Gubernur Papua Matius Fakhiri Tegaskan ASN Harus Berintegritas, Jangan Ada “Raja-Raja Kecil”
Dalam apel perdana bersama ribuan ASN di Jayapura, Gubernur Papua menyerukan perubahan budaya kerja, disiplin, dan semangat pelayanan publik yang bersih dan humanis.
Papuanewsonline.com - 20 Okt 2025, 21:06 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jayapura — Lapangan Kantor Gubernur Papua di Jayapura dipadati ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti apel perdana bersama Gubernur Papua, Matius Fakhiri, pada Senin pagi, 20 Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memberikan arahan tegas sekaligus pesan moral penting tentang integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab ASN dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara.
Apel ini menjadi momentum penting
bagi Pemerintah Provinsi Papua dalam meneguhkan komitmen reformasi birokrasi
yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Suasana apel
berlangsung khidmat namun sarat makna, ketika Gubernur berdiri di hadapan para
ASN dengan nada penuh semangat dan ketegasan.
Dalam arahannya, Gubernur Matius
Fakhiri menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan budaya kerja ASN di
Papua. Ia mengingatkan bahwa aparatur pemerintah bukanlah penguasa, melainkan
pelayan masyarakat yang harus hadir dengan hati tulus, disiplin, dan
profesional.
Ia menyoroti fenomena masih
adanya oknum ASN yang bertindak seperti “raja-raja kecil” di lingkungan
birokrasi — menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi dan memperlambat
pelayanan publik. Menurutnya, perilaku seperti itu tidak boleh lagi terjadi di era
pemerintahan yang menuntut efisiensi dan tanggung jawab moral tinggi.
“ASN harus menjadi teladan dan
contoh bagi masyarakat. Jangan sampai jabatan membuat kita lupa tujuan utama:
melayani,” tegasnya dalam arahannya yang disambut tepuk tangan peserta apel.
Matius Fakhiri juga menyoroti
masih adanya pegawai yang kurang disiplin dalam melaksanakan tugas. Ia
mencontohkan, sejumlah ASN terlihat datang terlambat dan harus menunggu di luar
pagar kantor saat apel berlangsung — sebuah peringatan nyata bahwa disiplin
waktu masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak ASN.
Dalam kesempatan tersebut,
Gubernur mengingatkan seluruh kepala OPD dan pejabat struktural agar memastikan
hak-hak pegawai dibayarkan tepat waktu, namun di sisi lain menuntut loyalitas
dan etos kerja tinggi dari setiap ASN.
“Pemerintah daerah akan terus
memperbaiki sistem kepegawaian dan memperjuangkan kesejahteraan pegawai. Tetapi
kesejahteraan itu harus diimbangi dengan kinerja, tanggung jawab, dan
kejujuran,” ujarnya.
Apel perdana ini menjadi simbol
semangat baru dalam pemerintahan Matius Fakhiri untuk menegakkan disiplin dan
memperkuat integritas aparatur negara. Pemerintah Provinsi Papua menargetkan
tahun 2025 sebagai momentum percepatan reformasi birokrasi dan tata kelola
pelayanan publik berbasis kinerja.
Gubernur menegaskan bahwa ASN di
Papua harus meninggalkan cara kerja lama yang lamban dan berorientasi pada
kekuasaan. Sebaliknya, mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam
memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berpihak kepada masyarakat.
Ia juga mendorong setiap instansi
agar memperkuat transparansi, meminimalisir pungutan liar, dan membuka ruang
bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap kualitas layanan publik.
Menurutnya, birokrasi yang baik hanya bisa dibangun dengan integritas,
keterbukaan, dan rasa tanggung jawab bersama.
Gubernur Fakhiri menutup
arahannya dengan pesan sederhana namun penuh makna: setiap ASN harus menyadari
bahwa jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa. Ia mengajak seluruh aparatur
untuk menjadikan apel tersebut sebagai momentum introspeksi dan kebangkitan
moral dalam melayani rakyat Papua.
“Saya ingin seluruh ASN bekerja
dengan hati, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Rakyat menaruh harapan besar
pada kita, jangan kecewakan mereka,” pungkasnya.
Apel tersebut berlangsung hingga
pukul 09.00 WIT dan diakhiri dengan doa bersama. Ribuan ASN tampak bersemangat
dan berkomitmen memperbaiki kinerja mereka setelah mendengarkan arahan langsung
dari Gubernur.
Penulis: Hendrik
Editor: GF