Tragedi Penyerangan Pekerja Gereja di Yahukimo: Aparat Intensifkan Pengejaran Pelaku
Seorang tukang bangunan gereja ditemukan tewas dengan luka bacok di wilayah rawan gangguan keamanan, memicu respons cepat aparat dan mempertegas perlunya pengamanan lebih ketat di Papua Pegunungan.
Papuanewsonline.com - 23 Nov 2025, 04:47 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Yahukimo setelah seorang pekerja bangunan gereja bernama Baharudin ditemukan tewas akibat luka bacok di kawasan Jalan Gunung, Sabtu (22/11/2025). Kejadian ini kembali menambah daftar panjang insiden kekerasan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan.
Korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang di Gereja
GIDI Motulen ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 14.04 WIT. Saat
ditemukan, Baharudin hanya mengenakan celana panjang biru tanpa baju, dengan
luka parah berupa sayatan di bagian leher kiri.
Petugas kepolisian menduga keras serangan tersebut dilakukan
oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diketahui aktif bergerak di
wilayah tersebut. Dugaan itu semakin menguat setelah ditemukannya sejumlah
barang bukti di sekitar lokasi kejadian.
Tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz bersama
jajaran Polres Yahukimo segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan
identifikasi dan memastikan kondisi korban. Evakuasi dilakukan dengan
pengamanan ketat mengingat area tersebut termasuk zona rawan gangguan keamanan.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani,
mengungkapkan bahwa keberadaan korban pertama kali dilaporkan warga yang
melintas dan melihat tubuh tergeletak di semak-semak. Mendapat laporan
tersebut, tim segera bergerak agar proses olah TKP dapat dilakukan secepat
mungkin.
Di lokasi kejadian, aparat menemukan beberapa barang bukti
berupa kampak dan busur panah, yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan
tersebut. Temuan ini kini diamankan sebagai bagian dari penyelidikan awal untuk
mengungkap motif dan pelaku pembunuhan.
Jenazah Baharudin kemudian dibawa ke RSUD Dekai untuk proses
identifikasi lanjutan serta pemeriksaan medis. Langkah ini diperlukan untuk
memastikan seluruh detail luka yang dialami korban dan mempermudah penyusunan
kronologi kejadian oleh penyidik.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga,
menyampaikan bahwa pihaknya telah mengumpulkan sejumlah keterangan dari warga
sekitar untuk menelusuri siapa saja yang terakhir berinteraksi dengan korban.
Informasi saksi dianggap sangat krusial untuk mempersempit dugaan terhadap
pelaku.
Hingga kini, aparat masih terus melakukan penyisiran di
beberapa titik yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata.
Upaya pengamanan juga diperketat untuk mencegah insiden serupa terulang dan
memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di daerah tersebut.
Peristiwa tragis ini menyoroti kembali tantangan keamanan di
Papua Pegunungan, terutama bagi para pekerja sipil yang tidak bersenjata dan
hanya menjalankan tugas kemanusiaan. Pemerintah dan aparat keamanan diharapkan
dapat segera menuntaskan kasus ini serta memperkuat perlindungan bagi warga di
wilayah rawan konflik.
Penulis: Hendrik
Editor: GF