Bupati Jayawijaya Serahkan Dana Desa ke Distrik Asolokobal: Dorong Pemerataan Pembangunan
Atenius Murip Tegaskan Dana Desa Harus Dikelola Secara Transparan dan Tepat Sasaran untuk Kepentingan Warga
Papuanewsonline.com - 25 Okt 2025, 04:40 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Wamena — Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan dari tingkat kampung melalui penyaluran Dana Desa (DD). Pada Kamis (24/10/2025), Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, SH., MH., secara simbolis menyerahkan Dana Desa kepada perwakilan pemerintah Distrik Asolokobal dalam sebuah acara resmi yang berlangsung di Wamena, disaksikan oleh sejumlah kepala distrik, aparat kampung, dan tokoh masyarakat.
Acara penyerahan Dana Desa ini
menjadi bagian penting dari strategi Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk
memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa dan mempercepat pemerataan
pembangunan di wilayah pegunungan tengah Papua.
Dalam sambutannya, Bupati Atenius Murip menegaskan bahwa penyaluran Dana Desa bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan bentuk nyata dari tanggung jawab pemerintah dalam membangun daerah dari akar rumput.

“Dengan Dana Desa ini, kami
berharap infrastruktur dasar seperti jalan kampung, jembatan kecil, sarana air
bersih, dan fasilitas kesehatan dapat segera dibangun dan dimanfaatkan oleh
masyarakat. Peningkatan pelayanan publik juga harus menjadi prioritas agar
kualitas hidup masyarakat Asolokobal semakin baik,” ujar Bupati Atenius Murip.
Ia menambahkan bahwa pembangunan
yang bersumber dari Dana Desa harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat
dan tidak digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu.
“Dana Desa bukan untuk
kepentingan pribadi atau kelompok, tapi untuk kepentingan seluruh warga
kampung. Pengelolaannya harus transparan, terbuka, dan dapat
dipertanggungjawabkan,” tegasnya di hadapan para kepala kampung.
Distrik Asolokobal sendiri
merupakan salah satu wilayah prioritas pembangunan di Kabupaten Jayawijaya
karena memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Melalui Dana
Desa, pemerintah berharap masyarakat setempat mampu meningkatkan produktivitas
sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
“Kami ingin Asolokobal menjadi
contoh distrik yang mampu mengelola Dana Desa dengan baik — bukan hanya untuk
membangun infrastruktur, tapi juga untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui
pemberdayaan masyarakat,” kata Atenius.
Ia juga mendorong agar Dana Desa
digunakan untuk mendukung program pertanian berkelanjutan, pemberdayaan
perempuan, serta pelatihan bagi pemuda desa agar mereka tidak hanya bergantung
pada bantuan pemerintah, tetapi juga mampu berinovasi dan menciptakan lapangan
kerja mandiri.
Dalam kesempatan yang sama,
Bupati Atenius Murip mengingatkan seluruh aparat kampung untuk selalu
menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahap penggunaan
Dana Desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan.
“Dana Desa adalah uang rakyat.
Maka, pengelolaannya harus melibatkan masyarakat melalui musyawarah kampung
agar semua pihak tahu ke mana anggaran digunakan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah
daerah akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan langsung agar setiap
rupiah Dana Desa benar-benar dimanfaatkan secara optimal dan tidak
disalahgunakan.
“Kami akan memastikan tidak ada
penyimpangan. Setiap program akan dipantau agar hasilnya bisa langsung
dirasakan masyarakat,” tambah Bupati.
Penyerahan Dana Desa ini disambut
dengan antusias oleh masyarakat Distrik Asolokobal. Salah satu tokoh masyarakat
menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang
terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan di kampung-kampung terpencil.
“Kami senang karena pemerintah tidak melupakan masyarakat di Asolokobal. Dengan adanya Dana Desa, kami bisa memperbaiki jalan dan sarana air bersih yang selama ini menjadi kendala,” ujarnya.

Para kepala kampung pun berjanji
akan menggunakan dana tersebut dengan sebaik-baiknya dan tetap berkoordinasi
dengan pemerintah daerah agar pembangunan berjalan sesuai rencana.
Bupati Atenius Murip menutup
kegiatan dengan pesan penuh semangat kepada seluruh aparat kampung agar
menjadikan Dana Desa sebagai alat untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan
kesejahteraan rakyat.
“Pemerintah hadir bukan hanya
untuk menyalurkan dana, tetapi untuk memastikan bahwa kehidupan masyarakat kita
semakin baik. Mari kita jaga semangat gotong royong dan bekerja bersama demi
Jayawijaya yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
Penulis: Hendrik
Editor: GF