Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Kaesang Lantik Pengurus Baru, PSI Papua Barat Target Menang di 7 Kabupaten
Papuanewsonline.com, Manokwari — Ketua Umum Dewan Pimpinan
Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, resmi
melantik Wakil Bupati Pegunungan Arfak Andy Salabai sebagai Ketua Dewan
Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Papua Barat periode 2025–2030. Pelantikan tersebut
berlangsung bersamaan dengan agenda Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI
Papua Barat di Manokwari, Senin (4/5/2026).Momentum tersebut menjadi titik awal konsolidasi PSI Papua
Barat untuk menghadapi Pemilu 2029. Dalam kesempatan itu, jajaran pengurus baru
langsung memasang target ambisius, yakni memenangkan kontestasi politik di
tujuh kabupaten dan tingkat provinsi Papua Barat.Usai dilantik, Andy Salabai menegaskan kesiapan seluruh
pengurus DPW dan DPD PSI di Papua Barat untuk membesarkan partai dan memperkuat
basis dukungan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput."Saya bersama jajaran di DPW dan DPD Papua Barat siap
membesarkan Partai Solidaritas Indonesia. Kami siap meraih kemenangan di Pemilu
Legislatif (Pileg) maupun Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) mendatang,"
katanya.Andy mengatakan PSI Papua Barat telah menyiapkan strategi
politik dan penguatan struktur organisasi untuk mencapai target besar pada
Pemilu 2029 mendatang. Menurutnya, PSI tidak hanya menargetkan peningkatan
suara, tetapi juga ingin merebut posisi strategis di parlemen daerah."PSI akan merebut kursi pimpinan Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD) di sejumlah Kabupaten, serta merebut kursi pimpinan di
DPRD Provinsi Papua Barat," imbuhnya.Ia juga menginstruksikan seluruh kader untuk menjaga
semangat perjuangan dan memperkuat soliditas partai hingga ke tingkat distrik
dan kampung. Rakorwil PSI Papua Barat, kata Andy, harus menjadi momentum
memperkuat konsolidasi internal partai."Kami yakin, di 2029, PSI Papua Barat akan menang di
tujuh kabupaten kota dan provinsi. Maka, saya instruksikan kepada seluruh
jajaran untuk memperkuat akar rumput, segera selesaikan struktur hingga tingkat
ranting, serta pastikan PSI ada di setiap distrik dan kampung," tandasnya.Sementara itu, Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep
menyampaikan harapannya kepada pengurus baru DPW PSI Papua Barat agar mampu
membangun kekuatan partai secara merata di seluruh wilayah Papua Barat."Saya meminta Ketua DPW menjalankan tugas dan tanggung
jawab, mendirikan panji-panji PSI di seluruh Kabupaten se-Papua Barat serta
membesarkan partai ke depan," ujarnya.Kaesang menegaskan PSI merupakan partai terbuka yang hadir
bagi semua kalangan dengan mengedepankan semangat kerja nyata dan pembangunan
dari daerah. Karena itu, seluruh kader diminta bergerak secara solid menghadapi
Pemilu 2029.Menurut putra bungsu Presiden Joko Widodo tersebut, kekuatan
partai sangat ditentukan oleh kesiapan struktur organisasi hingga level paling
bawah. Ia meminta kader PSI segera membentuk kepengurusan di tingkat desa dan
kelurahan."Struktur akan menjadi senjata kita saat bertanding di
Pemilu 2029. Kita semua tidak menginginkan apa yang telah terjadi di Pemilu
2024 kemarin, kembali terulang di Pemilu 2029," pesannya.Kaesang juga menekankan bahwa struktur organisasi yang kuat
akan menjadi fondasi penting dalam membangun basis massa, menjalankan aktivitas
politik praktis, hingga melakukan penggalangan suara di tingkat masyarakat
paling bawah.
"Kemudian, struktur ini berperan penting sebagai
penggerak aktivitas politik praktis, penggalangan suara, hingga konsolidasi
partai di tingkat paling dasar," tandasnya. (GF)
13 Mei 2026, 23:28 WIT
LMA Mimika Jenguk Korban Sipil Kontak Tembak di Tembagapura, Serukan Kepedulian dan Perdamaian
Papuanewsonline.com, Mimika - Anggota Lembaga Masyarakat
Adat (LMA) Kabupaten Mimika, Jerry Alom, menjenguk seorang warga sipil korban
kontak tembak pada 8 Mei 2026 antara aparat keamanan dan kelompok separatis
teroris Papua di kawasan Mile 68 Tembagapura, yakni Apeliu Magai, yang saat ini
berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif medis di RSUD
Mimika.Dengan wajah penuh keprihatinan, Jerry Alom menyampaikan
rasa duka dan kepeduliannya kepada korban serta keluarga yang kini diliputi
kecemasan. Ia menuturkan bahwa kondisi Apeliu Magai sangat memprihatinkan dan
dalam waktu dekat akan menjalani tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawanya.“Kami datang sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. Saudara
kami Apeliu Magai saat ini dalam kondisi kritis dan akan menjalani operasi
medis. Kami berharap semua pihak memberi perhatian serius agar korban bisa
mendapatkan penanganan terbaik dan keluarganya juga diperhatikan,” ujar Jerry
Alom, Selasa (13/5/2026). Menurutnya, masyarakat sipil tidak boleh terus-menerus
menjadi pihak yang menanggung penderitaan akibat konflik bersenjata yang
terjadi di wilayah Papua, khususnya di kawasan Tembagapura dan sekitarnya. Ia
berharap tragedi seperti ini tidak kembali terulang karena yang paling
merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil.“Korban rakyat kecil ini bukan hanya mengalami luka fisik,
tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Kami berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Papua butuh
ketenangan, masyarakat butuh rasa aman untuk hidup dan mencari nafkah,”
katanya.Jerry Alom juga memohon perhatian serius dari Pemerintah
Kabupaten Mimika terhadap kondisi korban dan keluarganya yang saat ini
menghadapi beban berat, baik secara kesehatan maupun ekonomi. Ia menilai
keluarga korban membutuhkan dukungan nyata agar tetap kuat mendampingi proses
pengobatan yang sedang berlangsung.“Kami mohon Pemerintah Kabupaten Mimika hadir membantu biaya
dan kebutuhan keluarga korban. Saat kondisi seperti ini, keluarga sangat
membutuhkan uluran tangan karena mereka sedang menghadapi situasi yang berat
secara ekonomi maupun psikologis,” ungkapnya.Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan
kemanusiaan dan menjaga situasi tetap kondusif demi keselamatan warga sipil di
Papua. Menurutnya, tidak ada keluarga yang siap kehilangan orang yang mereka
cintai akibat konflik yang berkepanjangan.“Jangan biarkan rakyat kecil terus menjadi korban. Kami
semua punya tanggung jawab menjaga kedamaian tanah Papua agar anak-anak bisa
hidup tenang, masyarakat bisa bekerja, dan keluarga tidak lagi menangis karena
konflik,” tutup Jerry Alom. Penulis: Jid
Editor: GF
13 Mei 2026, 23:22 WIT
Polda Papua Tengah, Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Mimika Senilai Rp28 Miliar
Papuanewsonline.com, Timika – Direktorat Reserse dan
Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Tengah kini tengah mendalami kasus
dugaan korupsi pengelolaan dana hibah yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Kabupaten Mimika. Anggaran yang menjadi sorotan besar ini digunakan untuk
keperluan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024, di mana
berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI
tahun 2025, tercatat ada dana sebesar Rp28 miliar yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan penggunaannya sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang
berlaku.Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jeremias Rontini,
mengonfirmasi bahwa penyidikan masih berjalan intensif dan menjadi prioritas
utama tim penyidik. “Proses pengumpulan bukti dan data pendukung masih terus
dilakukan. Kami tidak bisa menentukan waktu selesai, namun butuh dukungan
banyak pihak agar kasus ini terungkap terang-benderang. Nanti jika berkas sudah
lengkap dan kuat, kami akan umumkan kepada publik,” ujarnya (13/5/2026). Nilai kerugian negara yang ditemukan dinilai sangat
fantastis sehingga menjadi sorotan luas masyarakat.Sebagai respons atas temuan tersebut, KPU Mimika telah
mengambil langkah internal dengan mengembalikan dana senilai Rp502,77 juta ke
kas negara, yang merupakan bagian dari temuan audit BPK. Selain itu, melalui rapat pleno pada 20 Januari 2026, lima
komisioner KPU Mimika juga telah merekomendasikan pemberhentian sementara
Sekretaris dan Bendahara atas dugaan pelanggaran administrasi berat dan sikap
tidak kooperatif dalam evaluasi anggaran. Rekomendasi ini telah dikirimkan ke Sekretariat Jenderal KPU
RI melalui KPU Provinsi Papua Tengah.Diketahui, total dana hibah Pilkada 2024 yang digelontorkan
Pemkab Mimika mencapai lebih dari Rp221 miliar. Rinciannya, KPU Mimika menerima Rp140,91 miliar, Bawaslu
Rp36,40 miliar, Polres Mimika Rp27,45 miliar, serta Kodim 1710/Mimika sebesar
Rp16,87 miliar. Penulis: Jid
Editor: GF
13 Mei 2026, 19:53 WIT
Minat Sertifikasi Tanah di Mimika Masih Rendah, Kantor Pertanahan: Kondisi Papua Berbeda dengan Jawa
Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Kantor Pertanahan
Kabupaten Mimika, Yosep Simon Done, mengakui antusiasme masyarakat setempat
dalam mengikuti program sertifikasi tanah masih jauh di bawah daerah lain,
khususnya wilayah Pulau Jawa. Hal ini disampaikannya dalam wawancara di Aula
Kantor Pertanahan Mimika (12/5/2026).Menurutnya, perbedaan budaya dan pemahaman membuat
pendekatan pelayanan di Papua tidak bisa disamakan dengan daerah lain; jika di
Jawa warga berdatangan sendiri mengurus berkas, di sini petugas harus turun
langsung ke lokasi, membantu pengurusan surat, hingga mendampingi proses
pengukuran.Yosep juga menjelaskan adanya perubahan aturan yang
membatasi pengulangan program di lokasi yang sudah pernah mendapat layanan. Pihaknya pun masih terus mengusulkan pengecualian kebijakan
bagi wilayah Papua, mengingat kondisi geografis dan luas wilayah yang sangat
besar. “Luas tanah di Mimika sangat luas, sementara kemampuan kami
terbatas. Tahun ini misalnya baru bisa selesaikan sekitar 50 hektare, padahal
masih banyak lahan yang belum tersentuh,” ujarnya. Kendala utama lainnya adalah rendahnya pemahaman masyarakat
akan pentingnya kepastian hukum hak milik tanah.Masih banyak warga yang bersikap acuh tak acuh karena belum
paham manfaat memiliki sertifikat, sementara sebagian lainnya yang sudah
mengerti justru sangat antusias dan aktif menyiapkan berkas.Agar proses berjalan lancar dan cepat, Yosep mengimbau
masyarakat yang ingin mengurus sertifikasi untuk menyiapkan syarat utama: surat
bukti kepemilikan, pemasangan patok batas tanah, serta membersihkan lokasi dari
semak belukar. Dokumen pendukung seperti KTP, Kartu Keluarga, dan bukti
pembayaran PBB juga wajib disiapkan agar administrasi tidak terhambat. Penulis: Jid
Editor: GF
13 Mei 2026, 19:47 WIT
Karantina Papua Tengah Perketat Pengawasan Hewan dan Tumbuhan Cegah Penyebaran PMK
Papuanewsonline.com, Mimika — Kepala Karantina Hewan, Ikan,
dan Tumbuhan Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, mengatakan pihaknya terus
memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, satwa liar,
dan tanaman langka yang masuk maupun keluar dari wilayah Papua Tengah saat
diwawancarai pada (13/05/2026).Anton mengungkapkan bahwa pihak karantina sempat menemukan
adanya pemasukan hewan tanpa dilengkapi dokumen resmi dan sertifikat kesehatan.“Beberapa waktu lalu kami menemukan adanya pemasukan hewan
tanpa dokumen dan sertifikat kesehatan yang lengkap,” ujarnya.Menurutnya, pengawasan kini diperketat karena pemerintah
tengah fokus mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dapat
menyerang hewan ternak dan berdampak pada sektor peternakan.Selain pengawasan terhadap hewan ternak, pihak karantina
juga melakukan pemantauan terhadap pemasukan dan pengeluaran ikan, tumbuhan,
satwa liar, serta tanaman langka guna mencegah penyebaran hama, penyakit,
maupun perdagangan ilegal.Anton menjelaskan, wilayah kerja pengawasan karantina Papua
Tengah saat ini mencakup Kabupaten Mimika dan Nabire, dengan sejumlah titik
pengawasan utama yang berada di pintu pemasukan dan pengeluaran barang maupun
hewan.Beberapa titik pengawasan tersebut di antaranya Bandar Udara
Mozes Kilangin, Pelabuhan Amamapare, serta Pelabuhan Poumako.Pihak karantina menegaskan akan terus meningkatkan
pengawasan dan koordinasi lintas instansi untuk memastikan setiap pemasukan
maupun pengeluaran hewan dan tumbuhan memenuhi ketentuan karantina yang
berlaku. Penulis: Bim
Editor: GF
13 Mei 2026, 19:36 WIT
KPPBC Timika Soroti Peredaran Minuman dan Rokok Ilegal di Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika — Kepala Kantor Pengawasan dan
Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Timika, Yudi Amrullah, menyoroti maraknya
peredaran minuman beralkohol dan rokok ilegal di Kabupaten Mimika saat
diwawancarai pada Rabu (13/05/2026).Yudi menjelaskan, untuk minuman beralkohol, sebagian besar
kasus yang ditemukan berkaitan dengan penjualan oleh pihak yang tidak memiliki
izin resmi, meskipun produk yang dijual sebenarnya telah dilengkapi pita cukai
resmi.“Kalau untuk minuman beralkohol, umumnya yang kami temukan
adalah penjual yang tidak memiliki izin edar atau izin penjualan, sementara
barangnya sendiri memiliki pita cukai resmi,” ujarnya.Sementara itu, untuk peredaran rokok ilegal, Yudi menyebut
terdapat beberapa kategori pelanggaran yang sering ditemukan di lapangan.Kategori tersebut meliputi rokok polos tanpa pita cukai,
penggunaan pita cukai palsu, penggunaan pita cukai bekas, hingga penyalahgunaan
pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya.“Ada juga salah peruntukan pita cukai, misalnya pita cukai
untuk rokok linting digunakan pada rokok mesin. Selain itu ada salah
personalisasi, di mana pita cukai milik perusahaan kecil digunakan pada produk
perusahaan besar untuk menghindari pajak,” jelasnya.Menurutnya, peredaran rokok ilegal di Mimika saat ini cukup
banyak ditemukan, meskipun skalanya belum sebesar daerah lain seperti
Kalimantan, Sumatera, maupun Sulawesi.Ia mengungkapkan, sebagian besar rokok ilegal yang beredar
di Mimika berasal dari Pulau Jawa dan masuk melalui jalur distribusi tertentu.KPPBC Timika, lanjut Yudi, terus melakukan pengawasan dan
penindakan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal guna melindungi
penerimaan negara sekaligus menjaga persaingan usaha yang sehat. Penulis: Bim
Editor: GF
13 Mei 2026, 18:22 WIT
UMKM Mimika Tembus Pasar Global, Ekspor Perdana 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Daerah
Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika
bersama instansi vertikal menggelar kegiatan “Pelepasan Ekspor Perdana UMKM
Berorientasi Ekspor Kabupaten Mimika Tahun 2026”, Rabu (13/5/2026), sebagai
langkah nyata mendorong UMKM lokal menembus pasar internasional.Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC)
TMP C Timika Yudi Amrullah menegaskan, ekspor perdana ini bukan sekadar
seremoni, tetapi simbol bahwa produk unggulan Mimika mampu bersaing di pasar
global, khususnya sektor perikanan dan hasil laut.Ia menyampaikan, Bea Cukai tidak hanya bertugas mengumpulkan
penerimaan negara, tetapi juga berperan sebagai trade facilitator dan
industrial assistance untuk mendukung pertumbuhan industri dan UMKM daerah.“Potensi Mimika sangat besar. Kami berharap seluruh pihak
dapat bergerak bersama untuk mendorong produk-produk Mimika menembus pasar
internasional,” ujarnya.Bea Cukai mencatat, devisa ekspor sumber daya alam melalui
Mimika pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,29 miliar dengan volume ekspor 21,5
ton. Sementara hingga Mei 2026, nilai ekspor telah mencapai sekitar Rp1,59
miliar dengan volume sekitar 24 ton.Komoditas utama ekspor tahun ini adalah kepiting bakau hidup
dengan negara tujuan Malaysia dan Singapura. Hingga saat ini tercatat sebanyak
30 dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) telah diajukan.Keberhasilan ekspor perdana ini merupakan hasil kolaborasi
antara Bea Cukai, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Tengah, serta
pihak Bandara Mozes Kilangin bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait
lainnya.Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua
Tengah, Anton Panji Mahendra, mengatakan pihaknya akan terus mendorong pelaku
usaha agar terdaftar dalam sistem GACC sehingga pasar ekspor dapat diperluas
dan tidak hanya bergantung pada Singapura.Menurutnya, ekspor kepiting bakau menjadi simbol kebangkitan
ekonomi masyarakat Mimika di mata dunia.“Kita harus menjaga kualitas, kontinuitas produk, serta
kepatuhan terhadap standar karantina dan regulasi internasional tanpa
meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal,” katanya.Sementara itu, Kepala UPBU Mozes Kilangin yang diwakili Eddy
Siswanto menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ekspor daerah sebagai
upaya memperkenalkan produk unggulan Mimika ke pasar internasional.Pihak bandara, kata dia, siap mendukung kelancaran ekspor
baik dari sisi personel maupun sarana dan prasarana.Bupati Mimika, Johanes Rettob, menegaskan bahwa UMKM Mimika
harus terus dibina agar tidak hanya bertahan sebagai usaha kecil, tetapi mampu
naik kelas menjadi pelaku ekspor internasional.Ia berharap ke depan Surat Keterangan Asal (SKA) produk
ekspor dapat diterbitkan langsung dari Mimika sehingga proses distribusi
menjadi lebih efisien tanpa harus melalui daerah lain.Menurutnya, sektor UMKM menjadi salah satu penggerak
pertumbuhan ekonomi Mimika, sehingga pemerintah akan terus mendorong
pengembangan produk pertanian, perikanan, perkebunan, dan produk olahan lokal
agar memiliki nilai tambah.Namun demikian, Bupati juga mengingatkan pentingnya
keberlanjutan produksi, khususnya komoditas kepiting bakau yang saat ini
memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.“Kalau hanya terus diambil tanpa dibudidayakan,
lama-kelamaan akan habis. Karena itu masyarakat harus mulai didorong untuk
melakukan budidaya dan menjaga kualitas produksi,” ujarnya.Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, juga terus membuka
akses promosi dan pemasaran UMKM melalui marketplace seperti Tokopedia dan
Shopee. Bahkan produk kerajinan seperti noken telah dipasarkan hingga ke luar
negeri, termasuk Eropa.Melalui momentum ekspor perdana ini, Pemkab Mimika
menegaskan komitmennya untuk terus mendukung UMKM melalui pembinaan, pelatihan,
kemudahan perizinan, penguatan promosi, hingga pendampingan sertifikasi produk
agar semakin banyak UMKM Mimika mampu bersaing di pasar global. Penulis: Bim
Editor: GF
13 Mei 2026, 18:19 WIT
Jokowi: Saya Sudah Pulih 99%, Juni Siap Keliling Indonesia
Papuanewsonline.com, Jakarta – Presiden RI ke-7 Joko Widodo
menyatakan kondisi kesehatannya sudah pulih 99 persen dan berencana berkeliling
Indonesia mulai Juni 2026. Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat bertemu Ketua
Umum Projo Budi Arie Setiadi di Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu 1 Mei 2026.Hal itu diungkapkan Sekjen Projo Freddy Alex Damanik kepada
wartawan, Selasa 12 Mei 2026.“Kata Pak Jokowi 99% pulih. Juni mungkin beliau sudah akan
keliling Indonesia untuk menyapa rakyat,” ujar Freddy.Pertemuan berlangsung di sebuah area makan. Momen tersebut
diunggah Freddy melalui video di media sosialnya. Dalam video terlihat Jokowi dan Budi Arie berbincang santai
di meja makan sebelum melanjutkan diskusi serius. Freddy menyebut agenda utama pertemuan adalah berdiskusi
dengan para relawan Projo.Meski banyak pimpinan relawan hadir, Jokowi dan Budi Arie
sempat melakukan pembicaraan empat mata selama 20 hingga 30 menit.“Ada banyak pimpinan relawan, namun dalam pertemuan tersebut
Budi Arie dan Pak Jokowi ada pembicaraan empat mata lebih kurang 20 sampai 30
menit,” kata Freddy.Freddy menegaskan pertemuan ini menjadi bagian dari
komunikasi Jokowi dengan jaringan relawan menjelang rencana kunjungan ke
daerah. Penulis: Hendrik
Editor: GF
13 Mei 2026, 13:02 WIT
Dankorbrimob Tutup Latrapaops Amole I-2026, 415 Personel Siap Amankan Freeport
Papuanewsonline.com, Bogor – Komandan Korps Brimob (Dankorbrimob)
Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat resmi menutup Latihan Pra Operasi Pasukan
Korps Brimob Polri BKO Polda Papua Tengah dalam rangka Operasi Amole I Tahun
2026.Upacara penutupan berlangsung Senin, 11 Mei 2026, di
Lapangan Nagara Janottama Satlat Brimob Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor. Latihan
ini disiapkan untuk pengamanan PT Freeport Indonesia di wilayah hukum Polda
Papua Tengah.Komandan Resimen II Pasukan Pelopor Kombes Pol. Bambang
Yudho Martono bertindak sebagai Komandan Upacara. Sementara Teknisi Jibom Madya
TK. III Korbrimob Polri Kombes Pol. Siswara Hadi Chandra bertugas sebagai
Perwira Upacara.Sejumlah pejabat tinggi Korbrimob hadir dalam kegiatan
tersebut. Hadir Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, Teknisi
KBRN Utama Tk. I Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, dan Teknisi Jibom Utama
Tk. I Irjen Pol. Suhendri.Turut hadir pula Karorenminops Korbrimob Polri Brigjen Pol.
Yuri Karsono, Danpas Pelopor Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra Perkasa
Jumantara, serta Danpas Gegana Brigjen Pol. Mulyadi. Hadir juga para Pati,
Teknisi Utama Tk. II, Pejabat Utama, dan Teknisi Madya jajaran Korbrimob Polri.Latpraops dilaksanakan selama 28 hari, mulai 12 April hingga
9 Mei 2026. Lokasi latihan tersebar di Satlat Brimob Cikeas, PT Antam Pongkor,
dan kawasan Gunung Halimun Salak, Bogor, Jawa Barat.Sebanyak 415 personel dari Korbrimob dan Satbrimob Polda
mengikuti seluruh rangkaian latihan. Fokus pelatihan diarahkan pada kesiapan
mental, fisik, kemampuan, dan naluri tempur personel.Materi yang diberikan mencakup teknik pengamanan wilayah,
penindakan massa anarkis, pengamanan objek vital nasional, hingga pengejaran
terbatas terhadap kelompok bersenjata. Tujuannya memperkuat soliditas,
loyalitas, dan profesionalisme personel dalam operasi.“Dengan memohon rahmat Tuhan yang maha esa pada hari ini,
Senin 11 Mei 2026 di Satuan Latihan Brimob Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Latpraops
Pasukan Korps Brimob Polri BKO Polda Tengah dalam rangka Operasi Amole I tahun
2026 pengamanan PT Freeport Indonesia di wilayah hukum Polda Papua Tengah
secara resmi saya nyatakan ditutup,” ujar Komjen Ramdani.Penutupan latihan menjadi simbol kesiapan penuh Korps Brimob
Polri dalam mendukung stabilitas keamanan PT Freeport Indonesia. Diharapkan
personel mampu menerapkan materi latihan di lapangan dengan mengedepankan
pendekatan humanis dan sinergitas antarunsur. Penulis: Hendrik
Editor: GF
13 Mei 2026, 12:56 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru