logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

Indonesia Tegaskan Penolakan terhadap Wacana Fasilitas Logistik Militer China

Pemerintah Pegang Teguh Prinsip Bebas Aktif dan Tegaskan Larangan Pangkalan Militer Asing di Wilayah Kedaulatan NKRI

Papuanewsonline.com - 29 Des 2025, 18:05 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana China yang disebut-sebut ingin membangun fasilitas logistik militer di wilayah Indonesia. Sikap tersebut disampaikan sebagai respons atas laporan tahunan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) yang menyinggung kemungkinan Indonesia menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan Beijing.


Dalam laporan tersebut, Pentagon menyoroti ambisi China untuk memperluas jangkauan operasional militer global melalui pembangunan jaringan fasilitas logistik di luar negeri. Langkah itu disebut bertujuan mendukung kebutuhan operasional Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), baik angkatan laut, udara, maupun darat.

Pentagon menilai posisi strategis Indonesia berada di jalur lintas laut internasional yang krusial bagi keamanan jalur perdagangan dan energi kawasan Indo-Pasifik. Faktor geografis tersebut dianggap memiliki nilai strategis dalam proyeksi kekuatan dan kepentingan global China di kawasan.

Menanggapi laporan tersebut, pemerintah Indonesia menegaskan tidak pernah memberikan ruang ataupun izin bagi pembangunan fasilitas logistik maupun pangkalan militer asing di wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa Indonesia berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta memiliki ketentuan hukum nasional yang melarang keberadaan pangkalan militer asing di dalam wilayah Indonesia.

Pemerintah juga menegaskan bahwa kedaulatan dan keamanan nasional merupakan prinsip yang tidak dapat dikompromikan dalam bentuk apa pun, termasuk kerja sama pertahanan yang berpotensi melanggar batas-batas kedaulatan negara.

Dalam laporan Pentagon tersebut, selain Indonesia, beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan seperti Thailand, Myanmar, Singapura, dan Pakistan juga disebut masuk dalam daftar negara yang dipertimbangkan China sebagai lokasi pengembangan fasilitas logistik militer.

Pemerintah Indonesia memastikan akan terus menjaga konsistensi kebijakan luar negeri dan memperkuat posisi strategis nasional tanpa terlibat dalam rivalitas militer negara-negara besar, sekaligus tetap berkomitmen pada stabilitas dan perdamaian kawasan.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE