Papuanewsonline.com
BERITA TAG Politik
Homepage
Polda Gelar Dialog Soroti 25 Tahun Bina Perdamaian Di Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku menggelar dialog yang menyoroti tentang 25 tahun membina perdamaian di provinsi Maluku.Kegiatan yang menghadirkan empat orang narasumber ini dilaksanakan di kantor RRI, Kota Ambon, Senin (22/1/2024).Empat pemateri yang didatangkan yaitu Pdt. Prof. Jhon Ruhulessin, Guru Besar UKIM Ambon, DR. Abidin Wakano, Ketua Pusat Rekonsiliasi dan Mediasi Maluku, Pimpinan Yayasan Gasira Maluku Pdt. DR. Liz Marantika, dan Kombes Pol Drs. M Rum Ohoirat, Kabid Humas Polda Maluku.Jhon Ruhulessin menyampaikan, sejarah konflik sosial di Maluku merupakan suatu pelajaran dan pengalaman berharga bagi segenap orang Maluku khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Ia berharap konflik sosial jangan sampai terjadi lagi."Mari kita menatap masa depan yang lebih baik ke depan sebab tanpa pembelajaran itu kita akan salah arah dalam menjalani kehidupan sebagai masyarakat yang majemuk yang berbangsa dan bernegara dengan asas Pancasila dan undang-undang dasar 1945," katanya.Sebagai refleksi konflik Maluku 25 tahun lalu, Ruhulessin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat hubungan persaudaraan. "Mari kita menegaskan komitmen kebangsaan kita, komitmen kemalukuan kita untuk betul-betul menata masa depan, sebab konflik itu ternyata tidak menyelesaikan permasalah tapi malah menimbulkan permasalahan dan kekerasan baru," jelasnya.Mantan Ketua Sinode GPM ini, juga mengajak masyarakat untuk terus belajar membangun Maluku ke depan, baik dari sisi kehidupan berbasis budaya maupun sosial."Menjelang Pemilu ini mari kita tetap menjaga hubungan persaudaraan dan silaturahmi yang baik, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama," ajaknya.Senada dengan Ruhulessin, Abidin Wakano juga meminta seluruh masyarakat Maluku agar cerdas dalam melihat situasi dan kondisi yang terjadi. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dengan isu yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, isu yang dihembuskan itu hanya untuk membuat Maluku tidak aman."Konflik sosial tahun 1999 harus menjadi bahan renungan kita semua karena konflik itu dampaknya sangat luas dan besar bagi kehidupan orang Maluku," ujarnya. Wakano mengaku, konflik kemanusiaan yang melanda Maluku tersebut boleh dikatakan sebagai salah satu konflik sipil terbesar di abad ini. Konflik itu sudah banyak memakan korban jiwa dan harta benda. "Mari kita banyak belajar bahwa konflik dan kekerasan membuat kita ambruk dan kita perlu belajar banyak dari konflik di tahun 1999 lalu," pintanya.Di sisi lain, Dosen IAIN Ambon ini menepis prediksi banyak orang bahwa pemulihan keamanan pasca konflik membutuhkan waktu 20 sampai 50 tahun, baru Maluku bisa kembali normal."Prediksi banyak orang pemulihan kondisi keamanan pasca kerusuhan membutuhkan waktu 20 sampai 50 tahun baru kembali normal, namun faktanya hari ini di luar prediksi di mana hanya dalam waktu beberapa tahun saja kita punya success story yang luar biasa, dan ini menjadi sebuah catatan dan cerita yang baik untuk semua orang," jelasnya.Maluku sejatinya, kata dia, harus menjadi laboratorium untuk orang belajar tentang bagaimana mewujudkan perdamaian dalam waktu cepat. Kendati begitu, memang ada satu atau dua hal yang perlu dibenahi bersama. "Secara umum Maluku kembali pulih dari konflik sosial dengan waktu yang sangat cepat sehingga pantas menjadi laboratorium perdamaian di Indonesia bahkan di dunia," ungkapnya.Wakano meminta seluruh masyarakat Maluku agar dapat menjaga hubungan silaturahmi dan toleransi yang sudah terjalin dengan baik. "Saya sangat mengharapkan adanya ketahanan dari masyarakat Maluku khususnya di tahun politik ini sehingga jangan sampai terbawa dengan polarisasi politik identitas dan sebagainya, sebab tujuan dari kita berdemokrasi itu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sehingga saya bersama beberapa rekan saya kami para tokoh agama dan tokoh adat para latupati akan selalu menjadi alarm pengingat untuk Maluku yang aman dan damai," ucapnya.Mewakili kaum perempuan dan anak, Ketua Gasira Maluku, Lis Marantika mengaku, konflik sosial yang terjadi 25 tahun silam selain telah merenggut jiwa laki-laki, juga sudah merampas kebahagiaan perempuan dan anak-anak di Maluku."Para perempuan dan anak-anak yang mengalami konflik sosial di tahun 1999 itu rata-rata sangat terganggu psikologinya dan bahkan ada juga yang menjadi korban jiwa. Selain itu juga dampak dari konflik sosial di Maluku banyak kaum wanita yang menjadi korban seksual dan pelecehan," ungkapnya.Konflik sosial, lanjut dia, juga membatasi gerak sosial. Kaum perempuan tidak leluasa sehingga konflik sosial di Maluku harus menjadi pembelajaran berharga bagi semua orang."Yang harus kita jaga dalam merawat perdamaian saat ini adalah bagaimana kita berupaya untuk menghambat seluruh faktor yang memposisikan masyarakat pada situasi yang rentan, seperti adanya ketidakadilan dalam segala hal, kemudian juga masalah kemiskinan," pintanya.Ketidakadilan dan kemiskinan, tambah Marantika, dapat membuat masyarakat mudah terpengaruh, atau dapat dijadikan alat politik dan sebagainya. "Pada kesempatan ini kami sampaikan bahwa keadilan dalam segala hal itu sangat penting untuk memelihara perdamaian di bumi Maluku yang kita cintai ini," jelasnya.Kabid Humas Polda Maluku, M. Rum Ohoirat, mengatakan, konflik sosial di Maluku tidak mendatangkan manfaat, justru sebaliknya telah membawa dampak kerugian dan kehancuran bagi masyarakat sendiri."Tanggal 21 Januari 1999 lalu, tepatnya 2 hari setelah awal meletusnya kerusuhan di kota Ambon, saya yang kebetulan berdinas di Mabes Polri diberangkatkan ke Ambon. Saat tiba saya kaget melihat situasi saat itu, antara saudara saling membunuh, kerusakan di mana-mana, dan begitu kerasnya fitnah dan hoax yang beredar yang menyebabkan konflik berkepanjangan," ungkapnya.Bahkan, Ohoirat mengatakan tidak ada satu data resmi yang dirilis terkait dengan korban pada saat itu. Banyak versi terkait dengan korban kerusuhan, namun yang mungkin bisa dijadikan satu patokan yaitu data yang dirilis oleh lembaga survei Indonesia (LSI). LSI merilis kerusuhan di Maluku memakan korban 8000 sd 9000 jiwa yang meninggal, 700 ribu warga mengungsi, 29.000 bangunan rumah warga terbakar, 7.046 rumah dirusak, 102 bangunan ibadah (mesjid dan gereja) dibakar, 719 bangunan toko dirusak dan dibakar, 38 gedung pemerintah dan 4 bank hancur."Kerusuhan di Maluku ini harus menjadi pembelajaran dan perhatian kita semua, karena tatanan kehidupan sosial dan ekonomi yang terbangun sejak leluhur kita menjadi hancur berantakan. Antara basoudara saling melukai dan membunu. kita tidak lagi merasakan kehidupan yang damai dan rukun," pintanya.Maluku terkenal dengan budaya persaudaraan pela gandong yang sangat erat. Mari terus menjaga kebudayaan tersebut. "Hari ini genap 25 tahun kita merefleksikan konflik yang pernah terjadi di Maluku, mari kita jadikan semuanya sebagai pelajaran berharga dalam menata kehidupan kita ke depan yang lebih baik, saya yakin dan percaya kita semua ingin kedamaian terwujud di bumi Maluku," jelasnya.Berbicara mengenai konflik di Maluku, Ohoirat mengaku sering terbawa emosi dan sedih. Sebab, Ia terlibat langsung dalam situasi konflik saat itu bagaimana melerai kedua belah pihak agar tidak bertikai. "Saat itu suasananya sangat mencekam dan kacau balau sehingga kami aparat juga bisa terkena dampak dan resikonya akibat isu memprovokasi yang beredar dan membuat kedua belah pihak di Maluku menjadi panas," katanya mengenang. Mantan Kapolres Kepulauan Aru dan Kapolres Tual ini mengajak masyarakat Maluku agar dapat terus menjaga kedamaian di bumi Para Raja-raja ini."Saya juga ingin mengajak seluruh masyarakat agar mari di tahun politik ini kita jaga persaudaraan dan silaturahmi kita dengan baik, kita sukseskan pemilu serentak dengan baik, sebagaimana kita pernah punya sejarah di mana pemilu yang dilaksanakan saat kerusuhan di Maluku saat itu bisa berjalan dengan aman," pintanya.Dengan situasi Maluku yang semakin kondusif, Juru Bicara Polda Maluku ini merasa yakin semua elemen masyarakat bisa mewujudkan pemilu yang aman dan damai. Pada kesempatan itu, Ohoirat juga mengaku Polda Maluku memiliki program unggulan yang merupakan inovasi Kapolda Maluku. Program itu yakni Basudara Manise yang bertujuan mewujudkan Maluku yang aman, damai dan sejahtera."Basudara Manise artinya mewujudkan persaudaraan di Maluku sehingga tercipta rasa aman dan sejahtera. Kegiatan berupa sambang tokoh baik baik pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat dalam menghadapi suatu permasalahan sekaligis juga sebagai cooling sistem terutama dalam menghadapi pemilu 2024 yang semakin dekat," pungkasnya. (PNO-12)
22 Jan 2024, 16:10 WIT
Jelang Pemilu 2024, Satgas Preemtif Polda Maluku Sampaikan Himbauan Kamtibmas
Papuanewsonline.com, Ambon - Tim Satgas Preemtif Operasi Mantap Brata (OMB) Salawaku Polda Maluku, terus menemui masyarakat untuk menyampaikan himbauan kamtibmas agar selalu kondusif di Kota Ambon.Beragam masyarakat dari berbagai komunitas di Ambon dikunjungi pada hari ini Minggu (21/1/2024) untuk mengajak bersama menjaga situasi kamtibmas menjelang pemilu 2024. Sejumlah daerah dikunjungi. Di antaranya di pusat perbelanjaan Maluku City Mall, Pangkalan ojek Nanas Goyang di Negeri Rumah Tiga, dan pangkalan ojek Kelurahan Batu Meja. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M. Rum Ohoirat, mengungkapkan, selain memberikan penyuluhan, personel satgas preemtif OMB juga membagikan brosur himbauan kamtibmas kepada masyarakat yang sementara menjalankan aktivitasnya.Sepanjang tahapan Pemilu dari tahun 2023 hingga 2024, tim satgas OMB Salawaku terus dikerahkan. Mereka mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan, hindari penyebaran berita hoax terkait isu SARA, maupun politik identitas.Warga juga diingatkan untuk tidak saling adu domba. "Berbeda pilihan hendaknya disikapi dengan bijak, karena siapapun calonnya, apapun partainya, kita tetap harus menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," harapnya.Saat ini pelaksanaan Pemilu 2024 tengah sampai pada tahapan kampanye. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat melaksanakan kampanye secara tertib, aman dan damai. Warga juga diharapkan dapat mematuhi aturan-aturan kampanye yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara."Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi, hindari politik identitas, politisasi agama, dan polarisasi mayarakat," pinta Ohoirat.Tim satgas preemtif saat menyambangi masyarakat juga diingatkan untuk tidak mengkonsumsi minuman keras (miras), sebab dapat berdampak pada terjadinya gangguan kamtibmas."Warga diajak untuk bijak dalam bermedia sosial (hoax, hate speech, provokasi dan penyesatan masyarakat). Jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain atau perbuatan melawan atau melanggar aturan hukum," jelasnya.Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk bisa menggunakan hak pilihnya yang dijamin oleh negara secara bertanggung jawab."Walaupun berbeda pilihan tetapi mari tetap hidup dengan semangat persaudaraan dalam bingkai basudara manise," tutupnya. PNO-11
22 Jan 2024, 16:19 WIT
Jaga Kamtibmas Jelang Pemilu, Personel Polairud Polda Maluku Sambangi Warga Pesisir Kota Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Pemilu 2024 kini sudah pada tahapan kampanye. Untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, Direktorat Polairud Polda Maluku gencar menyambangi masyarakat pesisir.Hari ini, Sabtu (20/1/2024), Satgas Banops pada Operasi Mantap Brata (OMB) Salawaku Polda Maluku ini mengunjungi masyarakat pesisir, baik di sejumlah pelabuhan, maupun kelompok nelayan."Hari ini personel Polairud mengunjungi masyarakat untuk mengajak bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif menjelang Pemilu 2024," kata Direktur Polairud Polda Maluku, Kombes Pol Handoyo Santoso.Kegiatan mengunjungi warga yang gencar dilakukan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, atau hubungan antara aparat keamanan dengan masyarakat. "Kegiatan sambang masyarakat pesisir ini juga bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman keamanan di daerah pesisir menjelang Pemilu serentak tahun 2024," katanya.Dalam kegiatan itu, aparat Polairud juga menyampaikan himbauan kamtibmas. Masyarakat diharapkan dapat bersama aparat keamanan menjaga situasi kamtibmas pada tahapan kampanye Pemilu 2024 saat ini di wilayah tempat tinggal masing-masing."Kami juga berpesan kepada masyarakat agar menghindari mengkonsumsi minuman keras yang nantinya bisa menimbulkan gangguan kamtibmas menjelang pesta demokrasi," sebutnya.Tak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk melaporkan kepada aparat kepolisian terdekat apabila terjadi hal-hal yang dapat memicu terjadinya gangguan kamtibmas."Apabila ada gangguan kamtibmas yang terjadi agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat untuk ditindaklanjuti sesuai dengan aturan hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan gangguan kamtibmas yang lebih meluas," ungkapnya.Selain itu, masyarakat pesisir juga diminta bijak dalam menggunakan media sosial "Jangan menyebarkan berita hoax, provokasi dan informasi hate speech yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Semoga Pemilu dapat berjalan aman dan damai," pintanya.Personel saat menyambangi masyarakat nelayan juga diminta untuk dapat memonitor situasi alam dan himbauan BMKG terkait cuaca sebelum melaut. Ini harus dilakukan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. PNO-11
22 Jan 2024, 16:05 WIT
Apresiasi Polri, Komnas Perempuan Ingin Ada Keterwakilan Penyandang Disabilitas Jadi Polwan
Papuanewsonline.com, Jakarta - Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriani senang mendengar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan kebijakan inklusif untuk para penyandang disabilitas menjadi anggota polisi.Menurutnya, langkah Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri melakukan rekrutmen Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) dan Bintara Polri Tahun Anggaran 2024 telah memberikan kesempatan kelompok disabilitas mengikuti seleksi."Senang sekali mendengar kabar ini, tentu kita apresiasi," kata Andy, Sabtu (20/1/2024).Andy berharap ada keterwakilan penyandang disabilitas menjadi polisi wanita (polwan). Sehingga kasus terhadap kekerasan terhadap perempuan bisa terlayani dengan memperhatikan kebutuhan khusus.Selain itu kata Andy, Komnas Perempuan juga berharap kebijakan merekrut penyandang disabilitas dapat berkelanjutan."Semoga menjadi kebijakan yang berkelanjutan dan juga dapat diterapkan pada rekrutmen polwan agar kebutuhan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan pembinaan kondisi aman bisa dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan khusus perempuan," tandasnya.Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As-SDM), Irjen Dedi Prasetyo menuturkan Polda Sumatera Selatan telah merekrut penyandang disabilitas menjadi ASN Polri melalui jalur tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023 ini. "Kita telah menerima 1 orang disabilitas daksa di Polda Sumsel, perempuan dengan jabatan Arsiparis," kata Dedi kepada wartawan Selasa (16/1) kemarin.Untuk tahun ini kata Dedi, Polri merekrut personel dari kelompok disabilitas fisik yang telah menamatkan SMA dan SMK menjadi polisi Bintara dan tamatan perguruan tinggi mengikuti SIPSS. Mantan Kadiv Humas Polri ini mengatakan, penyandang disabilitas akan ditugaskan untuk mengisi jabatan-jabatan non-lapangan seperti Teknologi Informasi (TI), Siber, Bagian Keuangan, Bagian Perencanaan, Administrasi dan lainnya."Sebagai referensi pada 3 negara maju yang menerima polisi dari penyandang disabilitas antara lain Australia, Amerika Serikat dan Inggris," ucapnya Perekrutan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2024 untuk penyandang disabilitas dibuka mulai 26 Januari hingga 1 Maret 2024. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi Polri. PNO-11
22 Jan 2024, 16:00 WIT
Pimpin Apel, Kasatgas Preventif OMB Polda Maluku Periksa Perlengkapan Rantis
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Satgas Preventif Operasi Mantap Brata (OMB) Salawaku Polda Maluku, Kombes Pol Wirdenis Herman, S.I.K. M.Si., M.H memimpin apel pagi di lapangan Letkol Pol Chr. Tahapary, Kota Ambon, Senin (22/1/2024).Selain memimpin apel, Kombes Wirdenis juga melakukan pengecekan terhadap perlengkapan yang akan digunakan personel seperti kendaraan taktis (rantis).Memberikan arahan bagi Satgas Preventif Operasi Mantap Brata Salawaku 2024 bertempat di Lapangan Tahapari Polda Maluku, Senin 22 Januari 2024."Sesuai undang-undang dan arahan pimpinan, tugas kita sebagai anggota Polri sudah jelas yaitu mengamankan pelaksanaan Pemilihan Umum," kata Kombes Wirdenis dalam arahannya. Personel Satgas OMB Salawaku Polda Maluku diminta untuk melaksanakan tugas pengamanan dengan baik, sehingga pelaksanaan Pemilu berjalan aman dan kondusif."Pastikan situasi kamtibmas menjelang Pemilu aman dan kondusif sesuai tugas kita sebagai satgas preventif yaitu pencegahan," pintanya.Usai memberikan arahan, Kombes Wirdenis, didampingi Wakasatgas preventif dan Kasubsatgas sterilisasi juga meninjau perlengkapan rantis dan satwa K-9 yang digunakan dalam melaksanakan tugas. "Rantis dan satwa K-9 yang ada agar dapat dirawat dan dipastikan berfungsi dengan baik, sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas dalam pengamanan Pemilu 2024," pintanya. (PNO-12)
22 Jan 2024, 13:26 WIT
Jaga Kondusifitas Pemilu, Satgas Gakkum Lakukan Penertiban APK Di Kota Jayapura
Papuanewsonline.com, Jayapura – Dalam rangka menjaga ketertiban dan melaksanakan aturan terkait Alat Peraga Kampanye (APK) menjelang Pemilu 2024, Satgas Gakkum Ops Mantap Brata Numbay 2023-2024, bersinergi dengan Bawaslu dan Satpol PP Kota Jayapura, melaksanakan penertiban APK yang dipasang di luar ketentuan di wilayah Kota Jayapura pada Jumat (19/1).Aksi penertiban ini dilaksanakan sesuai dengan arahan Ketua Bawaslu Kota Jayapura, yang menegaskan niatnya untuk membersihkan APK yang dipasang di lokasi yang tidak diizinkan sesuai ketentuan yang berlaku.Kasatgas Gakkum, Kompol Agus F. Pombos, S.I.K, saat dihubungi melalui telepon seluler, menjelaskan bahwa personelnya bersama tim menuju ke berbagai lokasi, terutama di batas Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, guna menertibkan APK yang tidak sesuai ketentuan."Tindakan yang kami lakukan melibatkan pengurangan baliho, bendera partai, dan alat peraga kampanye dari tempat-tempat yang tidak diizinkan, termasuk trotoar jalan dan pohon di sekitar terminal batas kota Jayapura," terang Kompol Agus.Kasatgas menambahkan bahwa selama pelaksanaan kegiatan, personelnya bersama Bawaslu dan Satpol PP berhasil menertibkan sejumlah APK, termasuk baliho dan bendera partai, yang jumlahnya mencapai sekitar 100 unit."Semua barang yang berhasil diamankan ditempatkan di depan Kantor Bawaslu Kota Jayapura untuk selanjutnya diambil tindakan sesuai prosedur," jelasnya.Kompol Agus juga menghimbau kepada partai politik yang melaksanakan kampanye agar pemasangan APK kedepannya lebih tertib dan mematuhi segala bentuk ketentuan yang berlaku. Tindakan ini dilakukan sebagai langkah preventif demi menjaga ketertiban dan keadilan dalam pelaksanaan Pemilu 2024 di Kota Jayapura. (PNO-12)
21 Jan 2024, 16:45 WIT
Jelang Pemilu, Dit Lantas Polda Papua Tingkatkan Kamseltibcar
Papuanewsonline.com, Jayapura – Direktorat Lalu Lintas Polda Papua kembali melaksanakan cooling system dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna terciptanya Kamseltibcar Lantas menjelang Pemilihan Umum tahun 2024.Kegiatan yang dilaksanakan di depan Mapolda Papua lama Kota Jayapura ini dipimpin oleh Kabag Bin OPS Ditlantas Polda Papua AKBP Samuel Tatiratu S.I.K, dan diikuti oleh personel Dit Lantas Polda Papua.Dalam kesempatannya, Kabag Bin OPS Ditlantas Polda Papua mengatakan “Kegiatan Cooling System ini rutin dilaksanakan dengan melibatkan semua elemen masyarakat guna turut serta meminimalisir pelanggaran lalu lintas yang berpotensi terjadinya Laka lantas.“Pentingnya cooling system dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya dalam situasi politik jelang Pemilu 2024 untuk itu kami mengajak masyarakat untuk menghormati dan mengikuti peraturan dalam berlalu lintas di jalan raya,” ucap Kabag Ops Dit Lantas Polda Papua, Jumat (19/01/2024).Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaksanaaan KRYD sasaran utamanya adalah pelanggar yang berpotensi rawan laka lantas dan gangguan Kamtibmas selama tahapan pemilu yakni yang menggunakan knalpot brong, tidak menggunakan helm serta pelanggaran lalu lintas lainnya“Kami lakukan hal ini semata-mata untuk memberikan kesadaran bagi seluruh pengguna baik R2 maupun R4 sehingga benar-benar bisa memahami tata tertib lalu lintas di jalan raya yang berhujung kepada keamanan keselamatan dan ketertiban lalu lintas di jalan raya, serta mendukung berjalannya Pemilu yang aman dan damai,” ujarnya.Tidak hanya memberikan penindakan kepada pelanggar, personel Dit Lantas Polda Papua juga menghimbau bagaimana peran masyarakat dalam menciptakan pemilu yang aman dan damai.“Kami menyampaikan kepada pelanggar agar memiliki etika yang baik dalam berkendara, mampu mengemudikan dan menguasai kendaraan dengan baik, paham dan taat akan peraturan lalu lintas, saling menghormati sesama pengguna jalan guna meminimalisir resiko kecelakaan dijalan serta menjadi Pelopor keselamatan berlalu lintas,” tutur AKBP Tatiratu.“Kami menghimbau dan meminta Masyarakat bisa bekerja sama dengan kepolisian guna menciptakan situasi Kamseltibcarlantas dalam masa kampanye pemilu damai 2024 yang aman dan kondusif,” tambahnya. (PNO-12)
20 Jan 2024, 17:51 WIT
Cooling System Polri Diterapkan, Kasat Binmas Sosialisasikan Program DDS di Kota Merauke
Papuanewsonline.com, Merauke - Kasat Binmas Polres Merauke, AKP Makruf Soeroto, bersama anggotanya aktif melaksanakan program Door to Door System (DDS) dengan mengunjungi warga di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Kamis (18/1/2024).Dalam kunjungannya, Kasat Binmas menyampaikan kepada warga bahwa program ini merupakan bagian dari kepedulian Polri terhadap masyarakat dan juga merupakan implementasi dari program Cooling System Polri. Ia berharap agar warga Merauke dapat menjaga situasi keamanan menjelang Pemilu 2024 yang tinggal beberapa hari lagi."Dengan adanya kehadiran Polisi di tengah-tengah masyarakat, semoga semakin erat terjalin dan terbina silaturahmi. Segala permasalahan atau informasi sekecil apapun diharapkan dapat diinformasikan kepada kami atau Pos Polisi terdekat," ungkapnya.Kunjungan door to door ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, sambil memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan informasi atau permasalahan yang mungkin dihadapi di lingkungan mereka.Kasat Binmas juga mengimbau masyarakat untuk aktif dalam menjaga Kamtibmas di lingkungan masing-masing dengan mengaktifkan Pos Kamling. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan keamanan dan ketertiban dapat terus terjaga dengan baik. PNO-11
20 Jan 2024, 17:14 WIT
Polresta Jayapura Gencar Laksanakan KRYD,Demi Menjaga Kamtibmas Yang Kondusif
Papuanewsonline.com, Jayapura - Satuan Lalu Lintas Polresta Jayapura Kota gencar melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) demi menjaga dan memelihara kondusifitas Kamtibmas di Kota Jayapura. Dalam operasi hunting yang dilaksanakan di depan Mako Polresta pada Kamis (18/1) sore, petugas berhasil mengamankan dua jerigen serta satu Double Stik minuman keras lokal jenis Sopi.Kompol Dian Novita Pietersz, S.I.K., Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, menjelaskan bahwa KRYD dilakukan secara intensif setiap hari dengan waktu dan lokasi yang berbeda di wilayah hukum Polresta. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menjelang Pemilu pada bulan Februari mendatang.“Semua jajaran di Polresta semakin meningkatkan giat rutin yang biasa dilaksanakan guna menjaga dan memelihara Kamtibmas tetap kondusif,” ucap Kompol Dian.Dalam operasi hunting tersebut, selain menemukan minuman keras jenis Sopi, petugas juga berhasil memusnahkan tiga knalpot bising dari sepeda motor yang terjaring. Sebanyak 42 pelanggar terjaring dalam operasi tersebut, dengan 38 orang di antaranya dikenai tindakan tegas berupa penilangan, sementara 4 lainnya hanya mendapatkan teguran.“Pelanggar terbanyak masih didominasi oleh pengendara yang tidak menggunakan helm,” tambah Kompol Dian.Kompol Dian mengingatkan pengendara motor akan pentingnya menggunakan helm sebagai langkah untuk melindungi diri sendiri. Ia menekankan bahwa keselamatan saat berkendara adalah suatu hal yang harus diutamakan, mengingat kepala merupakan aset penting tubuh manusia. Jangan sampai kelalaian dalam berkendara mengorbankan nyawa, terutama jika dipengaruhi oleh minuman beralkohol.“Jaga keselamatan saat berkendara, ingat keluarga anda di rumah, dan jangan sampai mengorbankan pengguna jalan lainnya karena kelalaian anda,” pungkas Kompol Dian. PNO-11
19 Jan 2024, 13:27 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru