Indonesia Tegaskan Penolakan terhadap Wacana Fasilitas Logistik Militer China
Pemerintah Pegang Teguh Prinsip Bebas Aktif dan Tegaskan Larangan Pangkalan Militer Asing di Wilayah Kedaulatan NKRI
Papuanewsonline.com - 29 Des 2025, 18:05 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana China yang disebut-sebut ingin membangun fasilitas logistik militer di wilayah Indonesia. Sikap tersebut disampaikan sebagai respons atas laporan tahunan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) yang menyinggung kemungkinan Indonesia menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan Beijing.
Dalam laporan tersebut, Pentagon menyoroti ambisi China
untuk memperluas jangkauan operasional militer global melalui pembangunan
jaringan fasilitas logistik di luar negeri. Langkah itu disebut bertujuan
mendukung kebutuhan operasional Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), baik angkatan
laut, udara, maupun darat.
Pentagon menilai posisi strategis Indonesia berada di jalur
lintas laut internasional yang krusial bagi keamanan jalur perdagangan dan
energi kawasan Indo-Pasifik. Faktor geografis tersebut dianggap memiliki nilai
strategis dalam proyeksi kekuatan dan kepentingan global China di kawasan.
Menanggapi laporan tersebut, pemerintah Indonesia menegaskan
tidak pernah memberikan ruang ataupun izin bagi pembangunan fasilitas logistik
maupun pangkalan militer asing di wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa
Indonesia berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta
memiliki ketentuan hukum nasional yang melarang keberadaan pangkalan militer
asing di dalam wilayah Indonesia.
Pemerintah juga menegaskan bahwa kedaulatan dan keamanan
nasional merupakan prinsip yang tidak dapat dikompromikan dalam bentuk apa pun,
termasuk kerja sama pertahanan yang berpotensi melanggar batas-batas kedaulatan
negara.
Dalam laporan Pentagon tersebut, selain Indonesia, beberapa
negara lain di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan seperti Thailand,
Myanmar, Singapura, dan Pakistan juga disebut masuk dalam daftar negara yang
dipertimbangkan China sebagai lokasi pengembangan fasilitas logistik militer.
Pemerintah Indonesia memastikan akan terus menjaga
konsistensi kebijakan luar negeri dan memperkuat posisi strategis nasional
tanpa terlibat dalam rivalitas militer negara-negara besar, sekaligus tetap
berkomitmen pada stabilitas dan perdamaian kawasan.
Penulis: Hendrik
Editor: GF