logo-website
Rabu, 03 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Kaesang Lantik Pengurus Baru, PSI Papua Barat Target Menang di 7 Kabupaten Papuanewsonline.com, Manokwari — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, resmi melantik Wakil Bupati Pegunungan Arfak Andy Salabai sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Papua Barat periode 2025–2030. Pelantikan tersebut berlangsung bersamaan dengan agenda Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Papua Barat di Manokwari, Senin (4/5/2026).Momentum tersebut menjadi titik awal konsolidasi PSI Papua Barat untuk menghadapi Pemilu 2029. Dalam kesempatan itu, jajaran pengurus baru langsung memasang target ambisius, yakni memenangkan kontestasi politik di tujuh kabupaten dan tingkat provinsi Papua Barat.Usai dilantik, Andy Salabai menegaskan kesiapan seluruh pengurus DPW dan DPD PSI di Papua Barat untuk membesarkan partai dan memperkuat basis dukungan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput."Saya bersama jajaran di DPW dan DPD Papua Barat siap membesarkan Partai Solidaritas Indonesia. Kami siap meraih kemenangan di Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) mendatang," katanya.Andy mengatakan PSI Papua Barat telah menyiapkan strategi politik dan penguatan struktur organisasi untuk mencapai target besar pada Pemilu 2029 mendatang. Menurutnya, PSI tidak hanya menargetkan peningkatan suara, tetapi juga ingin merebut posisi strategis di parlemen daerah."PSI akan merebut kursi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di sejumlah Kabupaten, serta merebut kursi pimpinan di DPRD Provinsi Papua Barat," imbuhnya.Ia juga menginstruksikan seluruh kader untuk menjaga semangat perjuangan dan memperkuat soliditas partai hingga ke tingkat distrik dan kampung. Rakorwil PSI Papua Barat, kata Andy, harus menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal partai."Kami yakin, di 2029, PSI Papua Barat akan menang di tujuh kabupaten kota dan provinsi. Maka, saya instruksikan kepada seluruh jajaran untuk memperkuat akar rumput, segera selesaikan struktur hingga tingkat ranting, serta pastikan PSI ada di setiap distrik dan kampung," tandasnya.Sementara itu, Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep menyampaikan harapannya kepada pengurus baru DPW PSI Papua Barat agar mampu membangun kekuatan partai secara merata di seluruh wilayah Papua Barat."Saya meminta Ketua DPW menjalankan tugas dan tanggung jawab, mendirikan panji-panji PSI di seluruh Kabupaten se-Papua Barat serta membesarkan partai ke depan," ujarnya.Kaesang menegaskan PSI merupakan partai terbuka yang hadir bagi semua kalangan dengan mengedepankan semangat kerja nyata dan pembangunan dari daerah. Karena itu, seluruh kader diminta bergerak secara solid menghadapi Pemilu 2029.Menurut putra bungsu Presiden Joko Widodo tersebut, kekuatan partai sangat ditentukan oleh kesiapan struktur organisasi hingga level paling bawah. Ia meminta kader PSI segera membentuk kepengurusan di tingkat desa dan kelurahan."Struktur akan menjadi senjata kita saat bertanding di Pemilu 2029. Kita semua tidak menginginkan apa yang telah terjadi di Pemilu 2024 kemarin, kembali terulang di Pemilu 2029," pesannya.Kaesang juga menekankan bahwa struktur organisasi yang kuat akan menjadi fondasi penting dalam membangun basis massa, menjalankan aktivitas politik praktis, hingga melakukan penggalangan suara di tingkat masyarakat paling bawah. "Kemudian, struktur ini berperan penting sebagai penggerak aktivitas politik praktis, penggalangan suara, hingga konsolidasi partai di tingkat paling dasar," tandasnya. (GF) 13 Mei 2026, 23:28 WIT
LMA Mimika Jenguk Korban Sipil Kontak Tembak di Tembagapura, Serukan Kepedulian dan Perdamaian Papuanewsonline.com, Mimika - Anggota Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mimika, Jerry Alom, menjenguk seorang warga sipil korban kontak tembak pada 8 Mei 2026 antara aparat keamanan dan kelompok separatis teroris Papua di kawasan Mile 68 Tembagapura, yakni Apeliu Magai, yang saat ini berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif medis di RSUD Mimika.Dengan wajah penuh keprihatinan, Jerry Alom menyampaikan rasa duka dan kepeduliannya kepada korban serta keluarga yang kini diliputi kecemasan. Ia menuturkan bahwa kondisi Apeliu Magai sangat memprihatinkan dan dalam waktu dekat akan menjalani tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawanya.“Kami datang sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. Saudara kami Apeliu Magai saat ini dalam kondisi kritis dan akan menjalani operasi medis. Kami berharap semua pihak memberi perhatian serius agar korban bisa mendapatkan penanganan terbaik dan keluarganya juga diperhatikan,” ujar Jerry Alom, Selasa (13/5/2026). Menurutnya, masyarakat sipil tidak boleh terus-menerus menjadi pihak yang menanggung penderitaan akibat konflik bersenjata yang terjadi di wilayah Papua, khususnya di kawasan Tembagapura dan sekitarnya. Ia berharap tragedi seperti ini tidak kembali terulang karena yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil.“Korban rakyat kecil ini bukan hanya mengalami luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kami berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Papua butuh ketenangan, masyarakat butuh rasa aman untuk hidup dan mencari nafkah,” katanya.Jerry Alom juga memohon perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mimika terhadap kondisi korban dan keluarganya yang saat ini menghadapi beban berat, baik secara kesehatan maupun ekonomi. Ia menilai keluarga korban membutuhkan dukungan nyata agar tetap kuat mendampingi proses pengobatan yang sedang berlangsung.“Kami mohon Pemerintah Kabupaten Mimika hadir membantu biaya dan kebutuhan keluarga korban. Saat kondisi seperti ini, keluarga sangat membutuhkan uluran tangan karena mereka sedang menghadapi situasi yang berat secara ekonomi maupun psikologis,” ungkapnya.Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan kemanusiaan dan menjaga situasi tetap kondusif demi keselamatan warga sipil di Papua. Menurutnya, tidak ada keluarga yang siap kehilangan orang yang mereka cintai akibat konflik yang berkepanjangan.“Jangan biarkan rakyat kecil terus menjadi korban. Kami semua punya tanggung jawab menjaga kedamaian tanah Papua agar anak-anak bisa hidup tenang, masyarakat bisa bekerja, dan keluarga tidak lagi menangis karena konflik,” tutup Jerry Alom.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 23:22 WIT
Polda Papua Tengah, Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Mimika Senilai Rp28 Miliar Papuanewsonline.com, Timika – Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Tengah kini tengah mendalami kasus dugaan korupsi pengelolaan dana hibah yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika. Anggaran yang menjadi sorotan besar ini digunakan untuk keperluan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024, di mana berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2025, tercatat ada dana sebesar Rp28 miliar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jeremias Rontini, mengonfirmasi bahwa penyidikan masih berjalan intensif dan menjadi prioritas utama tim penyidik. “Proses pengumpulan bukti dan data pendukung masih terus dilakukan. Kami tidak bisa menentukan waktu selesai, namun butuh dukungan banyak pihak agar kasus ini terungkap terang-benderang. Nanti jika berkas sudah lengkap dan kuat, kami akan umumkan kepada publik,” ujarnya (13/5/2026). Nilai kerugian negara yang ditemukan dinilai sangat fantastis sehingga menjadi sorotan luas masyarakat.Sebagai respons atas temuan tersebut, KPU Mimika telah mengambil langkah internal dengan mengembalikan dana senilai Rp502,77 juta ke kas negara, yang merupakan bagian dari temuan audit BPK. Selain itu, melalui rapat pleno pada 20 Januari 2026, lima komisioner KPU Mimika juga telah merekomendasikan pemberhentian sementara Sekretaris dan Bendahara atas dugaan pelanggaran administrasi berat dan sikap tidak kooperatif dalam evaluasi anggaran. Rekomendasi ini telah dikirimkan ke Sekretariat Jenderal KPU RI melalui KPU Provinsi Papua Tengah.Diketahui, total dana hibah Pilkada 2024 yang digelontorkan Pemkab Mimika mencapai lebih dari Rp221 miliar. Rinciannya, KPU Mimika menerima Rp140,91 miliar, Bawaslu Rp36,40 miliar, Polres Mimika Rp27,45 miliar, serta Kodim 1710/Mimika sebesar Rp16,87 miliar.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 19:53 WIT
Minat Sertifikasi Tanah di Mimika Masih Rendah, Kantor Pertanahan: Kondisi Papua Berbeda dengan Jawa Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mimika, Yosep Simon Done, mengakui antusiasme masyarakat setempat dalam mengikuti program sertifikasi tanah masih jauh di bawah daerah lain, khususnya wilayah Pulau Jawa. Hal ini disampaikannya dalam wawancara di Aula Kantor Pertanahan Mimika (12/5/2026).Menurutnya, perbedaan budaya dan pemahaman membuat pendekatan pelayanan di Papua tidak bisa disamakan dengan daerah lain; jika di Jawa warga berdatangan sendiri mengurus berkas, di sini petugas harus turun langsung ke lokasi, membantu pengurusan surat, hingga mendampingi proses pengukuran.Yosep juga menjelaskan adanya perubahan aturan yang membatasi pengulangan program di lokasi yang sudah pernah mendapat layanan. Pihaknya pun masih terus mengusulkan pengecualian kebijakan bagi wilayah Papua, mengingat kondisi geografis dan luas wilayah yang sangat besar. “Luas tanah di Mimika sangat luas, sementara kemampuan kami terbatas. Tahun ini misalnya baru bisa selesaikan sekitar 50 hektare, padahal masih banyak lahan yang belum tersentuh,” ujarnya. Kendala utama lainnya adalah rendahnya pemahaman masyarakat akan pentingnya kepastian hukum hak milik tanah.Masih banyak warga yang bersikap acuh tak acuh karena belum paham manfaat memiliki sertifikat, sementara sebagian lainnya yang sudah mengerti justru sangat antusias dan aktif menyiapkan berkas.Agar proses berjalan lancar dan cepat, Yosep mengimbau masyarakat yang ingin mengurus sertifikasi untuk menyiapkan syarat utama: surat bukti kepemilikan, pemasangan patok batas tanah, serta membersihkan lokasi dari semak belukar. Dokumen pendukung seperti KTP, Kartu Keluarga, dan bukti pembayaran PBB juga wajib disiapkan agar administrasi tidak terhambat.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 19:47 WIT
Karantina Papua Tengah Perketat Pengawasan Hewan dan Tumbuhan Cegah Penyebaran PMK Papuanewsonline.com, Mimika — Kepala Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, mengatakan pihaknya terus memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, satwa liar, dan tanaman langka yang masuk maupun keluar dari wilayah Papua Tengah saat diwawancarai pada (13/05/2026).Anton mengungkapkan bahwa pihak karantina sempat menemukan adanya pemasukan hewan tanpa dilengkapi dokumen resmi dan sertifikat kesehatan.“Beberapa waktu lalu kami menemukan adanya pemasukan hewan tanpa dokumen dan sertifikat kesehatan yang lengkap,” ujarnya.Menurutnya, pengawasan kini diperketat karena pemerintah tengah fokus mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dapat menyerang hewan ternak dan berdampak pada sektor peternakan.Selain pengawasan terhadap hewan ternak, pihak karantina juga melakukan pemantauan terhadap pemasukan dan pengeluaran ikan, tumbuhan, satwa liar, serta tanaman langka guna mencegah penyebaran hama, penyakit, maupun perdagangan ilegal.Anton menjelaskan, wilayah kerja pengawasan karantina Papua Tengah saat ini mencakup Kabupaten Mimika dan Nabire, dengan sejumlah titik pengawasan utama yang berada di pintu pemasukan dan pengeluaran barang maupun hewan.Beberapa titik pengawasan tersebut di antaranya Bandar Udara Mozes Kilangin, Pelabuhan Amamapare, serta Pelabuhan Poumako.Pihak karantina menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi lintas instansi untuk memastikan setiap pemasukan maupun pengeluaran hewan dan tumbuhan memenuhi ketentuan karantina yang berlaku. Penulis: Bim Editor: GF 13 Mei 2026, 19:36 WIT
KPPBC Timika Soroti Peredaran Minuman dan Rokok Ilegal di Mimika Papuanewsonline.com, Mimika — Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Timika, Yudi Amrullah, menyoroti maraknya peredaran minuman beralkohol dan rokok ilegal di Kabupaten Mimika saat diwawancarai pada Rabu (13/05/2026).Yudi menjelaskan, untuk minuman beralkohol, sebagian besar kasus yang ditemukan berkaitan dengan penjualan oleh pihak yang tidak memiliki izin resmi, meskipun produk yang dijual sebenarnya telah dilengkapi pita cukai resmi.“Kalau untuk minuman beralkohol, umumnya yang kami temukan adalah penjual yang tidak memiliki izin edar atau izin penjualan, sementara barangnya sendiri memiliki pita cukai resmi,” ujarnya.Sementara itu, untuk peredaran rokok ilegal, Yudi menyebut terdapat beberapa kategori pelanggaran yang sering ditemukan di lapangan.Kategori tersebut meliputi rokok polos tanpa pita cukai, penggunaan pita cukai palsu, penggunaan pita cukai bekas, hingga penyalahgunaan pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya.“Ada juga salah peruntukan pita cukai, misalnya pita cukai untuk rokok linting digunakan pada rokok mesin. Selain itu ada salah personalisasi, di mana pita cukai milik perusahaan kecil digunakan pada produk perusahaan besar untuk menghindari pajak,” jelasnya.Menurutnya, peredaran rokok ilegal di Mimika saat ini cukup banyak ditemukan, meskipun skalanya belum sebesar daerah lain seperti Kalimantan, Sumatera, maupun Sulawesi.Ia mengungkapkan, sebagian besar rokok ilegal yang beredar di Mimika berasal dari Pulau Jawa dan masuk melalui jalur distribusi tertentu.KPPBC Timika, lanjut Yudi, terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal guna melindungi penerimaan negara sekaligus menjaga persaingan usaha yang sehat. Penulis: Bim Editor: GF 13 Mei 2026, 18:22 WIT
UMKM Mimika Tembus Pasar Global, Ekspor Perdana 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Daerah Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika bersama instansi vertikal menggelar kegiatan “Pelepasan Ekspor Perdana UMKM Berorientasi Ekspor Kabupaten Mimika Tahun 2026”, Rabu (13/5/2026), sebagai langkah nyata mendorong UMKM lokal menembus pasar internasional.Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Timika Yudi Amrullah menegaskan, ekspor perdana ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol bahwa produk unggulan Mimika mampu bersaing di pasar global, khususnya sektor perikanan dan hasil laut.Ia menyampaikan, Bea Cukai tidak hanya bertugas mengumpulkan penerimaan negara, tetapi juga berperan sebagai trade facilitator dan industrial assistance untuk mendukung pertumbuhan industri dan UMKM daerah.“Potensi Mimika sangat besar. Kami berharap seluruh pihak dapat bergerak bersama untuk mendorong produk-produk Mimika menembus pasar internasional,” ujarnya.Bea Cukai mencatat, devisa ekspor sumber daya alam melalui Mimika pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,29 miliar dengan volume ekspor 21,5 ton. Sementara hingga Mei 2026, nilai ekspor telah mencapai sekitar Rp1,59 miliar dengan volume sekitar 24 ton.Komoditas utama ekspor tahun ini adalah kepiting bakau hidup dengan negara tujuan Malaysia dan Singapura. Hingga saat ini tercatat sebanyak 30 dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) telah diajukan.Keberhasilan ekspor perdana ini merupakan hasil kolaborasi antara Bea Cukai, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Tengah, serta pihak Bandara Mozes Kilangin bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait lainnya.Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, mengatakan pihaknya akan terus mendorong pelaku usaha agar terdaftar dalam sistem GACC sehingga pasar ekspor dapat diperluas dan tidak hanya bergantung pada Singapura.Menurutnya, ekspor kepiting bakau menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat Mimika di mata dunia.“Kita harus menjaga kualitas, kontinuitas produk, serta kepatuhan terhadap standar karantina dan regulasi internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal,” katanya.Sementara itu, Kepala UPBU Mozes Kilangin yang diwakili Eddy Siswanto menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ekspor daerah sebagai upaya memperkenalkan produk unggulan Mimika ke pasar internasional.Pihak bandara, kata dia, siap mendukung kelancaran ekspor baik dari sisi personel maupun sarana dan prasarana.Bupati Mimika, Johanes Rettob, menegaskan bahwa UMKM Mimika harus terus dibina agar tidak hanya bertahan sebagai usaha kecil, tetapi mampu naik kelas menjadi pelaku ekspor internasional.Ia berharap ke depan Surat Keterangan Asal (SKA) produk ekspor dapat diterbitkan langsung dari Mimika sehingga proses distribusi menjadi lebih efisien tanpa harus melalui daerah lain.Menurutnya, sektor UMKM menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Mimika, sehingga pemerintah akan terus mendorong pengembangan produk pertanian, perikanan, perkebunan, dan produk olahan lokal agar memiliki nilai tambah.Namun demikian, Bupati juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan produksi, khususnya komoditas kepiting bakau yang saat ini memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.“Kalau hanya terus diambil tanpa dibudidayakan, lama-kelamaan akan habis. Karena itu masyarakat harus mulai didorong untuk melakukan budidaya dan menjaga kualitas produksi,” ujarnya.Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, juga terus membuka akses promosi dan pemasaran UMKM melalui marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Bahkan produk kerajinan seperti noken telah dipasarkan hingga ke luar negeri, termasuk Eropa.Melalui momentum ekspor perdana ini, Pemkab Mimika menegaskan komitmennya untuk terus mendukung UMKM melalui pembinaan, pelatihan, kemudahan perizinan, penguatan promosi, hingga pendampingan sertifikasi produk agar semakin banyak UMKM Mimika mampu bersaing di pasar global. Penulis: Bim Editor: GF 13 Mei 2026, 18:19 WIT
Dankorbrimob Tutup Latrapaops Amole I-2026, 415 Personel Siap Amankan Freeport Papuanewsonline.com, Bogor – Komandan Korps Brimob (Dankorbrimob) Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat resmi menutup Latihan Pra Operasi Pasukan Korps Brimob Polri BKO Polda Papua Tengah dalam rangka Operasi Amole I Tahun 2026.Upacara penutupan berlangsung Senin, 11 Mei 2026, di Lapangan Nagara Janottama Satlat Brimob Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor. Latihan ini disiapkan untuk pengamanan PT Freeport Indonesia di wilayah hukum Polda Papua Tengah.Komandan Resimen II Pasukan Pelopor Kombes Pol. Bambang Yudho Martono bertindak sebagai Komandan Upacara. Sementara Teknisi Jibom Madya TK. III Korbrimob Polri Kombes Pol. Siswara Hadi Chandra bertugas sebagai Perwira Upacara.Sejumlah pejabat tinggi Korbrimob hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, Teknisi KBRN Utama Tk. I Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, dan Teknisi Jibom Utama Tk. I Irjen Pol. Suhendri.Turut hadir pula Karorenminops Korbrimob Polri Brigjen Pol. Yuri Karsono, Danpas Pelopor Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra Perkasa Jumantara, serta Danpas Gegana Brigjen Pol. Mulyadi. Hadir juga para Pati, Teknisi Utama Tk. II, Pejabat Utama, dan Teknisi Madya jajaran Korbrimob Polri.Latpraops dilaksanakan selama 28 hari, mulai 12 April hingga 9 Mei 2026. Lokasi latihan tersebar di Satlat Brimob Cikeas, PT Antam Pongkor, dan kawasan Gunung Halimun Salak, Bogor, Jawa Barat.Sebanyak 415 personel dari Korbrimob dan Satbrimob Polda mengikuti seluruh rangkaian latihan. Fokus pelatihan diarahkan pada kesiapan mental, fisik, kemampuan, dan naluri tempur personel.Materi yang diberikan mencakup teknik pengamanan wilayah, penindakan massa anarkis, pengamanan objek vital nasional, hingga pengejaran terbatas terhadap kelompok bersenjata. Tujuannya memperkuat soliditas, loyalitas, dan profesionalisme personel dalam operasi.“Dengan memohon rahmat Tuhan yang maha esa pada hari ini, Senin 11 Mei 2026 di Satuan Latihan Brimob Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Latpraops Pasukan Korps Brimob Polri BKO Polda Tengah dalam rangka Operasi Amole I tahun 2026 pengamanan PT Freeport Indonesia di wilayah hukum Polda Papua Tengah secara resmi saya nyatakan ditutup,” ujar Komjen Ramdani.Penutupan latihan menjadi simbol kesiapan penuh Korps Brimob Polri dalam mendukung stabilitas keamanan PT Freeport Indonesia. Diharapkan personel mampu menerapkan materi latihan di lapangan dengan mengedepankan pendekatan humanis dan sinergitas antarunsur. Penulis: Hendrik Editor: GF 13 Mei 2026, 12:56 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT