logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

Bupati Jayawijaya Serahkan Dana Desa ke Distrik Asolokobal: Dorong Pemerataan Pembangunan

Atenius Murip Tegaskan Dana Desa Harus Dikelola Secara Transparan dan Tepat Sasaran untuk Kepentingan Warga

Papuanewsonline.com - 25 Okt 2025, 04:40 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, SH., M.H., saat menyerahkan secara simbolis Dana Desa kepada perwakilan Distrik Asolokobal.

Papuanewsonline.com, Wamena — Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan dari tingkat kampung melalui penyaluran Dana Desa (DD). Pada Kamis (24/10/2025), Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, SH., MH., secara simbolis menyerahkan Dana Desa kepada perwakilan pemerintah Distrik Asolokobal dalam sebuah acara resmi yang berlangsung di Wamena, disaksikan oleh sejumlah kepala distrik, aparat kampung, dan tokoh masyarakat.


Acara penyerahan Dana Desa ini menjadi bagian penting dari strategi Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pegunungan tengah Papua.

Dalam sambutannya, Bupati Atenius Murip menegaskan bahwa penyaluran Dana Desa bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan bentuk nyata dari tanggung jawab pemerintah dalam membangun daerah dari akar rumput.


“Dengan Dana Desa ini, kami berharap infrastruktur dasar seperti jalan kampung, jembatan kecil, sarana air bersih, dan fasilitas kesehatan dapat segera dibangun dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Peningkatan pelayanan publik juga harus menjadi prioritas agar kualitas hidup masyarakat Asolokobal semakin baik,” ujar Bupati Atenius Murip.

Ia menambahkan bahwa pembangunan yang bersumber dari Dana Desa harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan tidak digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Dana Desa bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tapi untuk kepentingan seluruh warga kampung. Pengelolaannya harus transparan, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya di hadapan para kepala kampung.

Distrik Asolokobal sendiri merupakan salah satu wilayah prioritas pembangunan di Kabupaten Jayawijaya karena memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Melalui Dana Desa, pemerintah berharap masyarakat setempat mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Kami ingin Asolokobal menjadi contoh distrik yang mampu mengelola Dana Desa dengan baik — bukan hanya untuk membangun infrastruktur, tapi juga untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat,” kata Atenius.

Ia juga mendorong agar Dana Desa digunakan untuk mendukung program pertanian berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, serta pelatihan bagi pemuda desa agar mereka tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga mampu berinovasi dan menciptakan lapangan kerja mandiri.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Atenius Murip mengingatkan seluruh aparat kampung untuk selalu menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahap penggunaan Dana Desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan.

“Dana Desa adalah uang rakyat. Maka, pengelolaannya harus melibatkan masyarakat melalui musyawarah kampung agar semua pihak tahu ke mana anggaran digunakan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan langsung agar setiap rupiah Dana Desa benar-benar dimanfaatkan secara optimal dan tidak disalahgunakan.

“Kami akan memastikan tidak ada penyimpangan. Setiap program akan dipantau agar hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tambah Bupati.

Penyerahan Dana Desa ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Distrik Asolokobal. Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan di kampung-kampung terpencil.

“Kami senang karena pemerintah tidak melupakan masyarakat di Asolokobal. Dengan adanya Dana Desa, kami bisa memperbaiki jalan dan sarana air bersih yang selama ini menjadi kendala,” ujarnya.


Para kepala kampung pun berjanji akan menggunakan dana tersebut dengan sebaik-baiknya dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pembangunan berjalan sesuai rencana.

Bupati Atenius Murip menutup kegiatan dengan pesan penuh semangat kepada seluruh aparat kampung agar menjadikan Dana Desa sebagai alat untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Pemerintah hadir bukan hanya untuk menyalurkan dana, tetapi untuk memastikan bahwa kehidupan masyarakat kita semakin baik. Mari kita jaga semangat gotong royong dan bekerja bersama demi Jayawijaya yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.



Penulis: Hendrik

Editor: GF

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE