logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

Tragedi Penyerangan Pekerja Gereja di Yahukimo: Aparat Intensifkan Pengejaran Pelaku

Seorang tukang bangunan gereja ditemukan tewas dengan luka bacok di wilayah rawan gangguan keamanan, memicu respons cepat aparat dan mempertegas perlunya pengamanan lebih ketat di Papua Pegunungan.

Papuanewsonline.com - 23 Nov 2025, 04:47 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Tampak aparat gabungan melakukan evakuasi jenazah korban di lokasi kejadian pada Sabtu (22/11/2025).

Papuanewsonline.com, Yahukimo – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Yahukimo setelah seorang pekerja bangunan gereja bernama Baharudin ditemukan tewas akibat luka bacok di kawasan Jalan Gunung, Sabtu (22/11/2025). Kejadian ini kembali menambah daftar panjang insiden kekerasan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan.


Korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang di Gereja GIDI Motulen ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 14.04 WIT. Saat ditemukan, Baharudin hanya mengenakan celana panjang biru tanpa baju, dengan luka parah berupa sayatan di bagian leher kiri.

Petugas kepolisian menduga keras serangan tersebut dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diketahui aktif bergerak di wilayah tersebut. Dugaan itu semakin menguat setelah ditemukannya sejumlah barang bukti di sekitar lokasi kejadian.

Tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran Polres Yahukimo segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan memastikan kondisi korban. Evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat mengingat area tersebut termasuk zona rawan gangguan keamanan.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, mengungkapkan bahwa keberadaan korban pertama kali dilaporkan warga yang melintas dan melihat tubuh tergeletak di semak-semak. Mendapat laporan tersebut, tim segera bergerak agar proses olah TKP dapat dilakukan secepat mungkin.

Di lokasi kejadian, aparat menemukan beberapa barang bukti berupa kampak dan busur panah, yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan tersebut. Temuan ini kini diamankan sebagai bagian dari penyelidikan awal untuk mengungkap motif dan pelaku pembunuhan.

Jenazah Baharudin kemudian dibawa ke RSUD Dekai untuk proses identifikasi lanjutan serta pemeriksaan medis. Langkah ini diperlukan untuk memastikan seluruh detail luka yang dialami korban dan mempermudah penyusunan kronologi kejadian oleh penyidik.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengumpulkan sejumlah keterangan dari warga sekitar untuk menelusuri siapa saja yang terakhir berinteraksi dengan korban. Informasi saksi dianggap sangat krusial untuk mempersempit dugaan terhadap pelaku.

Hingga kini, aparat masih terus melakukan penyisiran di beberapa titik yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata. Upaya pengamanan juga diperketat untuk mencegah insiden serupa terulang dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di daerah tersebut.

Peristiwa tragis ini menyoroti kembali tantangan keamanan di Papua Pegunungan, terutama bagi para pekerja sipil yang tidak bersenjata dan hanya menjalankan tugas kemanusiaan. Pemerintah dan aparat keamanan diharapkan dapat segera menuntaskan kasus ini serta memperkuat perlindungan bagi warga di wilayah rawan konflik.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE