama. Penulis: Jid Editor: GF 02 Des 2025, 21:09 WIT
Tragis! Istri Korban Ungkap Detik-Detik Sebelum Suaminya Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di SP 9 Mimika Papuanewsonline.com, Mimika - Kasus pembunuhan sadis yang menggemparkan Mimika pada Selasa (2/12/2025) akhirnya mengungkap identitas korban. Bonesius, pria berusia 46 tahun asal Kepulauan Aru, Maluku, ditemukan tewas dengan kepala terpenggal di Jalan Poros SP 9-SP7, Distrik Iwaka. Di tengah kesedihan mendalam, Surip Dorci Residay, istri korban, mengungkapkan kronologi terakhir sebelum suaminya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.Surip menuturkan, suaminya baru dua hari terakhir bekerja sebagai ojek karena pekerjaan utamanya sebagai tukang batako sedang terhenti akibat kekurangan bahan pasir. "Dia keluar tadi pagi untuk ojek. Lalu siang dia ojek masyarakat… masyarakat itu bawa parang," ujar Surip dengan suara bergetar saat ditemui di RSUD Mimika. Sang suami sempat pulang sebelum kembali mengantar penumpang yang sama menuju SP7. "Lalu saya tanya dia, masyarakat itu sudah bayar kah? Dia bilang belum… Lalu dia bilang saya isi bensin dulu. Habis itu baru pergi ambil masyarakat itu lagi," jelasnya. Tak lama kemudian, Surip menerima kabar tragis melalui telepon. "Sekitar 15 menit, ada telepon. Katanya bapa Bonesius ada kecelakaan… ternyata suami saya yang di video itu," ujarnya sambil menahan tangis. Keluarga kini terpukul, terutama kedua anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SD.Wakil Kepala Suku Aru Kabupaten Mimika, Hariyanto Laelaen, menyatakan duka mendalam atas kejadian ini. "Kami sangat terpukul dengan keadaan ini karena kehilangan masyarakat Aru yang ada di Kabupaten Mimika. Saya berharap pihak keamanan secepatnya untuk mendapatkan pelaku dan diproses secara hukum yang berlaku," tegasnya. Masyarakat Aru menanti langkah cepat aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan brutal ini.Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, sebelumnya membenarkan penemuan mayat tersebut dan menyatakan bahwa penyelidikan telah dilakukan oleh Satreskrim dan tim identifikasi. Pihaknya juga mengimbau warga Mimika untuk tidak terprovokasi dan tetap mempercayakan polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. "Kepada seluruh warga Timika agar tetap tenang dan jangan terprovokasi oleh isu atau berita yang tidak benar, dan segera laporkan kepada kami aparat keamanan apabila ada berita atau isu yang tidak benar," imbaunya. Pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan meminta masyarakat untuk memberikan informasi sekecil apapun yang dapat membantu penyelidikan.  Penulis: Jid Editor: GF 02 Des 2025, 21:07 WIT
Dua Pembunuhan Brutal Menggemparkan Mimika: Polisi Telusuri Motif dan Identitas Korban Papuanewsonline.com, Mimika — Dua kasus pembunuhan hampir bersamaan menggetarkan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, setelah dua pria ditemukan tewas di lokasi berbeda pada Selasa, 2 Desember 2025. Insiden pertama terjadi di kawasan SP 9, Distrik Iwaka, dan langsung mencuri perhatian publik karena kondisi korban yang sangat mengenaskan.Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, membenarkan bahwa peristiwa di SP 9 diduga kuat merupakan tindak pembunuhan. Ia menyampaikan bahwa tim kepolisian, termasuk Kasat Reskrim dan Unit Identifikasi, telah berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hingga kini, identitas korban dan penyebab pasti kematiannya masih dalam proses pendalaman.Dalam video amatir yang beredar di masyarakat, korban terlihat tergeletak di tengah jalan dengan kondisi yang menunjukkan adanya kekerasan ekstrem. Polisi telah mengamankan area kejadian untuk mencegah gangguan dan menjaga keutuhan bukti selama proses penyelidikan berlangsung.Tidak berselang lama, kasus kedua dilaporkan terjadi di ruas Jalan Poros SP 2–SP 5, yang merupakan jalur mobilitas padat di Mimika. Seorang pria yang diduga berprofesi sebagai tukang ojek ditemukan tewas dengan luka-luka pada bagian wajah dan tangan. Penemuan ini membuat masyarakat setempat semakin waspada karena dua kejadian terjadi dalam hari yang sama.AKBP Billyandha menyebut bahwa kedua insiden ini masih dalam tahap penyelidikan awal, sehingga polisi belum dapat memastikan apakah ada keterkaitan di antara keduanya. Ia menjelaskan bahwa berbagai bukti sedang dikumpulkan untuk mengetahui motif dan pelakunya. “Penyebab dan identitasnya masih belum diketahui,” ujarnya singkat dalam pernyataan resmi.Polisi kini memperluas penyisiran di sekitar dua lokasi kejadian, termasuk memeriksa saksi-saksi yang berada di area tersebut pada waktu mendekati kejadian. Upaya penelusuran ini dilakukan untuk memastikan setiap detail dapat terungkap dan memberikan kejelasan bagi masyarakat yang tengah merasa khawatir.Di tengah meningkatnya kecemasan warga, Kapolres Mimika mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi. Ia meminta warga segera melapor jika menemukan hal mencurigakan, karena kerja sama masyarakat sangat penting dalam membantu penyelesaian dua kasus ini.Hingga berita ini diturunkan, jenazah dari kedua korban telah dibawa ke fasilitas medis untuk keperluan identifikasi dan pemeriksaan lanjutan. Aparat terus bekerja memastikan kasus ini dapat segera terungkap demi menjaga rasa aman masyarakat Mimika. Penulis: HendrikEditor: GF 02 Des 2025, 20:59 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Kasus Pembunuhan 2 Warga yang dilakukan OTK Papuanewsonline.com, Yahukimo – Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo melakukan penyelidikan intensif terkait kasus pembunuhan terhadap dua pekerja pencari kayu gaharu yang dilakukan oleh sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) di Camp Kampung Bor, Distrik Sumo, Kabupaten Yahukimo, pada Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 18.05 WIT.Adapun Identitas Para Korban sebagai berikut :Korban Meninggal Dunia:1. Sugianto (43)2. Hardiyanto (39)Korban Selamat:1. Nur Asyah (istri almarhum Sugianto)2. Alias (saudara Nur Asyah)Berdasarkan keterangan saksi E menyebutkan bahwa pada sekitar pukul 18.05 WIT dirinya menerima panggilan telepon dari korban selamat yakni Alias, yang melaporkan terjadinya penyerangan terhadap dua pekerja gaharu di Camp Kampung Bor. Para korban diketahui telah tinggal dan bekerja di lokasi tersebut selama kurang lebih lima tahun bersama keluarga mereka.Alias menjelaskan bahwa pada siang hari, sekelompok OTK mendatangi Camp dan langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Para korban berusaha melarikan diri bersama keluarga, namun dua orang tidak berhasil menyelamatkan diri dan akhirnya meninggal dunia.Pada pukul 21.30 WIT, Alias kembali menghubungi saksi E dan menyampaikan bahwa dua jenazah korban sedang dievakuasi menggunakan perahu fiber dari Kampung Bor menuju Kota Agats, Kabupaten Asmat, dengan estimasi perjalanan sekitar tujuh jam.Keempat korban merupakan satu keluarga berdomisili di Kota Agats, Kabupaten Asmat. Selain bekerja sebagai pencari kayu gaharu, keluarga ini juga menjalankan usaha kios sembako di Kampung Bor. Sampai saat ini, semua korban, baik yang selamat maupun meninggal dunia, telah dievakuasi ke Kota Agats.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Tim telah menerjunkan personel untuk melakukan pendalaman di lokasi kejadian.“Tim telah bergerak melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari pengumpulan keterangan saksi, pemeriksaan tempat kejadian, hingga pengembangan informasi terkait pelaku maupun motif penyerangan. Kami berkomitmen mengungkap kasus ini dan memastikan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum, menekankan bahwa peningkatan kehadiran personel di wilayah rawan menjadi prioritas.“Patroli dan pemantauan jalur pergerakan masyarakat sudah kami tingkatkan. Koordinasi terus dilakukan dengan Polres Yahukimo untuk menjaga stabilitas kamtibmas pascakejadian,” ujarnya.Satgas Operasi Damai Cartenz menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya dua korban dalam insiden ini. Satgas Ops Damai Cartenz berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, serta para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Satgas juga memastikan bahwa penegakan hukum akan terus dilakukan hingga para pelaku berhasil ditangkap. PNO-12 01 Des 2025, 11:29 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT