logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

Gubernur Papua Matius Fakhiri Tegaskan ASN Harus Berintegritas, Jangan Ada “Raja-Raja Kecil”

Dalam apel perdana bersama ribuan ASN di Jayapura, Gubernur Papua menyerukan perubahan budaya kerja, disiplin, dan semangat pelayanan publik yang bersih dan humanis.

Papuanewsonline.com - 20 Okt 2025, 21:06 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Gubernur Papua Matius Fakhiri saat menyampaikan arahan tegas kepada ribuan ASN dalam apel perdana di Jayapura, Senin (20/10/2025). Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan pentingnya disiplin, integritas, dan pelayanan publik yang bersih dari perilaku “raja-raja kecil”.

Papuanewsonline.com, Jayapura — Lapangan Kantor Gubernur Papua di Jayapura dipadati ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti apel perdana bersama Gubernur Papua, Matius Fakhiri, pada Senin pagi, 20 Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memberikan arahan tegas sekaligus pesan moral penting tentang integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab ASN dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara.


Apel ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Papua dalam meneguhkan komitmen reformasi birokrasi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Suasana apel berlangsung khidmat namun sarat makna, ketika Gubernur berdiri di hadapan para ASN dengan nada penuh semangat dan ketegasan.

Dalam arahannya, Gubernur Matius Fakhiri menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan budaya kerja ASN di Papua. Ia mengingatkan bahwa aparatur pemerintah bukanlah penguasa, melainkan pelayan masyarakat yang harus hadir dengan hati tulus, disiplin, dan profesional.

Ia menyoroti fenomena masih adanya oknum ASN yang bertindak seperti “raja-raja kecil” di lingkungan birokrasi — menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi dan memperlambat pelayanan publik. Menurutnya, perilaku seperti itu tidak boleh lagi terjadi di era pemerintahan yang menuntut efisiensi dan tanggung jawab moral tinggi.

“ASN harus menjadi teladan dan contoh bagi masyarakat. Jangan sampai jabatan membuat kita lupa tujuan utama: melayani,” tegasnya dalam arahannya yang disambut tepuk tangan peserta apel.

Matius Fakhiri juga menyoroti masih adanya pegawai yang kurang disiplin dalam melaksanakan tugas. Ia mencontohkan, sejumlah ASN terlihat datang terlambat dan harus menunggu di luar pagar kantor saat apel berlangsung — sebuah peringatan nyata bahwa disiplin waktu masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak ASN.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengingatkan seluruh kepala OPD dan pejabat struktural agar memastikan hak-hak pegawai dibayarkan tepat waktu, namun di sisi lain menuntut loyalitas dan etos kerja tinggi dari setiap ASN.

“Pemerintah daerah akan terus memperbaiki sistem kepegawaian dan memperjuangkan kesejahteraan pegawai. Tetapi kesejahteraan itu harus diimbangi dengan kinerja, tanggung jawab, dan kejujuran,” ujarnya.

Apel perdana ini menjadi simbol semangat baru dalam pemerintahan Matius Fakhiri untuk menegakkan disiplin dan memperkuat integritas aparatur negara. Pemerintah Provinsi Papua menargetkan tahun 2025 sebagai momentum percepatan reformasi birokrasi dan tata kelola pelayanan publik berbasis kinerja.

Gubernur menegaskan bahwa ASN di Papua harus meninggalkan cara kerja lama yang lamban dan berorientasi pada kekuasaan. Sebaliknya, mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berpihak kepada masyarakat.

Ia juga mendorong setiap instansi agar memperkuat transparansi, meminimalisir pungutan liar, dan membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap kualitas layanan publik. Menurutnya, birokrasi yang baik hanya bisa dibangun dengan integritas, keterbukaan, dan rasa tanggung jawab bersama.

Gubernur Fakhiri menutup arahannya dengan pesan sederhana namun penuh makna: setiap ASN harus menyadari bahwa jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa. Ia mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan apel tersebut sebagai momentum introspeksi dan kebangkitan moral dalam melayani rakyat Papua.

“Saya ingin seluruh ASN bekerja dengan hati, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Rakyat menaruh harapan besar pada kita, jangan kecewakan mereka,” pungkasnya.

Apel tersebut berlangsung hingga pukul 09.00 WIT dan diakhiri dengan doa bersama. Ribuan ASN tampak bersemangat dan berkomitmen memperbaiki kinerja mereka setelah mendengarkan arahan langsung dari Gubernur.



Penulis: Hendrik

Editor: GF

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE